Artikelilmiahs

Menampilkan 17.621-17.640 dari 50.030 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1762120647A1L113022ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI ISOLAT LOKAL BANYUMAS PENDEGRADASI LIGNIN DAN SELULOSA UNTUK MENDEKOMPOSISI JERAMI PADIPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi isolat bakteri lokal selulolitik dan lignolitik yang dapat mendegradasi lignin dan selulosa, serta memperoleh kombinasi isolat terbaik dalam mendekomposisi jerami padi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2017 sampai Juli 2017 di Laboratorium Laboratorium Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini diawali dengan eksplorasi isolat bakteri lokal Banyumas dari 3 lokasi berbeda yaitu Desa Datar, Desa Banjarsari Lor, dan Kelurahan Pabuaran, kemudian isolat terpilih dikombinasikan untuk menghasilkan kombinasi terbaik dalam mendekomposisi jerami. Variabel yang diamati antara lain kepadatan isolat bakteri, zona bening, indeks aktivitas enzimatik selulolitik dan lignolitik, pH, suhuC-Organik, N-Total, dan C/N rasio pada jerami padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat terbaik dalam menghasilkan indeks aktivitas selulolitik yaitu isolat BPS L 3,96, BPS, M 1,66, dan BPS O 2,62, sedangkan isolat BPL A 1,54, BPL E 1,53, dan BPL F 1,27 merupakan isolat terbaik dalam menghasilkan indeks aktivitas lignolitik. Kombinasi isolat terbaik berfungsi sebagai aktivasi dalam pengomposan jerami padi yaitu isolat BPS M dalam kombinasi perlakuan S2L0 dengan Rasio C/N 18,75.This study aims to explore isolates of local cellulolytic and lignolytic bacteria that can degrade lignin and cellulose, and obtain the best isolate combination in decomposition of rice straw. The study was conducted from March 2017 to July 2017 at the Laboratory of Agronomy Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. This research is begun with exploration of Banyumas local bacteria isolate from 3 different locations namely Datar Village, Banjarsari Lor Village, and Pabuaran Village, then selected the isolates are combined to produce the best combination in decomposing straw. The variables observed were bacterial isolated density, clear zone, index of cellulolytic enzymatic activity and lignolytic, pH, temperature, C-Organic, N-Total, C / N ratio on rice straw. The results showed that the best isolates in producing cellulolytic activity index were BPS L 3,96, BPS, M 1,66 and BPS O 2,62, while BPL A 1.54, BPL E 1,53, and BPL F 1.27 is the best isolate for producing lignolytic activity index. The best isolate combinations serve as activation in rice straw composting ie BPS M isolates in combination of S2L0 treatment with C / N ratio of 18.75.
1762220669F1A013074STRATEGI BERTAHAN HIDUP PETANI SINGKONG DI DESA LANGGAR KECAMATAN KEOBONG KABUPATEN PURBALINGGADesa Langgar merupakan desa dengan penghasil panen singkong terbesar di kecamatan kejobong namun, terdapat permasalahan dari harga singkong yang rendah yaitu Rp 600,- per Kg dan masa panen yang lama selama sembilan bulan memunculkan masalah bagi petani singkong dalam bertahan hidup. Oleh sebab itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi apa yang dilakukan oleh petani singkong dalam bertahan hidup juga alasan apa yang mendasari petani singkong tetap menanam singkong sekalipun harga hasil tani singkong rendah.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif untuk mengetahui cara pandang petani singkong sebagai informan secara lebih mendalam. Peneliti juga mendapatkan informasi lebih mengenai, Informan penelitian secara pribadi dalam mendifinisikan permasalahan yang mereka alami juga, dalam mendefinisikan penanganan masalah yang dialaminya. Pemilihan Informan dan teknik penentuanya menggunakan purposive sampling dan teknik analisis kualitatif secara interaktif menurut Miles dan Huberman.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa, berdasarkan tindakan rasional (Ritzer, 2011) yang dilakukan petani singkong dengan tetap menanam komoditi singkong sekalipun harganya rendah, dilatar belakangi dari tiga aspek kehiduapan yaitu; sosial, ekonomi dan lingkungan. Strategi bertahan hidup yang dilakukan oleh petani singkong tergolong dalam dua strategi yang menginduk berdasarkan analisis SWOT yaitu strategi internal yaitu penanaman komoditi lain, hemat dalam pengeluaran dan mencari penghasilan tambahan. Kedua, strategi eksternal yaitu, melakukan pinjaman dan menjalin kehidupan tolong menolong.
Saran dalam penelitian ini kepada petani singkong diharapkan untuk meningkatkan keterampilan dengan keterbatasan yang ada dengan memanfaatkan secara maksimal sumberdaya yang dimilikinya.

Kata Kunci: Petani singkong, tindakan rasional, strategi bertahan hidup
Langgar village is the biggest cassava harvesting village in Kejobong sub district but there are problems from low price of cassava which is Rp 600, - per kg and long harvest time for nine months raises the problem for cassava farmers in survival. Therefore, this research is done to know what strategy conducted by cassava farmer in survival also the reason what underlying cassava farmer keep planting cassava even though price of cassava farmer yield is low. The method used in this research is qualitative descriptive to know the way of view of cassava farmer as informant in more depth. Researchers also get more information about, Informant research personally in defining the problems they are experiencing as well, in defining the handling of problems they experienced. Selection of informants and techniques penentuanya use purposive sampling and qualitative analysis techniques interactively according to Miles and Huberman. The results revealed that, based on the rational action taken by cassava farmers by planting cassava commodities even though the price is low, the background of three aspects of life namely; social, economic and environmental issues. The survival strategy of cassava farmers is categorized into two strategies based on SWOT analysis: internal strategy that is planting other commodities, saving in expenditure and looking for additional income. Second, external strategies that are, make loans and make life help to help.Suggestion in this research to cassava farmers is expected to improve the skills with the existing limitations by utilizing maximally its resources

Keywords: Cassava Farmers, rasional action, survival strategy
1762320670F1A013026MEMBANGUN JARINGAN SOSIAL EKONOMI
DI LINGKUNGAN ANTAR TETANGGA
(Studi mengenai Pelibatan Jaringan Tetangga sebagai Tenaga Kerja dalam Industri Kecil Pengolahan Gula Semut di Desa Kesugihan Kidul)
Penelitian ini berjudul “Membangun Jaringan Sosial Ekonomi di Lingkungan Antar Tetangga (Studi mengenai Pelibatan Jaringan Tetangga sebagai Tenaga Kerja dalam Industri Pengolahan Gula Semut di Desa Kesugihan Kidul)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelibatan tetangga, hubungan sosial dan hubungan kerja di industri “Berkah Manis”. Sasaran utama dalam penelitian ini adalah pekerja di industri tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik penentuan sasaran penelitian yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria pekerja yang sudah bekerja sejak awal beroperasinya industri tersebut. Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, analisis data menggunakan analisis interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa industri “Berkah Manis” memberikan dampak khususnya bagi warga Desa Kesugihan Kidul yaitu membangun perekonomian dan peluang kerja. Jaringan tetangga memudahkan pemilik untuk merekrut karyawan, mempermudah komunikasi, koordinasi, interaksi, dan kerja sama terlebih mereka sudah mengenal satu sama lain. Industri tersebut mengutamakan kejujuran, kepercayaan serta kekeluargaan di dalamnya. Hubungan kerja antar pekerja maupun antara pemilik dengan pekerja baik, meskipun masih ada pembagian tugas antara laki-laki dan perempuan mereka tidak mempermasalahkan karena manajemen konflik yang dilakukan pemilik baik. Hubungan sosial di antara pekerja dengan pemilik maupun antar pekerja baik, setiap ada masalah selalu diselesaikan secara musyawarah dan pekerja juga boleh kas bon. Implikasi adanya industri tersebut bagi masyarakat, pekerja dan pemerintah adalah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Membangun ekonomi, dan mempermudah akses bagi pekerja. Menciptakan regulasi harga yaitu penetapan harga jual gula semut sehingga mampu menembus pasar lokal bahkan ekspor.This research entitled "Building Social Economic Network in Environment between Neighbors (Study on Engagement of Neighbor Network as Labor in Small Industry of Processing Gula Semut in Desa Kesugihan Kidul)". This study aims to determine the involvement of neighbors, social relations and working relationships in the industry "Sweet Blessing". The main target in this research is workers in the industry. The research method used is descriptive qualitative research method. The technique of determining the target of research used is purposive sampling with criterion of worker who has been working since the beginning of operation of that industry. Data collection used is in-depth interview, data analysis using interactive analysis. The results of this study indicate that the "Berkah Manis" industry has an impact especially for the villagers of Kesugihan Kidul that is to build the economy and job opportunities. Neighboring networks make it easier for employers to hire employees, facilitate communication, coordination, interaction, and cooperation especially those already familiar with each other. The industry prioritizes honesty, trust and kinship in it. Working relationships between workers and between owners and good workers, although there is still a division of tasks between men and women they are not concerned because the conflict management is done by the owner either. Social relationships between workers with owners and between workers are good, every problem is always solved by deliberation and workers can also cash the bill. The implications of the industry for the people, workers and government are to create jobs for the community. Build the economy, and facilitate access for workers. Creating price regulation that is selling price of sugar ant that able to penetrate local market even export.
1762420671C1G014128Pengaruh Struktur Audit, Pemahaman Good Governance, Gaya Kepemimpinan, dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Auditor PemerintahPenelitian berjudul: "Pengaruh Struktur Audit, Pemahaman Good Governance, Gaya Kepemimpinan, dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Auditor Pemerintah" ini merupakan penelitian survey yang bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris tentang pengaruh struktur audit, pemahaman good governance, gaya kepemimpinan, dan komitmen organisasi terhadap kinerja auditor.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua fungsional auditor pada Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta yang berjumlah 90 auditor. Jumlah sampel minimal dihitung dengan rumus Slovin, dan didapat jumlah 48 responden. Jumlah responden yang didapat dalam penelitian ini adalah 53 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode convenience sampling. Data yang digunakan adalah data primer dalam bentuk persepsi responden yang dikumpulkan dalam bentuk kuesioner. Pengujian kuesioner menggunakan uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda.
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pemahaman good governance berpengaruh positif terhadap kinerja auditor. Hipotesis atas variabel independen lain yaitu struktur audit, gaya kepemimpinan, dan komitmen organisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja auditor.
Implikasi penelitian bagi Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta dalam mengevaluasi Program Kerja Pengawasan dan Pembinaan Tahunan (PKP2T) dan Program Kerja Non PKP2T dapat mempertimbangkan kondisi-kondisi yang dapat mempengaruhi auditor dalam penugasan yang diamanatkan, sehingga mampu berkinerja lebih optimal, demi tercapainya kualitas hasil audit yang baik.
This study is a quantitative research that aimed to obtain the empirical evidence showing how far audit structure, comprehension of good governance, leadership style, and organizational commitment influenced on auditor performance. This study was conducted by using survey method with questionnaire. Population in this study are entire auditors who works in Financial and Development Supervisory Board in Yogyakarta. This study used convenience sampling where conducted by determination of sample counted with Slovin formula, so that the amount of sample 48 respondents. Data analysis conducted with multiple regression model with 53 questionnaire could be processed. The results proved that audit structure, comprehension of good governance, leadership style, and organizational commitment influenced on auditor performance simultaneously. Based on t-test, only comprehension of good governance influenced on auditor’s performance partially. At the same time, audit structure, leadership style, and organizational commitment didn't have influence on auditor performance. Auditor believed to have had considerable experience in the audit assignment so they didn't have any problems that could affect their performances. The implications of the above conclusion provides a reference for BPKP in Yogyakarta for evaluating its auditors’ performance in order to consider the condition of the auditors in the planning and conduct of the audit.
1762520673C1G014138PENGARUH PENGENDALIAN INTERNAL, KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA, PEMANFAAATAN TEKNOLOGI INFORMASI, DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PADA BADAN LAYANAN UMUM RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROF. DR. MARGONO SOEKARJOPenelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh pengendalian internal, kompetensi sumber daya manusia, pemanfaaatan teknologi informasi, dan komitmen organisasi terhadap kualitas laporan keuangan. Objek penelitian adalah bagian keuangan dan akuntansi pada Badan Layanan Umum Rumah Sakit Umum Daerah Prof. dr. Margono Soekarjo pada tahun 2017. Alasan penelitian ini dikarenakan masih sedikit penelitian mengenai kualitas laporan keuangan pada sektor Badan Layanan Umum.
Hasil penelitian menunjukkan seluruh variabel independen secara simultan berperpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. secara parsial pengendalian internal, kompetensi sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi informasi tidak terbukti berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan sedangkan komitmen organisasi berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. nilai koefisien determinasi menunjukkan pengaruh variabel independen terhadap kualitas laporan keuangan sebesar 15,1% sedangkan sisanya sebesar 84,9% dijelaskan oleh sebab-sebab lain diluar model regresi penelitian ini.
Kata kunci: kualitas laporan keuangan, badan layanan umum, informasi laporan keuangan, pengendalian internal, kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, komitmen organisasi.
This study aims to examine the influence of internal control, human resources competence, utilization of information technology and organizational commitment to the quality of financial reporting. The object of research is Badan Layanan Umum Rumah Sakit Umum Daerah Prof. dr. Margono Soekarjo in the year of 2017. This is due to very little research on financial reporting in Badan Layanan Umum field.
The result showed that all of independent variables simultaneously have significant effect on quality of financial reporting. Partially control, human resources competence, and utilization of information technology are not proven having an effect on quality of financial reporting. Meanwhile organizational commitment has significant effect on quality of financial reporting. Coefficient determination shows influences on quality of financial repoting is 15,1% and the remaining 84,9% is explained by other causes outside regression model used in this study.
1762621873F1C013003RESEPSI MASYARAKAT DESA GUMELAR KECAMATAN GUMELAR TERHADAP REPRESENTASI KELUARGA TKW DALAM SINETRON DUNIA TERBALIK DI RCTISinetron Dunia Terbalik merupakan salah satu sinetron yang akhir-akhir ini menyedot perhatian pemirsa. Sinetron ini menduduki peringkat pertama dalam rating acara televisi Indonesia sejak pertama kali tayang pada 5 Januari 2017. Peringkatnya bertahan cukup lama di posisi teratas. Lebih menariknya lagi adalah karena sinetron ini mengambil ide cerita tentang fenomena yang terjadi di Indonesia yaitu tentang keluarga TKW. Masalah buruh migran merupakan salah satu permasalahan sosial di Indonesia yang perlu untuk mendapatkan perhatian. Oleh karena itu, penelitian tentang sinetron Dunia Terbalik menggunakan model penelitian khalayak menjadi menarik.
Penelitian ini menggunakan metode analisis resepsi dengan teknik pengumpulan datanya yaitu FGD (Focus Group Disscussin) dan wawancara mendalam. Penelitian ini mengambil subjek penelitian masyarakat Desa Gumelar karena desa tersebut merupakan desa yang mengirimkan TKW terbanyak di Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemaknaan dan penerimaan khalayak terhadap teks media yang menampilkan sebuah fenomena sosial yang memiliki kedekatan psikologis dengan khalayak itu sendiri. Kemudian mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemaknaan dan penerimaan tersebut. Terakhir, mengetahui kategori penerimaan informan melalui spectrum of reading.
Penelitian ini menunjukkan bahwa khalayak melakukan pemaknaan dengan cara yang beragam terhadap representasi keluarga TKW di sinetron. Ada 5 faktor yang mempengaruhi pemaknaan dan penerimaan tersebut yaitu, nilai tentang pembagian peran dalam keluarga, pandangan terhadap tayangan televisi, pengalaman pribadi informan, pemahaman tentang kondisi lingkungan sekitar, serta pandangan tentang keluarga ideal. Informan terbagi dalam tiga spectrum of reading, yaitu Dominan reading, negotiaded reading, dan oppositional reading. Selain itu, seorang informan dapat berada pada kategori yang berbeda saat memaknai dan menerima masing-masing topik representasi keluarga TKW.

Dunia Terbalik is one of the soap operas that recently attracted the attention of viewers. This soap opera was ranked first in the rating of Indonesian television since first aired on 5 January 2017 and lasted long enough in top position. More interesting because this soap opera take idea story about TKW families, phenomenon that occure in Indonesia. The problem of migrant workers is one of the social problems in Indonesia that need to get attention. Therefore, research on Dunia Terbalik soap operas using the audience research model becomes interesting.

This research uses the method of reception analysis with FGD (Focus Group Discussion) and in-dept interview as data collection techniques. This research takes Gumelar people as the subject because Gumelar village is a village in Banyumas that sends the most migrant workers. The pupose of this study is to explain how the meaning and acceptance of the audience to the media text that displays a social phenomenon that has psychological closeness with the audience itself. Then, know the factors that affect the meaning and acceptance too. Finally, know the acceptance category of informants through spectrum of reading.

This research shows that audiences do meaning in various ways. There are 5 factors that influence the meaning and acceptance informants that is the value about division of roles in the family, the views on television shows, personal experiences of informants, understanding of the condition of the environment, as well as views about the ideal family. Informants are divided into three spectrum of reading, namely dominant reasing, negotiaded reading, and oppositional reading. In addition, an informan can be in a different category when interpreting and accepting each of the TKW family representation topic.


1762720694G1A014025PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN SENDOK (Plantago major l.) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN : UJI TOKSISITAS AKUTLatar Belakang: Daun Sendok (Plantago major l.) merupakan tanaman obat (herbal) yang berguna sebagai hepatoprotektor, antioksidan, antiapoptosis dan antiinflamasi. Senyawa daun sendok berupa tannin, aucubin, flavonoid, terpenoid, dan alkaloid berpotensi menimbulkan efek toksik pada tubuh. Uji toksisitas akut oral merupakan salah satu cara untuk mengetahui bagaimana pengaruh suatu zat toksik terhadap tubuh dalam jangka waktu satu hari. Indikator yang dapat digunakan dalam menilai tingkat toksisitas suatu zat adalah gambaran histopatologi hepar.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian ekstrak etanol daun sendok (Plantago major l.) terhadap gambaran histopatologi tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar pada uji toksisitas akut.
Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental dengan pendekatan post-test only terhadap tikus putih jantan galur Wistar. Intervensi dilakukan terhadap 24 ekor tikus yang dibagi kedalam empat kelompok secara acak, yaitu kelompok kontrol (A), kelompok perlakuan 1 dengan dosis 1000mg/kgBB, (B), kelompok perlakuan 2 dengan dosis 2000mg/kgBB (C), dan kelompok perlakuan 3 dengan dosis 4000mg/kgBB (D). Tingkat kerusakan histopatologi hepar dinilai dengan menggunakan skoring Manja Roegnik.
Hasil: Rerata skor Manja Roegnik kelompok A=1.6218±0.57166, kelompok B=2.46±0.62680, kelompok C=2.6333±0.26493, dan kelompok D=2.0400±0.82185. Uji Oneway-Anova menunjukkan terdapat perbedaan kerusakan gambaran histopatologi yang bermakna (p=0.049). Uji Post-hoc menunjukkan perbedaan bermakna (p<0.05) pada perbandingan kelompok A dengan kelompok C (p=±1.01). Perbedaan tidak bermakna (p>0.05) ditemukan pada perbandingan kelompok A dengan kelompok B (p=±0.83) dan D (p=±0.41), kelompok B dengan kelompok C (p=±0.17) dan D (p=±0.42), serta kelompok C dengan kelompok D (p=±0.59).
Kesimpulan: Pemberian ekstrak etanol Daun Sendok secara akut memberikan kerusakan maksimal hepar tikus putih jantan pada dosis 2000mg/kgBB.
Background: Broadleaf Plaintain (Plantago major 1.) is a herbs of medicinal plant that is used for hepatoprotector, anti-oxidants, anti-apoptosis and anti-inflammation. Broadleaf Plaintain contains tannin, aucubin, flavonoid, terpenoid, and alkaloid with potentially inflicting toxic effect for body. Examine the oral acute toxicity is one of the way to know how the effect of toxic substance on the body within a day. Indicates that it is used to measure the level of the toxicity of substance is an illustrate from histopathology of the liver.
Objective: The purpose of this research is to find out how the effect of ethanol extract of Broadleaf Plaintain (Plantago major 1.) with liver histopathological appearance: acute toxicity test.
Metode: This research is an experimental approach with post-test only with the male white rat (Rattus Norvegicus). The intervention had been done to 24 rats which were divided into four groups at randomly, Control group (A), treatment group 1 with dosage 1000mg/kgBW (B), treatment group 2 with dosage 2000mg/kgBW (C), and treatment group3 with dosage of 4000mg/kgBW. Histopathologic liver damage rates were assessed using the Manja Roegnik Score.
Result: The average score of Manja Roegnik group A = 1.6218±0.571166, group B = 2.46±0.62680, group C = 2.6333±0.26493, and group D = 2.0400±0.82185. The measure of Anova-Oneway showed a significant difference in histopathologic illustrate defects (p=0.049). Post-hoc test showed significant difference in differences (p<0.05) in comparison between group A and group C (p=±1.01). The differences were not significant (p>0.05) found in comparison between group A with group B (p=±0.83) and D (p=±0.41), group B with group C (p=±0.17) and D (p=±0.42), and group C with group D (p=±0.59).
Conclution: Giving an extract ethanol of Broadleaf Plaintain continuously damaging the rat male hepar at dosage 2000mg/kbBW Maximally.
1762820722A1M012055ANALISIS DESKRIPTIF KUANTITATIF BROWNIES DENGAN VARIASI LAMA FERMENTASI UMBI GANYONG DAN PROPORSI TEPUNG GANYONGTepung ganyong termodifikasi merupakan salah satu jenis tepung yang berpotensi alternatif dalam pembuatan brownies. Pembuatan tepung ganyong modifikasi bertujuan untuk memperbaiki karakteristik tepung yang dihasilkan, terutama karakteristik sensori. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan atribut sensori brownies dengan variasi lama fermentasi umbi ganyong dan perbandingan proporsi tepung ganyong, 2) mengkaji profil intensitas atribut sensori brownies, 3) mengetahui tingkat kesukaan terhadap brownies yang dihasilkan. Faktor yang diteliti adalah lama fermentasi (T), terdiri dari T1= tanpa fermentasi, T2= fermentasi umbi 24 jam, T3= fermentasi umbi 48 jam; dan proporsi tepung ganyong (P) terdiri dari P1= tepung ganyong 60%, P2= tepung ganyong 80%, P3=tepung ganyong 100%. Analisis yang dilakukan meliputi analisis deskriptif dan uji hedonik. Metode yang digunakan dalam analisis deskriptif yaitu QDA (Quantitative Descriptive Analysis) dengan 14 orang panelis terlatih. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 17 atribut sensori. Atribut sensori yang dominan pada brownies berbahan tepung ganyong termodifikasi dengan variasi lama fermentasi dan proporsi tepung ganyong yaitu; untuk appearance adalah warna coklat, untuk aroma adalah aroma milky, untuk rasa adalah rasa buttery, untuk tekstur adalah lembab, dan untuk mouthfeel adalah lembut. Tingkat kesukaan tertinggi pada brownies yang dihasilkan adalah brownies dengan fermentasi 24 jam dan proporsi tepung ganyong 80% dengan nilai ‘5,00’ dari ‘7,00’ yang berarti suka.Modified ganyong flour is one type of flour potentially as a alternative source in the manufacture of brownies. The production of modified ganyong flour aims to improve the characteristics of the resulting flour, especially the sensory characteristics.This study aims to: 1) describe the attributes of sensory brownies with variations of ganyong tuber fermentation length and proportion of flour ganyong, 2) to study the intensity profile of sensory brownies attributes; 3) to know the level of preference to the brownies produced. The method used FGD (Focus Group Discussion) and QDA (Quantitative Descriptive Analysis) with 14 trained panelists.The factors studied were fermentation length (T), consisted of T1 = no fermentation, T2 = 24 hour tuber fermentation, T3 = tuber fermentation 48 hours; and the proportion of flour ganyong (P) consists of P1 = 60% flour, P2 = 80% flour, P3 = 100% flour. The analysis includes descriptive analysis and hedonic test. The results showed that there were 17 sensory attributes. The dominant sensory attributes of brownies made from modified ganyong flour with variations of fermentation duration and the proportion of flour ganyong are apperance is brown, the aroma is milky, the taste is buttery, the texture is moist, and the mouthfeel is tender. The highest favored level on brownies produced is brownies with 24 hour fermentation and 80% flour ganyong proportion with '5.00' value of '7.00' means likes.
1762920709F1G011023PEMBENTUKAN KATA MAJEMUK YANG DIHASILKAN DARI NAMA HEWAN DALAM BAHASA INDONESIAPenelitian ini berjudul “Pembentukan Kata Majemuk yang Dihasilkan dari Nama Hewan dalam Bahasa Indonesia”. Adapun tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pembentukan dan jenis makna kata majemuk yang dihasilkan dari nama hewan dalam bahasa Indonesia. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan pembentukan serta jenis makna kata majemuk yang dihasilkan dari nama hewan dalam bahasa Indonesia.
Data dalam penelitian ini adalah kata majemuk yang dihasilkan dari nama hewan. Sumber data penelitian ini diambil dari bahasa tulis, bahasa lisan, dan dari intuisi penulis sebagai penutur asli bahasa Indonesia. Data dari bahasa tulis diambil dari koran, majalah, berita daring, buku-buku referensi, dan kamus. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dan metode introspeksi. Teknik dasar metode simak yang digunakan adalah teknik sadap dan diteruskan dengan teknik lanjutan berupa teknik catat. Metode introspeksi tidak memiliki teknik dasar, oleh karena itu langsung menggunakan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode agih, karena alat penentunya adalah bahasa itu sendiri. Teknik metode agih yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sisip, teknik balik, dan teknik perluas. Penyajian hasil analisis data dilakukan secara informal.
Hasil dari penelitian ini adalah diperolehnya bentuk dan jenis makna kata majemuk yang dihasilkan dari nama hewan dalam bahasa Indonesia. Bentuk kata majemuk yang dihasilkan dari nama hewan dalam bahasa Indonesia tersebut yaitu, kata majemuk simpleks dan kata majemuk kompleks. Jenis makna kata majemuk yang dihasilkan dari nama hewan yaitu, kata majemuk idiomatikal penuh, kata majemuk idiomatikal sebagian, dan kata majemuk nonidiomatikal. Nama hewan yang digunakan pada kata majemuk dalam penelitian ini sering diletakan hanya pada unsur pembentuk pertama atau hanya pada unsur pembentuk kedua. Namun, ada juga yang di unsur pembentuk pertama dan di unsur pembentuk kedua sekaligus. Selain itu, nama hewan yang digunakan dalam paduan kata atau pembentukan kata majemuk yang dihasilkan dari nama hewan ini ada 44 nama hewan.
The research is entitled “The Formation of Plural Noun Generated from the Animal Names in Indonesian Language”. This descriptive-qualitative research aims at describing the meaning forms and types of plural nouns generated from the animal names in Indonesian language.
The research data are the plural nouns generated from the animal names in Indonesian language obtained from the written and spoken language as well as the author’s intuition as the native Indonesian speaker. The written data are taken from newspaper, magazine, online news, reference book, and dictionaries. The research data are collected using listening and introspective method. The basic technique listening is tapping following with a further technique of recording. The data are analyzed using a distributional method whereas the determining instrument is the language itself. Agih method in this research covers insertion, reversion, and extension technique. The results of data analysis are then informally presented.
The research results show that there are meaning forms and types of the plural nouns generated from the animal names in Indonesian language. The resulted forms of plural nouns generated from the animal names in Indonesian language are in both simple and complex plural nouns. The meaning types of plural nouns generated from the animal names are simultaneous and partial idiomatic plural nouns as well as non-idiomatic ones. The animal names used in the plural nouns of this research are frequently located only on the first or second formation elements. However, some are located in both first and second formation elements, there are 44 animal names used in the integration and formation of plural nouns.
1763020676D1E013264PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK BAWANG PUTIH, BATANG PISANG DAN BIJI PEPAYA TERHADAP TOTAL PROTEIN PLASMA DAN FIBRINOGEN DARAH KELINCI YANG TERINFEKSI KOKSIDIOSIS Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak herbal dari biji pepaya, bawang putih dan batang pisang terhadap Total Protein Plasma dan fibrinogen kelinci yang terinfeksi koksidiosis dan mengetahui dosis kombinasi ekstrak herbal dari biji pepaya, bawang putih dan batang pisang yang paling tepat dalam mempengaruhi Total Protein Plasma dan fibrinogen darah kelinci yang terinfeksi koksidiosis. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah kelinci peranakan Rex sebanyak 30 ekor, ekstrak herbal bawang putih sebanyak 65 mg, ekstrak biji pepaya sebanyak 2 mg dan ekstrak batang pisang sebanyak 33 mg. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 6 perlakuan dan 5 ulangan, dengan masing-masing perlakuan yaitu 0 mg, 20 mg, 40 mg, 80 mg dan 100 mg. Hasil analisis ditentukan dengan analisis variansi dilanjutkan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan jumlah Total Protein Plasma yaitu 4,75 x 106 dan nilai fibrinogen darah adalah 0,30 gl/dL. Hasil analisis variansi tentang pengaruh kombinasi ekstrak bawang putih, batang pisang dan biji pepaya berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap fibrinogen darah kelinci yang terinfeksi koksidiosis. Ekstrak kombinasi tanaman herbal berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai Total Protein Plasma kelinci yang terinfeksi koksdidiosis. Berdasarkan hasil uji lanjut dengan BNJ 5% menunjukkan bahwa terjadi perbedaan pada beberapa perlakuan yang diberikan. Sehingga dapat diketahui bahwa pada fibrinogen perlakuan D0 berbeda nyata dengan fibrinogen pada perlakuan D3, D4 dan D5, tetapi tidak memiliki perbedaan yang nyata dengan perlakuan D1 dan D2, begitu pula dengan perlakuan D1 dan D2 tidak memiliki perbedaan yang nyata dengan perlakuan D3, D4 dan D5. Kombinasi ekstrak tanaman herbal yang tepat yaitu dengan level pemberian 40 mg.This research was aimed to know the influence of level combination between herbal extracts from papaya seeds, garlic and banana sticks on total plasma protein and fibrinogen of rabbit infected with coccidiosis. The material used in the research were 30 rabbits and a combination between herbal extracts from papaya seeds, garlic and banana sticks as much as 65 mg, papaya seed extract as much as 2 mg and banana stem extract as much as 33 mg. The research used factorial patterned with Completely Randomized Design (CRD). This research used experimental method with 6 treatments, and each treatment was 5 replications. The treatmen is that were 0 mg, 20 mg, 40 mg, 80 mg and 100 mg combination extract herbal. Result analysis was performed by using Analysis of Variance and following by Honestly Significant Difference (HSD). The results showed that the average of Total Plasma protein was 4.75 x 106 and blood fibrinogen value was 0.30 gl / dL. The results of variance analysis showed that the effect of the combination between garlic extract, banana stem and papaya seeds had significant effect (P <0.01) on fibrinogen of rabbits infected by coccidiosis. The herbal plant extract had significantly affect (P <0,05) on the value of rabbit Total Protein Plasma infected by coccidiosis. Based on the results of further tests with 5% HSD showed that there are differences in some treatments given. It can be seen that in the treatment fibrinogen D0 is significantly different from the fibrinogen in the treatment of D3, D4 and D5, but it has no significant difference with the treatment of D1 and D2, as well as the treatment of D1 and D2 has no significant difference with treatment D3, D4 and D5. The right optimal level of combination herbal plant extracts was 40 mg.
1763120677H1D013008ANALISIS PERUBAHAN KEBUTUHAN DEBIT IRIGASI KARENA ALIH FUNGSI LAHAN PERSAWAHAN (STUDI KASUS ALIRAN IRIGASI KEC.SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS)Kebutuhan akan lahan di perkotaan semakin lama semakin meningkat. Lahan pertanian yang dulu luas semakin hari semakin berkurang akibat pemenuhan kebutuhan baik itu tempat tinggal, sarana umum, industri maupun kantor pemerintahan. Alih fungsi lahan tersebut menyebabkan kebutuhan debit irigasi pada lahan persawahan mengalami perubahan. Maka dari itu, diperlukan analisis perubahan kebutuhan debit irigasi akibat alih fungsi lahan persawahan. Penelitian dilakukan di Daerah Irigasi Kaji Luwing yang berada di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Analisis dilakukan berdasarkan pengukuran langsung luas lahan persawahan yang ada di D.I Kaji Luwing dan dilakukan pula pengukuran debit andalan melalui penurunan data hujan yang ada di stasiun hujan Limpakuwus. Pengumpulan data luas lahan persawahan juga dilakukan untuk mengetahui seberapa besar alih fungsi lahan yang terjadi di D.I Kaji Luwing. Hasil analisis menunjukan bahwa D.I Kaji Luwing mengalami alih fungsi lahan yang cukup signifikan. Hal tersebut dibuktikan dengan alih fungsi lahan selama 10 tahun pada rentang 2007 – 2017 sebesar 79 ha. Menurut perhitungan alih fungsi lahan setiap tahun rata – rata mengalami penurunan sebesar 7.9 ha. Kurang dari 15 tahun yang akan datang diprediksi lahan persawahan di D.I Kaji Luwing dapat habis apabila pemerintah tidak membuka lahan persawahan baru dan pengendalian alih fungsi lahan yang terus terjadi. Untuk itu pemerintah perlu turun tangan untuk mengendalikan alih fungsi lahan yang terjadi pada D.I Kaji Luwing baik melakukan sosialisasi terhadap pemilik lahan maupun mengeluarkan peraturan tentang alih fungsi lahan.
The need for urban land is increasingly increasing. Agricultural land that once was increasingly diminished due to the fulfillment of the needs of both residence, public facilities, industry and government offices. This land use change causes irrigation debit requirement in paddy field to change. Therefore, it is necessary to analyze the changing needs of irrigation debit due to the conversion of rice fields. The research was conducted in Irrigation Area Kaji Luwing located in District Sumbang, Banyumas Regency. The analysis is based on the direct measurement of paddy field area in D.I Kaji Luwing and also conducted the measurement of the mainstay debit through the decreasing of rain data in Limpakuwus rain station. The data collection of paddy field area is also done to find out how big the land conversion that happened in D.I Kaji Luwing. The results of the analysis show that D.I Kaji Luwing experienced significant land conversion. This is evidenced by the transfer of land for 10 years in the range of 2007 - 2017 amounted to 79 ha. According to the calculation of land use change every year the average decreased by 7.9 ha. Less than 15 years to come predicted rice field in D.I Kaji Luwing can be exhausted if the government does not open new rice fields and control over land conversion that continues to occur. For that the government needs to intervene to control the transfer of land functions that occur in D.I Kaji Luwing both to socialize the landowners and issuing regulations on land conversion functions.
1763220679C1J013001ANALYSIS OF ECONOMIC INEQUALITY AMONG SUB DISTRICTS IN CILACAP REGENCY DURING 2010-2015Ketimpangan pembangunan ekonomi merupakan aspek yang umum terjadi dalam kegiatan ekonomi suatu daerah, termasuk di Kabupaten Cilacap. Ketimpangan ini pada dasarnya disebabkan oleh adanya perbedaan kandungan sumberdaya alam dan perbedaan kondisi demografi yang terdapat pada masing-masing wilayah. Akibat dari perbedaan ini, kemampuan suatu daerah dengan daerah lain dalam proses pembangunan ekonomi juga menjadi berbeda. Oleh sebab itulah, tidak mengherankan bilamana pada setiap negara/daerah biasanya terdapat wilayah maju dan wilayah terbelakang (Sjafrizal, 2008). Pada Kabupaten cilacap itu sendiri terdapat ketimpangan ekonomi yang cukup tinggi antar kecamatan, dimana ketimpangan ekonomi itu sendiri dipengaruhi oleh Ketimpangan jumlah lulusan perguruan tinggi, kemiskinan dan pertumbuhan penduduk.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Ketimpangan jumlah lulusan perguruan tinggi, kemiskinan dan pertumbuhan penduduk terhadap ketimpangan ekonomi antar kecamatan di Kabupaten Cilacap. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan matode analisis kuantitatif selama periode 2010 hingga 2015, serta objek penelitian ini adalah 24 kecamatan di Kabupaten Cilacap. Variabel independen yang digunakan antar lainKetimpangan jumlah lulusan perguruan tinggi, kemiskinan dan pertumbuhan penduduk, sedangkan variable dependen yang digunakan adalah ketimpangan ekonomi antar kecamatan di Kabupaten Cilacap. Adapun metode kuantitatif yang digunakan untuk menganalisis pengaruh antar variable adalah analisis Regresi Data Panel.
Dari penelitian yang telah dilakukan, maka didapatkan hasil bahwa variable ketimpangan jumlah lulusan perguruan tinggi, kemiskinan dan pertumbuhan penduduk berpengaruh positif terhadap ketimpangan ekonomi antar kecamatan di Kabupaten Cilacap.
Implikasi dari penelitian ini adalah sebaiknya pemerintah daerah Kabupaten Cilacap dapat lebih focus lagi terhadap upaya menurunkan ketimpangan ekonomi antar kecamatan sehingga tidak hanya terfokus pada peningkatan PDRB saja. Upaya tersebut diantaranya adalah meningkatakan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi, melakukan pembangunan yang merata guna mengatasi masalah kemiskinan, serta menggiatkan kembali program KB guna mengendalikan pertumbuhan penduduk.
The inequality of economic development is a common aspect in the economic activities of a region, including in Cilacap Regency. This inequality is basically due to differences in natural resource content and differences in demographic conditions in each region. As a result of these differences, the ability of an area with other regions in the process of economic development also becomes different. Therefore, it is not surprising that in every country / region there is usually a developed and backward region (Sjafrizal, 2008). In Cilacap Regency itself there is a fairly high economic inequality between districts, where the economic inequality itself is influenced by the high education inequality, poverty, and population growth.
The purpose of this study is to determine the effect of Inequality of the high education inequality, poverty and population growth to economic inequality among sub-districts in Cilacap Regency. Data analysis method used is descriptive analysis method and quantitative analysis method during period 2010 to 2015, and object of this research is 24 subdistricts in Cilacap Regency. Independent variables are used high education inequality, poverty and population growth, while the dependent variable used is the economic inequality among sub-districts in Cilacap Regency. The quantitative method used to analyze the influence between variables is the analysis of Data Panel Regression.
From the research that has been done, then got the result that variable high education inequality, poverty and population growth have positive effect to economic inequality among sub-district in Cilacap Regency.
The implication of this research is that local government of Cilacap Regency can focus more on efforts to reduce economic inequality among sub-districts so that it not only focus on increasing GRDP only. These efforts include improving the quality of human resources through higher education, making equitable development to overcome the problem of poverty, and re-activate the KB program to control population growth.
1763321513F1F013010An analysis on Riley’s emotion and memory in Inside Out Film.Penelitian yang berjudul “An analysis on Riley’s emotion and memory in Inside Out Film” mempunyai tujuan untuk menjelaskan lima emosi utama yang berada didalam karakter utama, yaitu Riley dan momen-momen Riley yang tersimpan di memory jangka pendek dan jangka panjang. Teori psikologi dalam sastra digunakan untuk memperlihatkan bagaimana aspek psikologi mempengaruhi seseorang dalam menghasilkan emosi dan mengingat momen-moment spesial yang dihadapi oleh Riley. Sebagai tambahan, teori emosi yang diajukan oleh Paul Ekman digunakan untuk menguraikan lima emosi utama dan teori memori juga digunakan untuk menguraikan momen-momen yang tersimpan dalam memori jangka pendek dan panjang Riley dan teori sinematografi digunakan untuk menjelaskan pengambilan gambar dalam, adegan tertentu. Data utama pada penelitian ini adalah film Inside Out. Dalam menganalisa, penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Peneliti menemukan lima karekter emosi utama dalam Riley, yaitu: Joy, Sadness, Anger, Fear dan Disgust. Emosi-emosi tersebut muncul ketika adanya interaksi dan situasi yang dihadapi oleh Riley. Lalu, peneliti menemukan momen-momen yang tersimpan dalam memori jangka pendek dan jangka panjang Riley. Memori jangka pendek dan jangka panjang yang terbentuk dalam Riley saling berhubungan dengan emosi yang dihasilkan oleh Riley.This research entitled “An analysis on Riley’s emotion and memory in Inside Out Film” is aimed to describe the basic emotions existing in the main character, Riley and Riley’s moments that attends short-term and long-term memory. The psychology of literature is used to reveal how psychology aspects influence people in producing emotion and remembering particular moments faced by Riley. In addition, the theory of emotion proposed by Paul Ekman is used to describe Riley’s five basic emotions; besides, the theory of memory is also used to describe moments that attends Riley’s short-term and long-term memory. In addition, the theory of cinematography is used to describe the camera shot in certain scenes. The primary data are taken from Inside Out film. In analyzing the data, the study uses qualitative method. The researcher finds five basic emotion characters in Riley: Joy, Sadness, Anger, Fear and Disgust. Those emotions are appeared through the interpersonal interaction and situation encountered by Riley. Moreover, the researcher finds the moments that attend to Riley’s short-term and long-term memory. Both Riley’s short-term and long-term memory that are formed, are interrelated to emotion produced by Riley.
1763420678A1C013008ANALISIS STRUKTUR PASAR SALAK PONDOH (Salacca zalacca) DI KECAMATAN LEKSONO KABUPATEN WONOSOBOKecamatan Leksono merupakan salah satu sentra produksi salak pondoh di Kabupaten Wonosobo. Masalah yang dihadapi petani salak pondoh adalah ketidakstabilan harga, terbatasnya informasi pasar, serta pasar yang dikendalikan oleh para pedagang salak pondoh. Kondisi ini akan mempengaruhi posisi tawar petani menjadi lemah. Tujuan penelitian: 1) Mengetahui pola saluran pemasaran salak pondoh di Kecamatan Leksono, 2) Mengetahui struktur pasar pada tingkat produsen (petani) dari sisi pembeli, pedagang pengumpul dari sisi pembeli, pedagang besar dari sisi pembeli dan pedagang pengecer dari sisi pembeli serta struktur pasar pada tingkat konsumen akhir dari sisi penjual, 3) Mengetahui besar marjin pemasaran salak pondoh pada setiap saluran pemasaran, 4) Mengetahui besarnya bagian harga yang diterima oleh petani (farmer’s share) pada setiap saluran pemasaran salak pondoh.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2017 di Kecamatan Leksono Kabupaten Wonosobo. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Penentuan sampel menggunakan multistage sampling. Tahap pertama pemilihan desa dan tahap kedua menggunakan stratified random sampling untuk petani dan snowball sampling untuk penentuan lembaga pemasaran. Analisis data yang digunakan adalah analisis pangsa pasar (market share), analisis CR4 (concentration ratio for biggest four), analisis marjin pemasaran serta analisis farmer’s share.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Terdapat tiga pola saluran pemasaran salak pondoh di Kecamatan Leksono, saluran pemasaran I terdiri atas petani – pedagang pengumpul - pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen akhir (64,28%), saluran pemasaran II terdiri atas petani - pedagang besar - pedagang pengecer – konsumen akhir (30,95%) dan saluran pemasaran III terdiri atas petani – pedagang pengecer – konsumen akhir (4,76%), 2) Struktur pasar tingkat produsen (petani) dari sisi pembeli merupakan oligopsoni, struktur pasar tingkat pedagang pengumpul dari sisi pembeli merupakan oligopsoni, struktur pasar tingkat pedagang besar dari sisi pembeli merupakan oligopsoni, struktur pasar tingkat pedagang pengecer dari sisi pembeli merupakan oligopsoni dan struktur pasar tingkat konsumen akhir dari sisi penjual merupakan oligopoli, 3) Marjin pemasaran terkecil terdapat pada saluran III sebesar Rp2.400,00 per kilogram, sedangkan pada saluran I dan II masing-masing sebesar Rp5.100,00 per kilogram dan Rp4.400,00 per kilogram, 4) Farmer’s share paling tinggi pada saluran III yaitu sebesar 66,00 persen, sedangkan pada saluran I dan II masing-masing sebesar 36,00 persen dan 41,00 persen.
Leksono Subdistrict is one of the production centers of salak pondoh in Wonosobo District. The big problems of salak pondoh farmers are price volatility, limited market information, and markets owned by salak pondoh traders. This condition will post the bargaining position of farmers to be weak. Research objectives: 1) To know the pattern of marketing channel of salak pondoh in Leksono Subdistrict, 2) To know market structure at producer (farmer) level from buyer side, collecting trader from buyer side, wholesaler from buyer side and retailer from buyer side and market structure at end consumer level from seller side; 3) To know the marketing margin of salak pondoh at every channel marketing, 4) To know the size of the farmer's share in each marketing channel salak pondoh.
This research was conducted from June to July in Leksono Subdistrict, Wonosobo District. The research method used is survey. Determination of sample using multistage sampling. The first stage of village selection and the second stage uses stratified random sampling for farmer and snowball sampling for marketing agencies. Data analysis used is market share analysis, CR4 analysis (concentration ratio for biggest four), marketing margin analysis and farmer's share analysis.
The results show: 1) There are 3 marketing channels of salak pondoh in Leksono Subdistrict, marketing channel I is composed of farmers - collector traders - wholesalers - end consumers (64,28%), full marketing channels II over farmers - wholesalers - retailers - end consumers (30,95%) and marketing channels III over farmer’s – retailers – end consumers (4,76%), 2) The market structure of producer (farmer) level from buyer side is oligopsoni, market structure of collecting trader level from buyer side is oligopsoni, market structure of wholesaler from buyer side is oligopsoni, , market structure of retailer from buyer side is oligopsoni and market structure at end consumer level from from seller side is oligopoly. 3) Additional marketing margin on channel III of Rp2.400,00 per kilogram, while in channels I and II amounting to Rp5.100,00 per kilogram and Rp4.400,00 per kilogram respectively. 4) The highest share of farmers in channel III is 66,00 percent, while on channel I and II each of 36,00 percent and 41,00 percent.
1763520680G1F013047PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS DEKOKTA DAUN SLATRI (Calophyllum soulattri Burm.F.) DAN AKTIVITASNYA PADA FUNGI Candida albicansLatar Belakang: Candida albicans merupakan patogen penyebab kandidiasis. Air perasan daun slatri memiliki aktivitas antifungi lebih baik dibandingkan ekstrak etanol daun slatri. Aktivitas antifungi disebabkan oleh kandungan metabolit sekunder. Salah satu sediaan farmasi berbasis air yaitu dekokta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dekokta daun slatri dan aktivitas
antifunginya terhadap Candida albicans.
Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium yang meliputi penyarian dengan metode dekokta. Kandungan metabolit sekunder dilihat dengan metode KLT dan uji aktivitas antifungi menggunakan metode dilusi padat untuk mengetahui nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM).
Hasil Penelitian: Pola kromatogram dekokta daun slatri menunjukkan hasil bahwa daun slatri mengandung flavonoid, xanthone, dan steroid. Hasil uji aktivitas antifungi yaitu KHM dekokta daun slatri sebesar 25% terhadap pertumbuhan Candida albicans.
Kesimpulan: Dekokta daun slatri mengandung flavonoid, xanthone, dan steroid serta nilai KHM dekokta daun slatri sebesar 25% yang termasuk kategori tidak memiliki aktivitas antifungi.
Kata kunci: calophyllum soulattri Burm F., dekokta, KLT, Candida albicans.
Background: Candida albicans is a pathogen that causes candidiasis. Water squeeze of slatri leaves has better antifungal activity than ethanolic extract of slatri leaves. This antifungal activity be caused by secondary metabolites. Decoct is one of water based pharmaceutical dosage form. The aim of this study was to investigate Thin Layer Chromatography (TLC) profile of slatri leaves decoct and antifungal activity
against Candida albicans.
Methodology: This research was a laboratory experimental study include extraction of slatri leaves using decoct method. Investigation of secondary metabolites using TLC method. Antifungal activity test against Candida albicans using solid dilution method to determine the Minimal Inhibitory Contentration (MIC).
Result: Chromatogram of slatri leaves decoct showed that slatri leaves decoct contains flavonoid, xanthone, and steroid and the MIC of slatri leaves decoct was 25% against Candida albicans.
Conclusion: Slatri leaves decoct contains flavonoid, xanthone, and steroid. The MIC of slatri leaves decoct was 25% which is classified no antifungal activity.
Keywords: calophyllum soulattri Burm.F., decoct, TLC, Candida albicans.
1763620675F1A013017DIBALIK PERNIKAHAN DINI (Studi Tentang Makna Pernikahan Bagi Pasangan Menikah Dini di Purwokerto Kabupaten Banyumas)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna pernikahan bagi pasangan menikah dini di Purwokerto Kabupaten Banyumas dan cara pasangan menikah dini menggelola kehidupan rumah tangganya. Sasaran utama penelitian ini adalah pasangan yang menikah dini diakibatkan karena “kecelakaan”. Pasangan yang menikah dini yang menjadi sasaran penelitian merupakan pasangan yang menikah tahun 2015, 2016 dan 2017 awal yang telah menjalani pernikahan dalam kurun waktu minimal 6 bulan. Dari keenam informan didapati bahwa pernikahan dini terjadi diakibatkan karena seseorang melakukan hubungan seksual di tempat yang sepi salah satunya di rumah dengan pasangannya padahal belum berstatus sebagai suami-istri atas dasar suka sama suka, khilaf, ada masalah dengan keluarga, maupun atas ajakan dari pasangan sehungga mengakibatkan adanya kehamilan yang tidak diinginkan atau yang disebut dengan karena “kecelakaan”. Pasangan yang melakukan pernikahan dini satu sama lain memiliki cara pandang yang berbeda tentang pernikahan. Umumnya mereka pasangan yang menikah dini memaknai pernikahan dengan hubungan antara seorang laki-laki dan perempuan yang disahkan melalui pernikahan menurut agama dan negara yang harapannya sampai maut memisahkan, di dalamnya mereka akan saling bekerjasama, saling mengisi satu sama lain, saling mengerti dan saling menggayomi sehingga kehidupan rumah tangganya. Orang tua dari keenam informan yang dijadikan sasaran utama penelitian masih turut andil terhadap kehidupan rumah tangga anaknya yang menikah pada usia dini baik dari segi finansial karena menantunya serta anaknya belum bekerja atau masih sulit dalam segi ekonominya, pengasuhan cucu dan yang terakhir memberi kuasa untuk anak, menantu, dan cucunya tinggal bersama mereka. Sehingga lebih dikenal dengan sebutan “Yayasan Mertua Indah
ABSTRACT
This study aims to determine the meaning of marriage for married couples early in Purwokerto Banyumas regency and the way married couples early to manage their household life. The main target of this research is couples who get married early due to "accident". Early married couples who are subjected to research are married couples in 2015, 2016 and early 2017 who have undergone marriage within a period of at least 6 months. Of the six informants it was found that early marriage was caused by someone having sexual intercourse in a lonely place at home with their partner but not yet married as husband and wife on the basis of likes, errors, problems with the family, and the invitation of the couple sehungga resulting in an unwanted pregnancy or the so-called "accident". Couples who make early marriages to each other have a different perspective on marriage. Generally those married couples interpreted the early marriage with the relationship between a man and woman who passed through marriage according to religion and state whose hope until death separates, in which they will work together, complement each other, understand each other and menggayomi each other home life. The parents of the six informants who were the main targets of the study still contributed to the married life of their married children at an early age both financially because their daughter-in-law and son had not worked or were still difficult in terms of economics, granddaughter's care and the last to empower children, son-in-law, and grandson live with them. So better known as "Yayasan Mertua Indah
1763721516F1J013025REPRESENTASI PANDANGAN PEREMPUAN JEPANG TERHADAP PERNIKAHAN DALAM DORAMA WATASHI GA REN’AI DEKINAI RIYUU Penelitian ini berjudul “Representasi Pandangan Perempuan Jepang terhadap Pernikahan dalam Dorama Watashi ga Ren’ai Dekinai Riyuu”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pandangan perempuan Jepang terhadap pernikahan dalam dorama Watashi ga Ren’ai Dekinai Riyuu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik simak catat, sedangkan analisis data dilakukan dengan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian dalam dorama ini menunjukkan bahwa; pernikahan dipandang oleh Fujii Emi sebagai hal yang tidak lah penting dari karier, pernikahan dipandang oleh Ogura Saki sebagai hal yang mengekang kebebasan, pernikahan dipandang oleh Hanzawa Mako sebagai hal yang penting dan harus diperjuangkan serta serius, pernikahan dipandang oleh Shiraishi Misuzu sebagai sekedar hubungan resmi antara laki-laki dan perempuan tanpa memahami peran istri yang sebenarnya. Jadi bagi perempuan Jepang di umur 27 tahun dan cukup untuk menikah, masih memillih untuk mengejar karier daripada menikah. Itu menunjukkan bahwa pernikahan adalah sebuah pilihan.The present research is relating to The Representation of marriage from Japanese women’s point of view in Watashi ga Ren’ai Dekinai Riyuu dorama. The objective of research is to describe marriage from Japanese women’s point of view in that dorama. This is a qualitative descriptive study by using Simak Catat technique and descriptive analysis method. The results of this research is that; marriage eccording to Fujii Emi is not as that important than the career, marriage eccording to Ogura Saki seen as something that will confine their independence as women, marriage eccording to Hanzawa Mako seen as important thing and should be fought for and serious thing, marriage eccording to Shiraishi Misuzu seen as just a legal relationship between woman and man without realize the role of wife. Therefore Japanese women at the age 27 and enough to get married, still choose pursue a career rather than marriage. It shows that marriage is an option.
1763820699G1B012037Hubungan Pengetahuan Gizi dan Pola Makan Goitrogenik dengan Kadar Iodium dalam Urin (IUE) pada Wanita USia Subur di Desa Kebumen Kecamatan BaturradenLatar Belakang: Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius. Kelompok rentan terkena GAKI salah satunya adalah wanita usia subur (WUS). Faktor penyebab terjadinya GAKI adalah pengetahuan gizi dan pola makan goitrogenik. Prevalensi penderita gondok di Kecamatan Baturraden sebesar 35.38% dan jumlah penderita GAKI di Desa Kebumen sebesar 3.75%.

Tujuan: Untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan gizi dan pola makan goitrogenik dengan kadar iodium dalam urine (IUE) pada wanita usia subur (WUS).

Metode: Desain studi menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita usia subur di Desa Kebumen Kecamatan Baturraden berjumlah 806. Subyek penelitian berjumlah 31 WUS dan teknik pengambilan sampel menggunakan metode simpel random sampling. Analisis statistik menggunakan uji Chi-square.

Hasil: Responden memiliki pengetahuan gizi yang kurang (54.8%), pola makan goitrogenik yang baik (51.6%), kadar IUE tidak baik (61.3%). Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan gizi dan pola makan goitrogenik dengan IUE dengan nilai p = 0.242 dan 0.379.

Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara pengetahuan gizi dan pola makan goitrogenik dengan kadar iodium dalam urine (IUE) pada wanita usia subur (WUS).

Kata kunci: GAKI, Pengetahuan, Goitrogenik, IUE
Background: Iodine Deficiency Disorders (IDD) is one of the serious health problems. Community group which is very vulnerable to impact of IDD is Child-Bearing-Age Women (CBAW). Risk factors of IDD include knowledge of nutrition and consumption behavior of goitrogenic food. The prevalence of goiter in Kecamatan Baturraden were 35.38% and the amount of IDD in Desa Kebumen were 3.75%.

The Objective of Research: The aim of this research was to find out whether there was correlation between knowledge of nutrition and consumption behavior of goitrogenic food of CBAW.

Method: Design of study was analytic survey with cross sectional approach. Population of this research were 806 Child-Bearing-Age Women in Desa Kebumen Kecamatan Baturraden. There were 31 participants CBAW who were chosen randomly (simple random sampling). The data were analyzed by Chi-square test.

Result: The percentage of participants who had less knowledge of nutrition (54.8%), had good consumption behavior of goitrogenic food (51.6%), had not good the iodine status (61.3%). The results of analysis, there was no any correlation between knowledge of nutrition and consumption behavior of goitrogenic food and iodine status with p = 0.242 and p = 0.379.

Conclusion: There was no any correlation between knowledge of nutrition and consumption behavior of goitrogenic food and iodine status.

Key Words: IDD, Knowledge of nutrition, Goitrogenic, Iodine status
1763920719H1D012066OPTIMASI PEMANFAATAN AIR IRIGASI DAERAH IRIGASI ARCA KABUPATEN BANYUMAS Daerah Irigasi Arca dengan luas areal potensial 1215 Ha yang mengaliri lima Kecamatan yaitu Kecamatan Baturaden, Kembaran, Purwokerto Timur, Sokaraja, dan Kalibagor di Kabupaten Banyumas saat ini mengalami kondisi yang buruk yang ditandai dengan rusaknya beberapa saluran irigasi. Hal ini menyebabkan banyak kehilangan air, sehingga berpotensi mengurangi tingkat ketersediaan air.Perbaikan saluran irigasi membutuhkan biaya yang cukup besar, maka salah satu upaya untuk mengoptimalkan penggunaan air adalah dengan metode optimasi.
Dalam penelitian ini dilakukan analisis ketersediaan air irigasi, analisis kebutuhan air irigasi, analisis neraca air, optimasi dan perbandingan pola tanam eksisting dengan hasil optimasi solver. Analisis neraca air dilakukan tiap periode setengah bulanan antara ketersediaan dan kebutuhan air berdasarkan pola tanam padi-padi-palawija dengan 3 (tiga) alternatif jadwal tanam dengan efisiensi saluran 0,55, dan 0,65. Dalam optimasi dilakukan pendekatan model optimasi program linier menggunakan perangkat lunak solver yang tersedia pada Microsoft Excel.
Dari perbandingan pola tanam eksisting dengan hasil perhitungan solver untuk efisiensi 0,55 diperoleh kelebihan air sebesar 0,65 lt/dt dalam satu tahun dan untuk efisiensi 0,65 tidak diperoleh kelebihan air.
Arca Irrigation area with 1215 Ha covering five districts of Baturaden, Kembaran, Purwokerto Timur, Sokaraja, and Kalibagor in Banyumas Regency is currently under bad condition due to the damage of some irrgigation channels. This has led to an excessive water loss, making it possible to have insufficient water supply. The cost of channels reparation can be quite expensive and therefore one alternative to optimize water consumption is by using optimization method.
This research comprises analysis of water irrigation availability, water irrigation requirement, water balance, optimization and comparison of existing planting pattern with the result of solver optimization. Analysis of water balance between water requirement and water availability with planting pattern of paddy - paddy -crops by 3 (three) alternatives schedules of half monthly periode with 0.55 and 0.65 of irrigation efficiency. Optimization is done by linear programme approach using solver software of Microsoft Excel.
From the comparison between the existing plant and the calculation by solver, it is obtained the excess water 0,65 lt/s for efficiency of 0,55 a year. While for the efficiency of 0,65 a year there no one of excess water
1764020674F1A013069PEREMPUAN DALAM INDUSTRI KECIL MENENGAH (IKM) SENI UKIR
(Studi mengenai Kehidupan Buruh di Desa Kecapi Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara)

Penelitian ini untuk mengetahui kehidupan buruh perempuan dalam indutri kecil menengah dan mengetahui hubungan antara pemilik industri dengan buruh yang ada pada industri. kehidupan perempuan buruh amplas meliputi kehidupan ekonomi dan kehidupan sosial. Dalam kehidupan ekonomi perempuan bekerja sebagai buruh amplas untuk membantu mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Pendapatan yang mereka terima setiap minggunya hanya cukup untuk kebutuhan pokok. Perempuan buruh amplas menambah pendapatan ekonomi di luar pekerjaannya dengan memiliki usaha sampingan. Kehidupan sosial buruh amplas dimulai dari keluarga, di dalam industri dan di masyarakat. Buruh perempuan harus bisa membagi waktu antara berkumpul dengan keluarga dan bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. Bekerja dalam suatu industri dengan kurun waktu yang lama menjadikan buruh amplas terikat mulai dari adanya hubungan kerja dan hubungan sosial dalam industri tersebut. Pada hubungan kerja terdapat hubungan eksploitatif pada buruh perempuan, khususnya pada perempuan yang hamil tidak mendapatkan fasilitas dari pihak majikan. Semua buruh memiliki jam kerja dan fasilitas yang sama.The research of this study that the life of female workers sandpaper covers economic life and social life. Lack of fulfillment of life needs is one of the causes of working women and they are willing to work under any circumstances. Work as a sandpaper worker in a small to medium scale industry is a solution for someone whose economic condition has not been met. Women who work as sandpaper workers can help meet the needs of their families.In the economic life of women working as sandpaper workers to help meet the needs of family life. They work in the Art Industry carving every day for about 7 hours. The income they spend per week is just enough for basic needs. A sandpaper worker adds to her economic income outside her job by having a side business. The social life of sandpaper workers starts from family, in industry and in society. Working in an industry with long periods of time makes sandpaper workers bound from the existence of working relationships and social relationships within the industry. The relationship between laborers and employers is based on mutual need.