Artikelilmiahs

Menampilkan 18.061-18.080 dari 50.045 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1806121038D1E013141KUALITAS FISIK DAGING AYAM NIAGA PETELUR AFKIR YANG DIRENDAM EKSTRAK NANAS (Ananas comosus L. Merr)Tujuan dilakukan penelitian adalah mengkaji pengaruh perendaman ekstrak nanas pada daging ayam niaga petelur afkir terhadap pH dan tingkat keempukan serta mengetahui waktu perendaman ekstrak nanas pada daging ayam niaga petelur afkir terbaik bila dilihat dari pH dan tingkat keempukan. Penelitian dan pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 20 sampai dengan 24 November 2017 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan adalah daging ayam niaga petelur afkir bagian paha (umur 18-20 bulan), buah nanas, penyaring, aquades, larutan buffer pH 7, blender, pisau, nampan, sendok, beckerglass, stopwatch, penetrometer dan pH meter daging. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan perendaman ekstrak nanas yaitu, tanpa perendaman (kontrol) (R0), 2 menit (R1), 4 menit (R2), 6 menit (R3) dan 8 menit (R4), serta setiap perlakuan diulang 4 kali. Peubah yang diukur yaitu pH dan tingkat keempukan daging. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji lanjut orthogonal polynomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman ekstrak nanas berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pH dan tingkat keempukan daging. Rataan pH daging adalah sebesar 5,95 (R0); 5,77 (R1); 5,65 (R2); 5,55 (R3) dan 5,42 (R4), serta rataan keempukan adalah sebesar 0,055 mm/g/dt (R0); 0,060 mm/g/dt (R1); 0,069 mm/g/dt (R2); 0,080 mm/g/dt (R3) dan 0,092 mm/g/dt (R4). Kesimpulan, semakin lama perendaman daging ayam niaga petelur afkir pada ekstrak nanas semakin menurunkan pH daging dan meningkatkan keempukan daging, serta perlakuan R4 (perendaman ekstrak nanas selama 8 menit) menjadi taraf terbaik bila dilihat dari pH dan keempukannya.The purpose of this research is to study the effect of soaking of pineapple extract on chicken laying rejects from pH and the level of tenderness and knowing the best time of soaking pineapple extract on the chicken commercial laying rejects meat based from the pH and tenderness level. Research and data retrieval was conducted on November 20th to November 24th, 2017 at Livestock Products Technology Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, University of Jenderal Soedirman, Purwokerto. The materials are thigh of commercial chicken laying rejects (age 18-20 months), pineapple, filter, aquades, buffer solution pH 7, mixer, knife, tray, spoon, beckerglass, stopwatch, penetrometer and pH meter of meat. The research method used was Completely Randomized Design (RAL) with 5 treatments of soaking pineapple extract that is, without soaking (control) (R0), 2 minutes (R1), 4 minutes (R2), 6 minutes (R3) and 8 minutes (R4), and each treatment was repeated 4 times. The measured variable is pH and tenderness level of meat. The data were analyzed using variance analysis and continued by orthogonal polynomial test. The results showed that soaking of pineapple extract had a very real effect (P<0,01) to pH and tenderness level of meat. Average of pH was 5.95 (R0); 5.77 (R1); 5.65 (R2); 5.55 (R3) and 5.42 (R4), and the average of tenderness was 0.055 mm/g/dt (R0); 0.060 mm/g/dt (R1); 0.069 mm/g/dt (R2); 0.080 mm/g/dt (R3) and 0.092 mm/g/dt (R4). The conclusion, the longer soaking of commercial chicken meat laying rejects on pineapple extract decreasing the pH of meat and increasing the tenderness level of meat, and treatment of R4 (soaking of pineapple extract for 8 minutes) become the best level based from pH and tenderness.
1806221627E1A014295KEPATUHAN HUKUM TENAGA SANITARIAN TERHADAP SISTEM PELAYANAN KESEHATAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN PEMALANG ABSTRAK
Kesehatan lingkungan adalah suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungan agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia. Adapun tenaga sanitarian sebagai pihak yang melakukan pengamatan, pengawasan dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka perbaikan kualitas kesehatan lingkungan untuk dapat memelihara, melindungi dan meningkatkan cara-cara hidup bersih dan sehat. Penyelenggaraan pekerjaan tenaga sanitarian sendiri telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 32 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Tenaga Sanitarian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan hukum tenaga sanitarian terhadap sistem pelayanan kesehatan lingkungan serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Metode pendekatan analisis yang digunakan adalah pendekatan yuridis sosiologis dengan pendekatan kuantitatif. Sumber data diperoleh dengan metode angket atau kuisioner, yang kemudian diolah menggunakan metode coding data, editing dan tabulasi data yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan tabel silang.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui, bahwa kepatuhan hukum tenaga sanitarian terhadap sistem pelayanan kesehatan lingkungan adalah tinggi dan faktor hukum, faktor penegak hukum, faktor fasilitas, faktor budaya serta faktor masyarakat cenderung berpengaruh terhadap kepatuhan hukum tenaga sanitarian selaras dengan amanat Pasal 13 dan Pasal 14 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 32 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Tenaga Sanitarian.
Kata kunci: Kepatuhan Hukum, Tenaga Sanitarian, Sistem Pelayanan Kesehatan, Lingkungan

ABSTRACT
Environmental health is an ecological balance that must exist between humans and the environment in order to ensure a healthy state of humanity. There is a part of goverment to support the enviromental health called sanitarian officer. This is intended to conduct observation, supervision and community empowerment in order to improve the quality of environmental health to be able to maintain, protect and improve ways of living clean and healthy. The operation of sanitation work has been regulated in the Minister of Health Regulation No. 32 of 2013 on the Implementation of Sanitarian Officer. This study aims to determine the law obedience of sanitarian officers to environmental health service system and to know the factors influencing it.
Analytical menthod used is sociological juridical approach with quantitative approach. The data were obtained by questionnaire, which then being processed through data coding method, editing and tabulation data presented in the form of frequency distribution table and cross table.
Based on the result of research, it can be seen that sanitarian obedience to environmental health service system is high. The factors behind are law factor, law enforcement, facility factor, cultural and society factor. Those tend to influence sanitarian law obedience in balance with Article 13 and Article 14 Regulation of the Minister of Health Number 32 Year 2013 on the Implementation of Sanitarian Officer.
Keywords: Legal Obedience, Sanitarian Officer, Health Service System, Environment
1806321022H1E013003Penentuan Percentage Depth Dose (PDD) dan Profil Berkas Pesawat Co-60 terhadap Ukuran Medan Radiasi dengan Metode Monte Carlo menggunakan Software MCNPX Telah dilakukan penelitian mengenai penentuan percentage depth dose (PDD) dan profil berkas radiasi pesawat radioterapi Co-60 terhadap ukuran medan radiasi secara simulasi menggunakan metode Monte Carlo dengan software MCNPX. Penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap, yaitu: tahap I pemodelan unit kepala radioterapi Co-60 dan phantom air, tahap II simulasi perjalanan foton (radiasi gamma) dan tahap III mengolah data hasil simulasi. Pada tahap I, unit kepala radioterapi Co-60 dimodelkan berdasarkan data buku manual (GW 80) yang meliputi sumber radiasi, kolimator sekunder, kolimator primer dan phantom air. Sumber radiasi dimodelkan sebagai sumber titik yang memancar ke segala arah secara uniform dan diasumsikan sebagai sumber monoenergi (E= 1,25 MeV). Kolimator sekunder dimodelkan untuk ukuran medan radiasi 10x10 cm², 15x15 cm², 20x20 cm², dan 30x30 cm². Simulasi perjalanan foton diamati ketika foton terlepas dari sumber sampai berinteraksi dengan kolimator dan phantom air hingga tidak dapat berinteraksi lagi (E < 0,01 MeV). Simulasi ini dijalankan menggunakan computer vi.3 dengan jumlah partikel sebesar 400 juta partikel.The determination of the percentage depth dose (PDD) and radiation profile of radiation Co-60 on the radiation field size simulated using Monte Carlo method with MCNPX software. This research is divided into three stages, namely: stage I modeling unit of radiotherapy head Co-60 and phantom water, stage II photon travel simulation (gamma radiation) and stage III to process data of simulation result. In stage I, the head unit of the Co-60 radiotherapy is modeled based on manual data (GW 80) which includes radiation source, secondary collimator, primary collimator and water phantom. The radiation source is modeled as a point source radiating in all directions uniformly and assumed as a monoenergy source (E = 1.25 MeV). Secondary collimators are modeled for radiation field sizes of 10x10 cm², 15x15 cm², 20x20 cm², and 30x30 cm². The photon travel simulation is observed when the photon is released from the source until it interacts with the collimator and water phantom until it can not interact again (E <0.01 MeV). This simulation runs on computer vi.3 with a particle count of 400 million particles.
1806421041H1A012018VALIDASI METODE ANALISIS NATRIUM BENZOAT DALAM MINUMAN RINGAN DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI
Natrium benzoat merupakan bahan pengawet yang umum digunakan pada makanan dan minuman. Tujuan penambahannya adalah untuk mencegah pertumbuhan bakteri, jamur dan kapang sehingga proses pembusukan dan pengasaman akibat penguraian dapat dicegah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kadar natrium benzoat dalam sampel minuman ringan serta melakukan validasi metode pada spektrofotometri dengan beberapa parameter validasi yaitu linearitas, akurasi, presisi, batas deteksi, batas kuantifikasi, dan rentang metode. Sampel minuman ringan yang sudah dipreparasi diukur dengan spektrofotometri pada panjang gelombang 223,2 nm. Hasil penelitian menunjukkan kadar natrium benzoat yang terkandung dalam sampel minuman ringan adalah sebesar 246,057; 278,258; 228,167; 262,873 dan 204,553 ppm. Validasi metode analisis natrium benzoat pada sampel minuman ringan dengan menggunakan spektrofotometri dinyatakan valid untuk linearitas 0,99998; akurasi 100,464 %; presisi dengan KV 0,372 % dan HORAT 0,035; batas deteksi 0,107 ppm; batas kuantifikasi 0,358 ppm; dan rentang metode untuk natrium benzoat adalah 0,358 – 14,444 ppm.Sodium benzoate is a preservative commonly used in foods and beverages, to prevent the growth of bacteria, fungi, and molds so that the process of decaying and acidification due to the decomposition can be prevented. The purpose of this research was to determine the levels of sodium benzoate in soft drink samples and validate the method on spectrophotometry with some parameter validation that is linearity, accuracy, precision, limit of detection, limit of quantification, and range of method. Prepared soft drink samples are measured by spectrophotometry at a wavelength of 223.2 nm. The results of the research showed that the levels of sodium benzoate in soft drinks samples amounted to 246.057; 278.258; 228.167; 262.873 and 204.553 ppm. Validation of analytical methods sodium benzoate in soft drink samples by using spectrophotometry is valid for linearity 0.99998; accuracy was 100.464 %; precision with 0.372 % KV and HORAT 0.035; limit of detection was 0.107 ppm; limit of quantification was 0.358 ppm; and range of method for sodium benzoate is 0.358 – 14.444 ppm.
1806521622A1L013169PENENTUAN KOMPOSISI PUPUK MAJEMUK NKS-ZEO GRANUL UNTUK MENINGKATKAN SERAPAN N DAN PERTUMBUHAN BAWANG MERAH PADA TANAH ULTISOL

THE DETERMINATION OF COMPOSITION NKS-ZEO GRANULE COMPOUND FERTILIZER TO IMPROVE N UPTAKE AND ONION GROWTH ON THE ULTISOL
Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui pengaruh mandiri dan interaksi antara komposisi pupuk majemuk NKS-Zeolit granul terhadap serapan N dan pertumbuhan bawang merah pada tanah Ultisol dan 2) menentukan komposisi pupuk majemuk NKS-Zeolit granul yang paling baik pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah pada Ultisol. Penelitian ini dilaksanakan di Screen House Fakultas Pertanian dan analisis pupuk, tanah, dan jaringan tanaman dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Waktu pelaksanaanya pada Agustus sampai Oktober 2017. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan dua faktor dan tiga kali ulangan, faktor pertama adalah varietas bawang merah yang terdiri atas dua aras (level) : varietas Bima dan Ampenan, faktor kedua adalah komposisi pupuk majemuk NKS-Zeolit granul yang terdiri atas lima aras : NKS 1 (7-0-0), NKS 2 (7-1,75-1,75), NKS 3 (7-3,50-3,50), NKS 4 (7-5,25-5,25), NKS 5 (7-7-7). Variabel yang diamati adalah sifat kimia tanah, pertumbuhan bawang merah dan serapan N oleh tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi NKS-Zeolit berpengaruh terhadap pH H2O, DHL, N total tanah, jumlah daun, bobot umbi segar, bobot umbi kering, bobot tanaman kering dan jumlah umbi. Terdapat interaksi antara komposisi pupuk NKS-Zeolit dengan varietas bawang merah terhadap serapan N oleh tanaman dan bobot tanaman segar, namun tidak memberikan pengaruh pada bobot daun segar dan bobot daun kering. Grade pupuk NKS 4 (7-5,25-5,25) memberikan pengaruh yang paling baik terhadap serapan N oleh tanaman dan bobot umbi segar.This research aims to: 1) to know the independent influence and interaction between compound fertilizer compound NKS-Zeolite granule to improve N uptake and onion growth on Ultisol and 2) to determine the composition of NKS-Zeolit granule compound fertilizer which the best influence on onion plant growth on Ultisol. The research was conducted at Screen House of Faculty of Agriculture and analysis of fertilizer, soil, and plant tissue was done at Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Its implementation time from August to October 2017. This study used a Complitely Randomize Design (CRD), with two factors and three replications, the first factor is the onion varieties consisting of two level: varieties of Bima and Ampenan. the second factor is composition of NKS-Zeolite granule fertilizer of five levels: NKS 1 (7-0-0), NKS 2 (7-1,75-1,75), NKS 3 (7-3,50-3,50) , NKS 4 (7-5,25-5,25), NKS 5 (7-7-7). The observed variables were soil chemical properties, onion growth and N tissue absorption. The results showed that the composition of NKS-Zeolite influenced the pH of H2O, DHL, N total, the number of leaves, fresh bulb weight, fresh plant weight, dry bulb weight, dry plant weight, and the number of tubers. There is an interaction between NKS-Zeolite fertilizer composition with onion varieties to N uptake by plants and fresh plant weight, but did not give effect on fresh leaf weight and weight of dry leaves. Grade of NKS 4 fertilizer (7-5,25-5,25) gives the best effect to N uptake by plant and fresh tuber weight
1806621675D1E014265PENGGUNAAN FERMEHERBAFIT ENKAPSULASI DALAM PAKAN TERHADAP JUMLAH BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) DAN Escherichia coli PADA USUS AYAM BROILERPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji efek penggunaan fermeherbafit enkapsulasi terhadap jumlah bakteri asam laktat (BAL) dan bakteri Escherichia coli pada usus ayam broiler. Materi penelitian yang digunakan adalah 80 ekor DOC ayam broiler MB-202 platinum yang dipelihara sampai umur 35 hari. Percobaan dilakukan dengan metode eksperimental in vivo dan rancangan menggunkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan dengan masing-masing ulangan terdiri dari 4 ekor ayam. Perlakuan terdiri dari R0 = pakan basal/kontrol; R1 = penggunaan 1,5% fermeherbafit nonenkapsulasi, R2 = penggunaan 1,5% fermeherbafit enkapsulasi, R3 = penggunaan 3,0% fermeherbafit enkapsulasi, dan R4 = penggunaan 4,5% fermeherbafit enkapsulasi dalam pakan. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan fermeherbafit enkapsulasi dalam pakan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah bakteri asam laktat (BAL) dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap jumlah bakteri Escherichia coli pada usus ayam broiler. Uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada jumlah bakteri asam laktat menunjukkan bahwa perlakuan R0 tidak berbeda nyata dengan R1 dan R2 namun berbeda nyata dengan perlakuan R3 dan R4. Kesimpulan dari penelitian bahwa penggunaan fermeherbafit enkapsulasi mempengaruhi jumlah bakteri asam laktat, tetapi tidak mempengaruhi jumlah bakteri Escherichia coli pada usus ayam broiler. Penggunaan fermeherbafit enkapsulasi terbaik pada level 3% menunjukkan dapat meningkatkan jumlah bakteri asam laktat dan cenderung menurunkan bakteri Escherichia coli.This study aimed to assess encapsulated fermeherbafit effect on the number of lactic acid bacteria (LAB) and Escherichia coli in the intestine of broilers. The research material used was 80 DOC of broiler chicken MB-202 platinum were maintained until the age of 35 days. The experiments were performed experimental methods in vivo and designed using the completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 4 replication with each replication consisted of 4 chickens. The treatment consisted of R0 = feed basal / control; R1 = 1.5% non-encapsulated fermeherbafit, R2 = 1.5% encapsulated fermeherbafit, R3 = 3.0% encapsulated fermeherbafit, and R4 = 4.5% encapsulated fermeherbafit in feed. Results of analysis of variance showed that the used of encapsulation in feed fermeherbafit significant (P <0.05) to the number of lactic acid bacteria (LAB) and was not significant (P> 0.05) to the number of bacteria Escherichia coli in the intestine of broilers. Further tested with Honestly Significant Difference (HSD) in the number of lactic acid bacteria showed that the treatment R0 was not significantly different with R1 and R2 but significantly different from the treatment of R3 and R4. The conclusion of fermeherbafit encapsulation used was significant to the number of lactic acid bacteria and did not significant to the amount of Escherichia coli bacteria. Fermeherbafit encapsulation used at level 3% could increase the number of lactic acid bacteria and tend to decrease the amount of Escherichia coli bacteria.
1806721984F1A012020Kajian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Masyarakat Desa Ujung Alang Kecamatan Kampung Laut Kabupaten Cilacap.RINGKASAN

Kampung Laut merupakan sebutan untuk sekumpulan daratan berpenghuni yang berada di Segara Anakan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Merupakan suatu kecamatan yang terdiri dari 4 desa yakni Ujung Alang, Ujung Gagak, Klaces dan Panikel yang masing-masing terpisah oleh perairan Segara Anakan. Segara Anakan merupakan sebuah laguna air payau yang memisahkan Pulau Nusakambangan di sebelah Selatan dan Pulau Jawa di sebelah Utara. Letaknya cukup terpencil dan dapat di tempuh melalui jalur darat dan jalur laut. Jika ditarik garis lurus, jarak Kecamatan Kampung Laut ke pusat kota Cilacap kurang lebih hanya 15 kilometer. Karena letak geografis yang cenderung terisolir, jarak tersebut dapat ditempuh dalam kurun waktu 2 jam melalui jalur laut (Pelabuhan Sleko, Cilacap menuju ke Dermaga Motean, Desa Ujung Alang Kecamatan Kampung Laut).
Penelitian ini difokuskan kepada upaya pemenuhan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) pada masyarakat Desa Ujung Alang Kecamatan Kampung Laut Kabupaten Cilacap. Segala keterbatasan dan keunikan geografis, pola kebiasaan dan pengetahuan masyarakat Desa Ujung Alang seputar kesehatan akan ditelaah lebih jauh oleh peneliti. Dalam PHBS terdapat 10 poin utama yang harus dipenuhi oleh suatu masyarakat dan atau dalam lingkup lebih sempit adalah tatanan rumah tangga. Selanjutnya, dari 10 poin PHBS peneliti akan berusaha fokus ke 2 poin PHBS yakni penggunaan air bersih dan jamban sehat.
Sebagai wilayah dataran rendah di tengah laguna air payau, air bersih merupakan sesuatu yang bernilai dan sulit diperoleh di Kampung Laut, tak terkecuali Desa Ujung Alang. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Desa Ujung Alang memiliki pola kebiasaan yang berbeda satu sama lain dalam pemenuhan kebutuhan air bersih di rumah tangga mereka. Selain itu, sebagian besar masyarakat Desa Ujung Alang masih memanfaatkan air tadah hujan untuk keperluan sehari-hari. Hal tersebut tentunya merupakan suatu keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan daerah lain. Penggunaan jamban sehat, masalah sanitasi dan pembuangan sampah juga menjadi hal krusial. Masyarakat Desa Ujung Alang terutama yang berusia lanjut memiliki kebiasaan Buang Air Besar (BAB) di jamban tradisional yang oleh masyarakat Kampung Laut disebut dengan WC Cemplung. Meskipun mayoritas masyarakat Desa Ujung Alang memiliki jamban konvensional yang memenuhi standar PHBS di rumahnya, kebiasaan BAB di WC Cemplung sampai sekarang masih tetap ada.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seiring meningkatnya pengetahuan masyarakat Desa Ujung Alang seputar kesehatan dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakatnya, kebiasaan BAB di WC Cemplung sudah mulai ditinggalkan. Selain itu, pemenuhan kebutuhan air bersih sebagai salah satu kebutuhan primer makhluk hidup sudah tidak lagi menjadi masalah serius yang butuh mendapat perhatian lebih. Hanya saja, tetap ada pola kebiasaan terkait sanitasi yang masih berlanjut hingga sekarang yakni masalah sampah dan konsumsi air tadah hujan yang belum sesuai standar PHBS dan kebiasaan msyarakat usia lanjut yang BAB di WC Cemplung yang tidak sesuai standar PHBS.
Kata kunci: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), air bersih, sanitasi, jamban sehat.
SUMMARY

Kampung Laut is the mentioned of some lands inhabited in Segara Anakan Cilacap District, Central Java. It’s a Sub-District consists of 4 village Ujung Alang, Ujung Gagak, Klaces and Panikel each separates by Segara Anakan waters. Segara Anakan is brackish water lagoon that separates Nusakambangan island in South and Java Island in the North. The location is quiete remote and can be reached by landline and sealine. If drag a straight line, the distance between Kampung Laut to Cilacap City Center just take more or less 15 kilometers. Because the location is tend isolated enough, that distance can be beaten in 2 hours through the sealine. (Sleko Port, Cilacap to Motean Port, Ujung Alang Village, Kampung Laut Sub-District).
This research is focused to PHBS (clean and healthy life behavior) fulfillment efforts in the society of Ujung Alang Village, Kampung Laut Sub-District, Cilacap District. All geographical limitations and uniqueness, customs and knowledge of Ujung Alang village communities about health will further explored by researcher. There are 10 main points in PHBS that must be fulfilled by society and or within a narrower scope is the order of the household. Furthermore, from 10 PHBS points researcher will try to focus on 2 PHBS points that are the use of clean water and healthy latrines.
As a lowland area in the middle of a brackish water lagoon, clean water is something of value and defficult to obtain in Kampung Laut Sub-district not least in the Ujung Alang village. In daily life, Ujung Alang’s society have different habitual action of each other in the fulfillment of clean water needs in their households. Furthermore, most of Ujung Alang’s society still using rainfed water for daily use in their households. It is certainly an uniqueness when compared with other regions. Healthy latrines usage, sanitation issues and disposal waste are crucial thing too. Ujung Alang’s village society especially the elderly people have a habit of defecation (BAB) in traditional latrines that Kampung Laut’s society called WC Cemplung. Althogh the majority of the Ujung Alang village have a conventional latrine that conform with PHBS standard in their houses, the habit of defecating on WC Cemplung still exist until now
Research results show that along with Ujung Alang society’s knowledge of health improves and improvement of economic prosperity, the habitual of defecating on WC Cemplung has started to be abandoned. Furthermore, fulfillment of clean water needs as one of living things primary needs is no longer a serious problem that needs more attention. It is just still a habitual pattern about sanitation that still exists today is the problem of disposal waste and rainfed water consumption which is not as PHBS standard and defecation habits of elderly on WC Cemplung that not match with PHBS standard.
Keywords: clean and healthy life behavior, clean water, sanitation, healthy latrines
1806821042C1L013020ANALYSIS OF AFFECTING INDEPENDENCE, OBEDIENCE PRESSURE, AUDIT EXPERTISE AND AUDIT EXPERIENCE TOWARDS AUDIT JUDGEMENT
(Case Study in Public Accunting Firm in Bekasi)
Pada saat auditor melaksanakan tugasnya, auditor akan mengeluarkan dan memberikan pendapat dengan judgement berdasarkan hasil-hasil yang dialami oleh perusahaan dimasa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Seorang auditor akan mengumpulkan bukti dalam kurun waktu yang berbeda dan akan menyatukan informasi dari bukti tersebut untuk membuat suatu Audit Judgement. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beberapa factor seperti independensi, tekanan ketaatan, keahlian auditor, dan pengalaman auditor. Penelitian ini dilakukan dengan analisis data primer.
Teknik analisis menggunakan regresi linear berganda dan diolah dengan menggunakan software SPSS 16. Sampel sebanyak 75 kuesioner yang disebar melalui metode convenience sampling dan yang dapat diolah hanya 41 kuesioner. Hasil tes menunjukkan independensi, tekanan ketaatan, keahlian auditor berpengaruh signifikan terhadap audit judgement sedangkan pengalaman auditor tidak berpengaruh terhadap audit judgement.
When the auditors perform their duties, they will issue and give opinions to the judgment based on the results experienced by the company in the past, present, and future. An auditor will collect evidence in a different period and will incorporate information from the evidence to make an audit judgment. Therefore, this research aim to analyze the effect of several factors, there are independence, obedience pressure, audit expertise, experience audit. This research was conducted with primary data analysis.
The analytical technique used multiple linear regression and processed by using SPSS 16 software. The sample of 75 questionnaires distributed through convenience sampling method and which can be processed only 41 questionnaires. The test results show independence, obedience pressure, audit expertise has a significant effect on audit judgment while the audit experience has no effect on audit judgment.
1806921043H1B012007APLIKASI MODEL REGRESI SPASIAL UNTUK PEMODELAN JUMLAH KASUS MALARIA DI KABUPATEN BANJARNEGARAPenyakit malaria masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, termasuk di Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu daerah endemis di Jawa Tengah yang hampir 80% wilayahnya merupakan daerah endemis malaria dengan jumlah kasus malaria yang selalu ada setiap tahunnya. Tingkat penyebaran penyakit malaria di Kabupaten Banjarnegara berbeda-beda untuk setiap wilayah. Oleh sebab itu perlu dilakukan adanya pemodelan penyebaran penyakit malaria berdasarkan data jumlah kasus malaria dan menentukan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap jumlah kasus malaria di Kabupaten Banjarnegara dengan menyertakan faktor spasial. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah studi kasus, yaitu penerapan model regresi spasial untuk data jumlah kasus malaria di Kabupaten Banjarnegara menggunakan model SARMA (spatial autoregressive moving average). Model SARMA (spatial autoregressive moving average) merupakan gabungan antara spatial autoregressive model dan spatial error model. Berdasarkan hasil pengolahan data tahun 2010 sampai tahun 2015 diperoleh bahwa data tahun 2010 dapat dimodelkan dengan menggunakan SARMA (spatial autoregressive moving average). Selanjutnya diperoleh faktor-faktor yang berpengaruh terhadap jumlah kasus malaria di Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2010 adalah curah hujan, jumlah ternak sapi, ketinggian wilayah, luas kolam balai benih ikan, luas panen padi sawah dan luas wilayah.Malaria is still a health problem in Indonesia, including in Central Java Province. Banjarnegara regency is one of endemic areas in Central Java where almost 80% area is malaria endemic area with malaria cases that always exist every year. The extent of the spread of malaria in Banjarnegara Regency varies with each region. Therefore it is necessary to model the spread of malaria disease based on malaria case data and determine the factors that affect the case of malaria in Banjarnegara Regency by including the spatial factor. One of the methods that can be used is case study, namely the application of spatial regression model to the data of the number of malaria cases in Banjarnegara Regency using SARMA (spatial autoregressive moving average). Spatial autoregressive moving average model is a combination of spatial autoregressive model and spatial error model. Based on the results of data processing from 2010 to 2015, it is obtained that the data in 2010 can be modelled using SARMA (spatial autoregressive moving average). Subsequently obtained factors that affect the number of cases of malaria in Bnjarnegara Regency in 2010 are rainfall, the number of cows, the height of area,the area of fish seeds hall, the area rice harvest and wide area.
1807021045B1J013112IDENTIFIKASI DAN UJI PERTUMBUHAN FASE VEGETATIF BEBERAPA JAMUR LIAR PADA MEDIUM CAIRJamur merupakan salah satu organisme yang memiliki keanekaragaman tinggi, akan tetapi kelangsungan hidup jamur tidak dapat dijamin akan selalu berlimpah di alam, terutama untuk jamur-jamur liar yang tidak dibudidayakan. Oleh karena itu, perlu dilakukan eksplorasi, identifikasi, dan inventarisasi. Beberapa jamur liar perlu diuji pertumbuhannya berkaitan dengan pemanfaatan senyawa metabolit sekunder yang dihasilkan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui genus dan atau spesies jamur liar yang ditemukan di hutan lindung Dusun Kalipagu, Desa Ketenger, Baturraden, serta untuk mengetahui laju pertumbuhannya. Penelitian ini mencakup dua tahap penelitian, yaitu eksplorasi dan uji pertumbuhan fase vegetatif jamur. Tahap eksplorasi, metode penelitian yang digunakan adalah metode survai dengan teknik pengambilan sampel secara purposive random sampling, dan dilakukan analisis secara deskriptif. Metode penelitian untuk tahap uji pertumbuhan fase vegetatif jamur dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diberikan berupa kultivasi isolat jamur terpilih dengan waktu inkubasi 10, 15, 20, dan 25 hari pada medium Potato Dextrose Yeast Broth (PDYB). Data dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA) berdasarkan uji F pada tingkat kesalahan 5% dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur liar yang ditemukan berasal dari kelompok Basidiomycota sebanyak 20 spesies meliputi genera Auricularia, Coprinus, Crepidotus, Daedaleopsis, Ganoderma, Gymnopus, Lactarius, Laetiporus, Mycena, Perenniporia, Polyporus, Schizophyllum, Termitomyces, dan Tyromyces. Laju pertumbuhan jamur P. arcularius dan T. chioneus mencapai akhir fase log pada inkubasi 20 hari, P. badius pada inkubasi 10 hari, dan D. confragosa pada inkubasi 15 hariMushrooms are one of the organisms that have high diversity. However, the survival of fungi can not be guaranteed to be always abundant in nature, especially for wild mushrooms due to increasingly unfavorable environmental conditions, therefore are required conservation efforts, including exploration, identification, and inventory. Some of wild mushrooms need to be tested for growth related to the utilization of secondary metabolite compounds produced. The aim of this research is to know the genus and or species of wild mushroom found in protected forest of Kalipagu Hamlet, Ketenger Village, Baturraden, and to know its growth rate. This research covers two stages of research, there are exploration and growth test of fungi vegetative phase. Exploration stage, research method used is survey method with sampling technique by purposive random sampling, and analyzed descriptively. The research method for vegetative phase growth stage of fungi was done experimentally using Completely Randomized Design (RAL). The treatments were cultivation of selected fungal isolates with incubation time 10, 15, 20, and 2 5 days on Potato Dextrose Yeast Broth (PDYB) medium. Data were analyzed using variance analysis (ANOVA) based on F test at 5% error rate and continued with the Smallest Significant Differential (BNT) test. The results showed that the wild mushrooms found were from the Basidiomycota group of 20 species including Auricularia, Coprinus, Crepidotus, Daedaleopsis, Ganoderma, Gymnopus, Lactarius, Laetiporus, Mycena, Perenniporia, Polyporus, Schizophyllum, Termitomyces, and Tyromyces genera. The growth rate of fungus P. arcularius and T. chioneus reached the end of log phase in 20 days incubation, P. badius on 10 days incubation, and D. confragosa on 15 days incubation
1807121058E1A013239PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEREMPUAN KORBAN TINDAK KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (STUDI DI KABUPATEN BANYUMAS) Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap perempuan di Kabupaten Banyumas belum menunjukkan penurunan secara signifikan pada setiap tahunnya. Hal ini mengindikasikan belum optimalnya perlindungan hukum terhadap perempuan sebagai korban KDRT. Merujuk hal tersebut perlu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk perlindungan hukum terhadap perempuan sebagai korban KDRT dan faktor-faktor penghambat pelaksanaan perlindungan hukum di Kabupaten Banyumas.
Metode penelitian dengan pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitiaan adalah deskriptif. Lokasi penelitian di Polres Banyumas dan Pusat Pelayanan Terpadu Penanganan Kekerasan Berbasis Gender dan Anak (PPT-PKBGA) Kabupaten Banyumas. Jenis dan sumber data adalah data primer dengan wawancara dan data sekunder dengan studi pustaka. Metode pengumpulan data dengan wawancara, non participant observation dan studi pustaka. Metode pengolahan data dengan reduksi data, display data dan kategorisasi data. Penyajian data secara sistematis dan tabel. Metode analisis data yakni kualitatif dalam bentuk content analysis method dan constant comparative analysis method.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk perlindungan hukum terhadap perempuan sebagai korban KDRT di Kabupaten Banyumas berupa perlindungan preventif yang berorientasi pada pencegahan dan perlindungan represif yang berorientasi pada penanganan korban (konseling, mediasi, pemeriksaan medis, pendampingan psikolog dan pendampingan hukum). Adapun faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan perlindungan hukum tersebut adalah komponen struktur hukum, komponen budaya hukum, serta personal korban itu sendiri.



Kata kunci: Perlindungan Hukum, Korban, Perempuan, Kekerasan dalam Rumah Tangga.
ABSTRACT

Cases of domestic violence against in Banyumas have not show a significant decrease in each year. This indicates the lack of legal protection for women as victims of domestic violence. Refer to this cases so need to be conducted research with the aim to figure out the forms of legal protection against to women as victims of domestic violence and the factors of legal protection in Banyumas.
Research methods are sociological juridical approach and descriptive research specification. The research conducted at Banyumas resort police and integrated service center handing gender and child based violence. The types and sources are primary data by interview and secondary data with literature study. Method of collecting primary data with interview, non participant observation and literature study. Data processing methods with data reduction, data dislay and data categorization. Systematic data presentation and tables. The method of data analysis is qualitatif in form, content analysis method and constant analysis method.
The result show that the form of legal protection who women as victims domestic violence in Banyumas form a preventive-oriented protection prevention and repression are oriented to the (counseling, mediation, medical checks, psychological assistance and legal assistance). The factors that hinder the implementation of legal protection are legal structure components, legal culture components, and personal victim themselves.




Keywords: Legal protection, Victim, Women, Domestic Violence.
1807221623E1A014081LEGAL STANDING PENGGUGAT SEBAGAI DASAR PUTUSAN NIET ONTVANKELIJKE VERKLAARD (Studi Putusan Nomor : 007/G/2017/PTUN.Smg)Legal Standing merupakan hak gugat yang dimiliki seseorang atau badan hukum Perdata untuk tampil di Pengadilan sebagai Penggugat, ketentuan mengenai Legal Standing diatur didalam Pasal 53 ayat (1) Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004. Penelitian ini bersumber pada putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Semarang Nomor 007/G/2017/PTUN.Smg, bertujuan untuk mengetahui cara menentukan Legal Standing Penggugat di dasarkan pada adanya kepentingan hukum Penggugat di Peradilan Tata Usaha Negara, serta untuk mengetahui pertimbangan hukum Hakim mengenai pertimbangan dalam menentukan Legal Standing Penggugat sebagai dasar Amar Putusan Niet Onvankelijkeverklaard.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian adalah prespektif dengan menggunakan data sekunder yang disajikan dengan deskriptif dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis, logis, dan rasional, kemudian data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa gugatan tidak diterima (Niet Onvankelijkeverklaard) disebabkan Para Penggugat tidak memiliki Legal Standing karena Para Penggugat tidak mampu membuktikan adanya kepentingan hukum terhadap objek sengketa yang di gugat. Majelis Hakim dalam pertimbangannya berpendapat bahwa Para Penggugat tidak memiliki Legal Standing sehingga dalam amar putusannya hakim memutus Gugatan tidak dapat diterima (Niet Onvankelijkeverklaard).


Legal Standing is a right of lawsuit owned by a person or a Civil legal entity to appear in the Court as Plaintiff, the provisions on Legal Standing are regulated in Article 53 paragraph (1) of Law Number 9 Year 2004. This research comes from the Decision of the State Administrative Court of Semarang Number 007/G/2017/PTUN.Smg, is aimed at knowing how to determine the Legal Standing of the Plaintiff is based on the legal interest of the Plaintiff in the State Administrative Court, and to know the Judge's legal considerations regarding the consideration in determining the Legal Standing of the Plaintiff as the basis of the Decision of Niet Onvankelijkeverklaard .

The approach method used in this research is normative juridical approach method, the research specification is the perspective by using secondary data is presented with descriptive in the form of description arranged in systematic, logical, and rational, then the data obtained is analyzed qualitatively.

The result shows that the lawsuit was not accepted (Niet Onvankelijkeverklaard) because the Plaintiffs did not have Legal Standing because the Plaintiffs were unable to prove the existence of legal interest to the object of the dispute in account. The Panel of Judges in its consideration argued that the Plaintiffs did not have Legal Standing so that in its verdict the judge dismissed the Niet Onvankelijkeverklaard.
1807321046C1L013039THE EFFECT OF OWNER EDUCATION, OWNER ACCOUNTING KNOWLEDGE, BUSINESS SCALE AND AGE OF BUSINESS ON THE USE OF ACCOUNTING INFORMATION ON BATIK SMEs IN BANYUMAS REGENCYInformasi Akuntansi merupakan salah satu faktor penting dalam membuat keputusan untuk usaha, kecil, dan menengah (UKM) dalam menjalankan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pendidikan pemilik, pengetahuan akuntansi pemilik, skala usaha dan umur usaha terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UKM batik di Kabupaten Banyumas. Pengujian pengaruh pendidikan pemilik, pengetahuan akuntansi pemilik, skala usaha dan umur usaha terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UKM dilakukan dengan menggunakan analisis regresi berganda.
Sampel dalam penelitian ini sebanyak 39 unit UKM dengan metode pengambilan sampel berdasarkan purposive sampling. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode survei dengan alatnya berupa kuesioner tertutup yang di distribusikan langsung kepada pemilik UKM.
Hasil pengujian menunjukkan bahwal variabel pendidikan pemilik, pengetahuan akuntansi pemilik, skala usaha berpengaruh positif terhadap penggunaan informasi akuntansi. Dan variabel umur usaha tidak berpengaruh positif terhadap penggunaan informasi akuntansi.
Accounting Information is one of the important factors in decision making for small, medium, enterprises (SMEs) in doing business. This study aims to improve owner education, owner accounting knowledge, business scale and age of business on the use of accounting information on batik SMEs in Banyumas Regency. Testing the effect of owner education, owner accounting knowledge, business scale and age of business towards the use of accounting information in SMEs is done by using multiple regression analysis.
The sample in this study as many as 39 SMEs unit with sampling method based on purposive sampling. Method of collecting data on research using survey method with his instrument in the form of a closed questionnaire distributed directly to the owners of SMEs.
The results show that the variable owner education, owner accounting knowledge, and business scale have a positive effect of the use of accounting information. And the variable age of business have no effect towards the use of accounting information.
1807421047B1J012178VARIASI MORFOLOGI TANAMAN PISANG (Musa spp.) DI KECAMATAN BATURRADENPisang (Musa spp.) merupakan tanaman yang dapat tumbuh di daerah tropis maupun subtropis. Indonesia adalah negara yang mempunyai kurang lebih 230 kultivar pisang, tetapi belum semua kultivar ditemukan di pasaran. Banyaknya kultivar pisang yang ada mempunyai perbedaan karakter, meliputi batang semu, daun, bunga, dan buah, hal tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungannya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman tanaman pisang (Musa spp.) di Kecamatan Baturraden dan mengetahui variasi morfologi tanaman pisang (Musa spp.) yang dipengaruhi ketinggian tempat di Kecamatan Baturraden. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pengambilan sampel acak terpilih, yaitu mengambil sampel secara acak pada strata ketinggian, yaitu ketinggian ≤200 m dpl di wilayah Desa Kutasari, Purwosari dan Pamijen, ketinggian >200-400 m dpl di wilayah Desa Pandak, Kebumen, Kemutug Kidul, sedangkan ketinggian >400-600 m dpl di wilayah Desa Kemutug Lor, Karangmangu, dan Karangsalam. Parameter yang diamati yaitu karakter morfologi batang, daun, bunga, buah, dari masing-masing kultivar pisang. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian ini diperoleh 8 kultivar tanaman pisang yang terdiri dari 2 spesies, yaitu kultivar Musa acuminata ‘Ambon Kuning’, Musa acuminata ‘Ambon Lumut’, Musa acuminata ‘Ambon Putih’, Musa acuminata ‘ Mas’, Musa x paradisiaca ‘Gebyar’, Musa x paradisiaca ‘Kepok Kuning’, Musa x paradisiaca ‘Kepok Putih’ dan Musa x paradisiaca ‘Raja’. Ketinggian tempat mempengaruhi karakter morfologi batang semu, daun, dan buah. Karakter buah pada kultivar ‘Ambon Lumut’, ‘Gebyar’ dan ‘Raja’ memiliki buah yang lebih besar seiring dengan pertambahan tinggi tempat, namun hal tersebut berbeda pada kultivar ‘Ambon Kuning’, ‘Ambon Putih’, ‘Mas, ‘Kepok Kuning’, Kepok Putih’, karena semakin tinggi suatu tempat ukuran pisang tersebut semakin kecil.
Banana (Musa spp.) Is a plant that can grow in the tropics and subtropics. Indonesia is a country with more than 230 banana cultivars, but not all cultivars are found in the market. The number of banana cultivars that exist, there are differences in characteristics; including pseudo stem, leaves, flowers, and fruit, it can be influenced by environmental factors.
This research aims to determine the diversity of banana cultivars (Musa spp.) In Baturraden Subdistrict and to determine variations in morphology of banana cultivars (Musa spp.) influenced by altitude of place in Baturraden Subdistrict. This research used a survey method with selected random sampling, which is taking random sampling at altitude height, that is ≤200 m above sea level in Kutasari Village, Purwosari and Pamijen, altitude> 200-400 masl in Rempoah, Kebumen, Kemutug Kidul, while the height> 400-600 masl in the area of Kemutug Lor village, Karangmangu, and Karangsalam. The parameters observed were morphological characters of stems, leaves, flowers, fruit, of each banana cultivar. The data obtained were analyzed descriptively.
The results of this research obtained 8 cultivars of banana plants consisting of 2 species, namely cultivars Musa acuminata ‘Ambon Kuning’, Musa acuminata ‘Ambon Lumut’, Musa acuminata ‘Ambon Putih’, Musa acuminata ‘Mas’, Musa x paradisiaca ‘Gebyar’, Musa x paradisiaca ‘Kepok Kuning’, Musa x paradisiaca ‘Kepok Putih’ and Musa x paradisiaca ‘Raja’. The height of the place affects the morphological characters of pseudo stems, leaves, and fruit. The most influenced morphological variation is in fruit characters.

1807521048F1F011048AN ANALYSIS OF TRANSLATION EQUIVALENCE
AND ITS ACCURACY IN THE TRANSLATION OF THE JAVANESE WORDS AND PHRASES IN AHMAD TOHARI’S SENYUM KARYAMIN

Asfiya, Khotimatul. An Analysis Of Translation Equivalence And Its Accuracy In The Translation Of The Javanese Words And Phrases In Ahmad Tohari’s Senyum Karyamin. 2017. Skripsi. Pembimbing 1: Kristianto Setiawan, S.S. M.A. pembimbing 2: Indriyati Hadiningrum, S.S, M. Pd. Penguji: R. Pujo Handoyo, S.S., M.Hum. Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Program Studi Sastra Inggris, Purwokerto.

Penelitian ini berjudul “Analisis Keakuratan dalam Penerjemahan Kata dan Frasa Bahasa Jawa dalam Buku Cerita Pendek Senyum Karyamin dalam Karyamin’s Smile”. Penelitian ini berfokus pada ekuivalensi penerjemahan dan pengukuran tingkat keakuratan terjemahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ekuivalensi penerjemahan dan tingkat keakuratan terjemahan kata dan frasa bahasa Jawa.

Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan teknik total sampling dimana terdapat 85 data. Data penelitian berupa kata dan frasa bahasa Jawa yang terdapat dalam buku Senyum Karyamin. Dalam pengumpulan data, saya mentranskip kata dan frasa bahasa Jawa dan membagikan kuisioner kepada para penguji untuk mengukur keakuratan terjemahan. Untuk menjawab rumusan masalah, Peneliti menggunakan teori dari Nida dan Taber tentang ekuivalensi penerjemahan dan Nababan tentang pengukuran keakuratan terjemahan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 47 data (55,3%) jenis ekuivalensi formal dan 38 data (44,7%) ekuivalensi dinamis dari 85 data, ditemukan 31 data (36,5%) diterjemahkan secara akurat, 48 data (56,5%) kurang akurat, dan 6 (7,0%) tidak akurat, dan dapat disimpulkan bahwa jenis ekuivalensi terjemahan yang digunakan adalah ekuivalensi formal dan kualitas penerjemahannya adalah kurang akurat.


Kata kunci: bahasa Jawa, pengukuran keakuratan terjemahan, ekuivalensi
terjemahan
Asfiya, Khotimatul. 2017. An Analysis Of Translation Equivalence And Its Accuracy In The Translation Of The Javanese Words And Phrases In Ahmad Tohari’s Senyum Karyamin. Thesis. Supervisor 1: Kristianto Setiawan, S.S. M.A. Supervisor 2 : Indriyati Hadiningrum, S.S, M. Pd. Examiner: R. Pujo Handoyo, S.S., M.Hum. Ministry of Research, Technology and Higher Education, Jenderal Soedirman University, faculty of Humanities, English Department, English Literature Study Program, Purwokerto.

The research which is entitled “The Analysis of Accuracy in the Translation of The Javanese Words and Phrases in ihe Short Story’s Book of Senyum Karyamin Into Karyamin’s Smile” focuses on translation equivalence and accuracy assessment. The research aims to find out the types of translation equivalence and describe the translation accuracy of Javanese words and phrases in Senyum Karyamin.

This descriptive qualitative research applied total sampling in which there were 85 data to analyze. The data research are Javanese words and phrases that are found in Senyum Karyamin. To collect the data, researcher transcribed Javanese words and phrases and distributed questionnaire to raters to assess translation accuracy. In order to answer the research questions, the researcher used Nida and Taber’s theory of translation equivalence and Nababan’s theory of translation accuracy assessment.

The result of the research shows that out of 85 data, there were 47 data (55,3%) of formal equivalence and 38 data (44,7%) of dynamic equivalence. Out of 85 data, 31 or 36,5% data are accurately translated, 48 data or 56,5% data are translated less accurately, and 6 data or 7,0% are inaccurately translated. It can be conluded that the type of translation equivalence is formal equivalence and the accuracy of translation is less accurate
Keywords: Javanese, translation equivalence, translation accuracy assessment

1807621049H1E013041SIMULASI KUANTUM KOADSORPSI H DAN OH PADA PERMUKAAN PtRu(111) MENGGUNAKAN METODE DENSITY FUNCTIONAL THEORYStudi tentang simulasi kuantum untuk sistem koadsorpsi hidrogen (H) dan hidroksil (OH) radikal pada permukaan PtRu(111) dengan metode Density Functional Theory (DFT) telah dilakukan. Situs-situs yang disukai pada koadsorpsi H dan OH pada permukaan PtRu(111) juga telah berhasil ditentukan. Hasil menunjukkan bahwa situs adsorpsi yang paling disukai untuk atom H tunggal adalah top Pt, sedangkan untuk adsorpsi OH radikal adalah situs top Ru. Sementara itu, diamati juga adanya kompetisi antara situs yang paling disukai untuk koadsorpsi H dan OH, yaitu situs top Ru untuk H maupun OH radikal. Kemudian, dalam studi ini juga diperoleh hasil bahwa terdapat penurunan kekuatan interaksi antara OH dengan permukaan PtRu(111) saat permukaan ditambah atom H. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa OH lebih mudah berdifusi pada permukaan PtRu(111)+H untuk mengoksidasi metanol atau fragmen-fragmen turunannya. Selanjutnya, dari analisis transfer muatan diperoleh kecenderungan bahwa kekuatan interaksi pada koadsorpsi H dan OH pada PtRu(111) ditentukan oleh besarnya elektron donor dari. Semakin besar donor elektron dari permukaan menghasilkan kuat interaksi yang lebih besar. Akhirnya, dari analisis transfer muatan ini juga diperoleh kesimpulan bahwa jenis ikatan yang terjadi antara adsorbat dan permukaan adalah ikatan ionik berupa pemberian elektron oleh substrat dan adsorbat bertindak sebagai penerima elektron.Quantum simulation studies for the hydrogen (H) and radical hydroxyl (OH) coadsorption systems on the PtRu (111) surface was performed by density functional theory (DFT). Preferred sites for coadsorption of H and OH on the PtRu (111) surface were also determined. The results show that the most preferred adsorption site for a single H atom is at the top Pt, while for radical OH adsorption the most stable position is atop Ru. Moreover, it has been observed that there is competition between the most preferred sites for H and OH coadsorption, i.e., both H and OH prefer to absorp at the top of the Ru atom. Then, we also found in this study that the interaction between the OH and PtRu (111) surface decreases as the surface is added to the H atom. This leads to the assumption that OH can easily diffuse on the surface of PtRu (111) + H to oxidize methanol and its derived fragments. Furthermore, it is found from the charge transfer analysis that the interaction strength of the system of coadsorption of H and OH on PtRu (111) is determined by the amount of the electron donor. The larger the electron donor from the surface, the greater the interaction strength. Finally, it was also concluded from the charge transfer analysis that the type of bond that occurs between the adsorbate and the surface is the ionic bond, i.e., electrons donor is from the substrate and electrons acceptor is the adsorbate.
1807722033H1A014047KARAKTERISTIK MEMBRAN SELULOSA ASETAT
DARI SERAT BATANG PISANG DENGAN ADITIF POLISTIRENA UNTUK PENURUNAN BOD DAN COD PADA LIMBAH CAIR TAHU

Limbah batang pisang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan membran karena memiliki kandungan selulosa yang tinggi. Pembuatan membran komposit selulosa asetat menggunakan serat batang pisang dilakukan melalui proses asetilasi dengan tahap aktivasi, asetilasi, hidrolisis dan pemurnian. Penambahan polistirena sebagai aditif akan meningkatkan kekuatan membran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik membran selulosa asetat dari serat batang pisang dengan penambahan polistirena berdasarkan nilai fluks dan rejeksi dan aplikasinya untuk penurunan kadar BOD dan COD limbah cair tahu. Karakterisasi membran selulosa asetat meliputi uji fluks dan rejeksi. Hasil pengukuran diperoleh nilai fluks air dan sampel untuk membran selulosa asetat dengan aditif polistirena sebesar 38,22 L/(m2. jam) dan 22,83 L/(m2. jam), nilai rejeksi COD dan BOD membran sebesar 48% dan 58,5%. Persentase penurunan BOD dan COD limbah cair tahu sebesar 66,3% dan 62,66%. Banana stem wastes can be used in the production of membranes because it has a high content of cellulose..Composite membrane of cellulose acetate using banana stem fiber by acetylation process with stages of activation, acetylation, hydrolysis and purification. The addition of polystyrene as an additive will increase the strength of the membrane.. The purpose of this research is to know the characteristic of cellulose acetate membrane from banana stem fibers with the addition of polystyrene based on flux value and rejection and its application to decrease BOD and COD content of tofu liquid waste. Characterization of cellulose acetate membrane includes flux and rejection. The measurement result that was obtained for value of water flux and sample were to 38,22 L /(m2.h) and 22,83 L /(m2. h), COD and BOD rejection values were 48% and 58,5%. The percentage decrease of BOD and COD of wastewater tofu were 66,3% and 62,66%.
1807820799H1A013012FORMULASI HANDSANITIZER EKSTRAK METANOL DAUN MANGGA ARUMANIS (Mangifera Indica L.) DAN UJI AKTIVITAS TERHADAP BAKTERI Escherichia ColiEscherichia coli (E. coli) adalah salah satu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan atau diare. Tangan merupakan tempat transmisi bakteri E. coli. Perlu adanya pencegahan untuk mengurangi penyebaran bakteri ditangan dengan menggunakan senyawa aktif dari bahan alam. Salah satu bahan alam yang berpotensi sebagai antibakteri adalah tanaman mangga arumanis (Mangifera indica L.). Ekstrak metanol daun mangga arumanis memiliki aktivitas antimikroba. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai KHTM yang diperoleh adalah 1 ppm dengan zona hambat sebesar 2,2875 mm. Escherichia coli (E. coli) is one of the bacteria that can cause gastrointestinal infections or diarrhea. The hand is the place of transmission of E. coli bacteria. Prevention is necessary to reduce the spread of bacteria in hand but by using active compounds from natural materials. One of the natural ingredients that have potential as antibacterial is mango arumanis (Mangifera indica L.). Methanolic extract of mango arumanis leaves is believed to have antimicrobial activity. Testing of antibacterial activity was done by using diffusion method. The results showed that the value of KHTM obtained was 1 ppm with the inhibit zone of 2,2875 mm.
1807921053H1E011054EKSPLORASI AKUIFER TERTEKAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS
DI DESA SOKAWERA, KEC. SOMAGEDE, KAB. BANYUMAS
Penelitian mengunakan metode geolistrik tahanan jenis telah dilakukan untuk mengetahui struktur bawah permukaan air tanah di RT 04 RW 06 Desa Sokawera Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas. Konfigurasi yang telah digunakan pada metode ini adalah konfigurasi Wenner sebanyak satu lintasan dan konfigurasi Schlumberger sebanyak tiga lintasan dengan panjang 200 m. Hasil inversi penampang 2D konfigurasi Wenner terdapat dua lapisan yang terdiri dari batu pasir dengan nilai resistivitas 22,10 – 31,00 Ωm dan breksi dengan komponen andesit dengan nilai resistivitas 32,00 – 177,00 Ωm. Hasil inversi pada penampang log 1D konfigurasi Schlumberger terdapat tiga lapisan yang terdiri batu pasir merupakan lapisan paling atas dengan nilai resistivitas 19,70 – 31,00 Ωm, Breksi dengan komponen andesit dengan nilai reisistivitas 32,00 – 177,00 Ωm dan batu pasir tufan dengan nilai resistivitas 19,60 Ωm. Jenis lapisan akuifer pada daerah survei merupakan lapisan unconfined akuifer (akuifer tidak tertekan) diinterpretasi terdapat pada lapisan batu pasir tufan dengan nilai resistivitas 19,60 Ωm.The research using geoelectrical resistivity method has been done to find out the subsurface structure of groundwater in RT 04 RW 06 of Sokawera Village, District of Somagede, Banyumas Regency. The configuration used in this method is one line of Wenner and three lines of Schlumberger configuration with a length of 200 m. The inversion result of the Wenner 2D configuration cross section consists of three layers: sandstone with a resistivity value of 22.10 – 31.00 Ωm and a breccia with andesite component with a resistivity value of 32.00 – 177.00 Ωm. The inversion result in 1D log cross section of Schlumberger configuration consist of three layers: sandstone which is the top layer with resistivity value 19.70 – 31.00 Ωm, breccia with andesite component with resistivity value 32.00 – 177.00 Ωm and tuff sandstone with a resistivity value of 19.60 Ωm. The type of aquifer layer in the survey area is an unconfined aquifer layer which is interpreted that layer of tuff sandstone is present with a resistivity value of 19.60 Ωm.
1808021054F1C013067Strategi Pengembangan Company Branding Event Organizer dalam Menarik Minat Pelanggan di PurwokertoPenelitian ini membahas mengenai strategi company branding event organizer yang diterapkan pada Brothers Production Indonesia Event Organizer bagaimana mendatangkan atau menarik pelanggannya agar menggunakan jasa yang ditawarkan. Strategi yang digunakan Brothers Production Indonesia Event Organizer meliputi visi, misi, analisis swot, spesialisasi, sasaran, logo, slogan dan promosinya. Adanya company branding juga sangat menentukan arah kemana event organizer ini harus ditujukan dan untuk menjadi event organizer yang lebih baik lagi. Strategi yang digunakan juga menjadi penentu keberhasilan dari event organizer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja company branding yang dilakukan oleh Brothers Production Indonesia Event Organizer dalam menarik pelanggannya di Purwokerto dan juga strategi apa saja yang digunakan agar pelanggan percaya dan memesan jasanya untuk menyelenggarakan suatu event. Konsep yang digunakan pada penelitian ini ialah Komunikasi Pemasaran, Public Relations dan menggunakan Relationship Management Theory. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Kemudian validitas data dilakukan dengan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukan bahwa company branding yang dilakukan menggunakan, logo, slogan, sasaran dan spesialisasi. Strategi pengembangan menggunakan promo media sosial, pendekatan langsung dan melalui iklan.The research discusses about a company branding strategy applied by Brothers Production Indonesia Event Organizer which goal is to grow interest in any potential customers to finally use their services. The strategy used by Brothers Production Indonesa Event Organizer includes: having a vision and mission, SWOT analysis, specialization, logo, slogan, and other promotions. The existence of company branding therefore very significant in the company's own development. This research goal is to understand what kind of company branding is used and also what strategy is used so that the potential consumer will trust the company to run their events. Concepts used in this research are Marketing Communication, Public Relations and using Relationship Management Theory. This is research uses qualitative methods with descriptive approach. Informants selected with purposive sampling technique. Data validity tested by source triangulation technique. The research shows that the company branding is done using, logo, slogan, target and specialty. Development strategy using social media promo, direct approach and through advertising.