Artikelilmiahs
Menampilkan 15.081-15.100 dari 49.719 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 15081 | 18382 | H1K011043 | Perbandingan Geomorfologi Dasar Laut di Wilayah Perairan Timur Pulau Rempang, Kepulauan Riau Pada Tahun 1955, 1994, 2001, dan 2005 | Kegiatan penambangan pasir di Kepulauan Riau diduga dapat menimbulkan kerusakan ekologis. Penelitian ini bertujuan menjelaskan perbandingan geomorfologi dasar laut serta menduga jumlah volume pasir yang diendapkan di Wilayah Timur Pulau Rempang tahun 1955, 1994, 2001 dan 2005 dan mengetahui sebaran sedimen dasar laut di wilayah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode survei. Data peta geomorfologi tahun 1955, 1994, 2001 dan 2005, di analisis secara spasial menggunakan software Mapinfo 8.0, ArcGis 10.1 dan Surfer 8.0. Hasil menunjukan peta batimetri tahun 1955 dan 1994 memiliki pola kontur yang landai, sedangkan tahun 2005 menunjukan pola kontur membentuk membulat dengan kedalaman 12-44 meter. Rata-rata jumlah pasir yang terendapkan pada semua wilayah kuasa penambangan pada tahun 1955-1994 sebesar ≤50 m3, sedangkan pada tahun 2001-2005 berkisar antara ≥50 m3, ≤100 m3. Hal tersebut dapat diindikasikan terjadi karena transpor sedimen yang terbawa arus dan merupakan dampak dari penambangan pasir. Hasil peta sebaran sedimen menunjukan bahwa pada bagian utara perairan timur P.Rempang di dominasi pasir, namun pada bagian selatan di dominasi lempung pasiran. | Sand mining activities in Riau Island might have allegedly ecological damage. This study aims to explain comparison of seabed geomorphology and estimate value’s of sand volume which precipitated in East Rempang at 1955, 1994, 2001, 2005 and discover distribution of sediment in East Rempang. Survey method was used by this study. Data of geomorphology maps in 1955, 1994, 2001 and 2005 was used spatial analysis by using Mapinfo 8.0, ArcGIS 10.1 and Surfer 8.0 software. Result showed geomorphology map 1955 and 1994 having a slope contour pattern, while in 2005 showed rounded countur pattern at 12-44 meters depth. Based on the amount of the average volume of sedimentation in 1955-1994 amounted to ≤50 m3 , while in 2001-2005 ranged between ≥50 m3, ≤100 m3. This may indicate occurred cause of sediment transport by current and impact of sand mining. Result showed the sedimentation in northern study area is dominated by sand, while in the southern study area is dominated by sandy silt. | |
| 15082 | 18383 | B1J012128 | PENGARUH BAP DAN NAA PADA PEMBENTUKAN PLANTLET TEBU (Saccharum officinarumL.) KULTIVAR KIJANG KENCANA DALAM KULTUR IN VITRO | Tebu kultivar kijang kencana merupakan salah satu kultivar tebu unggul dengan pertumbuhan bibit cepat dan seragam, awal pertunasan cepat, dan tahan terhadap beberapa hama dan penyakit seperti penggerek batang danmosaik, sehingga menarik untuk dikembangkan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari pengaruh interaksi antara BAP dan NAA pada pembentukan plantlet tebu (Saccharum officinarum L) kultivar kijang kencana dalam kultur in vitro dan menentukan konsentrasi BAP dan NAA terbaik untuk pembentukan plantlet tebu (Saccharum officinarum L) kultivar kijang kencana dalam kultur in vitro. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan rancangan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola perlakuan faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi BAP (B) yang terdiri atas 0 µm (B0), 1 µM (B1), 2 µM (B2), dan 3 µM (B3). Faktor kedua adalah konsentrasi NAA (N) yang terdiri atas 0 µm (N0), 5 µM (N1), 10 µM (N2), dan 15 µM (N3). Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 48 unit percobaan. Variabel yang diamati adalah pembentukan plantlet tebu. Parameter yang diukur meliputi jumlah tunas, tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah akar. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA), dan dilanjutkan dengan uji BNT dengan tingkat kepercayaan 95%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan plantlet tebu kultivar kijang kencana dalam kulturin vitro dipengaruhi oleh interaksi antara BAP dan NAA yang digunakan.Media MS dengan penambahan 1 µM BAPdan 15 µM NAA merupakan media terbaik untuk memacu pembentukan plantlet tebu kultivar kijang kencana dalam kultur in vitro. Media MS dengan penambahan 3 µM BAP tanpa NAA mampu menghasilkan jumlah tunas dan daun tebu kultivar kijang kencana terbanyak dalam kultur in vitro. | Kijang kencana sugarcane cultivar is one of the top sugarcane cultivars which has rapid and uniform seedling grow, fast and early sprouting, and resistant to some pests and diseases such as stem borers and mosaics, which therefore very attractive to develop. This research has been carried out with a view to study the effect of the interaction between BAP and NAA on plantlet formation of sugarcane (Saccharum officinarum L) cultivar kijang kencana in in vitro culture as well as to determine the best BAP and NAA concentrations for the formation of plantlet of sugarcane cultivar kijang kencanain in vitro culture. The research has been carried out experimentally using a completely randomised design (CRD) on factorial treatment patterns. The first factor was BAP (B) which consisted of 0 μM (B0), 1 μM (B1), 2 μM (B2), and 3 μM (B3). The second factor was the concentration of NAA (N) i.e. 0 μM (N0), 5 μM (N1), 10 μM (N2), and 15 μM (N3). Each treatment combination was repeated three times, resulted in 48 experimental units. The variable observed was the formation of sugarcane plantlets. The measured parameters included the number of shoots, plant height, the number of leaves, and the number of roots. The data obtained was analyzed using an analysis of variance (ANOVA), followed by the LSDon 95% level of confidence. The research results showed that plantlet formation of kijang kencana sugarcane cultivar in in vitro culture was controlled by the interaction between BAP and NAA used. MS media supplemented with 1 µM BAP and15 µM NAAwas found to be the best treatment to induce plantlet formation of kijang kencana sugarcane cultivar in in vitro culture.It was also found that MS media supplemented with 3 µM BAP was able to stimulate the highest number of shoots and leaves formed in kijang kencana sugarcane cultivar in in vitro culture. | |
| 15083 | 18384 | G1A013093 | HUBUNGAN ANTARA LAMA KERJA DENGAN GANGGUAN FUNGSI PARU PADA PEKERJA PEMBUAT BATU BATA | Latar belakang: Proses pembuatan batu bata menghasilkan debu yang cukup tinggi. Pekerja pembuat batu bata yang terpapar debu pada proses pembuatan batu bata dapat mengalami akibat yang serius yaitu terjadinya gangguan fungsi paru. Salah satu faktor yang berperan dalam terjadinya gangguan fungsi paru adalah lama kerja. Semakin lama seseorang bekerja maka semakin banyak debu yang terpapar pada orang tersebut, sehingga debu yang tertimbun di dalam paru akan semakin banyak dan dapat menyebabkan gangguan fungsi paru Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara lama kerja dengan gangguan fungsi paru pada pekerja pembuat batu bata. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observational analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Sampel penelitian ini adalah 41 orang pekerja pembuat batu bata di Desa Dawuhan, Kabupaten Purbalingga pada tahun 2016 yang dipilih dengan metode consecutive sampling. Pengumpulan data untuk variabel lama kerja dilakukan dengan wawancara menggunakan kuisioner, sedangkan data untuk variabel gangguan fungsi paru diukur menggunakan spirometer. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan dari 41 subjek penelitian sebanyak 15 subjek penelitain (36,6%) mengalamin gangguan fungsi paru, sedangkan 26 subjek penelitian (63,4%) memiliki fungsi paru normal. Hasil analisis bivariat dengan uji Chi Square menunjukkan nilai p=0,047 (p<0,05), maka terdapat hubungan bermakna antara lama kerja dengan gangguan fungsi paru. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara lama kerja dengan gangguan fungsi paru pada pekerja pembuat batu bata. | Background: Brick making process produces high level of dust. Brick maker that exposed to dust in the process of brick making can suffer from serious consequences, that is the pulmonary function impairment. One of the factors that play a role in the occurrence of pulmonary function impairment is working period. The longer a person works, the more dust exposed to the person, so the dust that accumulated in the lung will multiply and can cause pulmonary function impairment. Objective: The objective of this study was to understand the correlation between working period and pulmonary function impairment of brick maker. Methods: This study was observational analytic study with cross sectional approach. The samples of this study were 41 brick makers in Desa Dawuhan, Kabupaten Purbalingga in 2016 and were selected with consecutive sampling method. Data collection for working period conducted by questionnaire interviews, meanwhile data for pulmonary function impairment was measured by a spirometer. Result: The study showed that from 41 subjects, 15 research subjects (36,6%) had pulmonary function impairment, meanwhile 26 research subjects (63,4%) had normal pulmonary function. The result of the bivariate analysis with Chi Square test showed value of p=0,047 (p<0,05) showed a significant correlation between working period and pulmonary function impairment. Conclusions: There is a correlation between working period and pulmonary function impairment of brick maker. | |
| 15084 | 18385 | F1I013051 | PERAN ASEAN DALAM UPAYA COUNTER TERRORISM DI ASIA TENGGARA TAHUN 2010-2016 | Terorisme saat ini telah menjadi sebuah isu global yang kemudian dipisahkan dari serangkaian kejahatan transnasional. Terorisme menjadi isu keamanan tersendiri karena cakupannya yang luas dan korban atas aksi dari sebuah tindakan teror yang dilakukan, baik oleh individu atau kelompok memiliki sasaran yang tidak dapat dipastikan seperti masyarakat luas. Kehadiran dan kemunculan kelompok teroris pun tidak dapat diprediksi yang biasanya muncul dari masyarakat sipil biasa yang berbaur dengan dengan lingkungan. Terlebih lagi dalam aksinya, kelompok terorisme memiliki pandangan tersendiri dan membawa muatan politik dalam tiap aksinya demi mencapai kepentingan mereka. | Terrorism has now become a global issue that was later separated from a series of transnational crimes. Terrorism becomes a separate security issue because of its wide scope and the casualties for the action of a terror act committed by individuals or groups have unpredictable targets such as the wider community. The presence and appearance of terrorist groups is also unpredictable which usually arises from ordinary civilians who mingle with the environment. Moreover, in the action, terrorism groups have their own views and bring political content in each of their actions to achieve their interests. | |
| 15085 | 18386 | G1A013130 | KORELASI TARIF UANG KULIAH TUNGGAL DENGAN MOTIVASI AKADEMIK PADA MAHASISWA ANGKATAN 2016 JURUSAN KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | KORELASI TARIF UANG KULIAH TUNGGAL DENGAN MOTIVASI AKADEMIK PADA MAHASISWA ANGKATAN 2016 JURUSAN KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Hasan Mursidi, Madya Ardi Wicaksono, Yudhi Wibowo Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Indonesia E-mail: hasanmursidi131@gmail.com ABSTRAK Motivasi akademik merupakan salah satu faktor yang memiliki pengaruh terhadap prestasi akademik pada pendidikan kedokteran. Biaya pendidikan menjadi faktor penyebab motivasi akademik ekstrinsik pada mahasiswa kedokteran. Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia menggunakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebagai sistem biaya pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara tarif Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan motivasi akademik pada mahasiswa angkatan 2016 Jurusan Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Desain penelitian ini adalah desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman angkatan 2016. Metode sampling yang digunakan adalah total sampling dengan besar sampel sebanyak 105. Analisis bivariat dilakukan dengan uji korelasi Spearman. Terdapat korelasi yang bermakna antara tarif Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan motivasi akademik (p=0,002) dengan kekuatan korelasi rendah dan arah korelasi positif (r= 0,294), yang berarti semakin tinggi tarif Uang Kuliah Tunggal (UKT) maka semakin tinggi motivasi akademik. Terdapat korelasi tarif Uang Kuliah Tunggal (UKT) dengan motivasi akademik pada mahasiswa angkatan 2016 Jurusan Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. | CORRELATION BETWEEN COST OF UANG KULIAH TUNGGAL WITH ACADEMIC MOTIVATION IN MEDICAL STUDENTS YEAR OF 2016 OF JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY Hasan Mursidi, Madya Ardi Wicaksono, Yudhi Wibowo Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Indonesia E-mail: hasanmursidi13@gmail.com ABSTRACT Academic motivation is the important factor in affecting academic achievement in medical education. Education cost cause extrinsic academic motivation in medical student. Public university in Indonesia has been using Uang Kuliah Tunggal (UKT) as Education Financial System. The aim of this study was to analyze correlation cost of Uang Kuliah Tunggal (UKT) with Academic Motivation in first-year medical students of Jenderal Soedirman University.This was an analytic observational study with cross-sectional approach. Research subjects was first-year medical student of Jenderal Soedirman University. Sampling method was done by using total sampling method with 107 subjects. Bivariable analysis was done by usingSpearman correlation. There was a significant correlation between cost of Uang Kuliah Tunggal (UKT) and academic motivation (p=0,002)with low correlationstrength and the direction of correlation was positive (r=0,294) which means higher cost of Uang Kuliah Tunggal (UKT), so higher academic motivation.There was a correlation cost of Uang Kuliah Tunggal (UKT) with academic motivation in first-year medical student of Jenderal Soedirman University. | |
| 15086 | 18378 | C1L012020 | THE IMPACT OF PSAK 68 “FAIR VALUE IMPLEMENTATION” ON VALUE RELEVANCE AND EARNING PERSISTENCE OF BANKING COMPANIES IN INDONESIA | Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada atau tidaknya perbedaan relevansi nilai dan persistensi laba antara sebelum dan sesudah implementasi PSAK 68 yang mulai diimplementasikan di tahun 2015 salah satunya terhadap laporan keuangan perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia, dengan melihat dampaknya pada kualitas akuntansi. Penelitian ini menggunakan relevansi nilai dan persistensi laba untuk menilai kualitas informasi akuntansi. Penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan teknik purpose sampling dalam pengumpulan data. Data diperoleh dari data sekunder laporan keuangan perusahaan perbankan tahun 2014 dan 2015. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan Paired-Sample T Test dan Chow test. Sebelum melakukan uji Paired-Sample T Test dan Chow test, data diujikan distribusi normalitasnya menggunakan uji normalitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah implementasi PSAK 68 terhadap relevansi nilai, namun terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah implementasi PSAK 68 terhadap persistensi laba. | This study aims to test whether there is any difference between before and after the implementationof PSAK 68 that start to implemented in 2015 on the financial statements of banking companies listed on the Stock Exchange, with a consideration of the impact on the quality of accounting. This study uses value relevance and earning persistence to assess the quality of accounting information. This research is an empirical study with purposive sampling techniques in data collection. Data obtained from secondary data from banking companies’ financial report which is listed on Indonesia Stock Exchange in 2014 – 2015. This research analyzed using Paired-Sample T Test and Chow Test. Before doing Paired-Sample T Test and Chow test, it’s examined by using normality tests. Result of his study indicate that there is no difference between before and after the implementation of PSAK 68 on the value relevance, but there is a difference between before and after the implementation of PSAK 68 on earning persistence. | |
| 15087 | 18387 | F1I012016 | IMPLEMENTASI HUMANITARIAN INTERVENTION NATO DALAM PENANGANAN KONFLIK DI LIBYA TAHUN 2011 | Penelitian ini berjudul Implementasi Humanitarian Intervention NATO dalam Penanganan Konflik di Libya Tahun 2011. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana implementasi Humanitarian Intervention yang dilakukan NATO dalam mengatasi konflik yang terjadi di Libya pada tahun 2011. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif, dengan mengumpulkan data dari media dan juga buku-buku maupun jurnal yang berkaitan dengan konflik yang terjadi di Libya pada tahun 2011. Penelitian ini membahas secara rinci mengenai tahapan-tahapan implementasi Humanitarian Intervention yang dilakukan NATO dalam mengatasi konflik di Libya pada tahun 2011. Penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa NATO melakukan dua tahapan dari tiga tahapan dari proses Humanitarian Intervention. NATO melakukan tindakan peace-keeping dan peace-building. Dalam penerapan peace-keeping dan peace-building NATO bergerak berdasarkan mandat yang di berikan oleh Dewan Keamanan PBB melalui Resolusi DK PBB No.S/RES/1973. Sedangkan dalam proses peace-making NATO tidak diijinkan untuk ikut berperan, hal ini didasarkan pada Resolusi DK PBB No.S/RES/1970. | This research titled, Implementation of Humanitarian Intervention NATO in Conflict Resolution in Libya in 2011. This research aims to analyze how the implementation of NATO's Humanitarian Intervention carried in overcoming the conflict in Libya in 2011. This research was conducted with descriptive qualitative method, collecting data from the media as well as books and journals related to the conflict in Libya in 2011. This research discusses in detail about the stages of implementation of NATO Humanitarian Intervention carried in overcoming the conflict in Libya in 2011. This research derive conclusions that NATO conducted two phases of the three phases of the process of Humanitarian Intervention. NATO action peace-keeping and peace-building. In the implementation of peace-keeping and peace-building NATO moves based on the mandate given by the UN Security Council through the UN Security Council Resolution No. S / RES / 1973. While in the process of NATO's peace-making are not allowed to participate, this is based on UN Security Council Resolution No. S / RES / 1970. | |
| 15088 | 18388 | F1I013036 | Analisis Realisme Ofensif dan Merkantilisme Agresif: Tindakan Balasan Rusia terhadap Sanksi Ekonomi Uni Eropa tahun 2014 | Crimean Crisis might be one of the unsolved aged territorial disputes that occured throughout International Relations history. Along with it, Russia almost always been a culprit of the saturated conflict. Last breakpoint broke when Russia in early 2014 did the annexation over Crimea. This annexation drew International community criticism, trade relation alterations, and shifting alliances against Russia. The European Union or EU was the only regional organizations that provide repressive measures against Russia. EU comprehensive sanctions was aim to stimulate changes in Russia’s foreign policy towards Crimea. Instead of obtaining goals, EU receive food embargo as Russia’s retalitation. Regardless of any presumption against Russia as the culprit of Crimean Crisis, Russia’s countersanction undoubtly possess a solid rationale. Hence, this paper aimed to analyze Russia’s retalitation by their countersanction of former EU’s sanction: whether there are goals concerning Crimea, or the conflict has undergone expansion and shifted to economy matters. This paper includes brief elucidation about Crimean Crisis up to Russian food embargo an analyzing Russian countermeasure through offensif realism and benign mercantilism. | Crimean Crisis might be one of the unsolved aged territorial disputes that occured throughout International Relations history. Along with it, Russia almost always been a culprit of the saturated conflict. Last breakpoint broke when Russia in early 2014 did the annexation over Crimea. This annexation drew International community criticism, trade relation alterations, and shifting alliances against Russia. The European Union or EU was the only regional organizations that provide repressive measures against Russia. EU comprehensive sanctions was aim to stimulate changes in Russia’s foreign policy towards Crimea. Instead of obtaining goals, EU receive food embargo as Russia’s retalitation. Regardless of any presumption against Russia as the culprit of Crimean Crisis, Russia’s countersanction undoubtly possess a solid rationale. Hence, this paper aimed to analyze Russia’s retalitation by their countersanction of former EU’s sanction: whether there are goals concerning Crimea, or the conflict has undergone expansion and shifted to economy matters. This paper includes brief elucidation about Crimean Crisis up to Russian food embargo an analyzing Russian countermeasure through offensif realism and benign mercantilism. | |
| 15089 | 18391 | F1C012039 | PROMOSI RADIO STREAMING PEMUDA FM JAKARTA BARAT DALAM MENJARING PENDENGAR | Perkembangan radio streaming tergolong sangat ketat sehingga membutuhkan promosi dalam menjaring pendengar, salah satunya yakni radio Pemuda FM Jakarta Barat. Penelitian ini membahas tentang promosi radio streaming PemudaFM dalam menjaring pendengar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui serta menjelaskan promosi yang dilakukan radio streaming Pemuda FM dalam menjaring pendengar. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah orang yang mengetahui promosi oleh radio PemudaFM. Analisis datanya menggunakan analisis Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga macam, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Uji validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa promosi yang dilakukan radio streaming PemudaFM Jakarta Barat dalam menjaring pendengar adalah promosi offline, promosi online, dan promosi on air. Promosi offline adalah promosi yang dilakukan diluar studio antara lain, program bersuara, kegiatan ulang tahun, dan menghadiri acara komunitas dan media partner. Promosi online adalah promosi radio PemudaFM yang dilakukan melalui interenet antara lain website radio PemudaFM dan jejaringan sosial radio PemudaFM. Promosi on air adalah promosi yang dilakukan di media sendiri (radio PemudaFM), yakni promosi program dan ikutan siaran. Dari hasil analisis AIDA (attention, interest, desire, Action), promosi radio PemudaFM yakni tahap Attention, melakukan promosi melalui jejaringan sosial dan menghadiri acara komunitas dan media partner; tahap Interest, memberikan konten-konten yang bermanfaat serta kampanye sosial; Tahap Desire, mengundang bintang tamu pilihan dari pendengarnya; tahap Action, membuat program bersuara dan ikutan siaran bagi pendengarnya. | The development of streaming radio could be categorized as strict, which needs promotion for encompassing more audiences. The reason is that the audiences’ position is essential in radio industry. One of the growing streaming radios is Pemuda FM in West Jakarta, which has been operating for four years. The short operating period causes the radio to have an effective promotion in encompassing more audiences. This study discusses about the promotion of Pemuda FM streaming radio in encompassing new audiences. The purpose of this study is to understand and explain the promotion of Pemuda FM streaming radio in encompassing audiences. The method used in this study is qualitative. In collecting data, in-depth interview, observation and documentation were done. The informants of this study are the ones who understand the promotion conducted by Pemuda FM. Data analysis was conducted by doing Miles and Huberman analysis, which consists of three aspects; data reduction, data display, conclusion and verification. Validity test in this study was done by triangulation technique. The result of this study shows that Pemuda FM streaming radio, which is located in West Jakarta, encompasses the new audiences by doing offline, online and on air promotions. Offline promotion is the promotion of Pemuda FM which is conducted outside the studio, which consists of Program Bersuara, anniversary event, community gathering and media partner. The online promotion is the one which is done on internet via website and social media. Then, the on air promotion is the one which is done by the radio announcers, for instances are the program promotion and Ikutan Siaran. Based on AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) analysis, the promotion of Pemuda FM can be categorized as follow. In Attention stage, Pemuda FM does the promotion via media social, attends community gathering and media partner. In Interest stage, Pemuda FM provides the valuable contents and campaign for the youths. In Desire stage, Pemuda FM invites the guest stars, and in Action stage Pemuda FM creates the Program Bersuara and Ikutan Siaran for the audiences. | |
| 15090 | 18392 | F1I013027 | Implikasi Information Warfare Rusia Terhadap Strategi Keamanan Latvia Tahun 2014-2016 | Sebagai salah satu instumen dari power, Information Warfare telah menjadi subjek dari berbagai diskursus yang mendadak menjadi intens di Barat sejak terjadinya Krisis Ukraina tahun 2014. Dianggap sebagai anomali, Information Warfare memunculkan sebuah tipe baru dari peperangan dimana peperangan bersenjata telah menyerahkan posisi penentunya dalam pencapaian tujuan militer dan tujuan politiknya. Sebagai sebuah aktivitas yang sedang berlangsung dan konstan dilakukan, Information Warfare melingkupi berbagai aktivitas dan proses yang berbeda seperti mengkorup menambah, memanipulasi, distorsi maupun melenyapkan informasi dengan tujuannya yang defensif dan ofensif melalui instrumennya. Rusia dipertimbangkan sebagai negara yang memimpin dalam aspek Information Warfare bahkan melebihi Barat. Implementasi Information Warfare yang mengakar pada tradisi Soviet, dilakukan dalam ranah domestik maupun eksternal yang turut membawa kekhawatiran bagi berbagai pihak, terutama Latvia, negara tetangga Rusia yang sekaligus merupakan negara ex-Soviet. Persepsi ancaman yang dimiliki Latvia disebabkan karena berbagai kerentanan yang dimiliki serta sejarah kelam kependudukan Soviet di Latvia tahun 1940. Sehingga, persepsi ancaman tersebut menimbulkan kebutuhan atas strategi keamanan bagi Latvia untuk menghindari posibilitas dampak buruk dari Information Warfare Rusia yang ditimbulkan. Penelitian ini akan memberikan analisis mendalam mengenai implikasi Information Warfare terhadap strategi keamanan Latvia tahun 2014-2016 dengan menggunakan kerangka teoritis yakni konsep Information Warfare dan teori Threat Perception. | As one of instruments of power, Information Warfare has become topic of sudden intense discourse in the West since the start of Ukraine Crisis in 2014. Being called as an anomaly, Information Warfare emerged a new type of war, wherein which armed warfare has given up its decisive place in the achievement of the military and political objectives of war to another kind of warfare. As an ongoing activity, Information Warfare cover a vast range of different activities and processes seeking to steal, plant, interdict, manipulate, distort or destroy information with its both defensive and offensive aims and objectives through broad instrument. Russia being considerate as a leading country in Information Warfare aspect, even beyond the West. Its Soviet-rooted implementation in domestic and external being a deep concern for other parties, as well as its neighbors, especially Latvia. Latvia’s threat perception toward Russia’s Information Warfare caused by its several vulnerability and dark chapters of the Soviet occupation in 1940. Then the perception leads to the need of security strategy for Latvia to prevent any bad impact of Information Warfare. This research will give you a deep analysis about the implication of Russia’s Information Warfare toward Latvia’s Security Strategy in 2014-2016 through theoretical explanation using Information Warfare concept and the theory of threat perception. | |
| 15091 | 18398 | E1A010066 | POLIGAMI (Studi Putusan PA Tangerang Nomor : 1226/Pdt.G/2015/PA.Tng) | POLIGAMI (Studi Putusan PA Tangerang Nomor : 1226/Pdt.G/2015/PA.Tng) Oleh : M. TAUFIK PRIMAWAN E1A010066 ABSTRAK Salah satu tujuan perkawinan adalah memperoleh keturunan, namun adanya takdir Allah SWT yang tidak bisa dipungkiri atau dihindari sehingga timbul permasalahan antara suami dan isteri karena tidak adanya keturunan. Jalan keluar untuk menyelesaikan permasalahan tersebut ialah poligami dengan adanya izin dari isteri, sehingga permasalahan tersebut dapat diselesaikan. Secara Istilah poligami adalah perkawinan antara seorang laki-laki dengan wanita lebih dari satu orang. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bahwa Hakim dalam mengabulkan perkara poligami di Pengadilan Agama Tangerang Nomor : 1226/PDT.G/2015/PA.TNG, hanya mendasarkan pada syarat-syarat alternatif dan komulatif pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 Tentang Kompilasi Hukum Islam, dan dalil-dalil pada Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 3 dan Tafsir Al-Maraghy Juz 4 halaman 181, sehingga dalam pertimbangannya Hakim mengesampingkan mengenai hak dan kewajiban suami-isteri pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah yuridis normatif. Hasil penelitian berdasarkan pertimbangan hukum yang digunakan oleh Hakim sudah tepat, karena telah sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia yakni Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 , Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 Tentang Kompilasi Hukum Islam, dan dalil-dalil pada Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 3 dan Tafsir Al-Maraghy Juz 4 halaman 181. Kata Kunci: Poligami, Pertimbangan Hakim | Polygamy (Study of tangerang religious court verdict number 1226 / Pdt.g / 2015 / Pa.Tng) by: M. TAUFIK PRIMAWAN E1A010066 ABSTRACT One of the purposes of marriage is to obtain offspring, but the existence of Allah's destiny that can not be denied or avoided so that the problem arises between husband and wife because there is no heredity. The solution to solve the problem is polygamy with the permission of the wife, so that the problem can be solved. The term polygamy is a marriage between a man and a woman of more than one person. The problem in this research is that Judge in granting polygamy case in Religious Court of Tangerang Number: 1226 / Pdt.G / 2015 / PA.Tng, only based on alternative and cumulative requirements in Law Number 1 Year 1974 About Marriage, Regulation Government Number 9 Year 1975 Concerning Implementation of Law Number 1 Year 1974, Presidential Instruction Number 1 Year 1991 About Compilation of Islamic Law, and the arguments in Al-Qur'an An-Nisa Surah paragraph 3 and Tafsir Al-Maraghy Juz 4 page 181, so in its consideration the Judge ruled out the rights and obligations of husband and wife in Law No. 1 of 1974 on Marriage. The research method used in this research is normative juridical. The result of the research based on the legal considerations used by the judge is correct, because it has been in accordance with the applicable regulations in Indonesia namely Law Number 1 Year 1974 About Marriage, Government Regulation Number 9 Year 1975 About Implementation of Law Number 1 Year 1974, Presidential Instruction Number 1 Year 1991 About Compilation of Islamic Law, and the arguments of Al-Qur'an An-Nisa Surah verse 3 and Tafsir Al-Maraghy Juz 4 pages 181. Keywords: Polygamy, Judge Considerations. | |
| 15092 | 18394 | F1G012052 | PEMAKAIAN KATA MAKIAN DALAM BAHASA MELAYU DIALEK PALEMBANG (Studi kasus di Desa Taja Mulya Kecamatan Betung) | RINGKASAN Penelitian ini berjudul “Pemakaian Kata Makian dalam Bahasa Melayu Dialek Palembang (Studi kasus di Desa Taja Mulya Kecamatan Betung)”, pada dasarnya membahas dan menganalisis tentang variasi bahasa berdasarkan dialek sosial dan referensinya. Penelitian ini diharapkan dapat menambah manfaat terhadap pengembangan penelitian linguistik dan juga dapat menambah wawasan bagi para pengguna bahasa Melayu khususnya dialek Palembang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan berupa tuturan-tuturan yang mengandung kata makian dalam bahasa Melayu dialek Palembang (Studi kasus di Desa Taja Mulya Kecamatan Betung). Metode pengumpulan data yang digunakan ada dua yaitu pertama metode simak dengan teknik dasar sadap dan teknik lanjutannya teknik simak bebaslibat cakap, kedua metode intropeksi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode padan dengan teknik pilah unsur penentu dan teknik lanjutannya adalah teknik hubung banding membedakan. Berdasarkan analisis dan pembahasan mengenai kata makian dalam bahasa Melayu dialek Palembang (Studi kasus di Desa Taja Mulya Kecamatan Betung) dapat diperoleh data sebagai berikut. Pertama,variasi bahasa berdasarkan dialek sosial dalam bahasa Melayu dialek Palembang (Studi kasus di Desa Taja Mulya Kecamatan Betung) terdiri dari kata makian berdasarkan usia, kata makian berdasarkan pendidikan, kata makian berdasarkan jenis kelamin, dan kata makian berdasarkan pekerjaan.Hasil penelitian yang sudah peneliti lakukan diperoleh 50 data dari keseluruhan variasi bahasa berdasarkan dialek sosial. Penggunaan kata makian buyan, bengak, gile, anjeng, gocoh, peka, dan setan paling banyak digunakan daripada kata makian yang lain karena kata-kata tersebut populer di Desa Taja Mulya sehingga biasa digunakan oleh semua golongan masyarakat dalam pemakaian sehari-hari. Kedua, referensi kata makian dalam bahasa Melayu dialek Palembang (Studi kasus di Desa Taja Mulya Kecamatan Betung) terdiri dari referensi berdasarkan keadaan, referensi berdasarkan binatang, referensi berdasarkan benda, referensi berdasarkan bagian tubuh, referensi berdasarkan mahluk halus, dan referensi berdasarkan profesi. Berdasarkan penelitian yang sudah peneliti lakukan, referensi kata makian dalam bahasa Melayu dialek Palembang (Studi kasus di Desa Taja Mulya Kecamatan Betung) diperoleh sebayak 43 data yang dikelompokan berdasarkan referensinya. Berdasarkan referensi tersebut, hasil mengenai fungsi kata makian bahasa Melayu di Desa Taja Mulya pada penelitian ini berjumlah tiga yaitu mengungkapkan kemarahan, kekesalan dan penghinaan. | SUMMARY This research entitled “The Use of Swearing Words in Malay Language Palembang Dialect (A Case Study in Taja Mulya Village Betung Sub-District)”, basically discusses and analyzes about language variation based on social class and its reference. This research was expected to give benefits to the development of linguistic research and also add insight to Malay language users, particularly Palembang dialect. This research used qualitative descriptive method. Data source used were the utterances containing swearing words in Malay language Palembang dialect (A Case Study in Taja Mulya village Betung sub-district). Data collection method used two methods, first was observation method with the basic technique in the form of tapping technique and the advanced technique was uninvolved conversation observation technique, the second method was introspection. Data analysis method used in this research was matching method through sorting as a decisive element technique and the advanced technique was appeal circuit to distinguish technique. Based on the analysis and discussion on the swearing words in Malay language Palembang dialect (A Case Study in Taja Mulya Village Betuk Sub-District), it can be obtained the following data: first, language variation based on social dialect in Malay language Palembang dialect (A Study Case in Taja Mulya Village Betung Sub-District) consisted of swearing words by age, the swearing words by education, the swearing words by gender, the swearing words by job. Based on the research result conducted by the researcher, it was obtained 50 data from the overall language variations based on social dialect. The use of swearing words of buyan, bengak, gile, anjeng, gocoh, peka, kere, and setan wasthe most widely used than the other swearing words because the words were popular in Taja Mulya Village so that they were commonly used by all community groups in daily use. Second, the reference of swearing words in Malay language Palembang dialect (A Case Study in Taja Mulya Village Betung Sub-District) consisted of the reference by condition, reference by animal, reference by object, reference by body parts, reference by spirits, and reference by profession. Based on the research conducted by the researcher, the reference of swearing words in Malay language Palembang dialect (A Case Study in Taja Mulya Village Betung Sub-District), it was obtained 43 data grouped by its reference. Based on the reference, the result showed that there were three functions of swearing words in Melayu language in Taja Mulya village in this research, namely the expression of anger, resentment and humiliation. | |
| 15093 | 18397 | F1I011027 | PERAN UNITED NATION HIGH COMMISSIONERS FOR REFUGEES (UNHCR) DALAM PENANGANAN PENGUNGI SURIAH DI TURKI TAHUN 2015 | Penelitian makalah ini berjudul "Peran UNHCR dalam menangani Pengungsi Suriah di Turki pada tahun 2015", di mana ia menganalisis peran UNHCR sebagai organisasi internasional di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam menangani masalah Pengungsi Suriah di Turki. Penelitian makalah ini menjelaskan bagaimana UNHCR menyerahkan masalah dan kerja sama dengan Pemerintah Turki. Bagian pertama dari penelitian ini akan berfokus pada bagaimana Pemerintah Turki dalam mengurus mobilitas pengungsi dari Suriah. Bagian selanjutnya akan menggambarkan proses penanganan pengungsi di Turki termasuk akses gratis mereka ke sektor publik dan keamanannya. Bagian terakhir dari penelitian makalah ini akan menggambarkan peran UNHCR dan bekerjasama dengan Pemerintah Turki dalam menangani dan menangani masalah mobilisasi tinggi tempat perlindungan Suriah di Turki. | This paper research is entittled “The Role of UNHCR in handling The Syrian Refugees in Turkey in 2015”, where it analyzes the role of UNHCR as international organization under United Nation in handling the problem of Syrian Refugees in Turkey. This paper research describes on how does UNHCR handing the problem and its cooperation with The Government of Turkey. First section of this research will focus on how does The Governemtn of Turkey in taking care of refugee`s mobilization from Syria. Next section will describe the process of refugees handling in Turkey include their free access to public sector and its security. Last section of this paper research will describe the role of UNHCR and it cooperation with Turkey`s Government in taking care and handling the problem of high mobilization of Syrian refuges in Turkey. | |
| 15094 | 18395 | B1J013128 | Ekspresi Relatif mRNA BRLF1 Epstein-Barr Virus dari Biopsi Jaringan Tumor dalam Blok Parafin Sebagai Petanda Biologi Patogenesis Karsinoma Nasofaring | Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan tumor ganas pada sel epitel nasofaring dan merupakan penyakit multifaktor yang bersifat endemik. Tipe KNF tidak berdiferensiasi (KNF WHO-3) telah terbukti konsisten dengan infeksi EBV. Gen litik BRLF1 mempunyai fungsi penting sebagai mediator transisi dari fase laten menjadi fase litik. Pengukuran aktivitas mRNA EBV di lokasi tumor primer secara langsung pada daerah nasofaring perlu dilakukan, karena aktivitas mRNA EBV lebih mencerminkan patogenesis KNF yang sesungguhnya dari pada diagnosis serologi dan pengukuran DNA EBV di sirkulasi darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ekspresi relatif mRNA BRLF1 Epstein-Barr Virus pada beberapa tingkat stadium tumor penderita KNF sebagai petanda biologi potensial dalam patogenesis KNF. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang berbentuk studi seran lintang (cross sectional). Sampel penelitian ini adalah biopsi jaringan tumor dalam blok parafin penderita KNF sebanyak 24 sampel. Sampel tersebut telah didiagnosis pasti sebagai KNF WHO-3 dari hasil pemeriksaan Patologi Anatomi pada Poli Patologi Anatomi, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto serta memenuhi kriteria inklusi sampel. Ekspresi relatif mRNA BRLF1 dihitung berdasarkan atas rumus 2-ΔCt. Analisis statistik dilakukan untuk membandingkan ekspresi relatif mRNA BRLF1 stadium yang berbeda. Nilai ekspresi relatif mRNA BRLF1 EBV pada 24 sampel KNF berkisar 99,04415959-1097,496026. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai ekspresi relatif mRNA BRLF1 EBV pada stadium awal (n = 5; 544,72420 + 142,614733) lebih tinggi 1,8 kali dibandingkan dengan stadium lanjut (n = 17; 395,68612 + 293,172201), namun peningkatan ekspresi relatif mRNA BRLF1 EBV tidak bermakna secara statistik karena didapatkan nilai p=0,130 (p>0,05). Oleh karena itu, ekspresi relatif mRNA BRLF1 EBV dari biopsi jaringan tumor dalam blok parafin tidak berpotensi sebagai petanda biologi molekul patogenesis KNF, khususnya progresivitas tumor pada stadium lanjut KNF. | Nasopharyngeal carcinoma (NPC) is a malignant tumor of epithelial cells of the nasopharynx and is a multifactorial disease that is geographically endemic in the world. The undifferentiated carcinoma is the most common type of NPC and strongly associated with Epstein-Barr virus (EBV) infection. BRLF1 lytic gene is required for the switch from latent to lytic infection. The pathogenesis of NPC is more directly reflected by carcinoma-specific viral transcriptional activity at the site of primary tumor. The aim of this study was to determine the relative expression of mRNA BRLF1 EBV in NPC WHO-3 patient as a potential biomarker of NPC pathogenesis, particularly in tumor progressivity in NPC. This research designed by an analytical observasional research with a cross sectional study. The samples were the tissue biopsies formalin-fixed embedded paraffin (FFPE) of 24 NPC patients at Pathology Anatomy Departement, RSUD. Prof. dr. Margono Soekarjo, Purwokerto. The relative expression of mRNA BRLF1 EBV was determined by RT-qPCR technique and calculated by Livak & Schmittgen formula (2-ΔCt). The relative expression of mRNA BRLF1 EBV in NPC WHO-3 patients on advanced staging was approximately start from 99.04415959 to 1097.496026. In NPC WHO-3 patients, the relative expression of mRNA BRLF1 EBV in early stage (n = 5; 544,72420 + 142,614733) increased of 1.8 times compared to late stage (n = 17; 395,68612 + 293,172201), however it was no significance differences statistically (n = 17; df =1; p=0,13). Therefore, the relative expression of mRNA BRLF1 EBV from tissue biopsies FFPE are not potensial biomarker of NPC pathogenesis, particularly in tumor progressivity on advanced staging. | |
| 15095 | 18399 | F1I012051 | Pengaruh Chinese Dream dalam Kebijakan Luar Negeri One Belt One Road China Pada Masa Xi Jinping | Chinese Dream merupakan doktrin yang diinisiasikan oleh Xi Jinping sebagai pemimpin baru China sejak 2013. Chinese Dream yang menekankan “the great rejuvenation of the Chinese nation” tersebut bukan murni berasal dari Xi Jinping, namun juga merupakan perwujudan dari mimpi tokoh-tokoh terdahulu. Melalui Chinese Dream, Xi Jinping yakin bahwa China siap memberikan kontribusi baru bersama-sama dengan masyarakat internasional untuk tujuan mulia perdamaian dan pembangunan bagi umat manusia dengan mempromosikan perdamaian abadi, kesejahteraan umum dan dunia yang harmonis. Lahirnya inisiasi One Belt One Road (OBOR) juga dipengaruhi oleh Chinese Dream, yang mengedepankan pembangunan infrastruktur melalui elemen Silk Road Economic Belt dan 21st Century Maritime Silk Road. Melalui OBOR, mimpi-mimpi masyarakat dan pemerintah China dalam Chinese Dream dapat terwujud. | Chinese Dream is a doctrine initiated by Xi Jinping as China's new leader since 2013. The Chinese Dream that emphasizes "the great rejuvenation of the Chinese nation" is not purely derived from Xi Jinping, but also a manifestation of the dreams of previous leaders. Through the Chinese Dream, Xi Jinping believes that China is ready to give new contribution with the international community for the noble cause of peace and development for the people by promoting lasting peace, common prosperity and a harmonious world. The birth of One Belt One Road (OBOR) initiation is also influenced by Chinese Dream, which prioritizes infrastructure development through elements of Silk Road Economic Belt and 21st Century Maritime Silk Road. Through OBOR, the dreams of Chinese people and government in the Chinese Dream can be realized. | |
| 15096 | 24505 | D1E014171 | HUBUNGAN ANTARA PERSENTASE BERAT LIMPA DENGAN JUMLAH LEUKOSIT DAN ERITROSIT PADA TERNAK KELINCI YANG TERINFEKSI KOKSIDIOSIS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persentase berat limpa dengan jumlah leukosit dan eritrosit pada ternak kelinci yang terinfeksi koksidiosis. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kelinci jantan jenis rex umur 2-6 bulan dengan indikasi terinfeksi koksidiosis, seperangkat alat bedah, tabung penampung darah, kontainer es, tissue, pisau, timbangan, wadah penampung organ, Etilen Diamin Tetra Asetat (EDTA), formalin, pipet eritrosit standar “101” larutan NaCl fisiologis, sampel darah, hemasitometer, mikroskop, counting chambers(bilik hitung), larutan Turk, pipet leukosit “11”, dan decker glass. Rancangan penelitian yang digunakan survei dengan metode pengambilan sampel convenience sampling. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan regresi berganda. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat hubungan antara persentase berat limpa dengan jumlah leuokosit dan eritrosit (P<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terbentuk persamaan garis yang linier dengan model Persentase Limpa = 0,736 + 0,006 (Jumlah Eritrosit) – 0,0000001576 (Jumlah Leukosit). | The aim of this research were to investigate the relation between percentage of lien weight and with the total of leucocyte and the total of erythrocyte in rabbits infected by coccidiosis. Materials was used in this research were male rabbit type rex with age of 2-6 month that indicated infected coccidiosis, a set of surgery tool, blood container tube, ice container, tissue, knive, scales, organ container, Etilen Diamin Tetra Acid (EDTA), formalin, standar erythrocyte pipet “101”, NaCl phsylogic, blood sample, hemacytometer, microscope, counting chambers, turk liquid, leucocyte pipet “11”, and decker glass. The experiment design were used survey with sampling method convenience sampling. The data were obtained was analyzed with multiple regression. The result showed that there was a relation between percentage of lien and the total of leucocyte and total of erythrocyte (P<0,05). The conclusion, there were form a linier line equation with the model percentage of lien weight = 0.736 + 0.006 (Total of Erythrocyte) + 0.000001576 (Total of Leucocyte). | |
| 15097 | 18400 | F1A011011 | Upaya Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan Home Industry melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Berspektif Gender (P2MBG) di Desa Nangkod, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga | Pemberdayaan Masyarakat Berspektif Gender (P2MBG) merupakan sebuah model pemberdayaan masyarakat secara terpadu, yang melibatkan laki-laki dan perempuan dengan fokus utama pada peningkatan status dan kedudukan perempuan dalam keluarga dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Kualitatif Deskriptif dengan teknik pemilihan informan yaitu teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, dan observasi, serta dokumentasi. Metode analisis data menggunakan Analisis Interaktif, serta menggunakan teknik Trianggulasi Sumber. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa upaya pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan home industry melalui P2MBG di Desa Nangkod melalui tiga tahapan pemberdayaan, yaitu: (1) Tahap penyadaran, melalui sosialisasi yang dilakukan Bapermasdes Kabupaten Purbalingga; (2) Tahap pengkapasitasan, melalui pembentukan dan pengorganisasian kelompok kemudian berlanjut pada pelatihan home industry; (3) Tahap pendayaan, berupa pendampingan. Adapun manfaat program pemberdayaan home industry di Desa Nangkod ialah: (1) Meningkatkan Pengetahuan dan Ketrampilan, (2) Menambah Pendapatan Keluarga , (3) Mengurangi Pengangguran. Kendala dalam pelaksanaan pemberdayaan home industry di Desa Nangkod, yaitu: 1) Padatnya Waktu dan Peranan Masyarakat Mitra P2MBG, 2) Peran Penyuluh yang Kurang Maksimal, 3) Ketidakdisiplinan masyarakat mitra. Pelaksanaan pemberdayaan home industry di Desa Nangkod masih sangat diperlukan perbaikan serta pengawasan dari berbagai elemen terutama dari pihak pemerintah setempat. Kata Kunci : P2MBG, Pemberdayaan Masyarakat, Home Industry | Program Pemberdayaan Masyarakat Berspektif Gender (P2MBG) is an integrated community empowerment model, involving men and women with a primary focus on improving the status and position of women in families and communities. This study uses Descriptive Qualitative Research Methods with informant selection technique is Purposive Sampling technique. Data collection techniques use in-depth interviews, observation, and documentation. Methods of data analysis using Interactive Analysis, and using Source Triangulation techniques. The results of this study indicate that the effort of community empowerment in the development of home industry through P2MBG in Desa Nangkod through three stages of empowerment, namely: (1) Awareness stage, through socialization conducted Bapermasdes Kabupaten Purbalingga; (2) The stage of capturing, through the formation and organization of the group then continues on home industry training; (3) Empowerment stage, in the form of mentoring. The benefits of home industry empowerment program in Desa Nangkod are: (1) Increasing Knowledge and Skills, (2) Increasing Family Income, (3) Reducing Unemployment. Constraints in the implementation of home industry empowerment in Desa Nangkod, namely: 1) Dense Time and Role of Community Partners P2MBG, 2) The Role of Extension Officers, 3) Indiscipline partner community. Implementation of home industry empowerment in Desa Nangkod is still very needed improvement and supervision from various elements especially from local government side. Keywords: P2MBG, Community Empowerment, Home Industry | |
| 15098 | 18393 | F1B013033 | KEPATUHAN WAJIB PAJAK (Studi Kasus dalam Keberhasilan Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan di Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen) | Masalah kepatuhan pajak merupakan masalah klasik yang dihadapi di hampir semua negara yang menerapkan sistem perpajakan. sampai saat ini, bebagai penelitian telah dilakukan untuk meneliti permasalahan kepatuhan wajib pajak namun hal itu juga tidak mengubah keadaan. Disisi lain banyak daerah yang tidak berhasil dalam pemungutan pajak karena wajib pajak tidak patuh, namun di Kebupaten Kebumen kepatuhan wajib pajak sangat tinggi dengan lunas paling cepat dan mendapatkan Rekor MURI untuk pelunasan pajak tercepat dan serentak. Penelitian ini mengangkat best practice dari suatu fenomena keberhasilan pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) di Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen. Penelitian ini mecoba mengetahui pengaruh partisipasi masyarakat, sosialisasi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak di Kecamatan Klirong, dan juga mendeskripsikan perilaku kepatuhan wajib pajak di Kecamatan Klirong. Dengan menggunakan metode kombinasi kuantitatif kualitatif, desain penelitian sequental explanotory designs, penelitian ini berhasil menemukan adanya pengaruh secara positif dan signifikan antara partisipasi masyarakat terhadap kepatuhan wajib pajak sebesar 0,211 atau 21,1 persen, pengaruh secara positif dan signifikan sosialisasi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak sebesar 0,775 atau 77,5 persen dan adanya pengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama sebesar 0,932 atau 93,2 persen. Perilaku wajib pajak dibentuk dalam behavioral beliefs, normative beliefs dan control beliefs, yang ketiganya membentuk niat untuk berperilaku patuh terhadap pajak bumi bangunan. Secara teoritik, penelitian telah memberikan model kepatuhan pajak bumi bangunan dimana domain partnership bisa terjadi jika interaksi yang dihasilkan melalui keseimbangan kekuasaan warganegara dan pemerintah terjalin di dalam pemungutan pajak bumi bangunan, penelitian ini menemukan hal lain yang mempengaruhi keseimbangan tersebut tercapai, yakni adanya kepercayaan wajib pajak dan juga adanya kekuatan sosial yang muncul dari adanya kepemimpinan sosial atau tokoh masyarakat yang memiliki peranan penting di lingkungan masyarakat. | Problem of tax compliance is a classic problem encountered in almost all countries apply the tax system. Until now, various studies have been conducted to investigate the tax compliance. On the other hand a lot of areas that do not succeed in collecting taxes due to non compliant taxpayers. but in Kabupaten Kebumen taxpayer compliance is very high with the fastest keel, and get MURI record for the fastest and simultaneous tax repayment. This research best practice of a phenomenon success of Land and Building Tax Urban and Rural collection in the District Klirong, Goverment of Kebumen Regency. This research tries to know the influence of public participation and socialization taxation to tax compliance in District Klirong, and also describe the behavior of taxpayer compliance in District Klirong. By using a combination of quantitative qualitative research of sequential explanatory designs, This research has found the positive and significant influence between community participation to tax compliance as big as 0,211 or 21.1 per cent. a positive and significant influence of socialization taxation to tax compliance as big as 0.775 or 77.5 percent and the presence of positive and significant influence jointly as big as 0.932 or 93.2 percent. Taxpayer's behavior was formed in behavioral beliefs, normative beliefs and control beliefs, the three building intention to behave obediently against property taxes. Theoretically, the study has provided a model of the building where the tax compliance domain partnership could happen if the interaction generated through the balance of power of the citizens and government intertwined in property taxes collection. This research finding other things that affect the balance achieved, namely a lack of trust of taxpayers and also the social forces that arise from their social leadership or public figure who had an important role in society. | |
| 15099 | 18645 | G1F013066 | AKTIVITAS PENGHAMBATAN ENZIM XANTIN OKSIDASE FRAKSI TAK LARUT n-HEKSAN DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn.) SECARA IN VITRO | Ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata L.) terbukti dapat menurunkan kadar asam urat dengan senyawa yang berperan adalah flavonoid. Flavonoid merupakan senyawa yang bersifat polar. Fraksi tak larut n-heksan (FTLN) memiliki sifat polar, sehingga flavonoid dapat larut dalam FTLN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh FTLN daun sirsak terhadap penghambatan aktivitas XO. Penelitian ini menggunakan studi eksperimental yang dilakukan secara in vitro. Uji identifikasi flavonoid pada FTLN dilakukan menggunakan pereaksi warna dan KLT serta dianalisis secara deskriptif. Sebelum uji hambatan aktivitas XO dilakukan penentuan kondisi optimum pengujian. Konsentrasi yang digunakan adalah 50; 100; 200; 300 dan 500 µg/ml. Penilaian aktivitas hambatan XO FTLN daun sirsak ditentukan melalui nilai IC50. Hasil menunjukkan bahwa FTLN terbukti mengandung flavonoid. Kondisi optimum pengujian yaitu pada panjang gelombang 284 nm, operatingtime pada menit ke-4, larutan daparpH 7,5, konsentrasi substrat 0,15 mM. Persentase penghambatan XO pada konsentrasi 50 µg/ml = 8,67%; 100 µg/ml = 7,34%; 200 µg/ml = 21%; 300 µg/ml = 30,67% dan 500 µg/ml = 22,3%. Hambatan aktivitas XO tidak linier, sehingga nilai IC50 tidak dapat ditentukan. Kesimpulan pada penelitian ini adalah hambatan aktivitas XO FTLN daun sirsak yang tertinggi adalah pada konsentrasi 300 µg/ml yaitu sebesar 30,67% dan nilai IC50 tidak dapat ditentukan. | Ethanol extract of the leaves soursop (Annona muricata L.) is proven to reduce levels of uric acid by compounds that act is flavonoids. Flavonoids are polar compounds. Insoluble fraction of n-heksan (FTLN) have polar properties, so that flavonoids are soluble in FTLN This study aimed to determine the effect on the inhibition of soursop leaves FTLN XO activity. This research use an experimental study conducted in vitro. Identification of flavonoids in FTLN carried out using the color reagent and TLC. Before the test barrier XO activity conducted to determine the optimum testing conditions. The concentration used was 50; 100; 200; 300 and 500 µg/ml. Rate XO activity barriers FTLN soursop leaf is determined by the IC50 value. The results showed that FTLN shown to contain flavonoids. The optimum conditions of testing which is at a wavelength of 284 nm, the operating time in the 4th minute, buffer pH 7,5, substrate concentration of 0,15 mM. The percentage inhibition of XO at a concentration of 50 µg / ml = 8,67%; 100 µg/ml = 7,34%; 200 µg/ml = 21%; 300 µg/ml = 30,67% and 500 µg/ml = 22,3%. XO activity was not linear, so the IC50 value can not be determined. The conclusion in this study are XO inhibition activity FTLN of the soursop leaves highest is at a concentration of 300 µg/ml in the amount of 30,67% and the IC50 value can not be determined. | |
| 15100 | 18401 | G1D013058 | PENGARUH ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE): KARTU KUARTET TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN MENGGSOK GIGI ANAK USIA SEKOLAH | Latar belakang: Kejadian masalah gigi dan mulut banyak ditemukan pada anak usia sekolah. Anak usia sekolah dapat diberikan pelatihan menggosok gigi dengan metode yang menarik seperti alat permainan edukatif kartu kuartet. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian alat permainan edukatif kartu kuartet terhadap peningkatan pengetahuan dan kerampilan menggosok gigi anak usia sekolah. Metode: Desain dalam penelitian adalah quasi experiment dengan pendekatan randomized pretest-posttest with control grup design. Jumlah sampel pada penelitian 42 anak. Teknik sampling yang digunakan adalah stratified random sampling. Data yang terkumpul dianalisis secara statistik menggunakan Wilcoxon dan Mann-Whitney untuk pengetahuan sedangkan independent t test dan dependent t test untuk keterampilan menggosok gigi. Hasil: Terdapat perbedaan pengetahuan (p=0,000) dan keterampilan (p=0,000) menggosok gigi yang signifikan pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah diberikan intervensi permainan kartu kuartet. Kesimpulan: Terdapat pengaruh alat permainaan edukatif kartu kuartet terhadap pengetahuan dan keterampilan menggosok gigi pada anak usia sekolah. | Background: Dental problems are commonly be found among School-Age Children. School-Age Children can be trained about tooth brushing using on interesting methods, such as the education game: quartet card. Objective: The aim of this study was to determine the effect of the education game: quartet card on tooth brushing knowledge and skill of the school-age children. Methods: This study used a quasy experiment pretest-postest with control group design. This study recruited 42 respondents with stratified random sampling technique. Data were analyzed using Wilcoxon and Mann-Whitney test for knowledge score and independent t test and dependent t test for tooth brushing skill score Result: The results of this study showed that there were a significant differences of the knowledge (p=0,000) and tooth brushing skill score (p=0,000) after the the education game: quartet card intervention on the intervention group. Conclusion: The education game: quartet card is an effective metode to increase school-Age children’s knowledge and tooth brushing skill. |