Home
Login.
Artikelilmiahs
22999
Update
DYAN NURLINA
NIM
Judul Artikel
POTENSI EKSTRAK DAUN MANGROVE Avicennia alba, Rhizophora mucronata DAN Bruguiera gymnorrhiza SEBAGAI ANTIFOULING
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Biofouling merupakan fenomena penempelan organisme laut pada permukaan substrat akibat kontak dengan air laut terutama oleh organisme microfouling yang telah mengakibatkan banyak kerugian pada sektor perikanan dan industri perkapalan. Pengendalian dengan penggunaan cat antifouling berbahan dasar tributyltin (TBT) dan logam berat merupakan metode yang sering digunakan untuk menanggulangi organisme penyebab fouling. Namun kenyataannya cat tersebut memiliki efek negatif pada lingkungan perairan dan merusak organisme non-target. Solusi alternatif untuk menangani permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan mengganti bahan antifouling yang alami sehingga ramah lingkungan. Sumber bahan tersebut dapat berupa organisme laut seperti tumbuhan mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bakteri microfouling sebagai organisme penguji antifouling dan mengetahui potensi penghambatan ekstrak daun mangrove Avicennia alba, Rhizophora mucronata dan Bruguiera gymnorrhiza terhadap bakteri microfouling. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksplorasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat bakteri microfouling yang diisolasi dari permukaan substrat kayu diperoleh sebanyak 8 jenis morfologi isolat dan rata-rata jumlah koloni bakteri microfouling yang diperoleh yaitu sebanyak 14.316 x 101 CFU’S/mL. Hasil uji antifouling menunjukkan bahwa ketiga ekstrak daun mangrove berpotensi sebagai antifouling. Ekstrak daun mangrove yang paling potensial yaitu ekstrak daun mangrove Avicennia alba, kemudian Bruguiera gymnorrhiza dan paling rendah Rhizophora mucronata.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Biofouling is a phenomenon of marine organisms attached to the surface of substrate due to contact with sea water, especially by microfouling organisms which has resulted in many disadvantages in the fisheries sector and shipping industry. Controling by using antifouling paint based on tributyltin (TBT) and heavy metals is a method that was often used to overcome fouling-caused organisms. However, these paints has a negative effect on the aquatic environment and damage non-target organisms. Alternative solution to solve with these problems could be done by replaced natural antifouling materials so that they are environmentally friendly. The source of these materials can be marine organisms such as mangroves. This study aims to obtain microfouling bacteria as tester organism for antifouling and determine the potential inhibition of Avicennia alba, Rhizophora mucronata and Bruguiera gymnorrhiza mangrove leaf extract to microfouling bacteria. The method was used in this research is exploration. The results showed microfouling bacteria that isolated from surface of the wood substrate was obtained as many as 8 types of morphology isolates and the average number of microfouling bacterial colonies obtained was as many as 14,316 x 101 CFU 'S / mL. Antifouling test results showed that all three mangrove leaf extracts has the potential as antifouling. The most potential mangrove leaf extract is Avicennia alba mangrove leaf extract, then Bruguiera gymnorrhiza and the lowest is Rhizophora mucronata.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save