Home
Login.
Artikelilmiahs
18384
Update
NANIA TIONA DEBORAH NOVITAULI TAMPUBOLON
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN ANTARA LAMA KERJA DENGAN GANGGUAN FUNGSI PARU PADA PEKERJA PEMBUAT BATU BATA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar belakang: Proses pembuatan batu bata menghasilkan debu yang cukup tinggi. Pekerja pembuat batu bata yang terpapar debu pada proses pembuatan batu bata dapat mengalami akibat yang serius yaitu terjadinya gangguan fungsi paru. Salah satu faktor yang berperan dalam terjadinya gangguan fungsi paru adalah lama kerja. Semakin lama seseorang bekerja maka semakin banyak debu yang terpapar pada orang tersebut, sehingga debu yang tertimbun di dalam paru akan semakin banyak dan dapat menyebabkan gangguan fungsi paru Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara lama kerja dengan gangguan fungsi paru pada pekerja pembuat batu bata. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observational analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Sampel penelitian ini adalah 41 orang pekerja pembuat batu bata di Desa Dawuhan, Kabupaten Purbalingga pada tahun 2016 yang dipilih dengan metode consecutive sampling. Pengumpulan data untuk variabel lama kerja dilakukan dengan wawancara menggunakan kuisioner, sedangkan data untuk variabel gangguan fungsi paru diukur menggunakan spirometer. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan dari 41 subjek penelitian sebanyak 15 subjek penelitain (36,6%) mengalamin gangguan fungsi paru, sedangkan 26 subjek penelitian (63,4%) memiliki fungsi paru normal. Hasil analisis bivariat dengan uji Chi Square menunjukkan nilai p=0,047 (p<0,05), maka terdapat hubungan bermakna antara lama kerja dengan gangguan fungsi paru. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara lama kerja dengan gangguan fungsi paru pada pekerja pembuat batu bata.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Brick making process produces high level of dust. Brick maker that exposed to dust in the process of brick making can suffer from serious consequences, that is the pulmonary function impairment. One of the factors that play a role in the occurrence of pulmonary function impairment is working period. The longer a person works, the more dust exposed to the person, so the dust that accumulated in the lung will multiply and can cause pulmonary function impairment. Objective: The objective of this study was to understand the correlation between working period and pulmonary function impairment of brick maker. Methods: This study was observational analytic study with cross sectional approach. The samples of this study were 41 brick makers in Desa Dawuhan, Kabupaten Purbalingga in 2016 and were selected with consecutive sampling method. Data collection for working period conducted by questionnaire interviews, meanwhile data for pulmonary function impairment was measured by a spirometer. Result: The study showed that from 41 subjects, 15 research subjects (36,6%) had pulmonary function impairment, meanwhile 26 research subjects (63,4%) had normal pulmonary function. The result of the bivariate analysis with Chi Square test showed value of p=0,047 (p<0,05) showed a significant correlation between working period and pulmonary function impairment. Conclusions: There is a correlation between working period and pulmonary function impairment of brick maker.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save