| NIM | B1J014113 |
| Namamhs | DEDE WINDA NUR FAUZIAH |
| Judul Artikel | Karakter Anatomi Organ Vegetatif Tanaman Cabai (Capsicum annuum L.) Pada Kondisi Cekaman Kromium |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pencemaran kromium di lingkungan dapat mempengaruhi perubahan morfologi, fisiologi, dan anatomi terutama pada organ vegetatif tanaman. Tanaman yang digunakan dalam penelitian adalah cabai (Capsicum annuum L.), karena cabai merupakan komoditi penting di Indonesia dan belum adanya penelitian mengenai organ vegetatif cabai yang terkena cekaman kromium. Cabai yang mengalami cekaman kromium dapat berpengaruh pada terganggunya pertumbuhan dan perkembangan sehingga mengurangi hasil produksi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui struktur anatomi organ vegetatif tanaman cabai pada kondisi cekaman kromium dan mengetahui apakah ada perbedaan karakter anatomi organ vegetatif tanaman cabai antara yang tercemar kromium dan tidak tercemar kromium. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental, dengan rancangan acak lengkap (RAL). Variabel bebas adalah lima taraf konsentrasi kromium, yaitu 0; 50; 100; 200; dan 300 ppm. Variabel terikat adalah karakter anatomi organ akar, batang, dan daun cabai. Metode pembuatan preparat anatomi batang menggunakan metode non-embedding, sedangkan pembuatan preparat awetan daun dan akar menggunakan metode parafin (embedding). Pewarnaan dengan safranin 1% dalam alkohol 70 %. Parameter yang diamati pada organ akar dan batang yaitu diameter organ, xilem, tebal epidermis dan korteks, sedangkan parameter organ daun meliputi tebal kutikula, epidermis, mesofil, ukuran stomata (panjang dan lebar), serta kerapatan stomata per 1 mm2 luas daun. Parameter pendukung adalah suhu dan kelembapan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan Analisis Ragam (Anova) dengan tingkat kepercayaan 95% dan 99%, dan dilanjutkan dengan uji lanjut BNT 5%. Hasil penelitian diperoleh bahwa 1) Struktur anatomi organ vegetatif yaitu akar, batang, dan daun pada kondisi cekaman kromium tidak mengalami perubahan. 2) Cekaman kromiun menyebabkan penurunan terhadap diameter akar, batang, xilem akar, dan xilem batang. Penurunan tebal korteks akar, epidermis dan korteks batang, epidermis daun, dan mesofil, serta penurunan lebar dan kerapatan stomata. Akan tetapi cekaman kromium menyebabkan peningkatan terhadap tebal epidermis akar, kutikula daun dan panjang stomata. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Chromium contamination can affect morphological, physiological, and anatomical changes especially in plant vegetative organs. The plant used in the study were chilli (Capsicum annuum L.), because chili is an important commodity in Indonesia and there is no research on vegetative organs of chili that are affected by chromium stress. The purpose of this research was to know the anatomical structure of vegetative organ of chilli plant on chromium stress condition and to know whether there was a difference of anatomical character of the vegetative organ of chilli plants between chromium contaminated and uncontaminated chromium. The method that used was an experimental method, with complitly randomized design (RAL). The independent variable is five levels of chromium concentration, i.e 0; 50; 100; 200; and 300 ppm. The stem slide preparation method was non-embedding, while the root and leaves slide preparations was embedding method. Staining with safranin 1% in 70% alcohol. The dependent variable is the anatomical character of the root organs, stems, and chili leaves. The parameters that observed in root and stem organ were organ diameter, xylem, the thickness of epidermis and cortex, while leaf organ parameter includes thickness cuticle, epidermis, mesophyll, stomata size (length and width), and stomatal number per 1 mm2 leaf area. The supporting parameters are temperature and humidity. The observed data were analyzed using the Analysis of Variety (Anova) with 95% and 99% confidence level and continued with 5% BNT. The result of the research showed that 1) Organ anatomical structure ie root, stem, and leaf in chromium stress condition did not change. 2) Chromium deposition causes a decrease in root diameter, stem diameter, xylem, thickness cortex roots, the thickness of the epidermis and cortex, leaf epidermal thickness, mesophyll, size of stomata width and number. However, chromium stress caused the increase in thickness of the root epidermis, leaf cuticle thickness and the stomatal length. |
| Kata kunci | Capsicum annuum, organ vegetatif, karakter anatomi, kromium. |
| Pembimbing 1 | Dra. Siti Samiyarsih, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Dr. Sri Lestari, S.Si., M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2018 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2018-07-23 16:36:12.319993 |
|---|