Home
Login.
Artikelilmiahs
22034
Update
LAILATUL MASRUROH
NIM
Judul Artikel
PERBANDINGAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK HIDROSEFALUS KONGENITAL BERDASARKAN ONSET PEMASANGAN VP SHUNT DI RSUD MARGONO SOEKARJO PERIODE 2013-2017
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar belakang : Gangguan perkembangan dalam sistem saraf dialami oleh 16% balita di Indonesia (Yusran, 2011). Salah satu komponen perkembangan yang penting adalah bahasa. Hidrosefalus dapat menyebabkan gangguan perkembangan otak salah satunya perkembangan bahasa. 40-50% kasus dibidang bedah saraf merupakan hidrosefalus (Apriyanto et al, 2013). Terapi definitif pada pasien hidrosefalus yaitu pemasangan VP Shunt (Ventriculo Peritoneal Shunt). Pengukuran outcome perkembangan bahasa penting dilakukan untuk menilai keberhasilan terapi yang diberikan Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perkembangan bahasa anak hidrosefalus berdasarkan onset pemasangan vp shunt di RSUD Margono Soekarjo periode 2013-2017 Metode Penelitian : Penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi yang digunakan adalah seluruh pasien hidrosefalus usia dibawah 5 tahun yang telah dilakukan pemasangan VP Shunt di RSUD Margono Soekardjo Purwokerto pada tahun 2013-2017. Dengan jumlah sampel sebanyak 10 orang yang diambil dengan metode total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan data rekam medis, kuesioner dan pemeriksaan Denver II . Penelitian dilakukan tanggal 23 April – 10 Mei 2018 dan kemudian dianalisis menggunakan Fisher’s test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pada usia shunting < 6 bulan sebanyak 4 anak mengalami keterlambatan bahasa (40%) dan 2 anak dengan perkembangan bahasa normal (20%) sedangkan pada usia shunting > 6 bulan sebanyak 2 anak mengalami keterlambatan bahasa (20%) dan 2 anak dengan perkembangan bahasa normal (20%). Hasil analisis bivariat dengan uji Fisher ρ value = 0,548 > α = 0,005. Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara perkembangan bahasa anak hidrosefalus kongenital berdasarkan onset pemasangan VP Shunt di RSUD Margono Soekarjo periode 2013-2017.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Introduction : Developmental disorders in the nervous system of children under five in Indonesia 16% (Yusran, 2011). The important component of development is language. Hydrocephalus can cause brain development disorder which is language development. 40-50% of cases in neurosurgery is hydrocephalus (Apriyanto et al, 2013). The gold treatment in congenital hydrocephalus is VP Shunt (Ventriculo Peritoneal shunt) placement. Measurement of language developmental outcomes is important to assess the success of the given therapy. Objective : To compare language development of congenital hydrocephalus children based on onset vp shunt placement in RSUD Margono Soekarjo period 2013-2017 Method : The study was observational analytic with cross sectional method. The population used in this study was all child age under 5 years old with congenital hydrocephalus who have been inserted vp shunt. This study took 10 sample that was taken using total sampling method. The data were collected using medical record, questionnaire, and Denver II’s test on 23 april – 10 may 2018 then it was analysed with Fisher’s test. Result : The result of this study showed that children with age of shunting < 6 month had 4 children with language development delay (40%) and 2 children with normal language development (20%) while in age of shunting ≥ 6 month had 2 children with language development (20%) and 2 children with normal language development (20%). The result of bivariate analysis with Fisher’s test ρ value = 0,548 > α = 0,005. Conclusion : This study concluded that there is no significantly different between language development in congenital hydrocephalus children based on onset VP Shunt placement in RSUD Margono Soekarjo period 2013-2017.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save