Home
Login.
Artikelilmiahs
21032
Update
TITA MURWIYANTI
NIM
Judul Artikel
Analisa Zona Lemah (Amblesan) Jalan Utama Ajibarang - Gumelar Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK Penelitian menggunakan metode geolistrik resisitivitas telah dilakukan untuk mengetahui struktur bawah permukaan serta keberadaan zona lemah di Desa Karangbawang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. Konfigurasi yang digunakan pada metode ini adalah konfigurasi Wenner sebanyak dua lintasan dan konfigurasi Schlumberger sebanyak tiga lintasan dengan panjang masing-masing 200 m. Hasil inversi penampang 2D konfigurasi Wenner terdapat tiga lapisan yang terdiri dari batuan pasir halus dengan nilai resistivitas 02,00 – 06,32 Ωm, batuan napal dengan nilai resistivitas 06,32 – 03,43 Ωm dan batu pasir gampingan dengan nilai resistivitas 12,00 – 24,30 Ωm. Hasil inversi pada penampang log 1D konfigurasi Schlumberger terdapat tiga lapisan yang terdiri batuan pasir halus dengan nilai resistivitas 00,98 – 216,42 Ωm, batuan napal dengan nilai reisistivitas 10,03 – 13,85 Ωm dan nilai resistivitas sekitar 23,90 – 101,38 Ωm diinterpretasi sebagai batu pasir gampingan serta terbukti adanya zona lemah di kawasan ini dan ditemukan zona lemah baru pada titik pengukuran ±140 m - ±.180 m. Berdasarkan hasil kedua konfigurasi di dapatkan hasil yang berbeda untuk itu diambil salah satu yang dipakai sebagai acuan yaitu hasil dari konfigurasi wenner karena pengambilan data pada saat kondisi tanah kering dan cuaca cerah.. Selain itu hasil penelitian juga menunjukkan adanya zona lemah yang berada di bawah permukaan zona amblesan dan zona-zona lemah lain di luar kawasan zona amblesan. Zona lemah diinterpretasi sebagai lapisan batupasir halus yang bersifat lunak dan tidak kompak. Sedangkan zona lemah lain yang berada di luar zona amblesan diindikasikan berpotensi menjadi penyebab terjadinya amblesan baru pada jalan raya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT Research using geolistrik resisitivitas method has been done to know the subsurface structure and existence of weak zone at Karangbawang Village Ajibarang Sub-district of Banyumas Regency. The configuration used in this method is the Wenner configuration of two paths and the Schlumberger configuration of three paths with a length of 200 m each. The result of the inversion of Wenner 2D configuration section consists of three layers consisting of fine sand rocks with resistivity value 02.00 - 06.32 Ωm, napal rock with resistivity value 06.32 - 03.43 μm and sandstone gampingan with resistivity value 12.00 - 24.30 Ωm. The inversion result at log 1D section of Schlumberger configuration there are three layers consisting of fine sandstone with resistivity value 00,98 - 216,42 Ωm, napal rock with reisis value 10,03 - 13,85 Ωm and resistivity value about 23,90 - 101 , 38 Ωm was interpreted as a gampingan sandstone and proved to be a weak zone in the region and found a new weak zone at the point of measurement ±140 m - ±.180 m. Based on the result of both configurations obtained different result for it taken one used as a reference that is the result of the configuration of wenner for data retrieval at the time of dry soil condition and sunny weather. Beside the results of the research also show a weak zone beneath of the subsidence zone surface and found some others weak zones outside of the subsidence zone. The weak zone in this area is interpreted as fine sandstone that softly and not compactly. While the others weak zones that located outside of the subsidence zone are indicated potentially to be the cause of a new subsidence on the highway.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save