Artikelilmiahs

Menampilkan 15.641-15.660 dari 49.876 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1564118946D1E010107PEMBERIAN EKSTRAK ARES POHON PISANG TERHADAP KADAR KOLESTEROL DAN GLUKOSA DARAH KELINCI YANG TERINFEKSI Eimeria sp

Abstrak
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak ares pohon pisang terhadap kolesterol dan glukosa darah pada kelinci yang terinfeksi eimeria sp dengan pemberian pada dosis ekstrak yang berbeda. Kelinci yang digunakan adalah kelinci peranakan rex jantan lepas sapih umur 2 bulan sebanyak 25 ekor kelinci dengan bobot 600-700 gr. Penelitian menggunakan metode experimental. Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL)significant ekstrak yang diberikan ada 5 macam yaitu D0=0 mg (kontrol), D1=100 mg, D2=200 mg, D3=300 mg, dan D4=400 mg. Data dianalisis dengan menggunakan analisis variansi dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak ares pohon pisang tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap jumlah total kadar kolesterol dan glukosa darah kelinci.
The aims of this research was to know the effect of banana ares trees extracts on cholesterol and glucose rabbits that infected with Eimeria sp by giving different doses of banana ares extract. In this research was used 25 male rabbit rex post wean age of 2 months with a weight of 600 - 700 gr. This research using the experimental methods. Completely Randomized Design (CRD) method. There was 5 kind dose of extract, D0 = 0 mg (control), D1 = 100 mg, D2 = 200 mg, 300 mg = D3, and D4 = 400 mg. Data were analyzed using variance analysis and followed by a test of Honestly Significant Difference (HSD). The results showed that the banana ares extract have no significant effect (P> 0.05) on the total amount of cholesterol and blood glucose rabbit.
1564219032F1D013001ORANG KUAT LOKAL DALAM PEMILIHAN WALIKOTA BANJAR TAHUN 2013Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tumbuh dan bertahannya orang kuat lokal melalui pemilihan Walikota Banjar tahun 2013. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Analisis data penelitian ini, menggunakan metode analisis model interaktif Miles dan Huberman. Penelitian ini berfokus pada keterlibatan orang kuat lokal di Kota Banjar dalam pemilihan Walikota Banjar tahun 2013. Sasaran yang dituju dalam penelitian ini adalah Pemerintahan Daerah Kota Banjar, anggota DPRD Kota Banjar, Partai Politik di Kota Banjar, kalangan media massa khususnya media lokal, tokoh masyarakat, serta organisasi masyarakat (Ormas) di Kota Banjar. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan pengambilan data menggunakan wawancara mendalam kemudian divalidasi dengan metode trianggulasi data.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa keterlibatan orang kuat lokal dalam pilwalkot Banjar tahun 2013 itu, tidak lain untuk melanggengkan kekuasaan oligarki Dr. Herman Sutrisno. Keterlibatan orang kuat lokal tersebut mencangkup dari pencalonan Hj. Ade Uu Sukaesih sebagai kandidat Walikota Banjar, serta strategi kampanye politik yang digunakan Hj. Ade Uu Sukaesih pada Pilwalkot Banjar tahun 2013. Akhir penelitian ini, menghasilkan kesimpulan bahwa kemenangan dari Hj. Ade Uu Sukaesih merupakan keberhasilan orang kuat lokal dalam mempertahankan kekuasaannya di Kota Banjar sehingga berdampak kepada pemerintahan yang cenderung ke arah oligarki politik.
The study is titled "Local Strongmen in Election of Banjar Mayor in 2013." This study describes the growth and persistence of local strongmen through the election of Banjar mayor in 2013. Where the victory of Hj. Ade Uu Sukaesih is the result of the involvement of a local strongmen in maintaining their power in Banjar City, thus affecting the government that tends toward the political oligarchy.
This study uses qualitative research method with case study approach. Data analysis was done by Miles and Huberman interactive model analysis method. This study focuses on the involvement of local strongmen in Banjar City in Banjar Mayor election 2013. The target of this study is Banjar City Government, Banjar City DPRD member, Political Party in Banjar City, mass media especially local media, Community leaders, and community organizations (CBOs) in Banjar city. Selection of informants using purposive sampling and data retrieval using in-depth interview then validated by data triangulation method.
The results of this study indicate that the involvement of strong local people in Election of Banjar Mayor in 2013, to perpetuate the oligarchic power Dr. Herman Sutrisno. The involvement of the local strong man is from the nomination of Hj. Ade Uu Sukaesih as the candidate of Mayor of Banjar, as well as the political campaign strategy used by Hj. Ade Uu Sukaesih in Election of Banjar Mayor in 2013. In the end this reseacrh the victory of Hj. Ade Uu Sukaesih is the success of the local strongmen in maintaining their power in Banjar city, thus affecting the government that tends toward the political oligarchy.
1564318947C1L013025ANALYSIS OF EARNINGS MANAGEMENT EFFECTS TOWARDS COMPANY’S PERFORMANCE, WITH AUDIT QUALITY AS MODERATING VARIABLE (EMPIRICAL STUDY AT MANUFACTURING COMPANY LISTED ON INDONESIAN STOCK EXCHANGE)
Adanya tindakan mementingkan diri sendiri di pihak manajer perusahaan dengan mengesampingkan kepentingan investor adalah ciri utama dari adanya konflik kepentingan yang ditimbulkan dari masalah keagenan. Salah satu penyebab terjadinya praktik earnings management adalah timbulnya masalah-masalah keagenan yang dipicu dari adanya pemisahan peran antara pemegang saham (principal) dengan pengelola / manajemen perusahaan (agent). Praktik earnings management dapat mempengaruhi relevansi penyajian laporan keuangan sehingga laporan keuangan tidak membantu bahkan dapat menyesatkan para pemakainya dalam mengevaluasi peristiwa masa lalu. Jasa audit dapat mengu-rangi asimetri informasi antara manajer dan stakeholder perusahaan dengan memperbolehkan pihak luar untuk memeriksa validitas laporan keuangan (Jensen dan Meckling, 1976). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris pengaruh real earnings management dan accrual earnings management terhadap kinerja perusahaan dengan kualitas audit sebagai variabel pemoderasi.
Penelitian ini menggunakan 4 variabel yaitu real earnings management, accrual earnings management, kualitas audit, dan kinerja perusahaan. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik sampel bertujuan. Total sampel dalam penelitian ini adalah 208 data laporan keuangan. Tetapi dengan adanya data yang terkena outlier, data yang tersisa adalah 126 laporan keuangan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Multiple Regression Analysis. Hasilnya menunjukan bahwa real earnings managemet berpengaruh signifikan terhadap kinerja persusahaan, sedangkan accrual earnings management terbukti tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan Kualitas audit yang diproksikan dengan ukuran kantor akuntan publik dan diukur dengan membandingkan nilai F menggunakan Chow-Test membuktikan adanya perbedaan pada pengaruh earnings management terhadap kinerja perusahaan pada perusahaan yang diaudit oleh KAP Big-4 dan KAP Non Big-4.
The selfishness of manager in a company can be with override the investors interests is a central feature of the conflict of interest arising from the agency problem. One of the reasons behind earnings management practices is the emergence of the problems triggered by the separation of the roles between shareholders (principal) and management of the company (the agent). Earnings management practices can affect the relevance of financial statement so that the financial statement can not help even it can be mislead the users to evaluate the past events. Audit services can reduce Assymetrical Information between managers and stakeholders of the company by allowing outsiders to check the validity of financial statement (Jensen and Meckling, 1976). This research aiming to empicial analyze the effect of real earnings management and accrual earnings management towards the company’s performance with audit quality as the moderating variabel.
This research is using 4 variables, which are real earnigns management, accrual earnings management, audit quality, and company’s performance. This reasearch samples chosen by purposive sampling criteria. The total of the sample in this research is 208 financial statements. But because some of the samples has been removed because of the outlier test, the sample is 126 financial statements left. The analysis method used in this research is is Multiple Regression Analysis. The result showed that real earnigns management has significant influence towards company’s performance, meanwhile accrual earnings management has no influence towards the earnings management. Audit quality which proxied by public accounting firm size and measured by comparing the Fstatistic using Chow-Test, prove that there is significant different on earnings management towards the company’s performance on the company which audited by Big-4 and Non-Big4
1564418951G1G013045EFEK EKSTRAK ETANOL, ETIL ASETAT, DAN DIKLOROMETANA BATANG SEREH (Chymbopogon nardus L.) TERHADAP INHIBISI AKTIVITAS ENZIM GLUKOSILTRANSFERASE (GTF)
PADA Streptococcus mutans

Bakteri penyebab karies gigi adalah Streptococcus mutans. Bakteri tersebut memproduksi enzim glukosiltransferase (GTF) yang dapat menyebabkan karies karena mampu mengubah sukrosa menjadi glukan. Glukan dimanfaatkan sebagai media perlekatan bakteri dan tempat terjebaknya hasil fermentasi berupa asam yang mengakibatkan karies gigi. Tanaman sereh (Chymbopogon nardus L.) adalah salah satu bahan alam yang mengandung senyawa aktif seperti tanin, flavonoid, dan terpenoid. Zat aktif tersebut berpotensi menghambat enzim GTF. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol, etil asetat, dan diklorometana batang sereh terhadap penghambatan aktivitas enzim GTF bakteri S. mutans. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan rancangan post test only control group design. Sampel penelitian berupa kultur bakteri S.mutans dalam media BHI cair yang terdiri dari 5 kelompok dengan jumlah 3 sampel pada setiap kelompok. Masing-masing kelompok diberi perlakuan ekstrak etanol batang sereh 12% (kelompok 1), ekstrak etil asetat batang sereh 12% (kelompok 2), ekstrak diklorometana batang sereh 12% (kelompok 3), klorheksidin glukonat 0,12% (kontrol positif), dan akuades steril (kontrol negatif) selama 20 jam. Hasil pengukuran aktivitas enzim glukosiltransferase melalui pembentukan glukan diukur menggunakan spektrofotometer menunjukkan rerata kadar glukan pada kelompok perlakuan ekstrak etanol 12% (0,066 mg/ml) lebih rendah daripada pelarut lainnya. Hasil uji statistik One Way ANOVA dengan nilai p 0,00 (p<0,05) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada seluruh kelompok. Uji lanjut Post Hoc LSD menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan pada kontrol positif (klorheksidin glukonat 0,12%) dengan ekstrak etanol 12% dan etil asetat 12%, terdapat perbedaan signifikan pada kontrol negatif (akuades steril) dengan semua kelompok, dan terdapat pula perbedaan signifikan pada kelompok ekstrak diklorometana (kelompok 3) dengan semua kelompok. Kesimpulannya adalah ekstrak etanol dan etil asetat batang sereh 12% memiliki kemampuan yang sama dengan klorheksidin glukonat 0,12%.Streptococcus mutans is bacteria causing dental caries. The bacteria produces the glucosyltransferase (GTF) enzyme, which convers sucrose to glucan and causes caries lesion. Glukan is used as a medium of bacterial attachment and retention of acid compounds resulted from fermentation where the fermentation stuck in the form of acids that cause dental caries. Lemon grass plant (Chymbopogon nardus L.) is one of the natural ingredients that contain active compounds such as tannins, flavonoids, and terpenoids. The active substances have the potential to inhibit the GTF enzyme. This study aims to determine the effect of ethanol extract, ethyl acetate, and dichloromethane stem of lemon grass plants to inhibit the activity of bacterial enzyme GTF of S. mutans. The research was experimental laboratory with post test only control group design. The samples of the research was the culture of S.mutans in BHI media consisting of 5 groups with 3 samples in each group. The group was treated with 12% ethanol extract of lemon grass (group 1), 12% ethyl acetate extract of lemon grass (group 2), 12% dicloromethana extract of lemon grass 12% (group 3), 0.12% chlorhexidine gluconate (positive control), and sterile aquades (negative control) for 20 hours. The result of the measurement of glucosyltransferase enzyme activity through the formation of glucan werw measured by spectrophotometer showed that the average glucan concentration in the 12% ethanol extract group (0,066 mg/ml) lower than other solvents. The result of One Way ANOVA statistic test with p value 0,00 (p <0,05) showed that there was significant difference in all group. Post Hoc LSD test showed no significant difference in positive control (chlorhexidine gluconate 0.12%) with 12% ethanol extract and 12% ethyl acetate, there were significant differences in negative control (sterile distilled water) with all groups, and there were also differences Significant in dichloromethane (group 3) extract group with all groups. Conclusion of 12% ethanol extract and ethyl acetate lemon grass have the same ability with 0.12% chlorhexidine gluconate.
1564518952G1G013049SINTESIS, UJI KETAHANAN TERHADAP SALIVA, DAN UJI ANTIBAKTERI KITOSAN BERPENGUAT NANOSELULOSA
BATANG TANDAN PISANG AMBON (Musa acuminata
cavendish) SEBAGAI BAHAN WOUND DRESSING
Kitosan merupakan bahan yang sering dimanfaatkan sebagai agen antibakteri salah satunya pada bahan penyembuhan luka. Kitosan menghasilkan lapisan film yang rapuh dan kurang kompak sehingga pada aplikasinya, kitosan sering dikombinasikan dengan polimer lain. Salah satunya yaitu dengan nanoselulosa. Nanoselulosa mempunyai kemampuan sebagai filler penguat polimer dan membran, sehingga bahan yang ditambahkan nanoselulosa diharapkan mempunyai kemampuan fisik yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sintesis, uji ketahanan terhadap saliva dan uji antibakteri kitosan berpenguat nanoselulosa sebagai bahan wound dressing. Uji ketahanan saliva menggunakan metode pengamatan dan swelling test. Uji antibakteri menggunakan metode difusi dan dilusi cair. Penelitian ini menggunakan 5 kelompok yang terdiri atas perbandingan 1:1, 2:1, 1:2, kontrol positif, dan kontrol negatif. Hasil yang diperoleh, kemudian dianalisis menggunakan uji one way ANOVA dilanjutkan dengan uji post hoc LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji ketahanan saliva tertinggi ditunjukkan pada perbandingan 1:2 dengan nilai derajat swelling 36,61%. Uji antibakteri Staphylococcus aureus tertinggi ditunjukkan pada perbandingan 2:1 dengan nilai derajat kekeruhan 0,059. Semakin banyak nanoselulosa batang tandan pisang pada bahan wound dressing maka semakin baik bahan tersebut terhadap ketahanan saliva, sedangkan semakin banyak kitosan pada bahan wound dressing maka semakin baik bahan tersebut sebagai antibakteri.Chitosan is a material often used as an antibacterial agent, one of them on wound healing material. Chitosan produces a film layer that is fragile and less compact so in its application, chitosan is often combined with other polymers. One of them is with nanocellulose. Nanocellulose has the ability as a filler of polymer and membrane amplifiers, so that nanocellulose added materials are expected to have better physical ability. This study aims to determine the synthesis, salivation test and antibacterial test of chitosan with nanocellulose as the ingredient of wound dressing. Saliva resistance test used observation method and swelling test. Antibacterial test used diffusion method and liquid dilution This study used 5 groups consisted of 1: 1, 2: 1, 1: 2 ratio, positive control, and negative control. The results obtained, then analyze used one way ANOVA test followed by LSD post hoc test. The results showed that the highest salivary performance test was showed in the 1:2 ratio with the swelling degree of 36.61%. While the highest antibacterial test against Staphylococcus aureus bacteria was showed in a 2: 1 ratio with optical density of 0.059. The more nanoselulosa banana stem bunches on the wound dressing materials the better the ingredients are against saliva resistance, while the more chitosan in the wound dressing materials the better the material as antibacterial.
1564618953D1E013054PENGGUNAAN TEPUNG DAUN AKAR PURWO (Eryngium foetidum L.) TERHADAP TOTAL BAKTERI DAN BAKTERI Escherichia coli SALURAN PENCERNAAN AYAM BROILERPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung daun akar purwo terhadap total bakteri dan bakteri Escherichia coli saluran pencernaan ayam broiler. Materi penelitian yang digunakan adalah 80 ekor DOC ayam broiler MB-202 platinum PT. Japfa Comfeed Indonesia yang dibagi menjadi empat perlakuan dan lima ulangan masing-masing perlakuan di isi empat ekor. Penambahan tepung daun akar purwo kedalam pakan dengan konsentrasi 0% (R0), 1.5% (R1), 3% (R2), 4.5% (R3). Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan tepung daun akar purwo (Eryngium foetidum L.) pada pakan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap total bakteri dan bakteri Escherichia coli saluran pencernaan ayam. Rataan total bakteri berkisar antara 1.9×108±0.764 - 2.5×108±0.581 cfu/ml, sedangkan rataan bakteri Escherichia coli berkisar antara 1.6×108±0.217 - 2.4×108±0.522 cfu/ml. Penggunaan tepung daun akar purwo (Eryngium foetidum L.) menghasilkan total bakteri dan bakteri Escherichia coli saluran pencernaan ayam broiler yang relative sama.This study aims to determine the effect of purwo root powder on total bacteria and bacteria Escherichia coli gastrointestinal tract of broiler chickens. The research material used is broiler 80 DOC MB-202 platinum PT. Japfa Comfeed Indonesia is divided into four treatments and five replications of each treatment on the contents of four tails. Addition of purwo root flour in feed with concentration 0% (R0), 1.5% (R1), 3% (R2), 4.5% (R3). The results showed the addition of akar purwo leaf meal (Eryngium foetidum L.) to undigested feed (P> 0.05) to bacterial bacteria and bacteria Escherichia coli chicken jar channel. The mean total bacteria ranged from 1.9 × 108 ± 0.764 - 2.5 × 108 ± 0.581 cfu / ml, whereas the Escherichia coli bacteria averaged between 1.6 × 108 ± 0.217 - 2.4 × 108 ± 0.522 Cfu / ml. The use of purwo root flour (Eryngium foetidum L.) produces bacteria and bacteria Escherichia coli chick broiler is relatively the same.
1564718954F1G013051ANALISIS KEJIWAAN TOKOH UTAMA NOVEL SETELAH 17 TAHUN KARYA NOORCA M. MASSARDIRINGKASAN
Penelitian ini berjudul “Analisis Kejiwaan Tokoh Utama Novel Setelah 17 Tahun Karya Noorca M. Massardi”. Latar belakang dalam penelitian ini adalah analisis gangguan kejiwaan tokoh utama yang mengalami stres dan trauma akibat kekerasan verbal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gangguan kejiwaan tokoh utama dalam novel Setelah 17 Tahun Karya Noorca M. Massardi dan mendeskripsikan unsur intrinsik meliputi alur, tokoh dan latar. Manfaat dalam penelitian ini yaitu manfaat praktis dan manfaat teoritis. Manfaat praktis dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya serta menambah pengetahuan bagi pembaca. Adapun manfaat teoritis penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi perkembangan ilmu sastra, khususnya kajian Psikologi Sastra.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Fokus penelitian ini adalah Analisis Kejiwaan Tokoh Utama Novel Setelah 17 Tahun Karya Noorca M. Massardi. Teknik pengumpulan data yaitu membaca, menginventarisasi dan mengklasifikasikan data yang diperoleh sesuai dengan rumusan masalah. Teknik analisis data yaitu mendeskripsikan data yang sesuai dengan rumusan masalah serta menyimpulkan hasil analisis.
Berdasarkan penelitian tersebut diperoleh gambaran gangguan kejiwaan tokoh utama. Putri Maulida selaku tokoh utama memiliki watak cerdas, tangguh dan mandiri, akibat kekerasan verbal yang dialaminya sejak kecil hingga dia menikah menyebabkan dirinya mengalami gangguan kejiwaan berupa trauma dan stres.


SUMMARY
The research is entitled “Analisis Kejiwaan Tokoh Utama Novel Setelah 17 Tahun Karya Noorca M. Massardi”. The underlying background is due to the mental disorders experienced by the main character, that is, stress and trauma resulted from the verbal abuses. This research aims at describing the main character’s mental disorders of the novel Setelah 17 Tahun written by Noorca M. Massardi as well as its intrinsic elements, covering plots, characters, and settings. The research has both practical and theoretical significance. Due to the practical significance, this research is expected to become a reference for further studies and an additional knowledge for the readers. Meanwhile, due to the theoretical significance, this research is expected to provide contributions for the development of literary sciences, especially on the studies of psychology of literature.
This research employs a descriptive analytical method which focuseson the main character’s mental disorder of the novel Setelah 17 Tahun written by Noorca M .Massardi. the data are collected through reading, inventory, and clasification before analyzed based on the formulated problems.
The research results show that there are some mental disorders experienced by the main character. Putri Maulida, the main character of this novel, who was previously smart, strong and independence turned to become so stressful and traumatic due to the verbal abuses she experienced during her childhood up to her marriage time.

Keywords: psyhcology of literature, trauma, stress
1564818955D1E013216PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK NANAS (Ananas comosus) DAN LAMA PERENDAMAN
TERHADAP pH DAN KADAR AIR GELATIN TULANG PAHA AYAM BROILER
THE EFFECT OF DIFFERENCES OF CONCENTRATION OF PINEAPPLE EXTRACT (Ananas comosus) AND SOAKING TIME ON PH AND MOISTURE CONTENT OF GELATIN BROILER THIGH)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pH dan kadar air gelatin tulang paha ayam broiler yang dibuat dengan menggunakan perbedaan tingkat konsentrasi dan waktu perendaman ekstrak nanas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial 4x3x3. Faktor A adalah konsentrasi ekstrak nanas yaitu A0 (0%), A1 (5%), A2 (10%), dan A3 (15%). Faktor B adalah waktu perendaman yaitu B1 (2 jam), B2 (4 jam) dan B3 (6 jam). Setiap kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa konsentrasi dan waktu perendaman ekstrak nanas berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pH gelatin, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar air gelatin. Interaksi konsentrasi dan waktu perendaman ekstrak nanas tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pH dan kadar air gelatin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak nanas dan waktu perendaman menurunkan pH gelatin namun kadar airnya sama.
Kata kunci : Gelatin, ekstrak nanas, enzim bromelin, konsentrasi, lama perendaman.
The research was to investigation the pH and moisture content of gelatin broiler thigh that made using different levels of consentration and soaking time of pineapple extract. The research used Completely Randomized Design (CRD) with factorial pattern 4x3x3. A Factor was the concentration of pineapple extract ie A0 (0%), A1 (5%), A2 (10%), and A3 (15%). B Factor was the soaking time ie B1 (2 hours), B2 (4 hours) and B3 (6 hours). Each treatment combination were three time replication. The result of variance analysis showed that the concentration and soaking time of pineapple extract significant effect (P<0.05) on the pH of gelatin, but not significant effect (P>0.05) on moisure content of gelatin. The interaction of concentration and soaking time of pineapple extract not significant effect (P>0.05) on the pH and moisture content of gelatin. The conclusion of this research is that the higher concentration of pineapple extract and soaking time of gelatine decrease of pH but its water content is similar.
Keyword : Gelatin, pineapple extract, bromelin enzym, concentration, soaking time.
1564918956D1E013145KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK PADA RUMPUT LAPANG, LIMBAH DAUN KOL, DAUN GAMBAS, DAN DAUN BENGKUANG SECARA IN VITROPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecernaan bahan kering dan bahan organik pada berbagai macam hijauan. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah konsentrat, rumput lapang, daun kol, daun gambas, daun bengkuang dan cairan rumen sapi. Metode penelitian yang digunakan eksperimental in vitro dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap. Perlakuan yang diuji yaitu P1 : 40 % rumput lapang + 60 % konsentrat, P2 : 40 % daun kol + 60 % konsentrat, P3 : 40 % daun gambas + 60 % konsentrat, P4 : 40 % daun bengkuang + 60 % konsentrat. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik (P<0,01). Berdasarkan uji lanjut Beda Nyata Jujur dengan membandingkan nilai tengah perlakuan didapatkan bahwa kecernaan bahan kering antara P2 vs P1 dan P2 vs P3 (P2 24,42 ± 0,86 % vs P1 12,50 ± 0,98 % dan P2 24,42 ± 0,86 % vs P3 16,76 ± 0,72 %) menunjukan hasil yang berbeda nyata. Sedangkan antara P2 vs P4 (P2 24,42 ± 0,86 % vs P4 22,05 ± 2,45 % menunjukan hasil yang berbeda sangat nyata. Kecernaan bahan organik dari P2 vs P1 dan P2 vs P3 (P2 25,28 ± 1,68 % vs P1 14,29 ± 0,98 % dan P2 25,28 ± 1,68 % vs P3 18,01 ± 0,55 %) menunjukan hasil yang berbeda sangat nyata, selanjutnya P2 vs P4 (P2 25,28 ± 1,68 % vs P4 23,26 ± 2,45 %) menunjukan hasil yang berbeda nyata. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hijauan pakan yang mempunyai kandungan serat kasar tinggi dapat dijadikan pakan alternatif tetapi pemberiannya harus diimbangi dengan konsentrat atau pakan sumber protein lainnya.The aim of the research was to know the digestibilitied of dry matter and organic matter of various forages from wild grass, brasicca olerucea leaves, luffa acutangula leaves and pachyrhizus erosus leaves. The materials used in the research were concentrate, wild grass, brasicca olerucea leaves, luffa acutangula leaves pachyrhizus erosus leaves, as well as rumen fluids cow. The experiment used in vitro method at animal nutrition and feed laboratory, Using Completely Randomized Design (CRD). The treatments used were P1 : 40 % of wild grass + 60 % of concentrate, P2 : 40 % of brasicca olerucea leaves + 60 % of concentrate, P3 : 40 % of luffa acutangula leaves + 60 % of concentrate, and P4 : 40 % of pachyrhizus erosus leaves + 60 % of concentrate. The results of analysis of variance showed that the treatment gave a very significant effect on digestibility of dry matter and organic matter (P<0.01). Based on further testng of honestly significant difference test (HSD) by comparing the mean values of treatment showed that dry matter digestibility between P2 vs P1 and P2 vs P3 (P2 24.42 ± 0.86 % vs P1 12.50 ± 0.98 % and P2 24.42 ± 0.86 % vs P3 16.76 ± 0.72 %) showed significantly different results. While between P2 vs P4 (P2 24.42 ± 0.86 % vs P4 22.05 ± 2.45 % showed highly significant difference. Organic matter digestibility from P2 vs P1 dan P2 vs P3 (P2 25.28 ± 1.68 % vs P1 14.29 ± 0.98 % dan P2 25.28 ± 1.68 % vs P3 18.01 ± 0.55 %) showed highly significant difference and than P2 vs P4 (P2 25.28 ± 1.68 % vs P4 23.26 ± 2.45 %) showed different results. The conclusion of the study is, forages with crude fiber can be used as alternative feeds but the feeding must be balanced with feed concentrates or other protein sources.
1565018957G1A013054GAMBARAN JENIS KELAMIN, USIA, LOKASI BATU DAN PENANGANAN PADA PENDERITA BATU SALURAN KEMIH DI RSUD. PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PADA JANUARI 2013 – DESEMBER 2015Batu Saluran Kemih (BSK) adalah batu yang terbentuk di dalam saluran kemih yang disebabkan pengendapan substansi yang jumlahnya berlebihan di dalam air kemih. Angka kejadian BSK di negara berkembang mencapai 2-15%. BSK di Indonesia masih menempati porsi terbesar dari penyakit urologi yang umum terjadi dan sering berulang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran penderita BSK di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Sampel penelitian sebanyak 2965 penderita. Pengumpulan data menggunakan data sekunder berupa rekam medik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi BSK dari tahun 2013 sampai 2015 berturut-turut adalah 0.69%, 0.79% dan 1.23%, pada kelompok usia 46-65 tahun (52.4%). Jumlah penderita laki-laki lebih banyak ditemukan daripada perempuan (2:1). Sedangkan lokasi tersering ditemukannya batu adalah di ginjal (58.6%). Penanganan yang paling sering diberikan pada pasien adalah invasif (73.8%).
ABSTRACT

Urinary Tract Stones is a stone formed in the urinary tract caused by the deposition of a high substance in the urine. The incidence of urinary tract stones in developing countries is 2-15%. Urinary Tract Stones in Indonesia still has the largest portion of the common and frequent urologic disease. The purpose of this study was to know the characteristics of Urinary Tract Stones in Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital. The research design was descriptive study. Sampling method used total sampling. The research sample were 2965 patients. Instruments used medical record of patients. The results showed the prevalence of Urinary Tract Stones from 2013 to 2015 was 0.69%, 0.79% and 1.23% and by age group, 52.4% aged 46-65 years . The number of male patients is mostly than women (2: 1). While the most common location of stones is in the kidneys (58.6%). The treatment most often given to patients is invasive (73.8%).
1565118958F1C012030KESENJANGAN KEPUASAN PENGUNJUNG
SITUS “NERAZZURRIALE.COM”
DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI
(Studi pada Komunitas Inter Club Indonesia Regional Purwokerto)
Dewasa ini, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan informasi mereka dengan mudah berkat kehadiran media massa online. “Nerazzurriale.com” hadir untuk menyajikan berita-berita seputar Klub Inter Milan kepada para suporter mereka di Indonesia. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian berjudul “Kesenjangan Kepuasan Pengunjung Situs Nerazzurriale.com dalam Pemenuhan Kebutuhan Informasi (Studi pada Komunitas Inter Club Indonesia Regional Purwokerto)” bertujuan untuk mengetahui kesenjangan kepuasan pengunjung situs “nerazzurriale.com” dalam pemenuhan kebutuhan informasi mengenai Klub Inter Milan.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori Uses and Gratifications dengan model kajian Palmgreen untuk mengukur kesenjangan sebagai acuan. Pembuktian hipotesis dilakukan dengan pengukuran melalui kuisioner kepada 63 responden yang merupakan member ICI Regional Purwokerto musim 2016/2017. Pada tahap analisis data, dilakukan uji kesamaan dua rata-rata dan uji kesenjangan untuk menguji hipotesis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan kepuasan pengunjung situs “nerazzurriale.com” terhadap pemenuhan kebutuhan informasi yang bersifat positif. Kesenjangan yang positif mengindikasikan bahwa kebutuhan pengunjung akan informasi yang disajikan situs “nerazzurriale.com” telah terpenuhi. Penelitian ini juga membuktikan asumsi teori uses and gratification bahwa responden telah bersikap aktif dalam mencari informasi yang dibutuhkan dalam penggunaan media.
Today, people can easily meet their information needs thanks to the online mass media presence. "Nerazzurriale.com" comes to present news about Inter Milan Club to their supporters in Indonesia. In this regard, the study entitled "The Discrepancy of Satisfaction Website Nerazzurriale.com’s Visitors in Fullfillment Information Needs" (Study at Indonesian Inter Club Community Regional Purwokerto)" aims to find out the discrepancy of satisfaction in website "nerazzurriale.com" in meeting the information needs of Inter Milan Club.

This research uses quantitative method with descriptive approach. This research uses “Uses and Gratifications” theory with Palmgreen study model to measure the discrepancy as a reference. Proof of hypothesis is done by measurement through questionnaire to 63 respondents who is member of ICI Regional Purwokerto season 2016/2017. In the data analysis phase, two equations tests and discrepancy tests are used to test the hypothesis.

The results showed that there is discrepancy of visitor satisfaction website "nerazzurriale.com" to fulfill requirement of information which is positive. A positive discrepancy indicates that the visitor's need for information presented on the website "nerazzurriale.com" has been met. This study also proves the assumption of “uses and gratification” theory that respondents have been active in finding information needed in media usage.
1565218959D1E013215PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK NANAS DAN LAMA PERENDAMAN YANG BERBEDA TERHADAP RENDEMEN DAN WARNA GELATIN TULANG PAHA AYAM BROILERPenelitian dilaksanakan tanggal 17 April - 24 Mei 2017 di Laboratorium Ilmu Bahan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Tujuan penelitian adalah mengkaji pengaruh konsentrasi ekstrak nanas dan lama perendaman terhadap rendemen dan warna gelatin serta interaksinya. Materi penelitian berupa 18.000 g tulang paha ayam broiler, 1.050 g nanas, akuades, 2.100 ml larutan NaCl 0,8% dan air bersih. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial 4x3x3 dengan dua faktor yakni Faktor (K) konsentrasi ekstrak nanas (K0 = 0%, K1 = 5%, K2 = 10%, K3 = 15%) dan faktor (L) lama perendaman (L1 = 2 jam, L2 = 4 jam, L3 = 6 jam), setiap perlakuan diulang 3 kali. Hasil analisis variansi kosentrasi ekstrak nanas berpengaruh (P<0,01), sedangkan lama waktu perendaman dan interaksi antara konsentrasi ekstrak nanas dan lama perendaman tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap rendemen gelatin. Hasil uji lanjut orthogonal polinomial menunjukan besar pengaruh kosentrasi terhadap rendemen gelatin 73,75%. Hasil analisis variansi konsentrasi ekstrak nanas dan lama waktu perendaman berpengaruh (P<0,01), sedangkan interaksi antara konsentrasi ekstrak nanas dan lama perendaman tidak berpengaruh (P>0,05). Hasil uji lanjut besarnya pengaruh konsentrasi ektrak nanas terhadap warna 13,88% dan pengaruh lama perendaman 36,26%. Kesimpulan, peningkatan konsentrasi ekstrak nanas dan lama perendaman menghasilkan rendemen dan warna gelatin yang sama, dengan konsentrasi optimal 9,26%.This research was conducted on April 17th to May 24th, 2017 at Animal Feed Material Laboratory of Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The aims of this research is to reviewing the interaction between pineapple extract concentration and different soaking times on the yield and color of gelatin. The materials used in this research were thigh bone chicken as much as 18,000 g, pineapple 1.050 g, distilled water, 0.8% NaCl solution 2.100 ml and clean water. The experimental design used in the study was Completely Randomized Design (CRD) with factorial pattern 4x3x3 with two factors namely first (K) concentration of pineapple extract (K0 = 0%, K1 = 5%, K2 = 10%, K3 = 15%) and factor (L) soaking time (L1 = 2 hours, L2 = 4 hours, L3 = 6 hours) each treatment repeated 3 times. The results of variance analysis showed that the concentration of pineapple extract was higly significant (P <0.01) on the gelatin yield, while the soaking times and the interaction between pineapple concentration and soaking times no significant effect (P> 0,05). Orthogonal polynomial test result showed the effect of concentration on yield gelatin is 73,75%. The result of variance analysis showed that the concentration of pineapple extract and soaking times significant effect (P <0.01) on gelatin color, while the interaction between pinapple extract concentration and soaking times not significant (P> 0,05) to gelatin color. Based on the results of further tests the effect of pineapple extract concentration on the color 13,88% and influence of soaking times 36,26%. Conclusion, the increase of pineapple extract concentration and soaking time resulted in the same yield and gelatin color, with optimal concentration of 9,26%.
1565318960D1E013199UPAYA PERBAIKAN KUALITAS SUSU SAPI PERAH MELALUI PEMBERIAN FEED SUPPLEMENT DALAM PAKAN DITINJAU DARI KADAR PROTEIN DAN VISKOSITASPenelitian ini bertujuan untuk menetapkan level terbaik pemberian feed supplement Heit-Chrose pada pakan sapi perah dalam meningkatkan kualitas susu ditinjau dari kadar protein dan viskositas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan materi penelitian sebanyak 21 ekor pada periode laktasi ke-2 sampai ke-4. Sampel susu diambil pada pemerahan pagi hari sebanyak 50 ml untuk pengujian kadar protein susu dan 250 ml untuk pengujian nilai viskositas susu. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Tersarang (Nested Classification) dengan 3 perlakuan dan ulangan 4 kali (grup A) dan 3 kali (grup B). Perlakuan level feed supplement Heit-Chrose pada pakan sapi perah dengan R0 = 0% Heit-Chrose, R1 = 1% Heit-Chrose, R2 = 2% Heit-Chrose. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa pemberian feed supplement Heit-Chrose yang di campurkan ke dalam konsentrat berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar protein susu dan nilai viskositas susu. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian feed supplement Heit-Chrose sampai2% dari total konsentrat belum mempengaruhi kadar protein dan viskositas susu.The aim of the research was to determine the best level additional of Heit-Chrose feed supplement in the diet of dairy cattle and its effect on the level of protein and viscosity value. The research method was experimental with the materials used were 21 cows in 2nd-4th lactation periods. The samples were that taken in the morning obtained 50 ml for level of protein and 250 ml for viscosity value. The research used a nester classification, with three treatments and four replications (Group A) and three replications (Group B) in the diet of dairy cattle were R0 = 0% Heit-Chrose, R1 = 1% Heit-Chrose, R2 = 2% Heit-Chrose. The result of variance analysis showed that treatment of Heit-Chrose feed supplement had no significant effect (P<0.05) on the percentage of milk protein and viscosity value, but very significant for production of milk protein (P>0.01). Based on the sentence, it can be concluded that the addition of Heit-Chrose feed supplement until 2% of total concentrate do not affect protein content and milk viscosity.
1565418964D1E013002PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK NANAS DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP VISKOSITAS DAN KEKUATAN GEL GELATIN TULANG PAHA AYAM BROILER Penelitian dilaksanakan pada tanggal 17 April sampai 26 Mei 2017 di Laboraturium Ilmu Bahan dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dan Laboratorium Rekayasa dan Teknologi Pengolahan Pangan, Fakultas Teknologi Pengolahan Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang. Tujuan penelitian yaitu mengkaji pengaruh penggunaan konsentrasi ekstrak nanas dan lama perendaman terhadap viskositas dan kekuatan gel gelatin tulang paha ayam broiler. Materi penelitian yang digunakan adalah 18000 g tulang paha ayam broiler, 750 g nanas, 1500 ml NaCl 0,8 %, HCl dan akuades. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial 4x3x3. Faktor K adalah konsentrasi ekstrak nanas yaitu 0 % (K0), 5 % (K1), 10 % (K2), 15 % (K3) dan faktor L adalah lama perendaman yaitu 2 jam (L1), 4 jam (L2) dan 6 jam (L3). Variabel yang diukur yaitu viskositas dan kekuatan gel. Hasil analisis variansi diketahui bahwa konsentrasi ekstrak nanas, lama perendaman dan interaksinya berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap viskositas dan kekuatan gel. Hasil uji lanjut orthogonal polinomial diketahui besarnya pengaruh konsentrasi ekstrak nanas dan lama perendaman terhadap viskositas dan kekuatan gel gelatin masing-masing dengan persamaan garis Y = 4.30 - 0.16 X, (R2 = 32.62%); Y = 3.83 – 0.19 X, (R2 = 3.72%) dan Y = 71.17 - 1.01 X, (R2 = 34.03%); Y = 68.28 - 1.17 X, (R2 = 3.91%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi konsentrasi ekstrak nanas dan lama perendaman maka viskositas dan kekuatan gel semakin menurun. Konsentrasi ekstrak nanas optimum untuk mengkasilkan viskositas dan kekuatan gel yang baik adalah 5% dan waktu perendaman 4 jam.Research conducted from April 17th to May 26th 2017 at the Animal Feed Stuff Laboratory of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto and Food Processing Technology and Engineering Laboratory, Faculty of Agricultural Processing Technology, Brawijaya University, Malang. The purpose of the research was to investigate the effect of pineapple extract concentration and soaking time on viscosity and gel strength of gelatin broiler's thigh bone. Eighteen thousand gram thigh of broiler’s bone, 750 g pineapple, 1500 ml 0.8% NaCl, HCl and aquades were used in this research. The method of the research was experimental using factorial with Completely Random Design (CRD) 4x3x3. K factor was pineapple extract concentration namely 0% (K0), 5% (K1), 10% (K2), 15% (K3) and L factor was soaking time namely 2 hours (L1), 4 hours (L2) and 6 hours (L3). Viscosity and gel strength was measured as variable. The result of variance analysis showed that pineapple extract concentration, soaking time and its interaction high significant effect (P <0.01) on viscosity and gel strength. Based on orthogonal polinomial that showed pineapple extract concentration and soaking time on viscosity and gel strength with the equation of line Y = 4.30 - 0.16 X, (R2 = 32.62%); Y = 3.83 - 0.19 X, (R2 = 3.72%) and Y = 71.17 - 1.01 X, (R2 = 34.03%); Y = 68.28 - 1.17 X, (R2 = 3.91%), respectively. The conclusion of the research that the higher concentration of pineapple extract and soaking time will decrease of viscosity and gel strength. The best pineapple extract concentration and soaking time to viscosity and gel strength was 5% and 4 hours.
1565518818D1E013090PENDUGAAN BOBOT HIDUP KAMBING JAWARANDU BERBASIS UKURAN LINIER TUBUHPenelitian bertujuan untuk mengetahui ukuran linier tubuh (PB, LD, TP, PPh, LPh) dan bobot hidup kambing Jawarandu jantan serta mengkaji apakah ukuran linier tubuh (PB, LD, TP PPh, LPh) dapat digunakan untuk menduga bobot hidup kambing Jawarandu jantan. Materi yang digunakanyaitu 70 ekor kambing Jawarandu jantan umur1 tahunberdasarkan purposive sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Variabel yang diukur yaitu ukuran linier tubuh meliputi panjang badan, lingkar dada, tinggi pundak, panjang paha, lingkar paha, dan bobot hidup. Panjang badan kambing Jawarandu jantan rata - rata 53,4 ± 3,9 cm, lingkar dada 75,2 ± 3,0 cm, tinggi pundak 73,0 ± 5,0 cm, panjang paha 24,9 ± 2,5 cm, dan lingkar paha 23,9 ± 2,4 cm. dan bobot hidup rata-rata 30,3 ± 4,4 kg. Analisis variansi menunjukan ukuran linier tubuh berpengaruh sangat nyata (P<0,05) terhadap bobothidup., Hasil korelasi menunjukkan ukuran linier tubuh yaitu panjang badan, lingkar dada dan tinggi pundak memiliki hubungan erat dengan bobot hidup dengan nilai korelasi 0,456, 0,659 dan 0,529. Hasiluji t parsial menunjukkan panjang paha dan lingkar paha tidak berpengaruh terhadap bobot hidup. Persamaan regresi baru yaitu Y = -53,695 + 0,220PB + 0,710LD + 0,258TP dapat dijadikan garis penduga untuk menduga bobot hidup kambing Jawarandu jantan umur 1 tahun. Ukuran linier tubuh yang paling berpengaruh untuk menduga bobot hidup kambing Jawarandu yaitu lingkar dada. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ukuran linier tubuh sangat berpengaruh nyata terhadap bobot hidup kambing Jawarandu jantan umur 1 tahun. Ukuran linier tubuh yang paling mempengaruhi bobot hidup kambing Jawarandu jantan umur 1 tahun berdasarkan korelasinya yaitu panjang badan, lingkar dada dan tinggi pundak. Ukuran linier tubuh (PB, LD, dan TP) dapat digunakan untuk menduga bobo hidup kambing Jawarandu jantan umur 1 tahun dengan persamaan regresi Y = -53,695 + 0,220PB+ 0,710LD + 0,258TP dengan R2 = 56%.The research aimed to determine the linear size of the body (PB, LD, TP, PPh, LPh) and live weight of Jawarandu buck and to study whether the linear body size (PB, LD, TP PPh, LPh) can be used to estimate the live weight of Jawarandu buck. The material used was 70 heads Jawarandu buck age 1 year based on purposive sampling. The research method used was survey method. The measured variables were linear body size including body length, chest circumference, shoulder height, thigh length, thigh circumference, and live weight. Jawarandu buck average length 53.4 ± 3.9 cm, chest circumference 75.2 ± 3.0 cm, shoulder height 73.0 ± 5.0 cm, thigh length 24.9 ± 2.5 cm, and thighs 23.9 ± 2.4 cm. And average live weight 30.3 ± 4.4 kg. The analysis of variance showed that the linear size of the body had a very significant effect (P <0.05) on the live weight. The correlation result showed that the linear body size, body length, chest circumference and shoulder height had close relation with live weight with correlation value 0,456, 0,659 and 0,529 . Partial t test results showed the length of the thighs and thighs did not affect the live weight. The new regression equation was Y = -53,695 + 0,220PB + 0,710LD + 0,258TP could be used as the predictor line to estimate the life weight of goat Jawarandu buck. The most influential linear body size to estimate Jawarandu goat's life weight was chest circumference. The conclusion of this research that the linear size of the body was very significant effect on the life weight of goats Jawarandu buck. The linear size of the body that most affect the life weight of goats Jawarandu buck based on the correlation of body length, chest circumference and shoulder height. The linear body size (PB, LD, and TP) could be used to estimate the life weight of Jawarandu buck with regression equation Y = -53,695 + 0,220PB + 0,710LD + 0,258TP with R2 = 56%.
1565618965C1C013099Pengaruh Informasi Asimetris terhadap Penciptaan Senjangan Anggaran dengan Faktor-Faktor Person-Situation Interactionist sebagai Variabel Moderasi (Studi pada Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Banyumas)Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatori dan korelasional dengan menggunakan metode survei pada para kepala bagian di Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh informasi asimetri terhadap penciptaan senjangan anggaran dan pengaruh faktor-faktor etika yang dinyatakan dengan faktor-faktor person-situation interactionist terhadap hubungan tersebut. Populasi dalam penelitian ini adalah Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Banyumas. Metode pengambilan sampel yang dipakai adalah metode judgment sampling dan menghasilkan 25 OPD. Kepala bagian dari masing-masing OPD yang menjadi responden berjumlah 4 orang.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan analisis regresi moderasian menunjukkan bahwa: (1) Informasi asimetri dapat meningkatkan penciptaan senjangan anggaran; (2) Ideologi etis tidak memoderasi pengaruh informasi asimetri terhadap pencitpaan senjangan anggaran; (3) Sifat Machiavellian tidak memoderasi pengaruh informasi asimetri terhadap penciptaan senjangan anggaran; (4) Locus of control tidak memoderasi pengaruh informasi asimetri terhadap penciptaan senjangan anggaran; (5) Intensitas moral tidak memoderasi pengaruh informasi asimetri terhadap penciptaan senjangan anggaran; dan (6) Iklim etis organisasi tidak memoderasi pengaruh informasi asimetri terhadap penciptaan senjangan anggaran.
This research is an explanatory and correlational study using survey method on heads of division in Regional Organizations of Banyumas Regency. This research aims to find out the effect of asymmetric information on the creation of budgetary slack and the effect of ethical factors expressed by person-situation interactionist factors on that relationship. The research population are all Regional Organizations of Banyumas Regency. The sampling method used is judgment sampling and it obtains 25 regional organizations. There are 4 heads of divisions from each regional organization who become the respondents.
Based on the research result and data analysis using moderated regression analysis, it concludes: (1) Asymmetric information can increase the creation of budgetary slack; (2) Ethical ideology does not moderate the effect of asymmetric information on the creation of budgetary slack; (3) Machiavellian character does not moderate the effect of asymmetric information on the creation of budgetary slack; (4) Locus of control does not moderate the effect of asymmetric information on the creation of budgetary slack; (5) Moral intensity does not moderate the effect of asymmetric information on the creation of budgetary slack; and (6) Organizational ethical climate does not moderate the effect of asymmetric information on the creation of budgetary slack.
1565718966H1C011063ANALISIS PERBAIKAN POWER FACTOR MENGGUNAKAN KAPASITOR BANK DI PT. SINAR TAMBANG ARTHA LESTARI (SEMEN BIMA)Proses produksi yang terus berjalan pada bagian produksi membutuhkan daya yang besar. Sistem kelistrikan yang awalnya baik dan mampu melayani beban dengan baik, bisa menjadi tidak sesuai dengan keadaan pembebanan semula. Pada umumnya suatu pabrik mempunyai power factor listrik yang rendah, hal ini disebabkan karena banyak menggunakan peralatan-peralatan seperti motor-motor, lampu TL, transformator, dan lain-lain. Untuk memperbaiki besarnya power factor, dapat dilakukan dengan memasang kapasitor bank secara paralel terhadap beban listrik tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui nilai power factor sebelum pemasangan kapasitor bank, mengetahui besar nilai power factor setelah pemasangan kapasitor bank, dan mengetahui besar nilai kapasitor bank pada bagian E-21, E-22, dan E-23 yang ada di PT. Sinar Tambang Artha Lestari. Berdasarkan hasil analisis dari data yang diambil dari PT. Sinar Tambang Artha Lestari (Semen Bima) maka diketahui bahwa nilai power factor sebelum pemasangan kapasitor bank pada bagian E-21, E-22, dan E-23 (3) berada dibawah nilai power factor 0,85 atau 85%. Maka dilakukan perbaikan agar power factor pada bagian tersebut menjadi 1. Penelitian ini menggunakan dua metode untuk perbaikan power factor yaitu analisis perhitungan dan simulasi menggunakan software ETAP 12.6.0. Pada analisis perhitungan, nilai power factor setiap bagian setelah penambahan kapasitor bank yaitu 100%, sedangkan ketika dilakukan analisis penambahan kapasitor bank menggunakan software ETAP 12.6.0 nilai power factor pada bagian E-21 dan E-23 (3) bernilai 100%, tetapi pada bagian E-22 nilai power factor yang didapatkan sebesar 99,9% hampir mendekati 100%. Dapat disimpulkan bahwa setelah penambahan kapasitor bank power factor berubah menjadi lebih baik sesuai dengan target yang diinginkan. Nilai kapasitor bank dari hasil analisis perhitungan pada bagian E-21 nilai kapasitor yang dibutuhkan sebesar 245,059 kvar, bagian E-22 nilai kapasitor yang dibutuhkan sebesar 884,8 kvar, dan bagian E-23 (3) nilai kapasitor yang dibutuhkan sebesar 2036,94 kvar.nilai kapasitor bank dari hasil simulasi software ETAP 12.6.0 pada bagian E-21 nilai kapasitor yang dibutuhkan sebesar 244 kvar, bagian E-22 nilai kapasitor yang dibutuhkan sebesar 876 kvar, dan bagian E-23 (3) nilai kapasitor yang dibutuhkan sebesar 2046 kvar.The ongoing production process on the part of production requires great power. Electrical systems that are initially good and able to serve the load well, can become incompatible with the original loading conditions. Generally a factory has a low power factor power, this is because many use equipment such as motors, TL lamps, transformers, and others. To improve the amount of power factor, can be done by installing the capacitor bank in parallel to the electrical load. The purpose of this research is to know the value of power factor before the installation of capacitor bank, to know the value of power factor after installation of capacitor bank, and to know the value of capacitor bank in section E-21, E-22, and E-23 in PT. Sinar Tambang Artha Lestari. Based on the analysis of data taken from PT. Sinar Tambang Artha Lestari (Semen Bima) it is known that the value of power factor before the installation of the capacitor bank in the E-21, E-22 and E-23 (3) is below the power factor value of 0.85 or 85%. So do the repairing for power factor on the part to be 1. This research uses two methods to improve the power factor calculation and simulation analysis using software ETAP 12.6.0. In the calculation analysis, the power factor value of each part after the addition of the capacitor bank is 100%, whereas when analyzed the addition of capacitor bank using ETAP 12.6.0 software the power factor value on E-21 and E-23 (3) is 100% On the E-22 the value of power factor obtained is 99.9% near 100%. It can be concluded that after the addition of capacitor bank power factor changed to be better in accordance with the desired target. The value of the capacitor bank from the calculation result in E-21 required capacitor value is 245,059 kvar, the required E-22 capacitor value is 884.8 kvar, and the E-23 (3) value of the required capacitor is 2036.94 Kvar. The capacitor bank values of the ETAP 12.6.0 software simulation results in the E-21 capacitor values required for 244 kvar, the E-22 required capacitor value of 876 kvar, and the E-23 (3) value of the required capacitor for 2046 kvar.
1565818962F1B011004PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN (DIKLAT) DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH (DPPKAD) KABUPATEN CILACAPTujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui besarnya pengaruh Pendidikan dan Pelatihan (X1) terhadap Kinerja Pegawai (Y); 2) Untuk mengetahui besarnya pengaruh Lingkungan Kerja (X2) terhadap terhadap Kinerja Pegawai (Y); 3) Untuk mengetahui besarnya pengaruh Pendidikan dan Pelatihan (X1) dan Lingkungan Kerja (X2) terhadap Kinerja Pegawai (Y) DPPKAD Kabupaten Cilacap. Penelitian ini dilakukan dikantor DPPKAD Kabupaten Cilacap. Sasaran penelitian ini adalah PNS kantor DPPKAD yang sudah pernah mengikuti Diklat dalam Jabatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan penelitian survei karena seluruh objek penelitian dijadikan sampel, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif Asosiatif dengan menggunakan korelasi product moment, uji asumsi klasik, Regresi Linier Berganda, uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pendidikan dan Pelatihan mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) dibuktikan melalui hasil regresi linier berganda dengan pengujian secara parsial didapatkan nilai t-hitung variabel Pendidikan dan Pelatihan sebesar 2,095 dan p = 0,040. 2) Lingkungan kerja mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, dibuktikan melalui hasil regresi linier berganda dengan pengujian secara parsial didapatkan nilai t-hitung variabel lingkungan kerja sebesar 6,385 dan p = 0,000. 3) Pendidikan dan pelatihan dan lingkungan kerja secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) pengaruhnya sebesar 63 % dan 37 % dipengaruhi oleh variabel lain. Hal ini dibuktikan melalui hasil Uji F pengujian didapatkan nilai F-hitung sebesar 64,131 dan p = 0,000. Berdasarkan hasil analisis penelitian dapat disimpulkan ada pengaruh positif dan signifikan antara Pendidikan dan Pelatihan terhadap Kinerja Pegawai dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai, serta pengaruh secara bersama-sama antara Pendidikan dan Pelatihan dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai DPPKAD Kabupaten Cilacap.The purpose of this research is 1) To determine the influence of Education and Training (X1) on employee performance (Y) DPPKAD Cilacap regency; 2) To determine the influence of the working environment (X2) against on employee performance (Y) DPPKAD Cilacap regency; 3) To determine the influence of Education and Training (X1) and work environment (X2) on employee performance (Y) DPPKAD Cilacap regency. This research was conducted in the office DPPKAD Cilacap. Goal of this research is the Civil staff DPPKAD especially who have completed training in the Department. The sampling technique is a survey study because the whole object of the study will be samples of research, data collection techniques using questionnaires, observation, and documentation. Data analysis technique conducted using quantitative Associative product moment correlation, classic assumption test, autocorrelation, Regression, t test and F test.
The results showed that:
1. Education and Training (Training) (X1) has as positive and significant influence on the employee performance (Y) which is evidenced by the results of multiple linear regression with partial test obtained t-count value for the variable Education and Training at 2,095 and p (Sig) amounted to 0,040. When interpreted the effect indicates a positive direction.
2. Work environment (X2) has a positive and significant influence on employee performance as evidenced by the results of multiple linear regression with partial testing t-count value obtained for the work environment at 6,385 and p (Sig) 0,000. When interpreted the effect indicates a positive direction.
3. Education and training (Training) (X1) and the working environment (X2) simultaneously positive and significant impact on employee performance (Y) effect of 63.0%, as for the rest equal to 37,0% influenced by other variables outside the model research. This is provide by the results of the F test obtained F-count value of 64,131 and p (Sig) 0,000. When interpreted the effect indicates a positive direction.
Based on the analysis of this study concluded there is positive and significant influence between Education and Training on Employee Performance DPPKAD Cilacap regency, and Work Environment on Employee Performance DPPKAD Cilacap regency, as well as the influence jointly between Education and Training and Work Environment on Employee performance DPPKAD Cilacap regency.
1565918967H1D010027Analisis Pelayanan Jaringan Air Bersih PDAM Kabupaten Banyumas Dengan Aplikasi Program WaterNet Versi 2.2 (Studi Kasus Desa Karangrau Kecamatan Banyumas)
ABSTRAK

Sistem distribusi air bersih dibuat untuk memenuhi kebutuhan air di suatu wilayah atau masyarakat. Di Kabupaten Banyumas, pelayanan air bersih dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Banyumas. Topografi daerah pelayanan Desa Karangrau berupa perbukitan curam menjadikan sebagian pelangga tidak terlayani dengan baik oleh jaringan yang ada. Jadi, analisis mengenai pelayanan air bersih perlu dilakukan di PDAM Kabupaten Banyumas khususnya jaringan di desa tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keandalan sistem pendistribusian air bersih yang dilakukan oleh PDAM Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menganalisis kemampuan pendistribusian air bersih berupa pelayanan minimum seperti debit, kecepatan aliran, pelayanan air bersih di setiap node, dan hubungan antara data eksisting dengan data hasil analisis. Analisis ini menggunakan program WaterNet versi 2.2. Berdasarkan hasil analisis jaringan pipa air bersih PDAM Kabupaten Banyumas didapati bahwa debit yang dikeluarkan dari reservoir masih cukup untuk melayani seluruh permintaan air bersih. Kecepatan aliran dalam pipa yang sesuai dengan kecepatan yang diijinkan adalah 79% dari seluruh jumlah pipa di jaringan. Optimasi berhasil dilakukan dengan mengubah diameter pipa, sehingga kecepatan aliran di masing-masing jaringan sesuai dengan kecepatan ijin
Water distribution system is made to meet the need of water in a region or community. In Banyumas Regency, the management of water service is carried out by “Perusahaan Daerah Air Minum” (PDAM) of Banyumas Regency. The topography of Karangrau Village is steep hills. This made some of costumers do not well servised by the water distribution system. So, the analysis of water distribution system is necessar at PDAM of Banyumas Regency, especially Karangrau Village.
The aim of this study is evaluating performance of water distribution service carried out by PDAM of Banyumas Regency. This study was conducted to analyze water distribution ability in providing the minimum services such as water discharge, head, velocity of water flow, water service at each node and the correlation between existing data with data analized. This analysis is using WaterNet version 2.2 program.
Based on the analysis of water distribution system at PDAM of Banyumas Regency showed that water discharge from the reservoir is enough to serve all drinking water demand. Number of pipes network flow velocity that allowable based on flow velocity are about 79% of total pipes in the network. Optimization was done after changing the diameter of pipes.
1566018968D1E012235HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK INTERNAL DAN FAKTOR EKSTERNAL PETERNAK KAMBING DENGAN EFEKTIVITAS PENYULUHAN DALAM PEMBUATAN SILASE DI KECAMATAN SUMBANGPenelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sumbang pada bulan Januari - Februari tahun 2017, bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik internal dan faktor eksternal peternak kambing dengan efektivitas penyuluhan dalam pembuatan silase. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan melakukan pengamatan dan wawancara berdasarkan kuisioner yang di uji menggunakan uji validitas dan realibilitas. Penetapan lokasi menggunakan metode purposive sampling meliputi desa Banjarsari Kulon, Sikapat, Ciberem, dan Susukan. Pengambilan jumlah responden dilakukan dengan menggunakan metode sensus dengan total responden 60 orang. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara karakteristik internal dan faktor eksternal peternak kambing dengan efektivitas penyuluhan.
Kata kunci : karakteristik peternak dan efektivitas penyuluhan
This research was conducted in the district of sumbang on january until february 2017, the purpose is knowing the relationship between internal characteristics and external factors of goat farmers with effectiveness of silase counseling. Data search method in this research is a survey method with doing direct observation to the field and conducting interviews based on questionnaires tasted using validity and realibility test. The data collection used purposive sampling method that is Banjarsari Kulon, Sikapat, Ciberem, dan Susukan. Capturing the number of respondent was conducted using the census method with a total of the number of respondents 60 people. The collected data were analyzed using rank spearman correlation. The results showed a there is a relationship between internal characteristics and external factors of goat farmers with effectiveness of counseling.
Keyword : farmer characteristics and effectiveness counseling