Artikel Ilmiah : G1G013049 a.n. RIZA YANUAR RENASTYO

Kembali Update Delete

NIMG1G013049
NamamhsRIZA YANUAR RENASTYO
Judul ArtikelSINTESIS, UJI KETAHANAN TERHADAP SALIVA, DAN UJI ANTIBAKTERI KITOSAN BERPENGUAT NANOSELULOSA
BATANG TANDAN PISANG AMBON (Musa acuminata
cavendish) SEBAGAI BAHAN WOUND DRESSING
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kitosan merupakan bahan yang sering dimanfaatkan sebagai agen antibakteri salah satunya pada bahan penyembuhan luka. Kitosan menghasilkan lapisan film yang rapuh dan kurang kompak sehingga pada aplikasinya, kitosan sering dikombinasikan dengan polimer lain. Salah satunya yaitu dengan nanoselulosa. Nanoselulosa mempunyai kemampuan sebagai filler penguat polimer dan membran, sehingga bahan yang ditambahkan nanoselulosa diharapkan mempunyai kemampuan fisik yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sintesis, uji ketahanan terhadap saliva dan uji antibakteri kitosan berpenguat nanoselulosa sebagai bahan wound dressing. Uji ketahanan saliva menggunakan metode pengamatan dan swelling test. Uji antibakteri menggunakan metode difusi dan dilusi cair. Penelitian ini menggunakan 5 kelompok yang terdiri atas perbandingan 1:1, 2:1, 1:2, kontrol positif, dan kontrol negatif. Hasil yang diperoleh, kemudian dianalisis menggunakan uji one way ANOVA dilanjutkan dengan uji post hoc LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji ketahanan saliva tertinggi ditunjukkan pada perbandingan 1:2 dengan nilai derajat swelling 36,61%. Uji antibakteri Staphylococcus aureus tertinggi ditunjukkan pada perbandingan 2:1 dengan nilai derajat kekeruhan 0,059. Semakin banyak nanoselulosa batang tandan pisang pada bahan wound dressing maka semakin baik bahan tersebut terhadap ketahanan saliva, sedangkan semakin banyak kitosan pada bahan wound dressing maka semakin baik bahan tersebut sebagai antibakteri.
Abtrak (Bhs. Inggris)Chitosan is a material often used as an antibacterial agent, one of them on wound healing material. Chitosan produces a film layer that is fragile and less compact so in its application, chitosan is often combined with other polymers. One of them is with nanocellulose. Nanocellulose has the ability as a filler of polymer and membrane amplifiers, so that nanocellulose added materials are expected to have better physical ability. This study aims to determine the synthesis, salivation test and antibacterial test of chitosan with nanocellulose as the ingredient of wound dressing. Saliva resistance test used observation method and swelling test. Antibacterial test used diffusion method and liquid dilution This study used 5 groups consisted of 1: 1, 2: 1, 1: 2 ratio, positive control, and negative control. The results obtained, then analyze used one way ANOVA test followed by LSD post hoc test. The results showed that the highest salivary performance test was showed in the 1:2 ratio with the swelling degree of 36.61%. While the highest antibacterial test against Staphylococcus aureus bacteria was showed in a 2: 1 ratio with optical density of 0.059. The more nanoselulosa banana stem bunches on the wound dressing materials the better the ingredients are against saliva resistance, while the more chitosan in the wound dressing materials the better the material as antibacterial.
Kata kunciKitosan, nanoselulosa, wound dressing, swelling test, uji antibakteri.
Pembimbing 1Prof. Dr. Ir. Bambang Sunendar, M.Eng
Pembimbing 2drg. Helmi Hirawan, Sp. BM
Pembimbing 3-
Tahun2017
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2017-08-04 19:57:44.942705
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.