Home
Login.
Artikelilmiahs
22552
Update
WALIDA FADILLAH DAULAY
NIM
Judul Artikel
KORELASI DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEJADIAN PERCOBAAN BUNUH DIRI PADA PENDERITA SKIZOFRENIA DI RSUD BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Skizofrenia adalah gangguan jiwa yang bersifat kronis. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa diseluruh dunia, tercatat dari 450 juta orang dengan gangguan jiwa, 25 juta kasus diantaranya adalah skizofrenia, sebanyak 1 juta melakukan bunuh diri setiap tahunnya. Kejadian di RSUD Banyumas sendiri tercatat sekitar 14 % dari percobaan bunuh diri berhubungan dengan penderita skizofenia dan 5 % pasien meninggal dunia akibat bunuh diri. Keluarga memiliki fungsi strategis dalam menurunkan angka kekambuhan pasien skizofrenia, sehingga dengan adanya dukungan keluarga yang dapat menurunkan angka kekambuhan diharapkan dapat menurunkan atau mengurangi kejadian percobaan bunuh diri penderita skizofrenia. Tujuan: Mengetahui korelasi dukungan keluarga terhadap kejadian percobaan bunuh diri pada penderita skizofrenia di RSUD Banyumas. Metode: Rancangan observasional analitik, desain penelitian cross sectional dengan menjawab kesioner dukungan keluarga dan wawancara percobaan bunuh diri. Pengambilan subjek dengan consecutive non probability sampling sebanyak 44 orang.Hasil: Dukungan keluarga memiliki nilai rerata 57,32 dan rerata kejadian percobaan bunuh diri 0,89 serta hasil uji non parametrik Spearman dengan nilai p=0,708. Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi yang signifikan maupun bermakna secara klinis antara dukungan keluarga dengan kejadian percobaan bunuh diri pada penderita skizofrenia di RSUD Banyumas.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Schizophrenia is a chronic mental disorder. World Health Organization (WHO) states that around the world, recorded from 450 million people with mental disorders, 25 million cases of it are schizophrenia, and 1 million cases commit suicide each year. The incidence at Banyumas Regional Public Hospital accounted for about 14% of suicide attempts related to schizophrenia and 5% of patients died of suicide. The family has a strategic function in reducing the recurrence rate of schizophrenic patients, so that with the support of families who can reduce the rate of recurrence is expected to reduce or to decrease of schizophrenic suicide attempts. Objective: To know the correlation of family support and suicide attempted in schizophrenic patient in Banyumas Regional Public Hospital. Methods: Observational-analytic design, cross-sectional study design, done by a direct interview to answer the family support questionnaire and suicide attempted interviews. Taking subject with consecutive non probability sampling counted 44 people. Result: Family support has a mean value of 57.32 and an average of 0.89 suicide attempt and non Spearman non parametric test with p = 0.708. Conclusion: There is no significant correlation or clinical significance between family support and the incidence of suicide attempts in schizophrenic patients at Banyumas regional public hospital.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save