Artikelilmiahs

Menampilkan 18.021-18.040 dari 50.040 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1802121884H1K013028Perubahan Garis Pantai Berdasarkan Karakteristik Sedimen dan Kemiringan Pantai di Pantai Pangenan Kabupaten CirebonPerubahan garis pantai bergantung pada stabilitas badan pantai, seperti karakteristik sedimen dan kemiringan pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara laju perubahan garis pantai berdasarkan karakteristik sedimen dan kemiringan pantai di pantai Pangenan Kabupaten Cirebon. Analisis perubahan garis pantai menggunakan citra satelit Landsat pada tahun 1991, 1999 dan 2017 dengan metode End Point Rate (EPR) pada modul Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Karakteristik sedimen yang terdiri dari ukuran butir dan statistik sedimen (mean, sortasi, skewness dan kurtosis) dianalisis menggunakan saringan kering dan hidrometer dengan metode grafik. Kemiringan pantai menggunakan analisis data DEM (Digital Elevation Model) ASTER. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju perubahan panjang garis pantai di pantai Pangenan Kabupaten Cirebon pada tahun 1991-1999, 1999-2017 dan 1991-2017 berturut-turut sebesar -22,38 m/tahun, -61,83 m/tahun, -49,69 m/tahun, rata-rata laju akresi berturut-turut sebesar 10,72 m/tahun, 7,25 m/tahun, 8,97 m/tahun dan rata-rata laju abrasi berturut-turut sebesar -12,49 m/tahun, -9,67 m/tahun dan -6,70 m/tahun. Sedimen didominasi oleh sedimen lumpur kasar dengan karakteristik terpilah sangat baik, condong sangat halus dan platykurtic. Kemiringan pantai termasuk kategori datar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah laju perubahan pantai tidak memiliki korelasi yang signifikan dengan sedimen dan kemiringan pantai.The coastline changes depend on stability of coastal bodies, such as characteristics of sediment and coastal slope. This research aimed to determine the relationship between the rate of coastline changes with the characteristics of sediment and coastal slope. The coastline changes were analyzed by Landsat satellite images in 1991, 1999 and 2017 used End Point Rate (EPR) method on Digital Shoreline Analysis System (DSAS) module. Sediment characteristics consisting of grain size and sediment statistics (mean, sorting, skewness and kurtosis) were analyzed by dry sieves and hydrometer with graphical method. The coastal slope used ASTER DEM (Digital Elevation Model) data analysis. The results showed that the change rate of coastline length at Pangenan coast of Cirebon in 1991-1999, 1999-2017 and 1991-2017 respectively was -22.38 m/year, -61.83 m/year, -49.69 m/year, the average accretion rate was 10.72 m/year, 7.25 m/year, 8.97 m/year and the average abrasion rate was -12.49 m/year, -9.67 m/year, -6.70 m/year. The sediments were dominated by coarse silt that had characteristics were very well sorted, very fine skewed and platykurtic. The coastal slope was categorized as flat. The conclusion of this research was the rate of coastline change had not significant correlation with sediment and coastal slope.
1802221003D1E012267HUBUNGAN KOMPETENSI PENYULUH DENGAN EFEKTIVITAS PENYULUHAN TENTANG PEMBUATAN SILASE DI KELOMPOK PETERNAK KAMBING DI KECAMATAN SUMBANGPenelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas pada bulan Juni tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui tingkat kompetensi penyuluh dan efektivitas penyuluhan dalam pembuatan silase serta hubungan tingkat kompetensi penyuluh dengan tingkat efektivitas penyuluhan di kelompok tani ternak kambing Kecamatan Sumbang. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan melakukan pengamatan dan wawancara berdasarkan kuisioner yang di uji menggunakan uji validitas dan realibilitas. Penetapan lokasi menggunakan metode purposive sampling meliputi desa Banjarsari Kulon, Sikapat, Kebanggan, dan Susukan. Pengambilan jumlah responden dilakukan dengan menggunakan metode sensus dengan total responden 45 orang. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tingkat kompetensi penyuluh di Kecamatan Sumbang baik dan terdapat hubungan antara kemampuan berkomunikasi dan etos kerja dengan efektivitas penyuluhan. Kesimpulan menunjukkan bahwa pendidikan (80%), pengalaman (86.7%), kemampuan berkomunikasi (97.8%) dan etos kerja (84.5%) berada pada level sedang. This research was conducted in Sumbang district of Banyumas Regency in June 2017. This research aimed to determine the extension competence level and the effectiveness of extension in silage making and the correlation of the competence level of extension officer with the level of effectiveness of extension in goat farmer group of Kecamatan Sumbang. The research method used survey method by conducting observations and interviews based on questionnaires that were tested using validity and realibility test. Determination of location using purposive sampling method include village of Banjarsari Kulon, Sikapat, Kebanggan, and Susukan. The number of respondents was collected using census method with a total of 45 respondents. Collected data were analyzed using descriptive analysis and rank spearman correlation. The results of the study showed that the extension competence level in Kecamatan Sumbang was good and there was relationship between communication ability and work ethic with the effectiveness of extension. The conclusions show that education, experience, communication skills and work etos were at moderate level (80%, 86.7%, 97.8% and 84.5 %) respectively.
1802320982H1C014070STUDI ANALISIS SISTEM PENGIRIMAN DAYA TANPA KABEL MENGGUNAKAN RANGKAIAN RESONANSI MAGNETIKPengiriman daya nirkabel merupakan sistem penyaluran energi listrik dengan media transmisinya adalah udara. Sistem pengiriman daya tanpa kabel terdiri dari dua bagian, yakni transmitter (pengirim) dan receiver (penerima). Pengiriman daya dengan menggunakan rangkaian resonansi magnetik pada dasarnya adalah memindahkan energi listrik dari pengirim ke penerima melalui resonator pada kedua sisi yang beroperasi pada frekuensi resonansi yang sama. Dalam penelitian ini sistem pengiriman daya tanpa kabel menggunakan frekuensi resonansi 100 kHz dengan rangkaian resonansi seri. Kumparan pengirim dan penerima dibuat dengan menggunakan kawat tembaga berdiameter 1.2 mm dan dibentuk helix coil dengan diameter kumparan 10 cm. Sisi pengirim menggunakan sumber DC 12 V dan dihubungkan dengan half bridge inverter. Sisi penerima dihubungkan dengan rectifier dan filter kapasitif untuk mendapatkan tegangan DC kembali. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa efisiensi transfer daya berkurang terhadap jarak. Semakin jauh jarak antara kumparan pengirim terhadap kumparan penerima, maka efisiensi transfer daya akan menurun. Frekuensi sinyal transmisi relatif tetap meskipun jarak kumparan pengirim terhadap kumparan penerima divariasikan. Sudut kumparan penerima terhadap kumparan pengirim yang memberikan output tegangan terbaik adalah 0°. Selain itu, ketika terdapat benda yang bersifat isolator di antara kumparan pengirim dan penerima maka transfer daya tidak akan terganggu. Tetapi ketika terdapat benda yang bersifat konduktor maka daya akan terserap oleh konduktor tersebut sehingga tidak ada daya di sisi penerima.Wireless power transfer is a system that transfer electrical energy wirelessly with the transmission media is air. Wireless power transfer consist two main parts, namely transmitter and receiver. The principle of transferring power using magnetic resonance circuit is moving electrical energy from the transmitter to the receiver via resonator on both sides that operate at the same resonance frequency. In this paper, wireless power transfer system used resonance frequency 100 kHz with series resonance circuit. Transmitter and receiver coil are created using copper wire with 1.2 mm diameter and it’s formed to helix coil shape with coil diameter 10 cm. The transmitter used 12 V DC supply and connected to half bridge inverter. The receiver is connected to rectifier and capacitive filter to get DC voltage. The measurement result show that the power efficiency is decreased to distance. The farther distance between transmitter and receiver coil, the lower power efficiency will be. Frequency of transmission signal is relatively stable with variety distance between transmission coil and receiver coil. Angel of receiving coil to transmission coil that gives best output voltage is 0°. Furthermore, if there is an isolator placed between transmitter and receiver coil, the power transfer will not disturbed. Yet, if there is a conductor placed between transmitter and receiver coil, the power which transferred will absorbed by the conductor so there is no power in receiver.
1802421007F1C012026Keterbukaan Komunikasi Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNSOED Korban Perceraian Orangtua Dalam BerpacaranKomunikasi antar pribadi merupakan komunikasi yang terjadi antara seseorang dengan orang lain yang bersifat lebih intens baik secara langsung maupun melalui media tertentu yang dalam prosesnya mampu menimbulkan hubungan timbal balik sesuai dengan yang diharapkan oleh kedua belah pihak. Proses tersebut dapat terjadi dalam berbagai hubungan, salah satunya adalah hubungan pacaran. Pacaran merupakan tahap untuk saling mengenal antara seorang pemuda dan pemudi yang saling tertarik dan berminat untuk menjalin hubungan yang istimewa.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk mengetahui keterbukaan komunikasi yang dilakukan oleh mahasiswa ilmu komunikasi FISIP UNSOED korban perceraian orangtua dalam berpacaran. Teori pertukaran sosial dalam keluarga dan konsep self disclosure digunakan dalam penelitian ini sebagai acuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa korban perceraian orangtua dapat membuka diri kepada pasangannya apabila timbul kenyamanan diantara kedua belah pihak. Pertukaran nilai sosial yang terjadi antara orangtua dan anak juga memberikan pengaruh kepada hubungan yang mereka jalani.
Interpersonal communication is a communication that occurs between someone with other people that more intense either directly or through a particular media or personal in the process capable of causing reciprocal relationships as expected by both parties. The process can occur in various relationships, one of which is the relationship of dating. Dating is the stage to get to know each other between a young man and a young lady who are interested and interested to establish a special relationship.
The research used descriptive qualitative method used to know the communication openness done by science communication student FISIP UNSOED victim of divorce of parent in dating. The theory of social exchange in the family and the concept of self disclosure used in this study as a reference. The results showed that students of parent divorce victims can open themselves to their partners if there is comfort between the two sides. The exchange of social values that occur between parents and children also affects the relationships they undergo.
1802520999D1E014003PERBEDAAN KUALITAS TELUR ITIK TEGAL DAN ITIK MAGELANG DI TINGKAT PETERNAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan perbedaan kualitas telur itik Tegal dan itik Magelang di tingkat peternak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan pengambilan sampel secara stratified random sampling dan pengamatan kualitas telur dilakukan di Laboratorium Produksi Ternak Unggas, Fapet, Unsoed. Analisis data yang digunakan adalah analisis variansi Pola Tersarang (Nested Classification). Sepuluh peternak masing-masing dari sentra peternakan itik di kelompok tani ternak “Berkah Abadi” Desa Pesurungan Lor, Kecamatan Margadana, Kota Tegal dan kelompok tani ternak “Sido Rukun” Kecamatan Margadana, Kabupaten Magelang sebagai responden dan 20 butir telur dari setiap peternak diperoleh sebagai sampel, sehingga total sampel adalah 400 butir. Variabel yang diukur meliputi ketebalan kerabang, rasio kuning dan putih telur, spesific gravity, warna kuning telur, dan haugh unit (HU). Rata-rata hasil penelitian menunjukkan ketebalan kerabang, rasio kuning dan putih telur, spesific gravity, warna kuning telur kecuali haugh unit (HU) itik Magelang lebih tinggi dibandingkan itik Tegal. Hasil analisis variansi kualitas telur di tingkat peternak berbeda sangat nyata (P < 0,01). Dapat disimpulkan bahwa itik Tegal dan Itik Magelang menghasilkan kualitas telur yang berbeda. Kualitas telur itik Magelang lebih tinggi dibandingkan dengan itik Tegal dilihat dari ketebalan kerabang, rasio kuning dan putih telur, spesific gravity, warna kuning telur, kecuali haugh unit (HU).This study aimed to determine and compare the differences in the eggs quality of Tegal duck and Magelang duck at the farmer level. Research method used was a survey method with stratified random sampling and egg quality observations performed in Fapet Unsoed Production of Poultry Laboratory. Data analysis used was variance analysis Pola Tersarang (Nested Classification).Ten farmers each from the duck farm centers at farmer group “Berkah Abadi” Pesurungan Lor Village, Margadana District, Tegal City and farmer group “ Sido Rukun” Sawangan District, Magelang as respondents and 20 eggs from each farmer was obtained as a sample, so the total sample needed was 400 eggs. The variables measured include of shell thickness, yolk and egg white ratio, specific gravity, yolk color and haugh unit (HU). The average results showed that shell thickness, yolk and egg white ratio, specific gravity, yolk color, except haugh unit (HU) Magelang ducks higher than Tegal ducks. The results of variance analysis the quality of eggs at the farmer level highly significant (P < 0,01). It can be concluded that Tegal ducks and Magelang duck produce a different eggs quality. Egg quality Magelang duck is higher than Tegal ducks seen from the shell thickness, yolk and egg white ratio, spesific gravity, yolk color, except haugh unit (HU).
1802621008H1B013033STRATEGI SWITCHING
DALAM MENYELESAIKAN MASALAH BREAKDOWN
PADA ALGORITMA LANCZOS TYPE A12, A13/B6 DAN A13/B10
Lanczos type adalah salah satu metode iteratif yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan Sistem Persamaan Linier (SPL) berdimensi tinggi. Namun dalam beberapa kasus, metode berbasis Lanczos dapat mengalami masalah breakdown yang menyebabkan iterasi berhenti sebelum solusi SPL ditemukan. Pada penelitian ini dibahas penyelesaian permasalahan breakdown yang terjadi pada Lanczos type menggunakan strategi switching. Ketika satu algoritma Lanczos type mengalami breakdown, strategi switching bekerja dengan mengganti algoritma tersebut dengan algoritma Lanczos type lainnya. Hal ini mengubah basis subruang Krylov serta formula vektor residual dan vektor solusi yang digunakan, sehingga kejadian breakdown dapat dihindari. Penelitian ini menggunakan tiga algoritma Lanczos type dalam menerapkan strategi switching yaitu algoritma A12, A13/B6 dan A13/B10. Selain itu, aturan yang digunakan dalam penelitian ini adalah switching dilakukan tepat pada saat satu iterasi sebelum terjadinya breakdown. Hasil simulasi menggunakan SPL berdimensi antara 100 hingga 10000 menunjukkan bahwa strategi switching dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan breakdown yang terjadi pada Lanczos type.Lanczos type is one of the iterative methods which is used to solve high dimension System of Linear Equations (SLEs) problem. However in some cases, Lanczos-based method can sustain breakdown problem that cause the iteration to stop before the solution found. In this research, we discuss about addressing breakdown problem that happen in Lanczos type using switching strategy. When one Lanczos type algorithm sustain breakdown, switching strategy work by switch that algorithm with another Lanczos type algorithm. It can change the basis of Krylov subspace as well as residual vectors and solution vectors, so that breakdown problem can be avoided. This research uses three Lanczos type algorithms to apply switching strategy, i.e. A12, A13/B6 and A13/B10. Furthermore, the rule used in this research is switching take place exactly at one iteration before breakdown occurs. The results from 100 to 10000 dimension SLEs show that switching strategy can be used to handle breakdown problem which occurs in Lanczos type.
1802721509C1A014074Analisis Dampak Peningkatan Penggunaan Sistem Pembayaran Non Tunai (E-Money) Terhadap Perekonomian di Indonesia Tahun 2007.II - 2017.IIUang elektronik merupakan salah satu produk perbankan yang dikeluarkan Bank Indonesia untuk mendukung kebijakan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), sehingga akan mewujudkan masyarakat Less Cash Society dalam menjaga dan mengatur sektor moneter di Indonesia. Penetapan uang elektronik menjadi salah satu produk perbankan yang sangat likuid, sehingga memberikan kemudahan transaksi, dan menjadikan volume transaksi uang elektronik meningkat dr awal kemunculannya. Hal ini akan berdampak pada inflasi, jumlah uang beredar M1, dan produk domestik bruto (PDB). Berdasarkan hasil beberapa penelitian, ketika terjadi peningkatan volume transaksi uang elektronik, maka akan diikuti peningkatan jumlah uang beredar M1 dalam komponen uang giral, sehingga menyebabkan peningkatan inflasi karena konsumsi masyarakat semakin tinggi, dan hal ini mendorong peningkatan produk domestik bruto (PDB) karena adanya perputaran uang yang meningkat.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari tahu hubungan kausalitas (timbal balik) antara volume transaksi uang elektronik terhadap inflasi, jumlah uang beredar M1, dan produk domestik bruto (PDB) dan mencari tahu dampak jangka pendek dan jangka panjang antara volume transaksi uang elektronik terhadap inflasi, jumlah uang beredar M1, dan produk domestik bruto (PDB). Metode analisis yang digunakan adalah metode Vector Autoregressive (VAR) dengan model alternatif Vector Error Correction Model (VECM). Di dalam penelitian ini terdapat empat variabel, yaitu volume transaksi uang elektronik sebagai variabel independen dan inflasi, jumlah uang beredar M1, dan produk domestik bruto (PDB) sebagai variabel dependen.
Dari penelitian yang telah dilakukan, maka didapatkan hasil Uji Kausalitas Granger bahwa volume transaksi uang elektronik tidak memiliki hubungan timbal balik atau kausalitas dengan inflasi, jumlah uang beredar M1, dan produk domestik bruto (PDB). Sedangkan hasil Uji VECM menunjukan bahwa volume transaksi uang elektronik memiliki dampak jangka panjang dan jangka pendek terhadap inflasi, jumlah uang beredar M1, dan produk domestik bruto (PDB).
Implikasi dari penelitian ini adalah Bank Indonesia melakukan upaya untuk membuat batasan nominal dan batasan lainnya dalam penggunaan uang elektronik, agar masyarakat dapat mengontrol tingkat konsumsinya, perputaraan uang dan PDB dapat terkontrol secara berjangka, dan kenaikan harga yang dapat memicu inflasi dapat dikendalikan. Peningkatan penggunaan uang elektronik, tidak akan terlepas dari penggunaan uang tunai, karena masyarakat memiliki motif dalam memegang uang tunai, sehingga penggunaan uang tunai akan terus berlangsung di masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkannya peran Pemerintah untuk pemerataan pembangunan di daerah-daerah, baik dari segi infrastruktur dan peningkatan sumber daya manusia (SDM), agar dapat terwujudnya Less Cash Society. Peneliti merekomendasikan untuk penelitian berikutnya yang terkait dengan hal ini agar menggunakan PDRB di dalam variabel penelitiannya, agar mengetahui dampak dari peningkatan uang elektronik di suatu wilayah tertentu dan dibandingkan dengan wilayah lain.
Electronic money is one of the banking products issued by Bank Indonesia to support the policy of Non-Cash National Movement), so that will realize the society of the Less Cash Society in maintaining and regulating the monetary sector in Indonesia. The determination of electronic money to become one of the highly liquid banking products, thus providing ease of transaction, and make the volume of electronic money transactions increased from the beginning of its emergence. This will have an impact on inflation, money supply M1, and gross domestic product (GDP). Based on the results of several studies, when an increase in the volume of electronic money transactions, will be followed by an increase in the money supply M1 in the demand deposit component, causing an increase in inflation due to higher public consumption, and this encourages the increase of gross domestic product (GDP) increased velocity of money.
The purpose of this study is to find out the relationship of causality between the volume of electronic money transactions against inflation, the money supply M1, and the gross domestic product (GDP) and to find out the short-term and long-term impact between the volume of electronic money transactions against inflation, the money supply M1, and the gross domestic product (GDP). The method of analysis used is the Vector Autoregressive (VAR) method with an alternative model of Vector Error Correction Model (VECM). In this study, there are four variables, namely the volume of electronic money transactions as independent variables and inflation, money supply M1, and gross domestic product (GDP) as the dependent variable.
From the research that has been done, the Granger Causality Test results show that the electronic money transaction volume has no reciprocal relationship or causality with inflation, M1 money supply, and gross domestic product (GDP). While the VECM Test results show that the volume of electronic money transactions has a long-term and short-term impact on inflation, money supply M1, and gross domestic product (GDP).
The implication of this research is that Bank Indonesia is making efforts to make nominal constraints and other limitations in the use of electronic money so that people can control their consumption, the velocity of money and GDP circles can be controlled on a futile basis, and price increases that can trigger inflation can be controlled. Increased use of electronic money, will not be separated from the use of cash, because people have a motive in holding cash, so the use of cash will continue. Therefore, it is necessary for the role of the Government to make the distribution of development in the regions, both in terms of infrastructure and the improvement of human resources (HR), in order to realize the Less Cash Society. The researcher recommends for subsequent research related to this in order to use GRDP in its research variables, in order to know the impact of increased electronic money in a particular region and compared with other regions.
1802821002H1E011037STUDI TEORETIK ADSORPSI H2O PADA PERMUKAAN PtRuMo(111)DENGAN METODE DENSITY FUNCTIONAL THEORYStudi teoretik adsorpsi molekul air (H2O) pada permukaan PtRuMo(111) dengan metode density functional theory (DFT) telah dilakukan. Fungsional exchange-correlation yang digunakan adalah dari pendekatan Perdew-Burke-Ernzerhof (PBE) pada Generalized Gradient Approximation (GGA). Studi ini bertujuan untuk menentukan situs yang paling disukai dari adsorpsi H2O serta menjelaskan mekanisme reaksi adsorpsi molekul H2O tersebut pada permukaan PtRuMo(111). Pada studi ini ditinjau konfigurasi H2O dengan posisi atom H di atas atom O (upright). Hasil menunjukkan bahwa molekul H2O menyukai berturut-turut situs
top Mo, top Ru, dan top Pt untuk proses adsorpsinya. Selanjutnya, mekanisme adsorpsi dibahas dengan analisis transfer muatan. Dari analisis transfer muatan yang terjadi, diperoleh hasil bahwa Mo mendonorkan elektron paling banyak diikuti oleh Ru dan Pt dalam proses pembentukan ikatan antara H2O dengan permukaan logam. Selain itu, atom O pada H2O juga mendonorkan sebagian elektron untuk pembentukan ikatan. Hal ini menunjukkan bahwa adsorpsi H2O pada situs-situs paling disukai tersebut menggunakan mekanisme pemakaian bersama elektron (ikatan kovalen). Hasil juga menunjukkan bahwa semakin besar jumlah elektron yang ditransfer, maka ikatan yang terbentuk antara H2O dan PtRuMo juga semakin
kuat. Pada akhirnya, dapat disarankan untuk melakukan relaksasi atom pada setiap tahap pemodelan interaksi supaya lebih mendekati sistem nyata.
Theoretical studies of the water (H2O) molecular adsorption on the PtRuMo(111) surface using density functional theory (DFT) have been conducted. Perdew-Burke-Ernzerhof (PBE) exchange-correlation functionals based on Generalized Gradient Approximation (GGA) is used in the calculation. This research focuses on the preferential site and determination of the most related reaction mechanism of H2O adsorption on the PtRuMo(111) surface. Here we consider the upright configurations of the H2O adsorption geometry. The results showed that the H2O prefers to adsorp on top Mo, top Ru, and top Pt sites for adsorption process. Furthermore, H2O molecular adsorption mechanism is determined using charge-transfer analysis. From the calculated charge-transfer we obtained that Mo released the electrons largest followed by Ru and Pt order respectively, in the bonding formation between H2O and metal’s surfaces. Moreover, atomic O of H2O also released electrons to form bonds. This means that H2O adsorption on the preferred sites occurred via electrons sharing or covalent bond. The results also showed that the more the charge transfer the stronger the bonds between H2O and PtRuMo. Finally, atomic relaxations in each step of surface-adsorbate interaction can be done in order to get the result closer to the real system.
1802921011H1D012064UJI EKSPERIMEN GERUSAN BAHU JALAN DENGAN VARIASI INTENSITAS HUJAN DAN KEMIRINGAN MELINTANG BADAN JALAN
(Studi Kasus : Ruas Jalan Purbalingga - Banyumas - Kebumen, Jawa Tengah)
Bahu jalan merupakan salah satu bagian penting dari struktur jalan. Salah satu masalah yang sering dijumpai pada bahu jalan yang terbuat dari tanah asli adalah gerusan lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kedalaman, lebar dan panjang gerusan serta pola gerusan di bahu jalan pada ruas jalan Purbalingga-Banyumas-Kebumen dengan variasi kemiringan melintang badan jalan sesuai syarat alinemen horizontal, dan untuk mengetahui hubungan kemiringan melintang badan jalan dengan gerusan yang terjadi.
Uji Eksperimen dilaksanakan di laboratorium dengan menggunakan model hidraulik fisik. Perilaku gerusan yang diamati terfokus pada 3 variasi kemiringan melintang badan jalan, yaitu 2%, 6% dan 8%. Pengujian dilakukan menggunakan alat simulasi hujan dengan intensitas hujan bervariasi pada model, yaitu 13,3 mm/jam, 19,8 mm/jam, dan 32,8 mm/jam. Penelitian dilakukan terhadap 3 sampel material bahu jalan yang diambil pada 3 titik yang berbeda pada ruas jalan Purbalingga-Banyumas-Kebumen.
Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan kedalaman, lebar dan panjang gerusan yang disajikan secara berurutan untuk intensitas hujan 13,3 mm/jam, 19,8 mm/jam, dan 32,8 mm/jam. Kedalaman gerusan maksimum berdasarkan permodelan di laboratorium untuk sampel 1 berturut-turut adalah sebesar 1,2 cm, 1,5 cm, dan 1,4 cm. Kedalaman gerusan maksimum pada sampel 2 yaitu 1,1 cm, 1,1 cm, 1,15 cm. Kedalaman gerusan maksimum pada sampel 3 yaitu 1,1 cm, 1,1 cm, 1,2 cm. Lebar gerusan maksimum pada sampel 1 berturut-turut adalah sebesar 8 cm, 7,5 cm, dan 7 cm. Lebar gerusan maksimum pada sampel 2 yaitu 7 cm, 8 cm, dan 5 cm. Lebar gerusan maksimum pada sampel 3 yaitu 10 cm, 8 cm, dan 9 cm. Panjang gerusan maksimum pada sampel 1 secara berurutan yaitu 35 cm, 42 cm, dan 43 cm. Panjang gerusan maksimum pada sampel 2 yaitu 40 cm, 43 cm, dan 48 cm. Panjang gerusan maksimum pada sampel 3 yaitu 39 cm, 42 cm, dan 48 cm. Semakin besar kemiringan melintang badan jalan maka semakin besar pula kedalaman dan panjang gerusan yang terjadi, namun lebar gerusan yang terjadi semakin kecil. Faktor yang menjadi penyebab terjadinya gerusan di bahu jalan ruas jalan raya Purbalingga-Banyumas-Kebumen antara lain kemiringan melintang badan jalan (S), intensitas hujan (I), diameter butiran (d50), rapat massa material bahu jalan (s) dan kekentalan kinematik air (). Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa pola gerusan pada sampel 1 yang terjadi pola gerusannya tidak terlalu rapat atau kemiringan gerusannya landai menyebar ke semua sisi bahu jalan dan tidak teratur. Pola gerusan pada sampel 2 yang terjadi pola gerusan yang terjadi menyebar ke semua sisi bahu jalan dan tidak teratur, pola gerusannya tidak terlalu rapat atau kemiringan gerusannya cukup landai. Pola gerusan pada sampel 3 yang terjadi pola gerusan terlihat lebih rapat atau terjal pada bagian atas dan bawah bahu jalan.
Shoulder of the road is one of the important part of the road structure. One of the problems frequently occured on the road shoulder that made from soil is scouring. The purpose of the experiment is to determine the depth, width and length of the scour and scour pattern of the road shoulder Purbalingga-Banyumas-Kebumen roadway with the transverse slope variations of the road according to the terms of horizontal alignment, and to determine the relation of the transverse slope of the road with the scour.
The experiment was held in the laboratory using a physical hydraulic model. The scouring focused on four variations slope of the road, i.e 2%, 6% and 8%. The experiment is using rainfall simulator with the variations of rainfall intensity on the model, which are 13,3 mm/h, 19,8 mm/h, and 32,8 mm/h. Samples of the experiment were taken from the road shoulder on the road section of Purbalingga-Banyumas-Kebumen.
Based on the research, results of the depth, width and length of the scour presented sequentially for rainfall intensity of 13,3 mm/h, 19,8 mm/h, and 32,8 mm/h. The maximum scour depth based on modeling in the laboratory for sample 1 was 1.2 cm, 1.5 cm, and 1.4 cm, respectively. The maximum scour depth in sample 2 is 1.1 cm, 1.1 cm, 1.15 cm. The maximum scour depth in sample 3 is 1.1 cm, 1.1 cm, 1.2 cm. The maximum scour width in sample 1 is 8 cm, 7.5 cm, and 7 cm, respectively. The maximum scour width in sample 2 is 7 cm, 8 cm, and 5 cm. The maximum scour width on sample 3 is 10 cm, 8 cm, and 9 cm. The maximum scouring length in sample 1 is 35 cm, 42 cm, and 43 cm, respectively. The maximum scour length in sample 2 is 40 cm, 43 cm, and 48 cm. The maximum scour length in sample 3 is 39 cm, 42 cm, and 48 cm. The larger the transverse slope of the road, the greater the depth and length scour happens, but the smaller width scouring. The factors that cause the scouring at the roadway of Purbalingga-Banyumas-Kebumen i.e transverse slope of the road (S), the rainfall intensity (I), grain diameter (d50), the shoulder material mass density (s) and the kinematic viscosity of water ().The test results also show that the scour pattern on sample 1 that occurs the scour pattern is not too tight or the slope of the scour slope spread to all sides of the road and irregular. Scouring pattern on sample 2 that occurred scattering pattern that occurs spread to all sides of the road and irregular, the scour pattern is not too tight or the slope of the scour is quite gentle. Scouring pattern on sample 3 that occurs scour pattern looks more dense or steep at the top and bottom of the shoulder of the road.
1803021009H1D012046UJI EKSPERIMEN GERUSAN DI BAHU JALAN
DENGAN VARIASI INTENSITAS HUJAN
DAN KEMIRINGAN MELINTANG BADAN JALAN
(Studi Kasus : Ruas Jalan Raya Purbalingga-Banjarnegara-Wonosobo)
Bahu jalan merupakan salah satu bagian penting dari struktur jalan. Salah satu faktor yang diindikasikan mengakibatkan kerusakan bahu jalan adalah curah hujan. Curah hujan tinggi menyebabkan gerusan lokal terutama pada bahu jalan yang terbuat dari tanah asli. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kedalaman, lebar dan panjang gerusan serta pola gerusan di bahu jalan pada ruas jalan Purbalingga-Banjarnegara-Wonosobo dengan variasi intensitas hujan dan kemiringan melintang badan jalan, dan untuk mengetahui hubungan kemiringan melintang badan jalan dengan gerusan yang terjadi.
Uji eksperimen dilaksanakan di laboratorium. Perilaku gerusan yang diamati terfokus pada 3 variasi kemiringan melintang badan jalan, yaitu 2%, 6% dan 8%. Pengujian dilakukan menggunakan alat simulasi hujan dengan intensitas hujan bervariasi. Penelitian dilakukan terhadap 3 sampel material bahu jalan yang diambil pada 3 titik yang berbeda pada ruas jalan Purbalingga-Banjarnegara-Wonosobo. Sampel 1 dan 2 adalah jenis tanah kerikil, sedangkan sampel 3 adalah pasir.
Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan kedalaman, lebar dan panjang gerusan yang disajikan secara berurutan untuk intensitas hujan 13,17 mm/jam, 19,84 mm/jam dan 31,95 mm/jam. Kedalaman gerusan maksimum berdasarkan permodelan di laboratorium untuk sampel 1 berturut-turut adalah sebesar 1,1 cm, 1,3 cm, dan 1,1 cm. Kedalaman gerusan maksimum pada sampel 2 yaitu 0,9 cm, 0,9 cm dan 0,9 cm. Sedangkan kedalaman gerusan maksimum pada sampel 3 yaitu 1,45 cm, 1,47 cm dan 1,45 cm. Lebar gerusan maksimum pada sampel 1 berturut-turut adalah sebesar 14,5 cm, 11 cm dan 9 cm. Lebar gerusan maksimum pada sampel 2 yaitu 8 cm, 7 cm dan 7 cm. Sedangkan lebar gerusan maksimum pada sampel 3 yaitu 8 cm, 8 cm dan 6 cm . Panjang gerusan maksimum pada sampel 1 secara berurutan yaitu 54 cm, 50 cm dan 60 cm. Panjang gerusan maksimum pada sampel 2 yaitu 45 cm, 44 cm dan 46 cm. Sedangkan panjang gerusan maksimum pada sampel 3 yaitu 38 cm, 42 cm, 42 cm. Semakin besar kemiringan melintang badan jalan maka semakin besar pula kedalaman dan panjang gerusan yang terjadi, namun lebar gerusan yang terjadi semakin kecil. Faktor yang menjadi penyebab terjadinya gerusan di bahu jalan ruas jalan raya Purbalingga-Banjarnegara-Wonosobo antara lain kemiringan melintang badan jalan (S), intensitas hujan (I), diameter butiran (d50), rapat massa material bahu jalan (s) dan kekentalan kinematik air (). Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa pola gerusan pada sampel 1 dan 2 terjadi tidak beraturan dan cenderung menyebar ke semua bagian bahu jalan. Sedangkan pada sampel 3 pola gerusan yang terjadi membentuk suatu alur sebagai jalan air dan tampak lebih beraturan yang mengikuti gerusan yang pertama kali terjadi.
Shoulder of the road is one of the important part of the road structure. One of the problems frequently occured on the road shoulder that made from soil is scouring. The purpose of the experiment is to determine the depth, width and length of the scour and scour pattern of the road shoulder Purbalingga-Banjarnegara-Wonosobo roadway with the transverse slope variations of the road according to the terms of horizontal alignment, and to determine the relation of the transverse slope of the road with the scour.
The experiment was held in the laboratory. The scouring focused on three variations slope of the road, i.e 2%, 6% and 8%. The experiment is using rainfall simulator with the variations of rainfall intensity on the model, which are 13,17 mm/h, 19,84 mm/h, and 31,95 mm/h. Samples of the experiment were taken from the road shoulder on the road section of Purbalingga-Banjarnegara-Wonosobo. Sample 1 and 2 are a type of gravel, while sample 3 is sand.
Based on the research, results of the depth, width and length of the scour presented sequentially for rainfall intensity of 13,17 mm/h, 19,84 mm/h,and 31,95 mm/h. The maximum scour depth of sample 1 simulations are 1,1 cm, 1,3 cm and 1,1 cm. The maximum scour depth of sample 2 simulations are 0,9 cm, 0,9 cm and 0,9 cm. While the maximum scour depth of sample 3 simulations are 1,45 cm, 1,47 cm and 1,45 cm. The maximum scour width of sample 1 simulations are 14,5 cm, 11 cm and 9 cm. The maximum scour width of the sample 2 simulations are 8 cm, 7 cm and 7 cm. While the maximum scour width of the sample 3 simulations are 8 cm, 8 cm and 6 cm. The maximum scour length of sample 1 simulations are 54 cm, 50 cm and 60 cm. The maximum scour length of sample 2 simulations are 45 cm, 44 cm and 46 cm. While the maximum scour length of sample 3 simulations are 38 cm, 42 cm and 42 cm. The larger the transverse slope of the road, the greater the depth and length scour happens, but the smaller width scouring. The factors that cause the scouring at the roadway of Purbalingga-Banjarnegara-Wonosobo i.e transverse slope of the road (S), the rainfall intensity (I), grain diameter (d50), the shoulder material mass density (s) and the kinematic viscosity of water (). The experiment results also show that the scour pattern of sample 1 and 2 occurs irregularly and tends to spread to all parts of the road shoulder. While on the sample 3, scour pattern that occurs to form a space as the water and seemed more regular following the first scour occurs.
1803121012C1L013003THE EFFECT OF ACCOUNTING INFORMATION USE AND INTERNAL CHARACTERISTICS OF ENTREPRENEURS TOWARD PRODUCTIVITY OF SMALL AND MEDIUM ENTERPRISES IN BANYUMAS REGENCYDalam pengembangan UKM pada umumnya mengalami hambatan yang tidak jauh berbeda pada jaman dahulu. Yakni permasalahan pada pengelolaan keuangan yang masih belum dipahami secara betul oleh pengusaha kecil dan menegah. Hal itu bisa disebabkan oleh internal karakter seorang pada pemilik usaha masih rendah, seperti tingkat tamatan pendidikan seseorang, pengalaman dalam memimpin usahanya, usia usaha tersebut, skala bisnis yang ia hadapi serta pengalaman dalam mengikuti training skill berusaha dari luar pendidikan.Untuk mengukur apakah UKM tersebut sudah berkembang maksimal bisa dilihat dari kinerja usaha dan produktivitas usaha. Jika produktivitas pada usaha tersebut dapat dimaksimalkan maka pengembangan UKM di negara tersebut dapat tercapai secara maksimal sehingga mampu menyerap tenaga kerja.
Penelitian ini menguji pengaruh penggunaan informasi akuntansi dan internal karakteristik pengusaha meliputi pelatihan akuntansi, skala usaha dan tingkat pendidikan terhadap produktivitas usaha. Penggunaan informasi akuntansi dan internal karakteristik pengusaha diukur dengan skala likert dan skala skor. Sampel sebanyak 94 responden pengusaha UKM dipilih dari populasi seluruh pengusaha UKM di Kabupaten Banyumas, dengan menggunakan metode quota sampling. Teknik analisis menggunakan regresi berganda untuk menguji hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat, setelah sebelumnya semua data telah valid dan reliabel melalui uji kualitas data. Hasil tes menunjukkan bahwa variabel skala usaha, tingkat pendidikan dan penggunaan informasi akuntansi berpengaruh signifikan terhadap produktivitas usaha, sedangkan variabel pelatihan akuntansi tidak berdampak signifikan terhadap produktivitas usaha.
In the development of SMEs generally experience obstacles that are not much different in the past. That is the problem on financial management that is still not properly understood by small and medium entrepreneurs. It can be caused by the internal character of a business owner is still low, such as the level of a person's graduate education, experience in leading his business, the age of business, the business scale he faces and experience in training skills from outside education. To measure whether the SME has grown the maximum can be seen from business performance and business productivity. If the productivity of the business can be maximized then the development of SMEs in the country can be reached to the maximum so as to absorb labor.
This study examines the effect of the use of accounting information and internal characteristics of entrepreneurs including accounting training, business scale and educational level toward productivity of SME’s. The use of accounting information and internal characteristics of entrepreneurs is measured by Likert scale and scale score. The sample of 94 respondents of SME entrepreneurs is selected from the population of all SME entrepreneurs in Banyumas Regency, using the quota sampling method. Analytical techniques use multiple regression to test the relationship between independent variables with dependent variables, after all all data has been valid and reliable through data quality test. The result of the test shows that business scale, educational level and accounting information use have significant influence to business productivity, while accountancy training variables have no significant influence to productivity of SME’s.
1803220997C1K013001The Effect of Consumer Ethnocentrism, Brand Image, and Perceived Quality, on Purchase Decisions With Purchase Intention as Intervening Variable
(Study of Eiger Consumers In Tasikmalaya)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh ethnosentrisme konsumen, citra merek, dan persepsi kualitas produk perlengkapan outdoor Eiger terhadap keputusan pembelian konsumen, dan untuk menguji minat pembelian sebagai variable intervening antara pengaruh ethnosentrisme konsumen, citra merek, dan persepsi kualitas terhadap keputusan pembelian.Sampel dalam penelitian ini terdapat 180 responden yang merupakan pengguna produk Eiger di wilayah Tasikmalaya. Metode convenience sampling digunakan dalam penentuan sampel penelitian ini. Data di analisis menggunakan Structural Equational Modelling (SEM) dengan Software statistik SPSS dan AMOS.
Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa . Ethnosentrisme konsumen memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap keputusan pembelian. Citra merek memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap keputusan pembelian. Persepsi kualitas berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Mnat pembelian berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian.. Ethnosentrisme konsumen berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian dengan minat pembelian sebagai variabel intervening. Citra merek berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian dengan minat pembelian sebagai variabel intervening . Persepsi kualitas berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian dengan minat pembelian sebagai variabel intervening.
The purpose of this research is to know and analyze the effect of consumer ethnocentrism, brand image, and perceivedquality of Eiger outdoor equipment product to consumer purchase decision, and to test purchase intention as intervening variable between consumer ethnocentrism ,brand image, and perceivedquality effect the purchase decision. The sample in this study there are 180 respondents who are users of Eiger products in Tasikmalaya region. Convenience sampling method is used in the determination of this research sample. Data were analyzed using Structural Equational Modeling (SEM) with SPSS and AMOS statistical software. The results of this study show that. Consumer ethnocentrism has a positive but no significant effect on purchase decisions. Brand image has a positive but no significant effect on purchase decisions. Perceived quality have a positive effect on purchase decisions. Purchases intention have a positive effect on purchase decisions. Consumer ethnocentrism positively effects purchase decisions with purchase intention as intervening variable. Brand image positively effects purchase decisions with purchase intention as intervening variable. Perceived quality positively effect purchase decisions with purchase intention as intervening variable.
1803321682G1I014002HUBUNGAN STATUS GIZI DAN ASUPAN ENERGI DENGAN KEBUGARAN JASMANI CALON DEWAN AMBALAN RAMA SHINTA
Latar Belakang : Kepramukaan merupakan kegiatan yang berhubungan dengan kebugaran jasmani. Faktor penunjang kebugaran jasmani adalah makanan yang didalamnya terdapat sumber energi dan berpengaruh pada status gizi. Penelitian ini bertujuan mengetahui adakah hubungan antara status gizi dan tingkat asupan energi terhadap tingkat kebugaran jasmani.
Metodologi : Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan sampel anggota Pramuka calon Dewan Ambalan Rama Shinta di SMAN 1 Banyumas Tahun 2018. Analisis bivariat menggunakan korelasi pearson.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian korelasi status gizi dengan tingkat kebugaran jasmani diperoleh p=0,002 dan r=-0,505 menunjukan korelasi bermakna dengan arah negatif dan kekuatan korelasi sedang. Korelasi tingkat asupan energi dengan tingkat kebugaran jasmani diperoleh p=0,028 dan r=0,372 menunjukan korelasi lemah dengan arah positif. Kesimpulan: Terdapat hubungan negatif status gizi dengan tingkat kebugaran jasmani dan terdapat hubungan positif tingkat asupan energi dengan tingkat kebugaran jasmani pada anggota Pramuka calon Dewan Ambalan Rama Shinta di SMAN 1 Banyumas Tahun 2018.
Background: Scout is an activity related to physical fitness. One of the physical fitness factors is food that contain enough energy and its related to nutritional status. The aims of the research to know the correlation between nutritional status and level of energy intake towards physical fitness level.
Methodology: The method used in this research is cross sectional, the sample is Scout candidate member Dewan Ambalan Rama Shinta in Senior High School of 1 Banyumas Year 2018. The statistical were used bivariate analysis using pearson correlation.
Results : The result nutritional status with physical fitness level obtained p=0.002 r=-0.505 showed significant correlation with negative direction and medium correlation strength. The correlation of energy intake level with physical fitness level obtained p=0.028 and r=0,372 showed weak correlation with positive direction. Conclusion: There is negative relationship of nutritional status with physical fitness level and there is positive relationship of energy intake level with physical fitness level of Scout candidate member Dewan Ambalan Rama Shinta in Senior High School of 1 Banyumas Year 2018.
1803421014H1B013053KONSTRUKSI SKEMA BEDA HINGGA TAK-STANDAR PADA MODEL SIRModel SIR adalah model matematika yang menggambarkan dinamika penyebaran penyakit menular dengan membagi populasi manusia menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok individu Susceptible (rentan terhadap penyakit), kelompok individu Infective (terinfeksi penyakit), dan kelompok individu Recovered (sembuh dari penyakit). Model ini berbentuk sistem persamaan diferensial non linier yang sulit diselesaikan secara eksak, sehingga metode numerik diperlukan untuk mendapatkan penyelesaian yang mendekati nilai eksak. Skema beda hingga tak-standar merupakan salah satu metode numerik yang dapat digunakan untuk menyelesaikan sistem persamaan diferensial non linier. Dalam penelitian ini, dikaji model diskrit SIR yang diperoleh dengan menggunakan skema beda hingga tak-standar. Dibandingkan dengan metode Runge-Kutta orde empat, skema beda hingga tak-standar tetap menjaga kestabilan titik kesetimbangan, meskipun ukuran langkah waktu diubah-ubah.The SIR model is a mathematical model that describes the dynamic of the spread of infectious diseases by dividing the human populations into three groups, there are individual Susceptible group, individual Infective group, and individual Recovered group. The form of this model is a non-linear differential equation system that difficult to be resolved in exact, so a numerical method is required to obtain a solution near the exact value. Non-standard finite difference scheme is one of numerical method that can be used to solve non-linear differential equation system. In this research, the discrete SIR model is constructed by a non-standard finite difference scheme. Compared with the fourth-order Runge-Kutta method, non-standard finite difference scheme consistently keep the stability of the equilibrium point, although the stepsize parameter is changed.
1803521015F1I012008KEBIJAKAN PEMERINTAH INDONESIA DALAM MELINDUNGI BUAH LOKAL PASCA TINGGINYA IMPOR BUAH TIONGKOKBuah merupakan hasil pertanian yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Buah lokal memiliki banyak keunggulan untuk menjadi raja di negeri sendiri dan berakibat di pasar global. Tingkat konsumsi buah per tahun mengalami peningkatan. Untuk memenuhi kebutuhan buah dalam negeri pemerintah melakukan impor buah dari luar negeri. Kondisi perdagangan buah Indonesia masih kurang baik. Kapabilitas daya saing produk Indonesia dengan produk luar negeri masih sangat lemah. Masuknya buah impor Tiongkok ke dalam negeri tidak bisa dihadang sepenuhnya melihat keterbatasan iklim, peraturan perdagangan global, dan kebutuhan masyarakat akan produk tersebut. Masalah ini sudah berlangsung lama dan semakin membesar setelah adanya perdagangan bebas ASEAN-Tiongkok (ACFTA).
Perdagangan bebas adalah perdagangan antarnegara, baik yang berkenaan dengan impor maupun ekspor, yang tidak dibatasi atau diintervensi yang dapat menghambat kelancaran arus perdagangan internasional. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan peraturan-peraturan yang mengatur kegiatan perdagangan internasional, yang pada umumnya disebut dengan hukum perdagangan internasional. Sehingga pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan untuk melindungi buah lokal.
ABSTRACT


Fruit farming is the result of much needed by the people. Local fruits have many advantages to become King in our own country and resulted in the global market. The level of consumption of fruit per year has increased. To meet the needs of domesticGovernment doing fruit imports fruit from overseas. Trading conditions still Indonesia fruit. Indonesia products competitiveness capability with foreign products is still very weak. The entry of China's fruit imports into the country cannot fully see climatelimitations were intercepted, global trading rules, and the needs of the communitywill be the product. This issue is already longstanding and increasingly enlarged after the ASEAN-China free trade agreement (ACFTA).
Free trade is trade between Nations, both with regard to import or export, which is not restricted or intervened that can hinder the smooth flow of international trade.To realize the necessary regulations that govern international trade, which is generally referred to as the law of international trade. So the Government of Indonesia issued a policy to protect local fruit.
1803621016H1L011011Rancang Bangun Sistem Informasi Penggunaan Dana Desa Berbasis Web (Studi Kasus Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Purbalingga)Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), adalah lembaga teknis daerah dibidang penelitian dan perencanaan pembangunan daerah. Salah satu tugas Bappeda adaah melakukan pemantauan dan analisa penggunaan dana desa. Saat ini Bappeda Kabutapen Purbalingga masih menggunakan Microsoft Excel dalam melakukan pemantauan dan analisa penggunaan dana desa sehingga kerap kesulitan dalam proses pemantauan dan analisa penggunaan dana desa. Berdasarkan masalah tersebut maka dibangunlah sistem informasi penggunaan dana desa berbasis web. Metode yang digunakan dalam pembangunan sistem ini adalah Waterfall. Dokumentasi perancangan menggunakan Unified Modelling Language (UML). Bahasa pemrograman yang digunakan adalah Hypertext Preprocessor (PHP) dengan Framework CodeIgniter dan basis data MySQL. Pada Implementasinya, Sistem Informasi Pengunaan Dana Desa akan mempermudah Bapedda dalam melakukan pemantauan dan analisa penggunaan dana desa.Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), is a regional technical agency in the field of research and regional development planning. One of Bappeda's tasks is to monitor and analyze the use of village funds. Currently Bappeda Purbalingga Regency still uses Microsoft Excel in monitoring and analyzing the use of village funds so that often difficulties in the process of monitoring and analysis of the use of village funds. Based on the problem then built the web-based information system of the use of village funds. The method used in the development of this system is Waterfall. Design documentation using Unified Modeling Language (UML). The programming language used is Hypertext Preprocessor (PHP) with the CodeIgniter Framework and MySQL database. In its Implementation, the Information System for the Use of Village Funds will facilitate Bapedda in monitoring and analyzing the use of village funds.
1803721017D1E012313EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA POSTER DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG COMPLETE FEED PADA PETERNAK SAPI PERAH DI KECAMATAN KERTEK
KABUPATEN WONOSOBO
ABSTRAK
Penelitian berjudul “Efektivitas Penggunaan Media Poster dalam Meningkatan Pengetahuan tentang Complete Feed pada Peternak Sapi Perah di Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo” telah dilaksanakan pada tanggal 2 sampai 30 Agustus 2017, bertempat di Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penyuluhan menggunakan media poster tentang pakan komplit dan karakteristik peternak (tingkat pendidikan, umur, lama dan jumlah ternak) peternak sapi perah, dan menganalisis pengaruh karakteristik peternak terhadap peningkatan pengetahuan tentang pakan komplit peternak sapi perah di Kabupaten Wonosobo. Penelitian dilaksanakan dengan metode Quasi eksperimen, dengan model penelitian pre test post test control group design. Sasaran penelitian adalah peternak sapi perah di Kabupaten Wonosobo. Teknik pengambilan sampel wilayah menggunakan purposive sampling di Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo sebagai sentra peternakan sapi perah. Penetapan kelompok secara acak dengan memilih 2 kelompok peternak sapi perah di Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo. Responden merupakan seluruh anggota kelompok terpilih yaitu sebanyak 41 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media poster efektif sebagai media penyuluhan tentang pakan komplit dengan nilai 73 – 82%. Karakteristik peternak berupa pendidikan (X1) dan umur (X2) berpengaruh terhadap pengingkatan pengetahuan. Lama beternak (X3), dan jumlah ternak (X4) keduanya tidak memiliki pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan tentang pakan komplit. Secara keseluruhan karakteristik peternak mempengaruhi peningkatan pengetahuan tentang pakan komplit sebesar 42,6%.
Kata kunci : Peningkatan Pengetahuan, Sapi Perah, Karakteristik Peternak, Media Poster.
ABSTRACT
The research entitled "Effectiveness of Poster Media Usage In Increasing Knowledge About Complete Feed In Dairy Farmers in District Kertek Wonosobo District" was held on 2 to 30 August 2017, located in Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo. This study aims to determine the effectiveness of counseling using poster media about complete feed and breeder characteristics (education level, age, duration and amount of livestock) dairy farmers, and to analyze the influence of breeder characteristics on increasing knowledge about complete feed dairy farmers in Wonosobo regency. The research was conducted by Quasi experimental method, with research model of pre test post test control group design. The research target is dairy farmer in Wonosobo regency. Technique of sampling area using purposive sampling in District Kertek, Regency of Wonosobo as center of dairy farm. Random group assignment by selecting 2 groups of dairy farmers in Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo. Respondents are all members of the selected group of 41 people. The results showed that the poster media was effective as a counseling media about complete feed with the value of 73 - 82%. Characteristics of farmers in the form of education (X1) and age (X2) have an effect on knowledge improvement. Length of livestock (X3), and number of livestock (X4) both have no effect on increasing knowledge of complete feed. Overall characteristics of farmers affect the increase in knowledge about the complete feed of 42.6%.
Keyword : Improved Knowledge, Dairy Cattle, Characteristics of Breeders, Media Poster.
1803821031H1E013011APLIKASI METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS
UNTUK MENENTUKAN LAPISAN AKUIFER DI DUSUN V DESA PLANA KEC. SOMAGEDE KAB. BANYUMAS
ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan di Dusun V Desa Plana Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur bawah permukaan di Desa Plana Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode geolistrik resistivitas konfigurasi Wenner dan konfigurasi Schlumberger. Dari hasil analisis lintasan Wenner diperoleh bahwa struktur lapisan yang mengandung air tanah tersebut berada pada kedalaman 9 – 20 m dengan resistivitas 6,95 – 8,59 Ωm. Dari hasil pengolahan data Schlumberger, struktur lapisan yang mengandung air terdapat pada titik sounding SCH-L1 yang merupakan lapisan pasir dengan nilai resistivitas 2,44 Ωm dan ketebalan 25 m. Titik sounding SCH-L2 yang merupakan lapisan pasir dengan nilai resistivitas 3,01 Ωm dan ketebalan 20 m. Titik sounding SCH-L3 yang merupakan pasir dengan nilai resistivitas 1,85 Ωm dengan ketebalan 24 m.

ABSTRACT

This research at Dusun V Village of Plana Distrik Somagede Banyumas Regency has been done. The objective of this research is to obtain the structure of the subsurface at Dusun V Village of Plana Distrik Somagede Banyumas Regency. Method used for this research are geoelectrical resistivity method with Wenner and Schlumberger configurations. Wenner data analysis showed the structure of the subsurface that contains water is located at 9 -20 m depth with resisivity 6.95 – 8.59 Ωm. As for Schlumberger data analysis showed the structure of the subsurface that contains water is located at sounding point SCH-L1 which is sand layer with resistivity 2.44 Ωm and 25 m thick. Sounding point SCH-L2 is sand layer with resistivity 3.01 Ωm and 20 m thick and sounding point SCH-L2 is sand layer with resistivity 1.85 Ωm and 24 m thick

1803921018D1E013164MINAT PETERNAK SAPI PERAH TERHADAP INOVASI PAKAN KOMPLIT DITINJAU DARI SIFAT INTRISTIK DAN SIFAT EKSTRISTIK DI KECAMATAN WANAYASA KABUPATEN BANJARNEGARAPenelitian berjudul “Minat Peternak Sapi Perah terhadap Inovasi Pakan Komplit Ditinjau dari Sifat Intristik dan Sifat Ekstristik di Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara” telah dilaksanakan pada tanggal 2 sampai 17 Agustus 2017, bertempat di Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat peternak sapi perah untuk mengadopsi inovasi pakan komplit pada peternak sapi perah di Kabupaten Banjarnegara, untuk mengetahui sifat intristik dan sifat ekstristik inovasi pakan komplit, dan untuk menganalisis hubungan sifat intristik dan sifat ekstristik inovasi pakan komplit dengan minat peternak untuk mengadopsinya. Penelitian dilakukan dengan metode survey, dengan sasaran peternak sapi perah di Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara. Teknik pengambilan sampel wilayah yang digunakan yaitu purposive sampling di Kecamatan Wanayasa. Pemilihan sampel kelompok diambil sebanyak 2 kelompok secara acak dan seluruh anggota kelompok dijadikan responden penelitian (sensus) sebanyak 47 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat peternak sapi perah terhadap pakan komplit di Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara masuk dalam kategori tinggi. Hasil penelitian menunjukkan sifat intristik dan sifat ekstristik pada inovasi pakan komplit tidak bertentangan dengan masyarakat. Hasil analisis Rank Spearman menunjukan bahwa terdapat hubungan nyata antara minat peternak terhadap sifat intristik dan sifat ekstristik inovasi.

The research entitled "The Interest of Dairy Cattle Breeders to Complete Feed Innovation Judging from Intristic Characteristic and Extristic Properties in Wanayasa Subdistrict Banjarnegara District" was held on 2 to 17 August 2017, located at Wanayasa Subdistrict, Banjarnegara District. The purpose of this research was to know the interest of dairy farmers to adopt the innovation of complete feed on dairy farmers in Banjarnegara Regency, to know the intristic and extristic nature of the complete feed innovation, and to analyze the relationship of intristik nature and the extristic nature of the complete feed innovation with the interest of farmers to adopt. The research was conducted by survey method, targeting dairy farmers in Wanayasa District, Banjarnegara District. The sampling technique of the area used was purposive sampling in Wanayasa District. Sample determination of respondents was done by random purposive sampling method as much as 47 breeders. The results showed that the interest of dairy cattle breeder to complete feed in Wanayasa Subdistrict, Banjarnegara Regency was categorized as high. Intristic and extristic characteristics of complete feed innovation have high category. The result of Rank Spearman analysis shows that there was a real relationship between farmer's interest toward intristic nature and extristic nature of innovation.
1804021019H1D013043PENGARUH GRADASI PASIR PELAPISAN AGREGAT RINGAN DARI CACAHAN SAMPAH PLASTIK TERHADAP SIFAT MEKANIK BETONPengaruh penggunaan dua gradasi pasir sungai Cimangkok dalam pelapisan agregat ringan buatan dari cacahan sampah plastik jenis polypropylene (PP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik agregat yang telah dilapisi pasir dan mengetahui gradasi pasir pelapisan yang memberikan pengaruh yang terbaik terhadap sifat mekanik beton. Variasi pasir yang digunakan dalam pelapisan agregat adalah pasir sungai Cimangkok dengan gradasi lolos saringan no.12 tertahan saringan no.30 dan lolos saringan no.30 tertahan saringan no.200. Menggunakan agregat halus pasir merapi dengan semen PCC dengan Fas 0,3. Hasil pengujian karakteristik agregat ringan yang dibuat menunjukkan bahwa agreagat ringan yang dihasilkan pada setiap variasi memenuhi spesifikasi yang disyaratkan SNI 03-2461-2002 kecuali pada gradasi agregat. Kuat tekan pada tiap variasi pada umur 28 hari sebesar 22.66 MPa dan 25.55 MPa. Kuat tarik belah pada tiap variasi sebesar 7,48 MPa dan 8,49 MPa. Modulus elastisitas pada tiap variasi sebesar 17983,82 MPa dan 22108,57 MPa. Poisson’s ratio pada setiap variasi sebesar 0,23; dan 0,21. Dari hasil tersebut menunjukkan semakin kasar gradasi pasir yang digunakan pada pelapisan agregat ringan dari cacahan sampah plastik jenis polypropylene (PP) memberikan pengaruh terhadap sifat mekanik beton yang semakin baik.The effect of using two gradations of Cimangkok river sand to coat polypropylene (PP) plastic waste aggregate coating made from polypropylene (PP) plastic waste. This study aims to determine the characteristics of sand-coated aggregates and to know the gradation of coating sand that gives the best effect on the mechanical properties of concrete. Variation of sand used in aggregate coating is Cimangkok river sand with gradation of passing mesh no.12 retained mesh no.30 and passed mesh no.30 retained mesh no.200. Using fine aggregate of merapi sand with PCC cement with water-cement ratio 0,3. The testing results of aggregate characteristics shown that the produced aggregates in each variation compliance the SNI 03-2461-2002 requirements except the aggregate gradation. Compressive strength in each variation at the age of 28 days concrete are 22.66 MPa and 25.55 MPa. Tensile strength at each variation are 7.48 MPa and 8.49 MPa. The modulus of elasticity at each variation are 17983,82 MPa and 22108,57 MPa. Poisson's ratio at each variation are 0.23 and 0.21. These results indicate the more grainy gradation of the sand that used as polypropylene (PP) plastic aggregate coating has a better effect on the mechanical properties of concrete.