Artikelilmiahs
Menampilkan 15.041-15.060 dari 49.719 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 15041 | 18010 | C1J013012 | FACTORS AFFECTING ON MANPOWER ABSORPTION IN INDONESIA 2011-2015 | Masalah ketenagakerjaan Indonesia pada umumnya adalah kesempatan kerja yang kurang memadai untuk menampung jumlah angkatan kerja yang setiap tahunnya mengalami kenaikan. Namun berdasarkan data statistik pada tahun 2011 hingga 2015, kenaikan jumlah angkatan kerja tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap pengangguran. Karena secara keseluruhan tingkat pengangguran justru mengalami penurunan. Hal ini menandakan bahwa kesempatan kerja yang ada di Indonesia semakin luas. Disamping itu, berdasarkan sumber dari beberapa literatur, penyerapan tenaga kerja untuk daerah-daerah di Indonesia dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu PDRB, upah minimum, penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan metode analisis kuantitatif periode 2011 hingga 2015 dan sebagai objek penelitian ini adalah 33 provinsi yang ada di Indonesia. Adapun metode kuantitatif yang digunakan untuk menganalisis pengaruh PDRB, UMP, serta PMA dan PMDN terhadap Penyerapan Tenaga adalah analisis dengan menggunakan Regresi Data Panel. Dari penelitian yang telah dilakukan, maka didapatkan hasil bahwa seluruh variabel yaitu PDRB, PMA, PMDN dan UMP berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Pengaruh positif tersebut yaitu apabila terjadi kenaikan nilai PDRB, PMA, PMDN, dan UMP, maka akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja di Indonesia, Ceteris Paribus. | The problem of Indonesian labor in general is the insufficient and inadequate job opportunity, where there is the increasing of labor force every year. However, based on the data from 2011 to 2015, the increase in the labor force does not have a significant impact on unemployment, because the unemployment rate has decreased every year. This indicates that the job opportunities existing in Indonesia are increasingly widespread so as to increase the number of working labor force. In addition, based on the sources of some literature obtained, labor absorption for regions in Indonesia can be affected by several factors, namely GRDP, provincial minimum wage, foreign investment and domestic investment. Analysis method uses a descriptive analysis method and quantitative analysis method which starts period 2011 to 2015 and as much as 33 provinces in Indonesia as the object. The quantitative method used to analyse each variables consisting of GDRP, provincial minimum wage, foreign investment and domestic investment on labor absorption is the analysis using Panel Data Regression. Based on the results shows that all of variables are had positive and significant impact on employment in Indonesia. The positive influence that is if there is a rise in GRDP, FDI, DI and PMW, then it will increase on labor absorption in Indonesia, Ceteris Paribus. | |
| 15042 | 18486 | F1C013059 | Kesenjangan Kepuasan dalam Penggunaan Program "Dua Hijab" di Trans7 dan Akun Instagram @hijabootdindo di Kalangan Mahasiswi di Purwokerto | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi berupa media elektronik dan media online yang keduanya dapat dimanfaatkan pada konteks moderen. Fenomena yang sama dinamisnya dengan perkembangan teknologi komunikasi adalah gaya berpakaian hijab yang cenderung meningkat pemakaiannya di kalangan remaja perempuan. Pelaksanaan penelitian ini mendasarkan pada Teori Uses and Gratifications dengan ekspansinya pada dimensi gratifications opportunities untuk mengukur kesenjangan kepuasan dalam penggunaan media, serta kemungkinan perolehan kepuasan akhir yang melampaui kepuasan awal dikarenakan atribut-atribut tertentu. Menggunakan metode kuantitatif, data terkumpul dari sampel penelitian sebanyak 65 orang yang merupakan mahasiswi di Purwokerto pemirsa program “Dua Hijab” di Trans7 dan pengakses akun Instagram @hijabootdindo. Analisis data yang digunakan adalah t-test untuk menguji hipotesis mengenai hasil kesenjangan kepuasan, serta Principal-axis Factor Analysis untuk menguji hipotesis mengenai ketersediaan dimensi gratifications opportunities. Hasil menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat kesenjangan kepuasan dalam penggunaan baik program “Dua Hijab” di Trans7 maupun akun Instagram @hijabootdindo, yaitu kesenjangan kepuasan dalam artian tidak tercapainya kepuasan dalam pemenuhan kebutuhan. Di sisi lain, kedua media, pada dasarnya, memiliki dimensi gratifications opportunities dalam kemampuan keduanya memberikan pemenuhan kebutuhan. | This research comes up from the idea that technology develops rapidly, both in forms of electronic media and online media. As well as the rapid development of communication technology, hijab fashion starts trending among female adolescents. This research is conducted based on the Uses and Gratifications Theory and its expansion to Gratifications Opportunities to examine the gratifications discrepancy in media usage, as well as to determine the availability of gratifications opportunities presented through the media attributes that supplies excelled obtained gratifications. Using quantitative method, data were gathered from the research sample of 65 female college students who are also the audiences of “Dua Hijab” on Trans7 and visitors of @hijabootdindo on Instagram. t-test is being utilized to show the gratifications discrepancy, while Principal-axis Factor Analysis is performed towards each gratifications opportunities item. Results show that Ho is rejected and Ha is supported, meaning there is gratifications discrepancy in using “Dua Hijab” on Trans7 and @hijabootdindo on Instagram, that is negative gratifications discrepancy showing the inability for the two media to provide gratifications in need fulfillment. On the other hand, both media, basically, earn gratifications opportunities in overall need fulfillment activity. | |
| 15043 | 18350 | F1C013021 | Strategi Komunikasi Pemimpin Perempuan (Studi Kasus pada Bupati Gunungkidul dalam Mengatur Organisasi Pemerintahan Kabupaten Gunungkidul) | STRATEGI KOMUNIKASI PEMIMPIN PEREMPUAN (STUDI KASUS PADA BUPATI GUNUNGKIDUL DALAM MENGATUR ORGANISASI PEMERINTAHAN KABUPATEN GUNUNGKIDUL) Oleh: Janathun Mulyaningsih F1C013021 ABSTRAK Penelitian ini berfokus pada strategi komunikasi yang dilakukan oleh seorang pemimpin perempuan. Seiring perkembangan zaman, mulai banyak perempuan yang mampu menjadi pemimpin pada suatu organisasi, instansi maupun perusahaan tertentu. Akan tetapi, keemunculan pemimpin perempuan tersebut masih dibayangi oleh konstruksi masyarakat mengenai pembagian peran antara laki-laki dan perempuan, khususnya di Indonesia. Sehingga, mereka akan memciptakan suatu strategi komunikasi tersendiri untuk menghadapi konstruksi masyarakat tersebut. Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif ini, menjadikan Bupati Gunungkidul sebagai subyek penelitian. Informan pada penelitian ini dipilih berdasarkan kriteria tertentu atau dengan menerapkan teknik purposive sampling. Guna mengumpulkan data yang diperlukan, dilakukan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis data menurut Miles &Huberman yang terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa gaya kepemimpinan yang dilakukan oleh Bupati Gunungkidul adalah gaya kepemimpinan demokratis dan keibuan. Sementara itu, secara umum strategi komunikasi yang dilakukan oleh Bupati Gunungkidul dalam memimpin organisasi pemerintahan Kabupaten Gunungkidul adalah dengan: a) membangun komunikasi dua arah dengan bawahan; b) menggunakan himbauan emosional dan pesan-pesan nonverbal dalam mempersuasi bawahan; c) memanfaatkan berbagai pilihan media untuk berkomunikasi dengan bawahan dan masyarakat. Kemudian, secara umum tanggapan pegawai pemerintahan Kabupaten Gunungkidul terhadap kepemimpinan perempuan terbagi menjadi dua, yaitu menerima dan kurang menerima pemimpin perempuan. | THE COMMUNICATION STRATEGY OF WOMAN LEADER ( A CASE STUDY OF REGENT OF GUNUNG KIDUL IN MANAGING GOVERNANCE ORGANIZATIONS OF GUNUNG KIDUL REGENCY) By: Janathun Mulyaningsih F1C013021 Abstract This research focuses on the communication strategy applied by woman leader. As time goes by, women have started to be able to lead an organization, institution, or company. Nonetheless, it is still followed by the social construct of men’s and women’s role separation, especially in Indonesia. Thus, these women will create certain communication strategy for dealing with the social construct. This research applies qualitaive method and sets the regent of Gunung Kidul as the subject of the research. The informants of this research are chosen using certain criteria or by applying positive sampling technique. To collect the data, the techniques of data collecting used are interview, observation and documentation. The technique of data analysis used is according to Miles & Hoberman, which consists of data collection, data reduction, data displays, and conclusion. The result of this research reveals that the leadership style of the regent of Gunung kidul is democratic and maternal leadership. Meanwhile, the communication strategies generally applied by the regent in leading the governance are: a) creating the two-way communication to her subordinate officers; b) using an emotional appeal and nonverbal messages in persuading her subordinate officers; c) utilizing the various media to communicate to her subordinate officers and the people. Afterward, the responses of Gunung Kidul public officers toward the woman leadership are commonly devided into two kinds of responses, which are accepting and not totally or sincerely accepting the woman leader. | |
| 15044 | 18351 | F1I013035 | Dampak Normalisasi Hubungan Diplomatik Amerika Serikat-Kuba terhadap Kerja Sama Tiongkok-Kuba | Normalisasi hubungan diplomatik antara Kuba dibawah rezim pemerintahan Raul Castro dan Amerika Serikat dibawah pemerintahan Barack Obama pada 17 Desember 2014 telah menjadi salah satu faktor pendorong penguatan kerja sama antara Tiongkok dan Kuba dalam ranah kerja sama perekonomian. Penguatan hubungan Kuba-Tiongkok juga dipengaruhi faktor bahwa Tiongkok dan Amerika Serikat merupakan economic super power country yang memiliki persaingan dalam perekonomian global. Hubungan diplomatik serta hubungan kerja sama yang terjalin diantara Tiongkok dengan Kuba telah dan akan terus mengalami peningkatan secara berkelanjutan didukung dengan hubungan Tiongkok dengan negara-negara Amerika Latin dan Karibia yang terus menguat. | The normalization of diplomatic ties between Cuba under the regime of Raul Castro and the United States under Barack Obama's administration on December 17, 2014 has been one of the driving factors for strengthening cooperation between China and Cuba in the sphere of economic cooperation. The strengthening of Cuban-Chinese relations is also influenced by the fact that China and the United States are economic super power countries that have competition in the global economy. Diplomatic relations as well as the cooperative relationships that exist between China and Cuba have been and will continue to increase continuously supported by China's relationship with the Latin American and Caribbean countries that continue to strengthen. | |
| 15045 | 18352 | C1J012019 | INCOME DIFFERENCES BASED ON EDUCATION, EXPERIENCE, AND WORKING HOURS (Case Study of Oriflame members) | Tingkat pembangunan suatu negara ditentukan oleh seberapa baik negara tersebut dapat mengatasi masalah ekonomi pembangunan, salah satunya adalah pengangguran. Lapangan pekerjaan di Indonesia pada 2014 jumlahnya kurang dari pencari kerja dan jumlah tenaga kerja yang diserap. ILO memprediksi bahwa pada tahun 2017, tingkat pengangguran akan meningkat. Untuk mengantisipasi prediksi ILO mengenai meningkatnya tingkat pengangguran, MLM menawarkan solusi dengan sebuah peluang bisnis yang berbasis pada penjualan langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pendapatan member Oriflame (perusahaan berbasis MLM) berdasarkan pada pendidikan, pengalaman, serta jam kerja. Penelitian ini menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan pendapatan member Oriflame berdasarkan pendidikan, pengalaman, serta jam kerja. Penelitian ini menyiratkan bahwa (1) member yang memiliki tingkat pendidikan rendah harus belajar dari member yang memiliki pendidikan tinggi, (2) manajemen Oriflame harus menarik mereka yang memiliki pendidikan tinggi untuk bergabung agar dapat memiliki pendapatan yang tinggi, (3) member yang belum berpengalaman harus belajar dari upline mereka mengenai produk, cara merekrut, dan memaksimalkan waktu mereka untuk memperoleh level yang lebih tinggi, dan (5) para member harus menghabiskan waktu lebih banyak untuk mengerjakan Oriflame untuk memperoleh pendapatan yang lebih tinggi | Economic development level of a country is determined from how well the country deals with economic development problem such as unemployment. Number of jobs in Indonesia in 2014 is less than registered job seekers and the absorption of job seekers. ILO predicted that in 2017, the unemployment rate will increase. In order to anticipate ILO prediction of the increasing unemployment, MLM offers a solution with a business opportunity based on direct selling. This research aims to analyze the income difference of Oriflame (an MLM-based company) members by education, experience, and working hours. This research uses independent sample t-test. The results of the independent sample t-test show that there are income differences based on education, experience, and working hours. The results imply that (1) members with lower education level should learn from those with higher education level, (2) Oriflame management should attract those who have high education level to join in order to get higher income, (3) less experienced members should learn from their upline about the products, how to recruit, and maximize their time in order to achieve higher level, and (5) members should spend more time to do Oriflame in order to get higher income. | |
| 15046 | 18353 | H1A010005 | PEMILIHAN HIMPUNAN BASIS NATRIUM DODESIL SULFAT BERDASARKAN DATA SPEKTRUM INFRA RED (IR) DENGAN METODE PERHITUNGAN AB INITIO | Natrium Dodesil Sulfat (C12H25SO4Na) adalah surfaktan anionik yang digunakan dalam produk rumah tangga seperti detergen. Pengembangan surfaktan anionik sulfat masih terus dilakukan untuk mendapatkan surfaktan yang berkualitas. Berdasarkan kebutuhan detergen yang cukup banyak maka diperlukan desain senyawa natrium dodesil sulfat. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan himpunan basis terbaik pada metode perhitungan ab initio untuk senyawa natrium dodesil sulfat. Hasil penelitian ini mampu merekomendasi informasi terbaru terkait Himpunan Basis (HB) yang terbaik agar dapat digunakan untuk menentukan persamaan matematika untuk menghitung nilai konsentrasi misel kritik (KMK) prediksi untuk surfaktan anionik golongan sulfat. Penelitian dilakukan dengan cara membandingan nilai IR hasil analisis dan IR hasil eksperimen dan pengujian metode PRESS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa basis set yang sesuai untuk senyawa natrium dodesil sulfat adalah himpunan basis large (6-31G**) dengan nilai bilangan gelombang sebesar 1053,11 cm-1 pada gugus C-O dan bilangan gelombang 1209 cm-1 pada gugus S=O dengan nilai PRESS sebesar 22848,13. | Sodium dodecyl sulfate (C12H25SO4Na) is an anionic surfactant used in household products such as detergents. Moreover, to get a high quality surfactant, further development of sulfate anionic surfactant is needed. Based on so many the needs of detergents , it is necessary to design a compound of sodium dodecyl sulfate. This research was conducted to determine the best base set on an ab initio calculation method for compound sodium dodecyl sulfate. The best result have ability to recommend the new information about the best basis set that can be used to decide mathematic function to calculate the value of concentration miselle critic (CMC) prediction for anionic surfactant sulfate’s group. The research already compared the number of IR analysis result with IR experiment result and examined with PRESS method. The examination result showed that the best basis set for sodium dodecyl sulfate is large basis set (6-31G**) with the wavenumber 1053,11 cm-1 for C-O and the wavenumber 1209 cm-1 for S=O with PRESS value 22848,13. | |
| 15047 | 24485 | F1D013023 | Proses Agenda Setting Peraturan Daerah Banyumas Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Kabupaten Banyumas | Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui tentang Proses Agenda Setting Peraturan Daerah Banyumas Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Kabupaten Banyumas dan mengetahui aktor-aktor dominan yang berperan dalam proses agenda setting Peraturan Daerah Banyumas Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan institusionalisme. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis menggunakan metode analis model interaktif Miles dan Huberman, maka untuk menjamin validitas data peneliti menggunakan teknik triangulasi data. Berdasarkan hasil penelitian, Proses agenda setting diawali dengan persepsi masalah, pendefinisian masalah, sampai dengan mobilisasi dukungan. Persepsi masalah dapat ditentukan dari para stakeholder yang terkait, antara lain seruni, dinas, akademisi, media, dan lembaga legislatif. Masalah TKI yang terjadi bermacam dilihat dari sudut pandang masing-masing stakeholder, antara lain tidak berperanya desa sebagaia awal pemberangkatan TKI, mereka asal berangkat tanpa melibatkan dinas, perekrutan TKI yang tidak sesuai prosedur yang akhirnya terjadilah berbagai permasalahan, dari pra penempatan sampai dengan pasca penempatan. Proses selanjutnya yaitu definisi masalah, memfokuskan berbagai permasalahan agar menjadi perhatian sehingga bisa masuk dalam agenda kebijakan Pemerintah untuk dirumuskan dalam bentuk kebijakan. Permasalahan tersebut adalah Banyaknya jumlah TKI dan remiten yang diberikan akan tetapi tidak diimbangi dengan adanya perlindungan, permasalah TKI yang banyak tidak terselesaikan, dan prosedur awal yang belum jelas. Pembatasan masalah hanya mencangkup hal tersebut karena mamang wewenang peraturan daerah yang dibentuk pemerintah Kab Banyumas memang sebatas wilayah sekitar banyumas, dan pasal didalamnya memuat solusi bermuatan lokal dengan berdasarkan permasalahan TKI yang terjadi di Kab Banyumas. Proses agenda setting selanjutnya adalah mobilisasi dukungan, isu pertama kali di sampaikan oleh Seruni, dalam mobilisasi dukunganya seruni memanafaatkan power dan eksistensi yang dimiliki serta melakukan kedekatan dengan para steakholder, antara lain: Akademisi, anggota legislatif, dinas, LSM-LSM lokal atau nasional, dan KPU, sehingga proses agenda setting dapat berjalan dengan baik sampai akhirnya masuk ke tahap kebijakan publik selanjutnya. Aktor yang paling dominan dalam proses agenda setting adalah aktor yang memiliki peran yang paling penting dan paling maksimal dalam proses agenda setting, mereka adalah seruni, lembaga eksekutif dan legislatif. Seruni merupakan embrio dari diangkatnya isu tentang permasalahan TKI sampai akhirnya isu masuk dalam agenda kebijakan. Lembaga eksekutif dan legislatif dengan tanggap memproses dan mengerahkan stakeholder untuk memproses isu tersebut sampai dengan dibentuknya Perda. Kata Kunci: Agenda Setting, Peraturan Daerah, TKI, Kabupaten Banyumas | This research was conducted with the aim of knowing about the Process of Agenda Setting Local Regulation of Banyumas regency No. 2 of 2015 on Indonesian Workers Protection (TKI) Banyumas Regency and to know the dominant actors have a role in the process of agenda setting Local Regulation of Banyumas regency No. 2 of 2015 On Indonesian Workers Protection (TKI) in Banyumas Regency. The method used in this research is a qualitative method with an approach of institutionalism. Data obtained from the results of observation, depth interview and documentation. Then the data were analyzed using the interactive model analyst method Miles and Huberman, then to ensure the validity of data the researcher used data triangulation techniques. Based on the results of the research, the Process of agenda setting starts with the perception of the problem, defining the problem, until the mobilization of support. The perception of a problem can be determined from the relevant stakeholders among others, Chrysanthemum, department, academics, the media, and legislative institutions. The migrant WORKERS problem were various seen from the perspective of each stakeholder, among others are not the role of the village as early departure of migrant WORKERS, they were perfunctory depart without involving the department, the recruitment of migrant WORKERS which is not in accordance with the procedures that finally came to pass a variety of problems, from pre-placement to post-placement. The next process, namely focusing various issues in order of concern so that could be included to the agenda of Government policy to be formulated in the form of policy. These problems focus on the official procedure legally, from the procedure before departure, departure, placement, post placement, disputes completion, coaching, maximizing the role of the community and the village, surveillance, investigation, and criminal provisions. Restrictions problem only covers things such as do the authority of the local regulations that formed by the government Banyumas District indeed limited to areas around the banyumas and it article contain a solution of local content based on the problems of migrant WORKERS that occurred in the District of Banyumas. The initiation of this Regulation is the Chrysanthemum, in the mobilization of its support Chrysanthemum take advantage the power and the existence of Chrysanthemum owned as well as perform proximity with the steakholder, among others: Academics, members of the legislative, department, local Non Governmental Organizations (NGOS) or national, and the COMMISSION, so that the process of agenda setting could work well to finally get to the stage of next public policy. The most dominant actors in the process of agenda setting is the actor that has the role of the most important and most maximum in the process of agenda setting, they are the chrysanthemum, the executive and the legislative. Chrysanthemum is the embryo issues appointment about the problems of migrant WORKERS until finally an issues entered to the policy agenda. The executive and legislative in response process and mobilize stakeholders to process that issue with the establishment of the Regulation. Keywords: Agenda Setting, Local Regulations, migrant WORKERS, Banyumas Regency | |
| 15048 | 18039 | D1E012242 | PENGARUH PARITAS TERHADAP BOBOT LAHIR DAN UKURAN LINIER TUBUH PEDET SAPI BRAHMAN DI BPTU - HPT SEMBAWA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bobot lahir dan ukuran linier tubuh pedet sapi Brahman dan mengetahui pengaruh paritas terhadap bobot lahir dan ukuran linier tubuh pedet sapi Brahman. Variabel yang diamati yaitu paritas (P) meliputi paritas 1 (P1), paritas 2 (P2), paritas 3 (P3), bobot lahir (BL) pedet, jenis kelamin (JK), dan ukuran linier tubuh pedet, panjang badan (PB), lingkar dada (LD), dan tinggi pundak (TP). Penelitian menggunakan metode survei. Lokasi penelitian di Balai Pembibitan Ternak Unggul – Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) sembawa, Sumatra Selatan. Data yang digunakan adalah catatan (recording) ternak induk dan pedet sapi brahman tahun 2012-2015 sebanyak 28 catatan. Rataan BL paritas 1, 2, dan 3 adalah 30,05 ± 4,397 , 36,09 ± 4,825, dan 36,46 ± 5,788 kg; LD adalah 68,62 ± 3,611, 71,93 ± 3,743, dan 72,28 ± 4,468 cm; TP adalah 70,71 ± 3,162 , 73,89 ± 3,550, dan 73,43 ± 3,601 cm; PB adalah 54,18 ± 3,915, 60,34 ± 4,396, dan 59,41 ± 4,404 cm. Secara keseluruhan rataan BL 34,20 ± 5,81 kg, PB 57,98 ± 5,02 cm; LD 71,28 ± 4,37 cm; dan TP 72,68 ± 3,70 cm. Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa pengaruh paritas terhadap bobot lahir (BL) pedet jantan persamaannya Y = 29,659 + 3,068 P dan pedet betina Y = 26,203 + 3,068 P. Pengaruh paritas terhadap lingkar dada (LD) pedet jantan Y = 68,48 + 1,766 P dan pedet betina Y = 66,884 + 1,766 P. Pengaruh paritas terhadap tinggi pundak (TP) pedet jantan Y = 70,953 + 1,289 P dan pedet betina Y = 69,106 + 1,289 P. Pengaruh paritas terhadap panjang badan (PB) pedet Y = 52,754 + 2,612 P. Dari penelitian ini kesimpulannya adalah BL meningkat dari P1 sampai P3 sedangkan ukuran linier tubuh meningkat pada P1 sampai P2 kemudian menurun. | This study was aimed to determine the birth weight and linier body size of Brahman calves in Parity 1 to 3 and to determine the effect of parity on birth weight and linear body size of Brahman calves. The observed variables were parity (P1), parity 2 (P2), parity 3 (P3), birth weight (BW) calf, sex, and linear size of calf body, body length (BL ), Chest circumference (CC), and shoulder height (SH). A survey method was used in the current study in Balai Pembibitan Ternak Unggul – Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) sembawa, South Sumatra. The data used were 28 records of brahman cows and calves year 2012-2015. The average of birth weight (BW) in Parity 1, 2, and 3 were 30,05 ± 4,397, 36,09 ± 4,825, and 36,46 ± 5,788 kg, respsectively. Means of chest circumference (CC) in Parity 1, 2, and 3 were 68,62 ± 3,611, 71,93 ± 3,743, and 72,28 ± 4,468 cm; respectively. Means of height of shoulder (HS) in Parity 1,2 and 3 were 70,71 ± 3,162 , 73,89 ± 3,550, and 73,43 ± 3,601 cm, respectively. Means of body length (BL) in Parity 1, 2 and 3 were 54,18 ± 3,915 , 60,34 ± 4,396 and 59,41 ± 4,404 cm, respectively. Based on the results of the analysis showed that BW, BL, CC and HS across the parity ad sex were 34,20 ± 5,81 kg, 57,98 ± 5,02 cm, 71,28 ± 4,37 cm, and 72,68 ± 3,70 cm, respectively. Simple linear regression analysis showed that the regression of parity (P) on birth weight (BW) of male and female calves had equations as follows: Y = 29,659 + 3,068 P and Y = 26,203 + 3,068 P. The regression of parity (P) on the chest circumference (CC) of male and female calves had an equations as follows: Y = 68,48 + 1,766 P and = 66,884 + 1,766 P. The regression of parity on the shoulder height (HS) of male and female calves had equations as follows: Y = 70,953 + 1,289 P and Y = 69,106 + 1,289 P. The regression of parity on the length of the body (BL) had an equation as follows: Y = 52,754 + 2,612 P. It could be concluded that BW increases from P1 to P3, while the linear body size increases from P1 to P2, after that there is no further increase. | |
| 15049 | 18354 | G1A013042 | PENGARUH ART THERAPY MELALUI TEKNIK PAINTING TERHADAP TINGKAT FUNGSI SOSIAL PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RSJ MENUR SURABAYA | Ketidakmampuan pada fungsi sosial ada salah satu karakteristik utama dalam skizofrenia. Orang dengan skizofrenia telah menunjukkan bahwa mempunyai disabilitas dalam kemampuan sosial seperti halnya di ranah lain dalam fungsi sosial. Art therapy melalui teknik painting mampu mereduksi kecemasan, depresi, serta perasaan tertekan atau stres pada pasien karena mereka mampu mengekspresikan perasaan negatifnya melalui seni sehingga akan bisa mengembalikan kemampuan fungsi sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh art therapy melalui teknik painting terhadap tingkat fungsi sosial pada pasien skizofrenia di RSJ Menur Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain studi quasi experimental one group pretest-posttest. Subyek penelitian berjumlah 7 orang. Fungsi sosial akan dikur dengan GAF scale. Sesi terapi diberikan 2 kali sesi. Uji analisis data menggunakan wilcoxon, dan didapatkan nilai p = 0,024 (p<0,05). Penelitian ini menunjukkan ada pengaruh pemberian art therapy melalui teknik painting terhadap tingkat fungsi sosial pada penderita skizofrenia di RSJ Menur. | Social disfunction is one of the main characteristic of schizophrenia. People with schizophrenia manifest disability in social skill and other aspects of social function. Art therapy by painting technique are able to decrease levels of anxiety, depression and stress in schizophrenia patients because patients can express their negative feelings through arts, therefore, it will improve their social function. The aim of this study was to know the effect of art therapy by painting technique on social function in schizophrenia patients at RSJ Menur Surabaya. This research was quasi experimental one group pretest-posttest design. Research subject were 7 people. Social function was measured by GAF scale. Two sessions of therapy were given to the patients. Wilcoxon test showed p = 0,024 (p<0,05). This research showed that there were significant effect of art therapy by painting technique on social function of schizophrenia patients at RSJ Menur Surabaya. | |
| 15050 | 18355 | H1B012054 | APLIKASI REGRESI LOGISTIK MULTINOMIAL UNTUK ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PEKERJAAN ALUMNI JURUSAN MATEMATIKA UNSOED | Alumni Jurusan Matematika Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) telah bekerja di berbagai bidang, baik sebagai pegawai, wiraswasta, maupun studi lanjut. Pada penelitian ini, faktor-faktor yang berpengaruh pada jenis-jenis pekerjaan tersebut dianalisis menggunakan model regresi logistik multinomial. Data yang digunakan adalah data primer dari 324 responden alumni Jurusan Matematika UNSOED angkatan 2005-2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua faktor yang berpengaruh terhadap jenis pekerjaan alumni yaitu saat kuliah tinggal dengan orang tua atau tidak, dan lama studi. Selain itu, hasil estimasi parameter model menunjukkan bahwa alumni yang saat kuliah tidak tinggal dengan orang tua mempunyai peluang 0,213 kali lebih besar untuk bekerja sebagai pegawai dibanding alumni yang saat kuliah tinggal dengan orang tua. Sementara itu, alumni dengan lama studi tidak lebih dari 4 tahun mempunyai peluang 3,857 kali lebih besar untuk studi lanjut dibanding alumni dengan lama studi lebih dari 4 tahun. Kata Kunci : jenis pekerjaan, pegawai, regresi logistik multinomial, studi lanjut, wiraswasta. | ABSTRACT. UNSOED Mathematics alumni are working in various field, either as in employee, self-employed, or further studies. In this study, factors that influence the jobs type was analyzed using multinomial logistic regression. The used data is primary data which was obtained from 324 respondents alumni of Mathematis UNSOED class of 2005-2012. The result showed that there are two factors affect the type of jobs which are whether alumni live with their parents during college or not, and the duration of the study. In addition, the result of model parameter estimation showed that alumni who are not living with their parents have a probabilty at 0.213 times larger to work as employee than alumni who lived with their parents. Meanwhile, alumni who have duration of the study no more than 4 years have the probability of 3.857 times larger for further studies than the alumni who have study duration more than 4 years. | |
| 15051 | 18356 | H1A010008 | PEMILIHAN HIMPUNAN BASIS NATRIUM DODESIL BENZENA SULFONAT BERDASARKAN DATA SPEKTRUM INFRA RED (IR) DENGAN METODE PERHITUNGAN AB INITIO | Natrium dodesil benzena sulfonat (NaDBS) adalah surfaktan anionik yang digunakan dalam produk industri kebuthan rumah tangga seperti produk deterjen, shampo, sabun dan pasta gigi. Pengembangan surfaktan anionik sulfat masih dilakukan untuk mendapatkan surfaktan yang berkualitas. Berdasarkan kebutuhan deterjen yang cukup banyak maka diperlukan desain senyawa natrium dodesil benzena sulfonat yang baik untuk meningkatkan kualitas pemakaian deterjen. Salah satu parameter untuk menentukan kualitas desain surfaktan anionik adalah penentuan himpunan basis pada desain senyawa surfaktan berdasarkan data spektrum Infra Red (IR) dengan metode perhitungan ab initio. Lebih lanjut, penentuan himpunan basis yang terbaik untuk desain senyawa natrium dodesil benzena sulfonat dilakukan dengan memilih perhitungan nilai PRESS (Predicted Residual of Sum Squares) terkecil. Penelitian ini dilakukan dengan penggambaran senyawa natrium dodesil benzena sulfonat pada keempat himpunan basis STO-3G (minimal), 3-21G (small), 6-31G* (medium) dan 6-31G** (large). Hasil yang didapatkan bahwa himpunan basis terbaik yang sesuai untuk senyawa natrium dodesil benzena sulfonat adalah himpunan basis 6-31G** (large) dengan nilai PRESS sebesar 373,060. | Sodium dodecyl benzene sulfonat (SDBS) is the most common type of surfactant used for household needs industry such as detergent, shampoo, soap and tooth paste. In order to get a high quality surfactant, further development of sulfate anionic surfactant is needed. A trustworthy design of natrium dodesil benzena sulfonat is needed to increase quality use of detergent. One of parameter that significant to improve the quality design of anionic surfactant is the determination of basis set in surfactant design based on Infra Red (IR) by using ab-initio. Moreover, the smallest PRESS (Predicted Residual of Sum Squares) value is used as benchmark to choose the best basis set for natrium dodesil benzena sulfonat design. This study explains depiction of natrium dodesil benzena sulfonat in four different basis set namely STO-3G (minimal), 3-21G (small), 6-31G* (medium) and 6-31G** (large). The results show that the 6-31G** (large) basis set is the best basis set for natrium dodesil benzena sulfonat design with PRESS value of 373,060. | |
| 15052 | 17429 | C1L012049 | Lending Decision Analysis of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in BPR of Purbalingga | Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor usaha yang menjadi tulang punggung perekonomian negara. Umumnya di Negara berkembang khususnya Indonesia yang sering dikaitkan dengan masalah-masalah ekonomi dan social dalam negeri seperti tingginya tingkat kemiskinan, besarnya jumlah pengangguran terutama dari golongan masyarakat berpendidikan rendah, ketimpangan distribusi pendapatan, proses pembangunan yang tidak merata antara daerah perkotaan dan daerah pedesaan, serta masalah urbanisasi dengan segala efek-efeknya. Peran UMKM dapat menjadi suatu solusi dari system perekonomian yang sehat sehingga keberadaan UMKM di Indonesia menjadi perhatian negara.Oleh karena itu kredit UMKM dirasa cukup penting mengingat kebutuhan untuk pembiayaan modal kerja dan investasi guna menjalankan bisnis. Meskipun demikian masih banyak pelaku bisnis memutar usahanya dengan mengandalkan usahanya dengan modal sendiri. Hal ini dikarenakan kemampuan UMKM yang sangat terbatas dalam mengakses lembaga pemberi kredit baik bank maupun non bank. Hingga saat ini masih banyak pelaku UMKM yang mengalami permasalahan dalam hal pengajuan kredit. Penelitian ini bertujuan untuk menguji seberapa besar pengaruh nilai aspek karakter, laba usaha, umur usaha, total asset, jangka waktu kredit, nilai jaminan kredit dan jenis usaha terhadap keputusan pemberian kredit UMKM yang diambil oleh pihak bank. Hasil penelitian ini bertempat pada BPR BKK di seluruh Kabupaten Purbalingga. Data yang dianalisis dengan metode Ordinary Least Squares (OLS). Analisis ini didasarkan pada data sekunder yang diperolehdari BPR BKK di seluruh Kabupaten Purbalingga dengan metode simple random sampling dengan jumlah sample sebanyak 383 debitur. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara simultan nilai aspek karakter, laba usaha, umu rusaha, total asset, jangka waktu kredit, nilai jaminan kredit dan jenis usaha berpengaruh terhadap keputusan pemberian kredit yang akan diambil. Secara parsial variabel nilai aspek karakter, laba usaha, umur usaha, total asset dan nilai jaminan kredit berpengaruh positif terhadap keputusan pemberian kredit UMKM. Sedangkan variabel jangka waktu kredit dan jenis usaha tidak berpengaruh terhadap keputusan pemberian kredit UMKM. | Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) is one of critical sectors in developing country's economy. Especially in Indonesia which is often associated with economic and social issues such as high levels of poverty, the large number of unemployed, low education level community, unequal distribution of income, uneven development between urban and rural areas, as well as urbanization with all its effects. The role of MSMEs can be a solution of a healthy economic system so that the presence of MSMEs in Indonesia considered to be main concern of state. Therefore the SME loans are considered important given the need for working capital financing and SME investments required to conducting its business. Nevertheless there are still many businesses men turning the business by relying on its business with its own capital. This is because MSMEs has limited ability in accessing lending institutions, both banks and non banks. Until now there are many MSMEs are experiencing problems in obtaining loans. This research aims to examine whether the effect of character aspect value, operating income, length of business, total Assets, loan collateral value, term of loan and type of business toward the lending decisions of micro, small and medium enterprises (MSMEs) taken by the BPR in Purbalingga. The research object is all of the BPR BKK in Purbalingga City. The data analyzed using Ordinary Least Squares (OLS) method. The data analysis based on the secondary data from BPR BKK in Purbalingga City, used the simple random sampling method and the total samples were 383 debtors. The research result shows that simultaneously character aspect value, operating income, length of business, total assets, loan collateral value, term of loan and type of business has an effect on the lending decision. Also partially the character aspect value, operating income, length of business, total assets, and term of the loan has a positive effect on the lending decision in MSMEs. Meanwhile the loan collateral value and type of business variables has no effect on the lending decision in MSMEs. | |
| 15053 | 18357 | C1C012071 | Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Praktik Manajemen Laba pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI | Penelitian ini berjudul Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Praktik Manajemen Laba pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh asimetri informasi, leverage, kualitas audit, kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, komisaris independen serta komite audit, terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 138 perusahaan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh sampel 14 perusahaan. Periode penelitian adalah 5 tahun sehingga diperoleh jumlah data sebanyak 70. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi data panel. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa variabel leverage memiliki pengaruh positif untuk memotivasi manajer melakukan praktik manajemen laba, sertakualitas audit dan kepemilikan institusional memiliki pengaruh negatif untuk membatasi manajer untuk melakukan praktik manajemen laba. Sedangkan asimetri informasi, kepemilikan manajerial, komisaris independen serta komite audit tidak berpengaruh terhadap praktik manajemen laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Kata Kunci : Asimetri Informasi, Dewan Komisaris Independen, Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Manajerial, Komite Audit, Leverage, Pertumbuhan Penjualan, Manajemen Laba. | SUMMARY The tittle of this research is Analysis of The Factors that Influence Earning Management Practices On manufacturing companies registered in BEI. The purpose of this study was to examine the influence of asymmetric information, leverage, audit quality, institutional ownership, managerial ownership,independent commissioners as well as the audit committee towards earnings management at manufacturing companies. This research is quantitative research with secondary data. The population in this research totalled 138 companies. The technique of sampling in this study by using purposive sampling so obtained sample of 14 companies. The research period is 5 years so that the retrieved data count as many as 70. Data analysis technique used was panel data regression analysis. The results of this test showed that leverage had significantly positive effect to motivating managers perform earnings management practice, as well as the audit quality and institutional ownershiphad significantly negative effect to restrict managers perform earnings management. While the asymmetric Information, , managerial ownership, independent commissioners as well as audit comitte does not affect earnings management at manufacturing companies registered in BEI. Key Words: Asymmetric Information, Independent Commissioners, Institutional Ownership, Managerial Ownership, The Audit Committee, Leverage, Sales Growth, Earnings Management. | |
| 15054 | 18417 | H1H012008 | EVALUASI PERFORMA REPRODUKSI IKAN CUPANG (Betta sp.) HASIL TRANSGENIK HORMON PERTUMBUHAN GENERASI KEDUA | Penelitian ini bertujuan mengevaluasi performa reproduksi induk generasi kedua dan performa pertumbuhan hasil keturunan generasi kedua. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, yaitu pemijahan induk ikan cupang jantan transgenik dengan betina transgenik (A), pemijahan induk ikan cupang jantan transgenik dengan betina non-transgenik (B), pemijahan induk ikan cupang jantan non-transgenik dengan betina transgenik (C), dan pemijahan induk ikan cupang jantan non-transgenik dengan betina non-transgenik (D). Hasil fekunditas perlakuan A 468 butir, B 1767 butir, C 1056 butir, D 889 butir. Nilai derajat pembuahan perlakuan A 90,81%, B 63,50%, C 61,71%, D 89,25%. Nilai derajat penetasan telur perlakuan A 75,59%, B 62,74%, C 70,18%, D 73,34%. Nilai kelangsungan hidup perlakuan A 52,34%, B 53,04%, C 56,56%, D 59,69%. Nilai pertambahan berat dan panjang perlakuan A 0,5770g dan 2,49cm; perlakuan B 0,4982g dan 2,29cm; perlakuan C 0,2684g dan 1,81cm; perlakuan D 0,5556g dan 2,37cm. Hasil berat mutlak perlakuan A 0,58±0,23, B 0,50±0,23, C 0,27±0,03, D 0,56±0,22 dan hasil panjang mutlak perlakuan A 2,48±0,44, B 2,29±0,56, C 1,81±0,33, D 2,37±0,52. Hasil SGR perlakuan A 7±0.004, B 6±0.013, C 6±0.008, D 7±0,014. Hasil dari ANOVA menunjukkan bahwa evaluasi performa reproduksi induk generasi kedua dan performa pertumbuhan benih ikan cupang hasil keturunan generasi kedua tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05). | This study was aimed to evaluate the reproductive performance from growth hormone transgenic of second generation and growth performance of Betta fish seed (Betta sp.) from second generation (F2). This research used experimental method with complete randomized (RAL) 4 treatments; breeding of both transgenic male and females (A), breeding between male and non-transgenic females betta fish (B), breeding between non-transgenic male and transgenic females betta fish (C), and breeding of both non-transgenic male and females betta fish (D) with 3 replications. Fecundity of treatment A was 468 grains, B was 1767 grains, C was 1056 grains, D was 889 grains. The degree of conception of treatment A was 90.81%, B 63.50%, C 61.71%, D 89.25%. The degree of egg layer hatching A 75,59%, B 62,74%, C 70,18%, D 73,34%. Value of survival treatment A 52.34%, B 53.04%, C 56.56%, D 59.69%. The value of weight gain and treatment length A 0,5770g and 2,49cm; Treatment B 0.4982g and 2.29cm; C treatment of 0.2684g and 1.81cm; Treatment D 0,5556g and 2,37cm. The results of the absolute weight of treatment A 0,58±0,23, B 0,50±0,23, C 0,27±0,03, D 0,56±0,22 and result of absolute treatment length 2,48±0,44, B 2,29±0,56, C 1,81±0,33, D 2,37±0,52. Results SGR treatment A 7±0.004, B 6±0.013, C 6±0.008, D 7±0.014. The results of the ANOVA showed that the evaluation from sample fish with growth hormone transgenic second generation (F2) and growth performance of Betta fish did not give a significant effect (P>0,05). | |
| 15055 | 18358 | D1E011192 | TINGKAT KEBERHASILAN DAN KEPUASAN PETERNAK SAPI PO KEBUMEN TERHADAP PELAYANAN INSEMINASI BUATAN (IB) | Tujuan penelitian adalah (1) mengidentifikasi tingkat keberhasilan layanan inseminasi buatan pada sapi po kebumen (2) mengidentifikasi tingkat kepuasan peternak sapi po kebumen terhadap pelayanan inseminasi buatan dan (3) menganalisis keterkaitan umur peternak, pendidikan peternak, pengalaman peternak, pengalaman penggunaan inseminasi buatan, dan keberhasilan inseminasi buatan dengan kepuasan peternak. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey. Pengambilan sampel wilayah dilakukan secara purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 50 responden. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan menggunakan korelasi ranking spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata S/C di Kab. Kebumen 1,88 dengan nilai tertinggi 1,93 dan terendah 1,6. Hasil ini mengindikasikan bahwa kesuburan sapi di daerah penelitian sudah baik. Peternak sapi PO Kebumen cukup puas terhadap pelayanan inseminasi buatan oleh petugas inseminasi buatan (rataan skor 67,7). Pendidikan peternak, pengalaman menggunakan inseminasi buatan dan keberhasilan inseminasi buatan memiliki kaitan yang nyata dengan kepuasan peternak terhadap layanan inseminasi buatan (P<0.05). Peningkatan kapasitas tenaga inseminator dan peternak serta kualitas semen yang digunakan perlu dilakukan untuk meningkatkan kepuasan peternak. | The purposes of this research were (1) to identify the level of success of the service of artificial insemination in PO Kebumen cattle (2) identify the level of satisfaction PO Kebumen farmers on service of artificial insemination, and (3) to analyze the relationship of farmers age, farmers education, the experience of farmers, experience of the use of artificial insemination, and the success of artificial insemination with satisfaction of farmers. This research was conducted by survey method. The total samples of 50 respondents were taken using proporsionale random sampling in the area which chosen purposively. Data were analyzed descriptively and using Spearman rank correlation. The results showed that the average score of service per conception was 1.88 in range of 1.6 – 1.93. These results indicated that the fertility of cows in the study area has been good. PO Kebumen farmers were quite satisfied with the services of artificial insemination (average score 67.7). Farmers education, the experience of using artificial insemination and the success of artificial insemination has a significant relationship with the satisfaction of farmers on artificial insemination services (P <0.05). The increase in capacity of inseminator and PO Kebumen farmers as well as the quality of the cement that is used needs to be done to improve the satisfaction of farmers. | |
| 15056 | 18359 | C1C013126 | PENGARUH KOMPETENSI PENDIDIK, PENGALAMAN, MOTIVASI, KECERDASAN EMOSI, DAN ETIKA PROFESI TERHADAP PROFESIONALITAS DOSEN AKUNTANSI DI PTN DAN PTS PURWOKERTO | Penelitian ini berjudul: “Pengaruh Kompetensi Pendidik, Pengalaman, Motivasi, Kecerdasan Emosi dan Etika Profesi terhadap Profesionalitas Dosen Akuntansi di Perguruan Tinggi Purwokerto”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi pendidik, pengalaman, motivasi, kecerdasan emosi, dan etika profesi terhadap profesionalitas dosen akuntansi di PTN dan PTS Purwokerto. Metode penelitian dengan survey melalui media kuesioner,dengan sampel sebanyak 50 responden dosen akuntansi dari PTN dan PTS di Purwokerto. Sampel dalam penelitian ini menggunakan Convinience sampling. Metode statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi pendidik, pengalaman, motivasi, kecerdasan emosi, dan etika profesi berpengaruh positif terhadap profesionalitas akuntan pendidik. Secara simultan semua variabel (kompetensi pendidik, pengalaman, motivasi, kecerdasan emosi, dan etika profesi) berpengaruh signifikan terhadap profesionalitas akuntan pendidik. Secara parsial hanya variabel kompetensi pendidik yang tidak berpengaruh signifikan terhadap profesionalitas akuntan pendidik, dan variabel pengalaman, motivasi, kecerdasan emosi serta etika profesi berpengaruh signifikan terhadap profesionalitas akuntan pendidik di PTN dan PTS Purwokerto. | This study entitled: "The Influence of Teachers Competence, experience, motivation, Emotional Intelligence Professionalism and Professional Ethics of the Accounting Lecturer at the College of Purwokerto". This study aimed to determine the effect of educator competence, experience, motivation, emotional intelligence, professionalism and professional ethics of the accounting faculty at state and private universities Purwokerto. The research method with a questionnaire survey through the media, with a sample of 50 respondents accounting professors from state universities and private universities in Purwokerto. The sample in this study using convinience sampling. The statistical methods used in this research is multiple linear regression. The results of this study indicate that educators competence, experience, motivation, emotional intelligence, and positive influence on the professional ethics of accountants professional educators. Simultaneously all variables (educator competencies, experience, motivation, emotional intelligence, and professional ethics) significantly affects the professionalism of accountants educators. Partially only variable educator competencies that do not significantly influence the professional accountant educators, and variable experience, motivation, emotional intelligence as well as the professional ethics of professional accountants significant effect on state and private universities educator in Purwokerto. | |
| 15057 | 18360 | G1D013006 | PENGARUH PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA INDIVIDU BERESIKO HEREDITER DIDESA LIMPAKUWUS | Pengetahuan yang kurang tentang hipertensi dan pencegahanya menyebabkan individu yang beresiko hipertensi semakin meningkat. Pengetahuan dapat ditingkatkan melalui pendidikan kesehatan dan ditunjang dengan media. Salah satu media yang dapat digunakan adalah booklet. Booklet merupakan media pendidikan kesehatan dalam bentuk buku dengan gambar yang mendukung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan dengan booklet terhadap pengetahuan pencegahan hipertensi pada individu beresiko herediter di Desa Limpakuwus. Penelitian ini merupakan quasi experiment dengan desain pre and post test design with control group. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Sampel berjumlah 32 orang dan dibagi dalam 2 kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Analisis data menggunakan Paired T-Test dan Wilcoxon. Karakteristik responden berusia 26-45 tahun, mayoritas responden berjenis kelamin, dan berpendidikan Sekolah Dasar (SD) serta memiliki pekerjaan sebagai Ibu Rumah Tangga. Hasil uji Paired T-Test terdapat perbedaan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kelompok intervensi (p=0,000). Hasil uji Wilcoxon tidak terdapat perbedaan peningkatan pengetahuan pada kelompok kontrol (p= 0,271). Pendidikan kesehatan dengan media booklet efektif dalam meningkatkan pengetahuan pencegahan hipertensi pada individu beresiko herediter. | The lack about hypertension knowledge and this prevention, makes the individuals at the risk hereditary was advance. The knowlegde of hypertension is prevention that can be increased by health education used of the media. One of the media in health education that can be used is booklet. Booklet is the media of health education like book and pictures was support. The purpose of this study ; to determine the effect of health education with booklet on the knowledge about prevention of hypertensi in individuals at risk of hereditary at Limpakuwus Village, Sumbang Distric, Banyumas. The study was a quasi experiment with pre and post test design with control group. The sampling method use random sampling. The sample was 32 people wich devide into 2 groups, there are : intervention and control group. The analyzing data use Paired T-Test and Wilcoxon. Characteristics of the respondents between 26-45 years old, female, educated of elementary school, and mostly housewife. The results of paired T-Test showed that there were significant differences in the intervention groups (p=0,000). The results of Wilcoxon test didn’t showed that there weren’t significant differences increased knowledge (p=0,271) in control group. Health education with used booklet media was effectively to increase the knowledge about hypertension prevention in individuals hereditary. | |
| 15058 | 18361 | C1J012003 | Analysis of Factors Affecting Tourism Visits in Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan | Penelitian dengan judul “Analisis Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kunjungan Wisata Di di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Jakarta” merupakan penelitian dengan melakukan survey pada pengunjung di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi jumlah kunjungan wisata di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Jakarta. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan cara memberikan kuisioner kepada responden sebanyak 100 orang, data yang digunakan adalah data primer. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendapatan, biaya perjalanan, jarak tempuh, waktu bekerja, dan fasilitas. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi liniear berganda. Uji asumi klasik menggunakan uji normalitas, uji heteroskedastisitas, dan uji multikolinearitas. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa secara simultan variabel pendapatan, biaya perjalanan, jarak tempuh, waktu bekerja, dan fasilitas berpengaruh terhadap kunjungan wisata di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan. Namun variabel yang tidak berpengaruh signifikan secara parsial adalah variabel jarak tempuh, sedangkan variabel yang lainnya yaitu pendapatan, biaya perjalanan, waktu bekerja, dan fasilitas berpengaruh signifikan secara parsial. Implikasi dari penelitian ini diharapkan pengelolah Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan dalam hal ini dinas pariwisata dapat lebih mengembangkan objek wisata Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan ini. Oleh karena itu diharapkan pengelola dapat terus memperbaiki dan mengembangkan fasilitas yang ada di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan. | The study titled "Analysis of Factors Affecting Tourism Visits in Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan" is a study by conducting a survey on the visitors in Setu Babakan Betawi Cultural Village Jakarta. This study aims to determine the factors - factors that affect the number of tourist visits in Setu Babakan Betawi Cultural Village Jakarta. Methods of data collection in this study is to provide questionnaires to the respondents as many as 100 people, the data used is primary data. The variables used in this study are income, travel expenses, travel distance, time work, and facilities. The analytical tool used in this research is multiple linear regression analysis. Classical assumption test using normality test, heteroscedasticity, and multicollinearity test. Based on the survey results revealed that the variable income, travel expenses, travel distance, time work, and facilities have the simultan effect on tourist visit in Setu Babakan Betawi Cultural Village. But variabel variables travel expenses did not have significant effect, while the other variables, namely income, travel expenses, time work, and the facilities have a parcial significant effect. The implications of this study are expected management of Setu Babakan Betawi Cultural Village in this case the tourism department can develop more attractions Setu Babakan Betawi Cultural Village this. Results from this study also shows that the variable travelexpanses and facilities are variables that influence significantly. Therefore, it is expected the manager can continue to improve and develop the existing facilities in Setu Babakan Betawi Cultural Village. | |
| 15059 | 18362 | C1C012109 | PENGARUH INDEPENDENSI, DUE PROFFESIONAL CARE, ETIKA PROFESI, PENGALAMAN KERJA, DAN KEPUASAN KERJA AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT PADA KAP DI KOTA SEMARANG | Judul Penelitian ini adalah pengaruh independensi, due proffesional care, etika profesi, pengalaman kerja dan kepuasan kerja auditor terhadap kualitas audit pada kantor akuntan publik di Kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan pengaruh independensi, due proffesional care, etika profesi, pengalaman kerja dan kepuasan kerja terhadap kualitas audit pada kantor akuntan publik di Kota Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah auditor independen yang bekerja di Kantor Akuntan Publik di wilayah Semarang. Teknik convenience sampling digunakan dalam penelitian ini dengan jumlah 75 auditor. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan survei kuesioner dan wawancara. Data yang dikumpulkan diolah dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa independensi, due proffesional care, etika profesi, pengalaman kerja dan kepuasan kerja berpengaruh secara simultan terhadap kualitas audit. Secara parsial hanya due proffesional care, etika profesi, pengalaman kerja dan kepuasan kerja yang berpengaruh positif terhadap kualitas audit. | This study is entitled the effect of the independence, due proffesional care, proffesional ethics, job experience and job satisfaction of auditors on audit quality in the public accounting firm in Semarang. This study aimed to interpreted the effect of the independence, due proffesional care, proffesional ethics, job experience and job satisfaction to the quality audit in the public accounting firm in Semarang. The population in this study is independent auditor who work in public accounting firm in Semarang. Convenience sampling technique used in this study as many as 75 auditor. Data collection in this study using a questionnaire survey and interviews. The data were processed using multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that independence, due proffesional care, proffesional ethics, job experience and job satisfaction simultaneously affect on audit quality. Partially, only due proffesional care, proffesional ethics, job experience and job satisfaction have a positive effect on audit quality. | |
| 15060 | 18364 | F1G012015 | REPRESENTASI KRITIK SOSIAL DALAM ANTOLOGI CERPEN YANG TERHORMAT NAMA SAYA KARYA EMHA AINUN NADJIB | Penelitian ini berjudul Representasi Kritik Sosial dalam Antologi Cerpen Yang Terhormat Nama Saya karya Emha Ainun Nadjib. Penelitian ini menganalisis bentuk-bentuk kritik sosial dalam delapan cerpen karya Emha Ainun Nadjib yang terdapat dalam kumpulan cerpen tersebut. Dalam antologi cerpen Yang Terhormat Nama Saya, Emha membeberkan laku kehidupan beragam latar belakang masyarakat. Secara umum mengangkat kehidupan “orang-orang kecil”. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana representasi kritik sosial dalam kumpulan cerpen Yang Terhormat Nama Saya karya Emha Ainun Nadjib. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Adapun fokus penelitian ini adalah delapan cerpen karya Emha Ainun Nadjib yang berjudul Ijazah, Lelaki ke-1000 di Ranjangku, Satu Truk Pasir, Kang Dasrip, Podium, Padang Kurusetra, Jimat, dan Pesta. Data penelitian berupa buku kumpulan cerpen yang berjudul Kumpulan Cerpen Yang Terhormat Nama Saya Karya Emha Ainun Nadjib. Data yang akan diperoleh melalui teknik baca, catat, dan pengelompokan. Data yang diperoleh dikaji menggunakan teori Sosiologi sastra. Hasil penelitian ini adalah bahwa terdapat representasi kritik sosial dalam kumpulan cerpen "Yang Terhormat Nama Saya" yang dapat dibagi menjadi tiga bidang yakni bidang sosial-budaya, bidang ekonomi dan bidang politik. | This study entitled Representasi Kritik Sosial dalam Antologi Cerpen Yang Terhormat Nama Saya karya Emha Ainun Nadjib. This study analyzed the forms of social criticism in eight short stories by Emha Ainun Nadjib contained in the book. In the short story anthology of Yang Terhormat Nama Saya by Emha Ainun Nadjib, the writer revealed the diverse backgrounds in the community life. Generally, the writer uplifted the lives of "little people". The problem in this research is how the representation of social criticism in a collection of short stories of Yang Terhormat Nama Saya by Emha Ainun Nadjib. Methods used in this study is a qualitative descriptive study. The focus of research is eight short stories by Emha Ainun Nadjib Entitled Ijazah, Lelaki ke-1000 di Ranjangku, Satu Truk Pasir, Kang Dasrip, Podium, Padang Kurusetra, Jimat, and Pesta. The data is taken from a book collection of short stories entitled Yang Terhormat Nama Saya by Emha Ainun Nadjib. The data will be processed through reading, recording, and grouping session. The data is collected and assessed using the theory of Sociology of Literature. The result of this study is that there is a representation of the social criticism in a collection of short stories, Yang Terhormat Nama Saya which can be divided into three areas namely socio-cultural field, the economic and political fields. |