Artikelilmiahs
Menampilkan 18.041-18.060 dari 50.045 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 18041 | 21957 | F1D011045 | FENOMENA CALON BUPATI “BAGONGAN”: Studi Kasus Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2015 di Kabupaten Purbalingga | Dinamika yang muncul dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung di Indonesia, sebagai sebuah proses dan mekanisme politik perebutan kekuasaan secara demokratis sesungguhnya merupakan hal yang wajar dan lumrah terjadi. Namun ada suatu fenomena menarik untuk diteliti yang terjadi di Kabupaten Purbalingga dalam pilkada tahun 2015 lalu. Hal tersebut karena adanya pasangan bupati-wakil bupati yang disebut sebagai pasangan boneka atau “Bagongan”. Inilah yang menarik untuk diteliti lebih lanjut, apa yang melatarbelakangi munculnya fenomena tersebut dan bagaimana merekonstruksinya serta mendeskripsikannya dalam perspektif ilmu politik. Dengan judul Fenomena Calon Bupati “Bagongan”: Studi Kasus Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2015 di Kabupaten Purbalingga, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan latar belakang munculnya calon bupati “bagongan” dalam pilkada 2015 di Purbalingga. Setelah terdeskripsikan latar belakang munculnya fenomena tersebut, selanjutnya digambarkan logika kompetisi dari sisi kandidat dan partai-partai pengusung dan pendukung di Pilkada tahun 2015 Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Kemudian data dianalisis menggunakan metode analisis model interaktif Miles dan Huberman. Untuk menjamin validitas data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data. Dari hasil penelitian ternyata fenomena munculnya calon “Bagongan” telah melahirkan sebuah kontestasi politik tersendiri yang unik dan mewarnai perhelatan pilkada di Purbalingga tahun 2015. Hal ini karena stigma “bagongan” yang diberikan masyarakat kepada salah satu pasangan kandidat justru ditangkap sebagai ikon dan jargon kampanye mereka. Pasangan kandidat tersebut justru seperti membenarkan dirinya sebagai calon bagongan, mereka kemudian menamakan dirinya sebagai “Bagong Suci” dengan menampilkan gambar-gambar Bagong (tokoh wayang) dalam media-media kampanye mereka (baliho, poster, spanduk, leaflet dan lainnya). Menangkap dan mengelola isu ‘Bagongan’ ternyata kemudian terbukti menjadi strategi politik yang cerdas dan efektif, serta berhasil melakukan perlawanan sengit dengan mengelola isu yang muncul menjadi strategi kampanye yang menarik. Kontestasi politik pilkada Purbalingga juga menjadi dinamis dan unik, pasangan calon yang sedemikian kuat dengan mendominasi dukungan dan modal politik ternyata tak mudah untuk mengalahkan pasangan calon yang minim dukungan dan modal politik. | The dynamism that appear in Indonesia’s Regional Head Elections (Pilkada) as a process and mechanism of democratic power struggle is actually a common practice. However, there was an interesting phenomenon happened in Purbalingga’s Regional Head Election in 2015. There was a pair of candidates that was labelled as “Bagongan” or figurehead candidates. This is very interesting to be explored further in order to know more about how such phenomenon happened and how to reconstruct or describe it using Political Science scope. Entitled Fenomena Calon Bupati “Bagongan”: Studi Kasus Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2015 di Kabupaten Purbalingga; Bagongan Regental Candidates Phenomenon : A Case Study of 2015 Regional Head Elections (Pilkada) in Purbalingga Regent. This thesis is aimed to describe the background of how “Bagongan” candidates appeared in Purbalingga’s Regional Head Election. After the background is described, this thesis also focused on how to map the competition logic from each candidates point of view and their supporting parties in The 2015 Purbalingga’s Regional Head Election. The methods that are used in this thesis is qualitative descriptive method with using case study approach. The data are collected from observation, interview, and documentation study. Next, the data are analysed using Miles and Huberman’s Interactive Analysis Model method. To ensure the validity of the data, this research used Data Triangulation Technique. From the research, it can be concluded that the appearance of “Bagongan” phenomenon resulted a distinctive political competition and made The 2015 Purbalingga’s Regional Head Election unique. Such thing happened because the “bagongan” stigma that labelled by Purbalingga’s people to certain candidates was ironically used as their icon and jargon in their campaign. Those candidates willingly admitted that they are figurehead candidates, they even named themselves “Bagong Suci” by showing the pictures of Bagong (Javanesse Puppet figure) in their campaign medium such as billboard, poster, banner, leaflet, etc. After concluding and analyzing “Bagongan” issue, it was later proved that “Bagongan” can be used as clever and effective political strategies. This strategy also can be used to match their competitor by using this issue as an enticing political campaign strategy. The Purbalingga’s Regional Head Election also became more dynamic and unique because the stronger candidates that has a majority support from people and political power can not easily defeated the weaker candidates. | |
| 18042 | 21021 | H1E011031 | SIMULASI KUANTUM UNTUK SISTEM ADSORPSI H2O PADA PERMUKAAN Pt(111), PtMo(111) DAN PtRu(111) DENGAN METODE DENSITY FUNCTIONAL THEORY | Telah dilakukan studi simulasi kuantum untuk adsorpsi molekul air (H2O) pada permukaan Pt(111), PtMo(111) dan PtRu(111) dengan metode density functional theory (DFT). Penelitian ini dilakukan untuk menentukan pengaruh perbedaan konfigurasi struktur H2O degan kedua atom H di atas (upright) dan konfigurasi H2O dengan kedua atom H turun sejajar atom O (down) dalam mekanisme adsorpsi H2O pada permukaan Pt(111), PtMo(111) dan PtRu(111). Hasil menunjukkan bahwa adosrpsi pada konfigurasi H2O down memiliki kestabilan yang lebih besar dibanding dengan kofigurasi upright. Situs-Situs yang disukai untuk adsorpsi H2O pada kofigurasi tersebut berturut-turut adalah situs top Mo, top Ru, dan top Pt. Mekaisme adsorpsi H2O dengan konfigurasi down dapat dilihat dari analisis trasfer muatan. Hasil menunjukkan bahwa kekuatan interaksi antara H2O dengan sampel permukaan logam tersebut sebanding dengan besar transfer muatan yag terjadi antara H2O and substrat. Ikatan yang terbentuk antara H2O dengan permukaan Pt(111), PtMo(111) dan PtRu(111) adalah ikatan kovalen, yaitu melalui pemakaian elektron secara bersama-sama dari sumbangan H2O dan substrat. Selain itu, orbital yang terlibat dalam adsorpsi H2O dengan konfigurasi upright adalah orbital 1b1. Berbeda dengan konfigurasi H2O down dimana orbital yang terlibat dalam mekanisme adsorpsinya adalah orbital 3a1. | A quantum simulation was performed for the adsorption of water (H2O) on the surface of Pt(111), PtMo(111) and PtRu(111) by density functional theory (DFT). This study was carried out to evaluate the effect of H2O structure configuration difference, i.e., the upright H2O and the down configuration to investigate the H2O adsorption mechanism. The results show that the adsorption in the down-H2O configurations are more stable than the upright configurations. The preferred sites for H2O adsorption in the such configuration are the top Mo, top Ru, and top Pt sites, respectively. The adsorption mechanism of H2O with down configuration are studied from the charge transfer analysis. The results show that the interaction strength between H2O and the metal surfaces is proportional to the amount of charge transfer that occurs between the H2O and the substrate. Furthermore, the bonds formed between H2O and the surface of Pt (111), PtMo (111) and PtRu (111) are covalent bonds, i.e., by the use of shared electrons from H2O donors and substrates. In addition, the orbital involved in H2O adsorption with upright configuration is state 1b1. This is slightly different from the H2O down configuration in which the orbital responsible for the adsorption mechanism is state 3a1. | |
| 18043 | 21023 | H1B013007 | PEMODELAN DATA KEMATIAN BAYI DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2015 DENGAN PENDEKATAN REGRESI RIDGE | Pada makalah ini disajikan pemodelan data kematian bayi di Provinsi Jawa Tengah tahun 2015 menggunakan pendekatan regresi ridge. Selain itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kematian bayi. Model regresi dipilih berdasarkan nilai VIF yang mendekati satu dan berdasarkan nilai estimasi parameter yang stabil. Namun demikian, model yang terbaik adalah model yang diperoleh berdasarkan nilai estimasi parameter yang stabil. Dari model tersebut diperoleh bahwa faktor yang berpengaruh terhadap kematian bayi di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2015 adalah pelayanan kesehatan ibu hamil dan pelayanan kesehatan bayi. Selanjutnya, model terbaik yang diperoleh mempunyai koefisien determinasi 62%. Hal ini berarti bahwa 62% kematian bayi dapat dijelaskan oleh pelayanan kesehatan ibu hamil dan pelayanan kesehatan bayi. | In this paper, data modeling of infant mortality in Central Java in 2015 is conducted using ridge regression approach. In addition, this study was conducted to determine the factors that affect infant mortality. Regression models are selected based on VIF values approaching one and based on the stable parameter estimation values. However, the best model is the model which is obtained based on the stable parameter estimation values. From the model, it is found that the factors affecting infant mortality in Central Java in 2015 are maternal health services and infant health services. Furthermore, the best model has coefficient of determination of 62%. It means that 62% of infant mortality can be explained by maternal health services and infant health services. | |
| 18044 | 21024 | C1B013100 | ANALISIS PENGARUH AGE METASTEREOTYPE YANG MEMODERASI PERILAKU KERJA SAMA PADA FREELANCE WORKERS DENGAN VARIABEL BEBAS RELIGIUSITAS, LATAR BELAKANG KELUARGA DAN STRUKTUR MASYARAKAT (Studi Pada Perusahaan Trinidad Jakarta) | RINGKASAN Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Pengaruh Age Metastereotype yang Memoderasi Perilaku Kerja Sama Pada Freelance Workers Dengan Variabel Bebas Religiusitas, Latar Belakang Keluarga dan Struktur Masyarakat (Studi Pada Perusahaan Trinidad Jakarta)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh religiusitas, latar belakang keluarga, struktur masyarakat terhadap perilaku kerja sama dan menganalisis pengaruh age metastereotype terhadap perilaku kerja sama pada perusahaan Trinidad Jakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga freelance yang pernah bekerja pada Trinidad Jakarta. Total tenaga freelance yang pernah bekerja ada 80 orang yang kemudian dijadikan bahan penelitian. Jumlah kuesioner yang dikembalikkan adalah sebanyak 73 kuesioner dan yang tidak kembali adalah sebanyak 7 kuesioner. Dari 73 kuesioner tersebut dilakukan analisis trim dan terdapat 13 kuesioner yang memiliki nilai ekstrem yang harus di drop sehingga total kuesioner yang layak dilakukan untuk keperluan input data adalah 60 kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan PLS (Partial Least Square) dibantu alat analisis software SmartPLS) menunjukkan bahwa religiusitas berpengaruh positif terhadap perilaku kerja sama, latar belakang keluarga berpengaruh positif terhadap perilaku kerja sama, struktur masyarakat berpengaruh negative terhadap perilaku kerja sama dan age metastereotype berpengruh postif dan siginifikan terhadap perilaku kerja sama. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu dalam perekrutan tenaga freelancer yang ingin dibentuk dalam tim perusahaan Trinidad harus mempertimbangkan tingkat relgiusitas dan bagaimana latar belakang keluarga individu tersebut kemudian perusahaan Trinidad harus mempertimbangkan usia dari freelancer, karena faktor age metastereotype dapat mempengaruhi perilaku kerja sama dari freelancer. | ABSTRACT The title of this research is: "The Influence Analysis of Age Metastereotype that Moderates Cooperation Behavior on Freelance Workers With Religiusity Free Variables, Family Background and Community Structure (Study On Company Trinidad Jakarta)". The purpose of this study was to analyze the influence of religiosity, family background, community structure on cooperative behavior and analyze the effect of age metastereotype on cooperative behavior at the company of Trinidad Jakarta. Population in this study is all freelance workers who have worked in Trinidad Jakarta. Total freelance workers who had worked there are 80 people who then used as research materials. The number of questionnaires returned was 73 questionnaires and those who did not return were 7 questionnaires. Of the 73 questionnaires were analyzed trim and there are 13 questionnaires that have extreme values that must be dropped so that the total questionnaire is feasible for the purposes of data input is 60 questionnaires. Based on the results of research and data analysis using PLS (Partial Least Square) assisted SmartPLS software analysis tool) shows that religiosity has positive effect on cooperative behavior, family background have positive effect on cooperative behavior, community structure have negative effect on cooperative behavior and age metastereotype berkrug positive and siginifikan against cooperative behavior. The implication of the above conclusion is that in recruiting freelancers who want to be formed in the Trinidad team of companies must consider the level of religiosity and how the individual family background is then the Trinidad company should consider the age of the freelancer, because age metastereotype factors can affect the cooperative behavior of freelancers. | |
| 18045 | 21025 | F1A013061 | POTENSI TRADISI UNGGAHAN UNTUK PENGEMBANGAN PARIWISATA (Studi Tentang Pengembangan Pariwisata Oleh Komunitas Bonokeling Di Desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas ) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Potensi Tradisi Unggahan dalam pengembangan pariwisata oleh komunitas Bonokeling di Desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas, kendala yang dihadapi dalam pengembangan pariwisata oleh komunitas Bonokeling, cara yang dilakukan dalam pengembangan pariwisata oleh komunitas Bonokeling di Desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas.Sasaran penelitian ini adalah masyarakat Desa Pekuncen, Bedogol, Pemangku Adat, masyarakat anak putu eyang Bonokeling dari luar daerah yang ikut dalam tradisi Unggahan, Pemerintah Daerah, Lurah setempat,wisatawan yang berkunjung ke Bonokeling. Kebudayaan lokal dapat menarik para wisatawan bisa mengakibatkan peningkatan pendapatan daerah atau masyarakat sekitar, Contohnya di Desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang ada sebuah kebudayan adat istiadat yang terus dilestarikan dari dahulu hingga saat ini, dan sangat berpotensi untuk pengembangan pariwisata di Kabupaten Banyumas.terdapat beberapa faktor kendala ada faktor internal dan faktor eksternal,faktor Internalnya adalah persoalan baik dari individu antara anak putu maupun Internal secara kepengurusan di Komunitas Bonokeling. Pengembangan pariwisata merupakan suatu rangkaian upaya untuk mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan berbagai sumber daya pariwisata mengintegrasikan segala bentuk aspek diluar pariwisata yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung akan kelangsungan pengembangan pariwisata. Pengembangan pariwisata merupakan salah satu usaha untuk mempromosikan daya tarik suatu objek wisata agar menjadi berkembang sesuai dengan visi dan misi. | This study aims to determine the potential of Tradition Unggahan in tourism development by the community in the village Pekuncen Bonokeling Jatilawang District of Banyumas, obstacles encountered in the development of tourism by Bonokeling community, how that is done in the development of community tourism in the village Pekuncen Bonokeling Jatilawang District of Banyumas. Goal of this research is Pekuncen Village community, Bedogol, Stakeholder Indigenous communities anak putu grandparent Bonokelingfrom outside the region who took part in the tradition of unggahan, local government, local village chief, tourists who visit Bonokeling. Local culture can attract the tourists can lead to increased local revenues or surrounding communities, for example in the village of the District Jatilawang Pekuncen there is a culture traditions that continue to be preserved from ancient to the present, and the potential for development of tourism in Banyumas. There are several factors limiting factor of internal and external factors, internal factors is a matter both of individuals between the anak putu and the Internalin management at the Community Bonokeling. The development of tourism is an attempt to create an integrated circuit in the use of various tourism resources integrating all forms of tourism beyond the aspects relating directly or indirectly for the continuation of the development of tourism. The development of tourism is one of the efforts to promote the attractiveness of a tourist attraction to be developed in accordance with the vision and mission. | |
| 18046 | 21619 | E1A014078 | RATIO DECIDENDI HAKIM DALAM MENILAI KEABSAHAN KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA (Studi Putusan Nomor : 261/G/2015/PTUN.JKT) | Penelitian ini bersumber pada putusan PTUN Jakarta Nomor : 261/G/2015/PTUN-JKT, yang akan menguraikan tentang ratio decidendi hakim dalam menilai keabsahan keputusan tata usaha negara dengan berdasarkan apakah ratio decidendi hakim dalam putusan tersebut telah sesuai dengan fungsi hakim yaitu mengkonstatir, mengkualifikasi, mengkonstituir. Tergugat pada perkara a-quo adalah Menteri Agama Republik Indonesia, dan objek gugatannya adalah Surat Keputusan Menteri Agama Nomor: B.III/3/PDH/06768 tentang Penjatuhan Hukuman Disiplin berupa Pemberhentian Dengan Hormat Tidak Atas Permintaan Sendiri sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil kepada Achamd Uzair. tertanggal 27 Juli 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam menyusun ratio decidendi hakim sesuai dengan konsep dasar fungsi hakim yaitu mengkonstatir, mengkualifisir, mengkonstituir. Dalam putusan ini hakim pada tahap mengkonstantir, mengkualifisir dan mengkonstituir sudah tepat namun pada tahap mengkualifisir ada hal-hal yang kurang diperhatikan oleh hakim | This study is based on the verdict of Jakarta Administrative Court Number 261 / G / 2015 / PTUN-JKT, which will describe the ratio decidendi of judge in assessing the validity of the state administrative decisions based on whether the ratio decidendi of judges in the decision has been in accordance with the basic function of judges that is to conforming, qualifying, constituting. The Defendant in the a quo case is the Minister of Religious Affairs of the Republic of Indonesia, and the object of the lawsuit is the Decree of the Minister of Religious Affairs Number: B.III / 3 / PDH / 06768 on the Disciplinary Punishment as Dismissal in Respect without Request as a Civil Servant Candidate to Achamd Uzair. dated July 27, 2015. The method in this study is normative juridical with the approach used is approach-invitation and case approach. The results of this study indicate that in preparing the judge ratio decidendi in accordance with the basic function of judges that is conforming, qualifying, constituting. In this verdict, the judges at the stage of conforming, qualifying, constituting have been right but at the stage of qualifying there are things that are not examined by the judge. | |
| 18047 | 21621 | A1L014023 | PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK NITROGEN DAN INTERVAL PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR DI LAHAN PASIR PANTAI | Lahan pasir pantai dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan produksi bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menentukan dosis pupuk N yang paling efektif bagi pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di lahan pasir pantai, (2) menentukan interval pemberian pupuk organik cair yang paling efektif bagi pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di lahan pasir pantai, dan (3) mengetahui interaksi dosis pupuk N dan interval pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di lahan pasir pantai. Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai November 2017 di lahan pasir pantai Jetis, Desa Banjarsari, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu dosis pupuk Nitrogen (N) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu N1= dosis 100%, N2= dosis 60%, dan N3= dosis 20%. Faktor kedua yaitu interval pemberian pupuk organik cair (POC) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu I1= 4 hari sekali, I2= 9 hari sekali, dan I3= 14 hari sekali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F, apabila terdapat keragaman dilanjutkan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan, perlakuan yang paling efektif meningkatkan perumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di lahan pasir pantai yaitu dosis pupuk N 60% dengan potensi hasil sebesar 9,79 t/ha, interval POC 4 hari sekali dengan potensi hasil sebesar 9,71 t/ha, dan kombinasi interval POC 4 hari sekali dengan dosis pupuk N 60% dengan potensi hasil sebesar 12,63 t/Ha. | Coastal sand can be used as an alternative to increase shallot production. This research aims to: (1) determine the dose of N fertilizer which is most effective for the growth and yield of shallot crops in coastal sand, (2) to determine the interval of liquid organic fertilizer which is most effective for the growth and yield of shallot crops in coastal sand and (3) to know the interaction dose of N fertilizer and the interval of organic liquid fertilizer on the growth and yield of shallot crops in coastal sand. The study was conducted from September to November 2017 at Jetis coastal sandy land, Banjarsari village, Nusawungu sub-district, Cilacap regency and Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research design used is Randomized Complete Block Design (RCBD) with two factors. The first factor is the dose of nitrogen fertilizer (N) consisting of 3 levels, ie N1 = 100% dose, N2 = 60% dose, and N3 = 20% dose. The second factor is the interval of giving liquid organic fertilizer (POC) consisting of 3 levels, ie I1 = interval 4 days, I2 = interval 9 days, and I3 = interval 14 days. The variables observed were plant height, leaf number, leaf length, leaf area, leaf greenness, root length, root number, bulbs number, bulbs diameter, fresh and dry plant weight, fresh and dry root weight, fresh and dry leaf weight, fresh and dried bulbs weight, and fresh bulbs yield. The data obtained were analyzed using F test, if there is diversity followed test by Duncan Multiple Range Test (DMRT) of 5% level. The results showed the most effective treatment to increase the growth and yield of shallot crop on coastal sand land that is the dosage of N 60% fertilizer with yield potential of 9,79 t / ha, POC interval once every 4 days with potential yield of 9,71 t / ha , and a combination of 4-day POC interval and 60% N fertilizer dose with a yield potential of 12,63 t / ha. | |
| 18048 | 21028 | G1B011061 | PERILAKU SEKSUAL KIMCIL DI AREA LOKAWISATA BATURRADEN | ABSTRAK Latar Belakang: Kimcil merupakan remaja yang berusia 14-19 tahun yang rata-rata masih pelajar SMP sampai SMA yaitu remaja melakukan pergaulan bebas dengan tujuan menarik laki-laki dan rela menjual tubuhnya dan balasan berupa materi sesuai apa yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku seksual kimcil di Area Lokawisata Baturraden. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Informan utama terdiri dari 4 orang kimcil dan informan pendukung terdiri dari 2 orang teman dan 3 orang pelanggan yang diperoleh menggunakan teknik snowball sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan tahapan analisis data penelitian kualitatif. Hasil: Perilaku seksual para kimcil antara lain kissing, necking, petting serta intercourse. Kimcil melakukan hubungan seksual tidak menggunakan kondom. Kimcil tahu terkait resiko yang dihadapi namun tidak mengerti secara mendalam riwayat alamiah dari HIV, sehingga mereka tidak merasa beresiko. Beberapa faktor pendorong kimcil melakukan perilaku seksual adalah keadaan rumah yang brokenhome, ekonomi keluarga rendah serta komunikasi dengan orang tua sangat terbatas. Teman pergaulan kimcil ada yang memiliki aktivitas yang sama. Kimcil pernah mengakses video pornografi. Imbalan yang diperoleh berupa uang, tas, baju, voucher pulsa dan belanja. Kesimpulan: Perilaku seksual para kimcil antara lain kissing, necking, petting dan intercourse. Kimcil melakukan perilaku seksual menyimpang didominasi karena alasan ekonomi, keluarga yang broken home, teman pergaulan dan akses video pornografi. Kata kunci: Perilaku Seksual, Kimcil, Remaja | ABSTRACT Background: Kimcil is a teen aged 14-19 years in which the average junior high school students to high school, do free association, with the aim of attracting men and being willing to sell her body as well as get a reply in the form of material match what they want. This research aimed to know the sexual behavior of kimcil in Baturraden tourism area. Methods: This research was descriptive qualitative. The main informant were 3 people and the support informant were 2 friends and 3 of kimcil’s customers, by snowball sampling technique. Data collection technique used indepth interviews. Data analysis used qualitative research data analysis stages. Result: Sexual behavior of the kimcils were kissing, necking, petting and intercourse. Kimcil have sex without using condoms. Kimcil know the risk is severe, but do not understand deeply the natural history of HIV, so they do not feel at risk. Some of the factors driving kimcil to have free sexual behavior are the state of the house is damaged, the family economy is low, and the communication with parents is very limited. Kimcil’s friends have the same activity. Kimcil never access the video pornography. Rewards are obtained in the form of money, bags, clothes, mobile phone voucher and shopping. Conclusion: Sexual behavior of the kimcils were kissing, necking, petting and intercourse. Kimcil do sexual behaviour deviant dominated because of economic factors, a broken home family, friends and access to pornographic videos. Keywords: Sexual Behaviour, Kimcil, Youth | |
| 18049 | 21029 | C1C012129 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI PADA UKM DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini melakukan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan informasi akuntansi pada usaha kecil dan menengah. Pengujian pengaruh skala usaha, jenjang pendidikan, masa memimpin, pelatihan akuntansi, umur usaha, persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan penggunaan terhadap penggunaan informasi akuntansi pada usaha kecil dan menengah menggunakan analisis berganda. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris tentang penggunaan informasi akuntansi usaha kecil dan menengah di Kabupaten Banyumas. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 94 UKM dibidang dagang, manufaktur dan jasa yang terdaftar yang terdaftar di Dinakerkop dan UKM Kabupaten Banyumas. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode sensus. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup kepada manajer akuntansi atau pemilik UKM. Hasil pengujian menunjukkan bahwa secara parsial kecuali jenjang pendidikan dan persepsi kegunaan, variabel skala usaha, masa memimpin, pelatihan akuntansi, umur usaha dan persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh positif terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UKM di kabupaten Banyumas. | This research conducted a study of which factors influencing on accounting information application at the of small and medium enterprises. The investigaton on influence of business scale, owner education, lead time, training on accounting, firm age, perceived usefulness, and perceived ease of use on accounting information application of SMEs used multi regresion analysis. The objective of this study was to provide empirical evidence of accaounting information application at small and medium enterprises in Banyumas Regency. The population in this study were amounted to 94 SMEs in the field of trade, manufacture and services that listed on Dinakerkop and SMEs Banyumas Regency. The sampling technique in this study using census method. Data collection method were used in this study isclosed-ended questionnaire to accounting manager or owner of SMEs. The results of this study indicated that partial of the variable except owner education and perceived usefulness, business scale, lead time, training on accounting, firm age and perceived ease of use control positive influence in the use of accounting SMEs in Banyumas Regency. The results of this study indicate that partial of the variable except owner education and perceived usefulness, business scale, lead time, training on accounting, firm age and perceived ease of use control positive influence on interest in the use of accounting SMEs in Banyumas Regency. | |
| 18050 | 21030 | F1D012057 | PEREMPUAN SYIAH DAN GERAKAN SOSIAL BARU: PERJUANGAN KEBEBASAN BERAGAMA MUSLIMAH AHLULBAIT INDONESIA DI JAKARTA | Penelitian ini membahas tentang gerakan perempuan Syiah melalui organisasi Muslimah Ahlulbait Indonesia dalam memperjuangkan kebebasan beragama di Jakarta. Hal ini dikarenakan, keberadaan Syiah sebagai salah satu mazhab dalam Islam mengalami diskriminasi di tengah mazhab mainstream yang ada di Indonesia, yaitu Sunni. Diskriminasi terhadap kelompok Syiah di Indonesia termanifestasi dalam bentuk double stereotyping terutama bagi perempuan Syiah. Maka dari itu, fokus kajian diarahkan pada proses dan capaian gerakan dari Organisasi Muslimah Ahlulbait Indonesia untuk mendapatkan hak-hak kebebasan beragama. Dalam penulisannya, penelitian ini menggunakan perspektif pascastrukturalis dengan paradigma kritis dan pendekatan fenomenologi. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa gerakan perempuan Syiah melalui organisasi MAI dalam memperjuangkan kebebasan beragama di Jakarta merupakan bentuk dari gerakan reformis. Karena, gerakan perempuan Syiah melalui organisasi MAI lahir sebagai reaksi dari adanya inkonsistensi pemerintah dalam melindungi hak kebebasan beragama bagi kelompok minoritas seperti Syiah. Karena gerakan MAI berada dalam tataran ingin mengubah inkonsistensi pemerintah dalam melindungi HAM dan nilai terkait kebebasan beragama menjadi isu utama. Dalam proses gerakannya sendiri, MAI menggunakan beberapa strategi diantaranya adalah selain memperkuat infrastruktur organisasi melalui rekruitmen dan penyebar luasan wilayah cakupan organisasi, MAI juga melakukan strategi networking dengan membentuk jaringan dengan aktor-aktordan organisasi sosial yang dianggap berpengaruh seperti Sinta Wahid, KOWANI, HKTI, Pihak Kementerian PP&PA, akademisi dari UI, UIN Syarif Hidayatullah dan Universitas Paramadina. Selain itu, penerapan prinsip taqiyah juga dapat dikatakan merupakan strategi kulit bawang yang dilakukan MAI dalam membungkus program-program yang dilakukan, meskipun memang prinsip taqiyah sendiri merupakan penegasan dari dampak minimnya perlindungan negara terhadap kebebasan beragama. Dari sisi mobilisasi sumberdaya berupa materil dan non-materil juga diupayakan MAI meski segalanya belum dalam bentuk tetap dan mandiri. | This research examine about Syiah’s women movement through Moeslemah Ahlulbait Indonesia (MAI) organization in struggle for freedom to have a religion in Jakarta. Syiah, as one of the mahzabs in Islam, experienced discrimination among other mahzabs in Indonesia, which is Sunni. Discrimination towards Syiah in Indonesia manifested in double stereotyping, especially towards Syiah’s women. Therefore, this research focused to the processes and achievements of Muslimah Ahlulbait Indonesia organization to achieve the rights to have a religion. This research use qualitative method with fenomenology approach and critical paradigm as its result and discussion base. The result of this research revealed that Syiah’s women movement through MAI is a form of reformer movement. That is because Syiah’s women movement through MAI appeared as a reaction towards government inconsistency in protecting the rights to have a religion for minority like Syiah. MAI’s movement wants to change the government inconsistency in protecting human rights and value related to freedom to have a religion, and it becomes the main issue. In the process, MAI used some strategies, such as strengthen the organization infrastructure through recruitment and expanding the organization’s scope. MAI also used networking strategy in building relationship with actors and social movement who are influential such as Sinta Wahid, KOWANI, HKTI, PP & PA Ministry Party, and academicians from University of Indonesia, University of Nation Moslem Syarif Hidayatullah, and Paramadina University. In addition, taqiyah principle is also one of the strategies that MAI used. This principle can be called as onion peel strategy in conceal every MAI programs, although this principle is a confirmation of the impact caused by the weakness of government’s protection. From mobilization side, MAI still make efforts to fulfill material and nonmaterial resources, despite it’s not in a permanent shape. | |
| 18051 | 21354 | F1D013030 | Relasi Aktor antara Pengusaha dengan Birokat dalam Pembangunan Perumahan Sapphire Mediterania di Desa Wiradadi Kecamatan Sokaraja Pada Tahun 2013-2017 | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembangunan Perumahan Sapphire Mediterania yang berlokasikan di Desa Wiradadi Kecamatan Sokaraja dan pola relasi aktor yang melingkupi proses pembangunan perumahan terkait. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus yang dibingkai dalam perspektif strukturalis dan paradigma konstruktivisme, hasil penelitian yang dilakukan mengungkapkan bahwasannya dalam proses pembangunan Perumahan Sapphire Mediterania turut melahirkan relasi aktor antara pengusaha yang dalam hal ini diwakili oleh PT Mitra Sapphire Sejahtera dengan elit birokrat di tingkat kabupaten dan pemerintahan di tingkat desa. Lahirnya relasi kuasa antar aktor ini sendiri tidaklah dapat dipisahkan dari kepentingan ekonomi yang dibawakan oleh pihak pengembang berupa ketersediaan lahan pembangunan, kesesuaian zonasi kawasan pada lahan pembangunan, dan ketersediaan lahan untuk pembangunan fasilitas umum dan fasilitas sosial dalam perumahan. Adapun relasi kuasa antar aktor dalam pembangunan Perumahan Sapphire Mediterania menunjukkan kepada suatu pola relasi patronase. Dalam pola relasi patronase tersebut pihak pengembang perumahan berperan sebagai klien dan elit birokrat di tingkat kabupaten serta pemerintahan di tingkat desa sebagai patron. Adapun pihak yang diuntungkan dalam relasi aktor ini adalah pihak pengembang, sedangkan Pemerintah Desa Wiradadi dan pemilik lahan di sekitar lokasi pembangunan Perumahan Sapphire Mediterania menjadi pihak yang dirugikan. | This research article aims to describe the process of development of Sapphire Mediterania Housing located in Wiradadi Village, Sokaraja Subdistrict and the pattern of actor relation covering the related housing development process. By using qualitative method and case study approach framed in structuralist perspective and constructivism paradigm, the result of the research revealed that in the development process of Sapphire Mediterania Housing also gave birth to actor relationship between the entrepreneurs in this case represented by PT Mitra Sapphire Sejahtera with elite bureaucrat at the level district and government at the village level. The emergence of power relations among actors can not be separated from the economic interests brought by the developer in the form of the availability of development land, the suitability of zoning area on the development land, and the availability of land for the construction of public facilities and social facilities in housing. The power relationships between actors in the construction of Sapphire Mediterania Housing show a pattern of patronage relations. In the pattern of patronage relations, the housing developer acts as a client and elite bureaucrat at the district level and the government at the village level as a patron. The beneficiaries in this actor relationship are the developers, while the Wiradadi Village Government and landowners around the construction site of the Sapphire Mediterania Residences are the disadvantaged. | |
| 18052 | 21032 | H1E013015 | Analisa Zona Lemah (Amblesan) Jalan Utama Ajibarang - Gumelar Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis | ABSTRAK Penelitian menggunakan metode geolistrik resisitivitas telah dilakukan untuk mengetahui struktur bawah permukaan serta keberadaan zona lemah di Desa Karangbawang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. Konfigurasi yang digunakan pada metode ini adalah konfigurasi Wenner sebanyak dua lintasan dan konfigurasi Schlumberger sebanyak tiga lintasan dengan panjang masing-masing 200 m. Hasil inversi penampang 2D konfigurasi Wenner terdapat tiga lapisan yang terdiri dari batuan pasir halus dengan nilai resistivitas 02,00 – 06,32 Ωm, batuan napal dengan nilai resistivitas 06,32 – 03,43 Ωm dan batu pasir gampingan dengan nilai resistivitas 12,00 – 24,30 Ωm. Hasil inversi pada penampang log 1D konfigurasi Schlumberger terdapat tiga lapisan yang terdiri batuan pasir halus dengan nilai resistivitas 00,98 – 216,42 Ωm, batuan napal dengan nilai reisistivitas 10,03 – 13,85 Ωm dan nilai resistivitas sekitar 23,90 – 101,38 Ωm diinterpretasi sebagai batu pasir gampingan serta terbukti adanya zona lemah di kawasan ini dan ditemukan zona lemah baru pada titik pengukuran ±140 m - ±.180 m. Berdasarkan hasil kedua konfigurasi di dapatkan hasil yang berbeda untuk itu diambil salah satu yang dipakai sebagai acuan yaitu hasil dari konfigurasi wenner karena pengambilan data pada saat kondisi tanah kering dan cuaca cerah.. Selain itu hasil penelitian juga menunjukkan adanya zona lemah yang berada di bawah permukaan zona amblesan dan zona-zona lemah lain di luar kawasan zona amblesan. Zona lemah diinterpretasi sebagai lapisan batupasir halus yang bersifat lunak dan tidak kompak. Sedangkan zona lemah lain yang berada di luar zona amblesan diindikasikan berpotensi menjadi penyebab terjadinya amblesan baru pada jalan raya. | ABSTRACT Research using geolistrik resisitivitas method has been done to know the subsurface structure and existence of weak zone at Karangbawang Village Ajibarang Sub-district of Banyumas Regency. The configuration used in this method is the Wenner configuration of two paths and the Schlumberger configuration of three paths with a length of 200 m each. The result of the inversion of Wenner 2D configuration section consists of three layers consisting of fine sand rocks with resistivity value 02.00 - 06.32 Ωm, napal rock with resistivity value 06.32 - 03.43 μm and sandstone gampingan with resistivity value 12.00 - 24.30 Ωm. The inversion result at log 1D section of Schlumberger configuration there are three layers consisting of fine sandstone with resistivity value 00,98 - 216,42 Ωm, napal rock with reisis value 10,03 - 13,85 Ωm and resistivity value about 23,90 - 101 , 38 Ωm was interpreted as a gampingan sandstone and proved to be a weak zone in the region and found a new weak zone at the point of measurement ±140 m - ±.180 m. Based on the result of both configurations obtained different result for it taken one used as a reference that is the result of the configuration of wenner for data retrieval at the time of dry soil condition and sunny weather. Beside the results of the research also show a weak zone beneath of the subsidence zone surface and found some others weak zones outside of the subsidence zone. The weak zone in this area is interpreted as fine sandstone that softly and not compactly. While the others weak zones that located outside of the subsidence zone are indicated potentially to be the cause of a new subsidence on the highway. | |
| 18053 | 21983 | B1J013144 | PERKEMBANGAN JARINGAN NEFROGENIK PADA EMBRIO DAN LARVA IKAN NILEM (Osteochilus vittatus) DALAM MEDIUM YANG MENGANDUNG POTASSIUM DICHROMATE (K2Cr2O7) | Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perkembangan jaringan nefrogenik embrio dan larva ikan nilem dalam medium yang mengandung potassium dichromate dan mengetahui batas aman konsentrasi potassium dichromate bagi perkembangan jaringan nefrogenik embrio dan larva ikan nilem. Hasil penelitian menunjukkan, jaringan nefrogenik yang terbentuk pada fase embrional ikan nilem adalah duktus primordium dan duktus pronefros. Waktu kumulatif jaringan nefrogenik embrio mulai teramati pada organogenesis hingga pra-penetasan. Laju pembentukan duktus secara signifikan (p<0.01) terhambat pada embrio dengan yang dipapar 80 ppm potassium dichromate. Pada konsentrasi 80 ppm, proporsi embrio abnormalitas secara signifikan lebih tinggi dari kontrol (p<0.01) ditandai dengan adanya edema yolk sac, cardiac edema, dan spine curvature. Pada larva umur 1 hingga 4 hari, struktur pronefros belum tampak terpengaruh oleh paparan potassium dichromate. Larva umur 2 hari yang dipapar potassium dichromate memiliki diameter tubulus lebih kecil (p<0.01) dan luas ginjal yang lebih sempit (p<0,05) dibanding kontrol. Larva umur 4 hari dari kelompok uji memiliki diameter kapsula Bowman lebih besar (p<0,05) namun diameter glomerulus relatif sama dengan kontrol (p>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perkembangan jaringan nefrogenik pada embrio dan larva yang diberi potassium dichromate berlangsung lebih lambat dan mengalami abnormalitas; batas aman konsentrasi potassium dichromate untuk perkembangan normal jaringan nefrogenik embrio dan larva nilem adalah 60 ppm. | The purpose of this study were to evaluate the development of nephrogenic tissue of bony lip barb embryo and larvae incubated in media containing potassium dichromate and to determine potassium dichromate concentration favourable for the nephrogenic tissue of bony lip barb embryo and larvae. The results showed that the nephrogenic organ development in the bony lip embryo was initiated as primordial ducts and pronephric ducts. The cumulative time of nephrogenic tissue development in the embryo was recorded from organogenesis stage untuil pre-hatching. The exposure of potassium dichromate at 80 ppm significantly (p<0.01) slowed down the formation of primordial and pronephric ducts and increased the proportion of abnormal embryo as indicated by yolk sac edema, cardiac edema, and spine curvature. The nephrogenic tissue development continued upon hatching; potassium dichromate did not affect the pronephros structure of the 1 dph until 4 dph larvae but it hinder the increase tubule diameter (p<0.01) and nephros area of 2 dph larvae (p<0,05). The 4 dph larvae exposed to potassium dichromate have larger Bowman’s capsule (p<0,05) with normal glomerulus (p>0,05). In conclusion, the nephrogenic tissue of the embryo and larvae exposed to potassium dichromate developed more slowly and has abnormalities; the maximum concentration of potassium dichromate suitable for normal nephrogenic tissue development of the bony lip barb embryo and larvae was 60 ppm. | |
| 18054 | 21034 | F1C013084 | Resepsi Penonton Perempuan terhadap Isu Pernikahan Dini dalam Serial India Anandhi | Penelitian ini mengkaji tentang resepsi penonton perempuan terhadap isu pernikahan dini dalam serial Anandhi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui resepsi perempuan dewasa terhadap isu pernikahan dini yang direpresentasikan ke dalam film dengan mengeksplorasi Muted Group Theory. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis resepsi, yang menyatakan bahwa khalayak aktif dalam memaknai teks media. Metode pengumpulan data dengan dua cara yaitu Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan diferensiasi latar belakangnya. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu secara umum, keseluruhan informan penonton perempuan tidak menerima begitu saja pemaknaan yang ditawarkan oleh tayangan. Mereka secara kritis memaknai tayangan berdasarkan sudut pandangnya masing-masing. Ditemukan tiga faktor yang signifikan terhadap keberagaman pemaknaan informan, yaitu usia dan pengalaman hidup, pendidikan dan pola pikir, serta kondisi ekonomi informan. Dari hasil analisis spectrum of reading David Morley, kelompok oppositional reading terdiri dari delapan informan yang tersebar dari kedua kelompok. Sedangkan kelompok dominant reading dan negotiated reading masing-masing terdapat satu informan yang berasal dari kelompok dewasa madya. | This study examines the reception of female audiences on the issue of early marriage in the Anandhi series. This study was conducted to find out the reception of adult women on the issue of early marriage that is represented into the film by exploring Muted Group Theory. This research is a qualitative research with the method of reception analysis, which states that the audience is active in interpreting media texts. Data collection methods in two ways are Focus Group Discussion (FGD) and in-depth interview. Determination of informants using purposive sampling technique and divided into two groups based on the background differentiation. The result of this research is that in general, all female audience informants do not accept the meaning offered by the impression. They critically interpret the impressions based on their respective point of view. Three factors were found to be significant on the diversity of informants, which are age and life experience, education and mindset, and economic condition of informants. From the analysis of David Morley’s spectrum of reading, oppositional reading group consisted of eight informants spread from both groups. While the dominant reading and negotiated reading groups each have an informant from the middle adult group. | |
| 18055 | 21036 | D1E013102 | DAYA IKAT AIR DAN SUSUT MASAK DAGING AYAM NIAGA PETELUR AFKIR DIBALUR NANAS (Ananas comosus L. Merr) DENGAN LAMA BERBEDA | Tujuan penelitian mengkaji lama pembaluran menggunakan ekstrak buah nanas terhadap daya ikat air dan susut masak daging ayam niaga petelur afkir. Materi yang digunakan daging bagian dada sebanyak 200 g dan ekstrak nanas 160 ml. Dosis yang digunakan pada setiap perlakuan adalah pembaluran ekstrak nanas sebanyak 10 ml, dengan waktu pembaluran yang berbeda yaitu : (P0) sesaat (kontrol), (P1) 2 menit, (P2) 4 menit, (P3) 6 menit, (P4) 8 menit. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian diperoleh rataan daya ikat air masing – masing yaitu : (P0) 31,98% ± 1,58; (P1) 35,56% ± 5,47; (P2) 32,07% ± 0,95; (P3) 32,85% ± 1,42; dan (P4) 32,82% ± 1,46, sedangkan rataan susut masak masing – masing (P0) 57,53% ± 1,89; (P1) 61,31% ± 2,66; (P2) 59,7% ± 6,42; (P3) 56,22% ± 1,26; dan (P4) 56,82% ± 1,30. Hasil pembaluran daging menggunakan ekstrak nanas selama sesaat, 2, 4, 6, dan 8 menit berpengaruh tidak nyata terhadap daya ikat air dan susut masak. Kesimpulan semakin lama waktu pembaluran daging menggunakan ekstrak nanas sampai dengan 8 menit diperoleh daya ikat air dan susut masaknya relatif sama. | The research purpose of assessing long time channeling meat with pineapple extract to the water holding capacity and cooking losses of commercial laying chicken culled. The material used is chicken chest as much as 200 g and 160 ml pineapple extract. The dose used in each sample treatment is 10 ml, the treatment time channeling different, namely (P0) shortly (control), (P1) for 2 minutes, (P2) for 4 minutes, (P3) for 6 minutes, (P4) for 8 minutes. The method used was experimental and the design used was completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. Results showed that the average water holding capacity (P0) 31.98% ± 1.58; (P1) 35.56% ± 5.47; (P2) 32.07% ± 0.95; (P3) 32.85 % ± 1.42; and (P4) 32.82% ± 1.46. Mean cooking losses measurement is (P0) 57.53% ± 1.89; (P1) 61.31% ± 2.66; (P2) 59.7% ± 6.42; (P3) 56.22% ± 1.26; and (P4) 56.82% ± 1.30. Results channeling meat using extracts of pineapple for a moment, 2, 4, 6, and 8 minutes no real effect on the water holding capacity and cooking losses. Concluded the longer it channeling meat using pineapple extract up to 8 minutes of obtained water holding capacity and cooking losses are relatively similar. | |
| 18056 | 21035 | H1D013084 | PENGARUH TEMPERATUR PADA BETON BERAGREGAT PLASTIK TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS BETON | Pemanasan yang dialami beton mengakibatkan perubahan mendasar dari sifat-sifat beton. Atas dasar hal tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh kuat tekan dan modulus elastisitas setelah beton dipanaskan. Pemanasan dilakukan dengan band heater pada temperatur 90°C. pasir yang digunakan dalam pelapisan agregat adalah pasir Sungai (Cimangkok) dengan gradasi lolos saringan no.12 tertahan saringan no.30 dan lolos saringan no.30 tertahan saringan no.200. Agregat halus menggunakan pasir merapi dengan semen PPC dan air dengan Fas 0.3. Benda uji yang digunakan untuk kuat tekan berbentuk silinder ukuran 10cm x 20cm. Sedangkan untuk mencari modulus elastisitasnya menggunakan benda uji silinder ukuran 15cm x 30cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan beton rata-rata menurun dengan adanya pemanasan. Beton yang telah dipanasi pada temperature 90°C, Kuat tekan rata-rata beton berkurang menjadi 86.12%, dan 90.31% dari kuat tekan beton normal (tidak dipanaskan). Nilai Modulus Elastisitas beton juga berkurang dari 17983.82 MPa dan 22108.57 MPa setelah pemanasan didapat nilai sebesar 10222.45 MPa, 6790.86 MPa, 11567.26 MPa dan 14000.07 MPa. | The heating that concrete experienced, results a change in the properties of the concrete. By that, the purpose of this study is to find out the effect on compressive strength and modulus of elasticity after the concrete is heated. Heating is done with a heater band at 90°C. The sand that used as aggregate coating is River Sand (Cimangkok) with gradation of passed mess no.12 retained mess no.30 and passed mess no.30 retained mess no.200. Fine aggregate using merapi sand with PPC cement and water with water cement ratio of 0.3. The sample that used for the compressive strength are 10 cm x 20 cm cylindricals. While to find the modulus of elasticity using 15 cm x 30 cm cylindrical test object. The results showed that the compressive strength of the average concrete decreased with the heating. The concrete was heated at 90°C, the averege concrete strength decreased to 86.12%, and 90.31% than the normal concrete compressive strength (not heated). The value of the modulus of elasticity of concrete also decreased from 17983.82 MPa and 22108.57 MPa to 10222.45 MPa, 6790.86 MPa, 11567.26 MPa and 14000.07 MPa after heating. | |
| 18057 | 21039 | D1E012334 | PENGARUH POC TERHADAP JUMLAH DAUN DAN LUAS DAUN RUMPUT GAJAH DEFOLIASI KETIGA | Penelitian bertujuan mengkaji pemberian level suplementasi herbal terhadap Jumlah Daun Dan Luas Daun Rumput Gajah. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 12 April 2017 sampai dengan 12 Mei 2017, bertempat di Eksperimental Farm Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, materi yang digunakan adalah rumput gajah (Pennisetum purpureum) sebanyak 648 stek, pupuk padat organik granul suplementasi pupuk cair urin sapi bunting dan herbal, cangkul, sabit, meteran, alat ukur, alat hitung dan pensil. Metode penelitian yang digunakan adalah eksferimental dan rancangan yang digunakan adalah RAL (Rancangan acak lengkap) dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa rataan jumlah daun rumput gajah untuk P1d1, P1d2, P1d3 berturut-turut adalah (12,46), (12), (12,46), untuk P2d1, P2d2, P2d3 berturut-turut adalah (13), (11,26), (12,13), untuk P3d1, P3d2, P3d3 berturut-turut adalah (12,86), (13), (12,46), untuk P4d1, P4d2, P4d3 berturut-turut adalah (12,33), (12,8), (12,53). dan nilai rataan luas daun rumput gajah (Pennisetum purpureum) untuk P1d1, P1d2, P1d3 berturut-turut adalah (275,33 cm ), (259,015 cm 2 ), (277,665 cm 2 ), untuk P2d1, P2d2, P2d3 berturut-turut adalah (296,945 cm ), (315,145 cm 2 ), (257,845 cm 2 ), untuk P3d1, P3d2, P3d3 berturut-turut adalah (258,08 cm ), (278,215 cm 2 ), (427,94 cm 2 ), untuk P4d1, P4d2, P4d3 berturut-turut adalah (304,51 cm ), (375,04 cm 2 ), (259,895 cm 2 ). Hasil analisis variansi pada jumlah daun rumput gajah jenis pupuk dan dosis pupuk tidak berpengaruh nyata terhadap peningkatan jumlah daun rumput gajah. Hasil analisis variansi luas daun rumput gajah jenis pupuk dan dosis pupuk tidak berpengaruh nyata terhadap peningkatan luas daun rumput gajah. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa, Pemupukan pupuk organik cair herbal ada kecenderungan dapat meningkatkan terhadap jumlah daun rumput gajah. Pemupukan pupuk organik cair herbal ada kecenderungan dapat meningkatkan terhadap luas daun rumput gajah. Dosis terbaik pupuk organik cair herbal adalah D2 yaitu sebanyak 540 l/ha. 2 2 2 2 | The study aimed to assess the provision of herbal supplementation level on the Total Leaves and width of elephant Grass. The research was conducted from April 12, 2017 to May 12, 2017, at the Experimental Farm of Faculty of Animal Husbandry of General Soedirman University. The materials used were 648 stem sticks of elephant grass (Pennisetum purpureum), granule organic fertilizer, urine of pregnant cow and herbal, hoes, sickles, gauges, counters and pencils. The research method used was eksperimental and the design used was CRD (completely randomized design) with 12 treatments and 3 replications. The results showed that the average number of elephant grass leaves for P1d1, P1d2, P1d3 were (12.46), (12), (12.46), for P2d1, P2d2, P2d3 respectively were (13), (11.26), (12.13), for P3d1, P3d2, P3d3 were (12.86), (13), (12.46), for P4d1, P4d2, P4d3 respectively were (12.33), (12.8), (12.53). and the mean value of elephant grassle of width (Pennisetum purpureum) for P1d1, P1d2, P1d3 were (275.33 cm2), (259.015 cm2), (277.665 cm2), for P2d1, P2d2, P2d3 respectively were (296.945 cm2), (315.145 cm2), (257.845 cm2), for P3d1, P3d2, P3d3 respectively were (258.08 cm2), (278.215 cm2), (427.94 cm2), for P4d1, P4d2, P4d3 respectively were (304.51 cm2), (375.04 cm2), (259.895 cm2). The results of variance analysis of the type of fertilizer and fertilizer dose on the number of leaves of elephant grass did not significantly affect the increase of elephant grass leaf number. The results of analysis of variance of fertilizer and fertilizer dose on elephant grass leaf width did not significantly affect the increase of elephant grass leaf width. Based on the results of the analysis and discussion it can be concluded that, liquid organic fertilizer and herbs gave a tendency to increase the number of elephant grass leaves. liquid organic fertilizer and herbs gave a tendency to increase the elephant grass leaf width. The best dose of liquid organic herbal fertilizer is D2 that is as much as 540 l/ha. | |
| 18058 | 21040 | C1K013030 | The Effect of Non-monetary Sales Promotion toward Brand Image and Product Knowledge on Purchase Intention with Price Discount as a Moderating Variable (Study at Sophie Paris in Purwokerto) | Indonesia dinilai sebagai pasar yang potensial untuk bisnis fesyen, hal tersebut membuat tren fesyen di Indonesia tumbuh sangat cepat. Sophie Paris sebagai yang terdepan dalam penjualan tas sejak 1994 mencoba untuk memenuhi kebutuhan mode tas di Indonesia. Sophie Paris menerapkan strategi promosi penjualan non-moneter untuk meningkatkan penjualan produknya untuk menciptakan citra merek dan pengetahuan produk dari perusahaan. Tetapi, dengan meningkatnya persaingan dalam aktivitas perusahaan yang bergerak dalam bidang tas fesyen, sangat penting bagi Sophie Paris untuk menganalisis bagaimana pengaruh dari strategi promosi penjualan non-moneter terhadap citra merek dan pengetahuan produk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari promosi penjualan non-moneter terhadap citra merek dan pengetahuan produk dan minat beli dengan harga diskon sebagai variabel moderasi pada Sophie Paris Purwokerto. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei pada konsumen Sophie Paris di Purwokerto dengan sample 157 responden. Dengan menggunakan alat analisis SEM, hasil dari penelitian ini adalah bahwa promosi penjualan non-moneter mempunyai pengaruh positif terhadap citra merek dan pengetahuan produk, citra merek dan pengetahuan produk mempunyai pengaruh positif terhadap minat beli, dan harga diskon memoderasi pengaruh kausal antara citra merek dan minat beli tetapi tidak memoderasi pengaruh kausal antara pengetahuan produk dan minat beli. | Indonesia is seen as a potential market for fashion business, it makes fashion trend in Indonesia growing very rapidly. Sophie Paris as the leader of the bag sales since 1994 is attempting to meet the needs of the bag style in Indonesia. Sophie Paris applies strategy of non-monetary sales promotion to boost its product sales to create brand image and product knowledge of the company. But with the increasing competition of company activities that move in the field of fashion bag, it is very important to Sophie Paris to analyze how the influence of strategy non-monetary sales promotion on brand image and product knowledge. The purpose of this study is to analyze the effect of non-monetary sales promotion toward brand image and product knowledge on purchase intention with price discount as moderating variable in Sophie Paris Purwokerto. This research is a quantitative research with survey method on consumers of Sophie Paris in Purwokerto with the sample of 157 respondents. By the analysis tool of SEM, the results of this study are that non-monetary sales promotion has a positive effect toward brand image and product knowledge, brand image and product knowledge has a positive effect toward purchase intention, and price discount moderate causal effect between brand image and purchase intention but does not moderate causal effect between product knowledge and purchase intention. | |
| 18059 | 21620 | E1A111099 | TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG (Studi Putusan Nomor: 174/Pid.Sus/2016/PN.Gto) | ABSTRAK Perdagangan orang adalah tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat, sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut, baik yang dilakukan di dalam negara maupun antar negara, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penerapan unsur-unsur tindak pidana Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dalam perkara pidana nomor : 174/Pid.Sus/2016/PN.Gto dan mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana perkara nomor 174/Pid.Sus/2016/PN.Gto. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif. Bahan hukum yang diperoleh dianalisis secara kualitatif, yaitu analisis yang dilakukan dengan cara memahami dan merangkai bahan hukum yang telah dikumpulkan dan disusun secara sistematis dan diuraikan dengan secara bermutu dalam kalimat yang teratur, runtut, dan logis, kemudian ditarik simpulan. Simpulan hasil penelitian ini adalah penerapan unsur-unsur tindak pidana Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dalam perkara pidana nomor : 174/Pid.Sus/2016/PN.Gto telah sesuai dengan perbuatan yang diancam karena seluruh unsur-unsur tindak pidana perdagangan orang yang didakwakan kepada terdakwa oleh Jaksa Penuntut Umum telah dibuktikan kebenarannya di depan pengadilan. Dasar pertimbangan hakim dalam penjatuhan pidana perkara nomor 174/Pid.Sus/2016/PN.Gto. adalah berdasarkan yuridis yaitu terpenuhinya unsur-unsur yang terkandung dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, maka sudah cukup alasan untuk menyatakan perbuatan terdakwa tersebut telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal yang disangkakan yaitu unsur-unsur tindak pidana pada Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Selain itu, hakim juga mempertimbangkan hal-hal yang meringankan maupun memberatkan terdakwa yang termasuk dalam pertimbangan sosiologis. Hakim sebagai tokoh yang menentukan setiap putusan dalam pengadilan diharapkan bersikap adil, bijaksana, harus dapat menempatkan dimana keadilan, kepatutan, dan kebiasaan-kebiasaan dalam masyarakat sebagai dasar untuk menjatuhkan sanksi pidana, khususnya dalam mengangani tindak pidana perdagangan orang dengan memberikan sanksi seberat-beratnya bagi pelaku untuk memberikan efek jera agar tidak mengulangi perbuatannya dikemudian hari. Untuk masyarakat, hendaknya meningkatkan kesadarannya akan dampak negatif dari tindak perdagangan orang dan ikut berperan aktif dalam memberantas praktek trafficking dengan memberikan informasi yang benar dan tidak mudah percaya begitu saja jika ada tawaran pekerjaan dengan gaji yang tinggi sehingga tujuan pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dapat tercapai. Kata kunci : Tindak Pidana, Perdagangan Orang | The CRIME TRADE PEOPLE (study the verdict Number: 174/Pid. Sus/2016/PN. GTO) Dena Widya Laksana, Budiyono, Setya Wahyudi Program Sarjana Ilmu Hukum, Universitas Jenderal Soedirman Email: dennawidyalaksana@gmail.com ABSTRACT Trades people is the Act of recruitment, transportation, shelter, delivery, transfer, or receipt of a person under threat of violence, use of violence, abduction, illegal confinement, forgery, fraud, abuse of power or vulnerable position, penjeratan debt or give pay or benefits, so obtaining the consent of a person having control over another person, both conducted in the country as well as between countries, for purposes of exploitation or result in people are being exploited. The objective of this research is to know the application of elements of criminal offence article 2 paragraph (1) of Act No. 21 of the year 2007 on the eradication of criminal acts of criminal Insider Trading number: 174/Pid. Sus/2016/PN. GTO and know the basic consideration of the judge in the criminal matter of dropping the number 174/Pid. Sus/2016/PN. GTO. The research method used normative juridical approach. The legal material obtained is analyzed qualitatively, ie the analysis done by understanding and assembling the legal material which has been collected and arranged systematically and described in quality in a regular sentence, coherent and logical, then drawn conclusion. Conclusion of research result as follow application of the elements of a criminal offence article 2 paragraph (1) of Act No. 21 of the year 2007 on the eradication of criminal acts of criminal Insider Trading number: 174/Pid. Sus/2016/PN. GTO has been in accordance with the Act is liable because the whole elements of criminal offence trading people who didakwakan to the defendant by the public prosecutor has been confirmed in front of the Court. Basic consideration of judges in criminal matters the overthrow number 174/Pid. Sus/2016/PN. GTO. is based on juridical i.e. satisfy the elements contained in article 2 paragraph (1) of Act No. 21 of the year 2007 on the eradication of criminal acts of Trafficking of people, then it is enough reason to declare the defendant's deed It has been proven legally and convincingly of violating article that disangkakan i.e. the elements of a criminal offence in article 2 paragraph (1) of Act No. 21 of the year 2007 on the eradication of criminal acts of Trafficking people. In addition, the judges also consider things that relieve or incriminating the defendants included in sociological considerations. The judge as a character that determines any verdict in the trial is expected to be fair, wise, should be put where fairness, propriety, and customs in the community as a basis to impose criminal sanctions, in particular in the mengangani the crime by giving people trade sanctions seberat-beratnya for actors to give a deterrent effect in order not to repeat his actions in the future. As for the community, he should improve his awareness will be the negative impact of acts of trafficking people and plays an active role in eradicating the practice of trafficking by providing information that is correct and not easy to believe offhand if There is an offer of employment with high salary so that the goal of the eradication of criminal acts of trafficking of people can be reached. Key words : Criminal Act, Human Trafficking | |
| 18060 | 21051 | F1B112006 | DAMPAK PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR JALAN PEDESAAN (Analisis Upaya Peningkatan Keberdayaan Masyarakat di Desa Cisumur Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap) | Pembangunan infrastruktur pedesaan dilihat sebagai upaya mempercepat pembangunan pedesaan melalui penyedia prasarana dan sarana untuk memberdayakan masyarakat, serta upaya mempercepat pembangunan ekonomi daerah yang efektif dan kokoh. Pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu faktor penentu peningkatan keberdayaan masyarakat di suatu daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak program pembangunan infrastruktur jalan dalam upaya peningkatan keberdayaan masyarakat di Desa Cisumur Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini nmenunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur jalan pedesaan di Desa Cisumur Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap ditanggapi positif oleh masyarakat setempat. Masyarakat setuju dengan adanya pembangunan infrastruktur jalan tersebut. Masyarakat di Desa Cisumur ikut manjaga hasil dari pembangunan infrastruktur jalan dengan cara saling bekerjasama dan gotongroyong dan juga dengan bekerja bakti. Keberdayaan masyarakat di Desa Cisumur Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap sudah lebih baik setelah adanya Pembangunan Infrastruktur Jalan. Sebanyak 84,5% dari responden menyatakan kehidupan mereka sudah sejahtera, keadaan mereka lebih membaik daripada sebelumnya dengan pendapatan yang sedikit demi sedikit meningkat. Hasil evaluasi pembangunan infrastruktur jalan Desa Cisumur Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap memiliki dampak yang baik terhadap masyarakat diantaranya yaitu memudahkan masyarakat dalam bertransportasi, memudahkan mengakses fasilitas umum dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. | Rural infrastructure development is seen as an effort to accelerate rural development through providers of infrastructure and facilities to empower communities, as well as efforts to accelerate effective and robust regional economic development. The development of road infrastructure becomes one of the determinants of increasing community empowerment in a region. The purpose of this study is to evaluate the impact of road infrastructure development programs in an effort to increase community empowerment in Cisumur Village, Gandrungmangu Sub-district, Cilacap Regency. This Research uses quantitative method with descriptive approach. The results of this study indicate that the construction of rural road infrastructure in Cisumur Village, Gandrungmangu district, Cilacap Regency, is responded positively by the local community. The community agrees with the construction of the road infrastructure. Communities in Cisumur Village participate in the development of road infrastructure by mutual cooperation and mutual cooperation and also by working conscientiously. Community empowerment in Cisumur Village, Gandrungmangu Sub-District, Cilacap Regency is better after Road Infrastructure Development. As many as 84,5% of respondents said their lives are already prosperous, their situation is better than ever with income gradually increasing. The evaluation result of Cisumur Village road infrastructure development in Gandrungmangu sub-district of Cilacap Regency has a good impact on the community such as facilitating the public in transporting, facilitating access to public facilities and improving people’s welfare. |