Artikel Ilmiah : E1A012200 a.n. WILDAN AKBAR ROSYID

Kembali Update Delete

NIME1A012200
NamamhsWILDAN AKBAR ROSYID
Judul ArtikelTINJAUAN YURIDIS TENTANG KURSI NEGARA UNI REPUBLIK SOSIALIS SOVIET SEBAGAI ANGGOTA TETAP DEWAN KEAMANAN PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA SETELAH MENJADI NEGARA FEDERASI RUSIA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Suksesi Federasi Rusia atas Uni Soviet tidak hanya menimbulkan perubahan sistem pemerintahan dan tata kelola pemerintahan, namun juga menimbulkan perubahan pada hubungan luar negeri, khususnya dalam hubungan organisasi internasional. Negara Uni Soviet merupakan salah satu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memiliki suatu hak istimewa, yaitu hak veto. Munculnya Negara Federasi Rusia di dunia internasional juga berpengaruh dalam keanggotaannya di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui latar belakang pemberian kursi negara Uni Republik Sosialis Soviet sebagai anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa kepada negara Federasi Rusia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, selanjutnya data tersebut diolah dan disajikan dalam bentuk naratif. Analisa yang digunakan adalah normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kursi Negara Uni Soviet sebagai anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa kepada negara Federasi Rusia dilakukan melalui memorandum kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dibuat oleh Presiden Federasi Rusia dan diakui sebagai pengganti hukum Negara Uni Soviet di dunia Internasional. Hal ini menjadi faktor penguat Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa menerima Rusia sebagai pengganti Uni Soviet sekaligus sebagai anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Abtrak (Bhs. Inggris)The succession of the Russian Federation over the Soviet Union not only led to changes in the system of governance and governance, but also led to changes in foreign relations, particularly in the relations of international organizations. The Soviet Union is one of the five permanent members of the United Nations Security Council which has a privilege, namely veto. The emergence of the Russian Federation in the international world also influences its membership in the United Nations Security Council.
The purpose of this study was to find out the background of giving the seat of the Union state of the Soviet Socialist Republic as a permanent member of the United Nations Security Council to the state of the Russian Federation. This study uses normative juridical research methods. The data used are primary data and secondary data, then the data is processed and presented in narrative form. The analysis used is normative qualitative.
The results of the study show that the granting of the seat of the State of the Soviet Union as a permanent member of the United Nations Security Council to the state of the Russian Federation was carried out through a memorandum to the United Nations made by the President of the Russian Federation and recognized as a substitute for the law of the Soviet Union in the international world. This was a reinforcing factor. The Secretary-General of the United Nations accepted Russia as a substitute for the Soviet Union as well as a permanent member of the United Nations Security Council.
Kata kuncihak veto, perserikatan bangsa-bangsa, suksesi
Pembimbing 1Dr. Noer Indriati, S.H., M.Hum.
Pembimbing 2Dr. Isplancius, S.H., M.Hum.
Pembimbing 3
Tahun2018
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2018-08-21 07:25:37.735101
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.