Home
Login.
Artikelilmiahs
18956
Update
EKA YULIASIH
NIM
Judul Artikel
KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK PADA RUMPUT LAPANG, LIMBAH DAUN KOL, DAUN GAMBAS, DAN DAUN BENGKUANG SECARA IN VITRO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecernaan bahan kering dan bahan organik pada berbagai macam hijauan. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah konsentrat, rumput lapang, daun kol, daun gambas, daun bengkuang dan cairan rumen sapi. Metode penelitian yang digunakan eksperimental in vitro dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap. Perlakuan yang diuji yaitu P1 : 40 % rumput lapang + 60 % konsentrat, P2 : 40 % daun kol + 60 % konsentrat, P3 : 40 % daun gambas + 60 % konsentrat, P4 : 40 % daun bengkuang + 60 % konsentrat. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik (P<0,01). Berdasarkan uji lanjut Beda Nyata Jujur dengan membandingkan nilai tengah perlakuan didapatkan bahwa kecernaan bahan kering antara P2 vs P1 dan P2 vs P3 (P2 24,42 ± 0,86 % vs P1 12,50 ± 0,98 % dan P2 24,42 ± 0,86 % vs P3 16,76 ± 0,72 %) menunjukan hasil yang berbeda nyata. Sedangkan antara P2 vs P4 (P2 24,42 ± 0,86 % vs P4 22,05 ± 2,45 % menunjukan hasil yang berbeda sangat nyata. Kecernaan bahan organik dari P2 vs P1 dan P2 vs P3 (P2 25,28 ± 1,68 % vs P1 14,29 ± 0,98 % dan P2 25,28 ± 1,68 % vs P3 18,01 ± 0,55 %) menunjukan hasil yang berbeda sangat nyata, selanjutnya P2 vs P4 (P2 25,28 ± 1,68 % vs P4 23,26 ± 2,45 %) menunjukan hasil yang berbeda nyata. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hijauan pakan yang mempunyai kandungan serat kasar tinggi dapat dijadikan pakan alternatif tetapi pemberiannya harus diimbangi dengan konsentrat atau pakan sumber protein lainnya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The aim of the research was to know the digestibilitied of dry matter and organic matter of various forages from wild grass, brasicca olerucea leaves, luffa acutangula leaves and pachyrhizus erosus leaves. The materials used in the research were concentrate, wild grass, brasicca olerucea leaves, luffa acutangula leaves pachyrhizus erosus leaves, as well as rumen fluids cow. The experiment used in vitro method at animal nutrition and feed laboratory, Using Completely Randomized Design (CRD). The treatments used were P1 : 40 % of wild grass + 60 % of concentrate, P2 : 40 % of brasicca olerucea leaves + 60 % of concentrate, P3 : 40 % of luffa acutangula leaves + 60 % of concentrate, and P4 : 40 % of pachyrhizus erosus leaves + 60 % of concentrate. The results of analysis of variance showed that the treatment gave a very significant effect on digestibility of dry matter and organic matter (P<0.01). Based on further testng of honestly significant difference test (HSD) by comparing the mean values of treatment showed that dry matter digestibility between P2 vs P1 and P2 vs P3 (P2 24.42 ± 0.86 % vs P1 12.50 ± 0.98 % and P2 24.42 ± 0.86 % vs P3 16.76 ± 0.72 %) showed significantly different results. While between P2 vs P4 (P2 24.42 ± 0.86 % vs P4 22.05 ± 2.45 % showed highly significant difference. Organic matter digestibility from P2 vs P1 dan P2 vs P3 (P2 25.28 ± 1.68 % vs P1 14.29 ± 0.98 % dan P2 25.28 ± 1.68 % vs P3 18.01 ± 0.55 %) showed highly significant difference and than P2 vs P4 (P2 25.28 ± 1.68 % vs P4 23.26 ± 2.45 %) showed different results. The conclusion of the study is, forages with crude fiber can be used as alternative feeds but the feeding must be balanced with feed concentrates or other protein sources.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save