Artikelilmiahs
Menampilkan 18.161-18.180 dari 50.046 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 18161 | 21111 | H1H013012 | MOTILITAS DAN VIABILITAS SPERMATOZOA IKAN CUPANG (Betta splendens) DARI STRAIN BERBEDA PASCA PENYIMPANAN DALAM MADU PADA SUHU (-25°C) | Penelitian berjudul ‘’Motilitas dan Viabilitas Spermatozoa Ikan Cupang (Betta splendens) dari Strain Berbeda Pasca Penyimpanan dalam Madu pada Suhu -25°C”. Tujuan penelitian untuk mengetahui motilitas dan viabilitas spermatozoa ikan Cupang (B.splendens) strain Halfmoon, Crowntail and Bangkok pasca penyimpanan dalam madu pada suhu -25°C. Penelitian ini dilakukan bulan Maret sampai April 2017 di Laboratorium Pengembangan Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Unsoed. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel yang diamati meliputi motilitas dan viabilitas spermatozoa ikan Cupang (B.splendens). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motilitas spermatozoa ikan Cupang pada strain berbeda berbeda nyata (P<0,05) untuk strain Halfmoon 45,98±6,19%, Bangkok 43,72±5,05%, dan Serit 31,33±5,66%. Viabilitas spermatozoa menunjukkan berbeda nyata (P<0,05) dengan nilai rata-rata viabilitas tertinggi pasca penyimpanan adalah strain Halfmoon 9,83±1,36 detik, Bangkok 7,47±2,25 detik dan Serit 5,80±2,05 detik. Sehingga penggunaan ekstender madu berpengaruh pada ikan Cupang (B.splendens) strain berbeda. | A research, entitled “Motility and Viability of Spermatozoa in different strain fighting fish (Betta splendens) stored in honey at -25°C”, was to study the effect of different strains, i.e. Halfmoon, Crowntail and Bangkok, on the motility and viability spermatozoa after storing at -25°C. This research was conducted during Maret – April 2017 at Faculty of Fisheries and Marine Science Laboratory of Unsoed. A completely randomized design method was applied to test those different strains as treatments in quintuplicates. Data of motility and viability of spermatozoa were F-tested with ANOVA and LSD test. Motility of spermatozoa was significantly higher for Halfmoon (45,98±6,19%) than that from Bangkok (43,72±5,05%), or Crowntail (31,33±5,66%). Viability of spermatozoa was also significantly longer from Halfmoon strain (9.83±1.36 sec) than that from Bangkok (7,47±2,25 sec) and Crowntail (5.80±2.05 sec) strains. It could be concluded that spermatozoa, stored in honey, from different strains affected on motility and viability. | |
| 18162 | 21112 | F1J013016 | ANALISIS INTERPERSONAL DECEPTION PADA TOKOH AKI OGASAWARA DALAM FILM KANOJO WA USO WO AISHISUGITERU | Penelitian ini mengkaji tentang strategi kebohongan dan motif kebohongan yang dilakukan oleh tokoh Aki Ogasawara dalam film Kanojo Wa Uso Wo Aishisugiteru. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi dan motif kebohongan yang dilakukan oleh tokoh utama dalam film tersebut. Data penelitian ini berupa dialog dan monolog yang dilakukan oleh tokoh utama serta tokoh pendukung yang terlibat dalam film tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya tiga strategi dan motif kebohongan yang berkorelasi satu dengan lainnya. Pertama strategi kebohongan falcification (pemalsuan) digunakan Aki pada awal kebohongan dalam motif melaksanakan tugas tertentu. Kedua, strategi concealment (penyembunyian) digunakan Aki dalam kebohongan dengan motif untuk membangun hubungan dengan responden. Ketiga, strategi equivocation (pengelakan) digunakan untuk motif menjaga citra pelaku atau responden. Kesimpulannya adalah strategi dan motif kebohongan yang dilakukan tokoh Aki Ogasawara saling berkaitan satu sama lain dan berkelanjutan guna membuat kebohongan terlihat sempurna | The study examines the deception strategy and motive conducted by Aki Ogasawara in Kanojo Wa Uso Wo Aishisugiteru Film. The objective of the study is to describe the strategy and motive of lies by Aki Ogasawara in Kanojo Wa Uso Wo Aishisugiteru Film. The primary data sources are from the dialogue and monologue by Aki Ogasawara and the direct and indirect dialogue by the major and minor characters in the film. The result of this research finds three deception strategies and motives that interrelated one to another. First, it proves that Aki frequently uses the equivocation strategy to remain his image. Second, falsification strategy is done in the beginning of deception and it is only used for specific tasks. Third, concealment is being used to build relation with respondent in the mission of accomplishing the specific tasks. The conclution is the strategies and the motives that Aki Ogasawara had conducted are related to each other and continual in order to make the deceptions be perfect. | |
| 18163 | 21113 | B1J013073 | Kerapatan, Distribusi Dan Estimasi Stok Karbon Mangrove Spesies Aegiceras corniculatum dan Rhizophora apiculata di Segara Anakan Cilacap. | Hutan mangrove merupakan salah satu hutan yang memiliki fungsi ekologis penting terutama pada daerah pesisir. Salah satu fungsi ekologis mangrove adalah mangrove sebagai penyimpan karbon. Karbondioksida (CO2) merupakan salah satu kontributor terbesar terhadap pemanasan global yang saat ini menjadi isu dunia. Hutan yang seharusnya berfungsi dalam penyerapan CO2 telah banyak mengalami kerusakan akibat aktivitas manusia. Penelitian Kehutanan Internasional bahwa hutan mangrove per hektar menyimpan sampai empat kali lebih banyak karbon dari pada hutan tropis lainnya di seluruh dunia. Aegiceras corniculatum dan Rhizophora apiculata merupakan dua spesies yang paling mendominasi di Segara Anakan Cilacap, pertumbuhannya dan persebarannya paling banyak ditemukan diantara spesies yang lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kerapatan, distribusi, dan estimasi stok karbon spesies A. corniculatum dan R. apiculata di Kawasan Segara Anakan Cilacap. Metode yang digunakan yaitu dengan survey dan pengambilan sampel secara purposive sampling. Sampling dilakukan di 12 stasiun kawasan hutan mangrove Segara Anakan, dibuat 3 plot 50 m. Parameter diukur pada plot kuadrat dengan ukuran 10 m x 10 m untuk jumlah pohon dan 5 m x 5 m untuk jumlah pancang. Faktor lingkungan yang diukur yaitu, suhu air, suhu udara, salinitas, nilai pH tanah, kandungan air dalam tanah, dan kandungan bahan oganik dalam tanah. Analisis data menggunakan jumlah varians S2 untuk mengetahui distribusi dan persamaan allometrik untuk mengetahui biomassa estimasi stok karbon. Berdasarkan hasil yang didapatkan nilai kerapatan pohon jauh lebih rendah dibandingkan dengan pancang. Kerapatan pohon memiliki rata-rata sebesar 166,67 ind.ha-1 dan untuk nilai kerapatan pada pancang memiliki rata-rata sebesar 2.233,33 ind.ha-1 serta pada pola distribusi kedua spesies tersebut menunjukan pola penyebaran mengelompok (aggregate). Biomassa pohon dari dua spesies yang diteliti mendapatkan rata-rata sebesar 17,22 ton.ha-1 dan Biomassa pancang dari dua spesies yang ditelitiki mendapatkan rata-rata sebesar 23,58 ton.ha-1 sedangkan Stok karbon pohon dari dua spesies mendapatkan rata-rata sebesar 8,61 ton.ha-1 dan rata-rata stok karbon pancang dari dua spesies tersebut yaitu 11,79 ton.ha-1. | Mangrove forests are one of the forests that have important ecological functions, especially in coastal areas. Mangroves ecological of functions is carbon storage. Carbon dioxide (CO2) is one of the biggest contributors of global warming, in which known as a global issue. Forests that are supposed to function in CO2 uptake have been much damaged by human activity. International Forestry Research examined the carbon content of 25 mangrove forests in the Indo-Pacific region and found that mangrove forests per hectare store up to four times more carbon than other tropical forests. Aegiceras corniculatum corniculatum is one of mangrove species in the form of bush or small trees that spread widely in mangrove swamps in Asia and Australia. A. corniculatum generally grows on the edge of the mangroves mainland that are inundated by the normal tidal. A. corniculatum often grows in large and rather abundant clusters due to its high tolerance to salinity, soil, and light. Rhizophora apiculata is commonly found in muddy or rocky and sandy beach areas. The fruits of the R. apiculata species are cylindrical elongated and green with the tip of the pointy fruit. The morphology of the cylindrical fruit and the pointed tip results in the easiness of the hypocotyl embedded in the muddy substrate. The purpose of this research is to know the density, distribution, and estimation of carbon stock of A. corniculatum and R. apiculata species in Segara Anakan Cilacap area. The method used is by survey with purposive sampling technique. Sampling was conducted in 12 stations of Segara Anakan mangrove forest area, and each station was made as 3 plots with 50 m plot distance. The research parameters were measured on a quadratic plot measuring 10 m x 10 m to calculate the tree, 5 m x 5 m to calculate the stake. Environmental factors measured are water temperature and air temperature, salinity, soil pH value, soil water content, and organic material content in the soil. The data analysis used variance S2 to find out the distribution and allometric equations for biomass estimation of carbon stock. Based on the results obtained, the density value of the tree has an average of 166.67 ind.ha-1 and for the value of the density at the stake has an average of 2,233.33 ind.ha-1 and the distribution pattern of both species are (aggregate). The tree biomass of the two studied species received an average of 17.22 tons.ha-1 and the stem biomass of the two studied species gained an average of 23.58 tons.ha-1 while the tree carbon stock of the two species gained an average amounted to 8.61 ton.ha-1 and the average carbon stock of the two species is 11.79 ton.ha-1. | |
| 18164 | 21114 | E1A013209 | ANALISIS YURIDIS TENTANG KASUS PEMBUNUHAN KIM JONG-NAM DI MALAYSIA TAHUN 2017 OLEH WARGA NEGARA INDONESIA | Konsep yurisdiksi negara merupakan perwujudan dari kedaulatan suatu negara, akan tetapi hal tersebut sering terjadi sengketa kaitannya dalam hal kewenangan mengadili terhadap kejahatan transnasional yaitu ketika dua negara atau lebih terlibat dalam suatu kasus. Kasus pembunuhan Kim Jong-Nam yang dilakukan oleh warga negara Indonesia di Malaysia merupakan salah satu contoh kejahatan transnasional yang melibatkan lebih dari satu negara, yaitu Malaysia, Korea Utara dan Indonesia. Konvensi Montevideo tahun 1933 tentang Hak dan Kewajiban Negara hanya mengakui konsep yurisdiksi teritorial, sedangkan di sisi lain hukum internasional mengakui adanya yurisdiksi lain selain yurisdiksi teritorial sehingga dalam kasus ini menimbulkan persaingan yurisdiksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui yurisdiksi mana yang tepat untuk menangani kasus pembunuhan Kim Jong-Nam dan bentuk perlindungan hukum yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia terhadap Siti Aisyah sebagai warga negara Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian adalah deskriptif, lokasi penelitian di Pusat Informasi Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman dan Direktorat Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, sumber data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer, metode pengumpulan data adalah studi kepustakaan dan wawancara, metode analisis data adalah normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, yurisdiksi yang tepat untuk menangani kasus pembunuhan Kim Jong-Nam adalah Malaysia karena dianggap lebih efektif dan efisien untuk menangani kasus tersebut. Alasan lain yang menjadikan yurisdiksi Malaysia lebih efektif adalah karena posisi dari pelaku yang masih berada di wilayah hukum Malaysia dan dalam penahanan aparat hukum Malaysia. Pemerintah Republik Indonesia memberikan bentuk perlindungan hukum untuk Siti Aisyah berupa pendampingan hukum melalui pengacara yang telah ditunjuk oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia dan melalui proses diplomasi serta koordinasi antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Malaysia. | The concept of state jurisdiction is a manifestation of the sovereignty of a state, but it is often a dispute concerning the authority to judge of transnational crime when two or more states are involved in a case. The Kim Jong-nam's assassination case committed by Indonesian citizens in Malaysia is one of example of transnational crime which is involving more than one country, namely Malaysia, North Korea and Indonesia. The Montevideo Convention of 1933 on the Rights and Duties of States only recognizes the concept of territorial jurisdiction, while on the other hand international law recognizes the existence of other jurisdictions other than territorial jurisdiction so in this case will causing a concurrent jurisdiction. The purpose of this research is to know which jurisdiction is appropriate to handle Kim Jong-nam's assassination case and the form of legal protection provided by the Government of the Republic of Indonesia to Siti Aisyah as an Indonesian citizen. The research method used is normative juridical, the research specification is descriptive, the research location in the Scientific Information Center of the Faculty of Law University of Jenderal Soedirman (Pusat Informasi Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman) and the Directorate General of Legal Affairs and International Treaties of the Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia, the data sources used are secondary data and primary data, the data collection methods are literature study and interview, the data analysis methods is normative qualitative. Based on the results of the study, the proper jurisdiction to handle Kim Jong-nam’s assassination case is Malaysia because it is considered more effective and efficient to handle the case. Another reason that makes Malaysian jurisdiction more effective is because of the position of the perpetrators who are still in the jurisdiction of Malaysia and under the custody of Malaysia's legal apparatus. The Government of the Republic of Indonesia provides a form of legal protection for Siti Aisyah in the form of legal assistance through lawyers who have been appointed by the Embassy of the Republic of Indonesia in Malaysia and through the process of diplomacy and coordination between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of Malaysia. | |
| 18165 | 21115 | F1G014050 | “Interpretasi Makna Feminitas dalam Empat Cerpen pada Kumpulan Cerpen Cerita Buat Para Kekasih Karya Agus Noor: “Seorang Wanita & Jus Mangga”, “Pulang”, “L’Abitudine”, dan “Perempuan Berkuteks Merah” | Penelitian berjudul “Interpretasi Makna Feminitas dalam Empat Cerpen pada Kumpulan Cerpen Cerita Buat Para Kekasih Karya Agus Noor: “Seorang Wanita & Jus Mangga”, “Pulang”, “L’Abitudine”, dan “Perempuan Berkuteks Merah” dilatarbelakangi oleh pembacaan makna cerpen mengenai keperempuanan atau feminitas yang menggunakan pendekatan teori Semiotika model Roland Barthes. Penggunaan teori semiotika model Roland Barthes ini bertujuan untuk menemukan pemaknaan feminitas terhadap cerpen-cerpen Agus Noor. Agus Noor dalam karyanya selalu membawakan garis tema perempuan sebagai pengarang laki-laki. Perempuan kemudian tidak bisa terlepas dari bagaimana sudut pandang laki-laki menafsirkan tentang bentuk feminin yang melekat pada tubuh perempuan. Feminitas kemudian lahir dari budaya patriarki yang membentuk segala hal yang berkaitan dengannya. Dengan melakukan pembacaan makna menggunakan lima kode Barthes, empat cerpen dari kumpulan cerpen Cerita Buat Para Kekasih ditempatkan sebagai makna feminitas baru yang kemudian diterima pembaca sebagai kenyataan dalam dunia modern. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini mengungkapkan tanda dan makna feminitas lewat pembacaan teori semiotika model Roland Barthes, yakni melalui lima kode Barthes (kode semik, kode simbolik, kode hermeneutik, kode aksi, dan kode budaya). Data penelitian berupa leksia-leksia yang terdapat dalam kumpulan cerpen “Cerita Buat Para Kekasih” yang diterbitkan oleh Gramedia. Data diperoleh melalui teknik baca, catat, dan dikelompokkan. Data hasil penelitian berupa leksia kemudian dianalisis dengan teori lima kode barthes dan feminitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa feminitas terbagi berdasarkan fisik (cantik dan anggun), psikis (dilihat melalui sifat (pendendam, berbahaya, mudah panik, pintar menyembunyikan rahasia, dan membangkitkan gairah), dan religiusitas), dan pekerjaan (Ibu rumah tangga dan pelacur). Feminitas tersebut didapatkan melalui permasalahan dari tokoh utama perempuan, tokoh perempuan sampingan, dan tokoh laki-laki yang berhubungan dengan tokoh perempuan. Permasalahan tersebut meliputi perselingkuhan, pengkhianatan, dan kekerasan dalam rumah tangga. Kemudian garis tema perempuan dalam cerpen-cerpen ini merupakan representasi perempuan modern, terlihat dari ketidakbahagiaan dalam hubungan pernikahan, menolak untuk menikah, kecantikan berkaitan erat dengan erotisme, melakukan seks tanpa hubungan pernikahan, lelaki menjadi objek pemuas nafsu perempuan, dan pembalasan dendam yang dilakukan oleh tokoh perempuan | The research entitled “Interpretation of Feminism Meanings contained in Four of the Short Stories Collection Cerita Buat Para Kekasih written by Agus Noor, consisting of “Seorang Wanita & Jus Mangga”, “Pulang”, “L’Abitudine”, and “Perempuan Berkuteks Merah” has the background of understanding the feminism meanings contained in the short stories analyzed through a semiotic theoretical approach of Roland Barthes’s models. The seniotic theory of Roland Barthes’s models is employed to figure out the feminism meanings contained in the short stories written by Agus Noor. Although he is a male author, Agus Noor’s writings mostly talk about women which obviously may not be separated from the men’s points of view in interpreting the feminism form attached to the women’s body. Feminism is raised from the patriarchal cultures which then form various related matters. By understanding the Feminism meanings using Barthe’s five codes, those four of short stories collection Cerita Buat Para Kekasih are considered having new feminism meanings which are taken by the readers as realities in the modern world. The research employs a descriptive-qualitative method focusing on examining the feminism signs and meanings through understanding the semiotic theory of Roland Barthes’s models through Barthes’s five codes (semantic, symbolic, hermeneutic, proaretic, and cultural code). The data are in the forms of lexias contained in the short stories collection Cerita Buat Para Kekasih published by Gramedia and obtained trhough reading, writing, and classification. The result which are in the forms of lexias are then analyzed using Barthes’s five codes and feminism theory. The results show that feminism is classified based on physical (beautiful and elegant), psychological (seen trough the characteristic [vengeful, destructive, panic easily, good at keeping secrets and arising lusts], religiosity, and occupation [house wife and prostitute]. The feminism is obtained from varoius problems experienced by the main female characters, secondary female characters, and male characters related to the female characters. The problems include affairs, deceits, and domestic violence. The theme line of women in these short stories is the representation of modern women, shown from their unhappiness in marriage, refusal to get married, beauty which is closely related to erotcism, having sexual intercourse without marriage, men as object to satisfy the women’s lusts, and avanges committed by the female characters. | |
| 18166 | 21006 | H1L012069 | PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KEUANGAN PENJUALAN BARANG BERBASIS WEB (STUDI KASUS PSYCHOENGINE HQ BANYUMAS) | ABSTRAK PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KEUANGAN PENJUALAN BARANG BERBASIS WEB (STUDI KASUS PSYCHOENGINE HQ BANYUMAS) Sistem Informasi keuangan ini merupakan sebuah aplikasi berbasis web yang digunakan untuk membantu pengolahan data keuangan perusahaan yang digunakan oleh perushaan Psychoengine HQ Banyumas dengan tujuan untuk meningkatkan daya saing dan kinerja karyawan sesuai dengan yang ditentukan oleh perusahaan. Tujuan Penelitian ini untuk meningkatkan efektivitas Sistem Informasi Keuangan terhadap kinerja perusahaan. Pengembangan sistem informasi ini menggunakan metode waterfall dibuat menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan MYSQL sebagai basis data. | ABSTRACT DEVELOPMENT OF FINANCIAL INFORMATION SYSTEM OF GOODS SALES BASED ON WEB (CASE STUDY PSYCHOENGINE HQ BANYUMAS) This financial information system is a web-based application used to assist the processing of corporate financial data of company Psychoengine HQ Banyumas with the aim to improve competitiveness and employee performance in accordance with the need specified by the company. The purpose of this study is to improve the effectiveness of Financial Information Systems on the performance of the company. Development of this information system using waterfall method, PHP programming language, and MYSQL database. | |
| 18167 | 22067 | H1A014023 | PENGEMBANGAN BIOSENSOR UREA MENGGUNAKAN UREASE AMOBIL PADA MATRIKS KALSIUM ALGINAT DAN DETEKTOR LDR (LIGHT DEPENDENT RESISTOR) | Keberadaan urea di dalam tubuh menjadi parameter biologi yang penting untuk identifikasi penyakit ginjal. Penyakit ginjal ditandai dengan kadar urea dalam serum yang melebihi kadar normal. Pengembangan metode pengukuran urea akhir-akhir terus dikembangkan salah satunya menggunakan biosensor. Telah dilakukan pengembangan biosensor urea menggunakan urease amobil pada matriks alginat dan detektor LDR. Urease diamobilisasi dengan teknik penjebakkan dalam matriks kalsium alginat kemudian direaksikan dengan larutan urea. Hasil reaksi ditambah dengan indikator warna BTB kemudian diukur menggunakan detektor LDR secara kolorimetri dan dikuantisasi dalam program Color Sensor Reader. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini berupa waktu optimum reaksi selama 4 menit, linearitas yang baik dengan nilai koefisien relasi (r) sebesar 0,9979 dan memberikan sensitivitas tertinggi pada intensitas warna merah dengan nilai KV 4,368%; HORRAT 0,815; batas deteksi sebesar 0,3535 mM; batas kuantifikasi sebesar 1,1784 mM; rentang metode sebesar 1,1784 mM hingga 42,6531 mM; stabilitas pemakaian berulang urease amobil sebanyak 11 kali pemakaian (kestabilan >50%), dan kurang selektif dengan adanya asam askorbat maupun asam urat. Kadar urea dalam 6 sampel serum darah yang dianalisis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara hasil analisis klinik dengan hasil analisis biosensor menggunakan detektor LDR dengan nilai rata-rata konstanta hasil pengukuran biosesnsor sebesar 1,264. | The existence of urea in the body becomes an important biological parameter for the identification of kidney disease. Kidney disease is characterized by serum urea levels that exceed normal levels. Development of urea measurement methods recently developed one of them using biosensor. A urea biosensor has been developed using immobilized urease in alginate matrix and LDR detector. Urease is immobilized by tracer technique in calcium alginate matrix then reacted with urea solution. The reaction product plus the BTB color indicator is then measured using a LDR detector colorimetrically and quantized in the Color Sensor Reader program. The result of this research is optimum reaction time for 4 minutes, good linearity with relation coefficient value (r) equal to 0.9979 and give highest sensitivity at red color intensity with value of KV 4.368%; HORRAT 0.815; detection limit of 0.3535 mM; quantification limit of 1.1784 mM; the method range of 1.1784 mM to 42.6531 mM; stability of repeated use of immobilized urease 11 times (stability> 50%), and less selective in the presence of ascorbic acid and uric acid. Levels of urea in 6 blood serum samples analyzed showed no significant differences between the results of clinical analysis with the results of biosensor analysis using LDR detector with the average value of the constant biosesnsor measurement results of 1.264. | |
| 18168 | 21117 | F1B113050 | PENGARUH KEMAMPUAN PELAKSANA DAN PARTISIPASI PETANI TERHADAP EFEKTIVITAS DANA DESA DALAM MENINGKATKAN PEMBERDAYAAN PETANI DI WLAHAR WETAN, KALIBAGOR, BANYUMAS | Dana Desa merupakan dana dengan nominal besar yang diterima oleh pemerintahan desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Salah satu prioritas penggunaan dana desa ialah penggunaan di bidang pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan petani di Desa Wlahar Wetan, Kalibagor,Banyumas bertujuan untuk meningkatkan kualitas petani dan bidang pertanian itu sendiri agar dapat mewujudkan ketahanan pangan menuju desa mandiri. Efektivitas dana desa dalam meningkatkan pemberdayaan petani tersebut tidak dapat dipisahkan dengan kemampuan pelaksana dan partisipasi petani sebagai penerima manfaatnya. Untuk itu, menarik untuk dikaji: (1) Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan pelaksana terhadap efektivitas dana desa dalam meningkatkan pemberdayaan petani di Wlahar Wetan? ; (2) Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara partisipasi petani terhadap efektivitas dana desa dalam meningkatkan pemberdayaan petani di Wlahar Wetan? ; (3) Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan pelaksana dan partisipasi petani terhadap efektivitas dana desa dalam meningkatkan pemberdayaan petani di Wlahar Wetan? Sesuai dengan permasalahan tersebut, tujuan penelitian ini adalah menjawab ketiga permasalahan penelitian tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan mengambil jenis penelitian survey. Teknik pengambilan sampelnya adalah probability sampling dengan metode simple random sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan kuesioner, yang didukung dengan dokumentasi. Pengujian validitas instrumen menggunakan teknik analisis butir, dan pengujian reliabilitas instrumen menggunakan teknik Alpha Cronbach. Metode analisis data yang menggunakan adalah korelasi kendall’s tau-c, korelasi konkordansi kendall W, dan regresi ordinal. Hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini menunjukkan: (1) Kemampuan pelaksana berpengaruh terhadap efektivitas dana desa dalam meningkatkan pemberdayaan petani. Hal tersebut tampak pada model parameter estimate regresi ordinal di mana semakin buruk kemampuan pelaksana akan semakin menurunkan efektivitas dana desa dalam meningkatkan pemberdayaan petani. Selain itu, tampak pada Pseudo R Square regresi ordinal yang menjelaskan efektivitas dana desa yang dapat dijelaskan oleh kemampuan pelaksana sebesar 49,7%; (2) Partisipasi petani berpengaruh terhadap efektivitas dana desa dalam meningkatkan pemberdayaan petani. Hal tersebut tampak pada model parameter estimate regresi ordinal di mana semakin buruk partisipasi petani akan semakin menurunkan efektivitas dana desa dalam meningkatkan pemberdayaan petani. Selain itu, tampak pada Pseudo R Square regresi ordinal yang menjelaskan efektivitas dana desa yang dapat dijelaskan oleh partisipasi petani sebesar 93,0%; dan (3) Kemampuan pelaksana dan partisipasi petani berpengaruh terhadap efektivitas dana desa dalam meningkatkan pemberdayaan petani. Hal tersebut tampak pada model parameter estimate regresi ordinal di mana semakin buruk kemampuan pelaksana dan partisipasi petani akan semakin menurunkan efektivitas dana desa dalam meningkatkan pemberdayaan petani. Selain itu, tampak pada Pseudo R Square regresi ordinal yang menjelaskan efektivitas dana desa yang dapat dijelaskan oleh kemampuan pelaksana dan partisipasi petani sebesar 95,3%. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah bahwa semua variabel independen mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen yaitu Efektivitas Dana Desa dalam Meningkatkan Pemberdayaan Petani di Desa Wlahar Wetan. | The Village Fund is a large nominal fund received by the village government sourced from the State Revenue and Expenditure Budget (APBN). One of the priorities for the use of village funds is the use in the field of community empowerment. The empowerment of farmers in Wlahar Wetan Village, Kalibagor, Banyumas aims to improve the quality of farmers and agriculture itself in order to realize food security towards independent villages. The effectiveness of village funds in improving the empowerment of farmers can not be separated with the ability of the implementers and the participation of farmers as beneficiaries. Therefore, it is interesting to examine: (1) Is there a significant influence between the implementing ability on the effectiveness of village funds in increasing farmers' empowerment in Wlahar Wetan? ; (2) Is there a significant influence between the participation of farmers on the effectiveness of village funds in increasing farmers' empowerment in Wlahar Wetan? ; (3) Is there a significant influence between the implementing capability and participation of farmers on the effectiveness of village funds in increasing farmers' empowerment in Wlahar Wetan? In accordance with the problem, the purpose of this research is to answer the three problems of the research. This research uses quantitative research method by taking survey type. Sampling technique is probability sampling with simple random sampling method. Methods of data collection in this study is by questionnaire, which is supported by documentation. Testing instrument validity using grain analysis technique, and instrument reliability testing using Cronbach Alpha technique. The data analysis method used is the correlation of kendall's tau-c, the correlation of the konkordansi kendall W, and the ordinal regression. The results of quantitative analysis in this study indicate: (1) The ability of implementers to influence the effectiveness of village funds in increasing farmers empowerment. This is evident in the ordinal estimate ordinal regression parameter model where the worse the implementing capability will decrease the effectiveness of village funds in increasing farmer empowerment. In addition, it appears in the Pseudo R Square ordinal regression that explains the effectiveness of village funds that can be explained by the implementing abilities of 49.7% ; (2) The participation of farmers influences the effectiveness of village funds in increasing farmer empowerment. This is evident in the ordinal estimate regression parameter model in which the worse the participation of farmers will further decrease the effectiveness of village funds in increasing farmer empowerment. In addition, it appears in the Pseudo R Square ordinal regression that explains the effectiveness of village funds that can be explained by the participation of farmers of 93.0% ; and (3) The ability of the implementer and the participation of farmers to influence the effectiveness of village funds in increasing farmers empowerment. This is evident in the ordinal estimate ordinal regression parameter model where the worse the implementing ability and the participation of farmers will further decrease the effectiveness of village funds in increasing farmer empowerment. In addition, it appears in the Pseudo R Square ordinal regression that explains the effectiveness of village funds that can be explained by the ability of the implementer and the participation of farmers of 95.3%. The conclusion of this study is that all independent variables have a positive and significant influence on the dependent variable that is Effectiveness of Village Funds in Increasing Farmers Empowerment in Wlahar Wetan Village. Keyword: Implementing Capacity, Farmer's Participation and Village Fund Effectiveness in Increasing Farmer Empowerment | |
| 18169 | 21118 | G1D014002 | PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT BUAH MANGGA ARUMANIS (Mangifera Indica L.) TERHADAP JUMLAH MONOSIT DAN LIMFOSIT PADA TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI KARBON TETRAKLORIDA | Latar Belakang : Sirosis hati merupakan kerusakan hati yang ditandai dengan monositosis dan limfopenia, serta penyebab kematian terbesar ketiga setelah penyakit kardiovaskuler dan kanker. Kulit buah mangga mangandung mangiferin dan kuersetin yang berperan sebagai antiinflamasi dan imunostimulan. Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kulit buah mangga arumanis terhadap jumlah monosit dan limfosit pada tikus putih yang diinduksi CCl4. Metode : Penelitian ini menggunakan true experiment pre-post test with control group design. Total sampel sebanyak 36 ekor tikus putih galur Wistar, yang dibagai menjadi enam kelompok, dimana masing-masing kelompok terdiri dari enam ekor tikus. Induksi CCl4 dilakukan melalui intraperitonial, selama 24 jam. Perlakuan diberikan selama 10 hari, sesuai dosis yang ditentukan. Uji hipotesis menggunakan One-Way ANNOVA dan Kruskal-Wallis, yang dilanjutkan dengan analisis Post-hoc. Hasil : Hasil ANNOVA pada selisih pre-posttest persentase monosit antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan menunjukkan tidak ada beda (p>0.05). Hasil analisis Kruskal-Wallis pada selisih pre-posttest limfosit antara kelompok kontrol dengan perlakuan menunjukkan ada beda (p<0.05). Kesimpulan : Terdapat pengaruh pemberian ekstrak kulit buah mangga arumanis terhadap jumlah monosit dan limfosit pada tikus putih yang diinduksi CCl4, meskipun jumlah monosit tiap kelompok tidak berbeda secara signifikan. | Introduction : Liver cirrhosis is a liver damage characterized by monocytosis and lymphopenia, it is also the third leading cause of death after cardiovascular disease and cancer. The mango skin contains mangiferin and quercetin which act as anti-inflammatory and immunostimulant. Purpose : To know the effect of arumanis mango peel extract on the amount of monocyte and lymphocyte in white rats induced by CCl4. Methods : This study used true experiment pre-post test with control group design. Total sample of 36 Wistar white rats, divided into six groups, each group consisted of six rats. The CCl4 induction was performed through intraperitoneal, for 24 hours. Treatment was given for 10 days, according to the prescribed dose. Hypothesis test used One-Way ANNOVA and Kruskal-Wallis, followed by Post-hoc analysis. Results : The result of ANNOVA on the difference in pre-posttest of monocyte percentage between the control group and the treatment group showed there was no different (p> 0.05). The result of Kruskal-Wallis analysis on the difference of pre-posttest lymphocytes between control group and treatment group showed there was different (p <0.05). Conclusion : There is an effect of arumanis mango peel extract on the number of monocytes and lymphocytes in white rats induced by CCl4, although the number of monocytes each group no different significantly. | |
| 18170 | 21121 | F1D012054 | KONFLIK PEREBUTAN TANAH ANTARA MASYARAKAT KECAMATAN TELUK JAMBE BARAT KABUPATEN KARAWANG JAWA BARAT DENGAN PT. SUMBER AIR MAS PRATAMA PADA TAHUN 2014 | Penelitian ini menjelas dan menggambarkan konflik agraria perebutan tanah antara petani di tiga desa, yaitu Desa Margamulya, Desa Wanasari dan Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat dengan Perusahan Sumber Air Mas. Konflik lahan di Kecamatan Telukjambe memiliki riwayat yang dapat dirunut setidaknya hingga masa kolonial Belanda sampai masa reformasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Kemudian data dianalisis menggunakan metode analisis model interaktif Miles dan Huberman. Untuk menjamin validitas data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data. Penanganan konflik agraria saat ini membutuhkan sebuah pendekatan holistik dan komprehensif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kronologi di lahan tiga desa yaitu Desa Wanasari, Wanakerta, dan Margamulya muncul saat PT Dasa Bagja terlibat dalam menyewa lahan milik masyarakat. Sebelumnya lahan tersebut adalah partikelir yang telah diredistribusi oleh pemerintah kepada masyarakat. Tiga tahun berlangsung kontrak ternyata terdapat pengalihan surat kepemilikan lahan oleh warga yang dibawa PT. Dasa Bagja kepada perusahaan lain. Hingga akhirnya jatuh kepada PT. Sumber Air Mas Pratama. Selama proses itu masyarakat masih tetap memanfaatkan lahannya. Akan tetapi, pada tahun 2000 PT. Sumber Air Mas Pratama mulai mengajukan ke pengadilan untuk melakukan pembebasan lahan. Runtutan kisah tersebut berpuncak pada Juni 2014 lalu, Alhasil, 9 petani dan 4 buruh yang melakukan aksi menolak eksekusi ditangkap, 10 buruh luka-luka dan 1 petani tertembak serta puluhan lainnya mendapat luka ringan karena tembakan gas air mata dan peluru karet. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bahwa konflik yang terjadi di Desa Wanasari, Desa Wanakerta dan Desa Margamulya merupakan konflik agararia structural. Konflik agraria struktural yang dimaksud disini merujuk pada pertentangan klaim yang berkepanjangan mengenai suatu bidang tanah, sumber daya alam dan wilayah kepunyaan rakyat. Masyarakat yang sedang berkonflik sebenarnya sudah mempunyai keinginan untuk menyelesaikan permasalahan tanah ini dan sudah sepakat dengan soal ganti rugi namun disisi lain ada sebagian masyarakat yang masih menolak soal ganti rugi dengan beranggapan bahwa ada yang ingin membeli tanah tersebut dengan harga yang lebih tinggi. | This research explains and illustrates agrarian conflicts of land struggle between farmers in three villages, Margamulya Village, Wanasari Village and Wanakerta Village, which is located in Telukjambe Barat, Karawang, West Java with Sumber Air Mas Company. Land conflicts in Telukjambe have a history that can be traced at least from the Dutch colonial period until the reform period. The research method used descriptive qualitative method with approach case study. The data obtained from observation, interview, and documentation study. Then the data were analyzed using Miles and Huberman interactive model analysis method. To ensure validity of the data, this research uses triangulation data technique. The current handling of agrarian conflicts requires a holistic and comprehensive approach. The results of this study indicate that chronology in the three villages of Wanasari, Wanakerta and Margamulya arises when PT Dasa Bagja involved in renting the land owned by citizens. Previously, it was a private land that has been redistributed by the government to the public. Three years under contract, there was a redirection of citizens land ownership certificates carried by PT. Dasa Bagja to other companies. Until the certificates was on PT. Sumber Air Mas Pratama hands. However in 2000, PT. Sumber Mas Mas Primary began filing to the court to conduct land acquisition. The demise of the story culminated in June 2014. As a result, 9 farmers and 4 workers who took action against the execution were arrested, 10 workers were injured and 1 farmer was shot and dozens of others were slightly wounded by tear gas and rubber bullets. The conclusion obtained in this research is the conflict that occurred in Wanasari Village, Wanakerta Village and Margamulya Village is a structural agararia conflict. The structural agrarian conflict referred to the clash of prolonged claims regarding a plot of land, natural resources and the territory of the people. | |
| 18171 | 21116 | F1C012050 | PROSES KOMUNIKASI TERAPEUTIK DALAM HIPNOTERAPI UNTUK MENGATASI DEPRESI REMAJA | Masa remaja adalah peralihan dari masa anak ke masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek atau fungsi untuk memasuki masa dewasa. Pada masa ini perubahan terjadi sangat drastis dan mengakibatkan terjadinya kondisi yang serba tanggung dan diwarnai oleh kondisi psikis yang belum mantap. Salah satu krisis pada saat remaja adalah depresi atau stress. Depresi pada remaja adalah kondisi serius yang bisa mempengaruhi emosi, pemikiran dan kelakuan. Penanganan yang pada umumnya diambil adalah dengan obat-obatan klinis namun penanganan ini memiliki efek samping bagi kesehatan. Penanganan dengan hipnoterapi adalah penanganan yang dirasa paling tepat karena tidak menimbulkan efek samping bagi kesehatan tubuh subjek dan dapat memberikan efek secara langsung terhadap kondisi psikis subjek. Penelitian ini menggunakan metode deskripstif dengan data kualitatif. Data yang diperoleh melaluai wawancara dan obervasi di analisa dengan menggunakan Proses pikir induktif. Data yang menjadi rujukan penulisan adalah hasil wawancara dan obesrvasi hypnoterapi pada kasus depressi remaja. Penelitian ini dilakukan di Bimo Sang Juara. Proses komunikasi terpeutik dalam hypnoterapi yang digunakan di Bimo Sang Juara terdiri dari empat tahap yaitu consulting, analizing, terapi, dan coaching dengan menggunakan metode Neuro Linguistic Programming serta konsep pacing-leading dan mirroring Proses komunikas terapeutik ysng digunakan pada Bimo Sang Juara pada dasarnya sama hanya saja proses ini menggunakan teknik hypnoterapi dengan menggunakan bahasa NLP | Adolescence is a transition from childhood to adulthood that develops all aspects or functions to enter adulthood. At this time the changes occurr very drastically and resulted in the all paced condition and is colored by psychological conditions that have not been steady. Yet of the crises in adolescence is depression or stress. Depression in adolescents is a serious condition that can affect emotions, thinking and behavior. Treatment that is generally taken is by mean of clinical medicine but this treatment has side effects for health. Handling with hypnotherapy is the most appropriate treatment because it does not cause side effects for the health of the subject the body and can give effect directly to the subject's psychic condition. This research used descriptive method with qualitative data. The data that were obtained through interviews and observations and became the reference of this writing were analysed using inductive thinking. This research was conducted in Bimo Sang Juara, a hypnoterapy clinic in Garut West Java. The communication Process that was applied in hypnotherapy at Bimo Sang Juara consisted of four stages: consulting, analizing, therapy, and coaching used Neuro Linguistic Programming method and pacing-leading and mirroring concept. The therapeutic communication Process that is applied in Bimo Sang Juara is basically similar compared to the common parttern therapy, however, this procces of hypnoterapy technique uses the NLP language. | |
| 18172 | 21122 | G1D011038 | HUBUNGAN PELAKSANAAN TUGAS KESEHATAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI POSYANDU LANSIA HARAPAN I DAN II KELURAHAN PABUARAN KECAMATAN PURWOKERTO UTARA KABUPATEN BANYUMAS | Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang dapat mempengaruhi kualitas hidup lansia. Penyakit tersebut membuat lansia membutuhkan dukungan dari orang lain untuk mempertahankan status kesehatannya. Salah satu dukungan tersebut adalah keluarga, yaitu dengan cara melaksanakan tugas kesehatan keluarga. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pelaksanaan tugas kesehatan keluarga dengan kualitas hidup lansia penderita hipertensi di Kelurahan Pabuaran. Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif, dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia yang menderita hipertensi, di Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Purwokerto Utara dengan teknik total sampling sebanyak 60 responden. Analisis yang digunakan adalah uji statisik Pearson. Hasil: Rata- rata umur responden adalah 62 tahun sedangkan rata- rata umur keluarga responden adalah 34,1 tahun. Mean skor tugas kesehatan keluarga adalah 90,62 dan mean skor kualitas hidup lansia adalah 83,45. Hasil uji statisik Pearson didapat adanya korelasi positif antara pelaksanaan tugas kesehatan dengan kualitas hidup lansia penderita hipertensi (r=0,483 dan p=0,000) Kesimpulan: Semakin tinggi pelaksanaan tugas kesehatan keluarga, maka kualitas hidup lansia akan semakin meningkat. Kata Kunci: Tugas Kesehatan Keluarga, Kualitas Hidup, Lansia, Hipertensi | Background: Hypertension is one of the degenerative diseases that can affect quality of life of the elderly. That disease will makes the elderly need support from others to maintain their health status. Family can be one of the supporters by carrying out family health tasks. Objective: To know the relationship between the implementation of family health tasks with the quality of life of elderly people with hypertension in Pabuaran Village. Method: This research type is quantitative, with cross sectional design. Sample in this study is elderly that registered in”Posyandu”who suffer from hypertension, in Pabuaran Village, District of Purwokerto Utara with total sampling technique counted 60 respondents. Analysis that used was Pearson static test. Result: Average age of respondents is 62 years whereas the average age of the respondent's family is 34.2 years. Mean score of family health task is 90,62 and mean quality of life score of elderly is 83,45. Pearson statistical test results obtained a positive correlation between the implementation of health tasks with the quality of life of elderly patients with hypertension (r = 0.483 and p = 0.000) Conclusion: More higher the task of family health, the quality of life of the elderly would be increase. Keywords: Family Health Task, Quality of Life, Elderly, Hypertension | |
| 18173 | 21123 | G1D014051 | EFEK EKSTRAK JANTUNG PISANG AMBON (Musa acuminata Colla) TERHADAP KADAR LOW DENSITY LIPOPROTEIN (LDL) PADA TIKUS PUTIH MODEL HIPERLIPIDEMIA | Low Density Lipoprotein (LDL) yang tinggi berperan dalam pembentukan plak ateroma dan insidensi penyakit kardiovaskular. Penanganan yang efektif dan efisien dengan efek samping yang minimal sangat diperlukan. Ekstrak jantung pisang ambon berpotensi dalam menurunkan kadar LDL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak jantung pisang ambon terhadap kadar LDL. Penelitian ini menggunakan 36 ekor tikus yang dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu kelompok A (diet standar), kelompok B (HFD + akuabides), kelompok C (HFD + ekstrak braktea), kelompok D (HFD + Ekstrak bunga), kelompok E (HFD + Ekstrak daging), dan kelompok F (HFD + simvastatin). Data kadar LDL diuji dengan One-Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc. Berdasarkan uji post hoc selisih kadar LDL menunjukan terdapat perbedaan yang bermakna (p = 0,000) antara kelompok C, D, E, dan F terhadap kelompok A dan B. Pemberian ekstrak braktea, bunga, dan daging jantung pisang ambon dosis 250 mg/kgBB/hari dan simvastatin dosis 0,18 mg/200 gBB menunjukan efek yang sama dalam menurunkan kadar LDL. | Low Density Lipoprotein (LDL) have a role in the formation of atheroma plaque and the incidence of cardiovascular disease. Effective and efficient treatment with minimal side effects are very required. Ambon banana bud extract potentially lowered LDL levels. This study aimed to determine the effect of Ambon banana bud extract on LDL levels. This study used 36 rats divided into 6 groups, namely group A (standard diet), group B (HFD + aquabides), group C (HFD + bractea extract), group D (HFD + Flower extract), group E (HFD + flesh Extract), and group F (HFD + simvastatin). Data on LDL levels were tested with One-Way ANOVA and continued with Post Hoc test. Based on post hoc test the difference of LDL level showed significant difference (p = 0.000) between group C, D, E, and F against group A and B. The administration of bractea extract, flowers, and flesh of ambon banana bud dose 250 mg/kgbw/day and simvastatin dose 0.18 mg/200 gbw/day showed the same effect in lowering LDL levels. | |
| 18174 | 21124 | G1D014026 | PENGARUH EKSTRAK KULIT MANGGA ARUMANIS (Mangifera indica L. “Arumanis”) TERHADAP JUMLAH NEUTROFIL DAN BASOFIL PADA TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI KARBON TETRAKLORIDA | Paparan zat toksik seperti carbon tetraklorida (CCl4) dapat menyebabkan reaksi inflamasi. Inflamasi akut ditandai dengan cairan dan protein plasma eksudasi serta didominasi oleh akumulasi leukosit (neutrofil dan basofil). Apabila agen perusak tidak dapat dihilangkan, maka inflamasi akan berubah menjadi kronik. Kulit manga arumanis mengandung mangiferin dan kuersetin yang diduga dapat menurunkan jumlah neutrofil dan basofil dalam darah sebagai penanda adanya inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kulit mangga arumanis terhadap jumlah neutrofil dan basofil pada tikus diinduksi karbon tetraklorida. Penelitian ini menggunakan metode true experiment pretest-posttest with control group design. Hewan uji yang digunakan yaitu 36 ekor tikus yang dikelompokan menjadi 6 kelompok. Induksi karbon tetraklorida dilakukan selama 24 jam. Perlakuan diberikan selama 10 hari sesuai dengan dosis yang telah ditentukan (50, 100, dan 200 mg/gBB). Uji hipotesis menggunakan one way ANOVA dengan dilanjutkan analisis Post-hoc LSD serta uji alternatif menggunakan uji Kruskal wallis dan dilanjutkan dengan analisis Mann Whitney. Uji Mann Whitney menunjukkan bahwa ekstrak kulit mangga arumanis dosis (50, 100, dan 200 mg/kgBB) losartan memiliki pengaruh yang sama untuk penurunan neutrofil dan dosis 50 mg/kgBB dosis yang efektif terhadap penurunan basofil. | Exposure to toxic substances such as carbon tetrachloride (CCl4) may cause an inflammatory reaction. Acute inflamation marked by fluid and plasma protein exudation and it is domination by leukocytes acumulation (Neutrophil and Basophil). If the agent of destruction can not be removed, inflamation will change to be chronic. Arumanis mango leaf extract contains mangiferin and quercetin which is expected can bring down neutrophil and basophil amount in the blood as inflammation marker. This research aimed to know the influence of giving arumanis mango leaf extract toward neutrophil and basophil count on galurwistar white rat (Rattusnorvegicus) that induced by carbon tetrachloride. This research used true experiment pretest-posttest with control group design method. The samples were 36 rats that grouped into 6 groups. Carbon tetrachloride induction done for 24 hours. This treatment given for 10 days according to a prescribe dose (50, 100, and 200 mg/kgBB). Data analysis used one way ANOVA continued with Post-hoc LSD analysis and alternative test use Kruskal wallis testing and continued with Mann Whitney analysis. Arumanis mango leaf extract with dose (50, 100, and 200mg/kgBB), losartan had the same bring down neutrophil and dose 50 mg/kgBB effective toward basophil reduction. | |
| 18175 | 21126 | F1B113058 | KORELASI PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN TINGKAT KEMISKINAN (STUDI DI DESA-DESA SE-KECAMATAN BATURADEN KABUPATEN BANYUMAS) | Adanya tingkat kemiskinan di desa-desa Kecamatan Baturaden tersebut merupakan suatu permasalahan pemerintah untuk menanggulangi atau mengurangi angka kemiskinan di daerah Kecamatan Baturaden. Hal tersebut tampak pada suatu program dari pemerintah yaitu pada Program Dana Desa yang melalui program pemberdayaan masyarakat desa. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan data sekunder. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan dokumentasi, observasi, dan wawancara tidak terstruktur. Teknik analisis data yang digunakan oleh penelitian ini adalah statistika deskriptif melalu mean, tabulasi silang, dan korelasi product moment. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan dokumentasi, observasi, dan wawancara tidak terstruktur.Hasil analisis secara kuantitatif deskriptif dalam penelitian ini menunjukkan: Nilai korelasi program pemberdayaan masyarakat yang dibiayai dana desa (X) dengan tingkat kemiskinan (Y) adalah sebesar -0,186. Berdasarkan koefisien product moment tersebut ada korelasi yang sangat rendah antara program pemberdayaan masyarakat yang dibiayai dana desa (X) dengan tingkat kemiskinan (Y) yang ke arah negatif. Artinya semakin baik program pemberdayaan masyarakat yang dibiayai dana desa (X) maka akan menurunkan tingkat kemiskinan (Y) dan sebaliknya. Nilai sig. (2-tailed) yang sebesar 0,563 yang berarti Nilai p value (Sig.) pada output SPSS menunjukan bahwa nilai sebesar 0,563 > 0,05. Oleh karenanya keseluruhan hipotesis penelitiaan ini diterima. | The existence of poverty level in the villages of Baturaden Sub-district is a government problem to overcome or reduce the poverty rate in Baturaden sub-district. This is apparent in a program from the government in the Village Fund Program through the village community empowerment program. This research uses quantitative with secondary data. Methods of data collection is with documentation, observation, and unstructured interviews. The Data analysis technique is descriptive statistic through mean, cross tabulation, and product moment correlation. The result of quantitative descriptive analysis in this research shows: Correlation value of community empowerment program funded by village fund (X) with poverty level (Y) is -0.186. Based on the coefficient of product moment there is a very low correlation between community empowerment program funded by village funds (X) with the level of poverty (Y) is negative. This means that the better community empowerment program funded by village funds (X) will reduce poverty (Y) and vice versa. The sig value. (2-tailed) value of 0.563 which means the value of p value (Sig.) In the SPSS output shows that the value of 0.563> 0.05 Therefore the whole hypothesis of this research is accepted. | |
| 18176 | 21127 | G1D011036 | HUBUNGAN HEALTH LOCUS OF CONTROL DENGAN KEPATUHAN DIET PENDERITA DM TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PATIKRAJA | Latar Belakang: Penyakit diabetes militus (DM) yang tidak terkelola dengan baik akan menimbulkan berbagai macam komplikasi. Komplikasi dapat dicegah melalui pengelolaan DM dengan mematuhi 4 pilar penatalaksanaan DM yaitu patuh melakukan diet. Kepatuhan diet bagi penderita DM tipe 2 merupakan hal yang sangat penting. Faktor yang diduga mempengaruhi kepatuhan diet salah satunya adalah health locus of control. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara health locus of control dengan kepatuhan diet penderita DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Patikraja. Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif non-eksperimental menggunakan metode analitik komparatif dengan desain cross sectional. Sampel sebanyak 114 yang diambil dengan teknik proporsional random sampling. Uji yang digunakan uji Chi- square. Hasil: Uji statistik menunjukkan sebagian besar berumur 55-64 (65,8 %), berjenis kelamin laki-laki (62,3 %), berpendidikan SMP (59,6 %), status perkawinan menikah (100%), lama menderita diabetes kurangdari 10 tahun sebanyak (66,7%), health locus of control responden dalam kategori tinggi (57,0 %) dan patuh diet (64,0 %). Uji Chi- square diperoleh nilai p value sebesar 0,001 dengan α 0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan health locus of control dengan kepatuhan diet penderita DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Patikraja. Kata Kunci: HLoC, Kepatuhan Diet, Diabetes Militus | Background: Diabetes mellitus (DM) that is not managed properly will cause various complications. Complications can be prevented with DM management by adhering four pillars of diabetes management one of them is diatary compliance. Dietary compliance is a crucial for type 2 diabetes mellitus patients. Factors that can affect diet compliance one of them is the health locus of control. Objective: To find out the relation between health locus of control and dietary compliance of type 2 DM patient in Patikraja Community Health Center. Method: The research type was non-experimental quantitative using correlation analytic method with cross sectional design. A sample of 114 taken with proportional random sampling technique. The test used Chi square test. Results: The result showed that the most of the respondents was 55-64 years old (65,8%), male sex was(62,3 %), junior high education was(59,6 %), married status (100%), diabetic less than 10 years (66,7 %), health locus of control respondents in high category was (57,0 %) and obedient diet was (64,0 %). Chi square test obtained p value of 0,001 and α 0,05. Conclusion: There was a relationship between health locus of control with dietary compliance of type 2 diabetes mellitus in Patikraja community health center work area. Keywords: HLoC, Diet Compliance, Diabetes Militus | |
| 18177 | 21128 | G1D014006 | PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK JANTUNG PISANG AMBON (Musa acuminata Colla) TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA TIKUS PUTIH MODEL HIPERLIPIDEMIA | Latar belakang: Hiperlipidemia dapat berkembang dan berkontribusi terhadap terjadinya penyakit jantung koroner (PJK). Penelitian sebelumnya, jantung pisang ambon (Musa acuminata Colla) terbukti mampu menurunkan kadar kolesterol total. Penelitian ini ingin mengetahui pengaruh masing-masing bagian ekstrak jantung pisang ambon (braktea, bunga, daging) pada tikus putih model hiperlipidemia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode true experiment dengan pretest-postest with control group design, pada tikus putih jantan galur Wistar sebanyak 36 tikus yang terbagi menjadi 6 kelompok, yaitu kelompok A (kontrol sehat), B (kontrol negatif), C, D, E (perlakuan braktea, bunga, daging dengan dosis 250 mg/kgBB/hari) dan F (simvastatin 0,18 mg/200gBB) selama 14 hari. Analisis kadar kolesterol total menggunakan metode kolesterol-PAP. Data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis kemudian dilanjutkan dengan uji post-hoc Mann-Whitney. Hasil: Perbedaan rerata selisih kadar kolesterol total serum pada kelompok sehat sebanyak= -5,17±7,36 mg/dL, kontrol negatif= -5,20±1,48 mg/dL, perlakuan braktea= 20,00±2,89 mg/dL, perlakuan bunga= 19,50±3,01 mg/dL, perlakuan daging= 20,00±4,33 dan simvastatin= 13,50±2,07 mg/dL. Terdapat perbedaan secara signifikan antara kelompok B terhadap kelompok C, D, E, dan F (p<0,05) pada uji post-hoc Mann-Whitney. Kesimpulan: Ekstrak jantung pisang ambon berpengaruh terhadap penurunan kadar kolesterol total dengan penurunan yang lebih besar terjadi pada perlakuan braktea dan daging. | Background: Hyperlipidemic can develop and contribute toward coronary artery disease (CAD). Previous study has shown that ambon banana (Musa acuminata Colla) blossom extract could decrease total cholesterol level. This study aimed to investigate effect of each ambon banana blossom’s part (bract, flower, flash) on white rats hyperlipidemia model. Method: This study was true experimental using pretest-posttest with control group design, conducted on 36 male white rats Wistar strain allocated into six groups; group A (healthy control), B (negative control), C, D, E (bract, flower, flash treatment) using 250 mg/kg body weight/day) and F (simvastatin 0,18 mg/200g body weight) for 14 days. Total cholesterol level analysis was cholesterol-PAP method. The data were analyzed using Kruskal-Wallis test and post-hoc Mann-Whitney test. Result: The mean difference of total cholesterol serum level on healthy control was= -5,17±7,36 mg/dL, negative control= -5,20±1,48 mg/dL, bract treatment= 20,00±2,89 mg/dL, flower treatment=19,50±3,01 mg/dL, flesh treatment= 20,00±4,33 and simvastatin= 13,50±2,07 mg/dL. There was significant difference between group B to group C, D, E, and F (p<0,05) on post-hoc Mann-Whitney test. Conclusion: Ambon banana blossom extract have effect on decreased total cholesterol level with higher decrease occur on bract and flesh treatment. | |
| 18178 | 21129 | G1D014074 | PENGARUH TERAPI KOMBINASI TEH DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) DAN PARUTAN JAHE MERAH (Zingiber officinale roscoe var rubrum) TERHADAP KADAR ASAM URAT DAN SKALA NYERI PENDERITA GOUT ARTHRITIS DI DESA LOSARI KECAMATAN REMBANG PURBALINGGA | Gout arthritis merupakan penyakit yang disebabkan oleh metabolisme abnromal purin. Daun sirsak dan jahe merah dapat digunakan untuk menurunkan kadar asam urat dan skala nyeri gout arthritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi kombinasi teh daun sirsak dan parutan jahe merah terhadap kadar asam urat dan skala nyeri pada penderita gout arthritis di Desa Losari Kecamatan Rembang Purbalingga. Desain penelitian menggunakan true eksperimen pretest-posttest control group design pada 68 responden. Responden penelitian dibagi menjadi kelompok eksperimen yang mendapat terapi kombinasi teh daun sirsak dan parutan jahe merah dan kelompok kontrol yang tidak mendapatkan terapi apapun. Data dianalisis dengan menggunakan Uji Dependent t-test dan Wilcoxon kemudian dilanjutkan dengan uji Independent t-test dan Mann-Whitney. Berdasarkan uji Independent t-test dan Mann-Whitne menunjukkan adanya perbedaan penurunan kadar asam urat dan skala nyeri antara kedua kelompok dengan p-value 0,000. Ada pengaruh terapi kombinasi teh daun sirsak dan parutan jahe merah terhadap kadar asam urat dan skala nyeri pada penderita gout arthritis di Desa Losari Kecamatan Rembang Purbalingga. | Gout arthritis is a disease that caused by abnormal metabolism of purin. Soursop leave and red ginger can be used to decrease uric acid level and pain level on gout arthritis. This research aimed to know an effect of combination therapy with soursop leave‟s tea and scraped red ginger to uric acid level and pain level on gout arthritis patient in Losari Village, Rembang Purbalingga. This research design used true experiment pretest-posttest control group design to 68 respondent. Respondent was separated into experiment and control group. Experimental group was achieved using a combination therapy of soursop leaves tea and scrapped red ginger. Control group didn‟t achieve any therapy. Data was annalyzed with Dependent t-test and Wilcoxon, and then Independent t-test and Mann-Whitney test. Based on Independent t-test and Mann-Whitney test, there was significant difference of lowering in uric acid level and pain level between two group with p value = 0,000. There was an effect of combination therapy with soursop leave‟s tea and scraped red ginger to uric acid level and pain level on gout arthritis patient in Losari Village, Rembang Purbalingga. | |
| 18179 | 21130 | P2CC14010 | RANCANGAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT (MANAJEMEN MUTU TERPADU) UNTUK MENINGKATKAN MUTU DI MADRASAH ALIYAH AL-IKHSAN BEJI, PURWOKERTO | ANIQOTUL MILLA ZAKIYYAH, Program Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan Total Quality Management (Manajemen Mutu Terpadu) untuk Meningkatkan Mutu di Madrasah Aliyah Al-Ikhsan Beji, Purwokerto. Pembimbing 1: Dr. Haryadi,M.Sc, Pembimbing 2: Dr. AdiIndrayanto, M.Sc, Peneliti melakukan penelitian berjudul Rancangan Total Quality Management (Manajemen Mutu Terpadu) untuk Meningkatkan Mutu di Madrasah Aliyah Al-Ikhsan Beji, Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman dan penjelasan yang rinci mengenai masalah-masalah krusial di Madrasah Aliyah Al-Ikhsan Beji sehingga masalah-masalah tersebut dapat menjadi dasar rancangan Total Quality Management untuk Madrasah Aliyah Al-Ikhsan Beji. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data dari penelitian ini diambil dari hasil wawancara dengan delapan informan, observasi dan dokumentasi. Setelah melakukan analisis, ada empat masalah krusial yang dimiliki oleh Madrasah Aliyah Al-Ikhsan Beji yaitu; potensisiswa, profesionalitas guru, fasilitas belajarserta budaya sekolah. Tiga model langkah yang dapat dilakukan dalam mewujudkan Madrasah Aliyah Al-Ikhsan yang berbasis pada manajemen mutu terpadu yaitu; pertama, dengan adanya perencanaan program efektif yang mengembangkan visi, misi dan tujuan. Kedua, pelaksanaan program kerja madrasah efektif yang meliputi pedoman kerja pelaksanaan, organisasi pelaksana dan pelaksanaan kegiatan program. Ketiga, pengawasan dan evaluasi Madrasah. Delapan poin yang akan tercapai berdasarkan langkah- langkah tersebut yaitu; tujuan madrasah yang akan tercapai, pemimpin yang efektif, ekspektasi guru dan karyawan yang bebas terkendali, kemitraan dengan masyarakat yang terjalin dengan baik, budaya madrasah yang positif, keberhasilan siswa dalam keterampilan, dan komitmen-komitmen SDM yang tinggi terhadap mutu Madrasah Aliyah Al-IkhsanBeji. | ANIQOTUL MILLA ZAKIYYAH, Master Study Program of Management, Faculty of Economy and Business, Jenderal Soedirman University. Rancangan Total Quality Management (Manajemen Mutu Terpadu) untuk Meningkatkan Mutu di Madrasah Aliyah Al-Ikhsan Beji, Purwokerto. Supervisor 1: Dr. Haryadi, M.Sc, Supervisor II: Dr. AdiIndrayanto, M.Sc. The researcher conducted the analysis entitled Rancangan Total Quality Management (Manajemen Mutu Terpadu) untuk Meningkatkan Mutu di Madrasah Aliyah Al-Ikhsan Beji, Purwokerto. This aims to get an understanding and detailed explanation about the crucial problems in Madrasah Aliyah Al-IkhsanBeji so those crucial problems can be basic in designing a model of management named Total Quality Management. The method used in this research is a descriptive qualitative method. The data of this research were taken from interview with eight informants, observation and documentation. After conducting the analysis, it showed four crucial problems in Madrasah Aliyah Al-Ikhsan Beji. Four crucial problems are; student potential, teacher’s professionalism, studying facility, and school’s culture. Three sequence models can be implied in reaching the height quality of Madrasah Aliyah Al-IkhsanBeji are; First, an effective planning model to develop vision, mission and goal. Second, the model of an effective realization program includes work guidance, the organization of realization, and the realization itself. Third, supervision and evaluation model. Eight points can be reached by these models are; Madrasah’s goals will be reached well, an effective leader, teacher’s expectation are freely controlled, a good partnership with society, a Madrasah’s positive culture, the success of student’s skills and the high commitments of human resources for the quality of Madrasah Aliyah Al-ikhsan Beji. | |
| 18180 | 21132 | G1D013088 | Gambaran Kesulitan Belajar Mahasiswa asal Maluku di Universitas Jenderal Soedirman | GAMBARAN KESULITAN BELAJAR MAHASISWA ASAL MALUKU DI UNIVERSITAS JENDERALSOEDIRMAN PURWOKERTO Rusni Gay Tabona1, Wahyu Ekowati2, Made Sumarwati3 ABSTRAK LatarBelakang: Kesulitan belajar adalah kondisi dimana mahasiswa mengalami hambatan dalam belajar dengan menunjukkan hasil yang kurang optimal dalam proses belajarnya yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Mahasiswa Maluku dapat mengalami kesulitan belajar, baik kesulitan belajar kategori rendah, sedang maupun tinggi. Metodologi: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif dengan menganalisis kesulitan belajar pada mahasiswa asal Maluku di Universitas Jenderal Soedirman. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional study. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 44. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 4 orang (9,1%) mengalami kesulitan belajar kategori tinggi, 34 orang (77,3%) mengalami tingkat kesulitan belajar kategori sedang, dan 6 orang (13,6%) mengalami tingkat kesulitan belajar kategori rendah. Jumlah responden dengan usia ≤20 dan >20 tahun sama (50%), mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (59,1%), jumlah responden yang memilih jurusan sesuai minat (75%), asal sekolah terakhir responden yaitu sebagian besar SMA (77,3%), responden yang masih dalam proses perkuliahan (63,6%), jumlah responden sumber dana asal beasiswa (81,8%), dan hampir setengah tingkat pendidikan orang tua responden SMA (43,2%). Kesimpulan: Mahasiswa asal Maluku di Universitas Jenderal Soedirman memiliki tingkat kesulitan belajar kategori sedang. Kata Kunci: Kesulitan belajar, mahasiswa Maluku, perkuliahan. 1Mahasiswa Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman. 2Departemen Keperawatan Jiwa, JurusanKeperawatan, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman. 3Departemen Keperawatan Dasar Jurusan KeperawatanFakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman. | DESCRIPTION OF LEARNING DIFFICULTIES STUDENTS OF JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY PURWOKERTO ORIGINATED FROM MALUKU Rusni Gay Tabona1, Wahyu Ekowati2, Made Sumarwati3 ABSTRACT Background: Learning difficulties is a condition where students experience barriers in learning by showing less than optimal results in the learning process that is influenced by internal and external factors. Maluku students can experience learning difficulties, having difficulty learning the categories low, moderate, and high. Method: This research uses descriptive quantitative research type by analyzing learning difficulties in Maluku students at Jenderal Soedirman University. Cross sectional study is a research design used in this research. Total sampling in this research was 44 respondents. Result: The results of the analysis showed that there were 4 people (9.1%) have difficulty to learn in high category, 34 people (77.3%) had moderate learning difficulty, and 6 people (13.6%) had low learning difficulty category. The number of respondents with age ≤ 20 aqual to respondent with age > 20 years. The majority of respondents were female (59.1%), chosing majors as they interests (75%), graduate from senior high school (77.3%), still actively studying (63.6%), getting scholarship (81.8%), and their parent’s education were senior high school (43.2%). Conclution: Students from Maluku at Jenderal Soedirman University have moderate category of learning difficulty. Keywords: Learning difficulties, Maluku students, lectures 1Student of Nursing Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University 2Psychiatric Nursing Department, Nursing Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University 3Departement of Basic Nursing, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University |