Artikelilmiahs
Menampilkan 18.101-18.120 dari 50.045 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 18101 | 21091 | H1H013032 | PENGARUH FOTOPERIODE TERHADAP OOGENESIS IKAN CUPANG BETINA (Betta splendens Regan, 1910) PASCA PEMIJAHAN | Ikan cupang (Betta splendens) merupakan ikan ekonomis dengan nilai estetika tinggi. Salah satu faktor yang mempengaruhi produksi ikan cupang adalah kematangan gonad. Fotoperiode adalah manipulasi lingkungan dalam biologi reproduksi yang dapat menghambat atau mempercepat kematangan gonad. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fotoperiode terhadap kematangan gonad kembali Betta splendens pasca pemijahan yang diamati berdasarkan kriteria biologi reproduksi meliputi: proporsi tahapan perkembangan oosit pada oogenesis, nilai Indeks Gonad-somatik dan Indeks Viscero-somatik. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan lima ulangan. Induk B. splendens yang telah memijah dipelihara dalam fotoperiode 14L:10D, 10L:14D dan normal/kontrol selama 30 hari. Persentase proporsi oosit vitellogenesis dan nilai IGS menunjukan perbedaan signifikan (P<0,05) pada 10L:14D dengan persentase tertinggi (26,39±2,68% dan 11,55±2,45%) dari perlakuan lainnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa fotoperiode tidak memberikan pengaruh (P>0,05) terhadap nilai IVS. Maka dari itu induk B. splendens yang telah dipelihara dalam fotoperiode telah mencapai fase kematangan akhir untuk melakukan pemijahan kembali. Hasil analisis korelasi antara persentase tahapan VTGs dengan nilai IGS dan IVS menunjukan adanya korelasi positif. Kualitas air selama pemeliharaan dinyatakan layak untuk pemeliharaan induk B. splendens. | Fighting fish (Betta splendens) is an economical fish with high aesthetic value. One of the factor that affects production of fighting fish is gonad maturity. Photoperiod is an environmental manipulation method in biological of reproduction that can inhibit or accelerate gonadal maturation. This study determined the effect of photoperiod on the rematuration Betta splendens after spawning observed based on criteria reproductive biology include: proportion of oocyte development stages in oogenesis, gonadal somatic index and visceral somatic index. This study used completely randomized design (CRD) method with three treatments and five replications. B. splendens have been spawned, their reared in photoperiod 14L:10D, 10L:14D and normal photoperiod for 30 days. Proportion of vitellogenic oocyte and GSI value showed significantly (P<0,05) higher average percentage (26,39±2,68% and 11,55±2,45%) in 10L:14D when compared with other treatments. The result showed that photoperiode did not give significant effect (P>0,05) to the VSI value. Therefore, B. splendens did show the gonadal maturity for the next spawning after reared in photoperiod. The result of correlation analysis between percentage of VTGs stage with GSI and VSI values showed a positive correlation. The quality of water during this study were proper for B. splendens reared. | |
| 18102 | 21212 | G1A014037 | Gambaran Tingkat Kecemasan pada Siswa Siswi Kelas B SLB ABCD Kuncup Mas Banyumas | Latar Belakang: Kecemasan itu dapat terjadi pada setiap orang, karena merupakan respon normal adanya ancaman. Tetapi, jika sudah sampai mengganggu aktivitas sehari hari, maka disebut sebagai gangguan kecemasan. Jumlah penderita gangguan kecemasan mencapai 5% dari penduduk dunia. Pada anak-anak mencapai 17-21%, dan 8% diantaranya mungkin memerlukan penanganan. Pada anak dengan pendengaran kurang didapatkan 7% lebih tinggi kecemasannya dibandingkan anak normal. Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada murid kelas B SLB ABCD Kuncup Mas Banyumas. Metodologi penelitian: Metode yang digunakan deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional untuk menggambarkan tingkat kecemasan murid kelas B SLB Kuncup Mas Banyumas, berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, penyakit penyerta dan sosial ekonomi. Besar sampel adalah 34 responden, menggunaakan kuesioner data pribadi dan kuesioner HARS. Data diolah menggunakan analisis univariat. Hasil: Dari 34 responden diketahui bahwa terdapat 32,4% tidak mengalami kecemasan, 41,2% mengalami kecemasan ringan, 20,6% mengalami kecemasan sedang dan 5,9% mengalami kecemasan berat. Usia terbanyak responden ada pada usia 17-25 tahun yaitu 35,3%. Jenis kelamin paling dominan adalah responden perempuan berjumlah 58,8%. Lebih banyak responden yang tidak mengalami penyakit tertentu yaitu 94,1%. Responden paling banyak berada di tingkat pendidikan dasar awal yaitu tingkat SD dan SMP dengan jumlah 88,2%. Data status ekonomi responden paling banyak berada di tingkatan rendah dengan jumlah 58,8%. Kesimpulan: Mayoritas siswa-siswi kelas B SLB Kuncup Mas Banyumas mengalami kecemasan. Tingkat kecemasan yang paling banyak dialami adalah kecemasan tingkat ringan. | Background: Anxiety can happen to everyone, because it is a normal response to a threat. But, if it interfere with daily activities, it referre to as anxiety disorders. The number of people with anxiety disorders reaches 5% of the world's population. In children it reaches 17-21%, and 8% of them may require treatment. In childern with hearing loss, the anxiety level is 7% higher than normal children. Objective: To know the description of anxiety level in grade B students SLB ABCD Kuncup Mas Banyumas. Research methodology: The method used descriptive with Cross Sectional approach to describe the anxiety level of grade B students SLB Kuncup Mas Banyumas, based on age, gender, education level, comorbidities and socio- economic. The sample size was 34 respondents, used questionnaire of personal data and HARS questionnaire. The data was processed by univariate analysis. Results: From 34 respondents which fill up questionnaire in this research, 32.4% are not expose to anxiety, 41.2% are expose to mild anxiety, 20.6% are expose to moderate anxiety and 5.9% expose severe anxiety. 17-25 years is the most age in this school with 35.3%. The dominant gender is female respondents with 58.8%. 94.1% respondents are not affected by certain diseases. Most of the respondents in primary and junior high school level with 88.2%. Status of economic respondents at most are in low level with amount of 58,8%. Conclusion: Mostly the students of grade B SLB Kuncup Mas Banyumas experiencing anxiety. The most common anxiety level is mild anxiety level. | |
| 18103 | 21070 | G1A014111 | HUBUNGAN ANTARA JENIS KELAMIN DAN USIA TERHADAP TIPE HISTOPATOLOGI KARSINOMA TIROID DI LABORATORIUM PATOLOGI ANATOMI RSUD MARGONO SOEKARJO TAHUN 2007-2016 | Latar belakang : Karsinoma tiroid merupakan keganasan kelenjar endokrin yang sering ditemukan dan insidennya meningkat setiap tahunnya. Angka kejadiannya bervariasi diseluruh dunia, sekitar 0,5-10 jiwa per 100.000 populasi. Karsinoma tiroid memiliki beberapa tipe histopatologi yang masing-masing memiliki prognosis berbeda. Usia dan jenis kelamin diketahui merupakan faktor yang berhubungan dengan tipe histopatologi yang dapat menentukan prognosis karsinoma tiroid. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara usia dan jenis kelamin terhadap tipe histopatologi karsinoma tiroid di Laboratorium Patologi Anatomi RSUD Margono Soekarjo tahun 2007-2016. Metode : Desain penelitian ini adalah cross sectional study. Sampel penelitian menggunakan teknik total sampling, dimana sampel penelitian adalah seluruh data rekam medik pasien yang didiagnosis karsinoma tiroid di Laboratorium Patologi Anatomi RSUD Margono Soekarjo pada tahun 2007-2016. Analisis bivariat menggunakan chi square. Hasil : Usia berhubungan dengan tipe histopatologi dengan p=0,029 (p<0,005) dan jenis kelamin tidak berhubungan dengan tipe histopatologi dengan p=0,387 (p<0,05). Kesimpulan : Usia berhubungan dengan tipe histopatologi karsinoma tiroid dan jenis kelamin tidak berhubungan dengan tipe histopatologi karsinoma tiroid. | Background: Thyroid carcinoma is a malignancy of the endocrine glands that are common and the incidence increases every year. The number of events varies worldwide, about 0.5-10 people per 100,000 population. Thyroid carcinoma has several types of histopathology, each of which has a different prognosis. Age and sex are known to be factors associated with histopathologic types that can determine the prognosis of thyroid carcinoma. Objective: The purpose of this study was to investigate the relationship between age and sex on histopathology type of thyroid carcinoma at Anatomy Pathology Laboratory of Margono Soekarjo Hospital in 2007-2016. Method: The design of this study was cross sectional study. The sample used total sampling technique, where the research sample is all medical record data of patients diagnosed with thyroid carcinoma at Anatomy Pathology Laboratory of Margono Soekarjo Hospital in 2007-2016. Bivariate analysis using chi square. Results: Age was associated with histopathologic type with p = 0.029 (p <0.005) and sex was not related to histopathology type with p = 0.387 (p <0.05). Conclusion: Age associated with histopathologic type of thyroid carcinoma and sex is not associated with histopathologic type of thyroid carcinoma. | |
| 18104 | 21071 | G1A014031 | HUBUNGAN ANTARA KADAR Alpha Fetoprotein (AFP) DENGAN KADAR SERUM AMINOTRANSFERASE PADA PASIEN KARSINOMA HEPATOSELULER PRIMER | Latar Belakang: Peningkatan kadar Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) dan Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) merupakan pertanda terjadinya peradangan dan kerusakan pada sel-sel hati. Karsinoma hepatoseluler (KHS), merupakan kanker pada hati yang biasanya diawali dengan proses peradangan dan kerusakan sel-sel hati. Karsinoma hepatoseluler primer adalah kanker primer pada hati yang menduduki peringkat ketiga di dunia sebagai keganasan terbanyak yang menyebabkan kematian. Salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis KHS primer adalah pemeriksaan Alpha Fetoprotein (AFP). Tujuan: Mengetahui hubungan antara kadar Alpha Fetoprotein (AFP) dengan kadar SGOT dan SGPT pada pasien karsinoma hepatoseluler primer. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Analisa yang digunakan ialah Uji Spearman’s. Sampel penelitian terdiri dari 25 pasien dengan diagnosis karsinoma hepatoseluler primer yang datang berobat ke RSUD Prof.Dr.Margono Soekarjo, Purwokerto pada periode waktu Januari 2015- September 2017. Hasil: Dari 30 sampel penelitiam, pasien yang mengalami peningkatan kadar SGOT dan SGPT masing-masing sebanyak 88% dan 52%. Sedangkan pasien yang mengalami peningkatan kadar AFP sebanyak 56%. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kadar SGOT dengan kadar AFP dengan derajat hubungan yang sedang (p = 0,003 dan r = 0,577). Namun, tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar SGPT dengan kadar AFP (p = 0.081). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kadar AFP dengan kadar SGOT pada pasien karsinoma hepatoseluler primer. | Background: Elevated levels of Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) and Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) are indicators of hepatocellular inflamations and necrosis. Hepatocellular carcinoma (HCC) is primary malignancy in liver that usually begins with the inflamations and necrosis of hepatocytes. HCC is the third most common cancer worldwide that causes of death. The diagnosis of HCC is made by measuring serum markers such as Alpha Fetoprotein (AFP). Aim: The purpose of this study was to determine the relationship between AFP with SGOT and SGPT in patients with Primary HCC. Methods: This study was an observational analytic research with cross-sectionl design. The sample of the study consisted of patients with diagnosis of primary hepatocellular carcinoma who came to the hospitals Prof.Dr.Margono Soekarjo, Purwokerto in the period January 2015- September 2017. Results: Of the 25 samples, patients who have increased level of SGOT and SGPT are 88% and 52%. Meanwhile, patients who have increased level of AFP is 56%. The result of Spearman’s correlation test showed there was a significant association between AFP and SGOT (p = 0.003 ) with medium degree correlation (r = 0.577). However, there was no significant association between AFP and SGPT(p = 0.081). Conclusions: The conclusion of this study was AFP has association with SGOT level in patients with primary HCC. | |
| 18105 | 21072 | B1J013068 | KEANEKARAGAMAN JENIS DAN KEPADATAN LALAT DI PASAR TRADISIONAL KABUPATEN PANGANDARAN | Lalat merupakan salah satu jenis serangga yang hidup dekat dengan lingkungan manusia seperti di pasar tradisional dan tempat pembuangan sampah. Lalat dapat menjadi vektor berbagai jenis penyakit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dominasi, keragaman dan kepadatan lalat di pasar tradisional kabupaten Pangandaran. Metode yang digunakan yaitu survei dengan teknik purpossive sampling. Lalat ditangkap di tiga pasar tradisional yang beroperasi setiap hari di kabupaten Pangandaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies lalat yang tertangkap di pasar tradisional Kabupaten Pangandaran diantaranya yaitu Musca domestica, Crysomya megacephala, Lucilia sericata, Calliphora spp., Sarcophaga haemorroidalis, Drosophilla sp., Delia sp., dan Megaselia sp. dengan indeks keragaman sebesar 1,39 (keragaman sedang). Lalat yang paling banyak ditemukan adalah Musca domestica yaitu sebanyak 40,3%, kemudian Crysomya megacephala sebanyak 6,83%, Lucilia sericata 1,96%, Calliphora spp. 0,13%, Sarcophaga haemorroidalis 0,02%, Drosophilla sp. 2,51%, Delia sp. 0,002%, dan Megaselia sp. sebanyak 0,65%. Kepadatan Lalat terbesar terdapat di Pasar Parigi yakni sebanyak 2985 ekor/15 kali penangkapan dengan blok terpadat yakni toko ikan di pasar Cijulang dengan jumlah lalat tertangkap 1639 ekor. | Flies is one type of insect that lives close to the human environment such as in traditional markets and landfills. Flies can be a vector of various types of diseases. The purpose of this study is to determine the dominance, diversity and density of flies in the traditional market district Pangandaran. The method used is survey with purposive sampling technique. Flies captured in three traditional markets that operate every day in Pangandaran district. The results showed that the species of flies caught in the traditional markets of Pangandaran Regency were Musca domestica, Crysomya megacephala, Lucilia sericata, Calliphora spp., Sarcophaga haemorroidalis, Drosophilla sp., Delia sp., and Megaselia sp. with a diversity index of 1.39 (medium diversity). The most common flies were Musca domestica (40.3%), followed by Crysomya megacephala (6.83%), Lucilia sericata (1.96%), Calliphora spp. (0.13%), Sarcophaga haemorroidalis (0.02%), Drosophilla sp. (2.51%), Delia sp. (0,002%), and Megaselia sp. (0.65%). The largest flies density is found in Parigi Market, which is 2985 heads/15 times catching with the densest block is fish shop in Cijulang with the number of flies caught 1639 heads. | |
| 18106 | 21073 | F1C013068 | Daya Tarik Majalah National Geographic Traveler Indonesia Dalam Menarik Minat Foto Wisata Pada Komunitas Fotografer Banyumas | Penelitian ini membahas mengenai tumbuhnya minat yang mempengaruhi tindakan seseorang yang ditimbulkan dari faktor psikologis mereka. Adanya minat pada diri manusia, menjadi faktor pendorong untuk melakukan sesuatu. Salah satu kegiatannya yakni memotret objek-objek wisata atau foto wisata. Sekarang banyak media massa cetak yang berfokus di travelling, salah satunya majalah pariwisata yaitu majalah National Geographic Traveler Indonesia. Majalah ini menyediakan informasi mendetail dengan referensi yang membahas mengenai tempat-tempat wisata alam, budaya, buatan yang unik dan berisikan sejarah yang ada di tempat wisata tersebut. Di tengah meningkatnya jumlah pembaca majalah National Geographic Traveler Indonesia, Komunitas Fotografer Banyumas menjadikan majalah National Geographic Traveler Indonesia sebagai sumber informasi utama dalam berwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya tarik majalah National Geographic Traveler Indonesia dalam menarik minat foto wisata pada Komunitas Fotografer Banyumas. Adapun teori-teori berkaitan dengan penelitian ini antara lain teori AIDDA, minat, fotografi, daya tarik, dan majalah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Informan dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Kemudian validitas data dilakukan dengan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunitas Fotografer Banyumas membaca majalah National Geographic Traveler Indonesia dapat menentukan minat untuk foto wisata dari informasi tempat wisata yang diberikan. | This research mainly examine the growth of interest which effect one's action caused by physiological factor. The presence of interest caused someone's action. One of the action is photograph tourist attraction or photo travel. These day, there are many printed mass media that focused on travelling, National Geographic Traveler Indonesia magazine is one of them. It provides detail information with references about nature, culture, artificial unique and historical tourist attraction. In the midst of the growing number of National Geographic Traveler Indonesia magazine readers in Indonesia, Komunitas Fotografi Banyumas turns making it as a major source of information in their tour. The aim of this research is discover the main attractiveness of National Geographic Traveler Indonesia in term of attracting interest on the travelling photos of Komunitas Fotografi Banyumas. Theories that related to this research are AIDDA, interest, photography, attractiveness and magazine. The method that used for this research is qualitative with descriptive study as it approach. Informant are choosen with purposive sampling technique. The validity of data is done with triangulation of data source. The results of the research shown that National Geographic Traveler Indonesia can determine the interest for to travelling photos from its provided information to Komunitas Fotografi Banyumas. | |
| 18107 | 21626 | A1L014199 | PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae). | Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui komposisi media tanam terbaik, (2) mengetahui dosis pupuk NPK yang tepat, dan (3) mengetahui kombinasi antara komposisi media tanam dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan. Penelitian ini dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto pada bulan November 2017 sampai dengan Januari 2018. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan 2 faktor perlakuan dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah komposisi media tanam yaitu tanah : kompos : arang sekam (2:1:1), tanah : kompos : arang sekam (1:2:1), dan tanah : kompos : arang sekam (1:2:1). Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK, yaitu 0 kg/ha, 100 kg/ha, 200 kg/ha, dan 300 kg/ha. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot tajuk segar, bobot tajuk kering, bobot akar segar, bobot akar kering, dan laju pertumbuhan relatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam terbaik adalah media tanah, kompos, dan arang sekam dengan perbandingan 1:2:1. Dosis pupuk NPK yang tepat adalah 300 kg/ha. Kombinasi perlakuan media tanah : kompos : arang sekam (1:2:1) dan dosis 300 kg/ha (M2P3) memberikan pertumbuhan dan hasil yang paling tinggi. | This research aims to (1) determine the best composition of planting media, (2) know the exact dosage of NPK fertilizer, and (3) know the combination of planting media composition and the dosage of NPK fertilizer to growth and yield of kailan plants. This research was conducted at screen house of Faculty of Agriculture, University of Soedirman Purwokerto from November 2017 until January 2018. The experiment design used was Completely Randomized Block Design with 2 factors treatment with 3 replications. The first factor is the composition of planting medium, namely soil: compost: husk charcoal (2: 1: 1), soil: compost: husk charcoal (1: 2: 1), and soil: compost: husk charcoal (1: 1: 2). The second factor was the dose of NPK fertilizer, ie 0 kg / ha, 100 kg / ha, 200 kg / ha, and 300 kg / ha. Observational variables included plant height, leaf number, leaf area, fresh crown weight, dry canopy weight, fresh root weight, dry root weight, and relative growth rate. The results showed that the best planting media composition was soil media, compost, and charcoal husk with a ratio of 1: 2: 1. The correct dose of NPK fertilizer is 300 kg / ha. The treatment combination is the composition of soil: compost: husk charcoal (1: 2: 1) and 300 kg/ha NPK fertilizer dose provide the highest growth and yield. | |
| 18108 | 21074 | C1G014135 | KINERJA PERUSAHAAN SEBAGAI PEMODERASI PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN DAN UKURAN KAP TERHADAP JANGKA WAKTU PENYAMPAIAN LAPORAN KEUANGAN | Penelitian berjudul: “Kinerja Perusahaan Sebagai Pemoderasi Pengaruh Ukuran KAP Terhadap Jangka Waktu Penyampaian Laporan Keuangan (Studi pada Perusahaan LQ45 yang Terdaftar pada BEI Tahun 2015-2016)” ini bertujuan untuk menguji dan memperoleh bukti empiris atas kinerja perusahaan sebagai pemoderasi pengaruh ukuran perusahaan dan ukuran KAP pada jangka waktu penyampaian laporan keuangan. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2016. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 40 perusahaan, dengan metode purposive sampling . Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dengan media berupa laporan keuangan perusahaan manufaktur. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Moderated Regression Analysis dan diolah dengan bantuan aplikasi Ms. Excel dan SPSS. Hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa secara simultan variabel bebas mempengaruhi jangka waktu penyampaian laporan keuangan pada perusahaan LQ45. kinerja perusahaan memperlemah hubungan antara ukuran perusahaan pada jangka waktu penyampaian laporan keuangan karena hasil penelitian menunjukan nilai signifikan sebesar 0,00. Hal ini dikarenakan semakin baik kinerja perusahaan maka semakin berhati-hati perusahaan dalam menyampaikan informasi kepada publik dan pengguna laporan. | The aim of this study was to determine the company performance as a moderating influence size of the company and size of Public Accountant Firms. This study was performed on companies included in index LQ45 and listed in Indonesia Stock Exchange in 2015-2016. Samples are taken as much as 40 companies, with a purposive sampling method. Data used is secondary data media manufacturing companies in the form of financial statements. The data analysis technique used is Moderated Regression Analysis. Based on the analysis found that simultaneous independent variables affect total lag repor in LQ45 companies. The company performance weaken the relationship between the size of the company with total lag report because research shows a significant value of 0.00. This is because the better the company’s performace the more cautions the company in conveying information to the public and users of the report. | |
| 18109 | 21075 | F1I012030 | Perubahan Kebijakan Swedia Dalam Menangani Krisis Pengungsi (U-turn on Refugees) Pada Tahun 2015 | Penelitian ini berjudul “Perubahan Kebijakan Swedia Dalam Menangani Krisis Pengungsi (U-Turn On Refugees) Pada Tahun 2015” merupakan penelitian yang menganalisa mengenai perubahan kebijakan pengungsi yang dilakukan oleh Stefan Lofven pada tahun 2015 dimana kebijakan yang sebelumnya sangat terbuka menjadi tertutup dan terbatas. Fokus penelitian ini adalah mennganalisa alasan yang mempengaruhi Stefan Lofven dalam perubahan kebijakan tersebut dengan menggunakan konsep kebijakan publik. Hasilnya, Stefan Lofven melakukan perubahan kebijakan tersebut dikarenakan, munculnya Partai Sweden Democrats sebagai partai oposisi yang menolak pengungsi masuk ke Swedia, anggaran pengungsi yang tidak sebanding dengan hasil integrasi yang dilakukan pengungsi dalam memasuki pasar kerja, dan adanya segregasi antara pengungsi dan warga pribumi serta penolakan terhadap pengungsi yang dilakukan warga pribumi Swedia. | This research titled “Swedish Policy Changes in Handling the Refugee Crisis (U-turn on Refugees) in the year of 2015” is a study that analyzes the refugee policy changes made by Stefan Lofven in 2015, which implemented an open-door policy implemented by Swedish government to refugees and then change it to more closed and restricted policy by using the concept of public policy. As a result, Stefan Lofven did the u-turn because of, there’s a new party called Sweden Democrats as a strong opposition that object any refugees to settle in Sweden, the refugee budgets did not match to the outcome of integration of the refugees in labor market, and the segregation between the refugees and the natives that culminate to the refusal of refugees by Swedish natives | |
| 18110 | 21077 | H1H013004 | LAJU PERTUMBUHAN HARIAN DAN SINTASAN BENIH IKAN TAWES (Barbonymus gonionotus) YANG DIBERI PAKAN DENGAN KANDUNGAN CHROMIUM PICOLINATE BERBEDA | Tawes adalah ikan air tawar yang hidup di perairan berarus deras, pertumbuhan ikan akan optimum jika pakan yang diberikan memiliki nutrisi yang cukup. Ditambahkannya Chromium picolinate (Cr-pic) meningkatkan pemanfaatan karbohidrat sehingga protein pakan akan dihemat untuk pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Cr-pic terhadap laju pertumbuhan harian dan sintasan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Dosis yang diberikan yaitu P0 (kontrol/ tanpa penambahan Cr-pic dalam pakan), P1 (penambahan Cr-pic 1,0 mg/kg pakan), P2 (penambahan Cr-pic 1,3 mg/kg pakan), P3 (penambahan 1,6 mg/kg pakan) yang diberikan selama 35 hari dengan setiap7 hari dilakukan sampling. Hasil penelitian laju pertumbuhan berat harian berkisar 0,041 g/hari sampai 0,072 g/hari, laju pertumbuhan panjang harian berkisar 0,037 cm/hari sampai 0,059 cm/hari, sintasan berkisar 61,67 % sampai 75 %. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemberian Chromium picolinate memberikan pengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan berat harian (P≤0,05) tetapi tidak terhadap laju pertumbuhan panjang harian dan sintasan. | Barbonymus gonionotus is fresh water fish that lives in running waters, fish will be optimum growth if the diet has enough nutrition. Addition of Chromium picolinate improves utilization of carbohidrat so protein will be saved for growth. This research aimed to determine the influence of addition Cr-pic to daily growth rate and survival rate. Experimental method was used in this research which consists of 4 treatments and 4 replications. The applied treatments were dose of Cr –pic given P0 (control/ without addition of Cr-pic in the feed), P1 (addition Cr-pic 1.0 mg/kg feed), P2 (addition Cr-pic 1.3 mg/kg feed), P3 (addition Cr-pic 1.6 mg/kg of feed), maintenance done for 35th day, with sampling each week. The result show that daily weight rate 0,041 g/day to 0,072 g/day, daily growth rate 0,037 cm/day to 0,059 cm/day, sintasan 61,67 % to 75 %. Based on the result showed Cromium picolinate affected significant on daily weight rate (P<0,05) but not affected on daily growth rate survival rate. | |
| 18111 | 21078 | F1B013021 | KINERJA PELAYANAN DALAM PROGRAM PROYEK OPERASI NASIONAL AGRARIA DI KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONAL KANTAH KABUPATEN BANYUMAS | Kinerja Pelayanan Dalam Program Proyek Operasi Nasional Agraria Di Kementerian Agraria Dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Kantah Kabupaten Banyumas.Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan Dan Menganalisis Kinerja Pelayanan ATR/BPN Dalam Program PRONA Yang Berada Di Kabupaten Banyumas.Masyarakat Kabupaten Banyumas yang mempunyai bidang tanah, tetapi masih banyak yang belum memiliki atau membuat sertifikat tanah. Hal ini dikarenakan masih adanya pemeberitaan yang mengatakan kalau membuat sertifikat tanah memerlukan dana yang besar, dan pelayanan yang kurang baik. Oleh karena itu pemerintah membuat program yang dapat membantu masyarakat membuat sertifikat tanah dengan gratis, program itu adalah PRONA. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk Mendeskripsikan Dan Menganalisis Kinerja Pelayanan Kementerian Agraria Dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Kantah Kab. Banyumas Dalam Program Proyek Operasi Nasional Agraria Di Kabupaten Banyumas. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner, dokumentasi dan observasi. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu area sampling dan purposive sampling dan untuk analisis menggunakan distribusi frekuensi, dan tabulasi silangBerdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan peneliti, masing-masing dimensi telah diterapkan dalam pelayanan ATR/BPN. Dimensi Responsibilitas, Responsivitas dan Akuntabilitas pada tingkat rata-rata sedang dan mendekati tinggiHasil analisis yang dilakukan kepada 101 responden menjelaskan bahwa penerapan kinerja pelayanan yang baik pada pelayanan program PRONA masuk dalam kategori sedang. Berarti bahwa ATR/BPN telah menerapkan kinerja pelayanan yang baik. Dilihat dari hasil tiga dimensi, dimensi Responsibilitas, Responsivitas, dan Akuntabilitas Publik pada kategori sedang. | The title of this study is the The Performance Of Service In The Program Of The Agrarian National Operating Project In The Agrarian Ministry And Space / National Landing Agency Kab. Banyumas. This study aims to Describe And Analyze Service Performance ATR / BPN In PRONA Program Being In Banyumas Regency. The people of Banyumas Regency own land plots, but many still do not own or make land certificates. This is because there is still a procurement saying that making land certificates requires substantial funds, and poor service. Therefore the government created a program that can help people make land certificates for free, the program is PRONA. The purpose of this study is to Describe And Analyze Service Performance Ministry of Agrarian And Spatial / National Land Agency Kantah Kab. Banyumas Under the National Agrarian Operations Project Program In Banyumas District. This type of research is descriptive quantitative. Data collection techniques used are questionnaires, documentation and observation. The sampling technique used is sampling area and purposive sampling and for analysis using frequency distribution, and cross tabulation Based on the results of the analysis that has been done by the researchers, each dimension has been applied in the service of ATR / BPN. Dimensions of Responsibility, Responsiveness and Accountability at a moderate and near-high average level The results of the analysis conducted to 101 respondents explained that the implementation of good service performance on PRONA program services included in the medium category. This means that ATR / BPN has implemented a good service performance. Judging from the results of three dimensions, the dimensions of Responsibility, Responsiveness, and Public Accountability in the medium category. | |
| 18112 | 21079 | G1A014084 | HUBUNGAN ANTARA USIA, JENIS KELAMIN DAN LOKASI TUMOR DENGAN GRADING HISTOLOGI OSTEOSARKOMA DI LABORATORIUM PATOLOGI ANATOMI RSUD MARGONO SOEKARJO TAHUN 2007-2016 | Latar Belakang: Telah diketahui bahwa osteosarkoma memiliki banyak faktor risiko, diantaranya adalah usia, jenis kelamin dan lokasi tumor. Faktor-faktor tersebut diperlukan untuk memberikan gambaran epidemiologi osteosarkoma dan dapat membantu seorang dokter menegakkan diagnosis serta menentukan grading histologi dari osteosarkoma. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor risiko usia, jenis kelamin dan lokasi tumor terhadap grading histologi osteosarcoma di RSUD Margono Soekarjo tahun 2007-2016. Metode: Data diambil dari rekam medis pasien yang didiagnosis osteosarcoma di Laboratorium Patologi Anatomi RSUD Margono Soekarjo tahun 2007-2016 dan dikonfirmasi ulang oleh dokter spesialis patologi anatomi. Data tersebut kemudian diuji dengan uji Chi-square dan Fisher’s exact test. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara usia dan grading histologi osteosarcoma (p > 0.05), jenis kelamin dan grading histologi osteosarcoma (p > 0.05) dan lokasi tumor dengan grading histologi osteosarcoma (p > 0.05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara faktor risiko usia, jenis kelamin dan lokasi tumor dengan grading histologi osteosarkoma. | Background: It is has known that osteosarcoma has many factors, such as age, gender and tumor location. These factors are needed to give epidemiology overview of osteosarcoma and can help a doctor to establish a diagnosis and determine the histological grading of osteosarcoma. Objective: The aim of this research is to analyse the correlation between risk factor age, gender and tumor location with histological grading of osteosarcoma. Method: The data used in this research was taken from patients’ medical record which was diagnosed in Pathology Anatomy Laboratory of Margono Soekarjo Hospital from the year 2007-2016 and had been confirmed by the pathologists. The variables then analysed using Chi-square and Fisher’s exact test. Result: The bivariate analysis showed that there’s no correlation between age and histological grading of osteosarcoma (p > 0.05), gender and histological grading of osteosarcoma (p > 0.05) and tumor location and histological grading of osteosarcoma (p > 0.05). Conclusion: There’s no correlation between risk factor age, gender and tumor location with histological grading of osteosarcoma. | |
| 18113 | 21080 | F1I012009 | Implementasi Protokol Kyoto Melalui Joint Crediting Mechanism Indonesia Jepang 2011-2016 | Protokol Kyoto mengupayakan tujuan UNFCCC dengan mengubah dan melanjutkan tindakan pengurangan gas rumah kaca di negara-negara maju dan negara-negara berkembang pada tahun 2020. Jepang, di sisi lain, tidak melanjutkan aksinya karena dianggap tidak efektif dan juga tidak melakukan tindakan keras terhadap negara-negara pemancar utama berkontribusi. Sebagai solusi, Jepang menciptakan kerangka kerja yang dapat dilakukan secara bilateral berdasarkan proyek yang menggunakan teknologi baru, terbarukan, efisien dan rendah karbon. Skema JCM mendorong penyebaran teknologi rendah karbon ke negara-negara berkembang. salah satu negara pertama yang menerapkan skema ini adalah Indonesia. Ada 7 proyek yang telah berjalan sejak 2011, salah satunya adalah Proyek Memperkenalkan Kulkas Efisiensi Tinggi ke Industri Makanan Cold Storage oleh PT Midi Utama Indonesia dan Lawson Inc. yang bertujuan untuk mengurangi konsumsi listrik sebagai langkah menuju pencegahan pemanasan global | The Kyoto Protocol strives for the objectives of the UNFCCC by amending and continuing its greenhouse gas reduction actions in developed and developing countries by 2020. Japan, on the other hand, does not continue the action because it is considered ineffective as well as no crackdown on major emitter countries to contribute. As a solution, Japan created a framework that can be done bilaterally based on projects that use new, renewable, efficient and low carbon technologies. JCM schemes encourage the deployment of low-carbon technologies to developing countries. one of the first countries to implement this scheme is Indonesia. There are 7 projects that have been running since 2011, one of which is the Project of Introducing High Efficiency Refrigerator to a Food Industry Cold Storage by PT Midi Utama Indonesia and Lawson Inc. which aims to cut electricity consumption as a step towards preventing global warming. | |
| 18114 | 21628 | G1D014058 | PERBEDAAN PRODUKSI ASI PADA AKSEPTOR KONTRASEPSI PIL PROGESTIN DENGAN PIL KOMBINASI DI KELURAHAN MULYOHARJO KECAMATAN PEMALANG KABUPATEN PEMALANG | Latar Belakang: Penggunaan kontrasepsi disarankan sejak enam minggu masa postpartum. Idealnya kontrasepsi yang digunakan oleh ibu menyusui adalah metode kontrasepsi yang tidak mengganggu produksi ASI. Belum pernah ada penelitian sebelumnya yang membandingkan produksi ASI antara penggunaan pil progestin dan pil kombinasi pada ibu menyusui. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan produksi ASI pada akseptor kontrasepsi pil progestin dengan pil kombinasi di Kelurahan Mulyoharjo Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang. Metode: Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian analitik komparatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling dengan jumlah sampel tiap kelompok adalah 53 orang dan 18 orang. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui perbedaan produksi ASI pada akseptor kontrasepsi pil progestin dengan pil kombinasi. Hasil: Karakteristik usia responden antara kedua kelompok rata-rata berusia 26 tahun. Sementara karakteristik paritas antara kedua kelompok didominasi oleh ibu primipara. Karakteristik penggunaan kontrasepsi didominasi pil progestin. Produksi ASI pada akseptor kontrasepsi pil progestin didominasi oleh produksi ASI lancar, sedangkan produksi ASI pada akseptor kontrasepsi pil kombinasi secara keseluruhan tidak lancar. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat perbedaan produksi ASI pada akseptor kontrasepsi pil progestin dengan pil kombinasi (p=0,000). Kesimpulan: Terdapat perbedaan produksi ASI pada akseptor kontrasepsi pil progestin dengan pil kombinasi di Kelurahan Mulyoharjo, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang. | Background: The use of contraception is recommended after six weeks of postpartum. Ideally, breastfeeding mothers use a method of contraception that does not interfere with breastmilk production. There has been no previous study that comparing breast milk production between the use of progestine pills and combination pills on breastfeeding mothers. Purpose: To determine the difference of breastmilk production on contraceptive acceptors of progestin pills with combination pills in Mulyoharjo Village, Pemalang, Pemalang. Methods: This was a comparative analytic study with a cross-sectional approach. Two group samples were selected by using a convenience sampling technique. Group 1 involved 53 breastfeeding mothers using progestin pills, and group 2 involved 18 breastfeeding mothers using combination pills. Data were analized using univariate and bivariate test. Chi-Square test was used to determine the differences of breast milk production between progestin pills acceptors and combination pills acceptors. Results: The average of mother’s age between two groups were 26 years old. While the parity characteristics between the two groups were dominated by primiparas mothers. The use of contraception characteristics were dominated by progestin pills. Breastmilk production on contraceptive acceptors of progestin pills dominated by breastmilk production fluent, while breastmilk production on contraceptive acceptors of combination pills overall were not fluent. Chi-Square test result showed that there was a difference of breast milk production between progestin pills and combination pill acceptors (p = 0.000). Conclusion: There was a difference of breast milk production on contraceptive acceptors of progestin pills and combination pills in Mulyoharjo Village. | |
| 18115 | 21629 | G1D014012 | Perbedaan Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Snowball Throwing dan Video untuk Meningkatkan Pengetahuan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Pada Anak Kelas 6 SD | Masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering terjadi pada anak yaitu karies gigi atau gigi berlubang, masalah kesehatan tersebut akan menyebabkan sakit gigi pada anak. Media pendidikan kesehatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi adalah dengan menggunakan media snowball throwing dan video. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan peningkatan pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi yang diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media snowball throwing dan video pada siswa kelas 6 SD. Desain menggunakan quasi experiment (non randomized pretest-postest with control group design). Populasi seluruh siswa kelas 6 SD di SDN Kedondong, Sokaraja, Kabupaten Banyumas yang berjumlah 58 siswa. Sampel diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas 6 A dengan jumlah 29 siswa sebagai kelompok video dan siswa kelas 6 B dengan jumlah 29 siswa sebagai kelompok snowball throwing. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji wilcoxon dan uji man whitney. Hasil uji wilcoxon diperoleh nilai p=0,001 pada kelompok snowball throwing dan kelompok video nilai p=0,029. Uji man whitney diperoleh hasil nilai p=0,046. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan model pembelajaran menggunakan media snowball throwing dan video terhadap nilai pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi pada anak kelas 6 SD. | Dental and oral health problems that often occur in children is dental caries or cavities, this health problems will causes toothaches in children. Media of health education that can be used to improve knowledge of dental health care is using snowball throwing and video media. This study aims to determine the significant differences of the increasing knowledge of dental health care provided by health education using snowball throwing and video in 6th grade students of elementary school. The design used quasi experiment (non randomized pretest-posttest with control group design). The population was all the 6th grade students (58 students) in SDN Kedondong, Sokaraja, Banyumas Regency. Samples were taken using total sampling technique. The sample in this research was the students of class 6 A (29 students) as video group and 6 B grade students (29 students) as snowball throwing. Data collection was done by using dental health knowledge questionnaire. The data obtained were analyzed using wilcoxon test and whitney test. Wilcoxon test obtained p value = 0,001 in the snowball throwing group and p value = 0,029 in the video group. Mann Whitney test obtained p value = 0,046. Based on these results can be concluded that there are differences in learning models using snowball throwing and video media to the value of dental health care knowledge in 6th grade of elementary school. | |
| 18116 | 21081 | G1H013037 | PENGEMBANGAN PANGAN LOKAL BISKUIT TALAS (Colocasia esculenta)-TERIGU (Triticum aestivum) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG KEONG (Pila ampullacea) UNTUK BALITA KURANG ENERGI PROTEIN | Latar Belakang: Kurang Energi Protein (KEP) pravalensinya tinggi di Indonesia. KEP membutuhkan intervensi makanan tambahan seperti biskuit. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk makanan tambahan biskuit talas-terigu dengan penambahan tepung keong sawah tinggi protein serta memiliki nilai organoleptik yang disukai. Metode: Penelitian eksperimental faktorial menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diteliti terdiri dari 2 faktor yaitu: Proporsi tepung komposit talas-terigu (P) 50:50 (P1); 60:40 (P2); 70:30 (P3); 80:20 (P4), dan persentase penambahan tepung keong sawah (K) 7,5% (K1) dan 15% (K2). Terdapat 8 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali sehingga diperoleh 24 percobaan. Variabel yang dianalisis terdiri dari variabel kimia (kadar air, kadar abu, lemak, protein, dan karbohidrat by difference) dan variabel organoleptik (warna, aroma, tekstur, flavor, dan kesukaan). Analisis variabel kimia menggunakan Uji F (95%) dilanjutkan Duncan Multiple Range Test (DMRT) 5%. Analisis variabel organoleptik menggunakan Uji Friedman dilanjutkan Uji Banding Ganda 5%. Kombinasi perlakuan terbaik menggunakan Uji Indeks Efektifitas. Hasil Penelitian: Perlakuan terbaik adalah P2K1, yaitu biskuit dengan proporsi tepung komposit talas-terigu 60:40 dan persentase penambahan tepung keong sawah 7,5%. Kandungan energi 368kkal/ 100gram; kadar air 6,35%bb; kadar abu 1,57%bb; lemak 2,08%bb; protein 11,20 %bb; karbohidrat by difference 78,80%bb; warna 3,3 (cokelat); aroma 4,8 (netral); tekstur 4,2 (netral); flavor 4,7 (netral); kesukaan 4,6 (netral). Kesimpulan: Perlakuan terbaik yaitu biskuit P2K1 memberikan persen (%) kecukupan protein balita KEP usia 1-3 tahun 32,2% dan 4-5 tahun 23,9% dan persen (%) kecukupan energi balita KEP usia 1-3 tahun 30,3% dan 4-5 tahun 21,3% | Background: Protein Energy Malnutrition (PEM) is high in Indonesia. PEM required additional feeding interventions such as biscuits. This study aimed to develop additional food products in the form of taro-wheat flour biscuits with the addition of high protein snail-fields flour and has a preferred organoleptic value. Method: This factorial experimental study used Randomized Block Design (RAK). There were 2 factors tested, namely: The proportion of composite taro: wheat flour (P) 50:50 (P1); 60:40 (P2); 70:30 (P3); 80:20 (P4), and the percentage of adding snail-fields flour (K) 7.5% (K1) and 15% (K2). There were 8 treatment combinations repeated 3 times so that 24 samples were obtained. Variable which is analyzed consist of chemical variables (moisture, ash, fat, protein, carbohydrate bu difference) and organoleptic variables (color, aroma, texture, flavor, likes). Analysis of chemical variables used F test (95%) and then continued with Duncan Multiple Range Test (DMRT) 5%. Analysis of organoleptic variable used Friedman Test and then continued with Double Compare Test 5%. The best treatment combination used the Effectivity Index Test. Result: The best treatment was P2K1, in which biscuit had proportion of the composite taro-wheat flour 60:40 and the percentage of addition of the snail-fields flour 7.5%, with energy value 368 kcal/100g; moisture 6.35%bb; ash 1.57%bb; fat 2.08%bb; protein 11.20%bb; carbohydrate by difference 78,80%bb; 3.3 color (brown); aroma 4.8 (neutral); texture 4.2 (neutral); flavor 4.7 (neutral); likes 4.6 (neutral). Conclusion: The best treatment of P2K1 biscuits gave percent of protein adequacy RDA 32,2% for age 1-3 years old and also 23,9% for 4-5 years old and percent of energy adequacy RDA 30,3% for age 1-3 years old and also 21,3% for 4-5 years old. Keywords: Biscuits, Taro Flour, Snail-fields Flour, Protein Energy Malnutrition. | |
| 18117 | 21037 | F1A012014 | POTRET KEHIDUPAN RUMREL (STUDI TENTANG MASYARAKAT YANG TINGGAL DI PINGGIR REL KERETA API, TANAH TINGGI SATU JAKARTA PUSAT) | Penelitian ini berjudul POTRET KEHIDUPAN RUMREL (Studi tentang Masyarakat yang Tinggal di Pinggir Rel Kereta Api, Tanah Tinggi Satu Jakarta Pusat). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kehidupan masyarakat di pinggir rel kereta api Jakarta Pusat dan strategi bertahan hidup masyarakat di pinggir rel kereta api Tanah Tinggi Jakarta Pusat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Subyek penelitian meliputi, kepala keluarga (suami atau istri) yang tinggal di pinggir rel kereta api selama lebih dari 5 tahun, pihak DAOP 1 PT KAI, aparat kelurahan Satpol PP Kelurahan Tanah Tinggi, tokoh masyarakat, dan Dinas Sosial Kecamatan Senen Kota Administrasi Jakarta Pusat. Lokasi penelitian berada di Daerah Tanah Tinggi Satu Jakarta Pusat. Teknik penentuan informan menggunakan Purpose Sampling dan teknik pengumpulan data melalui tiga cara yaitu, observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data penelitian kemudian dianalisis dengan model analisis interaktif melalui tiga komponen analisis yaitu, penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan validitas data menggunakan triangulasi data sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, tidak ada yang mengetahui sejak kapan rumrel itu dibangun di Jakarta. Kedua, kondisi masyarakat yang tinggal di pinggir rel Kereta Api Jakarta Pusat sangat memprihatinkan dan sudah bertahun-tahun merasakan sulitnya hidup di tengah kota. Ketiga, strategi bertahan hidup yang dijalankan oleh masyarakat pinggir rel kereta api Tanah Tinggi Satu Jakarta Pusat yaitu, melakukan sesuatu yang mereka bisa tanpa merugikan masyarakat sekitar dengan mengumpulkan barang bekas untuk dijual kepada pengepul dan strategi bertahan hidup yang selanjutnya yaitu cara membesarkan anak yaitu dengan orang tua bersikap tegas kepada anak-anaknya dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, perlu adanya penanganan yang serius oleh pemerintah untuk menyadarkan masyarakat agar tidak bertempat tinggal dan beraktifitas di pinggir rel kereta api karena hal ini dapat mengganggu perjalanan kereta api dan juga membahayakan keselamatan masyarakat yang tinggal di rumrel. | This research entitled POTRAIT OF THE LIFE OF RUMREL (Study of People Living on the Rails of Railway, Tanah Tinggi Satu Central Jakarta). This study aims to know the condition of the life of the community at the edge of the railway Central Jakarta and strategies to survive the community at the edge of the Railway in Tanah Tinggi Satu Central Jakarta. The method used in this research is qualitative method. The subjects of the study included the head of the family (husband or wife) who lived on the edge of the railway for more than 5 years, the DAOP 1 PT KAI, the Satpol PP subdistrict official of Tanah Tinggi Subdistrict, the community leader, and the Social Service of Senen Sub-district Central Jakarta Administration. The research location is located in Tanah Tinggi Satu Satu Central Jakarta. The technique of determining informants using Purpose Sampling and data collection techniques through three ways, namely, observation, in-depth interviews, and documentation. Research data then analyzed with interactive analysis model through three component analysis that is, data presentation, data reduction, and conclusion. While the validity of the data using triangulation data source. The results of this research showed that: First, no one knows since when rumrel was built in Jakarta. Second, the condition of the society living in the edge of the Central Jakarta railway is very apprehensive and has for many years felt the difficulty of living in the middle of the city. Third, the survival strategy run by the railroad community of Tanah Tinggi Satu Central Jakarta railway is to do something that they can without harming the surrounding community by collecting used goods for sale to the collectors and the next survival strategy that is how to raise children with people old to be firm to his children in the field of education. Therefore, there is a need for serious handling by the government to make people aware that they do not live and work on the edge of the railway because this can disrupt train travel and also endanger the safety of people living in rumrel. | |
| 18118 | 21082 | C1G014104 | Analisis Profitabilitas pada Perusahaan Manufaktur yang Listing di BEI Periode 2013 - 2016 | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kas bersih aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan secara simultan maupun parsial terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode 2013 hingga 2016. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengujian hipotesis menggunakan analisis persamaan regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial kas bersih aktivitas operasi dan investasi, berpengaruh negatif terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode 2013 sampai dengan 2016, sedangkan kas bersih aktivitas pendanaan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas perusahaan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa secara simultan kas bersih aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan berpengaruh signifikan terhadap ROA. Dengan kata lain, kas bersih aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan secara bersama-sama memberikan pengaruh signifikan terhadap profitabilitas perusahan manufaktur yang listing di BEI periode 2013 – 2016. Berdasarkan pengujian statistik, terlihat bahwa variabel-variabel independen (kas bersih aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan) memberikan pengaruh terhadap variabel dependen (profitabilitas perusahaan) dengan nilai 40,04% sedangkan sisanya sebesar 59,96% dipengaruhi oleh variabel lain. | This research aimed to examine the effect of net operating cash flow, net investment cash flow and net financial cash flow toward the profitability of the company. This sampling research method use purposive sampling. The hypothesis of the research use analys of multiple linear regression equation. The results of this study indicate that partially cash net operating and investment activities, negatively affect the profitability of manufacturing companies listed on the IDX period 2013 to 2016, while net cash financing activities partially significant effect on corporate profitability. The results also indicate that simultaneous net cash of operating, investment, and funding activities have a significant effect on ROA. In other words, net cash for operating, investing, and financing activities together has a significant effect on the profitability of manufacturing companies listed on the IDX for the period of 2013 - 2016. Based on statistical tests, it can be seen that the independent variables (net cash of operating activities, investments , and funding) give influence to dependent variable (profitability company) with value 40,04% while the rest equal to 59,96% influenced by other variable. | |
| 18119 | 21044 | F1D011010 | PROGRAM PEMBERDAYAAN WARGA DOLLY DALAM KERJASAMA PEMERINTAH KOTA SURABAYA DAN YAYASAN GERAKAN MELUKIS HARAPAN | Penelitian ini membahas tentang Program Pemberdayaan Warga Dolly dalam Kerjasama Pemerintah Kota Surabaya dan Yayasan Gerakan Melukis Harapan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan proses perumusan program pemberdayaan warga Dolly dalam kasus kerjasama Pemerintah Kota Surabaya dan Yayasan Gerakan Melukis Harapan; (2) Menganalisa pelaksanaan program pemberdayaan warga Dolly dalam kasus kerjasama Pemerintah Kota Surabaya dan Yayasan Gerakan Melukis Harapan. Penellitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus sebagai pendekatan dan analisa interaktif sebagai teknik analisa data. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Kegiatan pemberdayaan Pemerintah Kota dan GMH bukan dilakukan secara resmi tanpa adanya Memorandum of Understanding (MoU), melainkan hanya terjadi hubungan saling mendukung antar program karena memiliki tujuan yang sama. Dalam proses pembuatan program, GMH berkoordinasi dengan masyarakat dan Walikota mengenai ide-ide program sedangkan untuk tingkat pemerintah kota (Dinas Sosial dan Bapemas KB) pembuatan program dilaksanakan oleh SKPD melalui Musrenbang. Hambatan terbesar dalam pelaksanaan program adalah minat warga yang rendah terhadap program, program yang dibuat pemerintah kota sebagian besar hanya pelatihan tanpa pendampingan maksimal dikarenakan keterbatasan sumber daya manusia. Dari segi GMH, hambatan terbesar selain berasal dari masyarakat Dolly yaitu dari internal keanggotaan karena massa yang memberdayakan direkrut dengan sistem kerelawanan sehingga banyak dari relawan yang kurang royal dengan kegiatan. | This study discusses the Dolly Citizenship Program in the Cooperation between Surabaya City Government and Yayasan Gerakan Melukis Harapan (GMH). This study aims to: (1) Describe the process of formulation of Dolly community empowerment program in case of cooperation of Surabaya City Government and Foundation of Painting of Hope Movement; (2) Analyzing the implementation of Dolly community empowerment program in case of cooperation of Surabaya City Government and Yayasan Gerakan Melukis Harapan. This research uses qualitative method with case study as an approach and interactive analysis as data analysis technique. The result of this research reveals that the Activity of City Government and GMH is not done officially without the Memorandum of Understanding (MoU), but only mutual support between programs because it has the same purpose. In the process of making the program, GMH coordinates with people and the Mayor on program ideas while for the municipal government level (Social Service and Bapemas KB) programming is implemented by SKPD through Musrenbang. The biggest obstacle in the implementation of the program was the low interest of the community towards the program, the program made by the city government is mostly only training without maximum assistance due to limited human resources. In terms of GMH, the biggest obstacle in addition comes from the Dolly community that was from the internal membership because the empowering masses are recruited with voluntary system so that many of the volunteers are less loyal to the activities. | |
| 18120 | 21083 | F1A013073 | PERILAKU SEKS PRANIKAH BAGI REMAJA (Pandangan Tentang Perilaku Seks Pranikah Remaja di Dayeuhluhur, Cilacap) | Abstak: Perilaku menyimpang merupakan hasil dari proses sosialisasi yang tidak sempurna. Kelompok yang paling rentan dalam proses perilaku menyimpang yaitu para remaja. Remaja pada masa transisi ini dimungkinkan dapat mengalami masa krisis, yang ditandai dengan kecenderungan munculnya perilaku menyimpang. Salah satu perilaku menyimpang dari seorang remaja adalah perilaku seks pranikah. Perilaku seks pranikah menjadi salah satu permasalahan di wilayah desa Dayeuhluhur. Kasus dari tahun-ketahun menunjukkan peningkatan perilaku seks pranikah di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pandangan dan sikap remaja terhadap perilaku seks pranikah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Informan penelitian merupakan remaja di desa Dayeuhluhur, yang jumlahnya adalah 10 informan penelitian. Desa Dayeuhluhur dipilih karena ada trend kenaikan angka kehamilan di luar nikah dalam 5 tahun terakhir ini. Selama satu tahun terakhir ada ± 4 orang remaja Dayeuhluhur yang hamil diluar nikah, dan 1 orang melakukan tindakan kekerasan dalam pacaran. Jika di akumulasikan maka dalam 5 tahun terakhir selalu ada kenaikan 3-4% kasus seksual di Dayeuhluhur. Angka tersebut naik drastis dari tahun 2011 yang masih di angka 0. Hal lain yang perlu dikatahui pula adalah remaja lebih memilih teman dekat, dan media sosial dari pada orang tua sebagai media komunikasi. Berdasarkan temuan lapangan terkait penelitian ini, dapat disimpulan sebagai berikut: 1). Minimnya pandangan dan pendidikan tentang sexualitas remaja secara benar menjadi variabel penyebab ketidakmampuan menyeleksi informasi, dan tiadanya bimbingan dari orang dewasa terkait dengan sexualitas menyebabkan informasi yang diperoleh tidak tepat. 2). Sikap remaja Dayeuhluhur terhadap perilaku seks pranikah ini adalah, mereka menolak terhadap perilaku seks pranikah karena perilaku ini termasuk dalam katagori perilaku menyimpang. 3). Interaksi orang tua dengan anak dalam menghadapi dampak teknologi merupakan media yang ampuh sebagai media pendidikan bagi anak,dan seharusnya menjadi priorotas utama. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan komunikasi secara terbuka antar keluarga yang diharapkan dapat menjadi bekal mereka dalam mendidik anak-anak berinteraksi dengan teknologi. | Abstract :Deviant behavior is the result of the socialization process is not perfect. The most vulnerable groups in the process of deviant behavior are teenagers. Teens in this transitional period it is possible to experiencing a crisis, characterized by the emerging trend of deviant behavior.One of the aberrant behavior of a teenager is premarital sexual behavior. Premarital sexual behavior into one of the problems in rural areas Dayeuhluhur. Case year after year shows an increase in premarital sexual behavior among adolescents. This study aimed to describe the views and attitudes of teenagers towards premarital sexual behavior. This study used a qualitative approach. The informants are teenagers in the village Dayeuhluhur, whose number is 10 informants research. Village Dayeuhluhur selected because they are upside wedlock pregnancy rate in the last 5 years. During the last year there were ± 4 Dayeuhluhur teenagers who become pregnant outside of marriage, and one person commit acts of violence in courtship. If the accumulated then in the last 5 years there is always a 3-4% increase in sexual cases in Dayeuhluhur. The figure rose dramatically from 2011 that is still in the number 0. Another thing to dikatahui also are teenagers prefer close friends, and social media from the parents as a communication medium. The conclusion of the study: 1).The lack of education about sexual views and teens really become a cause of the inability of selecting variable information, and the absence of guidance from adults associated with sexuality led to the information obtained is not appropriate.2). Dayeuhluhur adolescent attitudes toward premarital sexual behavior is, they refused to premarital sexual behavior because this behavior is included in the category of deviant behavior. 3).The interaction of parents with children in the face of the impact of technology is a powerful medium as the medium of education for children, and should be the main priorities. One effort that can be done is by open communication between families that are expected to be equip themselves to educate the children interact with technology |