Artikel Ilmiah : A1L013108 a.n. ANIQ SHOLIHATUL LUTFIYAH

Kembali Update Delete

NIMA1L013108
NamamhsANIQ SHOLIHATUL LUTFIYAH
Judul ArtikelSAMBUNG MIKRO JERUK KEPROK (Citrus nobilis L.) SECARA IN VITRO MENGGUNAKAN BATANG BAWAH JAPANSCHE CITROEN (JC) DENGAN PERLAKUAN KONSENTRASI SUKROSA PADA MEDIA MURASHIGE DAN SKOOG (MS)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi sukrosa terbaik dan pengaruh asal batang atas yang berbeda terhadap hasil mikrografting. Langkah pertama yang dilakukan pada penelitian ini yaitu mempersiapkan batang atas, baik yang berasal dari kultur in vitro maupun batang atas yang berasal dari lahan. Langkah berikutnya yaitu dengan mempersiapkan batang bawah yang membutuhkan waktu selama 2-3 minggu dari perkecambahan yang selanjutnya akan dilakukan penyambungan dengan batang atas yang sebelumnya telah dipersiapkan. Penyambungan dilakukan dengan mengambil setengah dari tinggi batang bawah dan bagian meristem batang atas berukuran 0,1-0,2 cm yang disatukan pada sayatan batang bawah berbentuk V. Konsentrasi sukrosa pada media Murashige and skoog (MS) tanpa zat pengatur tumbuh (ZPT), yaitu 30 g/l, 40 g/l da 50 g/l tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan akar, pertumbuhan shoot tip, persentase batang atas tumbuh dan hidup, namun memberikan pengaruh nyata terhadap persentase kontaminasi pada pengamatan mikrografting batang atas jeruk keprok dan batang bawah Japansche Citroen (JC). Penggunaan batang atas dari kultur in vitro memberikan respon yang lebih baik dibandingkan menggunakan batang atas dari lahan. Persentase keberhasilan penyambungan menggunakan batang atas dari kultur in vitro yaitu 29,17% dan persentase keberhasilan penyambungan menggunakan batang atas dari lahan yaitu 11,67%.
Abtrak (Bhs. Inggris)Aims of this study were to find out best concentration of sucrose and to study effect of different sources of shoot tips on micrografting. The first step taken in this study was to prepare shoot tips, both derived from in vitro culture and field. The next step was to prepare rootstocks taking 2-3 weeks after germination. The rootstocks were then grafted with the shoot tips prepared before. The micrografting were carried out by taking half of the rootstock height and the shoot tip meristem section of 0,1-0,2 cm attached to V-shaped incision of the rootstock. The sucrose concentration on Murashige and Skoog (MS) media without plant growth regulator of 30 g/l, 40 g/l and 50 g/l does not have significant effect on root growth, shoot tip growth and the percentage of shoot tip growth and life. However, it affected on percentage of contamination during the observation of tangerines shoot tips and Japansche Citroen (JC) rootstock micrografting. The shoot tips derived from in vitro culture provided a better response than the shoot tips derived from field. The percentage of grafting success using shoot tips from the in vitro culture was 29,17% and percentage of grafting success using shoot tips derived from the field was 11,67%.
Kata kuncimikrografting, sukrosa, batang bawah, dan batang atas (micrografting, sucrose, rootstock and shoot tip).
Pembimbing 1Prita Sari Dewi, S.P., M.Sc., Ph.D.
Pembimbing 2Ir. Eko Dewanto, M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2018
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2018-01-30 10:22:02.808573
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.