Artikelilmiahs

Menampilkan 15.661-15.680 dari 49.887 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1566118969H1C013075PERANCANGAN PROTOTIPE GENERATOR MAGNET PERMANEN FLUKS RADIAL SATU FASAPemanfaatan potensi energi air menjadi energi listrik dapat ditingkatkan dengan pengembangan generator putaran rendah, khususnya untuk memanfaatkan potensi energi air yang kecil karena debit atau head rendah. Studi ini bertujuan merancang prototipe generator magnet permanen fluks radial satu fasa dengan tegangan keluaran 220 V, daya keluaran 800 VA dengan kecepatan 1000 rpm. Jenis fluks magnet generator yang dipilih adalah fluks radial, karena jenis ini dapat menghasilkan daya yang besar dalam skala yang sama dengan generator magnet permanen bertipe aksial. Selain itu studi ini dilakukan untuk mengetahui hubungan sebaran fluks terhadap tegangan keluaran, serta pengaruh ukuran diameter kawat penghantar terhadap daya keluaran generator. Hal pertama yang dilakukan yaitu menentukan nilai parameter input dari desain. Parameter input yang dipilih dapat digunakan untuk melakukan perhitungan terhadap nilai variabel-variabel yang dibutuhkan dalam perancangan. Perancangan dilakukan menggunakan software AutoCad dalam bentuk 2D dan 3D, serta software FEMM untuk mensimulasikan sebaran fluks dari generator terhadap tegangan keluaran. Pemilihan diameter kawat penghantar akan mempengaruhi keluaran dari generator khususnya daya keluaran. Desain dilakukan dengan menggunakan kawat penghantar AWG 14, AWG 15 dan AWG 16. Hasil yang diperoleh berdasarkan simulasi dengan menggunakan kawat penghantar AWG 14 menghasilkan output tegangan 230,82889 V dan daya 837,90888 VA, dengan menggunakan kawat penghantar AWG 15 menghasilkan output tegangan 224,78273 V dan daya 815,96132 VA, dan dengan menggunakan kawat penghantar AWG 16 menghasilkan output tegangan 220,75673 dan daya 801,34694 VAUtilization of the potential energy of water into electrical energy can be increased by the development of low round generators, especially to exploit the potential of small water energy due to flow or head low. This study aims to design prototype of permanent magnet generator of one phase radial flux with output voltage of 220 V, output power of 800 VA with speed 1000 rpm. The chosen magnetic flux type of the generator is the radial flux, since it can produce large of power on the same scale as the axial permanent magnet generator. In addition this study was conducted to determine the relationship of flux distribution to the output voltage, and the influence of the diameter of the wire to the output power of the generator. The first thing to do is to determine the value of the input parameters of the design. The selected input parameters can be used to calculate the values of the variables required in the design. The design is done using software AutoCad in the form of 2D and 3D, and FEMM software to simulate the flux distribution from the generator to the output voltage. Selection of the wire diameter of the wire will affect the output of the generator, especially the output power. The design was carried out using conductor wire AWG 14, AWG 15 and AWG 16. The results obtained based on simulation using AWG 14 wire produce output voltage 230,82889 V and power 837,90888 VA, using AWG 15 wire produce output voltage 224,78273 V and power 815.96132 VA, and by using AWG 16 wire produce output voltage 220.75673 V and power 801,34694 VA
1566218970D1E013243PENDAPATAN RUMAH TANGGA DAN EFISIENSI EKONOMI
USAHA TERNAK KAMBING PE DI KELOMPOK TANI TERNAK TUNAS MUKTI KECAMATAN GUMELAR, KABUPATEN BANYUMAS
Tujuan penelitian ini adalah 1). Mengetahui efisiensi ekonomi, pendapatan rumah tangga, kontribusi peternakan, dan skala usaha di KTT Mukti, 2). Mengetahui hubungan skala usaha dengan efisiensi ekonomi di KTT Tunas Mukti, 3). Mengetahui hubungan skala usaha dengan pendapatan rumah tangga peternakan di KTT Tunas Mukti, 4). Mengetahui hubungan skala usaha dengan kontribusi pendapatan peternakan di KTT Tunas Mukti. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey. Sasaran penelitian adalah peternak kambing PE anggota KTT Tunas Mukti Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas. Penetapan sampel dilakukan secara purposive sampling (secara sengaja). Jumlah responden peternak diambil dari seluruh anggota KTT Tunas Mukti yang aktif sebanyak 23 peternak dari 27 peternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha pembibitan kambing PE di KTT Tunas Mukti selama satu tahun mempunyai tingkat efisiensi yang rendah dengan rataan 1,04, pendapatan rumah tangga yang berbeda-beda dengan rataan Rp. 24.471.956,52, kontribusi pendapatan yang rendah dengan rataan 0,40% dan skala usaha yang rendah dengan rataan 4,53 ST. Pendugaan hubungan efisiensi ekonomi dan skala usaha dengan menggunakan pearson correlation diperoleh hasil tidak memiliki hubungan (r = 0,0486 < r tabel 0,05), sedangkan berdasarkan analisis koefisien kontingensi juga menunjukan hasil yang sama (x2= 2,202 < x2 tabel 0,01). Hubungan pendapatan rumah tangga dan skala usaha dengan menggunakan pearson correlation diperoleh hasil tidak memiliki hubungan (r = 0,4252 < r tabel 0,05), sedangkan berdasarkan analisis koefisien kontingensi juga menunjukan hasil yang sama (x2= 1,674 < x2 tabel 0,01). Berdasarkan analisis koefisien kontingensi menunjukan bahwa kontribusi pendapatan dan skala usaha diperoleh hasil tidak memilki hubungan (x2= 3,9552 < x2 tabel) dengan koefisien korelasi antara ke dua variabel sebesar 0,382.The purpose of this study was to 1). Determine the economic efficiency, household income, income contribution, and business scale at KTT Tunas Mukti, 2). Determine the correlation of business scale to economic efficiency at KTT Tunas Mukti, 3). Determine the correlation of business scale to household income at KTT Tunas Mukti, 4). Determine the correlation of business scale to income contribution at KTT Tunas Mukti. The research method was conducted using survey method. The research objectives are PE goat farmers from member of KTT Tunas Mukti Cihonje village, Gumelar subdistrict, Banyumas regency. Determination of sample used purposive sampling. The respondents is taken from all active members of KTT Tunas Mukti as many as 23 farmers from 27 farmers. The results showed that the business of PE goat breeding at Tunas Mukti Summit for one year has a low efficiency level with a mean of 1.04, has a different household income with an average of Rp. 24.471.956,52, has a low income contribution with a mean of 0,40% and has a low business scale with a mean of 4,53 ST. Prediction correlation of economic efficiency to business scale by using the model of pearson correlation obtained the result that has no correlation (r = 0,0486 < r table 0,05), while based on contingency coefficient analysis also showed the same result (x2= 2,202 < x2 table 0,01). The correlation of household income and business scale by using pearson correlation obtained the result that has no correlation (r = 0,4252 < r tabel 0,05), while based on contingency coefficient analysis also showed the same result (x2= 1,674 < x2 table 0,01). Based of contingency coefficient analysis shows that the contribution of income and business scale obtained the result that has no correlation (x2= 3,9552 < x2 table) with correlation coefficient between the two variables of 0.382.
1566319070D1E010078ANALISIS CURAHAN WAKTU KERJA PETERNAK SAPI PO KEBUMENPenelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 14 Juli 2017 sampai dengan tanggal 28 Juli 2017 tahun 2017. Lokasi penelitian di wilayah Kabupaten Kebumen yang meliputi 6 Kecamatan yaitu : Klirong, Bulus Pesantren, Puring, Ambal, Mirit, dan Petanahan. Sasaran yang akan dituju adalah 100 peternak sapi PO Kebumen dengan minimal 1 tahun pengalaman budidaya sapi PO Kebumen.
Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi curahan waktu kerja peternak sapi PO Kebumen dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi curahan waktu kerja pada usaha sapi PO Kebumen.Metode Penelitian menggunakan metode multistage sampling (metode pengambilan sampel bertahap) Tahap satu, sampel wilayah kecamatan diperoleh dengan menggunakan metode purposive (sengaja) yaitu memilih 6 kecamatan (Kecamatan Puring, Petanahan, Klirong, Mirit, Bulus Pesantren, dan Ambal) secara sengaja didasarkan bahwa wilayah 6 kecamatan tersebut sebagai pusat pengembangan sapi PO Kebumen.
Hasil penelitian menunjukan bahwa curahan waktu kerja untuk kegiatan sapi PO rata-rata angka tertinggi adalah pada kegiatatan merumput, dengan rata-rata 52 menit, selanjutnya membersihkan kandang dengan rata-rata 23 menit, memandikan ternak 20 menit, dan yang paling sedikit adalah memberikan pakan dengan rata-rata waktu yang diperlukan adalah 18menit. Rata-rata curahan waktu kerja peternak sapi PO Kebumen adalah 1 jam 91 menit, Sedangkan rata-rata curahan waktu kerja untuk usaha non sapi PO adalah 6 jam. Jumlah ternak dan pengalaman beternak merupakan faktor yang berpengaruh terhadap curahan waktu kerja peternak sapi PO kebumen.
This research was conducted on 14 July 2017 to 28 July 2017 in 2017. The location of research was in area of Regency of Kebumen that involved 6 Sub district they were Klirong, Bulus Pesantren, Puring, Ambal, Mirit, and Petanahan. The target that wanted to be achieved was 100 cow farmer PO Kebumen with minimal 1 year experience of the cultivation of Cow PO Kebumen.
The purpose of this research was to identify the devoting time of the work of cow farmer PO Kebumen and analyze the factors that affected of devoting time for the business of cow PO Kebumen. Method of research used the method of multistage sampling (method of taking sampling gradually) Stage one, area sample of sub district was obtained by using the method of purposive (intentional) that was by choosing 6 sub districts (Sub district of Puring, Petanahan, Klirong, Mirit, Bulus Pesantren, and Ambal) intentionally based that area of 6 Sub district as the central of development of Cow PO Kebumen.
The result of research showed that devoting time of work for the activity of cow PO in average in the highest number was in the activity of grazing, with average 52 minutes, subsequently cleaning the cage with average 23 minutes, bathing the cows was 20 minutes, and the fewest was by giving food with average time that was needed was 18 minutes. The average of devoting time of work of cow farmer PO Kebumen was 1 hours 91 minutes, And the average of devoting time of work for the business non cow PO was 6 hours. The total cows and experience of breeding were the factors that affected to the devoting time of work of the cow famer PO Kebumen.
1566418971D1E013260POLA PENDAPATAN PETERNAK KAMBING PERAH DI KECAMATAN GUMELAR KABUPATEN BANYUMAS JAWA TENGAHPola pendapatan peternak merupakan sebaran pendapatan peternak dalam satu tahun produksi dari usaha ternak kambing dengan mengetahui selisih penerimaan hasil dari penjualan produksi dengan biaya produksi. Perbedaan karakteristik produksi antara Kambing PE dan Sapera tersebut berdampak pada perbedaan pola pendapatan yang diterima peternak. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pola pendapatan dari usaha ternak kambing perah setelah satu tahun produksi di Kecamatan Gumelar, mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi pendapatan peternak dan menganalisis perbandingan pola pendapatan peternak antara peternak kambing Peranakan Etawa dan Sapera. Penelitian dilakukan dengan metode survey. Sasaran penelitian adalah peternak Kambing PE dan Sapera di Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas. Teknik penetapan sampel wilayah dilakukan secara Purposive sampling dengan mengambil 2 desa yang memiliki jumah poplasi kambing tertinggi yaitu Desa Gumelar dan Cihonje. Metode penetapan sampel peternak dilakukan secara stratified random sampling dengan distratakan berdasarkan jumlah ternak yang dimiliki peternak pada setiap desa, setiap strata diambil sampel responden sebanyak 30 % sehingga terpilih 75 peternak sebagai responden. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah (1). Biaya Produksi selama 1 tahun dan (2). Penerimaan selama 1 tahun. Hasil perhitungan analisis pendapatan peternak Kambing PE strata II dan III di Kecamatan Gumelar dalam satu tahun memiliki rataan pendapatan sebesar Rp. 1.487.987.00,- dan Rp. 255.369.00,-, sedangkan pendapatan peternak Kambing Sapera strata I dan II sebesar Rp. 5.417.007.00,- dan Rp. 12.240.867.00,-. Pola pendapatan peternak Kambing Sapera strata I naik turun stabil, pada bulan April, Juni, Oktober dan November mengalami penurunan. Pada pendapatan peternak Kambing Sapera strata II terlihat menurun pada bulan Juli dan peternak Kambing PE strata II mengalami peningkatan pendapatan pada bulan Juli dan September. Pola pendapatan peternak Kambing PE strata III naik pada bulan September. Pendapatan peternak Kambing menjual ternaknya bulan Juli dan September saat momentum Idul Adha dan pembayaran sekolah anak, sedangkan peternak Kambing Sapera mendapatkan penerimaan setiap hari dengan menjual hasil produksi berupa susu. Hasil analisis perbandingan Independent t-test menunjukan bahwa, perbedaan rata – rata pendapatan antara peternak Kambing PE dengan peternak Kambing Sapera di Kecamatan Gumelar diperoleh nilai t hitung (-16.315) > t Tabel (1.295), dengan nilai signifikansi (0.00) ≤ (0.01) maka dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak, artinya terdapat perbedaan yang sangat signifikan pada pendapatan diantara peternak Kambing PE dengan peternak Kambing Sapera di Kecamatan Gumelar.The pattern of farmer’s income is the distribution of the income of the farmer in one year of production from the goat business by knowing the difference between the income from the sale of production and the production cost. Differences characteristics in production between PE Goat and Sapera Goat have an impact on differences in income patterns received by farmers. The purpose of this research is to study the income pattern of dairy goat business after one year of production in Gumelar subdistrict, to know the factors that influence the farmer income and to analyze the comparison of earnings pattern of between PE goat and Sapera goat. The research was conducted by survey method. The targets of the research are goat farmers of PE goat and Sapera goat in District of Gumelar, Regency of Banyumas. The technique of determining the sample uses purposive sampling by taking 2 villages which have the highest population of goat of Gumelar and Cihonje. Method of sampling is done by stratified random sampling with stratified based on the population of livestock owned by farmers in each village, each strata taken sample of res pondents as much as 30% so selected 75 breeders as respondents. The variables observed in this study were (1). Production Cost for 1 year and (2). Receipt for 1 year. Result of calculation of earnings analysis of goat farmers of PE strata II and III in District Gumelar in one year have average of income equal to Rp. 1.487.987.00, - and Rp. 255.369.00, -, while the income of Sapera goat farmer strata I and II amounting to Rp. 5.417.007.00, - and Rp. 12.240.867.00, -. The income pattern of Sapera goat farmers strata I go down steadily, in April, June, October and November decreased. In the income of Sapera strata II goat farmers seen decreased in July and goat farmers PE strata II increased income in July and September. Pattern of goat farmers income PE strata III in September increased. Income goat farmers sell their livestock in July and September during Idul Adha momentum and school children payments, while goat farmers Sapera get daily receipts by selling milk products. The result of comparison analysis of Independent t-test shows that the average difference of income between goat farmer with goat farmer of Sapera goat in Gumelar sub district is obtained t value (-16.315)> t table (1.295), with significance value (0.00) ≤ (0.01 ) therefore, it can be concluded that H1 accepted and H0 rejected, meaning there is a very significant difference in income among goat farmers PE with Sapera goat farmers in District Gumelar.
1566518972E1A012011PENGADAAN PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PERJANJIAN KERJA DI WILAYAH PEMERINTAHAN KOTA TASIKMALAYA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG APARATUR SIPIL NEGARAPenyelenggaraan urusan pemerintahan negara memerlukan Aparatur Negara dalam tahap pelaksanaannya. Aparatur Negara dalam hal ini diangkat sebagai abdi negara yang memberikan pelayanan publik berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dasar hukum penyelenggaraan urusan pemerintahan dituangkan Pemerintah di dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Pegawai Aparatur Sipil Negara terdiri dari PNS dan PPPK. Munculnya PPPK sebagai akibat banyaknya tenaga kerja kontrak yang tidak jelas status, kedudukannya dalam instansi pemerintahan dan tidak mendapatkan perlindungan hukum.
Kajian dalam tulisan ini adalah pengadaan PPPK di wilayah pemerintahan Kota Tasikmalaya berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan kendala dalam pelaksanaan pengadaan PPPK di wilayah pemerintahan Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder sebagai bahan dasar untuk diteliti dengan cara mengadakan penelusuran terhadap peraturan-peraturan dan literatur-literatur yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti.
Manajemen PPPK diatur di dalam Pasal 93 sampai dengan Pasal 107 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara khususnya di dalam Pasal 96 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara yang mengatur mengenai pengadaan PPPK. Pengadaan PPPK untuk wilayah pemerintahan Kota Tasikmalaya dikembalikan ke peraturan pelaksana yang lama atas dasar peraturan peralihan dikarenakan pengadaan PPPK dengan PNS tidak berbeda jauh yaitu dengan menggunakan Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil dan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 9 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil. Mengenai kendala dari pengadaan PPPK ini yaitu belum disahkannya peraturan pelaksana dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara sehingga membuat pengadaan PPPK di wilayah pemerintahan Kota Tasikmalaya masih terhambat.
Organization of state government affairs require state servant in the implementation. State Servant in this case appointed as civil servant that provides public services based on Pancasila and the 1945 Constitution. The legal basis for the organization of government affairs stated in Law Number 5 of 2014 on State Civil Servants. State Servants consists of civil servants and Civil Servant with Specific Employment Agreement. The emergence of Civil Servant with Specific Employment Agreement is as a result of the number of contract labor that has no clear status, position in government agencies and do not receive legal protection.
Studies in this paper is the procurement of Civil Servant with Specific Employment Agreement in Tasikmalaya government areas under the Law Number 5 of 2014 on State Civil Servant and some problems that arise due to the implementing regulations of Law Number 5 of 2014 on State Civil Servant. The method used is legal approach.
Management of Civil Servant with Specific Employment Agreement regulated in Article 93 to Article 107 of Law Number 5 of 2014 on State Civil Servant in particular in Article 96 of Law Number 5 of 2014 on State Civil Servant governing the procurement of Civil Servant with Specific Employment Agreement. Procurement of Civil Servant with Specific Employment Agreement. to government territory of Tasikmalaya City returned to the former implementing regulations on the basis of regulatory transition due to the procurement of the Civil Servant with Specific Employment Agreement to the civil servants do not differ much by using Government Regulation Number 98 of 2000 on the Procurement of Civil Servants and Regulation of the Human Resources Chairman Number 9 of 2012 on Guidelines for Procurement of Candidates for Civil Servants. The barrier of the procurement of Civil Servant with Specific Employment Agreement in the Tasikmalaya is implementing regulation of Law Number 5 of 2014 on State Civil Servant has not yet ratified thus making the procurement of Civil Servant with Specific Employment Agreement in Tasikmalaya still use the old implementing regulations.
1566618973D1E013016PENGARUH PENGGUNAAN JENIS DAN LEVEL FILLER (BAHAN PENGISI) YANG BERBEDA
TERHADAP TINGKAT KESUKAAN DAN KEEMPUKAN NUGGET AYAM PETELUR AFKIR
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan jenis dan level filler (bahan pengisi) dan interaksi terhadap tingkat kesukaan dan keempukan nugget ayam petelur afkir. Metode Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk tingkat kesukaan dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x3 untuk keempukan. Terdapat sembilan kombinasi perlakuan dengan tiga kali ulangan. Hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa pada tingkat kesukaan terhadap penambahan jenis dan level filler (bahan pengisi) dalam pembuatan nugget ayam petelur afkir menunjukkan adanya pengaruh yang sangat nyata (P<0,01). Sedangkan analisis variansi pengaruh interaksi antara jenis dan level filler (bahan pengisi) terhadap tingkat keempukan menunjukkan adanya pengaruh yang nyata (P<0.05) dan masing-masing dari jenis dan level filler (bahan pengisi) menunjukkan adanya pengaruh yang sangat nyata (P<0.01) terhadap keempukan nugget ayam petelur afkir. Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa, adanya pengaruh bersama dalam penggunaan jenis dan level filler (bahan pengisi) terhadap tingkat kesukaan dan keempukan, tepung tapioka menghasilkan tingkat keempukan yang terbaik dengan rataan sebesar 0.0629 mm/g/dt, sedangkan level filler (bahan pengisi) sebesar 30% menghasilkan tingkat keempukan yang terbaik dengan rataan sebesar 0.0668 mm/g/dt.The research aimed to find the influence of the use of type and level different filler and interaction of level of preference and tenderness of layer chicken nugget. The research method used is Experimental method using Randomized Completely Block Design (RCBD) for level of preference and Completely Randomized Design (CRD) factorial pattern of 3x3 for tenderness. There were nine treatments with three replications. The result obtained were analyzed using variance analysis with Honestly Significance Diffirence (HSD). The result of variance analysis showed of level of preference to the addition of type and level filler in the making of layer chicken nugget showed a very significant (P<0.01). While the analysis of the variance of the interaction effect between the type and level filler of tenderness showed a significant (P<0.05) and each of the type and level filler showed a very significant (P<0.01) on tenderness of layer chicken nugget. The conclusion of the result of research was the influence of the joint in the use of the type and level filler on level of preference and tenderness, tapioca flour produced the best level of tenderness with an average of 0.0629 mm/g/dt, while the filler level 30% best with an average of 0.0668 mm/g/dt.
1566718974H1H013024EKSPRESI GEN GROWTH HORMONE DAN PERTUMBUHAN GURAMI (Osphronemus goramy) YANG DIBERI PAKAN AZOLLA MICROPHYLLA DAN PELET DENGAN PERBANDINGAN BERBEDAGurami (Osphronemus gouramy) merupakan komoditas unggulan budidaya air tawar yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, namun memiliki pertumbuhan yang lambat. Azolla microphylla telah memberikan hasil pertumbuhan yang baik pada beberapa jenis ikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat ekspresi gen growth hormone dan pertumbuhan gurami yang diberi Azolla microphylla dan pelet dengan perbandingan berbeda. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan 4 perlakuan yaitu 0, 25, 50 dan 100% Azolla microphylla dari total pakan yang dibutuhkan gurami selama 30 hari. Berat ikan diukur pada awal dan akhir pemeliharaan untuk menghitung laju pertumbuhan. Sampel otak dan hipofisa diambil pada hari ke-15 untuk mengukur tingkat ekspresi gen growth hormone. Ekspresi gen diamati menggunakan teknik RT-PCR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian A. microphylla tidak memberikan pengaruh nyata terhadap ekspresi gen growth hormone dan pertumbuhan. Ekspresi gen growth hormone cenderung lebih tinggi pada perlakuan 100% A. microphylla, namun laju pertumbuhan cenderung lebih baik pada perlakuan 25% A. microphylla. Kualitas air setiap perlakuan memiliki nilai yang relatif sama dan sesuai baku mutu.Gurami (Osphronemus gouramy) is an important commodity of freshwater fish that has high economic value, however it has slow growth. Azolla microphylla have shown to promote growth of some species of fish. This study aimed to determine level growth hormone gene expression and growth rate of gourami fed by Azolla microphylla and pellet with different proportions. Experimental method was used with 4 treatments: 0, 25, 50 and 100% of Azolla microphylla of total feed required of gourami for 30 days. Weight of fish was measured in the beginning and the end of cultivation period to calculate the growth rate. Brain and pituitary were taken in 15th day to measure level of growth hormone genes expression using RT-PCR technique. The result showed that feeding of A. microphylla did not have a significant influence on the level expression of growth hormone gene and growth of fish. The level expression of growth hormone gene was slightly higher in the treatment of 100% A. microphylla, however the growth rate was slightly better in 25% A. microphylla treatment. Water quality of each treatment was a relatively same value and appropriate with quality standard for aquaculture.
1566818976H1H013008EKSPRESI GEN MUCIN 2 PADA GURAMI (Osphronemus goramy) YANG DIBERI PAKAN Azolla microphylla DAN PELET DENGAN PERBANDINGAN BERBEDAMucin 2 adalah glikoprotein yang menjadi salah satu pembentuk lapisan mukus saluran pencernaan dan berperan sebagai penghalang dari infeksi bakteri sehingga menciptakan kesehatan saluran pencernaan. Gen Mucin 2 pada gurami telah berhasil diidentifikasi dan ekpresi gen tersebut terdeteksi di saluran pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ekspresi gen Mucin 2 pada gurami yang diberi pakan Azolla microphylla dan pelet dengan perbandingan berbeda. Metode eksperimental digunakan dalam penelitian ini yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah pemberian Azolla microphylla 0 (g/g) % (P1), 25 (g/g) % (P2), 50 (g/g) % (P3), dan 100 (g/g) % (P4) dari jumlah pakan yang diberikan. Pengamatan ekspresi gen Mucin 2 dilakukan melalui tahapan isolasi RNA, DNase Treatment, amplifikasi gen Mucin 2 dengan RT-PCR, elektroforesis, visualisasi hasil amplifikasi dan analisis dengan Gel Analyzer. Hasil menunjukkan penambahan Azolla microphylla tidak signifikan (P>0,05) mempengaruhi tingkat ekspresi gen Mucin 2 dan panjang usus gurami. Tingkat ekspresi gen Mucin 2 relatif sama diantara gurami yang diberi pakan Azolla microphylla dengan perbandingan berbeda. Kualitas air media pemeliharaan selama penelitian sesuai standar baku mutu kualitas air dan mendukung kehidupan gurami.Mucin 2 is a glycoprotein that forms a mucous layer of the gastrointestinal tract and acts as a barrier to bacterial infections, creating a healthy gastrointestinal tract. The Mucin 2 gene on the gourami has been identified and the gene expression was detected in the gastrointestinal tract. This research aimed to determine the level of Mucin 2 gene expression in gourami fed Azolla microphylla and pellets with different proportion. Experimental method was used in this research which consists of 4 treatments and 3 replications. The applied treatments were feeding Azolla microphylla 0 (g/g)% (P1), 25 (g/g)% (P2), 50 (g/g)% (P3), and 100 (g/g)% (P4) of the amount of feed. Observation of Mucin 2 gene expression was done through RNA isolation stage, DNase Treatment, Mucin 2 gene amplification with RT-PCR, electrophoresis, visualization of amplification result, and analysis with Gel Analyzer. The results showed that addition of Azolla microphylla was not significantly influence (P> 0.05) Mucin 2 gene expression level and length of gourami gut. The level of Mucin 2 gene expression was relatively similar among group of gouramy fed Azolla microphylla in different proportion. The water quality during the research was in accordance with water quality standard and support gourami life.
1566918975C1J012014EFFECT OF USE OF ZIS FUNDS (ZAKAT, INFAK, SHODAQOH) ON MUSTAHIQ INCOME
(Case Study BAZNAS Banyumas Regency)
Tujuan dari penelitian ini adalah a) Untuk menganalisis distribusi sistem produktif zakat di BAZNAS Banyumas, b) Untuk menganalisa pengaruh variabel pengawasan dan pembinaan, jumlah zakat yang diterima mustahik, lamanya zakat yang diterima, efektifitas pelatihan, pada pendapatan mustahik dan c) untuk menganalisis prospek program amil di BAZNAS Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode analisis multiple regression linear, uji asumsi klasik dan uji statistik.
Kesimpulan dari penelitian ini
1. BAZNAS Banyumas dalam penggunaan dana zakat produktif dilakukan melalui pembagian pemanfaatan zakat. Sistem penyaluran zakat produktif dituangkan ke dalam beberapa program yang membentuk empat jenis penggunaan zakat produktif: 1) Penyediaan bantuan modal usaha perorangan, 2) pelatihan keterampilan kerja, 3) bantuan modal usaha kelompok, 4) bantuan fasilitas dan fasilitas pra-usaha .
2. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data diperoleh hasil, supervisi dan bimbingan, jumlah zakat yang diterima mustahik, lamanya zakat yang diterima, dan efektivitas pelatihan memiliki dampak positif yang signifikan terhadap pendapatan mustahik yang dikelola oleh BAZNAS Banyumas. .
3. Kedepan prospek BAZNAS Banyumas telah merencanakan untuk memberdayakan penyandang disabilitas (penyandang cacat) dalam usaha pembuatan kerajinan tangan. Tahap pertama direncanakan memiliki 10 anggota untuk pembuatan tikar atau alas kaki bermotif. Dengan demikian BAZNAS juga telah mengakuisisi jaringan bisnis yang akan mengakomodasi dan membantu dalam pemasaran produk siap jual.
The purpose of this research is 1) to analyze the distribution of zakat productive system in BAZNAS Banyumas, 2) to analyze the effect of variable supervision and oversight, the number of zakat received mustahiq, the length of zakat received, the effectiveness of training, on mustahiq income and 3) to analyze the prospects of productive zakat program in Banyumas BAZNAS. This research use analysis method multiple regression linear, classic assumption test and statistic test.
The conclusion of the research
1. BAZNAS Banyumas in the use of productive zakat funds is done through the division of utilization of zakat. The system of distributing productive zakat is poured into several programs forming four types of productive zakat usage: 1) Provision of individual venture capital assistance, 2) Vocational training, 3) Group venture capital assistance, 4) Assistance of facilities and pre-business facilities.
2. Based on the results of research and data analysis obtained results, supervision and guidance, the number of received zakat, the length of zakat is accepted, and the effectiveness of training has a significant positive impact on mustahiq income which is managed by BAZNAS Banyumas.
3. In the future prospects BAZNAS Banyumas has planned to empower people with disabilities (disabled) in handicraft manufacturing business. The first phase is planned to have 10 members for the manufacture of mats or patterned footwear. Thus the BAZNAS has also acquired a business network which will accommodate and assist in the marketing of ready-to-sell products
1567018980G1G013004PENGARUH PERAWATAN FRAKTUR MAKSILA DENGAN METODE REDUKSI TERTUTUP TERHADAP ASIMETRI WAJAH DAN KETERBATASAN MEMBUKA MULUT
(Studi pada Pasien Pascaperawatan Fraktur Maksila di Banyumas)
Cedera maksilofasial merupakan masalah klinis yang serius karena terkait dengan bagian-bagian anatomi yang merupakan organ penting pada manusia. Fraktur maksila adalah salah satu cedera maksilofasial yang terdiri dari Le Fort I, Le Fort II, dan Le Fort III. Perawatan reduksi tertutup merupakan perawatan konservatif yang dipilih untuk mengembalikan segmen fraktur tanpa tindakan pembedahan. Pascaperawatan reduksi tertutup terdapat kemungkinan terjadi komplikasi seperti malunion, nonunion, atau delayed union, untuk itu dibutuhkan suatu evaluasi pasien pascaperawatan fraktur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perawatan fraktur maksila dengan menggunakan metode reduksi tertutup terhadap asimetri wajah dan keterbatasan membuka mulut. Penelitian dilakukan pada pasien pascaperawatan fraktur maksila dengan metode reduksi tertutup. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif analitik dan rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sebanyak 25 sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilakukan dengan konsep antropometri yaitu perhitungan pada jaringan lunak sesuai dengan titik landmark kefalometri dengan teknik fotografi kemudian dianalisis menggunakan adobe photoshop Cs6, keterbatasan membuka mulut dihitung dengan menggunakan sliding caliper pada subjek penelitian.. Hasil dari pengukuran tersebut dibandingkan dengan nilai normal menggunakan uji t, penelitian ini menunjukan bahwa hasil pengukuran tidak sama dengan nilai normal dan terdapat perbedaan bermakna. Simpulan dari penelitian ini adalah perawatan fraktur maksila dengan metode reduksi tertutup dapat mempengaruhi adanya asimetri wajah dan keterbatasan membuka mulut. Maxillofacial injury is a serious clinical problem because it is associated with anatomical parts of important organs in humans. The maxillary fracture is one of the maxillofacial injuries consisted of Le Fort I, Le Fort II, and Le Fort III classification. Closed reduction treatment is the conservative treatment chosen to restore the fracture segment without surgery. Post-treatment of closed reduction may have complications such as malunion, nonunion, or delayed union, so it is necessary to evaluate the patient post-treatment fracture. The purpose of this study was to determine the effect of maxillary fracture treatment using a closed reduction method against facial asymmetry and open mouth limitations. The study was conducted patients maxillary fracture post treatment with closed reduction method. The type of this research is quantitative with descriptive analytic method and the research design is cross sectional. The research subject were 25 people according to inclusion and exclusion criteria. The research was done with anthropometric concept that is calculation on soft tissue according to the point of kefalometri landmark with photography technique then analyzed using adobe photoshop Cs6 and also opening limitation was calculated using sliding caliper on research subject. The results of these measurements were compared with the normal values using the t test. This study showed that the measurement results were not the same as the normal values and there were significant differences. The conclusion of this study is that maxillary fracture treatment with closed reduction method may affect the presence of facial asymmetry and limitations of open mouth.
1567118977C1F015021ANALISIS TERHADAP FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK
ORANG PRIBADI DENGAN TAX COMPLIANCE MODEL
(STUDI PADA KPP PRATAMA PONDOK AREN)
Penelitian ini berjudul: “Analisis terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak orang pribadi dengan pengembangan Tax Compliance Model (Studi pada KPP Pratama Pondok Aren)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh persepsi atas keadilan sistem perpajakan, norma harapan, dan sanksi pajak terhadap perilaku patuh wajib pajak dengan niat untuk patuh sebagai variabel antara.
Penelitian ini dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner terhadap sampel wajib pajak orang pribadi di KPP Pratama Pondok Aren. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari Wajib Pajak Orang Pribadi KPP Pratama Pondok Aren. Teknik analisis yang digunakan adalah menggunakan component based- Structural Equation Modelling (CB-SEM) atau yang dikenal sebagai Partial Least Square (PLS).
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persepsi keadilan atas sistem perpajakan berpengaruh terhadap niat wajib pajak untuk patuh, (2) Norma harapan tidak berpengaruh terhadap niat wajib pajak untuk patuh; (3) Sanksi Pajak berpengaruh terhadap niat wajib pajak untuk patuh; (4) Niat wajib pajak untuk patuh akan memediasi persepsi atas keadilan sistem perpajakan, norma harapan, dan sanksi pajak terhadap perilaku patuh wajib pajak.

This study entitled: "Analysis of the factors that influence individual taxpayer compliance with the development of the Tax Compliance Model (Study onSTO Pondok Aren)". The purpose of this study was to determine the effect on the Equity Attitude, normative expectation, and legal sanctions against tax compliance behavior with intention to comply as intermediate variable. This research was conducted by distributing questionnaires to 100 sample individual taxpayer on STO Pondok Aren. The data used
are primary data obtained from the individual taxpayer STO Pondok Aren. The analysis technique used is based-component Structural Equation Modelling (CB-SEM), also known as Partial Least Square(PLS). Based on the results of the study show that: (1) Equity Attitude affect the intention of the taxpayer to comply, (2) normative expectation not affect the taxpayer's intention to comply; (3) legal sanctions affect thetaxpayer's intention to comply; (4) the intention of the taxpayer to comply shall mediate Equity
Attitude, normative expectation, and legal sanctions against tax compliance behavior
1567218978H1C012057Analisis Waktu Kerja Over Current Relay (OCR) dan Ground Fault Relay (GFR) Pada Section-AH3 di PT. Sinar Tambang Arthalestari Pabrik Semen Bima AjibarangIndustri membutuhkan sistem tenaga listrik yang handal dalam menjalankan proses produksinya. Untuk menjaga sebuah sistem yang handal, terutama dalam menangani gangguan, peran peralatan proteksi dengan koordinasi yang baik menjadi hal yang sangat penting. Pada Section-AH3 PT. Sinar Tambang Arthalestari dipasang peralatan proteksi Over Current Relay (OCR) dan Ground Fault Relay (GFR) sebagai pengaman untuk gangguan arus hubung singkat. Over Current Relay (OCR) di Section-AH3 digunakan untuk mengatasi gangguan hubung singkat antar fasa sedangkan Ground Fault Relay (GFR) digunakan untuk mengatasi gangguan hubung singkat fasa-fasanya ke tanah. Koordinasi antar OCR dan koordinasi antar GFR pada Section-AH3 sudah cukup baik dalam mengatasi gangguannya. Terbukti bahwa peralatan proteksi OCR dan GFR disisi outgoing AH-3 bekerja terlebih dahulu dibandingkan dengan peralatan proteksi OCR dan GFR yang berada pada sisi incoming-nya dimana relai arus lebih disisi outgoing berfungsi sebagai relai utama yang mengamankan bagian hilir penyulang utama sedangkan relai arus lebih disisi incoming berfungsi sebagai relai utama yang mengamankan bagian hulu penyulang utama sekaligus sebagai back up bagian hilir penyulang utama.Industrial needs a reliable power system to run its production process. In order to defends a value of system reliability, coordination between protective device becomes very important especially for protecting system from an electrical fault. In section-AH3 PT. Sinar Tambang Arthalestari using a protective device such as Over Current Relay (OCR) and Ground Fault Relay (GFR) to protect system from short circuit fault. Over Current Relay (OCR) in Section-AH3 is used to overcome a short circuit between each phase and Ground Fault Relay (GFR) is used to overcome a short circuit between its phases with ground. Coordination between OCR and coordination between GFR in Section-AH3 is good enough to overcome the disorder. It is proved that when there is a fault, OCR and GFR on the outgoing AH3 will trip more faster than OCR and GFR which installed in incoming side where the overcurrent relay in the outgoing side acts as main protective device that secures the primary downstream feeder and the incoming overcurrent relay is act as main protective device that secures the primary upstream feeder and also as back up protection for the primary downstream feeder.
1567318979H1C012049ANALISIS KUALITAS JARINGAN OPERATOR SELULER PADA USER EQUIPMENT WILAYAH PURWOKERTOKebutuhan masyarakat untuk mendapatkan layanan yang praktis dan efisien membuat permintaan akan kecepatan dan kemudahan dari sebuah layanan teknologi telekomunikasi meningkat. Teknologi telekomunikasi semakin lama semakin berkembang, hal ini dibuktikan dengan hadirnya teknologi baru yang mempunyai kualitas jaringan telekomunikasi khususnya dalam hal kecepatan data yakni teknologi 4G atau LTE. Teknologi 4G memberikan kecepatan data yang lebih besar dan jaringan yang lebih aman dibandingkan dengan pendahulunya seperti 3G. Teknologi Long Term Evolution (LTE) merupakan suatu jawaban dari masalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan atau user. Sebuah jaringan akan dikatakan dalam kondisi baik jika hasil pengambilan data masih memenuhi standar kualitas dari kebijakan operator selular. Kualitas dari suatu jaringan dapat dilakukan dengan pengamatan secara riil di lapangan melalui pengukuran kualitas sinyal layanan 4G suatu wilayah. Teknik pengambilan data jaringan yang banyak dilakukan salah satunya ialah dengan menggunakan metode drive test. Drive test dalam pekerjaannya dilakukan di dalam mobil yang diam lalu berjalan dan diam lagi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Perjalanan pun dilengkapi dengan peta digital, GPS, handset dan software drive test.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kualitas jaringan 4G pada sebuah operator yang berada di wilayah purwokerto. Dalam kasus ini untuk mengetahui kualitas jaringan tersebut maka yang akan dianalisis berupa RSRP, dan nilai uplink serta downlink throughput.Community needs To obtain a practical and efficient service makes the demand for connection speed and ease of an increasing telecommunication technology services. Telecommunications technology has been increased, It is proven by the presence of a new technology that have the quality of telecommunication networks, especially in terms of data speed known as 4G technology or lte. Technology speed of data 4G give more greater and safer than predecessor as 3G . Long Term Evolution technology ( LTE ) is an answer from the problem to improve the quality of service for customers and users. A network have a good condition if the data fulfill standard quality of policy cellular operators. The quality of a network can be determined by measuring signal quality of 4G territory on field. The data network technique that operates by drive test method. Drive test is done in the car, then walk and stop again in accordance with certain needs. Drive test Furnished with digital maps, GPS, handset and software drive test. The purpose of this research is knowing the quality of tissue 4G in Purwokerto. In this case to know the quality of the network it will be analyzed RSRP , and value uplink and downlink throughput.
1567418984C1C012127FAKTOR-fAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI PADA UKM (Studi Pada UKM Knalpot di Kabupaten Purbalingga)Judul penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan informasi akuntansi dalan pengambilan keputusan investasi pada UKM (studi pada UKM knalpot di Kabupaten Purbalingga). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan informasi akuntansi dalan pengambilan keputusan investasi pada UKM (studi pada UKM knalpot di Kabupaten Purbalingga).
Populasi dalam penelitian ini berjumlah 173 unit usaha yang terdaftar di Dinperindagkop Kabupaten Purbalingga. Sampel berjumlah 64 unit usaha yang dihitung berdasarkan rumus Slovin. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang didistribusikan langsung kepada responden.
Hasil pengujian menunjukan bahwa variabel pendidikan formal manajer, pelatihan akuntansi dan umur usaha berpengaruh signifikan dalam penggunaan informasi akuntansi. Sedangkan skala usaha tidak berpengaruh signifikan terhadap penggunaan informasi akuntansi.
This study is entitled factors that affect the use of accounting information in investment decision at the SMEs (study in SMEs exhaust Purbalingga District). This study aimed to analyze factors that affect the use of accounting information in investment decision at the SMEs (study in SMEs exhaust Purbalingga Regency).
The population in this study were 173 business unit that listed on Dinperindagkop Purbalingga Regency. Sample were 64 business unit that calculated by Slovin. Simple random sampling technique used in this study. Data collection in this study using a questionnaire that which is distributed directly to respondents
The result show indicated that formal education of manager, accounting training and business age significanly affect on use of accounting information. Meanwile business scale not significanly affect on use of accounting information.
1567518985D1E013065Perbandingan Kemampuan Produksi Susu Kambing Peranakan Etawa dan Sapera (Studi Kasus di Farm Iwan Desa Gumelar Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas) “ Perbandingan Kemampuan Produksi Susu Kambing Peranakan Etawa dan Sapera (Studi Kasus di Farm Iwan Desa Gumelar Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kempuan produksi susu Kambing Peranakan Etawah dengan Kambing Sapera dan mengetahui hubungan antara bulan laktasi dengan produksi susu pada kambing Peranakan Etawah dan Sapera. Penelitian dilakukan di Iwan Farm Kecamatan Gumelar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan produksi susu kambing Peranakan Etawa dan Sapera berbeda sangat nyata antara produksi susu kambing PE (0,8 – 1 liter/ekor/hari) dan Sapera 1,2 – 1,5 (liter/ekor/hari). Hasil uji korelasi antara bulan laktasi dengan produksi susu kambing PE dan kambing Sapera menunjukkan bahwa bulan laktasi pertama dan ketiga memiliki nilai korelasi tertinggi terhadap produksi susu kambing PE dan Sapera. Produksi susu pada bulan laktasi kedua mengalami penurunan yang diduga disebabkan kambing mengalami stres sebagai akibat perubahan pakan dan pemindahan lokasi kandang yang dilaksanakan ketika memasuki bulan laktasi kedua. The research entitled “Comparative Study of Milk Production of Peranakan Etawah and Sapera Dairy Goat” has been undertaken at Iwan Farm, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas. The objectives of this research were to find out the milk production of both breed, and investigate the correlation of lactation month to milk production. Research showed that Peranakan Etawah has less milk production (0.8 - 1 liter/head/day) than Sapera (1.2 - 1.5 liters/head/day). Pearson correlations showed that lactation month and milk production has a positive correlation on both dairy goats. Research also showed that second lactation month in both Peranakan Etawah and Sapera yield less milk production than the first and the third month of lactation. This was due to a possible stress caused by change in feed ration and relocation of goats to different location in that months.
1567618986G1B013041PENGELUARAN KATASTROPIK PADA PASIEN BPJS KESEHATAN PENYAKIT STROKE DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTOLatar Belakang: Adanya asuransi kesehatan sosial diharapkan dapat melindungi pesertanya dari pengeluaran out-of-pocket (OOP) yang dapat berimplikasi pada pengeluaran katastropik. Namun, pada studi pendahuluan ditemukan adanya pasien BPJS Kesehatan penyakit stroke di instalasi rawat inap RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto masih mengalami pengeluaran out-of-pocket. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena pengeluaran katastropik pada pasien BPJS Kesehatan penyakit stroke di instalasi rawat inap RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.

Metodologi: Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah informan sebanyak 12 orang yang dipilih secara purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Pengolahan dan analisis data menggunakan content analysis.

Hasil Penelitian: Terdapat lima tema yang muncul dalam penelitian ini. (1).Karakteristik pengeluaran out-of-pocket untuk pasien BPJS penyakit stroke selama perawatan inap, (2) Respon negatif (tidak menerima) keluarga terhadap beban pengeluaran out-of-pocket selama perawatan inap pasien, (3) Strategi keluarga melalui sumber daya internal dan eksternal untuk mengatasi pengeluaran out-of-pocket selama perawatan inap pasien, (4) Kesulitan keuangan jangka pendek yang dihadapi keluarga selama perawatan inap pasien, (5) Persepsi keluarga terhadap BPJS Kesehatan.

Kesimpulan: Pasien BPJS Kesehatan penyakit stroke di instalasi rawat inap RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo masih ada yang mengalami pengeluaran katastropik.
Background: The existence of social health insurance is expected to protect participants from out-of-pocket (OOP) expenditures that can have implications for catastrophic expenditure. However, in the preliminary study found the presence of patients BPJS Kesehatan with stroke disease in inpatient installation of RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto still has out-of-pocket expenditure. This study aims to describe the phenomenon of catastrophic expenditure in patients BPJS Kesehatan stroke disease in inpatient of RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.

Methods: This type of research is qualitative with phenomenology approach. Number of informants is 12 people selected by purposive sampling. Methods of data collection were conducted with in-depth interviews. Processing and data analysis using content analysis.

Results: There are five themes that emerged in this study. (1) Out-of-pocket expenditure characteristics for stroke BPJS patients during inpatient care, (2) Negative (not receiving) family response to out-of-pocket expenditure expenses during patient care, (3) Family strategy through internal and external resources to address out-of-pocket expenditure during patient care, (4) Short-term financial difficulties that facing families during patient care, (5) Family perception of BPJS Kesehatan.

Conclusion: Patient BPJS Kesehatan stroke disease in inpatient installation of RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo still has a catastrophic expenditure.
1567718987D1E013001EFEKTIFITAS PEMBALURAN JAHE MERAH (ZingiberofficinaleRubrum) DENGAN KONSENTRASI BERBEDA TERHADAP KEEMPUKAN DAN SUSUT MASAK DAGING AYAM NIAGA PETELUR AFKIR

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan pasta jahe merah dengan konsentrasi berbeda terhadap keempukan dan susut masak daging ayam petelur afkir. Pengambilan data dilaksanakan tanggal 4 Mei sampai 10 Mei 2017. Materi yang digunakan meliputi daging ayam petelur afkir dan jahe merah. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan penggunaan pasta jahe merah terdiri dari P0 (0%), P1 (5%), P2 (10%), P3 (15%) dan P4 (20%). Variabel yang diukur adalah keempukan dan susut masak. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan uji orthogonal polinomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pasta jahe merah (5%, 10%, 15% dan 20%), memberikan pengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap keempukan dan susut masak daging ayam petelur afkir. Rataan nilai keempukan yaitu 0,112; 0,116; 0,119; 0,119 dan 0,123 mm/gr/det. Rataan susut masak yaitu 15,57; 14,49; 14,18, 13,45 dan 11,33%. Kesimpulan, penggunaan pasta jahe merah dengan konsentrasi yang berbeda pada daging ayam petelur afkir sampai taraf 20%meningkatkan nilai keempukan dan menurunkan susut masak.The study was aimed to examine the effects of adding ginger paste with different concentrations on the tenderness and cooking looses of culled hens’ meat. The experiment was conducted from May 4 to May 10, 2017. The materials used include laying chicken and red ginger pastes. The design used was a Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 5 replications. Treatments consisted of ginger pastes at a rate of P0 (0%), P1 (5%), P2 (10%), P3 (15%) and P4 (20%). Variables measured were tenderness and cooking losses. The data obtained were analyzed using variance analysis and orthogonal polynomial test. The results showed that the use of red ginger pastes (5%, 10%, 15% and 20%) have significant effects (P <0.01) on the tenderness and cooking losses of of culled hens’ meat. The average tenderness values for each treatment were 0.112; 0.116; 0.119; 0.119, and 0.123 mm/g/s. The average cooking losses were 15.57; 1 4.49;14.18, 13.45, and 11.33%. In conclusion, red ginger pastes can be used to improve tenderness and reduce cooking losses of culled hens’ meat. It is recommended to use 20% ginger paste.

1567818988A1L011169KAJIAN ZEOLIT ALAM TERJENUHI N DAN KALSIUM SULFAT SEBAGAI KOMPONEN PUPUK MAJEMUK UNTUK MENINGKAKAN SERAPAN N DAN PRODUKTIVITAS BAWANG MERAH PADA INCEPTISOLPenelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh komposisi pupuk majemuk NS Zeolit terhadap serapan N dan hasil dua varietas bawang merah di Lahan Inceptisol, 2) mendapatkan komposisi pupuk majemuk NS Zeolit terbaik untuk meningkatkan hasil bawang merah di lahan Inceptisol. Penelitian ini dilakukan di lahan sawah Inseptisol yang berlokasi di Desa Kebanggan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas pada bulan Juli 2016 sampai Februari 2017, analisis sifat tanah dan jaringan dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada bulan Januari sampai Februari 2017. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu varietas tanaman bawang merah dengan dua aras yakni, Bima Curut (V1) dan Bangkok Warso (V2). Faktor kedua yaitu komposisi pupuk majemuk NS Zeolit dengan 6 aras yakni, kontrol tanpa NS Zeolit (P0), grade 7-0 (P1), grade 2 7-1,75 (P2), grade 3 7-3,50 (P3), grade 4 7-5,25 (P4), grade 5 7-7 (P5). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk NS Zeolit berpengaruh terhadap jumlah umbi, bobot basah tanaman, bobot basah umbi, bobot basah akar, bobot kering daun, bobot kering akar, N-Tersedia, N-Jaringan, N-Total, pH-H2O. Pupuk NS Zeolit grade 5 meningkatkan jumlah umbi menjadi 46 buah/rumpun dan meningkatkan bobot basah umbi menjadi 209,49 gr/rumpun, tetapi menurunkan kadar N-Jaringan menjadi 1,58 %.This research aimed to: 1) to know the effect of compound fertilizer NS Zeolite composition to N absorption and productivity two Onion varieties on Inceptisol, 2) to obtain the best composition of compound fertilizer NS Zeolit to growth Onion productivity on Inceptisol. The research was conducted on wet land with the Inceptisol type located in Kebanggan village, Sumbang district, Banyumas, from July to Ferbruary 2017, soil and tissue analysis conductedat Laboratory of Chemistry and Soil Fertility, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, from January to February 2017. The design of the research was split plot design, consisted of two factor. The first factor was Onion Varieties with two levels namely, Bima Curut (V1) and Bangkok Warso (V2). The second factors was composition of commpound fertilizer NS Zeolite dosage with six levels namely, control without Fertilizer NS Zeolit (P0), grade 7-0 (P1), grade 2 7-1,75 (P2), grade 3 7-3,50 (P3), grade 4 7-5,25 (P4), grade 5 7-7 (P5). The research showed that application of NS Zeolite fertilizer significantly affecting bulb quantity, plant fresh wight, bulb fresh wight, root fresh weight, leaf dry weight, root dry weight, available N, leaf tissue N, total N, pH-H2O. fertilizer NS Zeolite with grade 5 increasing bulb number up to 46 bulb/cluster, and increasing bulb fresh weight up to 209,49 gr/cluster, however reduce leaf tissue N concentration.
1567918888H1E013033PENGARUH TEMPERATUR SINTERING TERHADAP STRUKTUR DAN SIFAT MAGNET PADA Nd3+-BARIUM FERIT SEBAGAI PENYERAP GELOMBANG MIKROSaluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET), peralatan elektronik seperti microwave oven, dan alat komunikasi seperti handphone merupakan sumber-sumber yang dapat menghasilkan radiasi gelombang elektromagnetik. Radiasi gelombang mikro tersebut dapat mengganggu kesehatan manusia, seperti meningkatnya detak jantung, timbul rasa gelisah dan tidak fokus. Berdasarkan permasalahan tersebut, dibutuhkan material yang mampu meredam atau menyerap gelombang mikro agar tidak berbahaya bagi manusia. Sebuah material penyerap gelombang mikro neodimium barium ferit dengan komposisi kimia 0,8BaO: 0,2Nd2O3: 6Fe2O3 dibuat menggunakan metode solid state reaction pada temperatur sintering 1000, 1100, dan 1200 °C. Material ini dikarakterisasi menggunakan XRD, VSM, dan VNA masing-masing guna mengetahui ukuran partikel, fase dan sifat magnetik serta kemampuan dalam menyerap gelombang mikro. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa fase neodimium barium ferit terbaik diperoleh oleh temperatur sintering 1000 °C. Nilai Ms dari material ini meningkat dari 40,86 ke 53,41 hingga 55,64 emu/g, tetapi nilai Hc menurun dari 0,392 ke 0,337 hingga 0,111 T seiring dengan meningkatnya temperatur sintering. Ferit pada temperatur sintering 1000 °C ini mampu menyerap gelombang mikro dengan RL sebesar -24,6; -17,8; dan -11 dB masing-masing pada 8,2; 9,42; dan 10,34 GHz dengan lebar pita 1,38 GHz. Dengan demikian, ferit ini sangat menjanjikan untuk digunakan sebagai material penyerap gelombang mikro dalam X-band.Extra-high voltage air lines (SUTET), electronic equipment such as microwave ovens, and communication devices such as mobile phones are sources that can produce electromagnetic wave radiation. Microwave radiation can interfere human health, such as heartbeat, anxiety and unfocused. Based on these problems, needed materials that can reduce or absorb microwaves to be harmless to humans. A barium neodymium ferrite is microwave absorbent material with a chemical composition 0,8BaO: 0,2Nd2O3: 6Fe2O3 was prepared using solid state reaction method at sintering temperature of 1000, 1100, and 1200 °C. The effect of sintering temperature on particle size, phases and magnetic properties of barium neodymium ferrite and its ability to absorb microwaves are respectively characterized by XRD, VSM, and VNA. The characterization results show that the best phase of barium neodymium ferrite is obtained at a sintering temperature of 1000 °C. The Ms value of this ferrite increases from 40.86 to 55.64 emu/g. While the value of Hc decreased from 0.392 to 0.111 T along with increasing sintering temperature. Ferrite is able to absorb microwaves with RL of -24.6; -17,8; and -11 dB respectively at 8.2; 9.42; and 10.34 GHz with 1.38 GHz bandwidth. Thus, this ferrite is very promising for using as a microwave absorbent material in X-band.
1568018990F1C013043Media Online, Konformitas dan Body Image
(Studi Korelasi Terpaan Website Wolipop dan Konformitas dengan Body Image Mahasiswi FISIP UNSOED)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara terpaan website wolipop dan konformitas secara parsial dan simultan dengan body image mahasiswi FISIP UNSOED. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kuantitatif dengan sampel penelitian sebanyak 68 responden mahasiswi. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling. Teknik pengukuran data menggunakan skala likert dengan sistem skor; Sangat Setuju, Setuju, Tidak Setuju dan Sangat Tidak Setuju. Kemudian teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi Pearson Product Moment. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji t untuk korelasi parsial dan uji F untuk korelasi simultan.

Berdasarkan uji statistik dengan menggunakan alat bantu aplikasi SPSS 24.00, menunjukkan bahwa (1) terdapat hubungan yang signifikan antara terpaan wolipop dan body image mahasiswi dengan nilai t hitung = 7,808 t tabel = 1,668 dan R = 0,693. (2) terdapat hubungan yang signifikan antara konformitas dan body image mahasiswi dengan nilai t hitung = 6,834 t tabel = 1,668 dan R = 0,644. (3) terdapat hubungan yang signifikan antara terpaan wolipop dan konformitas dengan body image mahasiswi dengan nilai F hitung = 33,960 F tabel = 3,138 R = 0,715 dan R² = 0,511. Semua hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima dengan tingkat signifikansi 0,05.
This study aimed to examine the relationships between wolipop exposure and conformity (in partial and simultaneous) toward body image concerns in female undergraduate of FISIP UNSOED. This quantitative research using convenience sample of 68 female college students are took by simple random sampling. Data measurements using Likert Scale consist of; Strongly Agree, Agree, Disagree and Strongly Disagree. Furthermore, data analysed using Correlate Pearson Product Moment. Hypothesis tested by t-test on partial test and F-test for simultaneous test.

Based on statistic tests used SPSS 24.00, the results of this study indicate that (1) there was a significant relationship between wolipop exposure and body image female undergraduate on number of t value = 7.808 t table = 1,668 and R = 0.693. (2) there also was a significant relationship between conformity and body image female undergraduate on number of t value = 6.834 t table = 1,668 and R = 0.644. (3) relationship between both of wolipop exposure and conformity with body image were significant on number of F value = 33.960 F table = 3,138 R = 0.715 and R² = 0.51. In this study, whole of hypothesis accepted on significant level 0,05.