Home
Login.
Artikelilmiahs
20675
Update
ANISA LIDYA PERMATASARI
NIM
Judul Artikel
DIBALIK PERNIKAHAN DINI (Studi Tentang Makna Pernikahan Bagi Pasangan Menikah Dini di Purwokerto Kabupaten Banyumas)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna pernikahan bagi pasangan menikah dini di Purwokerto Kabupaten Banyumas dan cara pasangan menikah dini menggelola kehidupan rumah tangganya. Sasaran utama penelitian ini adalah pasangan yang menikah dini diakibatkan karena “kecelakaan”. Pasangan yang menikah dini yang menjadi sasaran penelitian merupakan pasangan yang menikah tahun 2015, 2016 dan 2017 awal yang telah menjalani pernikahan dalam kurun waktu minimal 6 bulan. Dari keenam informan didapati bahwa pernikahan dini terjadi diakibatkan karena seseorang melakukan hubungan seksual di tempat yang sepi salah satunya di rumah dengan pasangannya padahal belum berstatus sebagai suami-istri atas dasar suka sama suka, khilaf, ada masalah dengan keluarga, maupun atas ajakan dari pasangan sehungga mengakibatkan adanya kehamilan yang tidak diinginkan atau yang disebut dengan karena “kecelakaan”. Pasangan yang melakukan pernikahan dini satu sama lain memiliki cara pandang yang berbeda tentang pernikahan. Umumnya mereka pasangan yang menikah dini memaknai pernikahan dengan hubungan antara seorang laki-laki dan perempuan yang disahkan melalui pernikahan menurut agama dan negara yang harapannya sampai maut memisahkan, di dalamnya mereka akan saling bekerjasama, saling mengisi satu sama lain, saling mengerti dan saling menggayomi sehingga kehidupan rumah tangganya. Orang tua dari keenam informan yang dijadikan sasaran utama penelitian masih turut andil terhadap kehidupan rumah tangga anaknya yang menikah pada usia dini baik dari segi finansial karena menantunya serta anaknya belum bekerja atau masih sulit dalam segi ekonominya, pengasuhan cucu dan yang terakhir memberi kuasa untuk anak, menantu, dan cucunya tinggal bersama mereka. Sehingga lebih dikenal dengan sebutan “Yayasan Mertua Indah
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT This study aims to determine the meaning of marriage for married couples early in Purwokerto Banyumas regency and the way married couples early to manage their household life. The main target of this research is couples who get married early due to "accident". Early married couples who are subjected to research are married couples in 2015, 2016 and early 2017 who have undergone marriage within a period of at least 6 months. Of the six informants it was found that early marriage was caused by someone having sexual intercourse in a lonely place at home with their partner but not yet married as husband and wife on the basis of likes, errors, problems with the family, and the invitation of the couple sehungga resulting in an unwanted pregnancy or the so-called "accident". Couples who make early marriages to each other have a different perspective on marriage. Generally those married couples interpreted the early marriage with the relationship between a man and woman who passed through marriage according to religion and state whose hope until death separates, in which they will work together, complement each other, understand each other and menggayomi each other home life. The parents of the six informants who were the main targets of the study still contributed to the married life of their married children at an early age both financially because their daughter-in-law and son had not worked or were still difficult in terms of economics, granddaughter's care and the last to empower children, son-in-law, and grandson live with them. So better known as "Yayasan Mertua Indah
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save