Home
Login.
Artikelilmiahs
20833
Update
ADE SINTA NUGRAHANINGSIH
NIM
Judul Artikel
Analisis Nilai Tambah Produk Olahan Nanas Pada Agroindustri "Tiga Sekawan" Desa Beluk Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Agroindustri Tiga sekawan berlokasi di Desa Beluk Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang yang merupakan agroindustri pengolahan buah nanas menjadi kerupuk nanas, manisan nanas, stik nanas, dodol nanas dan nanas rumput laut. Agroindustri Tiga sekawan dalam menjalankan usahanya kurang memperhatikan pembukuan yang rapi sehingga tidak mengetahui usaha yang dijalankan menguntungkan atau tidak. Biaya produk bersama tidak dapat ditentukan secara khusus berdasarkan jenis produk yang dihasilkan. Oleh karena itu diperlukan metode alokasi yang tepat dalam mengalokasikan biaya bersama pada masing-masing produk. Selain itu belum diketahui besarnya nilai tambah yang dihasilkan setelah nanas diolah menjadi berbagai produk. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui profil industri Tiga Sekawan, 2) mengetahui laba produk bersama usaha pengolahan nanas, dan 3) mengetahui besarnya nilai tambah pengolahan nanas menjadi manisan nanas dan dodol nanas. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) di Agroindustri Tiga Sekawan desa Beluk Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang. Penelitian dilaksanakan dari 23 Mei 2017 sampai 24 Juni 2017. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis biaya produk bersama, analisis alokasi biaya bersama menurut nilai jual relatif, analisis laba produk bersama, dan analisis nilai tambah metode Hayami. Hasil penelitian yang dilakukan yaitu pada agroindustri “Tiga Sekawan” adalah industri kecil yang menjalankan usahanya di bidang industri makanan dengan produk berupa kerupuk nanas, manisan nanas, stik nanas, dodol nanas dan nanas rumput laut. Selama satu bulan produksi laba yang diperoleh yaitu sebesar Rp31.858.526,66. Nilai tambah manisan nanas sebesar Rp17.863,73 dengan rasio nilai tambah sebesar 45,85 persen. Nilai tambah dodol nanas sebesar Rp4.462,13 dengan rasio nilai tambah sebesar 15,31 persen. Rasio nilai tambah manisan nanas lebih dari 40 persen sehingga termasuk dalam katagori nilai tambah tinggi, sedangkan rasio nilai tambah dodol nanas kurang dari 40 persen sehingga termasuk dalam katagori nilai tambah sedang.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Tiga Sekawan industry is located in Beluk Village Subdistrict Belik Pemalang Regency which is a pineapple processing industry into chips pineapple, sweet pineapple, sticks pineapple, dodol pineapple and seaweed pineapple. Tiga Sekawan industry in running their business is having less attention to the neat of bookkeeping so they do not really know whether the business makes more profitable or not. The cost of a joint product can not be specifically based on the types of producst produced. Therefore, there should be an appropriate financial management method in allocating joint cost included in each product. Besides, it is not known the amount of added value after pineapple gets processed into various products. The objective of this research are to 1 )to know the industry profile of Tiga Sekawan, 2) to know the profit of the product including the pineapple processing business, and 3) to know the added value of pineapple processing into pineapple sweet and pineapple dodol. This study is categorized as study case. Determination of location of research conducted purposively in the Tiga Sekawan industry Beluk Village Belik Subdistrict Pemalang Regency. This research carried out on May 23 to June 24, 2017. The methods of analysis used a joint product cost analysis, an allocating joint cost analysis based on relative selling value, a joint product profit analysis, and a value-added analysis of Hayami method. The result of research is that in agroindustry "Tiga Sekawan" is a small industry that run its business in food industry with product of pineapple cracker, sweet pineapple, sticks pineapple, dodol pineapple and seaweed pineapple. During one month the production of profits obtained amounted to Rp31.858.526,66. The added value sweet pineapple was Rp17.863,73 with added value ratio of 45,85 percent. The added value dodol pineapple was Rp4.462,13 with the added value ratio of 15,31 percent. The added value ratio sweet pineapple is more than 40 percent so it is included into category of high added value, while the added value ratio of dodol pineapple is less than 40% so it is included into category of medium added value.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save