Artikelilmiahs

Menampilkan 15.161-15.180 dari 49.719 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1516118464A1L012126PENGARUH KONSENTRASI LILIN LEBAH DAN SUHU
PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS DAN UMUR SIMPAN
BUAH TOMAT( Lycopersicum esculentum Mill)
Penelitian ini bertujuan untuk a) Mengetahui pengaruh pemberian berbagai konsentrasi lilin lebah dan suhu terhadap kualitas dan umur simpan buah tomat, b) Mengetahui berbagai konsentrasi lilin lebah dan suhu yang paling baik terhadap kualitas dan umur simpan buah tomat. Penelitan telah dilaksanakan di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Unsoed, Purwokerto mulai bulan Dsember 2016 hingga Januari 2017. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan kombinasi antara 8 perlakuan dan diulang 3 kali. Perlakuan pelapisan lilin 0%, 3%, 6%, 9%, dan perlakuan suhu penyimpanan 27˚C dan 15˚C. Variabel yang diamati adalah kerusakan buah, susut bobot, kekerasan buah, total padatan terlarut, kadar air buah, warna buah dan umur simpan buah. Data dianalisis dengan uji F pada taraf kesalahan 5% kemudian dilanjutkan dengan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan pelilinan dengan konsentrasi 9% dapat mengurangi presentase kerusakan hingga 70% dan memperpanjang umur simpan hingga 16 hari lebih 3 jam serta pada konsentrasi 6% dapat menurunkan susut bobot hingga 44,17% pada buah tomat. Suhu rendah dapat mengurangi presentase kerusakan, susut bobot, memperpanjang umur simpan, menjaga kekerasan dan total padatan terlarut.This study attempts to a ) know the influence of best various bees wax concentrations and temperature on the quality and shelf life of tomato, b ) know the bees wax concentrations and temperature on the quality and shelf life of tomato. This research wasa implemented in Laboratory of Agronomy and Horticulture Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from december 2016 until january 2017. This research used completely randomized block design with a total 8 combination fruit of 8 treatments and repeated three times. Treatments was a wax coating 0 %, 3 %, 6 %, 9 %, and temperatures 27˚C and 15˚C. The observed variables were the fruit damage, the fruit weight loss, Total Dissolved Solids (TPT), the fruit hardness, the fruit colour, water content and shelf life. Data were analyzed by F test, then followed by DMRT. The results showed that wax coating 9% can decrease of fruit damage until 70% and extended the shelf life until 16 day and 3 hour and that wax coating 6% can decrease the fruit weight loss to 44,17% of tomato. The temperature can decrease of fruit damage, the fruit weight loss, extended the shelf life, keep of fruit hardness and Total Dissolved Solids (TPT).
1516221360B1J013190PRODUKTIVITAS PRIMER PERAIRAN UNTUK PENDUGAAN POTENSI PERIKANAN DI ZONA KONSERVASI WADUK WADASLINTANG WONOSOBOKelimpahan fitoplankton di suatu perairan dapat digunakan sebagai tolok ukur dalam mengontrol kualitas dan produktivitas perairan. Tingkat produktivitas perairan sangat penting dalam bidang perikanan karena dapat diketahui potensi suatu perairan bagi pengembangan perikanan. Tujuan penelitian ini adalah 1). mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan fitoplankton 2). mengetahui nilai produktivitas primer perairan berdasarkan klorofil-a 3). mengetahui hubungan antara klorofil dan kelimpahan fitoplankton.4). mengetahui pendugaan potensi perikanan berdasarkan produktivitas primer. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan fitoplankton berkisar antara 27.851 – 170.411 ind.l-1. Nilai keanekaragaman fitoplankton tergolong rendah yaitu sebesar 0,85. Nilai rata – rata produktivitas primer berkisar 10,12 – 11,95 gC.m-3.hari. Hubungan antara klorofil-a dengan kelimpahan fitoplankton menunjukkan nilai korelasi yang sangat kuat (r = 0,84), hal tersebut menunjukkan bahwa dengan semakin tinggi jumlah klorofil-a juga semakin tinggi kelimpahan fitoplankton dengan nilai R regresi 70,73% . Rata-rata Pendugaan potensi produksi perikanan termasuk tinggi dibandingkan waduk yang ada di Pulau Jawa yaitu 259,00 kg.ha.tahun. The abundance number of phytoplankton in waters can be used as a benchmark to control water quality and productivity. The level of water productivity is crucial in fishery field since it is able to discover the potency of waters for fishery development. The purposes are 1) to know the diversity and phytoplankton abundance 2) to know the value of primary productivity of waters based on chlorophyll-a as a basis to estimate the fishery potency 3) to know the relationship between chlorophyll and phytoplankton abundance. 4). Prediction of potential fishery production based on the primary productivity. This research used survey method by purposive sampling technique. Result shows that phytoplankton abundance ranged from 27,851 - 170,411 ind.l-1. Value of phytoplankton diversity is 0,85, categorized as low. Average value of primary productivity ranged from 10.12 to 11.95 gC.m-3. days. The relationship value between chlorophyll-a and phytoplankton abundance shows a very strong correlation (r = 0.84), it shows that by the higher of chlorophyll-a numbers, the higher phytoplankton abundance with R regression value 70,73%. The average potency supposition of fishery production is high if compared to the existing reservoir in Java Island which is 259,00 kg.ha.year.
1516318465A1L113055APLIKASI METABOLIT SEKUNDER DUA ISOLAT Trichoderma harzianum TERHADAP PENYAKIT BERCAK DAUN (Pestalotia sp) PADA BIBIT TANAMAN MANGGIS
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui daya hambat metabolit sekunder Trichoderma harzianum isolat jahe dan bawang merah maupun gabungannya terhadap pertumbuhan jamur patogen Pestalotia sp. in vitro; (2) mengetahui pengaruh aplikasi metabolit sekunder T. harzianum isolat jahe dan bawang merah, maupun gabungannya, terhadap penyakit bercak daun dan kandungan senyawa fenol tanaman, serta pertumbuhan bibit tanaman manggis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2016 sampai dengan Februari 2017 di Rumah Kaca dan Laboratorium Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu dengan 4 perlakuan yaitu kontrol, metabolit sekunder T. harzianum isolat jahe, bawang merah dan gabungan. Penelitian in planta menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yaitu dengan 5 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol, fungisida (berbahan aktif benomil), metabolit sekunder T. harzianum isolat jahe, isolat bawang merah, serta gabungan isolat jahe + bawang merah. Variabel yang diamati yaitu daya hambat secara in vitro, intensitas penyakit, luas bercak, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun baru, dan analisis jaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan metabolit sekunder T. harzianum isolat jahe dan bawang merah maupun gabungannya mampu menghambat pertumbuhan Pestalotia sp. sebesar 55,83%; 55,53%; dan 55,37% in vitro. Perlakuan metabolit sekunder T. harzianum gabungan isolat jahe + bawang merah mampu menekan intensitas penyakit bercak daun sebesar 80%, luas bercak 81,94% dan meningkatkan kandungan senyawa fenol (saponin, tanin dan glikosida) di dalam jaringan tanaman manggis, serta mampu meningkatkan pertumbuhan bibit tanaman manggis 28,6%, jumlah daun 86,82%, dan luas daun baru 21,35%. This study aimed to: (1) to acknowledge the inhibition of secondary metabolites of T. harzianum isolates ginger and shallot or a combination there of on the growth of pathogenic fungus Pestalotia sp. In vitro;(2) the effect of the application of secondary metabolites T. harzianum isolates ginger and shallot, or a combination there of, against leaf spot disease and plant phenolic compounds, and effect of secondary metabolites of two isolates of T. harzianum on the growth of mangosteen seedling. This research was conducted in October 2016 until February 2017 at the Greenhouse and Protection Plant Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University. In vitro uses a completely randomized design (CRD) that is by 4 ie control, secondary metabolites of T. harzianum and combined isolates ginger + shallot. Research in planta using randomized block design (RBD) in planta,namely with 5 treatments and 6 replications. The treatments consisted of control, fungicide (active ingredient benomil), secondary metabolites of T. harzianum isolates ginger, shallot and their combined ginger + shallot. Variables observed were inhibition in vitro, the intensity of the disease, spot area, plant height, leaf number, new leaf area, and tissue analysis. The results showed that treatment of secondary metabolites of T. harzianum isolates ginger and shallot or a combination of ginger + shallot isolates were able to inhibit the growth of Pestalotia sp. amounting to 55.83%; 55.53%; and 55.37% invitro.Treatment of secondary metabolites of T. harzianum combined isolate ginger + shallot able to suppress the intensity of leaf spot disease by 80%, broad patches of 81.94% and increase the content of phenolic compounds (saponins, tannins and glycoside) in the mangosteen plant tissue, and enhanced growth mangosteen seedlings was 28.6%, 86.82% the number of leaves and leaf area only reached 21.35%.

1516418463A1L012090Pengaruh Lingkungan Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sepuluh Genotip Padi Sawah (Oryza Sativa L.) di Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten KebumenPenelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pertumbuhan dan hasil beberapa genotip tanaman padi di dua lokasi yang berbeda dan 2) mengetahui genotip tanaman padi dengan hasil terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah genotip padi sawah yang terdiri dari 10 macam yaitu varietas Basmati (A), galur P14 (B), galur P42 (C), galur P43 (D), galur P95 (E), galur Padi Merah Banjarnegara/DY1 (F), galur Padi Hitam Banjarnegara/DY2 (G), galur P39 (H), varietas Ciherang (I), dan varietas Inpago Unsoed 1 (J). Faktor kedua adalah lokasi yaitu: 1) Desa Karang Tengah, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga 2) Desa Karang Sari, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, umur berbunga, umur panen, jumlah gabah isi, jumlah gabah hampa, bobot 1000 biji dan hasil gabah kering panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) sepuluh genotip tanaman padi sawah di dua lokasi tanam menunjukkan keragaan pertumbuhan dan hasil yang bervariasi, tinggi tanaman (87,8-190 cm), jumlah anakan total (16,47-27,43 anakan), umur panen (95-117 hari), jumlah gabah isi (570-2289 butir), bobot seribu biji (23,71-29,87 g) dan hasil gabah kering panen (1,4-4,8 t/ha) yang menunjukan adanya keragaman 2) genotip P14 memiliki rata-rata produktivitas tertinggi yaitu 6,7 t/ha GKP di Purbalingga lebih tinggi dari varietas Ciherang (4,5 t/ha) dan Inpago Unsoed 1 (4,4 t/ha) 3) ada interaksi G × L pada umur berbunga, umur panen, jumlah gabah hampa, bobot seribu biji dan gabah kering panen yang ditunjukkan dengan perubahan peringkat lima variabel ini pada lokasi yang berbeda.This research aims to 1 ) know ten lowland rice genotypes growth and yield in two location 2 ) know the best yield of lowland rice genotypes. The experimental design used was RBD (Randomized Block Design) with two factors. The first factor was genotypes consisting of Basmati variety (A), P14 line (B), P42 line (C), P43 line (D), P95 line (E), Banjarnegara Red Rice/DY1 line (F), Banjarnegara Black Rice/DY2 line (G), P39 line (H), Ciherang variety (I) and Inpago Unsoed 1 variety (J). The second factor was location in 1) Karang Tengah Village, Kemangkon Subdistrict, Purbalingga Regency 2) Karang Sari Village, Kebumen Subdistrict, Kebumen Regency. The variables measured were plant height , number of tiller, number of productive tiller, flowering age, harvesting age, number of filled grain, number of unfilled grain, weight of 1000 seeds and grain yield. The results showed that 1) ten lowland rice genotypes in two planting location show the variation of growth and yield appearance, plant height (87-190 cm), number of tiller (16-27 tiller), harvesting age (95-117 day), number of filled grain (570-2289 grain), weight of 1000 seeds (23.71-29.87 g) and grain yield (1.4-4.8 t/ha) reveals variability of genotypes 2) genotype P14 has rated grain yield 6.7 t/ha ini Purbalingga, highest than that of Ciherang (4.5 t/ha), and Inpago Unsoed 1 (4.4 t/ha) variety 3) there is interaction G × L in the flowering age, harvesting age, number of unfilled grain, weight of 1000 seeds and grain yield is indicated by a change in ranking these five variables at different locations.
1516518467A1L012088KOMPONEN HASIL DAN HASIL SEPULUH GENOTIP PADI DI KABUPATEN CILACAP DAN BANYUMAS
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji: 1) komponen hasil dan hasil 10 genotip padi pada dua lokasi tanam yang berbeda, 2) respon terbaik 10 genotip padi terhadap lokasi tanam yang berbeda, 3) interaksi genotip × lingkungan 10 genotip padi pada dua lokasi tanam yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Oktober 2016 di dua lokasi percobaan yaitu Desa Mernek, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap dan Desa Pasir Kulon, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor. Faktor pertama adalah lingkungan yaitu Kabupaten Cilacap dan Banyumas. Faktor kedua adalah genotip yang terdiri atas 8 galur dan 2 kultivar pembanding. Percobaan terdiri dari 3 ulangan. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, umur berbunga, umur panen, gabah hampa, gabah isi, bobot 1000 butir gabah, dan hasil gabah kering plot. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji analisis varians gabungan, jika terdapat perbedaan diuji lanjut menggunakan DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan 1) terdapat perbedaan penampilan komponen hasil dan hasil 10 genotip padi yang dipengaruhi oleh lokasi yang menunjukkan adanya pengaruh variasi genotip dan variasi lingkungan, 2) terdapat genotip yang memiliki daya hasil tinggi dan sesuai dikembangkan di lokasi yang lebih subur (Cilacap) yaitu P14 (P-G39//CH-GN14), P42 (P-G39//CH-GN42), P43 (P-G39//CH-GN43) dan P95 (P-CH//MR-GN95) dan 3) ada interaksi genotip × lingkungan yang berpengaruh terhadap tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, gabah isi, bobot 1000 biji dan hasil gabah kering/plot 10 genotip padi yang menunjukkan adanya pengaruh perbedaan genotip yang bergantung pada lokasi.
This study aims to assess: 1) the yield components and yield ten rice genotypes on two different planting locations, 2) resoponse of ten rice genotype to different planting locations, and 3) genotype × environment interactions of ten genotypes of rice at two different planting locations. Research has been conducted on from May to October 2016 in two locations at Mernek village, Maos subdistrict, Cilacap regency and Pasir Kulon village, Karanglewas subdistrict, Banyumas regency. The study was conducted using a randomized block design (RBD) with two factors. The first factor is the environment consisted of Cilacap and Banyumas regency. The second factor is genotype that consisted of 8 lines and 2 comparison cultivars, with three replications. The observed variables were plant height, total number of tillers per hill, number of productive tillers, days to flowering, days to harvesting, hollow grain, filled grain, 1000 grain weight and dry grain yield per plot. The data were analyzed by analysis of variance test combined, if there was a significant difference then will be continued with DMRT (Duncan Multiple Range Test) at 5% error level. The results of this research were: 1) there were variation in yield and yield components appearance 10 rice genotypes that were influenced by location shows the influence of genotype variation and environment variation, 2)there were genotypes which has a high yield and a suitable to be developed in a better location (Cilacap) that are P14 (P-G39//CH-GN14), P42 (P-G39//CH-GN42), P43 (P-G39//CH-GN43) and P95 (P-CH//MR-GN95) and 3) there were genotypes × environment interaractions that influence plant height, days to flowering, days to harvesting, filled grain, 1000 grain weight and dried grain yield per plot 10 genotypes revealing the influence of genotype depending on locations.
1516618466A1C109044ANALISIS FINANSIAL USAHATANI PEMBESARAN IKAN LELE DUMBO (clariasgariepenus) DI KECAMATAN KEJOBONG KABUPATEN PURBALINGGATujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui biaya dan pendapatan usahatani lele dumbo di Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga, (2) menganalisis BEP usahatani lele dumbo di Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga, (3) menganalisis kelayakan finansial usahatani lele dumbo di Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga dari Bulan Desember 2014 sampai dengan Bulan Februari 2015. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) metode penelitian yang digunakan adalah survei, dan rancangan pengambilan sampel menggunakan Proportional Stratified Random Sampling digunakan untuk pengambilan sampel petani lele, diperoleh sebanyak 42 sampel dari populasi sebanyak 115. Hasil analisis menunjukkan bahwa Biaya total rata-rata yang harus dikeluarkan oleh usahatani adalah sebesar Rp5.003.840,00. Pendapatan yang didapat oleh petani adalah sebesar Rp896.360,00. hasil analisis Break Even Point (BEP), penerimaan pada usahatani lele dumbo adalah sebesar Rp2.558.578,00 Nilai R/C ratio yang di peroleh adalah sebesar 1,18, ini artinya usahatani lele dumbo di Kecamatan Kejobong layak untuk dilanjutkan.


Kata Kunci: Biaya dan pendapatan, BEP, kelayakan finansial usaha.
The purpose of this study are to (1) determine the costs and income of farming dumbo catfish in District Kejobong Purbalingga (2) analyze the BEP of farming dumbo catfish in District Kejobong Purbalingga (3) analyze the financial feasibility of farming dumbo catfish in District Kejobong The Purbalingga. The study was done in Kejobong district Purbalingga regency started from December 2014 until February 2015. the election of the location was done intentionally (purposive) research method which was used in this study were survey, and the design of sample taking used Proportional Stratified Random Sampling which was used to get sample of catfish farmer, it was got 42 samples from 115 populations. The result of the analysis showed that the cost average that must be spent by the farmer was Rp5.003.840,00. The income which was received by the farmer was Rp896.360,00 from result of analysis Break Even Point (BEP), the income of farming dumbo catfish was Rp2.558.578,00. Value R/C ratio that was got was 1,18, it means that farming dumbo catfish in Kejobong district is proper to proceed.



Keywords: Cost and income, BEP, feasibility of financially business
1516718468A1C011072Analisis Kelayakan Finansial Pengolahan Jenang Salak Di UMKM Suka Nicky, Kecamatan Purwonegoro, Kabupaten Banjarnegara, Jawa TengahAgroindustri merupakan usaha untuk meningkatkan efisiensi sektor pertanian hingga menjadi kegiatan sangat produktif melalui proses modernisasi pertanian. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Suka Nicky merupakan suatu industri pengolahan hasil pertanian yaitu jenang salak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) besarnya biaya produksi, penerimaan dan pendapatan usaha pengolahan jenang salak 2) kelayakan usaha secara finansial pengolahan salak 3) sensitivitas saat terjadi perubahan biaya bahan baku, harga produk, tingkat produksi dan biaya tenaga kerja.
Penelitian ini dilaksanakan di UMKM Suka Nicky di Desa Gumiwang Kecamatan Purwonegoro Kabupaten Banjarnegara pada tanggal 20 September sampai 15 Oktober 2016. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis biaya dan pendapatan, analisis R/C rasio, analisis Break Even Point (BEP), dam analisis sensitivitas.
Hasil penelitian menunjukkan usaha pembuatan jenang salak di UMKM Suka Nicky merupakan kegiatan usaha yang dilakukan sudah sejak tahun 1996. Jenang salak dijual langsung ke pedagang besar dan konsumen yang datang langsung ke tempat produksi. Produksi jenang salak yang dihasilkan di UMKM Suka Nicky dengan dua tenaga kerja rata-rata setiap bulannya adalah 96 kg. Analisis biaya, penerimaan dan pendapatan per bulan dari bulan Januari sampai bulan Juli 2016 menunjukkan bahwa rata-rata biaya sebesar Rp1.882.130, penerimaan sebesar Rp3.580.800 dan pendapatan sebesar Rp1.698.670. Industri jenang salak di UMKM Suka Nicky layak dikembangkan karena nilai R/C rasio sebesar 1,90. BEP produksi sebesar 18 kg dengan penerimaan sebesar Rp657.100. Analisis sensitivitas pada perubahan tingkat biaya dan penerimaan menunjukkan bahwa perubahan pendapatan relatif cukup stabil.
Industrial agriculture is the effort to improve the efficiency of the agricultural sector to be highly productive activities through the process of modernization of agriculture. Small Micro and Medium Enterprise (SMEs) Suka Nicky is an agricultural processing industry which is produce salacca porridge. This research aims to know: 1) the cost of production, revenue and earnings in the processing salacca porridge business 2) feasibility financially processing salacca porridge 3) sensitivity when there are changes in raw material costs, product pricing, and labor costs of processing salacca porridge.
This research conducted in Gumiwang Village, Subdistrict Purwonegoro, Banjarnegara District on 20 September 2016 until 15 October 2016. The data analysis used is the income and cost analysis, R/C ratio analysis, Break Even Point analysis, and sensitivity analysis.
The results showed the business of salacca porridge in Suka Nicky is a business activity that is already since 1996. Salacca porridge sold directly to trades and consumers that come directly to the place of production. Production of the salacca porridge is generated in Suka Nicky with two workforce, can produce 96 kg every month. The analysis of costs, revenues and income every month from January till July 2016 showed that the average cost of Rp1.882.130, revenue of Rp 3.580.800 and income amounting to Rp1.698.670. Salacca porridge industry in SMEs Suka Nicky already qualified to be operated because the value of R/C ratio is 1,90. BEP production of 18 kg and BEP revenue of Rp657.100. Sensitivity analysis on the change of cost and revenue showing that income changes relatively stable.
1516818469G1G012012PENGARUH STRES PSIKOSOSIAL TERHADAP KADAR ENZIM PEROKSIDASE DALAM SALIVA PADA SISWA PENERBANG PRAJURIT SUKARELA DINAS PENDEK (PSDP) ANGKATAN 30
DI PANGKALAN TNI AU ADISUCIPTO YOGYAKARTA
Stres psikososial adalah suatu keadaan yang berhubungan dengan proses adaptasi terhadap perubahan lingkungan dan sosial. Stres psikososial dapat mempengaruhi enzim peroksidase dalam saliva yang berfungsi sebagai antimikrobial dalam rongga mulut. Tujuan penelitian yaitu menganalisis pengaruh stres psikososial terhadap kadar enzim peroksidase dalam saliva. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan metode analitik dan rancangan cross sectional. Pengambilan data stres psikososial dilakukan dengan menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale-10. Sampel saliva dikumpulkan segera setelah kuesioner selesai diisi. Nilai stres psikososial masing-masing responden dijumlahkan sementara sampel saliva diproses dengan Causabio HSP Elisa Kit. Kadar enzim peroksidase dibaca dengan microplate reader, kemudian dihitung menggunakan aplikasi Curve Expert 1.4. Selanjutnya jumlah skor stres psikososial dan kadar enzim peroksidase dianalisis menggunakan regresi linear. Hasil dari penelitian ini adalah stres psikososial berpengaruh terhadap kadar enzim peroksidase dalam saliva sebesar 79%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang bermakna dari stres psikososial terhadap kadar enzim peroksidase dalam saliva.Psychosocial stress is a condition related to human adaptation to environment and social changes. Psychosocial stress could affect salivary peroxidase which is functionate as oral antimicrobial. The aim of this reserch was analyzing the effect of psychosocial stress to salivary peroxidase. This was an observational research with analytic methods and cross sectional. The data of psychososial stress are taken with Perceived Stress Scale-10 questionares. The salivas then collected as soon as the questionare has done. Psychosocial stress’ score was summed while the salivas were procceed with Causabio HSP Elisa Kit. The content of salivary peroxidase was read by microplate reader, then calculated with Curve Expert 1.4. Psychosocial stress’ scores and salivary peroxidase’s contents were analyzed with linear regression. The result of this research is that psychosocial stress is affecting salivary peroxidase with percentage 79%. The conclusion is there are meaningful effect of psychosocial stress to salivary peroxidase.
1516918129A1G010017Efisiensi Usahatani Pendederan Gurami Tahap I, II dan III di Kecamatan Baturraden Kabupaten BanyumasKecamatan Baturraden merupakan salah satu daerah sentra penghasil ikan gurami yang memiliki luas lahan budidaya dan hasil produksi terbesar di kabupaten Banyumas. Petani ikan gurami di kecamatan Baturraden lebih banyak memilih berusahatani pada tahap pembenihan dan pendederan.Manajemen yang dilakukan selama ini masih sederhana. Petani pendeder gurami di Kecamatan Baturraden belum mengetahui apakah secara umum terdapat perbedaan pendapatan pada pendederan I, II dan III. Petani pendeder gurami membutuhkan informasi mengenai hal tersebut secara terperinci untuk dapat mengembangkan usahanya.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya dan pendapatan bersih, untuk mengetahui perbedaan pendapatan pada masing-masing tahap pendederan gurami dan untuk mengetahui tingkat efisiensi ekonomis.Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan penetapan lokasi secara sengaja (puposive) di Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas, sedangkan metode pengumpulan data dilakukan secara sensus. Alat analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, uji F dan analisis efisiensi ekonomis.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biaya rata-rata yang dikeluarkan per 1000 m2 selama 30 hari pada pendederan gurami I sebesar Rp7.133.218,62, pada pendederan II sebesar Rp13.388.178,22 dan pada pendederan III sebesar Rp18.851.453,33. Pendapatan bersih rata-rata per 1000 m2 selama 30 hari pada pendederan I sebesar Rp5.038.865,50, pada pendederan II sebesar Rp3.900.782,82 dan pada pendederan III sebesar Rp1.663.866,67. Hasil uji F menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pendapatan pada pendederan ikan gurami tahap I, II dan III. Sedangkan R/C ratio rata-rata pendederan I, II dan III adalah 1,36.

Baturraden sub-district is one of the production centers of gourami which has a land area of cultivation and production results The Banyumas. Gourami fish farmers in the district Baturraden more choose to farm the hatchery and nursery stages. Management is done today is still modest. Pendedergouramy fish farmers in Sub Baturraden generally do not know whether there are differences in income in the nursery I, II and III. Pendedergouramy fish farmers need information on the matter in detail to be able to expand its business.
The aim of this research was to determine the costs and net income, to determine differences in earnings at each stage of gouramy nursery and to determine the level of economic efficiency. The method used is a survey method to determine the location of intentionally(purposive) in the district of Banyumas Baturraden, while the method of data collection was done by census. The analytical tool used is the analysis of costs and revenues, different test or F-test and analysis of economic efficiency.
The results showed that the average cost incurred per 1000 m2 for 30 days in the nursery goramy fish I of Rp7.133.218,62, in separating II of Rp13.388.178,22 and the nursery III of Rp18.851.453,33. Average net revenue per 1000 m2 for 30 days at nursery I of Rp5.038.865,50, in separating II of Rp3.900.782,82 and the nursery III of Rp1.663.866,67. The result of F test shows that there are differences of income on fish gouramy stage I, II and III. While the R / C ratio of the average nursery I, II and III is 1.36.
1517018470C1A013114ANALISIS PENGARUH FOREIGN DIRECT INVESTMENT (FDI), KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA, INFRASTRUKTUR, DAN SEKTOR TERSIER TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (DIY)Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh FDI, kualitas sumber daya manusia, infrastruktur, dan sektor tersier terhadap pertumbuhan ekonomi di DIY dengan menggunakan data panel. Data cross section sebanyak lima kabupaten/kota dan time series dari tahun 2004 hingga 2013.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa FDI memberikan pengaruh yang negatif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi DIY. Kualitas sumber daya manusia dengan melihat dari sisi pendidikan berpengaruh positif, namun tidak signifikan. Sedangkan infrastuktur dan sektor tersier berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi DIY.
Implikasi dari penelitian ini adalah pemerintah perlu meningkatkan promosi potensi yang dimiliki oleh DIY untuk menarik investasi asing sehingga nantinya akan membantu peningkatan pertumbuhan ekonomi DIY. Kualitas sumber daya manusia juga perlu ditingkatkan melalui perkembangan program keahlian dan pendidikan yang berbasis kreatifitas sehingga mendorong kemampuan seseorang yang nantinya mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Peran infrastruktur yang penting tentunya pemerintah perlu menjaga kestabilan listrik supaya mempermudah kegiatan ekonomi dan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Sektor tersier yang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi sehingga pemerintah perlu adanya memperluas kerjasama ke luar daerah bahkan luar negeri untuk memudahkan pemasaran produk dan pariwisata daerah serta didukung dengan pembangunan di bidang pariwisata dan perhotelan.
This study aims to analyze the impact of Foreign Direct Investment (FDI), the quality of human resources, infrastructure, and tertiary sector to economic growth in Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)by panel data. Cross section data are including in to five districts/cities in 2004 to 2013.
This study shows that there is a negative and insignificant of FDI to economic growth in DIY. Quality of human resources has positive and insignificant impact to economic growth in DIY. Meanwhile the infrastructure and tertiary sector have positive and significant impact to economic growth in DIY.
The implications for this study are the government should increase the tourism potential to attract the foreign investment for enhancing economic growth in DIY. Quality of human resources must be develop with skill programed and education based on creativity to help enhacing economic growth in DIY. Then the government may maintain the electricity stability to help economy activity and improve the economic growth in DIY. Tertiary sector has the high contribution to economic growth, so government should improve the partnership with outer region and aboard to help product marketing and tourism by developing in tourism sector and hotel sector.
1517118473A1L012186KAJIAN SIFAT KIMIA TANAH DAN HASIL PADI SAWAH DI DAERAH IRIGASI BANDJAR TJAHJANA KECAMATAN BUKATEJA, KABUPATEN PURBALINGGA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kandungan unsur hara N tanah, agihan unsur hara N tanah dan mengetahui korelasi unsur hara N tanah dengan hasil padi sawah di Daerah Irigasi Bandjar Tjahjana, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilaksanakan mulai September sampai Desember 2016, dengan metode survei pada tingkat ketelitian semi detail dengan skala peta 1:50.000. Penentuan titik sampel dilakukan berdasarkan Peta Satuan Lahan Homogen (SLH), yang dibuat dengan cara menumpang susunkan Peta Administrasi, Jenis Tanah, Kelerengan, Jaringan Irigasi dan Penggunaan Lahan di daerah penelitian. Variabel yang diamati meliputi nilai pH H2O, pH KCl, Daya Hantar Listrik (DHL), N-total dan N-tersedia tanah. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kandungan N-total pada berbagai kedalaman tanah yaitu 0-25, 25-50 dan 0-50 cm Daerah Irigasi Bandjar Tjahjana, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga berturut-turut sebesar 0,18%, 0,16%, 0,17%. Status unsur hara nitrogen lahan sawah di daerah penelitian tergolong rendah sampai sedang. N-tersedia tanah pada kedalaman 0-25 cm mempunyai nilai R2 tertinggi dengan bobot basah gabah dan bobot kering gabah yaitu R2 = 0,71 dan R2 = 0,76 sedang N-total tanah R2 = 0,44 dan R2 = 0,40.The purposes of research were to determine the amount N nutrient of soil, distribusion N nutrient of soil and determine the correlation N nutrient of soil with paddy rice yields at area Irrigation Bandjar Tjahjan, Bukateja Purbalingga. The research was conducted on September until Desember 2016, with survey method in semi-detailed level of accuracy with the scale of 1: 50.000. The determination of sample points was based on Homogeneous Land Unit (HLU), that was made by overlaying administration map, soil, slope, irrigation system and land use in research areas. The variables were observed and measured in the study include pH H2O, pH KCl, Electrical Conductivity (EC), total N and available N of soil. The results showed that the content of total N at different depths in the soil that is 0-25, 25-50 and 0-50 cm Irrigation area Bandjar Tjahjan, Bukateja Purbalingga respectively for 0,18%, 0,16%, 0,17%. N nutrient in research location is low to medium. Available N of soil at a depth of 0-25 cm have the highest R2 value with the fresh and dry weight of grain R2= 0,71 and R2=0,76 while total N of soil is R2= 0,44 and R2= 0,40.
1517218474C1C013073ANALISIS HUBUNGAN BUDGETARY GOAL CHARACTERISTICS DAN BUDGETARY SLACK TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN GAYA KEPEMIMPINAN SEBAGAI MODERATINGPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dari Budgetary Goal Characteristics terhadap kinerja karyawan, pengaruh Budgetary Slack terhadap kinerja karyawan, pengaruh moderasi yang ditimbulkan dari gaya kepemimpinan terhadap interaksi dari Budgetary Goal Characteristics dengan kinerja karyawan, dan pengaruh moderasi yang ditimbulkan gaya kepemimpinan terhadap interaksi dari Budgetary Slack dengan kinerja karyawan.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif.Populasi dalam penelitian ini adalah unit kerja Pusat Standarisasi Mutu Nuklir Badan tenaga Nuklir Nasional (PSMN BATAN) di Kawasan Nuklir Serpong.Pemilihan sampel dengan metode Sampling Total atau dengan menggunakan seluruh populasi yang terdapat dalam unit kerja yang berjumlah 40 orang.Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer.Teknik pengumpulan data yaitu menyebarkan kuisioner kepada resonden secara langsung oleh peneliti.
Hasil penelitian membuktikan bahwa Budgetary Goal Characteristics berpengaruh terhadap kinerja karyawan, Budgetary Slack berpengaruh terhadap kinerja karyawan, gaya kepemimpinan tidak berpengaruh memoderasi dalam hubungan antara Budgetary Goal Characteristics dengan kinerja karyawan, serta gaya kepemimpinan tidak berpengaruh memoderasi dalam hubungan antara Budgetary Slack dengan kinerja karyawan.
This study aimed to examine the influence of Budgetary Goal Characteristics, Budgetary Slack, leadership, interaction between Budgetary Goal Characteristics and leadership, interaction between Budgetary Slack and leadership toward job performance of employee.
The type of this research is quantitative research. Population that used on this research is Nuclear Quality Standards Center on Badan Tenaga Nuklir Nasional (PSMN BATAN) at Serpong Nuclear Region. Method of sampling technique that used on this research is Total Sampling whether by using whole population with the amount of sample was 40 respondents. The data that used in this research is primary data. Data collection techniques were distributed to the employees by the researcher.
The result of this research showed that Budgetary Goal Characteristics effected the job performances of employee, Budgetary Slack effected the job performance of employee, leadership had no moderation effect in the interaction between Budgetary Goal Characteristics and job performance of employee, and also leadership had no moderation effect in the interaction between Budgetary Slack and job performance of employee.
1517318475A1C109024PENGARUH BAURAN PEMASARAN
TERHADAP PERMINTAAN TEH BOTOL SOSRO
(Studi Kasus di Perumahan Taman Wisma Asri, Kota Bekasi)
Industri minuman teh merupakan salah satu sub sektor industi pengolahan non migas yang sangat potensial untuk dikembangkan. Salah satu pelopor industri teh terbesar di Indonesia adalah PT Sinar Sosro dengan merek produknya ‘Teh Botol Sosro’. Dalam menjangkau konsumen Teh Botol Sosro secara nasional membentuk Kantor Penjualan Wilayah (KPW). Salah satu kegiatan utama yang dilakukan setiap KPW adalah menangani kegiatan promosi media lini bawah (bellow the line). Kegiatan promosi media lini bawah setiap KPW berupa penyesuaian strategi promosi di masing-masing wilayah. Faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam membeli minuman kemasan teh botol sosro merupakan studi terhadap sistem pemasaran yang terbentuk dari suatu perusahaan (Bauran Pemasaran). Pemasaran biasanya dihadapkan pada masalah produk, harga, promosi dan tempat yaitu berapa dan bagaimana bauran tersebut ditetapkan, hal ini agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan baik. Pada umumnya tidak seluruh variabel pemasaran yang digunakan oleh perusahaan akan dipertimbangkan oleh konsumen dalam memutuskan untuk membeli suatu produk. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu penelitian yang dapat mengetahui variabel bauran pemasaran yang mempengaruhi tingkatan permintaan, dan variabel mana yang paling dominan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebarapa besar pengaruh bauran pemasaran terhadap permintaan dan manakah dari keempat variabel bauran pemasaran yang paling berpengaruh terhadap permintaan.
Lokasi penelitian di Perumahan Taman Wisma Asri Kota Bekasi, yang dilakukan pada bulan 7 Oktober sampai 15 November 2016. Jumlah masyarakat yang menjadi responden dalam penelitian ini sebanyak 50 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Metode pengambilan sampelnya adalah Accidental Sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, dan analisis Regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukan bahwa semua Variabel bauran pemasaran memiliki pengaruh terhadap permintaan, namun variabel yang berpengruh terhadap permintaan teh botol sosro secara signifikan yaitu variabel promosi dan variabel harga.

Kata kunci: bauran pemasaran, produk, harga, distribusi/tempat, promosi, permintaan.
The tea beverage industry is one of the non-oil and gas processing sub-sectors that is potential to be developed. One of the pioneers of the largest tea industry in Indonesia is PT Sinar Sosro under its brand name 'Teh Botol Sosro'. In reaching consumers Bottle Bottle Sosro nationally established Regional Sales Office (KPW). One of the main activities undertaken by each KPW is to handle bellows the line. The promotion of down-line media of each KPW is an adjustment of promotion strategy in each region. Factors that influence the community in buying bottled tea bottle drink is a study of marketing system that is formed from a company (Marketing Mix). Marketing is usually faced with the problem of product, price, promotion and place of how and how the mix is set, this is so that the desired goal can be achieved well. In general, not all marketing variables used by companies will be considered by consumers in deciding to buy a product. Therefore, it takes a research that can know marketing mix variables that affect the level of demand, and which variable is the most dominant. The purpose of this study is to find out how big the influence of marketing mix to demand and which of the four marketing mix variables that have the most influence on demand.
The location of research in Housing Park Wisma Asri Bekasi City, conducted on October 7 to November 15, 2016. The number of people who become respondents in this study as many as 50 people. Research method used is survey method. The sampling method is Accidental Sampling. The analysis method used is descriptive analysis, and multiple linear regression analysis.
The results showed that all marketing mix variables have an influence on demand, but the variables that berkruh against demand sosro bottle tea is a significant variable promotion and price variables.

Keywords: marketing mix, product, price, distribution / place, promotion, request.
1517418476H1C013026RANCANG BANGUN SMART THREE LEVEL INVERTER DENGAN SISTEM PROTEKSI SUHU BERLEBIH DAN SISTEM MONITORING ONLINE BERBASIS INTERNET OF THINGSAbstrak- Pengembangan sumber energi listrik alternatif saat ini semakin digencarkan mengingat sumber energi fosil yang semakin berkurang. Seperti pengembangan pembangkit listrik tenaga surya yang memanfaatkan cahaya matahari untuk diubah menjadi energi listrik. Kita tahu listrik yang dihasilkan oleh panel surya adalah listrik arus DC yang mesti disalurkan ke batterai untuk disimpan. Akan tetapi energi listrik yang tersimpan dalam baterai tidak dapat langsung digunakan pada beban AC. Untuk itu diperlukan suatu inverter yaitu rangkaian elektronika daya pengonversi listrik arus DC menjadi listrik arus AC dengan tegangan 220 V/50 Hz agar dapat digunakan untuk menyuplai beban AC. Pada saat pengoperasian inverter dengan terhubung beban maka akan menimbulkan panas pada komponen inverter terutama komponen pensaklarannya yaitu IGBT. Penelitian yang akan penulis lakukan yaitu merancang inverter dengan sistem proteksi suhu berlebih dengan sistem monitoring online berbasis IoT. Sistem proteksi ini bertujuan untuk mengamankan inverter ketika suhu inverter melebihi suhu nominalnya maka sistem akan memutuskan rangkaiaan kontrol yang akan mematikan inverter. untuk mendukung kehandalannya maka dilengkapi dengan sistem monitoring online berbasis IoT agar suhu dapat dipantau secara jarak jauh agar dapat dilihat grafik kenaikan suhu tiap waktu sehingga dapat digunakan untuk perencanaan kedepan. Dalam proses pembuatannya dilakukan dalam beberapa tahap yaitu perancangan dan simulasi, pengujian, dan analisis hasil pengujian. Dari tahapan tersebut kemudian dapat diambil kesimpulan bahwa tegangan keluaran inverter akan mengalami penurunan seiring dengan penambahan beban pada inverter. Hal tersebut disebabkan oleh adanya rugi-rugi pada trafo yang digunakan terutama impedansi dalam trafo yang menyebabkan adanya arus inti yang mengalir sebelum terhubung dengan beban. Selain itu penurunan tegangan disebabkan oleh sambungan kabel input yang tidak sempurna mengakibatkan terjadinya losses daya pada inverter. Sensor DS18B20 bekerja dengan baik dengan tingkat ketelitian pembacaan 0,25oC sehingga tepat digunakan untuk mengatur kerja relay berdasarkan suhu yang terbaca. Relay akan aktif ketika suhu terbaca lebih dari 70oC sehingga inverter akan dalam kondisi mati karena relay memutuskan pembangkit sinyal pengendali inverter. ESP8266-01 berfungsi untuk mengirimkan data hasil pembacaan dari sensor suhu dan pembacaan pin relay ke server thingspeak.com melalui koneksi internet dengan access point agar suhu dan status relay dapat dipantau secara online pada thingspeak selain itu pengguna dapat mengunduh data hasil dari pembacaan suhu yang berhasil terkirim ke thingspeak.
Abstract- Development of alternative electrical energy sources is increasingly intensified since the source of diminishing fossil energy. As the development of solar power plants that use sunlight to convert into electrical energy. We know that the electricity generated by the solar panels is DC electrical current that must be supplied to the batteries for storage. However, the electrical energy stored in the battery can not be directly used in the AC load. It required an inverter is an electronic circuit power electric converters DC current into AC electric current at a voltage of 220 V / 50 Hz in order to be used to supply the AC load. At the time of the operation of the inverter with connected load will cause heat the inverter components mainly switch component is an IGBT. Research to be writers do is to design inverters with excess temperature protection system with online monitoring system based IOT. Protection system is intended to secure the inverter when the inverter temperature exceeds the nominal temperature, the system will disconnect the control circuit that switches off the inverter. to support the reliability of the online monitoring system equipped with IOT-based so that the temperature can be monitored remotely to be seen from the graph the temperature rises each time so that it can be used for future planning. In the manufacturing process carried out in several stages of design and simulation, testing, and analysis of test results. From that stage then it can be concluded that the inverter output voltage will decrease with the addition of a load on the inverter. It was caused by the losses in the transformer which is used primarily in the impedance transformer core that causes the current flowing before connecting to the load. Besides a voltage drop caused by the input cable connections are not perfect result in power losses in the inverter. DS18B20 sensor works well with the level of accuracy so precise readings 0,25oC used to set the relay based on the temperature is read. Relay will be active when the temperature is more than 70oC legible so the inverter will be switched off for the relay decide inverter control signal generator. ESP8266-01 serves to transmit data from the temperature sensor readings and readings pin thingspeak.com relay server via an Internet connection with an access point so that the temperature and relay status can be monitored online at thingspeak besides the user can download the data results from temperature readings were successfully sent to thingspeak.
1517518477C1A013075ANALISIS PENGARUH INVESTASI, TENAGA KERJA, DAN INFLASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN KUNINGANKabupaten Kuningan merupakan salah satu dari 10 kabupaten/kota yang memiliki persentase pertumbuhan ekonomi terbesar di Provinsi Jawa Barat pada kurun waktu lima tahun terakhir, dimana Kabupaten Kuningan memiliki persentase yang cenderung meningkat jika dibandingkan dengan sembilan kabupaten/kota lainnya. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh variabel investasi, tenaga kerja dan inflasi terhadap variabel pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kuningan serta untuk menganalisis trend pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kuningan tahun 2017 sampai dengan 2018. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan time series pada tahun 2005 sampai dengan 2015. Teknis analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel investasi, tenaga kerja dan inflasi berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kuningan tahun 2005 sampai dengan 2015 dan trend pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kuningan pada tahun 2017 sampai dengan 2018 memiliki trend yang positif.Kuningan Regency is one of ten regency/city which has the highest percentage of economic growth in Jawa Barat Province. This research is aimed to analyze influence of invesment, labor and inflation toward economic growth of Kuningan Regency and also to analyze the trend of economic growth of Kuningan Regency in 2017 until 2018. Data which used in this research is secondary data with time series in 2005 until 2015. The data analysis technique uses a multiple linear regression with Ordinary Least Square method (OLS). The result showed that investment, labor and inflation has positive impact on economic growth of Kuningan Regency in 2005 until 2015 and economic growth of Kuningan Regency has positive trend in 2017 until 2018.
1517618478F1A013045Kehidupan Perempuan sebagai Pemulung dalam Keluarga Pasca Penutupan TPA Gunung Tugel Kabupaten BanyumasPenelitian ini berjudul “Kehidupan Perempuan sebagai Pemulung dalam Keluarga Pasca Penutupan TPA Gunung Tugel Kabupaten Banyumas”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kehidupan pemulung perempuan pasca ditutupnya TPA Gunung Tugel Kabupaten Banyumas. Sasaran utama dalam penelitian ini adalah perempuan yang berprofesi sebagai pemulung saat TPA Gunung Tugel masih beroperasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik penentuan sasaran penelitian yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria pemulung perempuan yang sudah berkeluarga dan memiliki anak. Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, analisis data menggunakan analisis interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kehidupan perempuan yang berprofesi sebagai pemulung pasca penutupan TPA Gunung Tugel terbagi menjadi dua yaitu tetap memulung daan beralih profesi. TPA Kaliori merupakan tempat pengalihan sampah dari TPA Gunung Tugel dan dijadikan sebagai tempat memulung. Pemulung memanfaatkan angkutan yang disediakan oleh pengepul. Beralih profesi dilakukan oleh pemulung perempuan yang sudah tua dan memilih pekerjaan lain yaitu sebagai buruh di sawah atau menjadi pekerja rumah tangga. Kedua profesi itu menjadikan perempuan memiliki peran ganda. Peran ganda yang dimiliki yaitu peran sebagai isteri, sebagai ibu dan sebagai perempuan yang bekerja. perempuan harus dapat membagi atau mengalokasi waktu untuk peran publik dan peran domestik.This research entitled "Women's Life as Scavengers in The Post-Closure Family of TPA Gunung Tugel of Banyumas Regency". This study aims to find out the life of women scavengers after the closure of TPA Gunung Tugel of Banyumas Regency. The main target in this research is women who work as scavengers when TPA Gunung Tugel is still operating. Method in this research is descriptive qualitative research methods. The technique of determining the target of research used is purposive sampling with criterion of woman scavengers who have married and have children. The data collection used is in-depth interview, the analytical method is guided by interactive analysis. The results of this study indicate that the life of women who work as a scavenger after the closure of TPA is divided into two, which are still rolling and switching professions. TPA Kaliori is a place to divert waste from TPA Gunung Tugel and used as a place to scavenge. Scavengers take advantage of the transportation provided by the collectors. The profession switch is done by the old scavengers of women and chooses other jobs such as laborers in the fields or become domestic workers. Both professions make women have multiple roles. The multiple roles are role for wife, role for mother and role for women have work. Women must be able to share or allocate time for public role and domestic role.
1517718479A1L009119KAJIAN PENGHAMBATAN PEMBENTUKAN N-NO3- DARI N-NH4+
UREA OLEH N-SERVE, SERAPAN HARA N DAN
HASIL TANAMAN BAWANG MERAH
PADA TANAH PASIR PANTAI
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh pemberian urea terhadap pembentukan N-NO3- dari N-NH4+, serapan N, dan produksi bawang merah pada tanah pasir pantai, 2) mengetahui pengaruh pemberian N-serve terhadap penghambatan pembentukan N-NO3- dari N-NH4+, serapan N, dan produksi bawang merah pada tanah pasir pantai, 3) menentukan kombinasi perlakuan yang baik pada pembentukan N-NO3- dari N-NH4+, serapan N, dan hasil bawang merah pada tanah pasir pantai. Penelitian ini merupakan percobaan pot dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap. Faktor pertama adalah takaran urea, terdiri atas 3 taraf yaitu 0, 0,153 dan 0,306 g/pot atau setara dengan 0, 50 dan 100 kg/ha. Faktor kedua adalah takaran N-serve, terdiri atas 3 taraf yaitu 0, 0,769 dan 1,538 g/pot atau setara dengan 0, 0,25 dan 0,5 kg/ha. Variabel yang diamati adalah kandungan N-NO3- tanah, kandungan N-NH4+ tanah, kandungan N-total tanah, pH tanah, serapan N bawang merah, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, bobot akar kering, dan indeks panen bawang merah. Data dianalisis menggunakan uji F, jika berbeda nyata dan sangat berbeda nyata dilanjutkan dengan uji duncan (Duncan Multiple Range Test) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian urea hingga dosis 100 kg/ha mampu meningkatkan kandungan N-NO3-, N-NH4+, dan N-total dalam tanah.. Pemberian N-serve hingga dosis 0,5 kg/ha menghambat pembentukan N-NO3- dari N-NH4+ urea dan meningkatkan kandungan N-NH4+ dan N-total tanah. Perlakuan yang baik terhadap penghambatan pembentukan N-NO3- adalah urea takaran 50 kg/ha dan N-serve takaran 0,5 kg/ha, tetapi tidak meningkatkan hasil tanaman bawang merah.This research was aimed to: 1) determine an effect of urea on the formation of N-NO3- of N-NH4+, N uptake, and yield of onion in coastal sandy soil, 2) determine the effect of N-serve on the inhibition of the formation of N-NO3- of N-NH4+, N uptake, and yield of onion in coastal sandy soil, 3) determine a good treatment between N-serve and Urea on the inhibition of the formation of N-NO3- of N-NH4+, N uptake and yield of onion in soil sand. This research is pot experiment used a complete randomized block design. The first factor is the dose of urea with 3 levels, is 0, 0,153 and 0,306 g/pot or equal to 0, 50 and 100 kg/ha. The second factor is the dose of N-serve with 3 levels, is 0, 0,769 and 1,538 mg/pot or equal to 0, 0,25 and 0,5 kg/ha. The variables measured in this study is content of N-NO3-, N-NH4+, N-total, pH H2O, KCl soil pH, N uptake onion, fresh plant weight, plant dry weight, dry root weight and harvest index. Data was analyzed using F test and if it was real different, it was followed by Duncan Multiple Range Test at 95 percent trust level. The results showed that urea till dose 100 kg/ha capable to increasing the soil content of N-NO3-,and N-NH4+, N-total in the soil. The use of N-serve till dose 0,5 kg/ha is able inhibition formation of N-NO3- from urea and increased soil content of N-NH4+ and N-total. The good treatment on the inhibition of the formation of N-NO3- is urea dose 50 kg/ha and N-serve dose 0,5 kg/ha but it does not increase the yield of onion crops.
1517818472A1C010095ANALISIS FINANSIAL USAHATANI PADI INPAGO UNSOED 1 DENGAN PENDEKATAN PENGELOLAAN TANAMAN DAN SUMBERDAYA TERPADU (PTT) DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS.Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu (PTT) padi merupakan suatu usaha untuk meningkatkan hasil padi sekaligus meningkatkan pendapatan petani melalui efisiensi masukan produksi dengan memperhatikan penggunaan sumberdaya alam secara bijak. Salah satu komponen dalam PTT yaitu penggunaan varietas unggul. Pada penelitian ini, varietas yang digunakan yaitu padi Inpago Unsoed 1.
Penelitian ini dilakukan di kecamatan Sumbang kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk; 1) Mengetahui bagaimana usahatani padi Inpago Unsoed 1 dengan pendekatan Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu di kecamatan Sumbang. 2) Mengetahui berapa besarnya biaya dan pendapatan usahatani padi Inpago Unsoed 1 dengan pendekatan PTT di kecamatan Sumbang. 3) Mengetahui kelayakan usahatani padi Inpago Unsoed 1 dengan pendekatan PTT di kecamatan Sumbang. Penelitian menggunakan metode kaji tindak (action research) dengan pendekatan partisipatif antara tim peneliti, mahasiswa dengan objek yang diteliti. Sasaran penelitian yaitu Kelompok Tani desa Tambaksogra, kecamatan Sumbang.
Hasil penelitian menunjukkan; 1) Usahatani padi Inpago Unsoed 1 di kecamatan Sumbang, kabupaten Banyumas dengan pendekatan PTT mengacu pada 8 komponen PTT yaitu pengolahan tanah yang baik, penggunaan varietas unggul, penggunaan benih bermutu, penanaman dengan pola tanam jajar legowo (4 : 1), pemupukan berimbang, pengendalian OPT yang ramah lingkungan, panen tepat waktu dan penanganan pasca panen yang baik. 2) Usahatani padi Inpago Unsoed 1 di kecamatan Sumbang menunjukan hasil positif dimana penerimaan lebih besar dari pada biaya yang dikeluarkan, rata-rata penerimaan yaitu sebesar Rp5.048.333,00 dan rata-rata biaya yang dikeluarkan sebesar Rp3.273.637,00 dan keuntungan rata-rata sebesar Rp1.774.696,00. 3) Usahatani padi Inpago Unsoed 1 di kecamatan Sumbang menunjukan nilai R/C > 1, dengan rata-rata R/C = 1.54 dan dapat disimpulkan usahatani padi Inpago Unsoed 1 layak secara finansial.
Integrated Crop Management and Resource (ICM) rice is an attempt to increase the yield of rice and increase the income of farmers through input efficiency of production with regard to the use of natural resources wisely. One of the components in the ICM ie the use of high yielding varieties. In this study, namely rice varieties used Inpago Unsoed 1.
This research was conducted in Sumbang regency Banyumas district. This research aims to; 1) Knowing how rice farming Inpago Unsoed 1 approaches Integrated Crop Management and Resource in Sumbang regency 2) Knowing how the costs and revenues of rice farming Inpago Unsoed 1 with ICM approach in Sumbang regency 3) Determine the feasibility of rice farming Inpago Unsoed 1 with ICM approach in Sumbang regency. Research using action research (action research) with a participatory approach between research teams, the student with the object under study. Target research that Farmers Group Tambaksogra village, Sumbang regency.
The results showed; 1) farming rice Inpago Unsoed 1 in Sumbnag regency, Banyumas district with ICM approach refers to 8 components of ICM that is processing the good ground, use of improved varieties,use quality seed, planting patterns Legowo row planting (4: 1), balanced fertilization, environmentally friendly pest control, timely harvesting and post-harvest handling was good. 2) rice farming Inpago Unsoed 1in Sumbang regency showed positive results where the reception is greater than the costs incurred, average receipts amounting Rp5.048.333,00 and the average cost incurred by Rp3.273.637,00 and price advantage -rata of Rp1.774.696,00. 3) rice farming Inpago Unsoed 1 in Sumbang regency to demonstrate the value of R / C> 1, with average R / C = 1.54 and can be summed up in rice farming Inpago Unsoed 1 financially feasible.
1517918480G1A009032HUBUNGAN FREKUENSI DAN DURASI KEJANG DEMAM DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA BALITA
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
HUBUNGAN FREKUENSI DAN DURASI KEJANG DEMAM DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA BALITA
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO

ABSTRAK

Latar Belakang: Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada anak berumur 6 bulan sampai 5 tahun yang mengalami kenaikan suhu tubuh (suhu di atas 380C, dengan metode pengukuran suhu apa pun) yang tidak disebabkan oleh proses intrakranial.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan frekuensi dan durasi kejang demam dengan perkembangan motorik anak usia balita di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Metodologi: Rancangan penelitian menggunakan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan metode consecutive sampling. Populasi terget adalah anak usia 6 bulan - 5 tahun yang terdiagnosis kejang demam di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto pada bulan Juli – Desember 2016. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji analisis Contingency Coefficient (p < 0,05 atau taraf siginifikan 95%).
Hasil Penelitian: Hubungan antara frekuensi kejang demam dengan perkembangan motorik kasar anak usia balita memiliki nilai p <0,05 (p=0,00) dan perkembangan motorik halus anak usia balita memiliki nilai p <0,05 (p=0,014). Hubungan antara durasi kejang demam dengan perkembangan motorik kasar anak usia balita memiliki nilai p <0,05 (p=0,003) dan perkembangan motorik halus anak usia balita memiliki nilai p <0,05 (p=0,00).
Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara frekuensi dan durasi kejang demam dengan perkembangan motorik kasar dan halus pada anak balita di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.


Kata kunci: kejang demam, perkembangan motorik balita, Denver II

CORRELATION BETWEEN FREQUENCY AND DURATION FEBRILE SEIZURES WITH MOTOR DEVELOPMENT ON TODDLERS
OF RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO

ABSTRACT

Background: Febrile seizures is the generation of a seizure that occurs in children from 6 months to 5 years with an increase in body temperature (temperature above 380C, with any temperature measurement method) that is not caused by the intracranial process.
Objective: To know the correlation between frequency and duration febrile seizures with motor development on toddlers of RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Methods: This study was using a cross-sectional study. Sampling technique used a nonprobability sampling with consecutive sampling method. The target population was children who had febrile seizures and came to RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital Purwokerto in July – December 2016. This study began with looking for children who fulfill some criteria, then being checked with Denver II questionnaire. The analysis of the data used univariate analysis and bivariate analysis. The analysis bivariate of the test used Contingency Coefficient analysis test (p<0.05 or may level 95%).
Results: The correlation between frequency of febrile seizures with toddler gross motor development had p value <0,05 (p=0,00) and fine motor development had p value <0,05 (p=0,014). The correlation between duration of febrile seizures with toddler gross motor development had p value <0,05 (p=0,003) and fine motor development had p value <0,05 (p=0,00).
Conclusion: The result showed that frequency and duration of febrile seizures significantly correlated with gross and fine motor development among toddlers of RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.


Keywords: febrile seizures, toddler motor development, Denver II
1518018481A1L013069APLIKASI METABOLIT SEKUNDER TIGA ISOLAT Pseudomonas fluorescens TERHADAP PENYAKIT BUSUK BUAH KAKAO DI LAPANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keefektifan metabolit sekunder Pseudomonas fluorescens isolat P60, P20 dan P8, untuk menekan penyakit busuk buah kakao dan pengaruhnya terhadap komponen produksi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dan perkebunan kakao rakyat Dusun Plumbungan, Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, mulai November sampai Januari 2017. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 6 ulangan dan 4 perlakuan yang terdiri atas kontrol, metabolit sekunder P. fluorescens P60, P. fluorescens P20, dan P. fluorescens P8. Variabel yang diamati adalah kejadian penyakit, intensitas penyakit, jumlah bunga, jumlah buah baru, jumlah bunga jadi buah, dan analisis senyawa fenol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan metabolit sekunder P. fluorescens P20 dan P8 menekan kejadian penyakit masing-masing sebesar 28,86 dan 48,97%, serta intensitas penyakit masing-masing sebesar 12,31, 35,87, dan 40,21%. Perlakuan P. fluorescens P60, P20, dan P8 belum mampu meningkatkan jumlah bunga, buah baru. Perlakuan P. fluorescens juga mampu meningkatkan kandungan senyawa fenol pada tanaman kakao.This study aims to study the secondary metabolites effectiveness Pseudomonas fluorescens isolates P60, P20 and P8, to supress the cocoa pod rot and to their effect production component. The research conducted at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University, Purwokerto and cocoa plantation at Putat Village, Patuk Subdistrict, Gunung Kidul Regency, from November 2016 up to January 2017. Randomized block design was used sixth replicants and fourth treatments consist of control, secondary metabolites of P. fluorescens P60, P. fluorescens P20, and P. fluorescens P8. Variables of served were disease incidence, disease intensity, number of flower, number of new poats, number of flower become poats, and compounds phenolic. Result of the reseach showed that secondary metabolites of P. fluorescens P20, and P8 surpress the disease incidence as 28.86 and 48.97%, respectively and disease intensity as 35.87 and 40.21% respectively. All treatment did not affect significantly on number of flower and number of new poats. All treatment of P. fluorescens secondary metabolites were also able to increase the content of phenolic compounds in the cocoa plant.