Home
Login.
Artikelilmiahs
23044
Update
MARIETA MALIK RINELDA
NIM
Judul Artikel
KEANEKARAGAMAN GULMA PADA TANAMAN KUBIS (Brasicca oleracea) DI DATARAN TINGGI ARGAPURA KABUPATEN MAJALENGKA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kubis (Brasicca oleracea L.) adalah spesies tanaman sayur-sayuran yang berasal dari daerah subtropis yang mempunyai arti ekonomi penting. Produksi kubis dapat menurun akibat adanya gulma. Gulma adalah tumbuhan yang tidak diinginkan keberadaannya karena merupakan pesaing dalam penggunaan air, cahaya, dan unsur hara bagi tanaman pokok. Gulma juga dapat berperan sebagai inang bagi hama atau penyakit dan dapat mengeluarkan senyawa alelopat. Dalam praktik pengendalian gulma, pengetahuan tentang keanekaragaman gulma yang tumbuh di suatu perkebunan perlu diketahui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman gulma di beberapa ketinggian yang berbeda pada tanaman kubis di dataran tinggi Argapura, Kabupaten Majalengka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel gulma secara stratified random sampling yang mewakili tiga ketinggian yang berbeda. Gulma yang diamati pada penelitian ini terletak di dataran tinggi Argapura, Kabupaten Majalengka yang memiliki ketinggian 529-2.080 m dpl. Penelitian ini dilakukan ditiga ketinggian yang berbeda yaitu 1.000 m dpl, 1.100 m dpl dan 1.200 m dpl, hal ini dilakukan karena pada ketinggian tersebut banyak dijumpai perkebunan kubis. Parameter utama yang diukur adalah jumlah spesies dan individu gulma. Parameter pendukung yaitu suhu udara, pH, dan kelembaban udara. Data jumlah spesies dan jumlah individu gulma pada masing-masing ketinggian digunakan untuk menghitung menghitung indeks nilai penting dan indeks keanekaragaman antar lokasi sampling. Hasil penelitian menunjukan keanekaragaman gulma pada ketinggian 1.000, 1.100 dan 1.200 m dpl berturut turut adalah Cyperus rotundus (INP= 16,96%), Selaginella plana (INP= 17,82%) dan Amaranthus spinosus (INP= 17,66%), sedangkan untuk hasil Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener pada ketinggian 1.000, 1.100 dan 1.200 m dpl memiliki keanekaragaman yang sedang yaitu 2,974, 2,802 dan 2,934.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Cabbage (Brasicca oleracea L.) is a species of vegetable plants originating from subtropical areas that have important economic significance. Cabbage production may decrease due to weeds. Weeds are undesirable plants because they are competitors in the use of water, light, and nutrients for staple crops. Weeds can also act as hosts for pests or diseases and may secrete alelopathic compounds. In the practice of weed control, knowledge of the growing diversity of weeds in a plantation needs to be known. The purpose of this study was to determine the diversity of weeds at different altitudes in cabbage plants in Argapura highlands, Majalengka District. The method used in this research is survey method with stratified random sampling weed sampling technique that represents three different altitudes. The weeds observed in this research are located in Argapura highlands, Majalengka regency which has a height of 529-2,080 m above sea level. This study took three different altitudes of 1,000 m asl, 1,100 m asl and 1,200 m asl because at that altitude there are many plantations of cabbage. The main parameters measured were the number of species and individual weeds. Supporting parameters are air temperature, pH, and air humidity. Data on the number of species and the number of weed individuals in each altitude were used to compute the count of important value index and diversity index between sampling sites. The results showed that the diversity of weeds at 1,000, 1,100 and 1,200 m asl was Cyperus rotundus (INP = 16.96%), Selaginella plana (INP = 17.82%) and Amaranthus spinosus (INP = 17.66%), while for the results of the Shannon-Wiener Diversity Index at 1,000, 1,100 and 1,200 m asl have moderate diversity of 2,974, 2,802 and 2,934.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save