Artikel Ilmiah : F1A013074 a.n. NURFAIZAH

Kembali Update Delete

NIMF1A013074
NamamhsNURFAIZAH
Judul ArtikelSTRATEGI BERTAHAN HIDUP PETANI SINGKONG DI DESA LANGGAR KECAMATAN KEOBONG KABUPATEN PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Desa Langgar merupakan desa dengan penghasil panen singkong terbesar di kecamatan kejobong namun, terdapat permasalahan dari harga singkong yang rendah yaitu Rp 600,- per Kg dan masa panen yang lama selama sembilan bulan memunculkan masalah bagi petani singkong dalam bertahan hidup. Oleh sebab itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi apa yang dilakukan oleh petani singkong dalam bertahan hidup juga alasan apa yang mendasari petani singkong tetap menanam singkong sekalipun harga hasil tani singkong rendah.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif untuk mengetahui cara pandang petani singkong sebagai informan secara lebih mendalam. Peneliti juga mendapatkan informasi lebih mengenai, Informan penelitian secara pribadi dalam mendifinisikan permasalahan yang mereka alami juga, dalam mendefinisikan penanganan masalah yang dialaminya. Pemilihan Informan dan teknik penentuanya menggunakan purposive sampling dan teknik analisis kualitatif secara interaktif menurut Miles dan Huberman.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa, berdasarkan tindakan rasional (Ritzer, 2011) yang dilakukan petani singkong dengan tetap menanam komoditi singkong sekalipun harganya rendah, dilatar belakangi dari tiga aspek kehiduapan yaitu; sosial, ekonomi dan lingkungan. Strategi bertahan hidup yang dilakukan oleh petani singkong tergolong dalam dua strategi yang menginduk berdasarkan analisis SWOT yaitu strategi internal yaitu penanaman komoditi lain, hemat dalam pengeluaran dan mencari penghasilan tambahan. Kedua, strategi eksternal yaitu, melakukan pinjaman dan menjalin kehidupan tolong menolong.
Saran dalam penelitian ini kepada petani singkong diharapkan untuk meningkatkan keterampilan dengan keterbatasan yang ada dengan memanfaatkan secara maksimal sumberdaya yang dimilikinya.

Kata Kunci: Petani singkong, tindakan rasional, strategi bertahan hidup
Abtrak (Bhs. Inggris)Langgar village is the biggest cassava harvesting village in Kejobong sub district but there are problems from low price of cassava which is Rp 600, - per kg and long harvest time for nine months raises the problem for cassava farmers in survival. Therefore, this research is done to know what strategy conducted by cassava farmer in survival also the reason what underlying cassava farmer keep planting cassava even though price of cassava farmer yield is low. The method used in this research is qualitative descriptive to know the way of view of cassava farmer as informant in more depth. Researchers also get more information about, Informant research personally in defining the problems they are experiencing as well, in defining the handling of problems they experienced. Selection of informants and techniques penentuanya use purposive sampling and qualitative analysis techniques interactively according to Miles and Huberman. The results revealed that, based on the rational action taken by cassava farmers by planting cassava commodities even though the price is low, the background of three aspects of life namely; social, economic and environmental issues. The survival strategy of cassava farmers is categorized into two strategies based on SWOT analysis: internal strategy that is planting other commodities, saving in expenditure and looking for additional income. Second, external strategies that are, make loans and make life help to help.Suggestion in this research to cassava farmers is expected to improve the skills with the existing limitations by utilizing maximally its resources

Keywords: Cassava Farmers, rasional action, survival strategy
Kata kunciPetani singkong, tindakan rasional, strategi bertahan hidup
Pembimbing 1Dr. Masrukin, M.Si
Pembimbing 2Drs. Tri Sugiarto, M.Si
Pembimbing 3Niken Paramarti D, S.Sos. M.Si
Tahun2018
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2018-01-17 10:43:31.07624
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.