Artikelilmiahs

Menampilkan 19.941-19.960 dari 50.084 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1994123039H1H014006PENGARUH PEMBERIAN BAWANG PUTIH (Allium sativum L. ) PADA PAKAN TERHADAP JUMLAH ERITROSIT DAN DIFFERENSIAL LEUKOSIT IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus)Menjaga kesehatan ikan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produksi agar budidaya semakin berkembang. Bawang putih merupakan tanaman alami yang mengandung substansi yang aktif sebagai imunostimulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bawang putih pada pakan terhadap jumlah eritrosit dan differensial leukosit lele dumbo (clarias gariepinus). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL), menggunakan 5 perlakuan yaitu kontrol, dosis 30 g/kg pakan, dosis 60 g/kg pakan, dosis 90 g/kg pakan dan dosis 120 g/kg pakan. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali yakni menggunakan ulangan ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bawang putih berpengaruh terhadap jumlah eritrosit dan persentase monosit dengan dosis 60 g/kg pada Lele dumbo (Clarias gariepinus), sedangkan dosis lain tidak berpengaruh.. Pemberian bawang putih pada semua dosis tidak berpengaruh terhadap persentase limfosit dan polymorphonuklear pada Lele dumbo (Clarias gariepinus).


Maintaining fish health is one of the way to increase production in of aquaculture. Garlic is a natural plant that contains an active substance that can act as an immunostimulant. This study aimed to determine the effect of garlic supplemented in feed on the number of erythrocytes and differential leukocytes of African catfish (Clarias gariepinus). This study used an experimental method with a completely randomized design (CRD), using 5 treatments namely control, a dose of 30 g/kg of feed, a dose of 60 g/kg of feed, a dose of 90 g/kg of feed and a dose of 120 g/kg of feed. The treatment was repeated 3 times, using fish replication. The results showed that giving of garlic increased the number of erythrocytes and the percentage of monocytes at a dose of 60 g/kg in African catfish (Clarias gariepinus), whereas in other doses it had no effect. Garlic at all doses does not affect the percentage of lymphocytes and polymorphonuclear in African catfish (Clarias gariepinus).
1994223040G1F014025Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Patikan Kebo (Euphorbia hirta) Terhadap Reseptor Muskarinik Pada Trakea Marmut yang Diinduksi MetakolinLatar Belakang: Daun patikan kebo (Euphorbia hirta) mengandung senyawa flavonoid yang diketahui memiliki aktivitas antiasma. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas ekstrak etanol daun E. hirta terhadap reseptor muskarinik pada otot polos trakea marmut yang diinduksi metakolin.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan studi eksperimental laboratorium dengan metode in vitro menggunakan organ trakea marmut terisolasi. Konsentrasi ekstrak etanol daun E. hirta yang digunakan 0,1; 0,2; 0,4 mg/ml. Kontraksi otot polos diinduksi dengan agonis metakolin (10-8 M - 10-3 M). Parameter yang diamati adalah persentase respon kontraksi, pergeseran kurva, nilai D50 dan pD2 metakolin. Analisis statistik menggunakan uji t-independent dan uji One-Way Anova.
Hasil Penelitian: Ekstrak etanol daun E. hirta mampu menurunkan persentase respon kontraksi secara signifikan pada konsentrasi 0,1; 0,2; 0,4 mg/ml. Pergeseran kurva ke arah kanan juga terjadi pada semua seri konsentrasi metakolin akibat pemberian ekstrak etanol daun E. hirta semua konsentrasi. Nilai D50 mengalami peningkatan seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak etanol daun E. hirta. Ekstrak etanol daun E. hirta semua konsentrasi menyebabkan penurunan nilai pD2 metakolin secara signifikan. Penurunan persentase respon kontraksi dan nilai pD2 metakolin terbesar pada konsentrasi 0,4 mg/ml (sig<0,05).
Kesimpulan: Ekstrak etanol daun E. hirta memiliki aktivitas sebagai antagonis reseptor muskarinik pada otot polos trakea marmut yang diinduksi metakolin.
Background: Patikan kebo leaves (Euphorbia hirta) contains flavonoid that it’s activity have been proved as antiasthma. This study aims to determine the activity of the ethanolic extract of patikan kebo leaves (E. hirta) to muscarinic receptor on guinea pig tracheal induced methacholine.
Method: This study is a laboratory experimental study with in vitro method using isolated guinea pig tracheal. Concentration of ethanol extract of E. hirta leaves was 0.1; 0.2; 0.4 mg/ml. Smooth muscle contraction is induced by methacholine agonist (10-8- 10-3 M). Persentage of contraction response, curve shift, D50 values and pD2 methacholine was observed. Statistical analysis was using t-independent test and One-Way Anova test.
Result: Ethanol extract of E. hirta leaves could decrease percentage of contraction response significantly (sig <0.05) at 0.1; 0.2; 0.4 mg/ml. The curve shifted to the right in all methacholine concentation because of treatment by ethanol extract of E. hirta leaves. D50 value has increased along with the increasing concentration of ethanol extract of E. hirta leaves. All concentration ethanol extract of E. hirta causing reduction in pD2 value of methacholine significantly. The biggest reduction in percentage of contraction response and pD2 value of methacholine raised at concentration 0.4 mg/ml.
Conclusion: Ethanol extract of E. hirta leaves has antagonist activity at muscarinic receptor in guinea pig trachea induced by metacholine.
1994323041C1C014029PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN, PELATIHAN AKUNTANSI, SKALA USAHA, DAN EKSPEKTASI KINERJA TERHADAP PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA UKM BIDANG JASA TRAVEL DAN PERUSAHAAN OTOBUS DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan hubungan latar belakang pendidikan, pelatihan akuntansi, skala usaha, dan ekspektasi kinerja terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi pada UKM jasa travel dan perusahaan otobus di Kabupaten Banyumas. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh UKM jasa travel dan perusahaan otobus di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan teknik saturated sampling method sehingga seluruh populasi menjadi responden pada penelitian ini . Sampel yang diperoleh dalam penelitian ini sebanyak 34 responden. Teknik pengumpulan data dengan teknik survey melalui kuesioner dan teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi bergandan dengan bantuan software SPSS.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tingginya tingkat penggunaan sistem informasi akuntansi dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu : latar belakang pendidikan, skala usaha, dan ekspektasi kinerja. Pelatihan akuntansi tidak berpengaruh terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi.
This research aims to analyze and describe the relationship of educational background, accounting training, business scale, and performance expectations on the use of accounting information systems in SMEs travel services and otobus companies in Banyumas Regency. The population in this study are all UKM travel services and otobus companies in Banyumas Regency. This study uses a saturated sampling method technique so that the entire population becomes a respondent in this study. The samples obtained in this study were 34 respondents. Data collection techniques with survey techniques through questionnaires and data analysis techniques in this study using grooming regression analysis techniques with the help of SPSS software.
The results of this study conclude that the high level of use of accounting information systems is influenced by three factors: educational background, business scale, and performance expectations. Accounting training does not affect the use of accounting information systems.
1994423028G1F014013Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Krim Antijerawat Minyak Atsiri Bunga Lavender (Lavender Oil) terhadap Propionibacterium acnesMinyak atsiri bunga lavender memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung linalil asetat dan linalool yang bermanfaat sebagai antibakteri dan membersihkan jerawat. Tujuan penelitian ini untuk memformulasikan minyak atsiri bunga lavender menjadi sediaan krim dengan basis cera alba dan vaselin album yang memenuhi persyaratan sifat dan stabilitas fisik serta memiliki aktivitas antibakteri terhadap P. acnes. Sediaan krim dibuat dengan 4 konsentrasi berbeda, selanjutnya diuji sifat fisik dan stabilitas meliputi organoleptis, homogenitas, viskositas, pH, daya lekat, daya sebar dan uji Freeze-thaw. Uji organoleptis, pH, homogenitas dan Freeze-thaw dianalisis secara deskriptif. Uji viskositas, daya lekat dan daya sebar dianalisis menggunakan Oneway ANOVA. Formula terpilih diuji aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumuran. Sehingga diperoleh persentase zona hambat.Formula terpilih krim minyak atsiri bunga lavender dengan konsentrasi cera alba 14% yang memiliki viskositas sebesar 17700-19879 cp, daya lekat 8,2-12,7 detik, daya sebar 5,1-6,2 cm, stabil pada uji freeze-thaw, serta diameter zona hambat terhadap P. acnes sebesar 21,33. Formula sediaan krim yang memenuhi persyaratan sifat fisik dan stabilitas fisik yang paling baik adalah formula dengan konsentrasi cera alba 14% dan vaselin album 12% memiliki diameter zona hambat terhadap P. acnes sebesar 21,33mm.Essential oils of lavender flowers have antibacterial activity because they contain linalil acetate and linalool which are useful as antibacterials and cleanse acne. The purpose of this study was to formulate the essential oil of lavender flower into cream preparations with cera alba and vaselin album base that fulfilled the requirements of physical properties and stability and had antibacterial activity against P. acnes. Cream preparations were made with 4 different concentrations, then physical properties and stability were tested including organoleptic, homogeneity, viscosity, pH, stickiness, dispersion and Freeze-thaw test. Organoleptic test, pH, homogeneity and Freeze-thaw were analyzed descriptively. Viscosity test, adhesion and scattering power were analyzed using Oneway ANOVA. The selected formula was tested for antibacterial activity with well diffusion method. So that the percentage of inhibition zone is obtained. Cream preparation formula that fulfills the best physical and physical stability requirements is a formula with cera alba concentration of 14% and vaselin album has a inhibitory zone diameter of P. acnes in the strong category of 21.33 mm.

1994523046G1F014035Nanopartikel Perak Distabilisasi Kitosan Untuk Mengukur Merkuri Dalam Krim Pencerah Wajah Menggunakan Metode Spektrofotometri Visibel Merkuri merupakan logam beracun namun digunakan pada krim wajah dengan tujuan untuk mencerahkan kulit. Merkuri dapat dianalisis dengan metode analisis yang telah biasa digunakan diantaranya AAS, HPLC, dan ICP-MS. Namun metode tersebut memakan waktu, cukup mahal dan membutuhkan orang yang terlatih untuk mengoperasikan instrument tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan menentukan nilai parameter validasi metode kolorimetri nanopartikel perak distabilisasi kitosan sebagai detektor merkuri (Hg) pada krim pencerah wajah. Metode analisis dikembangkan dengan mereaksikan nanopartikel perak distabilisasi kitosan (AgNP-Kts) dengan merkuri kemudian diukur absorbansinya menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Untuk validasi metode, linearitas, akurasi, presisi, LOD dan LOQ dinilai sebagai kriteria kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanopartikel perak distabilisasi kitosan dapat digunakan sebagai detektor merkuri dalam krim pencerah wajah dengan nilai r = 0,988, LOD 3,601μg/ml dan LOQ 12,002 μg/ml. Selain itu % recovery dari analit adalah 95,66-101,06% dan nilai % RSD untuk presisi adalah 0,63-4,35%. Nanopartikel perak distabilisasi kitosan (AgNP-Kts) dapat digunakan untuk mengukur Hg pada krim pencerah dengan metode spektrofotometri visible dengan nilai parameter validasi yang memenuhi syarat.Mercury is a toxic metal but found usefulness in facial cream to brighten the skin. Mercury can be determined using common analytical method such as AAS, HPLC, and ICP-MS. However these methods are time-consuming, relatively high cost and need a trained person to operate the instrument. The aim of this study was to develop and determine the parameter values of the visible spectrophotometric method chitosan-stabilized silver nanoparticles as mercury detector (Hg) in facial lightening cream. The analytical method was developed by reacting the chitosan-stabilized silver nanoparticles (AgNP-Kts) with mercury and then the absorbance was measured using UV-Vis spectrophotometer. Linearity, accuracy, precision, LOD and LOQ were assessed as performance criteria of method validation. The results showed that chitosan-stabilized silver nanoparticles can be used as mercury detectors in facial lightening cream with r = 0.988, LOD 3.601 μg/ml and LOQ 12.002 μg/ml. Moreover, the % recovery of the analytes is 95.66-101.06% and the % RSD values for precision is 0.63-4.35%. Chitosan-stabilized silver nanoparticles (AgNP-Kts) can be used as Hg detector in lightening cream by visible spectrophotometry method and meet the requirements of validation parameter.
1994623047F1I014050ANALISIS KEPENTINGAN CHINA DALAM KEBIJAKAN DEVALUASI YUAN TAHUN 2015-2016Devaluasi Yuan diterapkan China pada tahun 2015-2016 bertujuan dapat membantu perekonomian China khususnya di sektor Ekspor. selain itu China berharap matuang Yuan bisa menjadi bagian dari basket currency IMF. Setelah China menerapkan kebijakan devaluasi ekspor China belum mengalami perubahan namun mata Uang China berhasil masuk kedalam keranjang mata uang IMF. Masuknya Yuan ke dalam keranjang mata uang IMF mempermudah China untuk meluaskan peran Yuan dalam transaksi di perekonomian global.Yuan devaluation used by China on 2015-2016 that aimed can help Chinsse Economi a specially on Export sector. In other hand, China hoped Yuan currency can be part of basket currency of IMF. After China, using devaluation policy, china’s export has not yet changed but, Yuan Currency succeed enter to basket currency of IMF . The Entering Yuan to basket currency made easily China to axpand the role of Yuan on transaction on global economic
1994723048B1J011060PERILAKU MAKAN REKREKAN (Presbytis fredericae Sody, 1930) DI HUTAN SOKOKEMBANG KABUPATEN PEKALONGAN JAWA TENGAHRekrekan merupakan primata indigenous yang hidup di hutan hujan dataran rendah dan hutan pegunungan di Jawa Tengah. Rekrekan termasuk hewan diurnal dan arboreal yaitu hewan yang aktif pada siang hari dan kelangsungan hidupnya bergantung pada pohon sebagai tempat berlindung dan sumber pakan. Tersedianya kanopi yang lebar, pohon pakan, dan pohon tidur menjadikan rekrekan sangat bergantung pada vegetasi hutan. Tujuan penelitian ini mengetahui perilaku makan dan jenis pakan rekrekan di Hutan Sokokembang.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah focal animal sampling dengan waktu pengamatan selang waktu 10 menit setiap individu berdasarkan jenis kelamin dan umurnya dengan mencatat aktivitas individu dari bangun tidur di pagi hari hingga kembali tidur di sore hari. Parameter utama yang diamati adalah bergerak, perilaku makan, perilaku mencari makan, sosial (food sharing), satwa kompetitor serta jenis pakan yang dikonsumsi. Data yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk gambar dan tabel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku makan rekrekan meliputi posisi makan yang didominasi dengan sikap duduk. Cara makan rekrekan yang sebagian besar menggunakan cara mengambil atau mematahkan bagian tumbuhan yang diinginkan dan aktivitas makan rekrekan yang lebih banyak dihabiskan dibagian tajuk pohon untuk menghindari predator maupun satwa kompetitor lainnya. Komposisi makanan rekrekan diantaranya meliputi daun muda Hantap (Sterculina coccinae), perpaduan buah dan biji Nangka (Artocarpus heterophyllus), buah Bendo (Artocarpus elastica), dan biji Jengkol (Pithecellobium lobatum) sebagai makanan yang paling disukai oleh rekrekan.
Javan fuscous langur is an indigenous primate that lives in lowland rain and mountain forests in Central Java. Javan fuscous langur is an arboreal and diurnal species that active during days and their survival depend on trees as shelter and food sources. The avaibility of wide canopies, feed trees, and sleeping trees make rekrekan very much depend on forest vegetation. The purpose of this research aimed to determine the diversity of foods and its feeding behavior in the Sokokembang forest.
The method in this research using focal animal sampling with an observation time about 10 minutes per individual by sex and age with recording activities from waking up until back to sleep in the late aftternoon. The prime parameters observed were various behavior such as moving, feeding, and foraging behavior, social (food sharing), animals competitor, also the types of food consumed. The data obtained will be analyzed descriptively and be presented in the form of images and tables.
Study result shows rekrekan feeding behavior which includes predominantly eating positions with a sitting attitude. The way to eat mostly use a method such as taking or breaking the desired part of plant and eating activities spent on the tree canopy section to avoid predator and other competitors, Rekrekan food compotition include the young Hantap leaves (Sterculina coccinae), a combination of Nangka fruit and seeds (Artocarpus heterophyllus), Bendo fruit (Artocarpus elastica), and Jengkol seeds (Pithecellobium lobatum) is the most preferred food for rekrekan.
1994823050C1C014081PENGARUH PERSEPSI PENYAJIAN LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN DAN AKSESIBILITAS TERHADAP TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA DESA DI DESA CIPAKU KECAMATAN MREBET KABUPATEN PURBALINGGAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyajian laporan pertanggungjawaban dan aksesibilitas terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa di Desa Cipaku Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat di Desa Cipaku Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga sejumlah 7.770 jiwa. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode insidental sampling, sampel yang diperoleh sebanyak 100 responden dengan menggunakan rumus slovin. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis regresi linear berganda dengan alat bantu aplikasi SPSS. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penyajian laporan pertanggungjawaban dan aksesibilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa. The purpose of this research was to determine the effect of the presentation of responsbility statement and accessibility to the transparance and accountability in the management of the village fund in Cipaku Village, Mrebet Subdistrict, Purbalingga Regency. This research is a quantitative research. The population of the research is local people of the Cipaku Village, Mrebet Subdistrict, Purbalingga Regency a total of 7.770 inhabitants. The sampling technique has been carried out by using insidental sampling method, samples obtained in this study were 100 respondents using slovin formula. The analytical method has been run by using multiple linear regression analysis and the SPSS. The result of this research showed that the presentation of the responsbility statement and accessibility positively and significantly affected the transparance and accountability in the management of the village fund.
1994923054G1D014024PERBEDAAN PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN MEDIA PUZZLE DAN VIDEO TERHADAP PERUBAHAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MENGGOSOK GIGI PADA SISWA KELAS 1 SDN 1 TELUK PERBEDAAN PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN MEDIA PUZZLE DAN VIDEO TERHADAP PERUBAHAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MENGGOSOK GIGI PADA SISWA KELAS 1 SDN 1 TELUK
Nur Fitria Mualifah1, Dian Susmarini2, Eni Rahmawati3
Abstrak
Latar belakang: Masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak salah satunya yaitu karies gigi. Pendidikan kesehatan yang diterapkan sejak dini mampu menurunkan masalah kesehatan gigi dan mulut. Media puzzle dan video dipercaya mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap menggosok gigi pada anak.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan puzzle dan video terhadap pengetahuan dan sikap menggosok gigi pada siswa kelas 1 SD
Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasy experimental pretest-posttest with control group. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 1 SD di SDN Teluk, Purwokerto Selatan. Sampel diambil menggunakan total sampling. Besar sampel yaitu 36 responden dibagi menjadi kelompok video dan puzzle. Instrument yang digunakan kuesioner. Data dinalisis menggunakan Uji Wilcoxon, Mann-Whitney, Paired-Samples t Test, dan Independent Samples t Test.
Hasil: Terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap menggosok gigi sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok video dan puzzle dengan nilai signifikan pengetahuan video p=0,000 dan puzzle p=0,000, sikap video p=0,000 dan puzzle p=0,001. Terdapat perbedaan pendidikan kesehatan menggosok gigi antara kelompok video dan puzzle dengan nilai signifikan selisih pengetahuan p=0,037 dan sikap p=0,041.
Kesimpulan: terdapat perbedaan model pembelajaran menggunakan media video dan puzzle terhadap nilai pengetahuan dan sikap menggosok gigi anak kelas 1SD.
Kata kunci : pemeliharaan kesehatan gigi, video, puzzle

DIFFERENCES IN THE EFFECT OF HEALTH EDUCATION USING PUZZLE MEDIA AND VIDEO ON CHANGES OF KNOWLEDGE AND ATTITUDE OF BRUSHING TEETH TO CLASS 1 STUDENTS IN SDN 1 TELUK

Nur Fitria Mualifah 1, Dian Susmarini 2, Eni Rahmawati 3

Abstract

Background: The health problems of teeth and mouth in children include caries of teeth. Health education that is early on implemented can reduce the health problems of teeth and mouth. Puzzle and video media were believed to be able in improve the knowledge and attitude of brushing teeth in children
Objective: This aim of this research is to know the differences between puzzle and video to the knowledge and attitude of brushing teeth in class 1 elementary school students
Method: The design of this research was used quasy experimental pretest-posttest with control group. The populations of this research were all elementary school students in SDN Teluk, South Purwokerto. Samples were taken using total sampling. The sample size is 36 respondents divided into video and puzzle groups. Instrument was used is questionnaire. Data were analyzed using Wilcoxon, Mann-Whitney, Paired-Samples t Test, and Independent Samples t Test.
Results: There was a difference in knowledge and attitude of brushing teeth before and after intervention in the video and puzzle group with significant values of video knowledge p = 0,000 and puzzle p = 0,000, video attitudes p = 0,000 and puzzle p = 0.001. There was a difference in health education of brushing teeth between video and puzzle groups with a significant value of knowledge difference p = 0.037 and attitude p = 0.041
Conclusion: there were differences in learning models using video media and puzzle in the value of knowledge and attitude of brushing teeth of class 1 elementary school.
Keywords: teeth health maintenance, video, puzzle


1Nursing Student Department Faculty of Health Sciences University of Jenderal
Soedriman 2Lecturer at the Department of Nursing, Faculty of Health Sciences, University of Jenderal Soedirman

1995025609C1I015010THE EFFECT OF PROFITABILITY, COMPANY SIZE, SOLVENCY, AND PUBLIC ACCOUNTING FIRM SIZE TO AUDIT DELAY ON MINING COMPANIESPada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan yang disertai dengan laporan auditor independen dan wajib disampaikan ke BAPEPEM dan LK paling lambat pada akhir bulan ketiga setelah tanggal laporan keuangan tahunan. Hal ini diatur dalam peraturan BAPEPAM dan LK No: KEP-346/BL/2011 peraturan Nomor X.K.2, tentang penyampaian laporan keuangan. Namun masih banyak perusahaan yang terlambat dalam menyampaikan laporan keuangan, terutama pada perusahaan pertambangan. Hal ini membuat perusahaan terkena sanksi sesuai dengan peraturan Bursa Efek Jakarta No: Kep-307/BEJ/07-2004 tentang peraturan nomor I-H. Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya audit delay, dan dalam penelitian ini faktor-faktornya antara lain, profitabilitas, ukuran perusahaan, solvabilitas, dan ukuran Kantor Akuntan Publik.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan, solvabilitas, dan ukuran Kantor Akuntan Publik terhadap audit delay pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2017. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan data sekunder yang berasal dari laporan keuangan perusahaan di Bursa Efek Indonesia. Sampel penelitian ini adalah 33 perusahaan pertambangan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan SPSS.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa profitabilitas dan solvabilitas memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap audit delay. Ukuran perusahaan memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap audit delay. Sedangkan ukuran Kantor Akuntan Publik memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap audit delay.
Companies listed on the Indonesia Stock Exchange must submit annual financial statements accompanied by independent auditor reports and must be submitted to BAPEPAM and LK no later than the end of the third month after the date of the annual financial statements. This is regulated in BAPEPAM and LK regulations No: KEP-346/BL/2011 Regulation Number X.K.2, concerning the submission of financial statements. However, there are still many companies that are late in submitting financial statements, especially in mining companies. This makes the company sanctioned in accordance with the regulation of Jakarta Stock Exchange No: Kep-307/BEJ/07-2004 concerning regulation Number I-H. There are several things that can cause audit delay, and in this research, the factors include profitability, company size, solvency, and Public Accounting Firm size.
This research aims to examine the effect of profitability, company size, solvency, and Public Accounting Firm size to audit delay in mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2015-2017. This research is quantitative research with secondary data derived from the company’s financial statements on the Indonesia Stock Exchange. The research sample was 33 mining companies. The sampling technique used purposive sampling and the data analysis technique used multiple regression analysis with SPSS.
The results of this research indicate that profitability and solvency have a negative and significant effect on audit delay. Company size has a negative and not significant effect on audit delay. While the Public Accounting Firm size has a positive and not significant effect on audit delay
1995123053F1B011029Kinerja Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Banyumas Pada Program Warga Peduli AIDS Kampung Sri Rahayu Kelurahan KarangklesemBerdasarkan data yang dihimpun oleh Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Banyumas menunjukkan selama tahun 2006-2017 telah ditemukan kasus HIV dan AIDS sebanyak 3072 . Dalam kurun waktu tersebut, ditemukan sebanyak 2042 kasus HIV, 1030 kasus AIDS dan 269 kasus ditemukan meninggal dunia. Dimana Kecamatan Purwokerto Selatan berada di urutan kedua terbesar se-Kabupaten Banyumas dengn temuan 33 kasus HIV/AIDS dalam kurun tiga tahun yaitu 2015-2017. Berdasarkan peraturan Bupati No. 22 tahun 2018 tentang petunjuk pelaksanaan peraturan daerah Kabupaten Banyumas No. 14 tahun 2015 tentang penanggulangan HIV/AIDS, pasal 34 yang menyatakan: membentuk dan mengembangkan WPA (Warga Peduli AIDS) dapat dibentuk di tingkat kecamatan, kelurahan/desa, dusun/ kampung rukun warga, dan rukun tetangga. Warga Peduli AIDS baru di 13 kecamatan dan 24 kelurahan/desa. Padahal di Kabupaten Banyumas terdapat 27 kecamatan yang terbagi lagi atas 301 desa dan 30 kelurahan. Dapat disimpulkan, masih kurang dari 20% berdasarkan jumlah keseluruhan baik kecamatan maupun kelurahan/desa yang terdapat di Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui dan mendeskipsikan kinerja Komisi Penanggulangan AIDS dalam program Warga Peduli AIDS di Kampung Sri Rahayu Kelurahan Karangklesem. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pemillihan informan purposive sampling.Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah wawancara mendalam dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan yaitu model analisis interaktif Milles dan Huberman dan keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja KPA Kabupaten Banyumas bersama dinas-dinas terkait dalam melakukan pencegahan HIV/AIDS melalui program WPA dianggap gagal, karena target sasaran, visi, misi, dan tujuan pembentukan WPA belum mencapai taerget. Kendala utama dalam pelaksanaan program WPA yaitu keterbatasan anggaran dan masih kurang aktifnya masyarakat. Hal tersebut berpengaruh pada aspek produktivitas, kualitas layanan, dan responsivitas. Sementara itu, untuk aspek akuntabilitas sudah cukup baik karena KPA Kabupaten Banyumas rutin memberikan laporan tahunan kepada pemerintah terkait dan mengupload sebagian datanya agar bisa diakses oleh masyarakat.

Kata kunci: Kinerja, Komisi Penanggulangan AIDS, HIV/AIDS, program WPA
Based on data compiled by the Banyumas District AIDS Commission shows that during 2006-2017 3072 cases of HIV and AIDS were found. During this period, 2042 cases of HIV were found, 1030 cases of AIDS and 269 cases were found dead. Where the South Purwokerto Subdistrict is the second largest in Banyumas Regency with the findings of 33 cases of HIV / AIDS in the three years, namely 2015-2017. Based on the Regulations of the Regent No. 22 of 2018 regarding the instructions for the implementation of the regional regulation of Banyumas Regency No. 14 of 2015 concerning HIV / AIDS prevention, article 34 which states: forming and developing WPA (AIDS Concerned Citizens) can be established at the sub-district, kelurahan / village, hamlet / neighborhood level, and neighborhood associations. New AIDS Care Residents in 13 sub-districts and 24 villages / villages. Whereas in Banyumas District there are 27 sub-districts divided into 301 villages and 30 villages. It can be concluded, it is still less than 20% based on the total number of both sub-districts and villages / villages in Banyumas Regency.
This study aims to find out and describe the performance of the AIDS Commission in the AIDS Care Citizens program in Kampung Sri Rahayu, Karangklesem Village. The methodology used was qualitative descriptive with purposive sampling informant selection techniques. Data collection techniques used were in-depth interviews and documentation. The analytical method used is the interactive analysis model of Milles and Huberman and the validity of the data is tested by source triangulation.
The results showed that the performance of KPA in Banyumas Regency along with related agencies in preventing HIV / AIDS through the WPA program was considered a failure, because the target, vision, mission, and objectives of the WPA had not yet reached taerget. The main constraints in implementing the WPA program are budget constraints and still less active community. This affects the aspects of productivity, service quality, and responsiveness. Meanwhile, the aspect of accountability is good enough because the KPA of Banyumas Regency routinely provides annual reports to the relevant government and uploads some of its data so that it can be accessed by the public.


Keywords: Performance, AIDS, HIV / AIDS Commission, WPA program

1995225656F1B114005IMPLEMENTASI PROGRAM PERCEPATAN PENGANEKARAGAMAN KONSUMSI PANGAN (P2KP) MELALUI KEGIATAN KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (KRPL) DI DESA PANDAK KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya Kelompok Wanita Tani (KWT) yang menjalankan kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Desa Pandak. Desa Pandak memiliki potensi lahan pekarangan untuk kegiatan peternakan, perikanan, penananaman buah-buahan dan sayur-sayuran, penanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga) serta penanaman tanaman pangan dan perkebunan, Desa Pandak merupakan desa yang tertinggi perihal kasus stunting dan masuk kedalam 10 desa Stunting di Kabupaten Banyumas, hal ini yang melatarbelakangi adanya kegiatan KRPL di desa tersebut. Adapun sasaran dari kegiatan KRPL adalah daerah rentan rawan pangan dan daerah prioritas penanganan stunting.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan program P2KP melalui kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Desa Pandak, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Metode penelitiannya adalah kualitatif deskriptif dan teknik pemilihan informannya adalah purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah model analisis data interaktif. Untuk menjamin keabsahan data dilakukan validitas data melalui triangulasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi Program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) melalui kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) diwujudkan melalui adanya beberapa aspek, aspek pertama yakni komunikasi, komunikasi dikatakan baik karena antara pendamping dengan penerima program (KWT) terdapat sosialisasi dan pertemuan rutin yang dilakukan setiap bulannya; dalam segi sumberdaya, untuk sumberdaya manusia dikatakan baik karena pendamping tingkat kabupaten dan desa merupakan orang-orang yang telah memenuhi kriteria sebagai pendamping kegiatan KRPL, untuk sumber daya finansial cukup dalam menunjang keberlangsungan kegiatan KRPL walaupun pemberian bantuan dana diberikan hanya satu kali saja, selanjutnya sumberdaya peralatan, pemerintah hanya memberikan bantuan dalam bentuk dana yang dialokasikan untuk pembelian peralatan; dalam segi disposisi sikap dikatakan baik karena para pendamping memiliki pengetahuan dan persepsi yang mumpuni sehingga pelayanan yang diberikan sangat baik; dalam segi struktur birokrasi dikatakan baik karena Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan memiliki struktur birokrasi serta pembagian kerja yang baik dan terdapat SOP tentang pelaksanaan kegiatan KRPL sebagai pedoman para pendamping di lapangan.
Kelompok Wanita Tani (KWT) who are implementing Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) in Desa Pandak is the foundation of this research. Desa Pandak has yard area potencies not only for livestock, fishery, fruits and vegetables, TOGA (Tanaman Obat Keluarga) gardening but also crop and plantation. Desa Pandak is the highest village for stunting case and includes in 10 stunting villages in Kabupaten Banyumas which leads to KRPL activity in there. The objective of KRPL program is the vulnerable areas which susceptible to food insecurity and priority areas for stunting treatment.
This research aims to discover the P2KP program through Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) activity in Desa Pandak, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. The method used in this research is descriptive qualitative and the informant selection technique used is purposive sampling. The data analysis method used is an interactive data analysis. Furthermore, to ensure data validity, the research used the validity process through the triangulation.
The result of this research shows that Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) program implementation through Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) was built by several aspects; the first aspect is communication, the communication is decent due to the routine socialization and meeting between the supervisor and the program implementers (KWT) in every month; from the resource aspect, the human resources were also decent due to suitable criteria of supervisors in Kabupaten and Desa which responsible as KRPL program supervisors, the financial resource is pretty decent to support KRPL program even though the aid was only given once, furthermore, the equipment resource, the government was only given a financial aid to be allocated for equipment purchases; from the attitude disposition aspect, it is also decent due to a qualified knowledge and perception of supervisors which they did deliver the best services; in a bureaucracy structure aspect is also decent due to not only Agriculture and Food Security has a good bureaucracy and work division but also they has an SOP as the guidelines for the implementation.
1995325732I1I017014PENGARUH MODIFIKASI STANDAR MAKANAN NON DIET TERHADAP BIAYA MAKAN YANG TERBUANG PADA PASIEN GERIATRI KELAS III DI RSUP dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATENLatar Belakang : Penurunan asupan makan pada pasien geriatri akibat kondisi fisik dan psikologis berdampak pada tingginya sisa makanan dan biaya makan yang terbuang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modifikasi standar makanan non diet terhadap biaya makan yang terbuang pada pasien geriatri kelas III di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten.
Metodologi : Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan post test only with control group design. Sampel berjumlah 34 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan yang mendapat modifikasi standar makanan dan kelompok kontrol yang mendapat makanan sesuai standar rumah sakit. Masing-masing kelompok diamati sisa makanannya selama 2 hari menggunakan metode taksiran visual Comstock. Biaya makan yang terbuang dihitung dengan mengalikan persentase sisa makanan per item menu dengan harga makanan. Pengaruh modifikasi standar makanan non diet terhadap biaya makan yang terbuang dianalisis menggunakan uji Mann Whitney dengan derajat kepercayaan 95% (α=0,05)
Hasil Penelitian : Rata-rata biaya makan yang terbuang pada kelompok perlakuan sebesar Rp 2.806,34 dan kelompok kontrol sebesar Rp 3.443,43. Hasil analisis pengaruh modifikasi standar makanan non diet terhadap biaya makan yang terbuang dengan uji Mann Whitney menunjukkan p-value sebesar 0,109 (> 0,05)
Kesimpulan : Tidak ada pengaruh modifikasi standar makanan non diet terhadap biaya makan yang terbuang pada pasien geriatri kelas III di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten.
Background : Decreasing food intake in geriatric patients due to physical and psychological conditions has an impact on the high percentage of food plate waste and wasted food costs. This study aims to determine the effect of non-diet food standards modification on the cost of food wasted on class III geriatric patients at RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten.

Methods : This experimental study used a post test only with control group design. The sample consisted of 34 people divided into 2 groups, the treatment group that received food standard modification and the control group that received food according to hospital standards. The food plate waste of each group was observed for 2 days using the Comstock visual estimation method. Wasted food costs were calculated by multiplying the percentage of food plate waste per menu item with food prices. The effect of non-diet food standards modification on wasted food costs was analyzed using the Mann Whitney test with a confidence degree of 95% (α = 0.05)

Results: The average wasted food cost in the treatment group was Rp 2.806,34 and the control group was Rp 3.443,43. The results of the analysis of the effect of non-diet food standards modification on wasted food cost by the Mann Whitney test showed a p-value of 0.109 (> 0.05)

Conclusion : There is no significant effect of non-diet food standards modification on wasted food costs in class III geriatric patients at RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten
1995423055G1H014014PENGARUH PENDIDIKAN GIZI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PEER EDUCATOR DALAM UPAYA PENDIDIKAN SEBAYA MENGENAI PENCEGAHAN KEJADIAN ANEMIA
(Studi Penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas 1 Kedungbanteng)
Latar Belakang: Remaja adalah masa pertumbuhan yang membutuhkan zat gizi yang lebih tinggi seperti zat besi. Faktor yang dapat mempengaruhi kejadian anemia adalah pengetahuan dan sikap remaja. Hasil penelitian sebelumnya menunjukan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan, sikap dan pencegahan anemia gizi pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas I Kedungbanteng masih rendah. Pendidikan Gizi yang sudah mulai sering digunakan adalah pendidikan sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan gizi terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap peer educator dalam upaya pengembangan pendidikan sebaya mengenai pencegahan kejadian anemia.
Metodologi: Metode penelitian adalah quasi eksperimental dengan rancangan pretest and posttest design. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kedungbanteng. Teknik sampling yang digunakan total sampling yaitu 49 remaja di wilayah kerja Puskesmas I Kedungbanteng. diambil dengan teknik total sampling. Hasil uji statistik menggunakan uji wilcoxon.
Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan pengetahuan dan sikap peer educator setelah diberikan pendidikan gizi (p= 0,000; p= 0,000)
Kesimpulan: Terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap peer educator setelah diberikan pendidikan gizi.
Kata Kunci: pendidikan gizi, peer educator, pengetahuan, sikap, anemia
Background: Teenagers are a growth period that requires higher nutrients such as iron. Factors that can affect the incidence of anemia are the knowledge and attitudes of teenagers. The result of previous studies showed that the average level of knowledge, attitude, and prevention of nutritional anemia in teenager girls in the working area of the Kedungbanteng health center 1 was still low. Nutrition education that was started often used is peer education. This study purpose to analyze the influence of nutrition education on increasing knowledge and attitude of peer educator in the effort of peer education development about prevention of anemia incidence.
Methodology: The method research is quasi-experimental with pretest and posttest design. The sampling technique using a total sampling of 49 teenagers in the working area of Kedungbanteng health center. The result of the statistical test using a wilcoxon test.
Result: The result showed that there is a difference of knowledge and attitude of peer educator after given nutrition education ( p = 0,000 ; p = 0,000 )
Conclusion: There is a difference of knowledge and attitude of peer educator after given nutrition education.
Keywords: Nutrition education, peer educator, knowledge, attitude, anemia.
1995523056G1B014074PERBEDAAN PERILAKU SEKSUAL PER STADIUM MENOPAUSE DI POSYANDU LANSIA AMONG PRAKOSO PURWOKERTO TIMURLatar Belakang: Menopause merupakan suatu gejala yang ditandai dengan berhentinya siklus menstruasi selama satu tahun. Terdapat 4 stadium yaitu stadium premenopause, stadium perimenopause, stadium menopause dan stadium pascamenopause. Wanita yang memasuki stadium menopause mengalami penurunan fungsi seksual serta perubahan perilaku seksual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan perilaku seksual per stadium menopause di Posyandu Lansia Among Prakoso Purwokerto Timur.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita usia ≥ 40 tahun di posyandu lansia Among Prakoso Purwokerto Timur, dengan jumlah sampel sebanyak 70 responden dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner baku SAAQ. Data dianalisis dengan Uji Chi Square dengan derajat kepercayaan 95%.
Hasil Penelitian: Ada perbedaan perilaku seksual per stadium menopause (0,000). Stadium premenopause berkategori aktif sebesar 87,5%, stadium perimenopause sebesar 88,2%, stadium menopause sebesar 34,8%, dan stadium pascamenoause sebesar 14,3%.
Kesimpulan: Perbedaan perilaku seksual per stadium dengan perbedaan signifikan terlihat pada stadium menopause. Wanita yang memasuki stadium menopause tetap rutin melakukan aktivitas seksual agar keaktifan tetap terjaga dengan kondisi yang ada.
Background: Menopause is a symptom characterized by the cessation of menstrual cycles for a year. There are four stages of menopause namely premenopausal stage, perimenopause stage, menopausal stage and postmenopausal stage. Women who run into menopausal stage has a decrease in sexual function as well as a sense of comfort during sexual intercourse with their partner. The purpose of this study was to determine whether there are differences in sexual behavior per menopausal stages in Posyandu Lansia Among Prakoso Purwokerto Timur.
Methods: This research was an quantitative analytic using cross sectional approach. The population in this research were women by age ≥ 40 years at posyandu lansia Among Prakoso Purwokerto Timur with amount of sample were 70 respondents by stratified random sampling technique. The research instruments were Sexual Activity and Attitudes Questionnaire (SAAQ). The data were analyzed by Chi Square test with significancy 95%.
Result: There are differences in sexual behaviour per stage of menopause (0,000). Premenopausal stadium has an active category of 87.5%, perimenopause stage is 88.2%, menopause stage is 34.8%, and postmenopausal stage is 14.3%
Conclusion: The differences in sexual behavior per stage with a significant amount seen at the stage of menopause. To women who enter the menopausal stage, they still routinely engage in sexual activity so the activity is maintained with the conditions.
1995623057H1K013007DISTRIBUSI KLOROFIL DAN OKSIGEN TERLARUT PADA MUSIM PERALIHAN I DI SAMUDERA HINDIA BAGIAN TIMUR TAHUN 2015Dinamika perairan Samudera Hindia bagian Timur merupakan perairan yang kompleks karena dipengaruhi beberapa fenomena, salah satunya faktor musim. Musim Peralihan I mengakibatkan angin bertiup dari arah Barat ke Timur, dimana angin membawa Suhu panas sehingga menyebabkan kondisi perairan cenderung tidak stabil. Ketidakstabilan perairan tersebut akan berpengaruh terhadap distribusi Klorofil dan Oksigen Terlarut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi konsentrasi Klorofil dan Oksigen Terlarut serta hubungan antara konsentrasi Klorofil dan Oksigen Terlarut di Samudera Hindia bagian Timur pada Musim Peralihan I. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan pengambilan data lapang dilakukan dengan metode survey. Data penelitian diperoleh dari BROL yang merupakan hasil survey di Samudera Hindia bagian Timur pada tanggal 30 Maret – 5 April 2015. Data dianalisis menggunakan software MatLab 7.10. Hasil analisis distribusi konsentrasi Klorofil menunjukan bahwa konsentrasi Klorofil tinggi di daerah perairan pesisir dan semakin berkurang konsentrasinya menuju arah laut lepas. Hasil analisis distribusi konsentrasi Oksigen Terlarut menunjukan bahwa konsentrasi Oksigen Terlarut rendah di daerah pesisir dan semakin meningkat konsentrasinya di laut lepas. Hubungan antara konsentrasi Klorofil dan Oksigen Terlarut menunjukan kondisi berbanding terbalik.

Kata kunci: Klorofil, Oksigen Terlarut, Musim Peralihan I, Samudera Hindia

Dinamika perairan Samudera Hindia bagian Timur merupakan perairan yang kompleks karena dipengaruhi beberapa fenomena, salah satunya faktor musim. Musim Peralihan I mengakibatkan angin bertiup dari arah Barat ke Timur, dimana angin membawa Suhu panas sehingga menyebabkan kondisi perairan cenderung tidak stabil. Ketidakstabilan perairan tersebut akan berpengaruh terhadap distribusi Klorofil dan Oksigen Terlarut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi konsentrasi Klorofil dan Oksigen Terlarut serta hubungan antara konsentrasi Klorofil dan Oksigen Terlarut di Samudera Hindia bagian Timur pada Musim Peralihan I. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan pengambilan data lapang dilakukan dengan metode survey. Data penelitian diperoleh dari BROL yang merupakan hasil survey di Samudera Hindia bagian Timur pada tanggal 30 Maret – 5 April 2015. Data dianalisis menggunakan software MatLab 7.10. Hasil analisis distribusi konsentrasi Klorofil menunjukan bahwa konsentrasi Klorofil tinggi di daerah perairan pesisir dan semakin berkurang konsentrasinya menuju arah laut lepas. Hasil analisis distribusi konsentrasi Oksigen Terlarut menunjukan bahwa konsentrasi Oksigen Terlarut rendah di daerah pesisir dan semakin meningkat konsentrasinya di laut lepas. Hubungan antara konsentrasi Klorofil dan Oksigen Terlarut menunjukan kondisi berbanding terbalik.

Kata kunci: Klorofil, Oksigen Terlarut, Musim Peralihan I, Samudera Hindia

1995723060G1H014029Flakes Whole Banana Raja Nangka Substitusi Tepung Kecambah Kacang Merah Sebagai Alternatif Sarapan Tinggi Serat Untuk Penderita ObesitasLatar Belakang: Flakes whole banana raja nangka substitusi tepung kecambah kacang merah merupakan alternatif sarapan tinggi serat untuk obesitas. Penelitian ini bertujuan menentukan proporsi tepung whole banana raja nangka dan tepung kecambah kacang merah yang menghasilkan flakes tinggi serat paling disukai dan mengetahui per serving size sarapan flakes penderita obesitas.

Metodologi: Penelitian eksperimental rancangan acak kelompok (RAK) 4 perlakuan tepung whole banana raja nangka: tepung kecambah kacang merah: pati garut yaitu kelompok kontrol F0 (95%:0%:5%), F1 (75%:20%:5%), F2 (65%:30%:5%), dan F3 (55%:40%:5%). Indeks efektivitas untuk menentukan formula terbaik berdasarkan organoleptik dan serat pangan. Data serat pangan dianalisis dengan uji F dan Duncan’s Multiple Range Test 5%, data organoleptik dianalisis dengan uji Friedman dan Uji Banding Ganda 5%. Formula terbaik dianalisis proksimat dan ditentukan perserving size sarapan flakes.

Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan pengaruh nyata pada variabel organoleptik kesukaan (warna, tekstur, aroma, dan rasa) (p<0,05) kecuali pada kadar serat pangan (p>0,05). Formula terbaik mengandung kadar serat 6,22% dan paling disukai dengan perserving size flakes untuk laki-laki sebanyak 129 g dan wanita sebanyak 105 g.

Kesimpulan: Flakes yang disukai adalah flakes dengan proporsi tepung whole
banana raja nangka: tepung kecambah kacang merah: pati garut (55%:40%:5%)
dengan kadar serat tinggi berpotensi mengatasi masalah obesitas.
Background: Whole banana raja nangka flakes substituted with sprouted red kidney bean flour was an alternative high fiber breakfast food for obesity. This study aimed to determine the best proportion that produces the most preferred high fiber flakes and knows the serving size of breakfast flakes for obese people.

Methods: This study was an experimental study randomized block design (RBD). There were 4 treated based on proportion whole banana raja nangka flour: sprouted red kidney bean flour: arrowroot powder F0 (95%: 0%: 5%), F1 (75%: 20% : 5%), F2 (65%: 30%: 5%), and F3 (55%: 40%: 5%). Index of effectiveness from organoleptic and dietary fiber content. Dietary fiber content were analyzed by F-Test and Duncan Multiple Range’s Test 5%, organoleptic were analyzed by Friedman test and Dual Appeal Test 5%. The best formula was analyzed proximate and determined the serving size of breakfast flakes.

Results: The result of this study showed there was a significant effect on organoleptic variables (p <0,05) except on fiber (p >0,05). The preferred flakes contains 6,22% fiber with the serving size of 129 g for man and 105 g for woman.

Conclusion: The preferred flakes are flakes with proportion 55%: 40%: 5% and have fiber content potentially overcome obesity.
1995823061G1D014084PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA BOOKLET “SEX EDUCATION” TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA DALAM PERILAKU SEKS PRANIKAH DI SMK XPENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA BOOKLET “SEX EDUCATION” TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA DALAM PERILAKU SEKS PRANIKAH DI SMK X

Selly Eka Pebrianti1, Mekar Dwi Anggraeni2, Hartati3
ABSTRAK
Latar Belakang : Perilaku seks pranikah pada remaja memiliki dampak negatif seperti dampak psikologis, fisiologis, sosial dan fisik. Fenomena ini semakin meningkat tiap tahunnya. Salah satu pencegahan perilaku seks pranikah pada remaja melalui pemberian edukasi, khususnya booklet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media booklet “sex education” terhadap pengetahuan dan sikap remaja dalam perilaku seks pranikah di SMK Dewantara Sumbang.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi experiment dengan one group only with pretest and posttest design. Teknik sampling menggunakan quota sampling, yakni sebanyak 36 siswa SMK. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner tentang pengetahuan dan sikap. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan yang signifikan dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Tidak terdapat perbedaan sikap terhadap perilaku seks pranikah sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan dengan nilai p=0,347 (p>0,05).
Kesimpulan : Booklet efektif untuk meningkatkan pengetahuan perilaku seks pranikah pada remaja.
THE EFFECT OF HEALTH EDUCATION WITH THE "SEX EDUCATION" BOOKLET TO THE KNOWLEDGE AND ATTITUDE OF ADOLESCENTS IN PREMARITAL SEX BEHAVIOR

Selly Eka Pebrianti¹, Mekar Dwi Anggraeni², Hartati³
ABSTRACT

Background: Premarital sex behavior in adolescents has several negative impacts such as psychological, physiological, social and physical impact. This phenomenon increasing every year. One of premarital sex behavior prevention in adolescents is through giving education, especially with booklets. This study aimed to determine the effect of health education with the "sex education" booklet to the adolescents knowledge and attitude in premarital sex.
Research Method: This research used quasi experiment with one group only with pretest and posttest design. Sampling technique used quota sampling, which involved 36 students. Data were collected using a questionnaire of knowledge and attitude. Data were analysed using Wilcoxon test.
Results: The study results showed that there was a significant difference of knowledge between before and after given health education with p value = 0,000 (p <0,05). There was no difference of attitude to premarital sex between before and after health education with p value = 0,347 (p> 0,05).
Conclusion: Booklet ‘sex education” was effective to improve knowledge of premarital sex behavior in adolescents.
1995923064G1F014023Pengembangan dan Validasi Metode Analisis Kitosan Menggunakan Spektrofotometri Ultraviolet Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangan metode analisis kitosan yang mudah, cepat, akurat dengan parameter kinerja (linearitas, presisi, akurasi, LOD dan LOQ) yang memenuhi syarat. Prosedur analisis didahului dengan penentuan panjang gelombang maksimal. Kamudian dilakukan pengukuran operating time dan beberapa optimasi seperti konsentrasi NaNO2 dan NaOH yang digunakan, waktu inkubasi, dan suhu inkubasi untuk mendapatkan hasil hidrolisis yang optimal. Selanjutnya dilakukan validasi berupa linearitas, akurasi, presisi, LOD, dan LOQ. Analisis ini memberikan hasil parameter validasi yang baik, berupa nilai koefisien korelasi (r) 0,996, recovery 102,02-104,83% untuk intraday dan 105,01-107,18% untuk interday, RSD 0,39-3,95% untuk intraday dan 1,32-2,41 untuk interday, LOD 2,96 ppm, dan LOQ 8,97 ppm, pada תmax 268 nmThe objective of this study is to develop a simple, fast, and accurate method for chitosan analysis with qualified performance parameters, which are linearity, precision, accuracy, LOD and LOQ. Chitosan analysis procedure was preceded by determination of the maximum wavelength. Then, determine the operating time and some optimations, such as concentration of NaNO2 and NaOH were used, also time and temperature of incubation in order to get the optimum hydrolysis results. The optimized hydrolysis process then tested for its validity. Validation that has been done were linearity, precision, LOD, and LOQ. This analysis gave good results parameters validation, the form of the correlation coefficients (r) 0.996, recovery 102,02-104,83% for intraday 105,01-107,18% for the interday, at 0.39-3.95% for intraday and 1,32-2,41 to interday, LOD and LOQ 2.96 ppm, 8.97 ppm, at תmax 268 nm..
1996023065G1H014038PENGARUH PENDIDIKAN GIZI TERHADAP PERUBAHAN SIKAP DALAM PERSEPSI GIZI DAN PENINGKATAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO PADA REMAJA
(Studi pada remaja pramuka di Saka Bhayangkara dan Saka Wirakartika)
Latar Belakang : Kebutuhan gizi pada masa remaja meningkat secara signifikan dibandingkan masa sebelumnya. Peningkatan ini karena pada masa remaja mengalami pematangan fisik, seksual serta peningkatan aktivitas fisik. Hasil penelitian nasional menunjukkan 52,6% remaja usia 13-18 tahun memiliki asupan energi <70% AKE dan sebesar 52,4% juga masih memiliki asupan protein <70% AKP.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan gizi terhadap perubahan sikap dalam persepsi gizi dan peningkatan asupan zat gizi makro pada remaja.
Metode : Rancangan penelitian quasi experimental dengan control group pretest posttest design. Penelitian dilaksanakan di Saka Bhayangkara Polres Banyumas dan Saka Wirakartika Kodim Banyumas. Jumlah sampel diambil dengan metode total sampling dengan jumlah kelompok perlakuan dan kontrol masing-masing 26 orang. Uji statistik menggunakan paired t-test dan wilcoxon
Hasil : Hasil analisis pada kelompok perlakuan menunjukan ada pengaruh pada, sikap (p=0,015), asupan energi (p=0,00), protein (p=0,00), lemak (p=0,00), dan karbohidrat (0,00), sebaliknya analisis pada kelompok kontrol menunjukan tidak ada pengaruh sikap (p=0,84), energi (p=0,13), protein (0,15), lemak (p=0,90), dan karbohidrat (p=0,84). Tidak ada pengaruh pendidikan gizi dengan asupan air pada kelompok perlakuan (p= 0,31) dan maupun kelompok kontrol (p=0,65).
Kesimpulan: Ada pengaruh pendidikan gizi terhadap perubahan sikap, asupan energi,protein,lemak,karbohidrat. Tidak ada pengaruh pendidikan gizi terhadap perubahan asupan air.
Nutrition needs in adolescence increased significantly than before. This increase is due to adolescence increased physivcal and sexual maturation and increase physical activity. The results of a national study showed 52,6% of adolescents aged 13-18 years of energy inatake <70% AKE and 52,4% of adolescents had protein itake <70% AKP.This research aims to determine the effect of nutrition education on attitude changes in nutrition and increased macro nutrient intake in adolescents. Design of study use quasi-experimental with control group pretest posttest design. This research held in Saka Bhayangkara Police Station Banyumas and Saka Wirakartika Kodim Banyumas. The research using total sampling with amount of treatment and control group was 26 samples. Statistical test using paired t-test and wilcoxon.The analysis in treatment showed influence. The analysis of attitude (p=0,015), energy intake (p=0,00), protein (p=0,00), fat (p=0,00), carbohydrate (p=0,00) , rather in control group showed no influence, the anlyisis of attitude (p=0,84), energy intake (p=0,13), protein (p=0,15), fat (p=0,90), carbohydrates (p=0,84). For water (p=0,31) for treatment group and water (p=0,65) for control group there was no an effect for the both of group. There is an influence of nutritional education on attitudes, energy intake, protein, fat, carbohydrates, but there is no effect of water intake in treatment’s group. Rather, in control group there is no influence of nutritional education on attitudes, and macro nutritient intake.