Home
Login.
Artikelilmiahs
19176
Update
ADINDA FIQIH DAMAYANTI
NIM
Judul Artikel
MAYANG (STUDI TENTANG PEMUDA NELAYAN DI KELURAHAN TEGALSARI, KOTA TEGAL)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemuda di Kelurahan Tegalsari Kota Tegal menjadi mayang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dimana menggunakan teknik penentuan sasaran penelitian snowball sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis datanya menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemuda di Kelurahan Tegalsari menjadi mayang dimulai ketika mereka selesai menamatkan pendidikannya pada jenjang SD dan SMP, adapun beberapa diantara mereka merupakan pemuda putus sekolah pada jenjang SMP. Para pemuda mayang enggan melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya karena lebih memilih bekerja menjadi mayang. Beberapa faktor yang melatarbelakangi para pemuda tersebut memilih menjadi mayang yaitu, pertama faktor kemiskinan, dimana pada umumnya para pemuda tersebut berasal dari keluarga yang kurang mampu. Kedua pengaruh lingkungan baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial yang notabene merupakan pemukiman nelayan dimana terdapat banyak pemuda mayang yang telah memiliki penghasilan yang terbilang cukup banyak dari hasil melaut sehingga membuat banyak pemuda lainnya tergiur untuk menjadi seorang mayang. Penghasilan yang diperoleh tidak serta merta hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga saja, tetapi juga untuk memenuhi pola hidup mewah seperti membeli motor baru, perhiasan, dan sebagainya. Hanya ada beberapa jenis kapal ikan tertentu yang menunjang para mayang memperoleh penghasilan belasan hingga puluhan juta rupiah, yaitu Kapal Dogolan dan Kapal Kursin freezer. Bekerja menjadi mayang bukan tanpa resiko, mereka harus menghadapi ancaman badai, perompak, hingga kasus pidana jika melewati batas ketentuan wilayah tangkap ikan yang telah diatur dalam Peraturan Kementrian Perikanan dan Kelautan. Melihat permasalahan yang ada pemuka masyarakat, Paguyuban Nelayan Kota Tegal (PNKT), Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Dinas Pendidikan Kota Tegal, dan aparat Kelurahan Tegalsari rupanya tidak menaruh perhatian khusus dalam menyikapi permasalahan yang diwariskan secara turun-temurun tersebut. Hasil penelitian membuktikan bahwa tidak ada program khusus yang dimiliki oleh seluruh institusi masyarakat terkait dalam menyikapi permasalahan pemuda mayang.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aims to understand the process how young men, in Tegalsari become mayang or crew of fishing boat. It is qualitative research in which the researcher used snowball sampling. In this research, techniques of data collection are deep interview, documentation, and observation. Meanwhile, the researcher used interaction analysis in technique of data analysis. The result of this research shows that the process of how the young men in Tegalsari become crew of fishing boat begin after graduated from Elementary and Junior School. Some of them are dropout from their school. They have no intention to continue their study since they prefer to work as mayang. Some factors influence their decision. First, they come from lower class of society. They are forced to work for money in early age. Second, environmental influences both physical and social environment that in facts itis a fishermen settlement which has a lot of youth mayang who already have a high income from fishing, and thus it makes other youth tempted to become a mayang. Moreover, their income is not merely to fulfill the needs of their family. It sometimes used to have luxury lifestyle such as owning new motorcycle, jewelry and many others. There are only two fishing boats which can support mayang to gain much money from fishing. They are Dogolan and Kursin freezer ship. Working as mayang has obvious risk. They have to face threat against storm, pirates and even criminal law if they go through the border of fishing territory legalized by Ministry of Maritime and Fisheries Affairs.. By seeing the phenomenon, the researcher concludes that most related organizations and institutions such as Paguyuban Nelayan Kota Tegal (PNKT), Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Department of Education Tegal and staff of administrative Tegalsari have no serious concern to response over this social issue. There is no special policy from those institution to overcome the issue related with young men become mayang.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save