Home
Login.
Artikelilmiahs
19173
Update
FELLY WIDYA AYU HAPSARI
NIM
Judul Artikel
PENYIDIKAN DALAM TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA DI POLRES BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Salah satu cara yang digunakan oleh penegak hukum untuk mengungkapkan tindak pidana pembunuhan berencana ini adalah Upaya pengumpulan barang bukti dan alat bukti yang merupakan sarana pembuktian itu berperan dan berfungsi pada saat penyidik mulai melakukan tindakan penyidikan.Ancaman hukumannya lebih berat dari pembunuhan biasa karena adanya unsur yang direncanakan terlebih dahulu (Pasal 340 KUHP). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pelaksanaan tindak pidana pembunuhan berencana, khususnya yang terjadi di wilayah Polres Banyumas. Selain itu ditujukan juga untuk mengetahui yang menjadi hambatan bagi penyidik tindak pidana pembunuhan berencana. Guna mencapai tujuan tersebut maka penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Yuridis Sosiologis. Data Primer dan Data Sekunder yang terkumpul kemudian diolah, dianalisa, dan disajikan menjadi satu kesatuan yang utuh. Berdasarkan hasil penelitian menyatakan bahwa pelaksanaan penyidikan tindak pidana pembunuhan berencana dari pelaksanaan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP),dimulai dariadanya laporan atau pengaduan dari seseorang yang mengetahui, melihat, dan mengalami sendiri tentang adanya atau terjadinya suatu tindak pidana kepada polisi yang bertindak sebagai penyidik dan diakhiri dengan penyerahan berita acara mengenai pelaksanaan penyidikan dari pejabat penyidik kepada penuntut umum, serta pengembalian terhadap penyidik apabila ada kekurangan, persiapan penanganan TKP,perjalanan menuju TKP, Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP), olah TKP yang terdiri dari pemotretan,pembuatan sketsa, pengumpulan barang bukti,penanganan korban,saksi,dan pelaku, pengorganisasian olah TKP dan akhir penanganan TKP. Hambatan yang dihadapi penyidik terbagi atas dua bagian yakni kendala dari luar kepolisian berupa faktor waktu,faktor cuaca, dan kendala dari dalam kepolisian berupa faktor dari personil ,minimnya sarana dan prasarana .
Abtrak (Bhs. Inggris)
One of the ways used by law enforcement to disclose the crime of premeditated murder is the effort of collecting evidence which is a means of proof that plays and functions when the investigator starts to conduct investigative action. The threat of punishment is heavier than ordinary murder because of the planned element (Article 340 of the Criminal Code).This study was conducted with the aim to know the implementation of criminal acts of premeditated murder, especially those that occurred in the POLRES Banyumas. In addition it is also aimed to find out which is an obstacle for investigators of criminal acts of premeditated murder. In order to achieve these objectives, this research is conducted by using the sociological juridical approach. Primary data and secondary data collected then processed, analyzed, and presented into a unified whole.Based on the results of the research stated that the implementation of the investigation of the criminal act of premeditated murder from the crime scene (TKP) processing, starts from a report or complaint from someone who knows, sees and experiences on the existence or occurrence of a crime to the police acting as investigator and ends with the submission of official report on the investigation of the investigator's official to the prosecutor,and the return of the investigator in case of deficiency, the preparation for the crime scene, the journey to the scene, the First Action at the Crime Scene (TPTKP), the crime scene which consists of shooting, sketching , the collection of evidence, the handling of victims, witnesses, and perpetrators, the crime scene organization and the end of the crime scene. The obstacles faced by the investigator are divided into two parts: externalobstacles such as time factor, weather factor, and from internal obstacle such as personnel’s factor, lack of facilities and infrastructure.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save