Artikel Ilmiah : A1L114047 a.n. HILDA ARI SURYANTI

Kembali Update Delete

NIMA1L114047
NamamhsHILDA ARI SURYANTI
Judul ArtikelUJI MEDIUM TEPUNG BERAS UNTUK PERBANYAKAN
Trichoderma harzianum DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT REBAH SEMAI (Pythium sp.) BIBIT MENTIMUN
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penyakit rebah semai yang disebabkan oleh Pythium sp. merupakan penyakit yang sering menimbulkan kerugian pada tanaman mentimun. Beberapa penyakit tanaman yang terinfeksi patogen tular-tanah sudah dapat dikendalikan dengan aplikasi Trichoderma sp. Medium yang sering digunakan saat ini untuk perbanyakan Trichoderma sp. adalah medium beras dan jagung tetapi medium tersebut untuk perbanyakan secara massal memerlukan biaya yang lebih tinggi. Perbanyakan T. harzianum dalam medium tepung beras pernah dilakukan dalam formula butiran, tetapi konsentrasi yang tepat tepung beras untuk perbanyakan T. harzianum formula cair belum diketahui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi larutan tepung beras yang tepat untuk perbanyakan T. harzianum, mengetahui pengaruh aplikasi T. harzianum dalam larutan tepung beras konsentrasi terbaik dalam mengendalikan penyakit rebah semai (Pythium sp.) pada bibit mentimun dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan bibit mentimun.
Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, mulai dari Oktober 2017 sampai Januari 2018. Penelitian ini menggunakan dua rancangan yaitu Rancangan Acak Lengkap untuk uji in-vitro yaitu dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi T. harzianum dalam medium PDB (Potato Dextrose Broth), T. harzianum dalam medium larutan tepung beras dengan konsentrasi 5, 10, 15, dan 20 g/L. Rancangan Acak Kelompok digunakan untuk uji in-planta yaitu dengan 6 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi: kontrol, T. harzianum dalam medium PDB, T. harzianum dalam medium larutan tepung beras 5, 10, 15, dan 20 g/L. Variabel yang diamati yaitu kepadatan konidium T. harzianum, masa inkubasi, kejadian penyakit, luasan area di bawah kurva perkembangan penyakit (AUDPC), tinggi tanaman, panjang akar, bobot akar segar, dan bobot tanaman segar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan konidium T. harzianum tertinggi pada larutan tepung beras konsentrasi 20 g/L sebesar 9,60 x 〖10〗^9 konidium/mL pelarut. Konsentrasi yang tepat dalam mengendalikan penyakit rebah semai pada bibit mentimun yaitu larutan tepung beras konsentrasi 15 g/L, dengan kepadatan konidium 2,52 x 〖10〗^9 konidium/mL pelarut, mampu menunda masa inkubasi sebesar 120 %, serta nilai AUDPC (Area Under Disease Progress Curve) sebesar 10, tetapi tidak mampu menekan kejadian penyakit dan tidak dapat meningkatkan tinggi tanaman, panjang akar, bobot segar akar, dan bobot segar tanaman.


Abtrak (Bhs. Inggris)Damping-off disease caused by pythium sp. is a disease that often causing losses in cucumber plants. Saveral crop diseases infected by soil-borne pathogen have been controled by Trichoderma sp. aplication. Media used for Trichoderma sp. propagation is commonly rise and coconut water but the media for mass production need high cost. Propagation of T. harzianum in rice powder media have been done for granul formula, however the right concentration of rice powder for liquid propagation of T. harzianum has not understood. This research aimed to how the right concentration of rice powder for propagation of T. harzianum, the effect of T. harzianum aplication in the best rice powder concentration for controling the disease and its effect on cucumber seedling growth.
This research has been carried out at the Plant Protection Laboratory and the screen house of the Faculty of Agriculture, General Soedirman University, Purwokerto, from October 2017 to January 2018. This study used Randomized Block Design (RAK) with 6 treatments and 5 replications. The treatments included: control, T. harzianum was reproduced in PDB (Potato Dextrose Broth) medium, T. harzianum was reproduced in rice solution medium 5, 10, 15 and 20 g L^(-1). The variables observed were conidium density of T. harzianum, incubation period, disease occurrence, area under the disease progress curve (AUDPC), plant height, root length, fresh root weight and fresh plant weight.
The results showed that the highest T. harzianum conidia density were found in rice flour solution medium with concentration of 20 g L^(-1) as 9,60 x 〖10〗^9conidia mL^(-1). The proper concentration of rrice flour solution to control damping-off in cucumber seedlings was 15 g L^(-1) indicated by delaying the incubation period of 120 % and the lowing of AUDPC as 10, but it couldn’t suppressing the disease incidence and couldn’t increase plant height, root length, fresh root weight.
Kata kunciMentimun, Rebah Semai, Trichoderma harzianum, Tepung Beras
Pembimbing 1Prof. Ir. Loekas Soesanto, M.S., Ph.D.
Pembimbing 2Ir.Tri Harjoso,M.P.
Pembimbing 3
Tahun2018
Jumlah Halaman49
Tgl. Entri2018-08-14 11:16:45.210615
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.