Artikelilmiahs
Menampilkan 18.141-18.160 dari 50.045 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 18141 | 21104 | F1D012021 | BIAS “PRO POOR BUDGETING” DALAM PENYUSUNAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA DI DESA LANGGAR, KEC. KEJOBONG, KAB. PURBALINGGA TAHUN 2015 | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bias pro poor budgeting dalam penyusunan anggaran pendapatan desa atau disingkat APBDes, selain itu penelitian ini juga bertujuan mengetahui dan menjelaskan siapa aktor yang dominan dalam penyusunan anggaran pendapatan dan belanja desa ini, kemudian siapa yang diuntungkan dan dirugikan dalam perkara ini. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Langgar menunjukan masih sangat besar untuk belanja pegawai dibandingkan dengan untuk pemberdayaan masyarakat, sekitar 26,4% dari APBDes untuk penghasilan tetap aparatur dan sekitar 3,4% digunakan untuk pemberdayaan masyarakat. Dari sini terlihat adanya ketimpangan anggaran dan menurut PP nomor 60 tahun 2014 tentang dana desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 19 nomor 2 menyebutkan penggunaan dana desa diprioritaskan untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus sebagai pendekatannya. Hasil dari penelitian ini menunjukan dinamika yang terjadi pada penyusunan APBDes Desa Langgar tahun 2015 adalah belum sesuai dengan maksud dari undang-undang yang berlaku karena dari sisi pembuatan masyarakat dan juga para stakeholder belum terlibat sepenuhnya dan sempitnya ruang publik bagi meraka dalam penyusunanya, selain itu dari sisi isinya juga belum sesuai dengan prinsip ¬pro poor budgeting dimana anggaran dalam APBDes Desa Langgar tahun 2015 belum mencerminkan keterpihakan kepada masyarakat miskin. Dari sisi aktor dominan pihak eksekutif lah yang mendominasi dalam proses penyusunan APBDes Desa Langgar tahun 2015 karena tidak melibatkan masyarakat secara langsung dan juga peran BPD yang hanya sebagai pengesah saja. Lalu lebih dari seperempat (1/4) dari anggaran hanya untuk gaji dan tunjangan pegawai sementara untuk pemberdayaan masyarakat hanya teranggar skitar 3% dari anggaran yang tersedia. Ini menunjukan yang diuntungkan adalah pihak eksekutif dan yang dirugikan adalah masyarakat. | This study aims to determine the bias of pro poor budgeting in the preparation of village income budgets or abbreviated APBDes, in addition this research also aims to know and explain who the dominant actors in the preparation of budget revenue and village spending, then who is benefited and harmed in this case. The Income and Expenditure budget Desa Langgar shows that it is still very large for personnel expenditure compared to community empowerment, about 26.4% of APBDes for fixed income apparatus and about 3.4% is used for community empowerment. From this it is apparent that there are budgetary imbalances and according to PP number 60 year 2014 on village funds sourced from State Revenue and Expenditure Budget Article 19 number 2 states the use of village funds is prioritized to finance development and community empowerment. This research uses qualitative method with case study as its approach. The result of this research shows the dynamics that occurred in the preparation of APBDes Desa Langgar in 2015 is not in accordance with the intent of the applicable law because from the side of making the community and also the stakeholders have not been fully involved and the narrowness of the public space for those in the compilation, besides from the content is also not in accordance with the principle of pro poor budgeting where the budget in APBDes Desa Langgar in 2015 does not reflect the partisanship to the poor. From the dominant actor side the executive is the dominant in the process of preparation APBDes Desa Langgar in 2015 because it does not involve the community directly and also the role of BPD which only as a certifier only. Then more than a quarter (1/4) of the budget is only for salaries and temporary employee benefits for community empowerment is only violated by 3% of the available budget. This shows that the beneficiaries are the executive and the disadvantaged are the community | |
| 18142 | 21098 | F1I013031 | Comparing Demilitarization of Iceland and Liechtenstein | Pasca dua perang dunia yang terjadi dalam sejarah hidup manusia, demilitarisasi menjadi populer karena banyak negara yang mengadaptasi kebijakan tersebut ke dalam negara mereka. Banyak negara - negara demilitarisasi yang menyatakan bahwa mereka netral dalam hubungan internasional. Banyak negara demilitarisasi yang melakukan kerjasama dengan negara lain, seperti Monako dengan Perancis, atau Liechtenstein dengan Swiss. Kebijakan ini membawa pro dan kontra pada masing - masing negara, seperti defenseless state dan sering melakukan kerjasama dengan negara lain. Sehingga, melakukan demilitarisasi sama dengan melakukan proses peacekeeping dalam negara mereka. Anggaran untuk angkatan bersenjata dapat dialokasikan untuk sektor lainnya, seperti pendidikan, infrastruktur, dan pembangunan dalam negeri. Islandia dan Liechtenstein adalam contoh dari 27 negara yang melakukan proses demilitarisasi. Mereka membuktikan bahwa tidak memiliki angkatan bersenjata bukan merupakan suatu masalah. Anggaran untuk angkatan bersenjata mereka alokasikan pada kepentingan ekonomi dan pembangunan, sehingga mereka jadi bagian dari negara - negara maju di dunia. | After two world wars occured in history of human life, demilitarization became populer because many countries adapted this policy into their country. Many demilitarized countries declared himself neutral in international relations. Many demilitarized countries doing cooperation with other countries, for example Monaco with France, or Liechtenstein with Switzerland. This policy brought pros and cons to each country, like defenseless state and enjoy doing cooperation with other countries. Thus, doing demilitarization equal as doing peacekeeping process in their country. Budget for military units can allocated to another sector, for example education, infrastructure, and development inside the state. Iceland and Liechtenstein are example of 27 countries which underwent demilitarization process. They proved themselves that not having military unit in their country are not the problem. Budget for military unit they allocated into economy and development interest, thus created themselves as one of developed nations in the world. | |
| 18143 | 21632 | A1L013156 | INDUKSI PEMBUNGAAN DAN PEMBUAHAN JERUK SIAM (Citrus nobilis) MELALUI PEMANGKASAN CABANG DAN PEMUPUKAN N, P, dan K | Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengkaji pengaruh tingkat pemangkasan terhadap induksi pembungaan tanaman jeruk siam dan mendapatkan tingkat pemangkasan terbaik, 2) Mengkaji pengaruh dosis pemupukan N, P, K terhadap induksi pembungaan tanaman jeruk siam dan mendapatkan dosis pemupukan terbaik, dan 3) Mengkaji pengaruh interaksi antara pemangkasan dan dosis pupuk N, P, K terhadap induksi pembungaan jeruk siam dan mendapatkan bentuk perlakuan terbaik. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kembangan Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, serta di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilaksanakan dari Juli hingga Desember 2017. Penelitian menggunakan rancangan Split plot dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah tingkat pemangkasan (5%, 10%, dan 15%) diperlakukan sebagai petak utama, sedangkan faktor kedua adalah dosis pemupukan (0%, 2%, 4%) diperlakukan sebagai anak petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemangkasan 5% menghasilkan jumlah buah umur 2 MSBM tertinggi, sedangkan tingkat pemangkasan 7,5% menghasilkan jumlah buah umur 3, 4, 5, 6, 7, dan 8 MSBM tertinggi. Tingkat pemangkasan 10% menurunkan persentase kerontokkan buah total terendah. Dosis pemupukan 4% menghasilkan jumlah trubus vegetatif, jumlah trubus generatif, jumlah bunga, jumlah buah umur 2 sampai dengan 8 MSBM tertinggi, dan kerontokkan buah ketiga terendah. Dosis pemupukan 2,7% meningkatkan diameter buah tertinggi. Interaksi tingkat pemangkasan dan dosis pemupukan tidak berpengaruh terhadap seluruh variabel pengamatan. | This study aims to 1) to examine the effect of pruning level on flowering induction of citrus and get the best pruning, 2) to examine the effect of dosage N, P, K fertilization on flowering of citrus and get the best dose of fertilization, and 3) to examine interaction between pruning and dosage of N, P, K fertilizer on flower induction of citrus and get the best treatment form. This research was conducted in Kembangan Village, Bukateja District, Purbalingga Regency, and Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This research was conducted from July to December 2017. This research used Split plot design with Randomized Completely Block Design (RCBD) with 2 factors. Pruning level (5%, 10%, and 15%) was tested at main plot and fertilization dose (0%, 2%, 4%) at subplot. The results showed that the 5% pruning resulted in the highest number of fruits aged 2 WAFB, whereas the highest number of fruit at ages 3, 4, 5, 6, 7, and 8 WAFB were obtained through 7.5% pruning. 9% pruning gave the lowest total fruit drop percentage. Fertilization dose of 4% produces highest number of vegetative flush, number of generative flush, number of flowers, number of fruit, and the lowest third fruit drop. In addition, fertilization 2.7% gaves the highest fruit diameter of 7 and 8 WAFB. The interaction between pruning level and fertilization dose did not affect all observation variables. | |
| 18144 | 21100 | F1I013054 | Implementasi Program Sustainable Tourism Development Dalam Pembangunan Industri Pariwisata di Indonesia Tahun 2016-2017 | Pariwisata merupakam salah satu industri dengan perkembangan paling besar di Dunia dan dapat memberikan peningkatan ekonomi untuk suatu negara. Perkembangan industri pariwisata menyebabkan permasalahan lingkungan sehingga UNWTO berusaha membuat sebuah konsep baru untuk dapat memberikan pembangunan pariwisata lebih baik. Sustainable Tourism Development merupakan konsep pembangunan pariwisata berkelanjutan yang mengutamakan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pengembangan pariwisata berkelanjutan menggunakan indikator agar dapat mengawasi penerapan pariwisata sesuai dengan prinsip-prinsip yang dibuat oleh UNWTO. Indonesia sebagai negara yang memiliki potensi pariwisata yang besar dan merupakan anggota UNWTO mulai menerapkan pariwisata berkelanjutan. Kementerian Pariwisata berusaha mengembangkan industri pariwisata yang sesuai dengan konsep Pariwisata Berkelanjutan melalui kebijakan maupun program yang dibuat sehingga dapat bersaing dengan industri pariwisata global. | Tourism is one of the fastest growth in the world and can give a impact to enhancing economic sector to the country. Development of tourism industry has extend the problem to the environment that makes UNWTO try to solve that problem of Tourism Development to make more reliable to other sector. Sustainable Tourism Development has become a new concept of tourism development with make tourism more friendly to enviroment, enhacing economic especially to local community, and give social cultural heritage to society. Sustainable Tourism make some indicator that can monitoring development of tourism to implemented principle that UNWTO has been created. Indonesia as a country that have a great potential in tourism industry and member of UNWTO beginning to implementing sustainbale tourism development. Ministry of tourism trying to expand tourism industry more suitable with sustainable tourism to make more global. | |
| 18145 | 21635 | E1A013057 | PENEGAKAN HUKUM OLEH POLRES KABUPATEN TEGAL TERHADAP TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA (Studi di Polres Kabupaten Tegal) | Polres Kabupaten Tegal sebagai aparat penegak hukum diharapkan mampu untuk menjalankan fungsinya dengan baik terutama untuk mengatasi permasalahan penyalahgunaan narkotika yang berada di wilayah Kabupaten Tegal. Narkotika merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sitetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana upaya serta kendala penegakan hukum yang dilakukan oleh Polres Kabupaten Tegal terhadap tindak pidana penyalahgunaan narkotika. Metode penulisan yang digunakan yuridis sosiologis, dan spesifikasi penelitian adalah deskriptif, sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, metode pengumpulan data adalah wawancara dan studi kepustakaan, metode analisis data menggunakan normatif kualitatif. Upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh Polres Kabupaten Tegal terhadap tindak pidana penyalahgunaan narkotika yaitu upaya preemtif dengan memberikan pembinaan,pengenalan hukum serta menanamkan nilai-nilai atau norma-norma lalu upaya preventif upaya yang dilakukan oleh polisi dengan melakukan penyuluhan yang bertujuan agar masyrakat dapat melakukan upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika, upaya represif upaya yang dilakukan dengan menindak baik itu para pengguna ataupun pengedar narkotika. Kendala yang dihadapi dalam penegakan hukum sendiri terdapat beberapa faktor diantaranya faktor undang-undang, faktor penegak hukum, faktor sarana dan fasilitas, faktor masyrakat dan juga faktor kebudayaan | Tegal District Police as law enforcement officers are expected to be able to perform its functions well, especially to overcome the problem of abuse of narcotics located in Tegal regency. Narcotics are substances or the one of medications that come from plants or non-plants, both sitetis and semisintetis, which can inducing some fatal disorder through the body, awareness, reduce feeling, reduce pain, and can cause dependency from it drugs. The purpose of this research is to know how Tegal District Police do some method in law enforcement against criminal acts of narcotics abuse. The method used is sociological juridical, and the research specification is descriptive, data source which is primary data and secondary data, data used is interview and library study, data analysis technique is using normative qualitative. Law enforcement efforts conducted by Tegal District Police against criminal acts of narcotics abuse are preemptive efforts by providing guidance, introduction of law and inculcate the values or norms and then preventive efforts efforts made by the police by doing counseling that aims to make the community can make efforts prevention, eradication, abuse, and illicit trafficking of narcotics, a repressive effort made by taking action against either the users or the narcotics dealer. Constraints involved in law enforcement are from constitution factors, law enforcement factors, facilities and also transportation, many factors from the societies themself and about the culture | |
| 18146 | 21636 | E1A114024 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS PERMINTAAN BIAYA TAMBAHAN DILUAR KESEPAKATAN OLEH PELAKU USAHA PEMBIAYAAN KONSUMEN PT.CITIFIN MULTIFINANCE BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (STUDI KASUS PUTUSAN : NOMOR 02/BPSK-PBG/PUT-ARBITRASE/VII/2016). | Kehadiran berbagai lembaga pembiayaan turut membawa andil yang besar dalam pembangunan ekonomi masyarakat khususnya masyarakat kecil. Kegiatan lembaga pembiayaan salah satunya adalah pembiayaan konsumen, yaitu merupakan model pembiayaan yang dilakukan oleh perusahaan finansial dalam bentuk pemberian bantuan dana untuk pembelian produk-produk tertentu. Adapun dalam skripsi ini membahas mengenai perlindungan hukum terhadap Konsumen jasa pembiayaan konsumen berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, karena terdapat permasalahan mengenai permintaan biaya tambahan (denda) diluar kesepakatan oleh Pelaku usaha pembiayaan konsumen akibat keterlambatan pembayaran angsuran oleh Konsumen, yakni antara Muhammad Fadholi sebagai Konsumen dan PT.CITIFIN Multifinance sebagai Pelaku usaha. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan data primer sebagai data pendukung dari data sekunder. Pengumpulan data melaui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan yang terkait. Data diuraikan dalam bentuk teks naratif secara sistematis dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian terhadap Putusan Nomor: 02/BPSK-PBG/PUT-ARBITRASE/VII/2016 dapat disimpulkan bahwa Muhammad Fadholi sebagai Konsumen telah mendapat perlindungan hukum atas permintaan biaya tambahan oleh PT.CITIFIN Multifinance sebagai Pelaku usaha berdasarkan putusan Majelis Hakim BPSK Purbalingga yang didasarkan dengan Keputusan Mahkamah Agung Nomor: 2027K/BU/1984 Tentang Denda (Pinalty) yang menolak permintaan biaya tambahan (denda) tersebut, namun dalam putusan tersebut Majelis Hakim BPSK Purbalingga tidak secara jelas menggunakan Pasal 7 huruf (a), (b),(g) dan Pasal 4 huruf (c) dan (h), serta Pasal 8 ayat (1) huruf (f) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. | Presence of the various institution funding are contributed to a large economic development of society especially the small society. One of the institution activities is consumer finance, that is about a financing model has done by the finance company in the form of financial support for purchase of particular product. The research is about legal protection about consumer finance services based on law number 8 of 1999 about consumer protection, there is a problem when there is a demand about penalty that out of agreement from the consumer finance enterpreneurs because the late payment from the consumer, that is Muhammad Fadholi as the consumer and CITIFIN Multifinance Company as the enterpreneurs. This research uses normative juridical research method with the approach of legislation, the data used in this research is secondary data and primary data as supporting data from secondary data. Data collection through literature study of relevant legislation. The data is described in the form of narrative text systematically and the method of data analysis used is qualitative normative method. Based on research on decision number : 02/BPSK-PBG/PUT-ARBITRASE/VII/2016 can be concluded that Muhammad Fadholli as the consumer already got protection by law from the penalty demand from CITIFIN Multifinance Company as the enterpreneurs based on BPSK Purbalingga judges that based on Supreme Court decision number : 2027K/BU/1984 about Penalty that refuse the Penalty that out of agreement, but on that decision the judges not include article 7 letter (a),(b),(g), and article letter (c) and (h), and article paragraph (1) letter (f) law number 8 of 1999 about consumer protection. | |
| 18147 | 21101 | G1A014073 | PENGARUH CHLORELLA TERHADAP KADAR ALBUMIN PENDERITA TUBERKULOSIS | Obat anti tuberkulosis mempunyai efek samping hepatotoksik, salah satu bahan alami yang bersifat hepatoprotektan adalah chlorella. Pemberian Chlorella pada pasien Tuberkulosis diharapkan dapat menurunkan inflamasi kronik pada hati. Penanda inflamasi kronik pada hati yang digunakan adalah albumin serum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan rerata kadar albumin penderita tuberkulosis yang diberi Chlorella dan OAT dan OAT saja. Studi eksperimental desain paralel dengan pre-post test control design. Sampel terdiri dari 25 pasien tuberkulosis, terbagi menjadi kelompok perlakuan (14), dan kelompok kontrol (11). Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan antara kadar albumin pre test dan post test kelompok perlakuan. Hasil penelitian juga menunjukkan terdapat peningkatan antara kadar albumin pre test dan post test kelompok kontrol. Penelitian menunjukkan peningkatan kadar albumin kelompok perlakuan lebih tinggi dibanding kelompok kontrol. | Anti-tuberculosis drugs have hepatotoxic side effects, one of the natural ingridients that is hepatoprotectan is Chlorella. Administration of Chlorella in Tuberculosis patients is expected to decrease chronic inflammation in the liver. The chronic inflammatory markers used is serum albumin. The purpose of this study was to determine the difference in the average albumin level of tuberculosis patients given Chlorella and OAT and OAT alone. Experimental study of parallel design with pre-post test control design. The sample consisted of 25 tuberculosis patients, divided into treatment group (14), and control group (11). The results showed that there was an increase between albumin pre test and post test of treatment group. The results also showed an increase between the pre-test albumin and post test levels of the control group. The study showed higher levels of albumin in the treatment group than in the control group. | |
| 18148 | 21102 | F1J013031 | Analisis Tokoh, Alur, Latar dan Tema dalam Film Adaptasi Novel Hidamari no Kanojo : Kajian Ekranisasi | Penelitian ini berjudul “Analisis Tokoh, Alur, Latar dan Tema dalam Film Adaptasi Novel Hidamari no Kanojo: Kajian Ekranisasi“. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses perubahan yang terjadi dalam film yang diadaptasi dari novel yang berjudul Hidamari no Kanojo dengan menggunakan teori ekranisasi milik Pamusuk Eneste. Permasalahan yang menjadi fokus peneliti adalah perbedaan media novel dan media film menyebabkan terjadinya ekranisasi dalam bentuk penciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi pada fakta cerita dalam novel dan film yaitu tokoh, alur, latar dan tema cerita. Data yang digunakan adalah narasi dari novel dan dialog dari film Hidamari no Kanojo. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik penjaringan data dan teknik simak catat. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam film yang diadaptasi dari novel “Hidamari no Kanojo” mengalami proses ekranisasi yang antara lain penambahan sebanyak 36 episode film, penciutan sebanyak 17 episode novel dan perubahan bervariasi sebanyak 24 perubahan yang terdiri dari 24 episode novel dan 30 episode film yang terjadi karena pengurangan tokoh dan latar pada novel yang membuat alur film berubah dan untuk membuat alur cerita tetap utuh maka terdapat penambahan tokoh dalam film yang juga mempengaruhi alur, latar dan tema. | This research entitled “An Analysis of Characters, Plots, Settings, and Theme of Hidamari no Kanojo: From Novel Into Film”. It is aimed to describe film adaptation theory by Pamusuk Eneste. This research focuses on the adaptation process which are reduction, addition and variation of change on the characters, plots, settings and theme from the novel into film. The primary data are both taken from Hidamari no Kanojo Novel and Film. This research used descriptive qualitative method. The technique of data analysis are data observation, reduction, and note taking. The results shows that there are 17 reduction from the novel, 36 addition on the film and 24 variation of change that consists of 24 episodes on the novel and 30 episodes in the film. The adaptation process results on the plot changing in the film. Therefore, the addition of characters lead to a complete story eventhough this caused the changing of plots, settings, and theme. | |
| 18149 | 21103 | F1I013028 | Kebijakan China’s Peaceful Development Terhadap Penanganan Polusi Udara di Tiongkok pada Masa Pemerintahan Xi Jinping | Perkembangan industri di Tiongkok memberi banyak keuntungan bagi perekonomian negara ini, namun memiliki dampak negatif terhadap kondisi lingkungan. Kondisi lingkungan di Tiongkok memburuk akibat emisi yang dihasilkan oleh industri eksisting. Salah satu masalah lingkungan yang menjadi ancaman serius adalah polusi udara. Ini mendorong pemerintah membuat kebijakan berdasarkan lingkungan di Tiongkok. Pemerintah kemudian membuat kebijakan China's Peaceful Development yang mengacu pada lingkungan di setiap kegiatan industri dan ekonomi yang dilakukan di Tiongkok. | The development of industry in China provides many advantages to the economy of the country, but it have negative impacts to the environmental conditions. Environmental conditions in China are deteriorating due to emissions generated by by the exist industries. One of the environmental problems that pose a serious threat is air pollution. It encourages the government to make policies based on environment in China. The government then make China's Peaceful Development policy that refers to the environment in every industrial and economic activity undertaken in China. | |
| 18150 | 21110 | F1B013079 | PENGARUH MOTIVASI SPIRITUAL, DISIPLIN KERJA DAN KOMPETENSI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PERIZINAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN PURBALINGGA | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh antara motivasi spiritual, disiplin kerja, kompetensi kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Purbalingga. Kemudian peneliti juga menguji ketiga faktor tersebut akan memberikan pengaruh terhadap kinerja pegawai secara bersamaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuntitatif dengan menggunakan metode survey yaitu penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok. Sedangkan analisis data menggunakan analisa korelasi kendal tau-b, koefisien konkordasi kendal w, dan regresi ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga faktor yang telah diuji terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi spiritual, disiplin kerja, kompetensi kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Purbalingga. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi atau baik motivasi spiritual yang dimiliki oleh pegawai maka akan semakin meningkatkan kinerja pegawai, semakin tinggi atau baik disiplin kerja yang dimiliki oleh pegawai maka akan semakin meningkatkan kinerja pegawai, dan semakin tinggi atau baik kompetensi kerja yang dimiliki oleh pegawai maka akan semakin meningkatkan kinerja pegawai. Selain itu berdasarkan hasil regresi ordinal diketahui bahwa secara bersama-sama motivasi spiritual, disiplin kerja, dan kompetensi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Hasil regresi ordinal secara parsial diketahui bahwa kompetensi memberikan pengaruh yang paling besar. Hal ini menunjukkan bahwa kesanggupan kerja, pendidikan, dan masa kerja yang dimiliki oleh pegawai memberikan sumbangan yang besar terhadap kinerja pegawai Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu. | This study aims to examine the impact of spiritual motivation, discipline work, competence work performance of the employees at Capital Investment and One Stop Office (DPMPTSP) of Purbalingga Regency. Thus the researchers also test these three factors which give effect to the performance of employees simultaneously. The accordiugly examiner uses quantitative research method by using survey method with sample from one population and use questionnaire as main data collecting. While data analysis using correlation analysis of tau-b, coefficient of concordance kendal w, and ordinal regression. The three factors that have been tested indicated significant impact between the spiritual motivation, discipline work, competence work performance of the employees at Capital Investment and One Stop Door (DPMPTSP) of Purbalingga Regency. This indicates that the higher or better spiritual motivation of the employee will improve the performance of employees, the higher or better the discipline work of employees will increase the performance of employees, and the higher or better competence of work of employees will improve employee performance. In addition, based on the results of ordinal regression known together spiritual motivation, discipline work, and competence work affect the performance of employees. Further more, ordinal regression results are partially showed that competence gives the greatest impact. This indicates that the employment, education, and employment capability of employees contributes greatly to the performance of the employees of the One Stop Office of Investment and Licensing. | |
| 18151 | 22034 | G1A014018 | PERBANDINGAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK HIDROSEFALUS KONGENITAL BERDASARKAN ONSET PEMASANGAN VP SHUNT DI RSUD MARGONO SOEKARJO PERIODE 2013-2017 | Latar belakang : Gangguan perkembangan dalam sistem saraf dialami oleh 16% balita di Indonesia (Yusran, 2011). Salah satu komponen perkembangan yang penting adalah bahasa. Hidrosefalus dapat menyebabkan gangguan perkembangan otak salah satunya perkembangan bahasa. 40-50% kasus dibidang bedah saraf merupakan hidrosefalus (Apriyanto et al, 2013). Terapi definitif pada pasien hidrosefalus yaitu pemasangan VP Shunt (Ventriculo Peritoneal Shunt). Pengukuran outcome perkembangan bahasa penting dilakukan untuk menilai keberhasilan terapi yang diberikan Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perkembangan bahasa anak hidrosefalus berdasarkan onset pemasangan vp shunt di RSUD Margono Soekarjo periode 2013-2017 Metode Penelitian : Penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi yang digunakan adalah seluruh pasien hidrosefalus usia dibawah 5 tahun yang telah dilakukan pemasangan VP Shunt di RSUD Margono Soekardjo Purwokerto pada tahun 2013-2017. Dengan jumlah sampel sebanyak 10 orang yang diambil dengan metode total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan data rekam medis, kuesioner dan pemeriksaan Denver II . Penelitian dilakukan tanggal 23 April – 10 Mei 2018 dan kemudian dianalisis menggunakan Fisher’s test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pada usia shunting < 6 bulan sebanyak 4 anak mengalami keterlambatan bahasa (40%) dan 2 anak dengan perkembangan bahasa normal (20%) sedangkan pada usia shunting > 6 bulan sebanyak 2 anak mengalami keterlambatan bahasa (20%) dan 2 anak dengan perkembangan bahasa normal (20%). Hasil analisis bivariat dengan uji Fisher ρ value = 0,548 > α = 0,005. Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara perkembangan bahasa anak hidrosefalus kongenital berdasarkan onset pemasangan VP Shunt di RSUD Margono Soekarjo periode 2013-2017. | Introduction : Developmental disorders in the nervous system of children under five in Indonesia 16% (Yusran, 2011). The important component of development is language. Hydrocephalus can cause brain development disorder which is language development. 40-50% of cases in neurosurgery is hydrocephalus (Apriyanto et al, 2013). The gold treatment in congenital hydrocephalus is VP Shunt (Ventriculo Peritoneal shunt) placement. Measurement of language developmental outcomes is important to assess the success of the given therapy. Objective : To compare language development of congenital hydrocephalus children based on onset vp shunt placement in RSUD Margono Soekarjo period 2013-2017 Method : The study was observational analytic with cross sectional method. The population used in this study was all child age under 5 years old with congenital hydrocephalus who have been inserted vp shunt. This study took 10 sample that was taken using total sampling method. The data were collected using medical record, questionnaire, and Denver II’s test on 23 april – 10 may 2018 then it was analysed with Fisher’s test. Result : The result of this study showed that children with age of shunting < 6 month had 4 children with language development delay (40%) and 2 children with normal language development (20%) while in age of shunting ≥ 6 month had 2 children with language development (20%) and 2 children with normal language development (20%). The result of bivariate analysis with Fisher’s test ρ value = 0,548 > α = 0,005. Conclusion : This study concluded that there is no significantly different between language development in congenital hydrocephalus children based on onset VP Shunt placement in RSUD Margono Soekarjo period 2013-2017. | |
| 18152 | 21105 | F1J013042 | Analisis Kepercayaan Rakyat Jepang yang Tercermin dalam Anime Natsume Yuujinchou | Penelitian ini berjudul Analisis Kepercayaan Rakyat Jepang yang Tercermin dalam Anime Natsume Yuujinchou. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepercayaan rakyat Jepang dalam anime Natsume Yuujinchou dengan teori strukturalisme dan teori evolusi religi. Data yang digunakan berupa dialog yang didukung oleh screenshoot adegan dalam anime Natsume Yuujinchou. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan catat. Validasi data diperoleh melalui teknik triangulasi. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif dengan cara menganalisis fenomena kepercayaan rakyat Jepang yang muncul pada anime Natsume Yuujinchou lalu diikuti dengan deskripsi. Analisis dilakukan terhadap 20 data berupa dialog dan screenshoot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada anime Natsume Yuujinchou muncul 5 fenomena kepercayaan rakyat Jepang, antara lain kepercayaan terhadap dewa, kepercayaan terhadap benda yang mati bisa menjadi hidup, kepercayaan terhadap pembalasan, kepercayaan terhadap baik dan buruk dari roh, dan kepercayaan terhadap jiwa dan roh. Dapat disimpulkan bahwa konsep kepercayaan rakyat Jepang yang muncul dalam anime Natsume Yuujinchou berupa konsep alam gaib, konsep jiwa (souls) dan roh (spirits), dan konsep pembalasan (tatari). | This research is entitled The Analysis Japanese Folk Beliefs on Natsume Yuujinchou Anime. This research was intended to describe Japanese folk beliefs on Natsume Yuujinchou anime by using structruralism theory and evolution of religious theory. The data that used were the dialogue which was supported by scene screenshoot on Natsume Yuujinchou anime. The data collecting technique was the scrutinizing technique and note taking technique. The data validity was gathered by triangulation technique. The technique of data analysis was descriptive analysis technique by analyzing Japanese folk beliefs and followed by the description. The analysis was done with 20 data which was in form of dialogue and screenshoot. The results of this research show that Natsume Yuujinchou appeared 5 phenomena Japanese folk beliefs, believe in Gods, believe in a dead thing to be alive, believe in vengeance, believe in good and bad of spirits, and believe in souls and spirits. It can be conclude that concept of Japanese folk beliefs on Natsume Yuujinchou is concept of supernatural world, concept of souls and spirits, and concept of vengeance. | |
| 18153 | 21106 | F1D013037 | PENGARUH TINGKAT RELIGIUSITAS MUSLIM TERHADAP KECENDERUNGAN MEMILIH PARTAI POLITIK ISLAM DALAM PEMILU LEGISLATIF DI SOKARAJA TAHUN 2014 | Artikel hasil ini bertujuan untuk mengetahui apakah tingkat religiusitas berpengaruh terhadap kecenderungan memilih masyarakat dalam Pemilu Legislatif di Sokaraja tahun 2014. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis data statistik. Populasi dalam penelitian ini adalah pemilih pada Pemilu Lefislatif tahun 2014 di Kecamatan Sokaraja sebanyak 47.184 orang. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 100 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuesioner, studi pustaka, dan observasi lapangan. Teknik kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data primer, sedangkan teknik studi pustaka digunakan untuk mengumpulkan data sekunder. Uji validitas kuesioner dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis Product Moment dan uji reliabilitas kuesioner menggunakan teknik analisis belah dua Spearman Brown. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi ordinal, dengan tingkat signifikansi yang ditentukan sebesar 0,05. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang kurang signifikan antara tingkat religiusitas terhadap kecenderungan memilih masyarakat yang ditunjukkan dari hasil uji hubungan variabel tingkat religiusitas dan variabel kecenderungan memilih dengan menggunakan uji koefisien Rank Spearman. Hasil uji Rank Spearman menunjukkan nilai koefisien dengan adanya satu tanda *. Hal ini dipahami bahwa signifikasi pada α (0,05); artinya nilai koefisiensi Rho Spearman > Rho Spearman pada table α (0,05). Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa tingkat religiusitas memiliki pengaruh terhadap kecenderungan memilih partai politik Islam dapat diterima. Artinya, secara keseluruhan tingkat religiusitas berpengaruh terhadap perilaku kecenderungan memilih partai politik Islam di Kecamatan Sokaraja pada Pemilu Legislatif Tahun 2014. | This article aims to find out whether the level of religiosity has an effect on the tendency of voting society in legislative election in Sokaraja 2014. This research uses quantitative method with statistical data analysis. The population in this study is voters in the 2014 Lefislative Election in Sokaraja Sub-District as many as 47,184 people. Samples taken in this research are 100 respondents. Data collection techniques in this study are questionnaires, literature study, and field observation. The questionnaire technique is used to collect primary data, while the literature study technique is used to collect secondary data. Test the validity of the questionnaire in this study using product moment analysis techniques and reliability test questionnaire using Spearman Brown splitman analysis techniques. Data analysis technique used is ordinal regression analysis technique, with significance level determined equal to 0,05. Based on the results of the research indicates that there is a less significant influence between the level of religiosity on the tendency of selecting the community which is shown from the result of the relationship test of the religiosity level variable and the tendency variable to choose by using Rank Spearman coefficient test. The result of Rank Spearman test shows coefficient value in the presence of one sign *. It is understood that the significance at α (0.05); means the value of Rho Spearman coefficient> Rho Spearman in table α (0,05). Thus, the hypothesis which states that the degree of religiosity has an influence on the tendency of choosing acceptable Islamic political parties. That is, the overall level of religiosity affect the behavior of the tendency of choosing Islamic political parties in District Sokaraja in Legislative Election Year 2014. | |
| 18154 | 21633 | A1L012196 | PENGARUH EKSTRAK DAUN MINDI (Melia azedarach) TERHADAP PELETAKAN TELUR, PENETASAN TELUR DAN PENOLAKAN MAKAN ULAT KROP KUBIS (Crocidolomia pavonana) | Kubis merupakan salah satu sayuran yang penting di Indonesia, disamping kentang dan tomat. Peningkatan produksi kubis banyak mengalami kendala. Salah satu kendalanya adalah serangan hama C. pavonana yang mampu menimbulkan kehilanagn hasil sampai 79,81%. Pengendalian hama kubis pada tingkat petani kebanyakan masih menggunakan pestisida kimia sintetik yang banyak menimbulkan dampak negatif sehingga dibutuhkan pengendalian yang efektif dan ramah lingkungan. Pengendalian hama yang potensial untuk dapat digunakan sebagai alternatif adalah pestisida nabati Mindi. Mindi diketahui mengandung senyawa aktif margosin dari belerang dalam bentuk larutan dapat berperan sebagai racun bagi hama tanaman kubis. Umumnya bahan aktif yang terkandung pada tanaman mindi berfungsi sebagau anti feedant terhadap serangga dan menghambat perkembangan serangga. Namun, informasi tentang konsentrasi ekstrak daun mindi yang efektif untuk peletakan, penetasan telur serta penolakan makan ulat hati kubis relatif sedikit dan jarang tersedia. Sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pestisida yang menggunan ekstrak daun mindi. Penelitian ini bertujuan untuk: Mengkaji pengaruh konsentrasi ekstrak daun mindi terhadap peletakkan telur, Mengkaji pengaruh konsentrasi ekstrak daun mindi terhadap penetasan telur dan penolakkan makan C.pavonana. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan 5 perlakuan konsentrasi ekstrak daun mindi yaitu; 0%, 2,5%, 5% 7,5%, dan 10% dengan pengulangan sebanyak 5 kali. Variabel yang diamati ialah jumlah kelompok telur yang diletakkan imago C. pavonana, kelompok telur C. pavonana yang menetas, dan bobot daun kubis yang dimakan C. pavonana Hasil menunjukkan bahwa ekstrak daun mindi konsentrasi 5% mampu menekan peletakkan telur sebesar 96%, ekstrak daun mindi konsentrasi 10% mampu menekan penetasan telur C. pavonana sebesar 56.22%, dan ekstrak daun mindi konsentrasi 10% mampu menurunkan daya makan ulat C. pavonana sebesar 53.248%. | Cabbage is one of the vegetables that are important in Indonesia. Increased production of cabbage had a lot of barries. One of the barriers are the attack of C. pavonana which is able to cause loosing results to 79.81%. Cabbage pest control at the level of most farmers still use synthetic pesticides that many inflict negative impact so it takes control of an effective and ecofriendly. The potential for pest control can be used as an alternative is bio pesticide Cinaberry leaf. Cinaberry known contain the active compound of margosin from sulfur in the form of a solution can act as a poison for pests of cabbage plants. Generally the active ingredients contained in the chinaberry plant function as an anti feedant against insects and inhibit the development of insects. However, information on the concentration of cinaberry leaf extract effective for laying, hatching of eggs and rejection of eating cabbage caterpillar relatively narrow and rarely available. So the need for further research on pesticides using cinaberry leaf extract. This research aims to examine the effect of concentration of cinaberry leaf extract on oviposition, on egg hatching and on food deterrent of C. pavonana. This study used a randomized block design with 5 treatment concentration of chinaberry leaf extract ie; 0%, 2.5%, 5% 7.5%, and 10% with 5 replication. The variables observed were the number of egg groups placed by imago of C. pavonana, the hatching eggs of C. pavonana, and the weight of cabbage leaves eaten C. pavonana. The results show that. 5% cinaberry leaves extract able to suppress the oviposition by 96%, extract cinabery leaves 10% concentration able to suppress the egg hatching of C. pavonana equal to 56.22%, and chinaberry Leaf extract of 10% concentration was able to decrease the food deterrent of C. pavonana by 53.248%. | |
| 18155 | 21119 | G1D013061 | HUBUNGAN SIKAP KELUARGA DALAM PERAWATAN DENGAN LAMA KEJADIAN STROKE BERULANG DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO | Latar Belakang: Stroke merupakan penyebab kematian terbesar ketiga dengan laju mortalitas 18-37% untuk stroke pertama, dan 62% untuk stroke berulang. Insiden stroke berulang berbeda-beda, diperkirakan 25% orang yang sembuh dari stroke pertama akan mendapatkan stroke berulang dalam kurun waktu 5 tahun. Terjadinya stroke berulang berkaitan dengan faktor risiko yang dipunyai oleh penderita, terutama bila faktor risiko yang ada tidak ditanggulangi dengan baik.Keluarga merupakan komponen penting dalam proses pemulihan seorang pasien karena pengambilan keputusan untuk pasien stroke bergantung dari sikap keluarga. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian korelasi. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif, dan uji analisis data menggunakan uji kolmogorov smirnov. Jumlah sampel dalam penelitian ini 45 orang yang menjalani rawat jalan dilakukan di RSUD Dr. Margono Soekarjo. Hasil Penelitian: Uji statistik menggunakan kolmogorov smirnovdi peroleh nilaip = 0.000 atau p< 0.05. Ha diterima yang berarti ada hubungan sikap keluarga dalam perawatan dengan lama stroke berulang. Kesimpulan: Keluarga dengan sikap yang sangat mendukung terhadap pasien stroke memiliki risiko terjadi stroke berulang dalam kurun waktu lebih dari 5 tahun | Background : Stroke is the third ranking cause of death, with an overall mortality rate of 18 – 37% for the first stroke and of 62% for subsequent stroke. The incidence for recurrent stroke was different, it was approximately 25% people survive from stroke and it will become recurrent stroke for 5 years later.The family is an important part in the recovery process of a patient because of the decision to stroke patients. Methods: This study used cross-sectional design. The method used is quantitative method, and test data analysis using kolmogorov smirnov test. The participants of this research were about 56 family members of stroke survivor in RSUD Dr. Margono Soekarjo Results: The statistical test using kolmogorov smirnov obtained p value = 0.000 or p <0.05. These results indicate that there is a relationship of family attitudes in treatment with recurrent stroke duration. Conclusions:Families with a strongly supportive attitude toward stroke patients have a risk of recurrent stroke over a period of more than 5 years | |
| 18156 | 21107 | C2D015012 | PENGARUH PENGALAMAN AKUNTABILITAS INDEPENDENSI DAN AUDIT TENURE TERHADAP KUALITAS AUDIT PADA AUDITOR BPKP | kualitas audit dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal seperti pengalman,akuntabilitas, independensi dan audit tenure yang mempengaruhi kualitas audit. tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pengalaman akuntabilitas independensi dan audit tenure terhadap kualitas audit. teori yang digunakan adalah toeri planned bhavior untuk variabel independensi dan akuntabilitas sedangkan pengalaman dan audit tenure menggunakan teori kompetensi dan teori kognitif. hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman dan audit tenure tidak berpengaruh terhadap kualitas audit sedangkan independensi dan akuntabilitas berpengaruh terhadap kualitas audit | Audit quality can be influence by internal factors and external factors, experience, accountability, independence and audit tenure is related to the effect on audit quality. The purpose of this study are to analyze the effect of experience, accountability, independence and audit tenure on audit quality. The theories used for accountability and independence variables are theory planned of behavior whereas experience variables and audit tenure use competence theory and cognitive theory. This research use quantitative approach by way of survey with sampling technique is purposive sampling method with number of respondent are 100 respondent. The results from 100 respondents are process and analyze by using multiple linier regression analysis method. The result of the research shows that the experience and audit tenure variables have no positive effect on the quality of audit while the variable of accountability and independence have a positive effect on audit quality. | |
| 18157 | 21108 | F1J013030 | Variasi Bahasa Yang Tercermin pada Eki no Denkoukeijiban di Jepang | Penelitian ini berjudul “Variasi Bahasa yang Tercermin Pada Eki no Denkoukeijiban di Jepang”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan variasi bahasa yang terdapat pada eki no denkoukeijiban dan pandangan orang Jepang terhadap variasi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif menggunakan metode padan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik pilah unsur penentu. Data berupa kalimat pemberitahuan kedatangan kereta pada eki no denkoukeijiban dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan kuesioner secara online disebarkan untuk mengumpulkan pandangan responden tentang variasi bahasa tersebut. Data yang digunakan berupa 8 (delapan) kalimat pemberitahuan kedatangan kereta pada eki no denkouekijiban dan hasil kuesioner dari 67 (enam puluh tujuh) responden. Hasil penelitian menunjukkan terdapat variasi bahasa berdasarkan gaya bahasa dan fungsinya. Variasi tersebut ditunjukkan antara lain dengan (1) verba teineigo dan kenjougo (2) topik kalimat (3) adverbia yang menyatakan waktu (4) anak kalimat berupa peringatan. Berdasarkan pandangan responden terhadap variasi bahasa tersebut, dapat disimpulkan bahwa orang Jepang lebih memilih kalimat pemberitahuan dengan keterangan waktu dan peringatan daripada bentuk bahasa yang digunakan. | The title of this research is ‘Language Variation Reflected in Eki no Denkoukeijiban’. The purpose of this research is to describe language variation in eki no denkoukeijiban and the Japanese view of it. This is a descriptive qualitative research that uses the matching method. Analysis is done by using the “sort out the decisive element” technique. Data of language variation in eki no denkoukeijiban was collected by documentation and online questionnaire spread out to get a Japanese view about language variation in eki no denkoukeijiban. 8 (eight) sentences of train arrival notice language were used as data. The result of this research showed language variation in eki no denkoukeijiban based on the language style and its function. The variation showed by (1) teineigo and kenjougo verbs (2) topic of the sentences (3) adverbia that indicate time (4) warning subordinate clause. Based on the view of the language variation in eki no denkoukeijiban it is concluded that Japanese choose the notice language that describes time and gives a warning rather than its language structure. | |
| 18158 | 20800 | H1F013041 | Analisis Kualitas Batugamping Untuk Bahan Baku Semen Portland Daerah Sawangan dan Sekitarnya, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah | Batugamping merupakan jenis bahan galian non logam yang menjadi bahan baku utama di dalam pembuatan semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas batugamping. Metode yang digunakan yaitu analisis petrografi untuk pengamatan tekstur dan diagenesis batugamping dan XRF untuk mengetahui kadar unsur kimia dari masing- masing sampel batugamping. Jenis Batugamping di daerah penelitian yaitu klastik dan terumbu. Fasies dan proses diagenesis yang terjadi pada batugamping mempengaruhi kualitas batugamping. Fasies daerah penelitian terdiri dari Foraminiferal Packstone dan Coral Packstone. Proses diagenesis yang terjadi antara lain Mikritisasi mikrobial, sementasi, kompaksi, dolomitisasi, neophormisme, dan pelarutan. Proses diagenesis yang mempengaruhi kualitas batugamping yaitu neophormisme dan dolomitisasi. Kualitas batugamping baik menurut Walter L. Duda dan PT Sinar Tambang Arthalestari dengan persentase CaO sebesar 52,17% - 54,98% dan MgO sebesar 0,08%- 0,58%. | Limestone is a type of non-metalilc minerals as the main raw material manufacture of cement. The study aims to determine the quality of limestone. The method used is the anaysis of petrography and XRF (X – Ray Flourocense) to determine the percentage of chemical element of each samples. The types of limestone in study area are clastic and reef. Facies and diagenetic process that be found in limestone influence limestone quality. Facies in study area consist of Foraminiferal packstone and Coral packstone. Diagenetics process that be found are mikrobial micritization, cementation, compaction, dolomitization, neophormism and dissolution. Diagenetic’s process that influence the limestone quality are neophormism and dolomitization. Limestone quality is good based on Walter L. Duda and PT Sinar Tambang Arthalestari with the percentages CaO 52,175 – 54,98% and MgO 0.08% - 0.58%. | |
| 18159 | 21109 | F1B013053 | TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT DALAM PELAYANAN KTP-EL DAN KARTU KELUARGA PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN BANYUMAS | Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan salah satu instansi pemerintah yang memiliki tugas untuk memberikan pelayanan publik berupa pelayanan administratif diantaranya yaitu pelayanan KTP-el dan Kartu Keluarga. Dalam memberikan pelayanan Dindukcapil diharapkan mampu untuk memberikan pelayanan yang berkualitas, kualitas disini berarti ada suatu keunggulan dalam upaya untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat selama proses pelayanan diberikan sehingga mampu memberikan kepuasan bagi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan KTP-el dan Kartu Keluarga di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuisioner, dokumentasi, dan observasi. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu propotional simple random sampling, sedangkan analisis data menggunakan distribusi frekuensi, modus, median, dan mean. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan peneliti kepada 100 responden menjelaskan bahwa indikator tangibles berada pada kategori rendah, sedangkan indikator reabilities, responsiveness, assurance, dan emphaty berada pada kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan dimensi servqual pada pelayanan KTP-el dan Kartu Keluarga masuk dalam kategori sedang. | Population and Civil Registration Agency is one of the government agencies with main duty providinge public services, including the identity card and family card services. Hence is that the services are delivered in high quality. Which is meet the public needs. In this research, the term “quality” refers to the situation when the official can cultivate the community satisfaction while the access of the services, so services delivery can meet the needs of the community. This research aims to examine the level of community satisfaction of identity card and family card in Population and Civil Registration Agency Kabupaten Banyumas. Accordingly this research used descriptive quantitative as a research method, whiled data collection techniques were used questionnaires, documentation, and observation. Moreover propotional simple random sampling is chosen to define the research sample, while data analysis used statistic of distribution frequency, mode, median, and mean. Based on the analysis to 100 respondents, it explains tangibles indicator is in low category, while the indicators of reabilities, responsiveness, assurance, and emphaty are in medium category. This shows that the application of servqual dimension in the service of identity card and family card is in medium category. | |
| 18160 | 21146 | G1D014033 | GAMBARAN PEMBERIAN PENGHARGAAN DI JURUSAN KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang: Pemberian penghargaan pada mahasiswa merupakan apresiasi yang diterima oleh mahasiswa dari dosen. Mahasiswa keperawatan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda pada pemberian penghargaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemberian penghargaan di Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi deskriptif kuantitatif dengan jenis desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling (145 mahasiswa). Pada data kategorik dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Usia mahasiswa keperawatan memiliki nilai median 20, dengan usia minimum yaitu 18 tahun dan maksimum 33 tahun, dengan proporsi jenis kelamin didominasi oleh perempuan (81,4%), sebagian besar mahasiswa memiliki IPK sangat memuaskan (52,4%), serta memilih jurusan keperawatan sesuai dengan minatnya (81,4%). Mayoritas responden mendapat penghargaan kategori sedang dengan persentase 83,4%. Kesimpulan: Mayoritas responden mendapat penghargaan kategori sedang. | DESCRIPTION OF GIVING REWARD IN THE DEPARTMENT OF NURSING, UNIVERSITY OF JENDERAL SOEDIRMAN Background: Giving reward to students is an appreciation received by students from lecturers. Nursing students have different satisfaction level of rewards. Purpose: This study aims to know the description of giving reward in the Department of Nursing, University of Jenderal Soedirman. Methods: This research used quantitative descriptive study method with cross sectional design. The sampling technique was total sampling (145 students). Categorical data was analyzed using frequency distribution and percentage. Results: The age of nursing students has a median value is 20, with a minimum age is 18 years and a maximum age is 33 years, with sex proportions dominated by women (81.4%), most students had a very satisfactory GPA (52.4%), choosed nursing department according to their interest (81.4%). The majority of respondents received medium category of reward with a percentage is 83.4%. Conclusion: The majority of respondents received medium category of reward Keyword: giving reward, nursing, students. |