Home
Login.
Artikelilmiahs
21516
Update
REGITA SUSANTI DEWI
NIM
Judul Artikel
REPRESENTASI PANDANGAN PEREMPUAN JEPANG TERHADAP PERNIKAHAN DALAM DORAMA WATASHI GA REN’AI DEKINAI RIYUU
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul “Representasi Pandangan Perempuan Jepang terhadap Pernikahan dalam Dorama Watashi ga Ren’ai Dekinai Riyuu”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pandangan perempuan Jepang terhadap pernikahan dalam dorama Watashi ga Ren’ai Dekinai Riyuu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik simak catat, sedangkan analisis data dilakukan dengan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian dalam dorama ini menunjukkan bahwa; pernikahan dipandang oleh Fujii Emi sebagai hal yang tidak lah penting dari karier, pernikahan dipandang oleh Ogura Saki sebagai hal yang mengekang kebebasan, pernikahan dipandang oleh Hanzawa Mako sebagai hal yang penting dan harus diperjuangkan serta serius, pernikahan dipandang oleh Shiraishi Misuzu sebagai sekedar hubungan resmi antara laki-laki dan perempuan tanpa memahami peran istri yang sebenarnya. Jadi bagi perempuan Jepang di umur 27 tahun dan cukup untuk menikah, masih memillih untuk mengejar karier daripada menikah. Itu menunjukkan bahwa pernikahan adalah sebuah pilihan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The present research is relating to The Representation of marriage from Japanese women’s point of view in Watashi ga Ren’ai Dekinai Riyuu dorama. The objective of research is to describe marriage from Japanese women’s point of view in that dorama. This is a qualitative descriptive study by using Simak Catat technique and descriptive analysis method. The results of this research is that; marriage eccording to Fujii Emi is not as that important than the career, marriage eccording to Ogura Saki seen as something that will confine their independence as women, marriage eccording to Hanzawa Mako seen as important thing and should be fought for and serious thing, marriage eccording to Shiraishi Misuzu seen as just a legal relationship between woman and man without realize the role of wife. Therefore Japanese women at the age 27 and enough to get married, still choose pursue a career rather than marriage. It shows that marriage is an option.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save