Artikelilmiahs

Menampilkan 19.961-19.980 dari 50.086 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1996123066G1H014006PENGARUH PEMBERIAN SUPLEMEN TABLET TAMBAH DARAH TERHADAP KADAR FERRITIN dan SENG DARAH
(Studi In Vivo pada Tikus Sprague Dawley Anemia)
Latar Belakang : Anemia merupakan masalah gizi yang sering terjadi di seluruh dunia terutama negara berkembang. Kebijakan pemerintah dalam menurunkan kejadian anemia yaitu memberikan suplemen TTD pada remaja yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan zat besi dan memperbanyak cadangan ferritin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplemen TTD terhadap kadar ferritin dan seng darah pada tikus Sprague Dawley anemia.
Metode : Penelitin ini merupakan penelitian true experimental dengan prepost test control grup design. Penelitian ini menggunakan 30 tikus putih betina galur Sprague Dawley yang dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok K+, K-, P1, P2, dan P3 yang diberikan TTD dengan berbagai dosis selama 14 hari dan pakan starndar comfeed AD II. Data dianalisis dengan uji one way anova dan dilanjutkan dengan uji post hoc LSD.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kadar ferritin dan seng yang signifikan pada setiap kelompok setelah diberikan TTD. Kelompok P3 dengan pemberian 2,16mg TTD merupakan kelompok yang paling meningkat secara signifikan dengan selisih peningkatan ferritin 3,4ng/ml dan seng 0,64 mg/L.
Kesimpulan : Pemberian TTD dapat meningkatkan kadar ferritin dan seng pada tikus anemia dipengaruhi jumlah pemberian TTD dan lama pemberian.
Anemia is a nutritional problem that often occurs throughout the world, especially developing countries. Government policy in reducing the incidence of anemia is to provide TTD supplements to adolescents who aim to meet iron needs and increase ferritin reserves. This study aims to determine the effect of TTD supplementation on ferritin and zinc levels in Sprague Dawley rats anemia. Design of study use a true experimental study with prepost test control group design. This study used 30 female Sprague Dawley white rats which were divided into 5 groups, namely groups K +, K-, P1, P2, and P3 who were given TTD with various doses for 14 days and feed from AD II comfeed. Data were analyzed by one way anova test and continued with LSD post hoc test. The results showed a significant difference in ferritin and zinc levels in each group after receiving TTD. The P3 group with 2.16mg of TTD was the most significantly increased group with a difference in the increase of ferritin 3,4ng / ml and 0,64 mg / L zinc. Administration of TTD can increase ferritin and zinc levels in anemia rats affected by the number of TTD administration and duration of administration.
1996223067G1B014082FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN AMBANG DENGAR PADA PEKERJA DI CV. MMS KNALPOT MOBIL PURBALINGGAAbstrak



FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN AMBANG DENGAR PADA PEKERJA DI CV. MMS KNALPOT MOBIL PURBALINGGA

Danu Tirta Nadi, Nur Ulfah, Siti Harwanti


Latar Belakang: Lingkungan kerja yang bising adalah salah satu dampak dari adanya sektor industri. Lingkungan kerja yang bising merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit akibat kerja, yaitu gangguan ambang dengar. Ambang dengar pada pekerja bisa bervariasi dikarenakan ambang dengar dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu umur, kebiasaan merokok, intensitas bising dan masa kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ambang dengar pada pekerja di CV. MMS Knalpot Mobil Kabupaten Purbalingga.

Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja di CV. MMS Knalpot Mobil Purbalingga yang berjumlah 42 pekerja. Jumlah sampel sebanyak 42 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, pengukuran audiometri dan pengukuran kebisingan. Data dianalisis ke dalam univariat, bivariat, multivariat.

Hasil Penelitian: Variabel yang berpengaruh adalah masa kerja (0,000) dan intensitas bising (0,000). Variabel yang tidak berpengaruh adalah umur (0,591) dan kebiasaan merokok (0,723).

Simpulan: Variabel yang berpengaruh dengan ambang dengar adalah masa kerja dan intensitas bising. Variabel yang tidak berpengaruh adalah umur dan kebiasaan merokok. Saran yang diberikan diantaranya kepada pemilik CV. MMS Knalpot Mobil Purbalingga untuk menyediakan ear muff atau ear plug bagi pekerja.


Abstract



FACTORS AFFECTING WITH THE HEARING BETWEEN WORKERS IN CV. MMS KNALPOT CAR PURBALINGGA

Danu Tirta Nadi, Nur Ulfah, Siti Harwanti


Background : Noisy working environment is one of the impacts of the industrial sector. Noisy work environment is one of the risk factors that can cause work-related illness, namely the threshold noise. A worker's hearing threshold may vary due to the fact that the threshold is affected by several factors, namely age, smoking habits, noise intensity and length of service. The purpose of this study is to determine the factors that relate to the threshold of workers in the CV. MMS Car Muffler Purbalingga District.

Methodology : This research is quantitative analytic research with cross sectional approach. The population in this study is all workers in CV. MMS Purbalingga car exhaust of 42 workers. The number of samples is 42 respondents by using total sampling technique. Data were collected by questionnaire, audiometric measurement and noise measurement. Data were analyzed into univariate, bivariate, multivariate.

Result of research : The influencing variables are the working period (0,000) and the noise intensity (0,000). The variables that had no effect were age (0,591) and smoking habit (0,723).

Conclusion : Variables that affect the threshold are the length of work and the intensity of noise. Variables that have no effect are age and smoking habit. Suggestion given among others to the owner of CV. MMS Purbalingga Car Muffler to provide ear muff or ear plug for workers.
1996323068B1J014067RESPON ANATOMI DAUN TANJUNG (Mimusops elengi L.) TERHADAP AKUMULASI LOGAM BERAT
TIMBAL (Pb) DI PURWOKERTO
Kendaraan bermotor di perkotaan menyumbang sekitar 60-80% pencemaran udara. Salah satu gas buang kendaraan bermotor adalah Pb. Purwokerto merupakan pusat kota yang memiliki aktivitas masyarakat yang tinggi, sehingga memicu penggunaan kendaraan pribadi khususnya kendaraan bermotor. Tanjung (Mimusops elengi L.) merupakan tanaman dari familia Sapotaceae yang memiliki kemampuan dalam fitoremediasi dan cocok untuk tanaman peneduh jalan. Tujuan penelitian adalah mengetahui kadar logam Pb yang terakumulasi pada daun Tanjung dan mengetahui respon anatomi daun Tanjung terhadap akumulasi logam Pb di Purwokerto.
Penelitian menggunakan metode purposive untuk menentukan lokasi penelitian dan metode survai untuk pengambilan sampel dengan teknik secara Random Sampling, pengukuran kadar Pb dalam daun Tanjung menggunakan metode ekstraksi dengan pembacaan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry), pembuatan preparat anatomi daun menggunakan metode parafin dan preparat segar. Parameter yang diamati meliputi tebal kutikula, tebal mesofil, ukuran stomata, kerapatan stomata dan kadar Pb daun. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan uji korelasi regresi untuk mengetahui hubungan kadar Pb daun dengan kepadatan lalu lintas dan hubungan kadar Pb daun dengan respon anatomi daun Tanjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar Pb daun Tanjung di Purwokerto berkisar 1,19 ± 0,10 – 2,61 ± 0,10 µg/g. Respon anatomi daun Tanjung terhadap akumulasi Pb menunjukkan terjadinya peningkatan ukuran stomata dan tebal mesofil seiring dengan meningkatnya kadar Pb yang terakumulasi dalam daun, berbeda dengan tebal kutikula yang tidak dipengaruhi oleh akumulasi kadar Pb daun.
Motor vehicles in urban areas account for about 60-80% of air pollution. One of motor vehicles exhaust gases is Pb. Purwokerto is a city center with high peoples activity. Tanjung (Mimusops elengi L.) is a plant of the Sapotaceae family that has phytoremediation capability and is excellent for roadside plants. The purpose of this research is to know the level of Pb metal that accumulated in leaf Tanjung and to know the anatomical response of leaf Tanjung to Pb metal accumulation in Purwokerto.
The research used purposive method to determine the location of the research and survey method for sampling with random sampling technique, measurement of Pb level in leaf Tanjung using extraction method with AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry), making of leaf anatomic preparation using paraffin method and fresh preparation. The parameters observed included the thickness of the cuticle, the thickness of the mesophyll, the size of the stomata, the number of stomata, and the level of Pb in the leaf. The data obtained were analyzed descriptively and regression correlation test to know the association of leaf pb level with the density of vehicles and the association of Pb level in leaf with anatomical respone of leaf Tanjung. The results showed that the level of Pb leaf Tanjung in Purwokerto ranged from 1.19 ± 0.10 - 2.61 ± 0.10 µg/g.. The anatomical response of the leaf Tanjung to Pb accumulation indicates an increase in stomata size and thickness of mesophyll with accumulated Pb leaf levels, diffrent the thickeness of the cuticle that is not affected by the accumulation of leaf Pb levels.
1996423070H1L011044RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI INDEKOS WISMA UKHUWAH ISLAMIYAH BERBASIS WEBWisma UI merupakan kost putra yang berada di Semarang. Selama ini penyimpanan data dilakukan dengan mencatat manual dan pemesanan hanya bisa dilakukan dengan komunikasi seluler ataupun datang langsung ke lokasi. Sistem informasi yang dikembangkan berbasis web ini diharapkan mempermudah pencatatan data dan pemesanan kamar. Metode yang digunakan dalam pembangunan sistem ini adalah Waterfall. Dokumentasi perancangan menggunakan Data Flow Diagram (DFD). Bahasa pemrograman yang digunakan adalah PHP dan DBMS Mysql. Pada implementasinya, sistem informasi indekost ini diharapkan mampu meminimalisir kesalahan yang terjadi, sehingga membuat pengolahan data dan pemesanan kamar menjadi lebih mudah dan lebih dapat diandalkan.Wisma UI is a male boarding house located in Semarang. These days, data storage still using manual recording and booking room can only using cellular communication or visiting location. Web based information system expected make data recording and booking room more easy. Method used in system development is waterfall. Design documentation using Data Flow Diagram (DFD). The programming language used PHP and DBMS Mysql. In its implementation, this information system of boarding house is expected to minimize the error that occur, and make data processing and booking room more easy and reliable.
1996523071B1J013039PENGARUH PEMBERIAN MIKORIZA VESIKULA ARBUSKULA (MVA) CAMPURAN TERHADAP KEMUNCULAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.)Tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) merupakanjenis sayuran dari keluarga (Cucurbitaceae). Tanaman mentimun ini memiliki nilai ekonomi untuk dibudidaya karena mengandung protein, lemak dan karbohidrat. Faktor yang mempengaruhi produksi tanaman mentimun yaitu disebabkan oleh penyakit layu Fusarium oxysporum. Pengendalian penyakit yang aman yaitu dengan pengendalian hayati dengan menggunakan MVA.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dosis dan cara inokulasi MVA campuran yang berbeda terhadap munculnya penyakit layu fusarium pada tanaman mentimun serta mengetahui dosis dan cara inokulasi MVA campuran yang paling baik untuk mengendalikan penyakit layu fusarium pada tanaman mentimun. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 dosis MVA campuran (0 g/tanaman, 5 g/tanaman, 10 g/tanaman, 15 g/tanaman, 20 g/tanaman) dan 2 cara inokulasi yang berbeda (inokulasi saat biji ditanam, inokulasi saat bibit dipindahtanamkan). Parameter utama meliputi masa inkubasi penyakit layu fusarium, intensitas penyakitlayu fusarium dan parameter pendukung pH tanah, temperatur, kelembapan ruang dan derajat infeksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dosis dan cara inokulasi MVA campuran mampu mengendalikan penyakit layu fusarium pada tanaman mentimun, serta mampu memperpanjang masa inkubasi penyakit layu fusarium dan menurunkan intensitas penyakit layu fusarium pada tanaman mentimun. Dosis 10 g/tanaman dengan cara inokulasi pada saat biji ditanam mampu memperpanjang masa inkubasi, dan dosis MVA campuran 10 g/ tanaman saat bibit dipindahtanamkan mampu menurunkan intensitas penyakit layu fusarium pada tanaman mentimun sebesar 19,44%.Cucumber (Cucumis sativus L.) is a vegetable of the family (Cucurbitaceae). This cucumber plant has economic value to be cultivated because it contains protein, fat and carbohydrate. Factors affecting cucumber plant production is caused by wilt disease Fusarium oxysporum. Safe disease control is by biological control using VAM. The aim of this research is to know the effect of different mixed VAM dose and inoculation on the emergence of fusarium wilt disease in cucumber plant and to know the best mixed VAM inoculation dose and way to control fusarium wilt disease on cucumber plants. The method used was an experimental method with Completely Randomized Design (CRD) consisting of 5 doses of mixed VAM (0 g / plant, 5 g / plant, 10 g / plant, 15 g / plant, 20 g / plant) and 2 ways of inoculation (inoculation when seeds are grown, inoculation when seedlings are transferred). The main parameters include the incubation period of fusarium wilt disease, the intensity of fusarium wilt disease and the parameters of soil pH, temperature, humidity and degree of infection. The results showed that mixed VAM inoculation dose and inoculation were able to control fusarium wilt disease in cucumber plants, and were able to extend the incubation period of fusarium wilt disease and decrease the intensity of fusarium wilt disease in cucumber plants. The dose of 10 g / plant by inoculation at the time the seeds were grown was able to extend the incubation period, and mixed VAM doses of 10 g / plant when the seedlings were removed could reduce the intensity of fusarium wilt disease in 19.44% cucumber.
1996623072G1B014109hubungan antara konstruksi sumur dengan kualitas mikrobiologis pada air sumur di kelurahan berkoh purwokerto selatan HUBUNGAN ANTARA KONSTRUKSI SUMUR DENGAN KUALITAS MIKROBIOLOGIS PADA AIR SUMUR GALI DI KELURAHAN BERKOH BERKOH PURWOKERTO SELATAN
Abstrak
Latar belakang : Sumur dianggap mempunyai tingkat perlindungan sanitasi yang baik, bila tidak terdapat kontak langsung antara manusia dengan air dalam sumur. Air yang telah terkontaminasi menjadi tidak layak digunakan dan berakibat buruk bagi kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konstruksi sumur dengan kualitas mikrobiologis pada air sumur gali di Kelurahan Berkoh Purwokerto Selatan
Metode : penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini ada 65 sumur. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Intstrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi dan uji laboratorium. Uji analisis menggunakan chi-Square.
Hasil : Kualitas mikrobiologis sebagian besar tidak memenuhi syarat (86,2 %), jarak dengan sumber pencemar sebagian besar tidak memenuhi syarat (69,2%), kedalaman dinding sumur sebesar 93,8% telah memenuhi syarat, tinggi bibir sumur mayoritas tidak memenuhi syarat (66,2%), kontrsuksi lantai sumur mayoritas tidak memenuhi syarat (64,6%), SPAL sebesar 86,2% tidak memenuhi syarat. Hubungan kualias mikrobiologis air sumur gali dengan jarak sumber pencemar p-value=0,003, dengan kedalaman dinding sumur p-value=1,000, dengan tinggi bibir sumur p-value=0,253, dengan konstruksi lantai sumur p-value=1,000, dengan SPAL p-value=1,000.
Kesimpulan : terdapat hubungan antara jarak sumber pencemar dengan kualitas mikrobiologis air sumur gali. Kedalaman dinding sumur, tinggi bibir sumur, konstruski lantai sumur, dan SPAL tidak berhubungan dengan kualitas mikrobiologis pada air sumur di Kelurahan Berkoh Purwokerto Selatan. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan menambahkan variabel perilaku terhadap penggunaan sumur gali.
Kata Kunci : Konstruksi sumur gali, Kualitas Mikrobiologis

Abstract

RELATIONSHIP BETWEEN THE CONSTRUCTION OF WELLS WITH MICROBIOLOGICAL QUALITY IN WELL WELL WATER IN KELURAHAN BERKOH PURWOKERTO SELATAN

MaimunaKastella, Suratman, Agnes Fitria W.

Background : The well is considered to have a good level of sanitation protection, if there is no direct contact between humans and water in the well. Contaminated water becomes unfit for use and is bad for human health. This study aims to determine the relationship between the construction of wells with microbiological quality in the water wells dig in the Village BerkohPurwokerto Selatan.

Method : this research is an observational study with cross sectional design. Sample in this research there are 65 wells. Sampling using simple random sampling. The research instruments used are observation sheets and laboratory tests. Test analysis using chi-Square.

Results : Microbiological quality is largely unqualified (86.2%), distance to pollutant source is largely unqualified (69.2%), the depth of the well wall of 93.8% has been eligible, the high lip height of the majority is not eligible ( 66.2%), the majority of the floor wells did not meet the requirements (64.6%), SPAL of 86.2% did not meet the requirements. Microbiological quality of well water with p-value of p-value = 0,003, with p-value well wall length = 1,000, with p-value well 0,253, with p-value well construction = 1,000, with SPAL p- value = 1,000.

Conclusion : there is a relationship between the distance of pollutant sources and microbiological quality of dug well water. The depth of the well wall, the height of the well lip, the wellbore construski, and SPAL are not related to the microbiological quality of the well water in the village of BerkohPurwokerto Selatan. For researchers, it is expected to add behavioral variables to the use of dug wells.

Keywords :Construction of dug wells, Microbiological Quality





1996725610F1B112005PENGARUH PROFESIONALISME KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DALAM PENGURUSAN SURAT IZIN MENGEMUDI DI KANTOR SATUAN LALU LINTAS POLRESTA TEGAL TAHUN 2018Pelayanan publik merupakan gerbang utama reformasi birokrasi instansi pemerintahan karena sebagai ruang masyarakat untuk berinteraksi secara langsung dengan aparatur negara, seperti halnya pelayanan pengurusan surat izin mengemudi. Kualitas pelayanan yang baik akan mencitrakan instansi pemerintah yang baik dimata masyarakatnya, sebaliknya jika kurang baik tidak akan menciptakan suatu kepuasan pada masyarakat. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kualitas pelayanan, diantaranya aparatur yang mempunyai sikap profesionalisme kerja dalam mengemban tugasnya dan juga lingkungan kerja yang kondusif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh profesionalisme kerja dan lingkungan kerja terhadap kualitas pelayanan pengurusan SIM di Kantor Satuan Lalu Lintas Polresta Tegal baik secara bivariate maupun multivariate. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif, dengan jumlah responden sebanyak 100 orang yang melakukan pelayanan pengurusan SIM. Teknik analisis data yang digunakan adalah Korelasi Kendall Tau, Koefisien Konkordansi Kendall (W), Korelasi Parsial dan Regresi Ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme kerja dan lingkungan kerja mempengaruhi kualitas pelayanan pengurusan SIM sebanyak 39,7 persen dan sisanya 60,3 persen dipengaruhi oleh variabel lainnya di luar model penelitian ini. Hasil penelitian juga membuktikan variabel profesionalisme kerja dan lingkungan kerja memiliki hubungan yang positif terhadap kualitas pelayanan pengurusan SIM di Kantor Satuan Lalu Lintas Polresta Tegal baik secara bivariate maupun multivariate. Oleh karena itu, semakin baik tingkat profesionalisme kerja dan lingkungan kerja akan memberikan tingkat kualitas kerja yang baik juga bagi Kantor Satuan Lalu Lintas dalam memberikan pelayanan. Dengan demikian maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima.Public service is the main gate of reformation in government bureaucratic because it is a community space to interact directly with state apparatus, such as the service of managing a driving license. Good service quality will portray government agencies that are good in the eyes of the people, on the contrary if it is not good it will not create a satisfaction with the community. There are many factors that can affect the level of service quality, such as work professionalism and a conducive work evironment. The purposes of this research are to determine how much influence of the work professionalism and work environment influence the quality of service for obtaining a driving license at Tegal Police Traffic Unit Office on bivarte and multivarte relationship. The method used is a quantitative method, with the number of respondents as many as 100 people who carry out the service of obtaining a drivering license. The data analysis technique used was Kendall Tau Correlation, Kendall’s Concordance Coefficient, Partial Correlation and Ordinal Regression. The research result showed that the work professionalism and work environment influenced service quality of service for obtaning driving licenses as much as 39.7 percent and the remaining 60.3 percent was influenced by other variables outside the model of this research. The result also proved the work professionalism and work environment variable had a positive relationship toward the quality of service for obtaining a driving license at Tegal Police Traffic Unit Office. Thus, the better of the effectiveness of mutation work professionalism and work environment will giving service quality for the Traffic Unit Office in providing services. So the hypothesis is proposed in this research is accepted.
1996823073G1B014052PERBEDAAN COST RECOVERY RATE PELAYANAN KESEHATAN PENYAKIT RESIDUAL SKIZOFRENIA PADA RAWAT INAP PESERTA BPJS KESEHATAN DAN UMUM DI RSUD BANYUMASAbstrak



PERBEDAAN COST RECOVERY RATE PELAYANAN KESEHATAN PENYAKIT RESIDUAL SKIZOFRENIA PADA RAWAT INAP PESERTA BPJS KESEHATAN DAN UMUM DI RSUD BANYUMAS

Sita Putri Naditya, Budi Aji, Arif Kurniawan



Latar Belakang: Rumah sakit sebagai lembaga penyedia pelayanan kesehatan serta lembaga usaha, tidak lepas dari pengaruh lingkungan, salah satunya yaitu perubahan pembiayaan dari FFS ke INA-CBG’s. Pelayanan kesehatan harus dapat menerapkan prinsip kendali biaya yaitu salah satunya dengan menganalisis Cost Recovery Rate (CRR). Gangguan jiwa berat seperti skizofrenia dapat menimbulkan beban bagi pemerintah yaitu gangguan ini menghabiskan biaya pelayanan kesehatan yang besar. Tujuan penelitian adalah menganalisis perbedaan CRR pasien Residual Skizofrenia Rawat Inap peserta BPJS Kesehatan dan Umum.

Metodologi: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik. Populasi penelitian ini adalah 164 pasien dengan pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling sejumlah 61 pasien BPJS Kesehatan dan 17 pasien Umum pada Penyakit Residual Skizofrenia Rawat Inap. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder. Analisis data yang dilakukan yaitu univariat, unit cost, CRR dan bivariat dengan menggunakan uji Mann-Whitney.

Hasil Penelitian: CRR pasien BPJS Kesehatan yaitu sebesar 97,38%, CRR pasien Umum yaitu sebesar 65,84%, dan CRR Total yaitu sebesar 90,28%. Terdapat perbedaan CRR antara pasien BPJS Kesehatan dan pasien Umum pada Penyakit Residual Skizofrenia Rawat Inap (p=0,000)

Kesimpulan: Terdapat perbedaan CRR antara pasien BPJS Kesehatan dan pasien Umum pada Penyakit Residual Skizofrenia Rawat Inap

Kata Kunci: Cost Recovery Rate (CRR), Residual Skizofrenia
Abstract



THE DIFFERENCES OF COST RECOVERY RATE IN HEALTH SERVICES OF INPATIENT RESIDUAL SCHIZOPHRENIA BETWEEN BPJS KESEHATAN AND UMUM PARTICIPANTS IN RSUD BANYUMAS

Sita Putri Naditya, Budi Aji, Arif Kurniawan



Backgrounds: Hospitals as health service providers and business institutions cannot be separated from environmental influences, one of them is the change of financing from FFS to INA-CBG's. Health services should be able to apply the principle of cost control, one of them is analyzing the Cost Recovery Rate (CRR). Severe mental disorders such as schizophrenia can pose a burden to the government, this disorder spends the large cost of health service. The purpose of this study is to analyze the differences in CRR of Inpatient Residual Schizophrenia in BPJS Kesehatan and Umum participants.

Methods: This research was an analytic quantitative research. The population were 164 patients and sample was taken using a stratified random sampling technique of 61 BPJS Kesehatan patients and 17 Umum patients in Inpatient Residual Schizophrenia. This data was collected by using secondary data. The data analysis was univariate, unit cost, CRR and bivariate with Mann-Whitney.

Results: CRR of BPJS Kesehatan patients was 97.38%, CRR of Umum patients was 65.84%, and Total CRR was 90.28%. There were differences in CRR between BPJS Kesehatan patients and Umum patients in Inpatient Residual Schizophrenia (p = 0,000)

Conclusions: There are differences in CRR between BPJS Kesehatan patients and Umum patients in Inpatient Residual Schizophrenia

Keywords: Cost Recovery Rate (CRR), Residual Schizophrenia
1996923074G1B014075EFEKTIVITAS LAMA PERENDAMAN KULIT PISANG SEBAGAI ADSORBEN UNTUK MENURUNKAN KADAR FE DALAM AIR SUMURLatar Belakang : Kulit pisang ambon mengandung selulosa dan asam galacturonat yang dapat mengikat ion logam sehingga dapat menurunkan kadar Fe dalam air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas variasi lama perendaman kulit pisang ambon sebagai adsorben untuk menurunkan kadar Fe dalam air sumur.

Metode : Penelitian Eksperimental ini menggunakan rancangan pretest and posttest control group design dengan rumus RAL. Populasi penelitian ini adalah air sumur yang mengandung kadar Fe >1 mg/L dan sampel penelitian adalah salah satu sumur yang mengandung Fe tertinggi. Penelitian menggunakan media kulit pisang ambon 40 gr/L dengan perlakuan lama perendaman 120, 150, 180, 210, 240 menit, dan kelompok kontrol, dengan pengulangan masing-masing 4 kali. Uji statistik menggunakan uji Kruskal Wallis dan dilanjutkan uji Mann Whitney.

Hasil Penelitian : Efektivitas perendaman kulit pisang ambon 40 gr/L dalam menurunkan kadar Fe selama 120, 150, 180, 210, dan 240 menit berturut-turut adalah 70,29%, 74,36%, 81,80%, 77,27%, dan 72,23%.

Simpulan : Efektivitas perlakuan perendaman kulit pisang ambon 40 gr/L yang paling optimum dalam menurunkan kadar Fe adalah perlakuan perendaman kulit pisang ambon 40 gr/L selama 180 menit sebesar 81,80%.

Kata Kunci : Lama Perendaman, Kulit Pisang Ambon, Fe, Air Sumur
Background : Banana peels contain cellulose and galacturonic acid which can bind metal ions so that it can reduce Fe levels in water. This study aims to determine the effectiveness the variations in soaking time of Ambon Banana’s peel as an adsorbent to reduce Fe content in well water.

Methods : This research is experimental study using pretest and posttest control group design with completely randomized design (CRD). The population was well water which contains >1 mg/l iron and the sample was one of the highest iron level wells. The research using 40 gr/L Ambon Banana’s peel as a media with soaking time 120, 150, 180, 210, 240 minutes and every group of control with 4 times repetition. Data was analyzed by Kruskal Wallis test followed by Mann Whitney.

Results : The effectivenes soaking time of 40 gr/L Ambon Banana’s peel as reducing Fe content during 120, 150, 180, 210 and 240 minutes are 70,29%, 74,36%, 81,80%, 77,27%, dan 72,23%.

Conclusion : The most effective soaking time of 40 gr/L Ambon Banana’s peel to reduce Fe content is 180 minutes with amount of percentage 81,80%.

Keyword : Soaking Time, Banana Peel, Fe, Well Water
1997023075B1J013175KARAKTERISTIK ANATOMI PADA DAUN TIGA KULTIVAR KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI KEBUN BENIH HOLTIKULTURA KLEDUNG, TEMANGGUNG, JAWA TENGAHKentang (Solanum tuberosum L.) merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang tumbuh di Indonesia. Budidaya kentang di Indonesia dilakukan pada daerah dataran tinggi, dengan ketinggian antara 1000-3000 m dpl dan suhu optimal 18-21oC serta kelembaban 80-90%. Tempat budidaya kentang di Jawa Tengah salah satunya adalah Kebun Benih Holtikultura, Desa Kledung, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung terletak pada ketinggian 1399 m dpl dengan suhu 15-25oC. Jenis tanah pada Kebun Benih Holtikultura adalah regosol, tekstur tanah geluh pasiran dan berwarna coklat. Informasi morfologi, anatomi dan molekuler diperlukan guna mendukung kajian sistematika, pengembangan budidaya serta dalam bidang pemuliaan tanaman. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui struktur dan karakter anatomi daun dari tiga kultivar kentang dan mengetahui perbedaan karakter anatomi daun dari tiga kultivar kentang. Teknik pengambilan sampel daun secara purposive random sampling. Daun kentang yang digunakan sebagai sampel adalah kultivar Dayang Sumbi; Atlantik; dan Olympus. Sampel daun kentang dibuat preparat mikroskopis menggunakan metode parafin dengan pewarnaan safranin 1% dalam alkohol 70%. Parameter yang diamati adalah tebal kutikula, tebal epidermis, tebal mesofil, ukuran stomata (panjang dan lebar), serta kerapatan stomata dan trikomata per 1 mm2 luas. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F dan uji lanjut BNT. Hasil penelitian menunjukan bahwa struktur anatomi daun kentang kultivar Atlantik, Olympus, dan Dayang Sumbi tersusun atas kutikula, epidermis atas, mesofil, berkas pengangkut, dan epidermis bawah serta derivat epidermis stomata dan trikomata. Hasil uji lanjut BNT pada karakter anatomi daun kentang kultivar Atlantik, Olympus, dan Dayang Sumbi berbeda pada tebal epidermis atas, lebar stomata bawah, dan kerapatan stomata atas.Potato (Solanum tuberosum L.) is one of tubers type growing in Indonesia. Potato cultivation in Indonesia is held in plateau area, with altitude between 1000-3000 m asl and optimal temperature 18-21oC and humidity 80-90%. One of potato cultivation in Central Java is Kebun Benih Holtikultura in Kledung Village, Kledung District, Temanggung Regency is located at an altitude of 1399 m asl with temperature 15-25oC. Types of soil in the Seed Garden of Holtikultura is regosol, texture of the soil is sandy and brown. Morphological, anatomical and molecular information is needed to support systematic study, cultivation development and in the field of plant breeding. The purpose of this research was to understand the structure and character of leaf anatomy from three potato cultivars and to understand the difference of leaf anatomical character of three potato cultivars. Leaf sampling technique by purposive random sampling. Potato leaves used as samples were cultivars Dayang Sumbi; Atlantik; and Olympus. Leaf samples were turn into microscopic preparations using paraffin method with 1% safranin staining in 70% alcohol. The parameters observed were the thickness of the cuticle, the thickness of the epidermis, the thickness of the mesophyll, the stomata size (length and width), as well as the number of stomata and trichomata per 1 mm2 area. The observed data were analyzed by F-test and BNT advanced test. The results showed that the anatomical structure of potato leaves of Atlantik, Olympus, and Dayang Sumbi cultivar were composed of cuticle, upper epidermis, mesophyll, vascular bundle, and lower epidermis and epidermal derivatives were stomata and trichomata. The result of BNT advanced test on the anatomical character of Atlantik, Olympus, and Dayang Sumbi cultivar differ in upper epidermal thickness, lower stomata width, and upper stomatal density.
1997123076C1B013018PENGARUH BRAND AWARENESS, KUALITAS PRODUK, DAN CITRA MEREK TERHADAPLOYALITAS KONSUMEN DENGAN KEPUASAN KONSUMEN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING
(Studi PadaMasyarakat Purwokerto)
Penelitian ini berjudul Pengaruh Brand Awareness, Kualitas Produk dan citra Merek Terhadap Loyalitas Konsumen Dengan Kepuasan Konsumen Sebagai Variabel Intervening Pada Produk Sepeda Motor Merek Yamaha (Studi Pada Masyarakat Purwokerto). Tujuan penelitian ini yaitu mengembangkan penelitian sebelumnya tentang loyalitas konsumen dengan kepuasan pelanggan sebagai variabel intervening.
Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna sepeda motor Yamaha yang berdomisili di Purwokerto. Penentuan ukuran sampel menggunakan metode interval taksiran. Metode pengambilan sampel menggunakan metode teknik convenience sampling. Alat analisis menggunakan regresi berganda.
Hasil penelitian menunjukkan brand awareness, dan citra merek tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan dan loyalitas konsumen. Sedangkan kualitas produk secara signifikan mampu mempengaruhi kepuasan dan loyalitas konsumen.
Implikasi penelitian ini yaitu berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa variabel brand awareness dan citra merek tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan dan loyalitas konsumenn. Sedangkan kualitas produk secara signifikan mampu mempengaruhi kepuasan dan loyalitas konsumen. Berkaitan dengan hal tersebut perlu dipertimbangka implikasi berikut ini: perusahaan Yamaha harus tetap melakukan strategi untuk terus meningkatkan kesadaran konsumen terhadap sepeda motor Yamaha, supaya konsumen lebih mengenal sepeda motor Yamaha dengan lebih baik dan detail; produsen sepeda motor Yamaha untuk fokus pada pengembangan kualitas produk sepeda motor Yamaha itu sendiri, disarankan bagi produsen untuk terus meningkatkan kualitas produk dari semua aspek baik dari segi performa mesin, kecanggihan fitur, daya tahan dan ketangguhan mesin, spesifikasi yang sesuai standar, keawetan motor, ketersediaan spare part dan bengkel serta memperbanyak varian motor baru dengan memadukan inovasi yang sesuai dengan kondisi kemajuan saat ini; perusahaan Yamaha harus tetap berupaya meningkatkan citra merek sepeda motor Yamaha, agar konsumen memiliki keyakinan yang kuat untuk memilih sepeda motor Yamaha sebagai moda transportasi roda dua nya. Dimana yang citra yang sudah melekat pada sepeda motor yamaha yaitu bahwa sepeda motor yamaha memiliki akselerasi dn kecepatan yang tinggi di banding dengan sepeda motor lainnya yaitu dengan taglinenya yamaha selalu di depan. Dan upaya yang bisa dilakukan dengan membuat tagline lagi dengan sepeda motor yamaha irit, karna di benak konsumen saat ini sepeda motor yamaha itu boros, sehingga produsen harus merubah mainset tersebut kalo sepeda motor yamaha itu irit dan di buktikan dengan aslinya yang pasti.
This research is entitled The Effect of Brand Awareness, Product Quality and Brand Image on Consumer Loyalty with Customer Satisfaction as an Intervening Variable in Yamaha Brand Motorcycle Products (Studies in the Purwokerto Community). The purpose of this study is to develop previous research on consumer loyalty with customer satisfaction as an intervening variable.
The population in this study were Yamaha motorcycle users who live in Purwokerto. Determination of sample size using the estimated interval method. The sampling method uses convenience sampling technique. Analysis tools using multiple regression.
The results showed brand awareness, and brand image had no significant effect on customer satisfaction and loyalty. While product quality can significantly affect customer satisfaction and loyalty.
The implication of this study is based on the analysis result known that variable brand awareness and brand image give no significant effect on customer satisfaction and loyalty. While product quality can significantly affect customer satisfaction and loyalty. In this regard, consider the following implications: Yamaha companies must continue to carry out strategies to continuously increase consumer awareness of Yamaha motorbikes, so that consumers are more familiar with Yamaha motorcycles with better and more detail; Yamaha motorcycle manufacturers to focus on developing the quality of Yamaha motorcycle products themselves, it is recommended for manufacturers to continue to improve product quality from all aspects in terms of engine performance, sophistication of features, durability and toughness of the engine, specifications according to standards, durability of the motor availability of spare parts and workshops and increasing the number of new motorbikes by combining innovations that are in line with current conditions of progress; Yamaha companies must continue to strive to improve the brand image of Yamaha motorcycles, so that consumers have strong confidence in choosing a Yamaha motorcycle as a mode of two-wheeled transportation. Where is the image that has been attached to Yamaha motorbikes, namely that Yamaha motorcycles have high speed and acceleration compared to other motorbikes, namely the tagline yamaha is always up front. And the effort that can be done by making a tagline again with an economical Yamaha motorcycle, because in the minds of consumers today Yamaha motorbikes are wasteful, so manufacturers must change the mainset if the Yamaha motorcycle is economical and proven with the original that is certain.
1997223082B1J014122AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KEMANGI (Ocimum x africanumLour.) PADA MEDIA TANAM DENGAN PEMBERIAN ASAM HUMAT Kemangi (Ocimum x africanum Lour.) merupakan tanaman sayur yang berkhasiat sebagai obat karena mengandung senyawa antioksidan diantaranya, flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Pemberian bahan organik asam humat pada media tanam dapat meningkatkan pertumbuhan dan me
ningkatkan biomassa tanaman. Melalui peningkatan biomassa tanaman diharapkan mampu meningkatkan produksi senyawa metabolit sekunder sehingga mampu meningkatan aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh asam humat terhadap pertumbuhan dan aktivitas antioksidan tanaman kemangi serta mengetahui konsentrasi asam humat yang paling efektif untuk meningkatkan aktivitas antioksidan kemangi. Penelitian ini menggunakan metode ekperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 konsentrasi asam humat dan 3 kali pengulangan yaitu 0 g.kg-1; 4 g.kg-1; 8 g.kg-1; 12 g.kg-1 dan 16 g.kg-1. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah berat basah daun, berat basah tanaman, berat kering tanaman, dan aktivitas antioksidan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA (Analysis of Variance) pada taraf signifikasi 5% dan 1% dan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian asam humat mampu meningkatkan pertumbuhan dan aktivitas antioksidan kemangi serta asam humat dengan konsentrasi 8 g.kg-1 merupakan konsentrasi yang paling efektif untuk meningkatkan aktivitas antioksidan.
Kemangi (Ocimum x africanum Lour.) is medicine efficacious vegetable because it contains antioxidant compounds such as flavonoid, alkaloid, tannin, saponin, and triterpenoid. Applicaton of organic materials such as humic acid on plant medium can increase growth and increase plant biomass. Increased plant biomass is expected to increase production of secondary metabolites so can improve antioxidant activity. This research aimed to find out the effect of humic acid to the growth and antioxidant activity in kemangi, also determine the concentration of humic acid that effective to increase antioxidant activity in kemangi. This research was conducted experimentally using Complete Randomized Design (CRD) consisting five humic acid treatments with concentration 0 g.kg-1; 4 g.kg-1; 8 g.kg-1; 12 g.kg-1;16 g.kg-1 and repeated three times. Parameters measured in this study were plant growth including fresh leaf weight, fresh weight, dry weight of plant and antioxidant activity. The data was obtained analyzed by ANOVA (Analysis of Variance) with error rate 5% and 1%, then continued LSD (Least Significant Difference). The result showed that application of humic acid were increasing the growth and antioxidant activity and humic acid with concentration 8 g.kg-1 is the most effective concentration to increase antioxidant activity of kemangi.
1997325611C1G015035ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING ABSORPTION OF LABOR
OF WOOD PROCESSING MICRO SMALL AND MEDIUM ENTERPRISES IN SOMAGEDE SUB-DISTRICT BANYUMAS REGENCY
Penelitian ini berjudul tentang “Analisis Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Penyerapan Tenaga Kerja pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah Pengolahan Kayu di Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja pada UMKM pengolahan kayu di Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan studi kasus pada pengolahan kayu UMKM di Kecamatan Somagede sebagai objek penelitian. Purposive sampling digunakan sebagai metode pengambilan sampel dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini, alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda.
Penelitian ini memiliki kebaruan dari penelitian sebelumnya, yaitu kriteria upah. Dalam penelitian ini, kriteria upah menggunakan metode dummy dengan kategori 0 sebagai upah borongan dan 1 sebagai upah harian. Dalam penelitian sebelumnya, sebagian besar upah hanya dihitungan secara nominal.
Berdasarkan hasil analisis data menggunakan regresi linear berganda menunjukan bahwa: (1) Kriteria upah tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja, (2) Modal berpengaruh secara positif terhadap penyerapan tenaga kerja, (3) Pendapatan berpengaruh secara positif terhadap penyerapan tenaga kerja, (4) Produktivitas berpengaruh secara positif terhadap penyerapan tenaga kerja. Sedangkan, dengan menggunakan uji elastisitas menunjukan bahwa variabel pendapatan merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja.
Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu dalam upaya meningkatkan penyerapan tenaga kerja dalam UMKM pengolahan kayu di Kecamatan Somagede, pengusaha pengolahan kayu dapat memaksimalkan modal dan pendapatan untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Selain itu, pemerintah diharapkan dapat mempromosikan produk pengolahan kayu sehingga terjadi peningkatan omzet yang akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Pentingnya dukungan pemerintah untuk mempromosikan karena berdasarkan survei kuesioner yang dilakukan oleh peneliti ada beberapa responden yang mengalami kesulitan menjual produk mereka sehingga mereka menjual produk mereka di daerah sekitarnya bahkan dengan harga rendah.
This research is entitled about “Analysis of Factors Affecting Absorption of Labor of Wood Processing Micro Small and Medium Enterprises in Somagede Sub-District Banyumas Regency”. The purpose of this study was to analyze the factors that influence the absorption of labor in wood processing MSMEs in Somagede Sub-district, Banyumas Regency. This type of research is quantitative by using a case study on wood processing of MSMEs in Somagede Sub-district as the object of research. Purposive sampling was used as the sampling method in this study. In this study, the analytical tool used was multiple linear regression.
This study has a novelty from previous research, namely the wages criteria. In this study, the wage criteria used the dummy method with category 0 as a contract wage and 1 as a daily wage. In previous studies, most wages were only calculated in nominal terms.
Based on the results of data analysis using multiple linear regression shows that: (1) Wage criteria do not effect on absorption of labor, (2) Capital has a positive effect on absorption of labor, (3) Revenue has a positive effect on absorption of labor, (4) Productivity has a positive effect on absorption of labor. Meanwhile, using the elasticity test shows that the revenue variable is the most influential variable in the absorption of labor.
The implication of the above conclusion is that in an effort to increase absorption of labor in wood processing MSMEs in Somagede Sub-district, wood processing entrepreneurs can maximize capital and revenue to increase absorption of labor. In addition, the government is expected to be able to promote wood processing products so that there is an increased revenue which will increase absorption of labor. The importance of government support to promote because based on questionnaire surveys conducted by researchers there are some respondents who have difficulty selling their products so they sell their products in the surrounding area even at low prices.
1997423077F1K014022TINDAK TUTUR ILOKUSI BERBALAS PANTUN PADA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 8 PURWOKERTO (KAJIAN PRAGMATIK)Penelitian ini berjudul “Tindak Tutur Ilokusi Berbalas Pantun pada Siswa Kelas VII di SMP Negeri 8 Purwokerto”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi ekspresif dalam kegiatan pembelajaran berbalas pantun. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan data berupa tuturan berbalas pantun yang di dalamnya diduga terdapat tindak tutur ilokusi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 8 Purwokerto yaitu tiga kelas yang berjumlah 102 siswa pada kelas VII A, VII B, VII C. Penelitian ini menggunakan metode simak dalam mengumpulkan data. Teknik yang digunakan adalah teknik sadap sebagai teknik dasar serta teknik catat dan rekam sebagai teknik lanjutan. Data dianalisis dengan metode padan pragmatis yaitu teknik pilah unsur penentu dan teknik hubung banding menyamakan.Terdapat empat jenis tindak tutur ilokusi yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu tindak tutur ilokusi representatif, direktif, ekspresif, dan komisif. Terdapat empat fungsi tindak tutur ilokusi ekspresif yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu fungsi menyatakan (deklaratif), fungsi menanyakan (interogatif), fungsi menyuruh, dan fungsi meminta maaf.The title of this research is “Illocution Act of Berbalas Pantun for Class VII of students in SMP Negeri 8 Purwokerto”. The research aims to describe the type and function of expressive illocutionary speech acts in pantun reciprocal learning activities.The form of this research is descriptive qualitative, with data in the form of pantun replay there allegedly illocutionary speech act. The subjects of this research were grade VII students of SMP Negeri 8 Purwokerto, namely three clasess totaling 102 students in class VII A, VII B, VII C. This research uses observation to collect the data. Technique used is tapping as a basic technique as well as note and record as an advanced technique. The data are analyzed by using pragmatics identity method, namely the technique of determining the determinants and the lingking technique of equalization.There are four types of speech acts of illocution found in this study, namely the type of representative, directive, expressive, and commissive. There are four functions of expressive illocution speech act in this research, namely the function of declares (declarative), the function of asks (interrogative), the function of telss, and the function of apologizes.
1997523079F1K014030PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERITA FANTASI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION DENGAN BERBANTUAN MEDIA VIDEO PADA SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 8 PURWOKERTOKeterampilan menulis merupakan keterampilan yang perlu dimiliki oleh siswa, karena dalam kegiatan pembelajaran di kelas siswa tdak lepas dari kegiatan menulis, selain itu adanya keterampilan menulis dapat membantu siswa berlatih berpikir, mengungkapkan gagasan dan memecahkan masalah. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, diketahui bahwa kondisi keterampilan menulis cerita fantasi siswa kelas VII A SMP Negeri 8 Purwokerto belum maksimal, terdapat beberapa permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini yaitu : 1) bagaimanakah peningkatan keterampilan menulis cerita fantasi menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan berbantuan media video pada siswa kelas VII A SMP Negeri 8 Purwokerto, 2) bagaimanakah perubahan perilaku keterampilan menulis cerita fantasi menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan berbantuan media video pada siswa kelas VII A SMP Negeri 8 Purwokerto.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas. Subjek penelitiannya adalah keterampilan menulis cerita fantasi menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan berbantuan meda video. Adapun sumber data dari penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 8 Purwokerto yang terdiri atas 34 siswa.
Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan hasil tes menulis cerita fantasi. Berdasarkan hasil tes siklus I, rata-rata kelas mencapai nilai 76,090 atau termasuk dalam kategori baik, sedangkan pada siklus II rata-rata kelas mengalami peningkatan yaitu mencapai nilai 80,5 atau masuk dalam ketagori baik. Dari pencapaian nilai rata-rata kelas siklus I dan siklus II ini diperoleh peningkatan sebesar 4,41. Berdasarkan hasil nontes diperoleh perubahan perilaku siswa dari arah ngatif ke arah positif, siswa menjadi lebih antusias dan senang pada saat pembelajaran menulis cerita fantasi menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan berbantuan media video.
Writing skill is a skill that has to be able to be owned by student, because in every learning activity on class the student always acquire of learning activity for sure. Beside of that the writing skill can be helpful for student to train how to think, reveal an idea and problem solving. Based on the observation that has been done, that the condition of writing skill of fantasy story for A seventh class student in SMP Negeri 8 Purwokerto was not good enough yet. There are some problems that can be discussed for this study are : 1) how does improvement of writing skill of fantasy story by using STAD type cooperative learning model by video media assisted. 2) how does behavior changing of writing skill of fantasy story by using STAD type cooperative learning model by video media assisted to A seventh class student in SMP Negeri 8 Purwokerto.
This Study is using class action study design. Study’s subject is writing skill of fantasy story by using STAD type cooperative learning model by video media assisted. The source of this study is A seventh class student in SMP Negeri 8 Majenang that consist of 34 students.
This study is showing that there is improvement for test result of writing fantasy story. According to I cycle test result, the class average has hit 76,090 scores or including to good category, while on II cycle, the class average is growing up into 80,5 scores or including to good category. Based on the Cycle I and Cycle II score class average achievement has been gained of improvement into 4,41. According to non-test result has gained about the behavior changing on student from negative direction to positive direction, the student become enthusiastic and happy more while writing learning of fantasy story by using STAD type cooperative learning model by video media assisted.
1997623078B1J014127PEMBERIAN EKSTRAK TUBUH BUAH Coprinus comatus TERHADAP KADAR SUPEROKSIDA DISMUTASE (SOD) TIKUS PUTIH MODEL DIABETESJamur Coprinus comatus merupakan salah satu jamur medicinal mushroom yang mengandung senyawa aktif berupa flavonoid, senyawa fenol, vitamin E dan ergotionin. Salah satu manfaat dari senyawa tersebut adalah antidiabetes. Kandungan senyawa aktif C. comatus dapat diekstrak menggunakan larutan etanol. Ekstrak tubuh buah C. comatus diberikan kepada tikus putih galur wistar jantan model diabetes sebagai uji in vivo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak tubuh buah C. comatus terhadap kadar Superoksida Dismutase (SOD) darah tikus putih setelah diinduksi aloksan serta mendapatkan dosis efektif ekstrak tubuh buah C. comatus yang mampu menetralisir paparan aloksan.
Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah P1: sebagai kontrol standar, P2: Diinduksi aloksan 200 mg.Kg-1 BB, P3: Diinduksi metformin 45 mg.Kg-1 BB, P4: 500 mg.Kg-1 BB, P5: 750 mg.Kg-1 BB dan P6: 1000 mg.Kg-1 BB. Pemberian ekstrak tubuh buah C.comatus dilakukan selama 14 hari setelah diinduksi aloksan. Variabel bebas adalah variasi dosis C. comatus, sedangkan variabel terikat adalah perubahan kadar SOD. Parameter utama adalah kadar SOD, sedangkan parameter pendukung adalah kadar gula darah. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Varians (ANOVA) dengan tingkat kesalahan 5%, perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil ANOVA kadar SOD darah tikus hari ke-22 menunjukkan bahwa ekstrak tubuh buah C. comatus memberikan pengaruh terhadap kadar SOD darah tikus yang diinduksi aloksan (p<0,05). Hasil uji lanjut menujukkan bahwa ketiga dosis secara signifikan mampu meningkatkan kadar SOD darah tikus yang diinduksi aloksan. Dosis efektif ekstrak tubuh buah C. comatus yang mampu meningkatkan kadar SOD darah tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan yaitu 500 mg.Kg-1 BB.
Coprinus comatus is one of medicinal mushroom that contain active compounds of flavonoids, fenol, alfa-tokoferol and ergothioneine. One of function that compound is antidiabetes. Main active compounds in C. comatus can be extracted with ethanol. Fruit body of C. comatus extract was given to wistar strain of male white rat of diabetics model as an in vivo test. This research was aim to know the fruit body extract of fruit C. comatus effect towards SOD blood level of white rat after induced by alloxan and to obtain an effective dose of C. comatus fruit body extract that can neutralize exposure of alloxan.
This research was conducted experimentally with Completely Randomized Design (RAL) consist of 6 treatments and 4 replications. The treatments were P1: for standard control, P2: induced by 200 mg.Kg-1 BW alloxan, P3: given by 45 mg.Kg-1 BW metformin, P4: 500 mg.Kg-1 BW, P5: 750 mg.Kg-1 BW, P6: 1000 mg.Kg-1 BW. The treatments of C. comatus extract were performed for 14 days after alloxan induced. The independent was various doses of C. comatus, while dependent variable was the change of SOD blood level. The main parameters that measured were SOD blood levels, while the supporting parameters were glucose levels. The data analyzed use Analysis of Variance (ANOVA) with 5% error rate, then the value of significant effect were continuesly analyzed by Duncan Multiple Range Test (DMRT). ANOVA result of 22nd day SOD blood showed that the C. comatus fruit bodies extract had an effect on SOD blood content of rat induced by alloxan (p<0,05). Further test results showed that all three doses significantly increased SOD blood levels of alloxan induced rats. The effective dose of C. comatus fruit bodies extract that increased the level of rat SOD blood that induced by alloxan was 500 mg.Kg-1 BW.
1997723080B1J014015KEANEKARAGAMAN GULMA PADA TANAMAN TEH (Camellia sinensis L.) DI PERKEBUNAN TEH NGLINGGO, SAMIGALUH, KULON PROGO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTAPerkebunan teh (Camellia sinensis L.) Nglinggo terletak di ketinggian 800-1.000 m dpl di ujung utara Pegunungan Menoreh yang masuk wilayah Kecamatan Samigaluh, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tanaman teh adalah tanaman yang pucuk daunnya digunakan untuk membuat minuman. Kualitas teh dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti gulma. Keanekaragaman gulma terjadi karena perbedaan ketinggian tempat tumbuh gulma, sehingga pengaruh gulma terhadap tanaman teh berbeda di setiap ketinggian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman gulma pada ketinggian 800, 900, dan 1.000 m dpl yang tumbuh pada perkebunan teh Nglinggo dan mengetahui spesies gulma dominan pada ketinggian 800, 900, dan 1.000 m dpl yang tumbuh pada perkebunan teh Nglinggo, Samigaluh, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei menggunakan metode stratified sampling yaitu pada setiap ketinggian (800, 900, dan 1.000 m dpl) diambil 20 petak kuadrat dengan ukuran 50 cm x 50 cm dengan jarak petak 50 cm. Variabel bebas yang digunakan adalah ketinggian tempat. Variabel tergantung yang digunakan adalah keanekaragaman gulma. Parameter utama yang diamati adalah jumlah individu setiap spesies gulma, serta parameter pendukung yang diamati adalah suhu udara, kelembaban udara dan pH tanah. Data gulma yang didapat dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener dan indeks nilai penting.
Hasil penelitian diperoleh 20 spesies gulma dari ketiga ketinggian. Spesies gulma yang ditemukan pada ketinggian 800, 900, dan 1.000 m dpl berturut-turut sebanyak 19, 13, dan 9 spesies. Indeks keanekaragaman pada ketinggian berbeda (800, 900, dan 1.000 m dpl) berturut-turut adalah 2,75; 2,01 dan; 1,97 yang termasuk ke dalam kategori keanekaragaman sedang. Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi pada ketinggian 800 m dpl yaitu sebesar 21,0% (Cyperus rotundus L.), pada ketinggian 900 m dpl INP sebesar 52,3% (Ageratum conyzoides L.), dan pada ketinggian 1.000 m dpl sebesar 36,3% (Ageratum conyzoides L.).
Nglinggo tea (Camellia sinensis L.) plantation is located at an altitude of 800-1000 m asl at the northern end of Menoreh Mountains in the district of Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta Special Region. Tea plant is a plant that the young leaves are used to make tea drinks. Tea quality is influenced by environmental factors and weeds. Weed diversity occurs due to differences in altitude where weeds grow, so the effects of weeds on tea plants are different at each height. The purpose of this study were to find out the growing diversity of weeds at 800, 900, and 1.000 m asl in the Nglinggo Tea Plantation and to know the dominant weed species at 800, 900, 1.000 m asl growing on the Nglinggo Tea Plantation, Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta Special Territory.
The method used in this research was survey using stratified sampling method that was at every height (800, 900, and 1,000 m asl) taken 20 square plot with size of 50 cm x 50 cm with a space of 50 cm. The independent variable used was the height of the place. The dependent variable used was the weed diversity. The main parameters observed were the number of individual weed species, and the observed parameters were air temperature, air humidity and soil pH. The weed data obtained were analyzed using the Shannon-Wiener diversity index and the important value index.
The result showed 20 species of weeds from three heights. Weed species found at 800, 900, and 1,000 m asl were 19, 13, and 9 species, respectively. The index of diversity at different altitudes (800, 900, and 1,000 m asl) were 2.75; 2.01 and; 1.97 belonging to the category of medium diversity. The highest Import Value Index (INP) at an altitude of 800 m asl was 21,0% (Cyperus rotundus L.), at an altitude of 900 m asl of INP was 52,3% (Ageratum conyzoides L.), and at an altitude of 1,000 m asl was 36,3% (Ageratum conyzoides L.).
1997823081B1J014114AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SURING (Cosmos caudatus) PADA MEDIA TANAM DENGAN PEMBERIAN ASAM HUMATRINGKASAN
Suring (Cosmos caudatus), merupakan salah satu jenis tumbuhan yang dapat dikonsumsi sebagai lalapan dan termasuk kedalam herbal aromatik dengan kandungan antioksidan yang sangat tinggi. Antioksidan merupakan suatu molekul yang dapat mendonorkan satu atau lebih elektronnya kepada radikal bebas, sehingga menghambat reaksi radikal bebas. Secara tradisional daun Suring berkhasiat sebagai obat penambah nafsu makan, penguat tulang, lemah lambung dan pengusir serangga. Produksi biomassa tanaman akan baik apabila pertumbuhan tanaman juga baik. Peningkatkan pertumbuhan tanaman memerlukan media tanam dengan hara yang dibutuhkan. Asam humat bermanfaat sebagai pelengkap pupuk yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Asam humat berasal dari dekomposisi lignin atau karbohidrat tanaman yang telah membusuk. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh asam humat terhadap pertumbuhan dan aktivitas antioksidan tanaman Suring dan menentukan konsentrasi asam humat yang efektif untuk meningkatkan aktivitas antioksidan tanaman Suring. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 konsentrasi asam humat yaitu 0 g.kg-1; 4 g.kg-1; 8 g.kg-1; 12 g.kg-1 dan 16 g.kg-1 dan 3 kali ulangan. Parameter yang diamati adalah jumlah daun, berat basah, berat kering dan aktivitas antioksidan tanaman Suring. Aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji ANOVA (Analisis of variance) pada taraf signifikasi 5% dan 1%. Perlakuan berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi asam humat yang efektif untuk meningkatkan aktivitas antioksidan Suring (Cosmos caudatus) yaitu 4 g.kg-1.

SUMMARY
Suring (Cosmos caudatus), is one type of plant that can be consumed as fresh vegetables and is included in aromatic herbs with very high antioxidant content. Antioxidants are molecules that can donate one or more electrons to free radicals, thus inhibiting the reaction of free radicals. Traditionally Suring leaves are efficacious as a drug for appetite enhancer, bone enhancer, weak stomach and insect repellent. Biomass production will be good if plant growth is also good. Increasing plant growth requires planting media with nutrients needed. Humic acid is useful as a fertilizer supplement that can increase plant growth. Humic acid comes from the decomposition of lignin or carbohydrate of decomposed plants. The purpose of this study is to determine the effect of humic acid on the growth and antioxidant activity of the Suring plant and determine the concentration of humic acid which is effective to improve the antioxidant activity of the Suring plant. The study was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) method with 5 concentrations of humic acid which is 0 g.kg-1; 4 g.kg-1; 8 g.kg-1; 12 g.kg-1 and 16 g.kg-1 and 3 repetitions. Parameters observed were number of leaves, wet weight, dry weight and antioxidant activity of Suring plants. Antioxidant activity was carried out using DPPH method. The data obtained were analyzed by ANOVA (Analysis of variance) at a significance level of 5% and 1%. The treatment had a significant effect then continued with the LSD (Least Significant Difference) with a 95% confidence level. The results showed that the concentration of humic acid which was effective to increase the antioxidant activity of Suring (Cosmos caudatus) was 4 g.kg-1.
1997923083B1J014085EFEK SUBLETAL KADMIUM PADA TIKUS PUTIH DITINJAU DARI KADAR KREATININ DAN ASAM URATKadmium merupakan salah satu bahan pencemar di lingkungan. Cemaran kadmium antara lain berasal dari berbagai limbah industri tambang, keramik, dan pengelasan logam. Kadmium dalam tubuh akan memicu pembentukan radikal bebas dan bersifat toksik. Efek kadmium pada ginjal mampu meningkatkan kadar kreatinin dan asam urat. Kadmium yang masuk kedalam tubuh baik melalui inhalasi maupun oral akan berikatan dengan protein metalotionin membentuk ikatan Cd+Mt. Ikatan Cd+Mt akan terlepas setelah melalui tubulus proksimal dalam bentuk Cd2+ yang akan terakumulasi di ginjal. Keberadaan Cd pada ginjal menyebabkan penurunan laju filtrasi glomerulus yang ditandai dengan peningkatan kadar kreatinin. Cd2+ juga mengaktivasi enzim xantin oksidase yang mengubah xantin menjadi asam urat sehingga terjadi peningkatan kadar asam urat dalam darah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efek subletal paparan Cd terhadap peningkatan kadar kreatinin dan asam urat tikus putih serta mengetahui dosis Cd yang mampu memberikan efek subletal paling tinggi terhadap peningkatan kadar kreatinin dan asam urat tikus putih.
Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 6 kali ulangan yakni P0 (tanpa induksi CdSO4), P1 (diinduksi 0,007 mg.kg-1 CdSO4 14 hari), P2 (diinduksi 0,014 mg.kg-1 CdSO4 14 hari), dan P3 (diinduksi 0,028 mg.kg-1 CdSO4 14 hari) secara intra peritoneal (i.p). Parameter penelitian adalah kadar asam urat dan kreatinin tikus. Sampel darah diambil saat post test diukur pada hari ke-15. Kadar kreatinin dan asam urat dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA) pada tingkat kesalahan 5% dan 1% dilanjutkan dengan uji DMRT untuk mengetahui dosis Cd yang memberikan efek subletal paling tinggi terhadap peningkatan kadar kreatinin dan asam urat tikus putih
Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa induksi subletal kadmium berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap peningkatan kreatinin dansangat nyata (p<0,01) terhadap peningkatan kadar asam urat dalam darah. Induksi subletal Cd mampu meningkatkan kadar kreatinin dan asam urat melebihi batas normal dandosis subletal Cd 0,028 mg.kg-1 BB merupakan dosis yang paling berpengaruh terhadap peningkatan kadar kreatinin dan asam urat di dalam darah tikus putih.Kesimpulan pada penelitian ini adalah induksi subletal Cd mampu meningkatkan kadar kreatinin dan asam urat dalam darah tikus putih melebihi batas normal. Semakin tinggi dosis subletal Cd semakin tinggi pula kadar kreatinin dan asam urat. Dosis subletal Cd 0,028 mg.kg-1 BB merupakan dosis paling tinggi terhadap peningkatan kadar kreatinin dan asam urat di dalam darah tikus putih.
Cadmium is one of contaminants in environment.Contamination of cadmium, among others, come from various wastes of mine, ceramics , and metal welding industries. The present of cadmium in human body is toxic and will trigger the formation of free radicals. The effect of cadmium could increase the levels of urea and creatinine on kidney. Cadmium entered into the body either through inhalation and oral will bind to metalotyonin protein forming Cd+Mt bound. Cd+Mt bound will detached after passing proximal tubules in the form of Cd2+ that will accumulated in kidney. The present of Cd in kidney causing the decrease of filtration of glomerulus that marked with the increase of creatinin level. Cd2+also activating xantin oxidase enzyme that change xantin becomes uric acid so that the increase of uric acid level on blood was happened. This study aims to know the sublethal effect of heavy metal of cadmium towards creatinine and uric acid levels on white rat blood.
This study was done using experimental method with Completely Randomized Design (CRD) consists of 6 treatments and 4 replications, i.e. P0 (without CdSO4 induction), P1 (induced by 0.007 mg.kg-1 LD50 CdSO4), P2 (induced by 0.014 mg.kg-1 LD50 CdSO4), and P3 (induced by 0.028 mg.kg-1 LD50 CdSO4) with intraperitoneal (i.p) method. Parameters of the study were rat urea and creatinine levels.Blood samples were taken at post test measured on day 15. Levels of urea and creatinine were analyzed by Analysis of Variance (ANOVA) at 5% and 1% error rates, continued with DMRT test to knowing Cd dose that giving highest sublethal effect towards the increase of creatinine and uric acid of white rat.
The results of the analysis of variance showed that sublethal cadmium induction had a significant effect (p<0.05) on creatinine increase and was very significant (p<0.01) to increase levels of uric acid in the blood. Subletal Cd induction is able to increase creatinine and uric acid levels above the normal limit and sublethal Cd dose of 0.028 mg.kg-1 BB is the most influential dose to increase creatinine and uric acid levels in the blood of white rats. The conclusion of this study was that sublethal Cd induction was able to increase creatinine and uric acid levels in the blood of white rats exceeding normal limits. The higher the sublethal Cd dose, the higher creatinine and uric acid levels will be. Subletal dosage of Cd is 0.028 mg.kg-1 BB is the highest dose of increased creatinine and uric acid levels in the blood of white rats.
1998023085B1J014101HUBUNGAN FEKUNDITAS DAN DIAMETER TELUR TERHADAP PANJANG DAN BERAT IKAN NILA HITAM (Oreochromis niloticus) YANG TERTANGKAP DI WADUK PENJALINIkan nila hitam termasuk dalam spesies yang mendominasi Waduk Penjalin. Pengetahuan mengenai reproduksi penting untuk diketahui. Fekunditas merupakan jumlah telur dalam ovarium sesaat sebelum berlangsungnya pemijahan yang dapat digunakan untuk memprediksi jumlah anakan yang akan dihasilkan. Semakin berat tubuh ikan maka nilai fekunditas akan semakin tinggi. Lama waktu pemijahan mempengaruhi ukuran diameter telur, semakin lama waktu pemijahan maka ukuran diameter telur semakin beragam atau disebut juga partial spawner namun semakin pendek waktu pemijahan maka ukuran diameter telur relatif sama atau disebut total spawner. Semakin matang gonad maka ukuran diameter telur yang dihasilkan semakin besar. Waduk Penjalin dipilih sebagai lokasi penelitian karena masih alami, belum terdapat karamba apung dan aktivitas nelayan masih menggunakan perahu dayung. Tujuan penelitian untuk mengetahui fekunditas dan diameter telur ikan nila yang tertangkap di Waduk Penjalin serta mengetahui hubungan antara fekunditas dan diameter telur dengan panjang dan berat.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Variabel yang diamati yaitu fekunditas, diameter telur, dan hubungan panjang berat serta pengukuran kualitas air sebagai parameter pendukung. Parameter yang diukur berat gonad, berat sebagian gonad, berat tubuh, panjang tubuh, jumlah telur dan ukuran diameter telur serta kualitas air di Waduk Penjalin sebagai parameter pendukung. Data fekunditas dan diameter telur dianalisis secara deskriptif. Hubungan panjang dan berat ikan dengan fekunditas dianalisis dengan uji korelasi dan regresi.
Ikan nila hitam jantan yang tertangkap sebanyak 28 ekor sedangkan betina 13 ekor. Fekunditas tertinggi ikan nila berada di bulan Mei dengan nilai 2499,52 butir. Diameter telur ikan nila tertinggi berada di bulan Juni dengan ukuran 1,73 mm. Tidak terdapat hubungan panjang beratikan nila hitam dengan fekundita dan diameter telur.

Kata kunci: fekunditas, diameter telur, hubungan panjang berat, Oreochromis niloticus.
Black tilapia is included in the species that dominates Penjalin Reservoir. Knowledge of reproduction is important to know. Fecundity is the number of eggs in the ovary just prior to spawning that can be used to predict the number of tillers to be produced. Fecundity related to the length and weight of the fish. The more weight of fish the fecundity value will be higher. The spawning time also affects the size of egg diameter. The longer spawning time makes the egg diameter more varied or called the partial spawner, but the shorter spawning time makes egg diameter is relative or called the total spawner. The more mature gonads makes larger egg diameter. The reservoir chosen as research location because it is still natural, there is no floating karamba and angler’s activity still using rowing boat. The purpose of this research is to know the fecundity and diameter of tilapia eggs caught in Waduk Penjalin and to know the relationship between fecundity and egg diameter with its length and weight.
This research is using purposive sampling method. The observed variables are fecundity, egg diameter, heavy length relationship, and water quality measurement as supporting parameter. Parameters measured, namely weight of gonad, partial weight of gonad, body weight, body length, number of eggs and size of egg diameter and water quality at Waduk Penjalin as supporting parameter. The fecundity and egg diameter data analyzed descriptively. The length and weight of fish with fecundity was analyzed by correlation and regression test
The results of the study from May to July found 41 black tilapia fish in Waduk Penjalin. 28 black male tilapia were caught while 13 females were caught. The highest fecundity of tilapia is in May with 2499.52. The highest tilapia egg diameter was in June with 1,73 mm. There is no long and heavy relationship between black tilapia and fekundita and egg diameter.