Artikel Ilmiah : B1J013127 a.n. DINA ROSDIANA

Kembali Update Delete

NIMB1J013127
NamamhsDINA ROSDIANA
Judul ArtikelKARAKTERISASI GENETIK ILER (Plectranthus scutellarioides (L.) R. Br.) BERDASARKAN MARKA RAPD
Abstrak (Bhs. Indonesia)Iler (Plectranthus scutellarioides (L.) R. Br.) merupakan tanaman asal Indonesia yang dimanfaatkan sebagai tanaman hias dan obat. Tanaman ini digunakan secara tradisional untuk menyembuhkan batuk dan luka. Iler juga telah ditetapkan sebagai salah satu komponen dalam formula jamu hemoroid yang dikategorikan sebagai jamu saintifik oleh Kementerian Kesehatan. Dengan munculnya kasus substitusi dan adulterasi obat herbal serta kurangnya informasi mengenai keragaman genetik iler yang dapat berakibat pada misidentifikasi, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik genetik iler menggunakan marka RAPD. DNA genom diekstraksi dari 15 aksesi iler dan 3 akesi dari 2 spesies outgroup dan digunakan sebagai templat PCR. Enam primer RAPD mampu menghasilkan 425 amplikon DNA dengan kisaran ukuran 293-2667 bp yang teridentifikasi dari 52 lokus yang dapat diskor. Analisis pita DNA menunjukkan tingkat polimorfisme sebesar 94,23%. Analisis kemiripan dengan metode Pairwise Distance dan analisis klaster dengan metode Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Mean (UPGMA) dilakukan menggunakan software MEGA 7.0 dan menghasilkan nilai jarak genetik yang berkisar antara 0,016–0,484 serta dendrogram yang menunjukkan kecenderungan pengelompokkan aksesi iler berdasarkan kesamaan karakter morfologi sederhana seperti bentuk dan warna daun. Pita spesifik iler berukuran 315 bp yang diperoleh dari hasil amplifikasi primer OPB-1 dapat digunakan untuk autentikasi spesies iler pada 15 aksesi yang diujikan.
Abtrak (Bhs. Inggris)Coleus (Plectranthus scutellarioides (L.) R. Br.) is an Indonesian plant often used for ornamental and medicinal purposes. The plant is used traditionally to treat cough and wounds. Coleus has also been determined as one of the components in Hemorrhoid Traditional Medicine Formula categorized as Jamu Saintifik (Scientific Indonesian Traditional Medicine) by Indonesian Ministry of Health. With the emerging cases of substitution and adulteration of herbal drug and the lack of information on coleus genetic diversity which may result in misidentification, this research was conducted to determine coleus genetic characteristics using RAPD markers. The genomic DNA was extracted from 15 accessions of coleus and 3 accessions of 2 outgroup species and used as PCR template. Six RAPD primers were able to produce 425 DNA amplicons within the size range of 293-2667 bp identified from 52 scorable loci. Analysis of DNA band results in 94.23% polimorphism level. Similarity analysis with Pairwise Distance method and cluster analysis with Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Mean (UPGMA) method were carried out using MEGA 7.0 software and result in genetic distances ranging from 0.016‒0.484 and a dendrogram that shows clustering trend of coleus accessions based on the similarity of simple morphological characters such as leaf shape and color. A specific band of coleus with a size of 315 bp obtained from amplification using OPB-1 can be used for future authentication purpose of the 15 studied coleus accessions.
Kata kunciiler, keragaman genetik, standardisasi tanaman obat, RAPD
Pembimbing 1Ir. Alice Yuniaty, M.Sc., Ph.D.
Pembimbing 2Dyah Subositi, M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2018
Jumlah Halaman1
Tgl. Entri2018-08-23 23:10:44.099499
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.