Artikelilmiahs

Menampilkan 18.181-18.200 dari 50.045 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1818121131G1D013086HUBUNGAN KEYAKINAN DIRI DENGAN PERAWATAN DIRI PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI BALAI PENGOBATAN PENYAKIT PARU-PARU (BP4) PURWOKERTOHUBUNGAN KEYAKINAN DIRI DENGAN PERAWATAN DIRI PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI BALAI
PENGOBATAN PARU-PARU (BP4)
PURWOKERTO

Muhammad Zubaduzzaman1, Wahyu Ekowati2, Eva Rahayu3

ABSTRAK


Latar belakang: Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksius yang membutuhkan penanganan serius. Proses penyembuhan penyakit tuberkulosis paru dibutuhkan perilaku self care (perawatan diri) untuk mendukung proses pengobatan mencegah dan meminimalisir penularan penyakit tersebut.
Tujuan penelitian: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan keyakinan diri dengan perawatan diri pada penderita tuberkulosis paru
Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Responden dalam penelitian ini adalah penderita tuberkulosis paru yang berobat di Balai Pengobatan Penyakit Paru-paru (BP4) Purwokerto berjumlah 24 orang. Kuesioner yang digunakan yaitu kuesioner keyakinan diri adopsi dari penelitian Tambunan (2014) dan perawatan diri dari Mardlatina (2017). Korelasi kedua variabel diuji dengan uji Somer’d.
Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan korelasi positif lemah secara statistik antara keyakinan diri dengan perawatan diri penderita tuberkulosis paru dengan nilai p=0,016 dan nilai r=0,400
Kesimpulan: Keyakinan diri yang baik dapat meningkatkan perilaku perawatan diri penderita tuberkulosis paru.



Kata kunci: keyakinan diri, perawatan diri, tuberkulosis paru.
RELATIONSHIP SELF EFFICACY WITH SLF CARE IN PATIENTS WITH PULMONARY TUBERCULOSIS IN BALAI PENGOBATAN PENYAKIT PARU-PARU (BP4) PURWOKERTO

Muhammad Zubaduzzaman1,Wahyu Ekowati2, Eva Rahayu3

ABSTRACT


Background: Pulmonary tuberculosis desease is an infectious disease that requires serious treatment. The process of curing pulmonary tuberculosis requires self care behavior to support the treatment process to prevent and minimize the transmission of the disease.
Aims: The purpose of this study is to determine the relationship of self efficacy with self care in patients with pulmonary tuberculosis.
Methods : This research methode uses analytic correlation design with cross-sectional approach. Sampling technique used is total sampling. Respondents in this study involving 24 patients with pulmonary tuberculosis whi treated at (BP4) Purwokert. The instruments in this study are self efficacy questionnaire was adapted from Tambunan (2014) and self care questionnaire was adapted from Mardlatina (2017). The correlation of the two variables was analyzed by the Somer'd test.
Result: The results showed there was a significant correlation between self efficacy and self care in patients with pulmonary tuberculosis (p=0.016). the strength correlation was positive statistically but the value was weak (r=0,400).
Conclusion: Good self efficacy can improve self care behavior of patients with pulmonary tuberculosis



Keywords: self efficacy, self care, pulmonary tuberculosis
1818221637E1A013058Penerapan Syarat sahnya suatu Keputusan Tata Usaha Negara (studi putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Nomor:01/G/2015/PTUN.YK) Sengketa Tata Usaha Negara dapat terjadi dalam berbagai urusan Pemerintahan antara lain dalam pemberian pensiun kepada Aparatur Sipil Negara. Salah satu Sengketa Tata Usaha Negara yang berkaitan dengan Prosedur pemberian pensiun Aparatur Sipil negara terdapat dalam putusan Nomor 01/G/2015/PTUN.YK adanya kekeliruan dalam melaksanakan prosedur dari pemberian pensiun kepada Aparatur Sipil Negara menimbulkan konsekuensi yuridis, yang mengakibatkan batalnya suatu Keputusan Tata Usaha Negara Dalam hal ini Peneliti Tertarik untuk meneliti mengenai Prosedur pemberian pensiun kepada Aparatur Sipil Negara serta mengenai keabsahan Surat keputusan objek sengketa dari aspek wewenang,prosedur, dan substansi dan Asas-Asas Pemerintahan Umum yang Baik
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan analisis. Data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa buku-buku literatur dan mengutip peraturan perundang-undangan yang relevan.
Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, tata cara atau prosedur dari pemberian pension kepada Pegawai Sipil Negara adalah sebagai berikut: 1) Pemberian Pensiun Pegawai sipil negara ini dilakukan apabila Pegawai tersebut sudah mencapai batas umur 56 (lima puluh enam) tahun 2) Apabila Pegawai Negri sipil yang telah mencapai batas usia pensiun maka harus dilakukan dengan cara diberhentikan. 3) Satu tahun tiga bulan sebelum seseorang PNS mencapai batas usia pensiun, pimpinan instansi yang bersangkutan berkewajiban memberitahukan secara tertulis kepada PNS tersebut
The dispute of State’s Administration can be occurring in many
Government affairs such as retirement granting to Government
Employees (PNS). One of dispute of State’s Administration which
related to retirement granting procedure to Government Employees
found in sentences number 01/G/2015/PTUN.YK. Presence of
confusion while carrying out procedure of retirement granting to
Government Employees can cause juridical consequences and abort
State’s Administration Court Sentences (KTUN). In this study, writer
fascinated to examine about procedure of retirement granting to
Government Employees and object of dispute validity from power
aspect, procedural aspect, substansial aspect and Good Government Principals.
Method used in this study is normative juridical while approach
used in this study is statute approach and analysis approach. In this
study, data collected from secondary sources which are literature and
citing from relevant legislations.
Conclusion of this study is procedure for granting retirements to
Government Employees (PNS) are as follows: 1) Retirements granted
to Government Employees who have reached the limitation age which
is 56 years old. 2) If Goverenment Employees have reached the
limitation age for retirements they must be dismissed from their
employment. 3) 15 months before Governement Employees reach
their limitation age for retirements, their agency leader obligate to
inform corresponding employees in writing about their remaining time
of employment.
1818321134B1J011004Kekerabatan Udang Penaeus spp. Dari PPSC Berdasarkan Karakter Morfologi dan MorfometrikUdang genus Penaeus termasuk udang laut dari familia Penaeidae. Ciri yang membedakan udang Penaeus dengan spesies udang Penaeidae lainnya adalah bagian atas dan bawah rostrum terdapat gigi. Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap merupakan salah satu tempat pendaratan perikanan yang terbesar di Cilacap, Jawa Tengah. Salah satu komoditas yang didaratkan adalah berbagai spesies udang. Informasi tentang spesies dan hubungan kekerabatan udang ini masih terbatas, sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah spesies udang Penaeus di PPSC, mengetahui karakter morfologi dan morfometrik serta mengetahui hubungan kekerabatannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dan pengambilan sampel secara Purposive Random Sampling. Sampel diambil tiga kali dengan interval sepuluh hari. Variabel yang diamati adalah karakter morfologi dan morfometrik, serta hubungan kekerabatan. Data morfometrik yang diperoleh dianalisis secara statistik deskriptif. Kekerabatan fenetik udang dilakukan dengan membandingkan persamaan dan perbedaan ciri morfologi dan morfometrik masing-masing spesies. Data morfometrik dianalisis menggunakan SPSS. Hasil perbandingan dihitung dengan koefisien asosiasi. Fenogram dibuat dengan menggunakan program MEGA.
Hasil penelitian diperoleh sebanyak tiga spesies udang Penaeus yaitu Penaeus indicus, Penaeus merguiensis dan Penaeus monodon. Karakter morfologi yang dapat digunakan sebagai pembeda adalah bentuk rostrum, karapaks serta bentuk petasma dan thelycum. Karakter morfometrik yang paling membedakan diantara ketiga spesies udang Penaeus dari 23 karakter yang diamati adalah rasio panjang antenulla dan panjang kepala bawah. Hubungan kekerabatan terdekat yaitu P. indicus dengan P. merguiensis dengan nilai perbedaan 0.326 dan nilai kekerabatan terjauh adalah P. indicus dengan P. monodon dengan nilai perbedaan 0.467.
Penaeus shrimp is one of marine shrimp from familia Penaeidae. Penaeus shrimp is different from other Penaeid shrimp because it has teeth both above and below its rostrum edge. Pelabuhan Perikanan Cilacap is one of the largest fishery harbor in Cilacap, Centre of Java. One of commodities are several shrimp species. Information about Penaeus shrimp and their relationship was still limited. This study was conducted using survey method and sample were collected with Purposive Random Sampling. Samples were taken three times with ten days interval. Variables observed were morphology, morphometric and relationship. The morphometrics data were analyzed descriptively. The shrimp phenetic kindship was done by comparing the similarities and dissimilarities of morphology featured and morphometric of each species. The morphometric data then analyzed use SPSS. Phenogram used MEGA software.
The result found three species of shrimp, they were P. indicus, P. merguiensis and P. monodon. The morphology characters can be used such as shape of rostrum, carapaks, also shape of petasm and thelycum. The antenulla and below head length of shrimp ratio was the most distinguish morphometric character compared to the other 23 characters that separate those three Penaeus species. P. indicus with P. merguiensis have the closest relationship with 0.326 distinction value while P. indicus with P. monodon have the farthest relationship with 0.467 distinction value.
1818421246H1L013063APLIKASI PEMESANAN CATERING DENGAN TEKNIK ANDROID HYBRIDUsaha catering adalah salah satu bidang usaha yang bergerak pada usaha kuliner. Usaha catering menjadi salah satu usaha yang berkembang pesat di jaman sekarang. Kebutuhan akan pengiriman makanan dan minuman yang dapat diperoleh dengan waktu relatif singkat dan terjadwal merupakan keunggulan utama dari usaha ini.
Dengan perubahan gaya hidup yang semakin memaksa seseorang untuk bergerak cepat, mengakibatkan usaha catering perlu dikembangkan dan beradaptasi menjadi usaha yang lebih mudah dan lebih cepat dalam pelayanannya. Di sisi lain, perkembangan teknologi smartphone dengan hadirnya operating system (OS) Android menjadi sebuah alat multifungsi. Smartphone dengan OS Android telah meningkatkan efektivitas dan efisiensi kehidupan sehari-hari, salah satunya dengan layanan Location Based Service, yaitu suatu metode untuk mendeteksi lokasi individual dari perangkat pada peta virtual dengan bantuan internet.
Dalam penelitian ini, akan dibahas mengenai pembuatan sebuah aplikasi yang memanfaatkan layanan – layanan yang diberikan oleh OS Android dengan menggunakan bahasa pemrograman yang umum digunakan pada aplikasi web. Dalam peningkatan efektivitas sebuah usaha catering melalui aplikasi pemesanan catering dengan Android Hybrid.
Catering services is one of bussiness that belong on the culinary bussiness. Catering services is now become one of fastest growing industries. The need of food and drink delivery services that need a little time and scheduled is the primary advantage of this kind of services.
With evolution of lifestyle that more demanding an indivudal to mobile faster, has caused catering services need to improve and adapt ro become more mobile in its services. In the other side, smartphone technologies has developed and become multi-function tool with the presence of Android Operating System. Smartphone with Android Operating System has given many services to make life more effective and effiecient, in example of Location Based Service. Location Based Services is a service given by Android to detect location of an individual location from devices within a virtual map with the help of and Internet.
This study discusses the process and implementation of an application that use services that have offered by Android Operating System with the use of programming language that often used for web programming. In the improving of catering services using catering order application with android hybrid technique.
1818521135E1A013023GUGATAN DINYATAKAN TIDAK DAPAT DITERIMA DALAM PERKARA WANPRESTASI (Studi Terhadap Putusan Nomor 56/Pdt.G/2015/PN.Tasikmalaya)ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim yang menyatakan gugatan tidak dapat diterima (Niet ont van kelijk verklaard) dalam perkara wanprestasi mengenai sengketa hak milik atas tanah pada Putusan No.56/Pdt.G/2015/PN.Tsm serta bagaimana akibat hukum putusan tersebut bagi para pihak.

Putusan No.56/Pdt.G/2015/PN.Tsm merupakan putusan yang menyatakan gugatan tidak dapat diterima karena tidak memenuhi syarat formil pada gugatan yakni kurangnya pihak (plurium litis consortium), dimana Penggugat tidak memasukkan pihak yang seharusnya dimasukan untuk dijadikan sebagai pihak dalam gugatannya.

Metode pendekatan penelitian ini adalah yuridis normatif. Hasil penelitian yang diperoleh, yakni : (1). Hakim menyatakan gugatan tersebut tidak dapat diterima dalam Putusan Nomor 56/Pdt.G/2015/PN.Tsm karena kurang pihak. Putusan Hakim tersebut mendasarkan pada Yurisprudensi Mahkamah Agung tanggal 27 Februari 1986 Nomor 250 K/Pdt/1984, Putusan Mahkamah Agung tanggal 21 November 1985 Nomor 1145 K/Pdt/1984, Putusan Mahkamah Agung tanggal 29 November 1984 Nomor 1669 K/Sip/1983 tentang kelengkapan dari para pihak berperkara yang harus digugat dan apabila ada pihak yang seharusnya digugat akan tetapi tidak digugat, maka gugatan tersebut akan dinyatakan tidak dapat diterima. (2). Akibat hukum dari putusan yang menyatakan gugatan tidak dapat diterima adalah Hubungan hukum antara Penggugat dan Para Tergugat dalam perkara a quo kembali pada keadaan semula sebelum adanya gugatan. Upaya hukum yang dapat dilakukan oleh Pihak Penggugat adalah pihak Penggugat dapat mengajukan upaya hukum banding atau mengajukan gugatan baru dengan memasukan pihak yang seharusnya dimasukan dalam gugatan agar gugatan tersebut tidak cacat formil.


(Kata kunci : Gugatan Tidak Dapat Diterima, Kurang Pihak, Wanprestasi)

ABSTRACT
This study aims to determine the legal considerations of judges who claim an unacceptable lawsuit (Niet ont van kelijk verklaard) in a breach of land rights dispute on Decision No.56 / Pdt.G / 2015 / PN.Tsm as well as how the judicial effects of the verdict is for the parties.

Decision No.56 / Pdt.G / 2015 / PN.Tsm constitutes a decision stating the lawsuit is unacceptable because it does not fulfill formal requirement on the lawsuit namely the lack of party (plurium litis consortium), whereas the Plaintiff does not include the party that should be included as party in his lawsuit.

The method of this research approach is normative juridical. The results obtained, namely: (1). The judge declared the lawsuit unacceptable in Decision Number 56 / Pdt.G / 2015 / PN.Tsm for lack of parties. The Judge's ruling is based on the jurisprudence of the Supreme Court of 27 February 1986 Number 250 K / Pdt / 1984, Supreme Court ruling dated November 21, 1985 Number 1145 K / Pdt / 1984, Supreme Court ruling dated 29 November 1984 Number 1669 K / Sip / 1983 the completeness of the litigants to be sued and where any party should be sued but not sued, the claim shall be declared unacceptable. (2). The legal consequence of the decision that states the lawsuit is unacceptable is the legal relationship between the Plaintiff and the Defendants in the a quo case back to its original state prior to the claim. A legal action that can be made by the Plaintiff is that the Plaintiff may file an appeal or file a new lawsuit by including the party that should be included in the lawsuit to ensure that the suit is not formally defective.


(Keywords: Unacceptable, Underpayment, Default Lawsuit)

1818621136F1J013038ANALISIS TOKOH TAKURO PADA FILM HANSAMU SHUUTSU DALAM KONSEP HABITUS BERDASARKAN PIERRE BOURDIEU
(KAJIAN STRUKTURALISME GENETIK)
Penelitian ini berjudul “Analisis Tokoh Takuro pada Film Hansamu Suutsu (2008) dalam Konsep Habitus Berdasarkan Pierre Bourdieu”. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan konsep Pierre Bourdieu beserta dengan ketiga faktor utama dan faktor pendukung lainnya yaitu, habitus, modal, dan ranah serta kekerasan simbolik pada film Hansamu Suutsu. Permasalahan yang menjadi fokus peneliti adalah tentang habitus manusia yang terdapat pada film. Pada penelitian ini ditemukan 23 data tentang habitus Takuro yang sesuai dengan rumusan masalah, yaitu: penggunaan logat Kansai, menunjuk hidung, menyembur ketika terkejut, melakukan lelucon klasik (komanechi), menepuk perut, serta kemampuan Takuro dalam hal memasak. Data tersebut diteliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara observasi, yaitu merekam dan mencatat perilaku dan aktivitas objek. Teknik analisis data menggunakan deskriptif analisis untuk mendeskripsikan perilaku tokoh dalam film kemudian dilakukan analisis yang sesuai dengan konsep habitus. Hasil dari penelitian ini penulis dapat menyimpulkan bahwa habitus dalam film Hansamu Suutsu terbagi menjadi dua. Pertama adalah habitus khusus yang terdapat dalam film, yaitu perilaku Takuro yang terbawa ketika menjadi Hikariyama Anni. Sedangkan yang kedua adalah alasan dibalik keinginan Takuro untuk menjadi tampan dan terlepas dari kisah masa lalunya yang suram. Meskipun pada khirnya Takuro menginginkan kembali jati dirinya yang jelek namun memiliki kebahagiaan-kebahagiaan kecil yang dirajut selama hidupnya.The study entitled “The Characters Analysis in The Movie Hansamu Ssuutsu (2008) Based on The Concept of Habitus Pierre Bourdieu”. The purpose of this study is to describe how the concepts of Pierre Bourdieu along with a third major factor and other supporting factors i.e., habitus, financier, and the realm of the symbolic violence on the film Hansamu Suutsu. The issue which became the focus of researchers is about the human habitus in the movie. On the research has found 23 data about Takuro habitus which appropriate to the obstacles, i.e., the use of a Kansai accent, pointed nose, spurts when surprised, do the classic jokes (komanechi), pats the stomach, and Takuro ability in terms of cooking. Other data is a preface of the Takuro habitus as the foam of the realm and financier which appropriate with the Pierre Bourdieu habitus theory. The data was examined by observation technique, such as recording, record the behavior and activity of the object. The analytical data technique which uses is the descriptive analyses to describe the behavior of the characters in the movie than do the analysis which appropriates with the concept of habitus. The final results of authors research conclude that the habitus in the movie of Hansamu Suutsu is divided into two. First is the particular habitus from the movie, i.e. Takuro behavior that does not disappear when he becomes Hikariyama Anni. the second is the reason behind Takuro's desire to be handsome and in spite of the gloomy past stories. Although Takuro wants back his true identity, yet have a small knitted happiness during his life.
1818721137G1B013056PERBEDAAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERKAITAN DENGAN PERILAKU PENCARIAN PENGOBATAN PENYAKIT HIPERTENSI PADA MASYARAKAT PERKOTAAN DAN PEDESAAN KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2017ABSTRAK
Perbedaan Faktor-faktor yang Berkaitan dengan Perilaku Pencarian Pengobatan Hipertensi pada Masyarakat Perkotaan dan pedesaan Kabupaten Banjarnegara Tahun 2017
Fero Amelia Fitriyani, Siti Masfiah, Arrum Firda Ayu M
Latar belakang : tingginya angka hipertensi dan rendahnya angka kunjungan ke pelayanan kesehatan di perkotaan dan perdesaan mempengaruhi seseorang dalam perilaku pencarian pengobatan hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berkaitan dengan perbedaan perilaku pencarian pengobatan hipertensi di perkotaan dan perdesaan.
Metodologi : desain penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan sampel responden di wilayah perkotaan sebanyak 65 orang dan di wilayah perdesaan sebanyak 66 orang. Uji statistik penelitian ini semua menggunakan uji Mann Whitney.
Hasil penelitian : hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel pengobatan sendiri (0.003), pengetahuan (0.003), sikap (0.003), dukungan keluarga (0.042), peran tenaga kesehatan (0.000) terdapat perbedaan yang signifikan antara perkotaan dan perdesaan dengan p < 0.05 . Variabel Perilaku pencarian pengobatan (0.795) p< 0.05 tidak ada perbedaan yang signifikan antara masyarakat perkotaan dan perdesaan.
Kata kunci : Hipertensi, rural urban
ABSTRACT
Differences factors Associated Hypertension Disease Threatment Behavior in Rural Urban Population Banjarnegara 2017
Fero Amelia Fitriyani, Siti Masfiah, Arrum Firda Ayu M
Background: high rates of hypertension and low visits to health services in urban and rural areas affect a person in hypertensive treatment seeking behavior. This study aims to determine the factors related to differences in hypertensive treatment seeking behavior in urban and rural areas.
Methodology: this study was analytic research design with cross-sectional approach with respondents in urban area of 65 people and in rural area of 66 people. The statistical tests using Mann Whitney test.
Results: The results of this study showed that there was a significant diference the self-treatment variables (0.003), knowledge (0.003), attitude (0.003), family support (0.042), the role of health workers (0.000) between urban and rural with p <0.05. Behavior seeking treatment (0.795) p <0.05 there was no significant difference of seeking treatment behavior between urban and rural communities.
Keywords: Hypertension, urban rural
1818821138B1J012062KEANEKARAGAMAN PALEM (ARECACEAE) DI HUTAN BASA AMPEK BALAI TAPAN, SUMATERA BARATPalem (Arecaceae) merupakan tumbuhan monokotil yang memiliki nilai komersial tinggi, memiliki banyak manfaat, dan secara ekologis sangat penting. Saat ini terdapat 181 genera dan 2600 spesies yang tersebar di daerah tropik, subtropik dan daerah beriklim sedang. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui keanekaragaman dan keunikan spesies dari familia Arecaceae, 2) mengetahui hubungan kemiripan dari familia Arecaceae yang ditemukan di Hutan Basa Ampek Balai Tapan, Sumatera Barat. Metode penelitian dilakukan menggunakan metode survai, dengan teknik pengambilan sampel secara purposive random sampling yaitu mengambil sampel secara acak di sekitar 3 titik stasiun. Variabel yang diamati adalah karakter morfologi dengan parameter morfologi batang, daun, bunga, dan buah. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui keanekaragaman dan menggunakan metode UPGMA dengan Software MEGA.5 untuk mengetahui hubungan kemiripan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 18 spesies Arecaceae yang termasuk ke dalam 10 genera dan 3 subfamilia yaitu: Calamus flabellatus, C. scipionum, C. caesius, Calamus sp., Daemonorops longipes, D. sabut, D. sepal, D. jenkinsiana, Korthalsia robusta, K. echinometra, Salacca zalacca, S. affinis, Ceratolobus subangulatus, Nenga macrocarpa, Oncosperma horridum, Iguanura sp., Licuala paludosa dan Livistona speciosa. Spesies yang paling banyak dijumpai adalah termasuk genus Calamus dan Daemonorops. Hubungan kemiripan terdekat tingkat genus adalah Ceratolobus dan Daemonorops dengan indeks dissimilaritas 0,090, sedangkan hubungan kemiripan terjauh adalah Iguanara dan Oncosperma dengan indeks dissimilaritas 1,866.Palms (Arecaceae) are monocots which have high commercial value, have very important uses, and ecologically very important. Currently, there are 181 genera and 2600 species distributed in the tropical regions, subtropics and temperate climates. This study are aimed 1) to know the diversity and uniqueness of the species, 2) to know the relationship amongst Arecaceae members found in the forests of Basa Ampek Balai Tapan, West Sumatra. The research method was survey method, with purposive random sampling technique by sampling in 3 stations. The observed variables are morphological characters with morphological parameters of stems, leaves, flowers, and fruits. The data were analyzed descriptively to know diversity and using the UPGMA method with MEGA.5 Software to know the relationship of the species. The results of this study showed that there are 18 species consisting of 10 genera and included in three subfamilies, namely: Calamus flabellatus, C. scipionum, C. caesius, Calamus sp., Daemonorops longipes, D. sabut, D. sepal, D. jenkinsiana, Korthalsia robusta, K. echinometra, Salacca zalacca, S. affinis, Ceratolobus subangulatus, Nenga macrocarpa, Oncosperma horridum, Iguanara sp., Licuala paludosa and Livistona speciosa. The richest genera are Calamus (four species) sand Daemonorops (four species). The closest relationship of the genus level are Ceratolobus and Daemonorops with dissimilarity index 0.090, while the most distinct taxa are Iguanara and Oncosperma with dissimilarity index 1,866.
1818920906A1L111044EVALUASI TINGKAT KEHARAAN ZN PADA LAHAN SAWAH IRIGASI DIKECAMATAN KEMANGKON KABUPATEN PURBALINGGAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Mengevaluasi kandungan unsur hara Zn pada tanah sawah diwilayah saluran irigasi Krenceng Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga. 2) Mengetahui dosis optimal pemberian unsur hara Zn di lahan sawah irigasi. Dilaksanakan di Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga selama Maret 2016 sampai dengan Februari 2017. Metode yang digunakan adalah survei tanah tinjau mendalam pada lahan sawah Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga. Metode penetapan titik sampel didasarkan kepada metode purposive sampling, yaitu didasarkan kepada jarak titik sampel terhadap saluran irigasi Krenceng. Variabel yang diamati adalah kandungan hara Zn, kandungan C-organik tanah, dan kandungan ph tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar Zn tersedia pada lahan sawah irigasi di Kecamatan Kemangkon yaitu rerata 0,83 ppm dan berada pada status sangat rendah. Untuk meningkatan kadar Zn tersedia dapat ditingkatkan dengan melakukan pemupukan sebanyak 11,004 kg/ha.This study aims to determine: 1) Evaluate the content of nutrients Zn on paddy soil in the region irrigation channel Krenceng Kemangkon Sub District, Purbalingga District. 2) Knowing the optimal dosage of Zn nutrient in irrigated rice field.Implemented in Kemangkon District, Purbalingga District during March 2016 until February 2017. The method used is a deep-looking soil survey on paddy fields Kemangkon District Purbalingga District.The method of determining the sample point is based on the purposive sampling method, which is based on the distance of the sample point against the Krenceng irrigation channel. The variables observed were Zn content, soil C-organic content, and soil ph content. The results showed that Zn content is available on irrigated rice field in Kemangkon sub-district with mean of 0,83 ppm and at very low status. For increased levels of Zn available can be increased by doing fertilization as much as 11.004 kg / ha.
1819021148G1D014070EFEK PENGGUNAAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA DIABETES FASE PROLIFERASI PADA TIKUS YANG DIINDUKSI ALOKSANLatar Belakang: Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit kronik yang semakin banyak diderita. Komplikasi yang terjadi pada penderita DM adalah luka diabetes. Salah satu alternatif perawatan luka diabetes yang dapat dilakukan yaitu virgin coconut oil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek aplikasi virgin coconut oil terhadap penyembuhan luka pada tikus diabetes.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain true experiment dengan pendekatan posttest only with control group design. Sampel berjumlah 10 tikus dengan 5 tikus pada kelompok kontrol dan 5 tikus pada kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan mendapatkan perawatan yang sama dengan kelompok kontrol, namun diberi perawatan tambahan menggunakan virgin coconut oil selama 7 hari. Sampel diamati secara makroskopis dan mikroskopis, untuk kemudian dilakukan analisis deksriptif.
Hasil Penelitian: Secara makroskopis warna luka kedua kelompok pada hari ke-0 adalah merah. Pada kelompok perlakuan hari ke-3 lebih dahulu terlihat slough dan bertambah banyak sampai hari ke-7. Pada kelompok kontrol slough terlihat lebih jelas pada hari ke-4 dan mulai menebal pada hari ke-6 sampai hari ke-7. Pada hari ke-7 luas luka kelompok kontrol sedikit lebih kecil dibanding kelompok perlakuan. Secara mikroskopis menunjukkan bahwa intensitas sel inflamasi kelompok perlakuan lebih banyak dibandingkan dengan kelompok kontrol, dan reepitelisasi kelompok perlakuan lebih pendek dibandingkan dengan kelompok kontrol.
Kesimpulan:Pemberian Virgin coconut oil memperlambat fase proliferasi dan proses penyembuhan luka.
Kata Kunci: Virgin Coconut Oil, VCO, Luka Diabetes, Fase Proliferasi

1Students Department of Nursing Faculty of Health Sciences University General Soedirman
2Department of Nursing Department of Nursing Faculty of Health Sciences University General Soedirman
Background: Diabetes mellitus is one of the more common chronic diseases. Diabetic wound is complications that occur in patients with diabetes mellitus. One alternative treatment of diabetic wound that can be done is pure coconut oil. This study aims to determine the effect of virgin coconut oil on wound healing in diabetes.

Methods: This study used true experiment design posttest only with control group design. The object of research used were 10 male wistar rats, 5 samples and 5 control samples. The treatment group will have the same treatment with the control group, but were given additional treatment using virgin coconut oil for 7 days. Samples will be reviewed macroscopically and microscopically, for later descriptive analysis.

Result: The macroscopic color of the wounds in both groups on day 0 is red. On the 3rd day until the 7th day both groups have slough. In the control group the slough was seen more clearly on day 4 and began to thicken on day 6 to day 7. On day 7 the extent of the treatment group wound was smaller than control group. Microscopically showed that the inflammatory cell intensity of the treatment group was higher than control group, and the reepitelization of the treatment group was shorter than the control group.

Conclusion: The treatment of Virgin coconut oil slows down the proliferation phase and the wound healing process.

Keywords: Virgin Coconut Oil, VCO, Diabetes Wound, Proliferative Phase

1Mahasiswa Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
2Departemen Keperawatan Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
1819121020H1H013005PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK Sargassum Sp. PADA PAKAN TERHADAP JUMLAH DIFFERENSIAL LEUKOSIT DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN NILA (Oreochromis niloticus)Ikan nila merupakan salah satu komoditas penting perikanan budidaya air tawar di Indonesia. Sargassum sp. merupakan golongan ganggang coklat (Phaeophyta) terbesar di laut tropis. Tujuan penelitian yaitu mengetahui pengaruh pemberian ekstrak Sargassum sp. pada pakan terhadap jumlah differensial leukosit dan mengetahui nilai tertinggi kelangsungan hidup ikan Nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan desain rancangan acak lengkap, data diolah menggunakan SPSS 17. Terdapat empat perlakuan dan masing-masing perlakuan terdapat 30 ekor ikan nila. Perlakuan 0 : (Kontrol); Perlakuan 1 : (5 mL ekstrak Sargassum sp/kg pakan); Perlakuan 2 : (10 mL ekstrak Sargassum sp/kg pakan) dan Perlakuan 3: (15 mL ekstrak Sargassum sp/kg pakan). Berdasarkan hasil uji Beda Nyata Terkecil persentase limfosit hari ke-7 dan hari ke-14 pada P1 berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap P0, P2, P3; Persentase monosit hari ke-14 perlakuan 1 berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase monosit P0, P2, dan P3; Persentase neutrofil hari ke-7 pada P1 berpengaruh nyata terhadap P0, P2, dan P3. Kelangsungan hidup ikan Nila (Oreochromis niloticus) nilai tertinggi yaitu pada perlakuan 3 (15 mL ekstrak Sargassum sp/kg pakan) sebesar 93,3%.Tilapia is one of the important commodities of freshwater aquaculture fisheries in Indonesia. Seaweed is a multicellular algae that contains an immunologically active substance. Sargassum sp. is the largest brown algae (Phaeophyta) in the tropical seas. The purpose of this research is to know the effect of giving Sargassum sp. on feed against the differential leukocytes of tilapia fish (Oreochromis niloticus) and know the effect of giving Sargassum sp. on the feed against the survival of tilapia (Oreochromis niloticus). This study used an experimental method with complete randomized design (RAL) design, the data was processed using SPSS 17. There are four treatments and each treatment there are 30 tilapia fish. Treatment 0 (Control); Treatment 1: (5 mL extract of Sargassum sp / kg of feed); Treatment 2: (10 mL extract of Sargassum sp / kg of feed) and Treatment 3: (15 mL Sargassum sp / kg feed extract). Based on the results of the least significant difference, the percentage of lymphocytes at day 7 and day 14 on P1 had significant effect (p<0,05) to P0, P2, P3. The percentage of monocyte on day 14 of treatment 1 had significant effect (P<0,05) on percentage of monocytes P0, P2, and P3. Percentage of 7th day neutrophils in P1 had significant effect on P0, P2, and P3. The survival of Nile fish (Oreochromis niloticus) was highest in 3 (15 mL of Sargassum sp / kg feed) of 93.3%.
1819221140I1F016004HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI DENGAN PERILAKU DIET PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA ORANG DENGAN RIWAYAT KELUARGA HIPERTENSI DI PROLANIS DAN POSYANDU LANSIA PUSKESMAS MANDIRAJA IABSTRAK

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI DENGAN PERILAKU DIET PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA ORANG DENGAN RIWAYAT KELUARGA HIPERTENSI DI PROLANIS DAN POSYANDU LANSIA
PUSKESMAS MANDIRAJA I

Toni Wahyu Wibowo , Eva Rahayu , Iwan Purnawan

Latar Belakang: Hipertensi menjadi prioritas utama pengendalian penyakit tidak menular. Orang dengan riwayat keluarga hipertensi mempunyai risiko terkena hipertensi dua kali lebih besar daripada orang yang tidak memiliki riwayat hipertensi. Salah satu faktor yang dapat dirubah untuk mengurangi risiko seseorang terkena hipertensi adalah dengan menerapkan perilaku diet yang seimbang. Faktor pengetahuan dan motivasi diet pencegahan hipertensi dapat berhubungan dengan perilaku diet pencegahan hipertensi.

Metodologi: Penelitian korelasi dengan desain cross sectional. Jumlah sampel 67 orang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Sommers’d.

Hasil Penelitian:. Usia responden sebagian besar dalam rentang umur 25-40 tahun sebanyak 67,2%. Jenis kelamin responden sebagian besar adalah laki-laki sebanyak 52,2%. Pendidikan responden sebagian besar adalah SMP sebanyak 65,7%. Hampir setengah dari responden memiliki pengetahuan diet pencegahan hipertensi pada kategori cukup sebanyak 43,3%. Motivasi diet pencegahan hipertensi responden sebagian besar pada kategori sedang sebanyak 53,7%. Hampir setengah dari responden memiliki perilaku diet pencegahan hipertensi pada kategori cukup sebanyak 41,8%. Hubungan pengetahuan dengan perilaku diet pencegahan hipertensi diperoleh nilai p=0,015 dengan nilai r=0,267. Hubungan motivasi dengan perilaku diet pencegahan hipertensi diperoleh nilai p=0,010 dengan nilai r=0,338. Pengetahuan dan motivasi memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku diet pencegahan hipertensi.

Kesimpulan: Semakin tinggi pengetahuan dan motivasi diet pencegahan hipertensi, semakin tinggi perilaku diet pencegahan hipertensi.

Kata Kunci : Pengetahuan, Motivasi, Perilaku Diet Pencegahan Hipertensi
THE RELATIONSHIP OF KNOWLEDGE AND MOTIVATION WITH DIET BEHAVIOR PREVENTION OF HYPERTENSION IN PEOPLE WITH A FAMILY HISTORY OF HYPERTENSION IN PROLANIS AND ELDERLY GROUP OF
PUSKESMAS MANDIRAJA I

Toni Wahyu Wibowo, Eva Rahayu, Iwan Purnawan

ABSTRACT

Background: Hypertension is a top priority of non-communicable disease control. People with a family history of hypertension are at twice the risk of hypertension than people without a history of hypertension. One factor that can be changed to reduce a person's risk of developing hypertension is to apply a balanced dietary behavior. Factors knowledge and motivation diet prevention of hypertension can be related to dietary behavior prevention of hypertension.

Methodology: The Research correlation with cross sectional design. The sample size of 67 people was taken using total sampling technique. Questionnaire research instrument. Data analysis used univariate and bivariate analysis. Bivariate analysis using Sommers'd test.

Results: Age of respondents mostly in the age range 25-40 years as much as 67.2%. The sex of the respondents was mostly male as much as 52.2%. Most of respondent's education is SMP 65,7%. Almost half of respondents have knowledge of hypertension prevention diet in enough category as much as 43,3%. Motivation diet prevention of hypertension respondent mostly in medium category as much as 53,7%. Almost half of the respondents had hypertensive prevention dietary diet in the category of 41.8%. Knowledge relationship with behavior of hypertension prevention diet obtained p value = 0,015 with value of r = 0,267. Relationship of motivation with dietary behavior of prevention of hypertension obtained p value = 0,010 with value of r = 0,338. Knowledge and motivation have a significant relationship with dietary hypertension prevention behavior.

Conclusions: The higher knowledge and preventive hypertension diet motivation, the higher the dietary behavior prevention of hypertension.

Keywords: Knowledge, Motivation, Practice of Hypertension Prevention Diet
1819321141F2A015012IMPLEMENTASI KEBIJAKAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berjudul “Implementasi Kebijakan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Banyumas”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil ketercapaian SPM SMP di Kabupaten Banyumas yang masih rendah terutama ketersediaan sarana dan prasarana dan ketersediaan guru pada tahun 2015, 2016. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian mengenai implementasi kebijakan SPM pendidikan dasar tingkat SMP berdasarkan teori implementasi Van Meter dan Van. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan bagaimana implementasi kebijakan standar pelayanan minimal pendidikan sekolah menengah pertama di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Metode penggumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan implementasi SPM pendidikan belum terlaksana secara maksimal sesuai teori Implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn. Hal ini dibuktikan dengan belum tercapainya standar dan sasaran kebijakan SPM dan belum adanya SOP yang dibuat oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas. Sumber daya manusia dan finansial sudah mencukupi, namun sumber daya manusia namun dari segi kompetensi masih terdapat aktor yang kurang menguasai materi SPM pendidikan dan sumber daya finansial penggunaannya belum maksimal, Besaran anggaran yang digunakan untuk pemenuhan SPM pendidikan belum diikuti oleh sistem pembelanjaan yang proporsional dan penggunaanya kurang efisien. Komunikasi dalam implementasi kebijakan SPM pendidikan dasar di Kabupaten Banyumas sudah berjalan dengan baik, namun sosialisasai dalam implementasi kebijakan SPM pendidikan dasar di Kabupaten Banyumas mengalami keterlambatan karena seharusnya sosialisasi terkait implementasi kebijakan SPM pendidikan dasar di Kabupaten Banyumas sudah dilaksanakan pada saat Permendikbud tersebut diberlakukan sehingga mempengaruhi keberhasilan implementasi SPM. This research entitled "Implementation of Minimum Service Standards for Junior High School Education in Banyumas Regency". This research based result the achievement of MSS Junior High School in Banyumas Regency which is still low, especially the availability of facilities and infrastructure and the availability of teachers in 2015, 2016. Therefore, the need for research on the implementation of MSS policy of junior high school education based on the implementation theory of Van Meter and Van Horn. The purpose of this research is to analyze and describe how the implementation of policy of minimum service standard of junior high school in Banyumas Regency. This research used qualitative research method. The technique of selecting informant used purposive sampling technique. Methods of data collection used interview, observation, and documentation.
The result obtained shows that implementation of SPM education has not been implemented maximally according to the theory Implementation of Van Meter and Van Horn policy. This is evidenced by the unavailability of standard and target of MSS policy and the absence of SOP made by Banyumas District Education Office. Human and financial resources are sufficient, but human resources but in terms of competence there are still actors who lack the mastery of educational materials MSS and the financial resources of its use has not been maximized, the amount of budget used for the fulfillment of MSS education has not been followed by a proportional spending system and its use less efficient. Communication in the implementation of MSS policy of basic education in Banyumas Regency has been running well, but socialization in the implementation of MSS policy of primary education in Banyumas Regency has delayed because socialization related to implementation of basic education policy of MSS in Banyumas Regency has been implemented at the time the Permendikbud is applied so as to influence the success implementation of MSS education.
1819421169G1D013040HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN JEJARING SOSIAL DENGAN PENCAPAIAN INDEKS PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA KEPERAWATAN UNSOEDLatar belakang: Banyak mahasiswa menggunakan jejaring sosial dengan intensitas penggunaan yang bervariasi. Dampak dari penggunaan jejaring sosial yaitu individu menjadi lupa waktu dan belajar.
Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan intensitas penggunaan jejaring sosial dengan pencapaian indeks prestasi akademik mahasiswa.
Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Besar sampel adalah 244 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Social Network Time Usage Scale. Korelasi kedua variabel diuji dengan uji Somers’d.
Hasil penelitian: Karakteristik responden rata-rata berusia 19,86 tahun, sebagian besar perempuan, dan tujuan penggunaan jejaring sosial yaitu sebagai sarana komunikasi dengan teman (91,4%). Sebagian besar responden memiliki jumlah akun situs jejaring sosial sebanyak 4-6 akun (60,7%) dan situs jejaring sosial yang aktif diakses yaitu Line (88,9%), Instagram (86,9%), dan WhatsApp (86,5%). Intensitas penggunaan jejaring sosial responden berada pada kategori sedang yaitu 2-3 kali dalam seminggu dengan durasi 10-30 menit. Indeks prestasi responden berada pada kategori sangat memuaskan (60,2%). Hasil uji korelasi Somers’d menunjukan p value 0,237 dan nilai r 0,068.
Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara intensitas penggunaan jejaring sosial dengan pencapaian indeks prestasi akademik mahasiswa Keperawatan Unsoed.
Kata kunci: Indeks prestasi akademik, intensitas penggunaan, jejaring sosial.
Background: Many college students used social network with various intensity. The effect of using social network is an individual can be wasted their times and study.
Objective: The aim of this study is to know the correlation of social network used intensity with grade point average of the nursing students.
Methodology: This study was a quantitative study with cross sectional approach. Sampling of this study used total sampling with the samples of 244 respondents who fulfilled the inclusion criteria. Instrument of this study used Social Network Time Usage Scale questionnaire. Analysis of the correlation between two variables used Somers’d test.
Results: The average age of the respondents was 19.86 years old, mostly women and the aim of using social network was as a communication media with friends (91.4%). Most of the respondents had social network accounts as much as 4-6 accounts (60.7%), and active social network accessed were Line (88.9%), Instagram (86.9%), and WhatsApp (86.5%). Social network used intensity of respondents is medium category that 2-3 times a week by duration 10-30 minutes. Grade point average of respondents is very satisfactory (60,2%). Result of the correlation Somers’d test showed p value 0,237 and r value 0,068.
Conclusion: There were no correlation between social network used intensity with grade point average of the nursing students in Jenderal Soedirman University.
Keywords: Grade point average, intensity used, social network.
1819521638A1L013101PENGARUH JENIS STEK BATANG DAN MEDIA TANAM PADA PERBANYAKAN VEGETATIF TANAMAN HIAS SIG SAG (Pedilanthus tithymaloides L.)Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui jenis stek batang terbaik bagi pertumbuhan stek tanaman sig sag, (2) mengetahui komposisi media tanam terbaik bagi pertumbuhan stek tanaman sig sag, dan (3) mengetahui kombinasi terbaik bagi pertumbuhan stek tanaman sig sag. Penelitian dilaksanakan pada 4 Oktober 2017 sampai 8 Januari 2018 di Kelurahan Purwokerto Wetan, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah jenis batang, yaitu batang bagian pucuk (B1), tengah (B2), dan pangkal (B3). Faktor kedua adalah komposisi media tanam, yaitu tanah + pupuk kandang (M1), pasir + pupuk kandang (M2), tanah + pupuk kandang + arang sekam (M3), dan pasir + pupuk kandang + arang sekam (M4). Data dianalisis menggunakan uji F, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batang bagian pangkal mampu mempercepat pertumbuhan tunas, sedangkan batang bagian tengah mampu meningkatkan pertumbuhan jumlah akar dan bobot akar segar, penambahan pasir dan arang sekam pada media tanam mampu meningkatkan persentase stek hidup, kombinasi antara batang bagian tengah dan komposisi media tanam pasir + pupuk kandang + arang sekam (B2M4) mampu meningkatkan jumlah tunas.This research aimed to (1) find out the best types of cuttings stem for the growth of sig sag plant cuttings, (2) find out the best composition of planting media for the growth of sig sag plant cuttings, and (3) find out the best combination for the growth of sig sag plant cuttings. The research was conducted from 4 October 2017 to 8 January 2018 in Purwokerto Wetan Village, East Purwokerto District, Banyumas Regency. The research design was using a Randomized Group Design (RGD) with 3 replications. The first factor was the type of cuttings stem, that was the top, the middle and the base of the stem. The second factor was composition of planting media, soil + manure (M1), sands + manure (M2), soil + manure + husk charcoal (M3), sands + manure + husk charcoal (M4). Data were analyzed by F test, tested further by DMRT 5% if significantly different. The result showed that (1) the base of stem was able to accelerate the growth of shoots, while the middle of stem was able to increase the growth of root number and fresh root weight, (2) addition of sand and husk charcoal on planting medium was able to increase the percentage of growing cuttings, (3) combination of the middle of stem and compotition of sands + manure + husk charcoal (B2M4) was able to increase the growth of shoots number.
1819621142G1D014048EFEK GETAH PELEPAH POHON PISANG AMBON (Musa paradisiaca var sapientum) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA DIABETES FASE PROLIFERASI PADA TIKUS YANG DIINDUKSI ALOKSANAbstrak

EFEK GETAH PELEPAH POHON PISANG AMBON (Musa paradisiaca var sapientum) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA DIABETES FASE PROLIFERASI PADA TIKUS YANG DIINDUKSI ALOKSAN
Noverita Rizki Aulia, Yunita Sari, Annas Sumeru

Latar Belakang: Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah diatas 200 gr/dl atau hiperglikemia yang muncul karena rusakya sekresi insulin, aksi insulin, atau keduanya. Diabetes mellitus dapat memunculkan komplikasi salah satunya luka diabetes. Alternatif perawatan luka yang dapat dilakukan yaitu getah pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var sapientum). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek aplikasi getah pelepah pohon pisang ambon terhadap penyembuhan luka diabetes pada tikus diabetes.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain true experiment dengan rancangan posttest only with control group design. Objek penelitian yang digunakan yaitu tikus wistar jantan sebanyak 5 sampel perlakuan dan 5 sampel kontrol. Kelompok perlakuan akan mendapatkan perawatan yang sama dengan kelompok kontrol, namun diberi perawatan tambahan menggunakan getah pelepah pohon pisang ambon selama 7 hari. Sampel akan diamati secara makroskopis dan mikroskopis, dan dilakukan analisis deksriptif.
Hasil Penelitian: Pengamatan makroskopis menunjukkan terdapat jaringan granulasi yang mengisi penuh area luka. Muncul slough pada kelompok kontrol mulai dari hari ke 4 sampai hari ke 7. Pengamatan mikroskopis menunjukkan bahwa intensitas sel inflamasi kelompok perlakuan lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok kontrol, dan reepitelisasi kelompok perlakuan lebih panjang dibandingkan dengan kelompok kontrol.
Kesimpulan:Getah pelepah pohon pisang ambon dapat mempercepat fase proliferasi pada luka diabetes.
Abstract

THE EFFECT OF AMBONESE BANANA STEM SAP (Musa paradisiaca var sapientum) TO DIABETIC WOUND HEALING PROLIFERATION PHASE IN ALLOXAN-INDUCED DIABETIC RATS
Noverita Rizki Aulia, Yunita Sari, Annas Sumeru

Background: Diabetes mellitus is a metabolic disorder manifested by glucose level increase above 200 gr/dl or hyperglicemic because of insulin secretion impairement, insulin actions, or both. Diabetes mellitus caused number of complications include diabetic ulcer. One alternative from natural materials is ambonese banana stem sap (Musa paradisiaca var sapientum). The aims of this study is to know the effect of ambonese banana stem sap application for diabetic wound healing in diabetic rats.
Methods: This study was true experimental with posttest only with control group design. This study used 10 samples of male wistar rats divided into 2 groups (intervention and control). Both groups treated the same, but intervention group got an extra ambonese banana stem sap to treat the wounds during 7 days intervention. Samples analyzed macroscopic and microscopically. This study used a descriptive analysis.
Results: The results showed that on macroscopic observation there was a granulation tissue thst fills the full wound bed on the 7th day. There was a slough in control group from day 4 to day 7. Microscopic observation showed that intervention groups’ inflamation cells intensity is lower than control group and reepitelialization in intervention group is longer than control group.
Conclusion: Ambonese banana stem sap could repair inflamation phase and increase reepithelialization on diabetic wounds.

Keywords: Musa paradisiaca var sapientum, Diabetic Ulcer, Proliferation Phase
1819721144G1D013068HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEMAMPUAN PENYESUAIAN DIRI PADA LANJUT USIA DI DESA LEDUG, KECAMATAN KEMBARAN,KABUPATEN BANYUMAS
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEMAMPUAN PENYESUAIAN DIRI PADA LANJUT USIA DI DESA LEDUG, KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS

Farah Nafila, Asep Iskandar, Rahmi Setiyani

Latar Belakang: Menua memberikan dampak pada sistem pertumbuhan dan perkembangan. Kemampuan penyesuaian diri pada lansia dapat menurun. Keluarga memiliki peranan untuk merawat dan menjaga lansia agar selalu nyaman dengan keadaannya saat ini.

Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Responden dalam penelitian ini berjumlah 88 lansia.Instrumen yang digunakan adalah dukungan keluarga dan kemampuan penyesuaian diri lansia dengan skala Likert.Analisis data menggunakan uji statistik Chi-square.

Hasil Penelitian: Mayoritas lansia memiliki dukungan keluarga yang sedang (63,6%) dan mempunyai kemampuan penyesuaian diri yang cukup (79,5%).Hasil penelitian menunjukkan nilai α < 0,05 yang berartibahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kemampuan penyesuaian diri pada lansia (p=0,000).

Kesimpulan: Dukungan keluarga berhubungan dengan kemampuan penyesuaian diri lansia di Desa Ledug Kecaatan kembaran, Kabupaten Banyumas.

Kata Kunci: Dukungan keluarga, Kemampuan penyesuaian diri, Lanjut usia.
Abstract


ASSOCIATION BETWEEN FAMILY SUPPORT AND ADAPTABILITY IN THE ELDERLY IN LEDUG VILLAGE, KEMBARAN DISTRICT, BANYUMAS REGENCY

Farah Nafila, Asep Iskandar, Rahmi Setiyani

Background: Ageing process have an impact on the growth and development system. Adaptability of the elderly may decrease with ages. Family has an important role for the elderly to be their protector and keep the elder for more comfortable with their life
.
Method: This research used quantitative method with cross sectional approach. The sampling technique used simple random sampling. Respondents in this study were 88 elderly who living with family. Family support and adjustment ability questionnaire with Likert scale were used in the study. Data was analyzed using Chi Square.

Result: Most elderly have medium family support (63,6%) and sufficient adaptability (79,5%).The result shows α < 0,05, means that there was a significant association between family support an adaptability on elderly (p=0,000).

Conslusion: Family support is associated to adjustment ability of elderly.

Keywords: Family support, adjustment ability, elderly
1819821145G1D014065Efek Penggunaan Virgin Coconut Oil (VCO) Terhadap Penyembuhan Luka Diabetes Fase Inflamasi Pada Tikus Yang diinduksi AloksanDiabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang bisa menimbulkan komplikasi, salah satunya amputasi dikarenakan adanya luka ulkus diabetes tak tertangani akibat dari fase inflamasi yang berkepanjangan. Dari penelitian sebelumnya, VCO diketahui memiliki kandungan antioksidan dan antimikroba yang secara makroskopis mampu memperbaiki fase inflamasi penyembuhan luka diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian VCO terhadap penyembuhan luka diabetes fase inflamasi pada tikus yang diinduksi aloksan baik secara makroskopis maupun mikroskopis. Menggunakan eksperimen murni dengan pendekatan post test only with control group design. Sampel terbagi menjadi dua kelompok, dengan 5 sampel sebagai kelompok perlakuan dan 5 sampel sebagai kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukan VCO saat berada pada fase inflamasi penyembuhan luka diabetes mampu memperbaiki keadaan luka. Reepitelisasi kelompok perlakuan lebih panjang dibandingkan dengan kelompok kontrol. Selain itu, sel inflamasi pada kelompok perlakuan memiliki intensitas yang lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok kontrol. Penggunaan VCO secara topikal pada luka diabetes efektif dalam memperbaiki fase inflamasi penyembuhan luka.Diabetes mellitus is known as a cronic disease that can result some of serious complication, including amputation caused by prolonged inflammation stage in uncontroled diabetic ulcer. Recent study show that VCO consist of antioxidant and antimicrobial contents which can improve the inflammatory phase of diabetic wound healing. This research goal was to known the effect of VCO application toward diabetic wound healing during inflammation stage by macroscopic and microscopic observation. Using true experimental with “posttest only with control group design” approachment. Total sampling 10, divided in to two groups, which each group consist of 5 sample. First group is experimental group with VCO application, and the other one is control group. Both group sample will be macroscopically and microscopically observed. VCO application to the diabetic ulcer has improved wound healing during in the inflammatory stage. Reepithelialization more longer in experimental group rather than control group. moreover, intensity of inflammatory cells from experimental group microscopically more slighter compared with control group. The use of topical VCO in diabetic wounds is effective in improving the inflammatory phase of wound healing.
1819921143G1H013051EFEKTIFITAS METODE CERAMAH TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PEMANFAATAN RIMPANG KAPULAGA SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL PADA ANGGOTA GAPOKTAN KECAMATAN SUMBANG, BANYUMASLatar belakang : Pendidikan merupakan suatu proses komunikasi dengan tujuan untuk menyampaikan informasi. Salah satu metode untuk memberikan uraian atau penjelasan kepada sejumlah orang pada waktu dan tempat tertentu yaitu dengan ceramah. Pengetahuan yang baik dalam memanfaatkan rimpang kapulaga sebagai minuman yang kaya antioksidan, diharapkan dapat mempengaruhi status antioksidan dan status imun sehingga berdampak positif pada status kesehatan. Penelitian ini untuk mengetahui efektifitas ceramah dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap anggota gapoktan kapulaga tentang pemanfaatan rimpang kapulaga sebagai pangan fungsional
Metodologi: Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain studi quasi eksperimental menggunakan rancangan non equivalent control group design Penelitian dilakukan di desa Ciberem dan desa Susukan Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Sampel kelompok perlakuan 36 orang dan kelompok kontrol 41 orang dengan metode purposive sampling. Uji beda dengan uji Man Whitney
Hasil penelitian: Analisis bivariat menunjukkan bahwa hasil uji beda menggunakan uji Man Whitney tentang efektifitas metode ceramah terhadap pengetahuan dan sikap pemanfaatan rimpang kapulaga sebagai pangan fungsional pada anggota gapoktan mempunyai nilai p= 0,000 yang berarti lebih kecil dari nilai α 0,05 ( p<0,05) .
Kesimpulan: Tingkat efektifitas metode ceramah memiliki efek yang besar dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang pemanfaatan rimpang kapulaga sebagai pangan fungsional pada anggota gapoktan kapulaga kecamatan Sumbang.
Kata kunci: pendidikan kesehatan, metode ceramah, rimpang kapulaga, antioksidan, pangan fungsional.
ABSTRACT

Background: Education is a process with the aim of conveying information. One of the methods for giving a description or explanation to a number of people at a particular time and place is by lecturing. Good knowledge in utlizing the cardamomum rhizome as a high antoxidant drink, is an expected to have a positive impact on health status. Reseacrh purposes that is to know the effectiveness of lectures in will advance their knowledge and attitude of a member on extracting cardamomum rhizome as functional food.
Methods: The research is quantitative with quasi experimental study design using non equivalent control group design. The research was conducted in Ciberem village and Susukan village, Sumbang. Samples of treatment group is 36 and control group 41 people with purposive sampling method. Different test with Man Whitney test.
Result: Bivariate analysis using Man Whitney Test showed that the effectiveness level of lecturing method has a great effect in improving knowledge ana attitude about the utilization of cardamomum rhizome as functional food on member of farmer cardamomum in Sumbang.
Keywords: health study, lecture method, cardmomum rhizome, antioxidant, functional food.
1820021147F1J013010ANALISIS STRUKTUR PSIKOLOGIS TOKOH MORITAKA MASHIRO DAN AKITO TAKAGI DALAM FILM BAKUMAN KARYA TSUGUMI OHBA DAN TAKESHI OBATAPenelitian ini berjudul “Analisis Struktur Psikologis Tokoh Moritaka Mashiro dan Akito Takagi dalam Film Bakuman Karya Tsugumi Ohba dan Takeshi Obata”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Struktur Psikologis tokoh Moritaka Mashiro dan Akito Takagi dalam film Bakuman karya Tsugumi Ohba dan Takeshi Obata. Metode yang digunakan ialah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Teknik pengumpulan data dengan menyimak, mencatat dan mengklasifikasi data yang digunakan. Teknik analisis data dengan cara mendeskripsikan unsur intrinsik dan mendeskripsikan struktur psikologis berupa Id, Ego dan Superego dalam film Bakuman karya Tsugumi Ohba dan Takeshi Obata. Berdasarkan hasil analisis terhadap tokoh Moritaka Mashiro dan Akito Takagi dalam film Bakuman, Mashiro digambarkan memiliki sifat yang optimis, tenang dalam mengambil keputusan, dan tidak mudah puas dengan hasil yang telah didapat, sedangkan Takagi memiliki sifat yang optimis dan rendah hati. Pada hasil analisis juga ditemukan struktur psikologis tokoh Mashiro dan Takagi yang lebih cenderung mengedepankan Id dari pada Superego, yang mengindikasikan bahwa alam bawah sadar Mashiro dan Takagi lebih cenderung mempengaruhi Egonya pada saat mengambil keputusan, dalam usaha mereka untuk mencapai tujuannya menjadi mangaka.

This research entitled “Analysis of Psychological Structure of Moritaka Mashiro and Akito Takagi in Bakuman Film by Tsugumi Ohba and Takeshi Obata”. The aim of this research was to describe Psychological Structure of Moritaka Mashiro and Akito Takagi in Bakuman Film by Tsugumi Ohba and Takeshi Obata. This research used qualitative descriptive method by literature psychology approach. The techniques of data collection were heeding, finding, and classifying the data. The techniques of data analysis were to describe the intrinsic elements and psychological structure, such as Id, Ego and Superego in Bakuman Film by Tsugumi Ohba and Takeshi Obata. Based on the analysis of Moritaka Mashiro and Akito Takagi in Bakuman Film, Mashiro was optimistic and calm to make decision, and not easy to be satisfied with the result, while Takagi was optimistic and humble. On this analysis, the researcher also found the psychological structure on Mashiro and Takagi which more emphasis on Id than Superego, which indicated that unconscious of Mashiro and Takagi more affect their Ego when they were making decision in their effort to be mangaka.