Artikelilmiahs
Menampilkan 15.121-15.140 dari 49.719 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 15121 | 18421 | F1D012049 | GERAKAN OCCUPY CENTRAL WITH LOVE AND PEACE DALAM PERJUANGAN HAK SUARA RAKYAT DI HONG KONG TAHUN 2014 | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) memahami signifikansi Occupy Central with Love and Peace dalam perjuangan hak suara; 2) menjelaskan bentuk dan strategi gerakan Occupy Central with Love and Peace dalam perjuangan hak suara rakyat di Hong Kong tahun 2014. Penelitian ini dilandasi oleh perspektif pascastrukturalis dan paradigma konstruktivisme. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan hermeneutika, data diperoleh dengan menggunakan teknik pengumpulan data library research yakni pengumpulan data secara pustaka. Occupy Central with Love and Peace (OCLP) adalah gerakan sosial politik yang mengkampanyekan pemberlakukan universal suffrage di Hong Kong dalam pemilihan chief executive tahun 2017. Dalam usaha mencapai tujuannya, OCLP memiliki tiga strategi, yaitu 1) perundingan atau musyawarah; 2) referendum sipil; dan 3) pembangkangan sipil. OCLP mendapat dukungan secara langsung dari mahasiswa dan pelajar, serta warga Hong Kong yang berada di luar Hong Kong. Sistem pemerintahan Hong Kong yang masih berada di bawah Pemerintah Tiongkok menjadi hambatan utama yang menjadi penghalang OCLP dalam mencapai tujuan. Selain itu juga, kemunculan kelompok oposisi dan terfragmentasinya massa karena permasalahan internal yang menjadi penghambatnya. Sampai dengan berakhirnya aksi occupy, OCLP belum mendapatkan tuntutannya, yaitu pemilihan chief executive tahun 2017 berdasarkan universal suffrage. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan OCLP hanya sebatas pada kebangkitan masyarakat sipil dan belum pada tataran perubahan sistem pemerintahan dan politik di Hong Kong. Keberhasilan OCLP tercermin dengan terkumpulnya 792.800 suara rakyat Hong Kong yang memberikan dukungannya untuk reformasi sistem pemilihan melalui referendum sipil. | This research aiming certain points such: 1) to understanding the significance of Occupy Central with Love and Peace to fight for the voting rights; 2) To explaining a form and strategy of Occupy Central with Love and Peace movement in order to fight for the voting rights of people of Hong Kong in 2014. This research is using post-structuralist, and constructivist paradigm. The method that will be used on this research are qualitative methods and hermeneutics approach, datas can be obtained by using library research is that the data can be obtained from book and literatures. Occupy Central with Love and Peace (OCLP) is a social-politic movement which campaign about the implementatin of universal suffrage on Hong Kong's chief executive election in 2017. In the order to achieve what they aim, OCLP has three strategies, they are: 1) negotiation and deliberation; 2) civic referrendum; and 3) civil disobedience. OCLP got the support dirrectly from universities student and the youth, and Hong Kong citizen who lives outside the area. Hong Kong government system is directly under Chinese government which has been a main obstacles for OCLP to achieve their goal. Beside, there are oposition group and fragmented group that caused by internal problem which has been an extra obstacle for OCLP. Until the ending of occupy, OCLP has not yet achieved what has been demanded to government, is that chief executive election in 2017 based on universal suffrage. The result of this research shows that the success of the OCLP limited only on the rise of civil society and not in the level of changing government and political system in Hong Kong. This succession of OCLP can be seen based on 792.800 voices gathered from Hong Kong civilization to reform on election system through civil refferendum. | |
| 15122 | 18422 | F1B113037 | EFEKTIVITAS MANAJEMEN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) DI SMA NEGERI 1 BREBES KABUPATEN BREBES | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas manajemen dalam pelaksanaan dana BOS dari pemerintah di SMA Negeri 1 Brebes Kabupaten Brebes.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengambilan informan menggunakan Purposive Sampling dan Snowball Sampling, yaitukepala sekolah, ketua tim, bendahara BOS SMA, komite sekolah, sekretaris, dan koordinator kegiatan tim BOS SMA Negeri 1 Brebes. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Proses validasi data dengan membandingkan data pengamatan dengan data wawancara, dan membandingkan data wawancara dengan dokumen yang terkait. Penelitian ini mengacu pada manajemen keuangan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi, serta pelaporan. Berdasarkan hasil penelitian perencanaan dana BOS telah tercapai dengan baik sesuai juknis BOS SMA Tahun 2015.Hal ini dibuktikan adanya rancangan penggunaan dana BOS yang dibuat oleh Tim kemudian direalisasikan dalam lapangan sama. Dana BOS SMA hanya dapat digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang telah dijelaskan dalam petunjuk teknis BOS SMA tahun 2015.Pelaksanaan program BOS sesuai juknis dan PPNo 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan, sasaran program BOS adalah siswa kurang mampu yang memenuhipersyaratan, waktu penyaluran dilakukan dua kali tahapan melalui rekening sekolah. Anggota Tim BOS terdiri dari kepala sekolah, ketua tim BOS, Bendahara, Komite, Sekretaris dan Koordinator Kegiatan saling melakukan komunikasi baik langsung maupun tidak langsung. Fungsi leadershipuntuk mengatur kelancaran program, dan job desciptiondisesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki agar dapat menyelesaikan tugas dengan tanggungjawab. Pengawasan dana BOS SMA Negeri 1 Brebes dilaksanakan oleh pihak internal dan eksternal. Evaluasi dilakukan secara internal maupun eksternal yang dilakukan oleh Komite Sekolah dan Dinas PendidikanKabupaten serta Dinas Pendidikan Pusat. Pelaporan dalam inventarisasi digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan biaya operasional sekolah non-personalia sesuai dengan prioritas kebutuhan sekolah dan pertanggungjawaban sekolah kepada pemerintah dengan memberikan pelaporan pengelolaan dana BOS pada setiap akhir periode. Selain itu juga menginformasikan penggunaan dana BOS SMA kepada wali murid. Secara umum tujuan program BOS untuk mewujudkan layanan pendidikan dalam rangka mendukung program Wajib Belajar 12 Tahun. | This study aims to describe and analyze the effectiveness of management in the implementation of BOS funds from the government in SMA 1 Brebes Brebes. This study used qualitative research methods. The technique of taking informants using purposive sampling and snowball sampling, which is the principal, the team leader, treasurer BOS High School, the school committee, secretary and coordinator of the BOS team activities SMA Negeri 1 Brebes. Techniques of data collection using interviews, observation and documentation. Data validation process by comparing observational data with interview data and compare the data interviews with relevant documents. This study refers to financial management including planning, implementation, monitoring and evaluation, and reporting Based on the results of the research planning Fund BOS has been reached with both the appropriate juknis BOS high school by 2015. This is evidenced by the existence of a draft of the use of funds made by the BOS of the team later realized in the same field. BOS funds SMA can be used only for the activities described in this technical guide BOS in high school by 2015. BOS execution in accordance juknis and PP No. 48 in 2008 about Education Funding, targeted program BOS is underprivileged students who meet the requirements, time channeling done twice stages through the account of the school. The BOS team members consisting of the principal, head of the team bosses, the Treasurer, the Secretary of the committee, and coordinator of the activities of each other communicate either directly or indirectly.The function of leadership to manage the smooth running of the program, and job desciption adapted to the capabilities in order to complete the task with responsibility. BOS funds supervision SMA 1 Brebes carried out by internal and external parties. The evaluation was done internally and externally conducted by the school committee and the district education office and the department of education center. Reporting in the inventory used to help meet the needs of school operating costs of non-personnel according to the priority needs of schools and school accountability to the government to provide management reporting BOS funds at end of each period. It also informs the BOS funds high school to parents.In general purpose program BOS to realize educational services in order to support a 12 year compulsory education program. | |
| 15123 | 18423 | F1A011028 | GERAKAN SOSIAL PEDAGANG KAKI LIMA: Studi tentang Perjuangan Paguyuban Pedagang Kaki Lima Jensoed Purwokerto untuk Menolak Relokasi SOCIAL MOVEMENT OF A STREET MERCHANT: A Study of Struggle of Jensoed Street Merchant Community Purwokerto to Resist The Relocation | Artikel hasil penelitian ini bertujuan sebagai berikut: Pertama, mendeskripsikan latar belakang munculnya kebijakan penanganan PKL di Banyumas dan siapa saja pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Kedua, mendeskripsikan proses terbentuknya Paguyuban PKL Jensoed. Ketiga, mendeskripsikan dinamika gerakan Paguyuban PKL Jensoed untuk menolak kebijakan relokasi PKL di Purwokerto. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Raperda penanganan PKL dilatari oleh keinginan dari Pemerintah Kabupaten untuk melakukan penataan ruang publik dan pengelolaan perdagangan sektor informal. Lebih jauh lagi, pemerintah berkeinginan untuk menggantikan PKL yang merupakan sektor informal dengan perdagangan sektor formal. PPKL Jensoed lahir pada akhir Orde Baru untuk menjadi wadah para PKL untuk mempererat hubungan semata. PPKL Jensoed adalah organisasi PKL yang melakukan gerakan sosial untuk menolak adanya Raperda. Gerakan sosial PPKL Jensoed menggunakan strategi advokasi yang melingkupi aspek politik dan organisasi. Aspek politik adalah kegiatan yang berhubungan langsung dengan kerja propaganda, pendidikan, kampanye, aksi massa, menggandeng berbagai organisasi untuk mendukung, dan menuntut Pemkab Banyumas untuk menghapus Perda. Aspek organisasi adalah berhubungan dengan internal pimpinan maupun kegiatan konsolidasi anggota paguyuban dan kerja administrasi seperti membuat seragam, kartu anggota, hingga iuran. PPKL Jensoed berhasil bertahan berdagang di wilayah Jenderal Soedirman. | The purposes of this research are: First, describing the background of policy in handling merchants in Banyumas and the actors behind the policy. Second, describing the process of forming PPKL Jensoed. Third, describing the process of PPKL Jensoed's movement against the relocation policy in Purwokerto. This research uses qualitative method with case study approach. The purpose of Case Study approach is to investigate the phenomena of the case and the relation between the actors and the phenomena. This approach is trying to understand and capture the movement of PPKL Jensoed in defending their live by struggling against the relocation policy from the goverment of the Banyumas district. The result of this research reveals that the policy is caused by the will of the goverment who want to regulate the public space and to manage informal-merchant. In this case, PKL has reputed abuse of public space. Furthermore, the government aim to replace PKL from the informal sector to the formal sector. The discourse came from the executive goverment at that time. PPKL Jensoed formed in the end of the new order government only to stregthen the bond between merchants. PPKL Jensoed is a PKL organization which conducts social movement to decline Raperda. PPKL Jensoed's movement uses an advocacy strategy with political and organisational aspect. Political aspects are activities directly related to the work of propaganda, education, campaigns, rallies, and affiliate with various organizations to support, and demand local governments to eliminate regulation. Organizational aspects are related to the internal consolidation of the leadership and members of the association activities and administrative work such as uniforms, membership cards also dues. PPKL Jensoed managed to survive trading in Jenderal Soedirman area | |
| 15124 | 18424 | F1A012043 | Perkawinan Jarak Jauh (Studi Mengenai Kondisi Keluarga pada Pasangan Perkawinan Jarak Jauh di Desa Lajer, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen) | Skripsi ini berjudul “Perkawinan Jarak Jauh (Studi Mengenai Kondisi Keluarga Pasangan pada Pasangan yang Menjalani Kehidupan Perkawinan Jarak Jauh di Desa Lajer, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen)”. Perkawinan jarak jauh yang dilakukan oleh pasangan perkawinan yang ada di Desa Lajer dilatarbelakangi oleh keadaan ekonomi yang tidak mapan. Desa Lajer yang masih sangat bergantung dengan sektor pertanian sebagai mata pencaharian utama tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakatnya karena mayoritas petaninya adalah petani gurem. Keputusan untuk pergi merantau keluar kota dan menjalani perkawinan jarak jauh dilakukan untuk mendapatkan pendapatan yang lebih memadai dan dapat menutup kebutuhan-kebutuhan hidup setiap harinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi keluarga pada pasangan yang menjalani perkawinan jarak jauh di Desa Lajer yang meliputi : bagaimana cera mereka bertahan hidup, pola relasi yang dijalin antara orang tua dengan anak dan suami dengan istri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan sasaran utama pasangan perkawinan yang menjalani perkawinan jarak jauh yang berada di Desa Lajer. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada pasangan perkawinan jarak jauh yang ada di Desa Lajer menerapkan strategi bertahan hidup aktif dengan memanfaatkan semua sumber daya dan potensi yang ada untuk tetap dapat bertahan hidup. Selain strategi bertahan hidup pasangan perkawinan jarak jauh juga menerapkan pola relasi antara suami dengan istri yaitu pola senior-junior partner, dimana peran istri mulai merambah kesektor publik dengan keikutsertaan istri dalam membantu mencari tambahan pendapatan. Dalam relasi antara orang tua dengan anak dalam keluarga yang menjalani perkawinan jarak jauh di Desa Lajer terdapat beberapa orang tua yang cenderung acuh dan tidak memanfaatkan waktu bersama dengan baik ketika berada dirumah. Meskipun demikian masih ada orang tua yang memanfaatkan waktu berkumpulnya ketika berada di rumah dengan semaksimal mungkin seperti bercanda dan bermain menghabiskan waktu dengan anak. Saran dan kritik untuk penelitian ini adalah untuk pemerintah diharapkan dapat menyediakan lapangan pkerjaan yang lebih beragam di daerahnya masing- 4 masing agar tidak semua generasi usia produktif pergi keluar dari daerahnya sendiri. Selain itu penyedian upah yang layak dan pelatihan ketrampilan juga sangat penting dilakukan agar masyarakat dari pedesaan dapat mempunyai kemampuan dan bisa bersaing di era pasar bebas Kata Kunci : Perkawinan Jarak Jauh, Strategi Bertahan Hidup, Relasi. | The thesis entitled “Long Distance Marriage “ (Study Concerns Condition of Family who Commit Long Distance Marriage in Lajer Village, Ambal Subdistrict, Kebumen Regency). The economic situation that did not established becomes a reason for them who commit Long Distance Marriage in Lajer Village. Lenjer Village which still depends of farm sector as the main livelihood could not fulfill society’s daily needs because the most of them is only gurem farmer. Decision for going to the town and commit Long Distance Marriage for getting better and can provide daily needs. The purpose of the research is to know how condition of family who commit Long Distance Marriage in Lajer Village, such as: How they survive, patterns of relationship between parent and children or husband and wife. These research is qualitative research which the main target couple marriage who commit Long Distance Marriage in Lajer Village. The determine’s technique to get informant of this research is “purposive sampling” and data collection using interview, observation, and documentation. Data analysis technique which used interactive model. The result of the research shows that couples of Long Distance Marriage in Lajer Village apply survival strategy which active utilize resource and potential for keeping survive. Besides survival strategy, they also apply relationship patterns between husband and wife namely senior-junior partner pattern, i.e. wife participate to help looking for additional income. In relationship between parent and children in Family of Long Distance Marriage did not care and utilized times together well when 2 stay at home. Although, there is still parent who utilized times for association at home maximally, such as playful and spend times with children. Suggestion and critics for this research is the Government expected could provide more jobs variety in each area, so young productive generation did not go out from their village for wander in the other village. Furthermore, providing worthy salary and skills training also more important to do, so that society in Village can have skills and can compete in free market era as this time. Keywords: Long Distance Marriage, Survival Strategy, Relationship. | |
| 15125 | 18428 | F1F010057 | AN ANALYSIS OF IDIOMS IN SONG LYRICS "WHAT IF" ALBUM BY MR. BIG | ABSTRAK Sativa, Ariza Dwi. 2017. An Analysis of Idioms in Song Lyrics “What If” Album by Mr Big. Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris. Jurusan Bahasa Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Dibimbing oleh: R. Pujo Handoyo, S.S., M.Hum, Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum. Diperiksa oleh: Tuti Purwati, S.S., M.Pd. Kata kunci: idiom, jenis idiom, fungsi idiom, lirik lagu “What If” album Penelitian ini berjudul “An Analysis of Idioms in Song Lyrics ‘What If’ Album by Mr Big” yang bertujuan untuk menemukan jenis dan fungsi idiom yang ditemukan dalam lirik lagu “What If” album oleh Mr Big. Dalam penelitian ini, teori dari Fernando dan Newmark digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Kemudian analisis tersebut dijabarkan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Terdapat beberapa langkah dalam meneliti lirik lagu ini. Langkah pertama yaitu dengan membaca lirik lagu dengan tujuan untuk memahami konteks dan untuk mengumpulkan data. Yang kedua adalah mengidentifikasi dan mengelompokkan jenis dan fungsi idiom. Langkah terakhir ialah menarik kesimpulan dari temuan pada penelitian ini yaitu jenis dan fungsi dari idiom yang ditemukan dalam lirik lagu, dalam Album Mr Big “What If”. Berdasarkan analisis, terdapat 66 idiom ditemukan dalam lirik lagu yang digunakan sebagai keseluruhan data dalam penelitian ini. Ada empat jenis idiom menurut teori Fernando. Keempat jenis tersebut adalah transparent idiom, semi-transparent idiom, semi-opaque idiom dan opaque idiom. Peneliti menemukan 35 data dapat dikategorikan dalam transparent idiom, 8 data semi-transparent idiom, 20 data semi-opaque idiom, dan 3 data termasuk dalam opaque idiom. Transparent idiom adalah jenis idiom dengan jumlah tertinggi dalam tingkat kemunculannya Peneliti menggunakan teori Newmark untuk menemukan fungsi idiom dalam lirik lagu “What If” album oleh Mr Big. Peneliti menemukan bahwa 28 data mempunyai fungsi pragmatis dan 38 data mempunyai fungsi referensial. Berdasarkan temuan, fungsi pragmatis ditemukan dalam bentuk yang bervariasi. Disamping itu, fungsi referensial memiliki bentuk yang sama dengan jenis transparent yang dominan muncul yaitu dalam bentuk phrasal verb. Dari 38 idiom yang memiliki fungsi referensial, 23 diantaranya termasuk dalam bentuk phrasal verb. | ABSTRACT Sativa, Ariza Dwi. 2017. An Analysis of Idioms in Song Lyrics “What If” Album by Mr Big. English Language and Literature Study Program. English Department, Faculty of Humanites, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Supervised by: R. Pujo Handoyo, S.S., M.Hum, Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum. Examined by: Tuti Purwati, S.S., M.Pd. Keywords: idioms, idiom types, idiom functions, song lyrics, “What If” album This research is entitled “An Analysis of Idioms in Song Lyrics ‘What If’ Album by Mr Big” aims to find out the types and functions of idiom found in song lyrics “What If” album by Mr Big. This research uses Fernando’s and Newmark’s theories to answer the questions of the research. Furthermore, the analysis was conducted using descriptive qualitative method. There are several steps in analyzing this song lyrics. First, the researcher read the song lyrics to understand the content. Second, the researcher identified and classified the types and functions of idiom. The last step, the researcher drew the conclusion of findings on the types and functions of idiom found in song lyrics of “What If” album by Mr Big. Based on the analysis, among 66 idioms found in song lyrics, there are four types of idiom according to Fernando’s theory. Those are transparent idiom, semi-transparent idiom, semi-opaque idiom and opaque idiom. The researcher finds 35 transparent idioms, 8 semi-transparent idioms, 20 semi-opaque idioms, and 3 included in opaque idioms. Transparent idiom is the most dominant type of idiom. The researcher uses Newmark’s theory to find out the function of idiom in song lyrics of “What If” album by Mr Big. The researcher finds that 28 data have pragmatic function and 38 data have referential function. Based on the findings, pragmatic function appeared in the various form. On the other hand, referential function dominantly found in the form of phrasal verb same as the transparent idiom form. From 38 idiom in the song lyrics which have referential function, 23 are included in the form of phrasal verb. | |
| 15126 | 18425 | G1D013050 | Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Booklet terhadap Motivasi Latihan Fisik Pasien Diabetes di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Utara | Latar Belakang: Motivasi latihan fisik merupakan dorongan atau motif seseorang untuk melakukan latihan fisik. Latihan fisik penting untuk mengontrol gula darah pada diabetes. Namun, fenomena menunjukan motivasi pasien diabetes untuk latihan fisik masih rendah. Motivasi dapat ditingkatkan dengan memberikan pengetahuan yang dapat memicu semangat. Pengetahuan diberikan kepada individu dengan pendidikan kesehatan melalui media, yaitu booklet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pendidikan kesehatan dengan media booklet terhadap motivasi latihan fisik pasien diabetes di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Utara. Metodologi: Penelitian eksperimental ini menggunakan desain quasi eksperimental yaitu non randomized pretest-posttest control group design. Penelitian dilakukan pada 32 responden yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok Intervensi. Motivasi diukur dengan kuesioner dan data dianalisis dengan uji Wilcoxon serta Mann-Whitney. Hasil Penelitian: Karakteristik responden didominasi oleh responden dengan usia rata-rata 60 tahun, berjenis kelamin perempuan, mayoritas berpendidikan SD pada kelompok kontrol dan SMA pada kelompok intervensi serta sudah tidak bekerja. Rata-rata motivasi responden sebelum pendidikan kesehatan pada kelompok kontrol yaitu 27,5 dan kelompok intervensi yaitu 27,75 sedangkan rata-rata setelah diberi pendidikan kesehatan pada kelompok kontrol 28,31 serta 32,88 pada kelompok intervensi. Hasil uji bivariat menunjukan terdapat perbedaan skor motivasi sebelum dan sesudah diberi perlakuan pada kelompok kontrol (p=0,005), terdapat perbedaan skor motivasi sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok intervensi (p=0,000) dan terdapat perbedaan peningkatan skor motivasi pada kelompok intervensi dan kontrol (p=0,000). Kesimpulan: Pendidikan Kesehatan dengan media booklet dapat meningkatkan motivasi latihan fisik pasien diabetes di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Utara. | Background: Motivation of physical exercise is a boost or motives for doing physical exercises. Physical exercise is important to control blood glucose in diabetes. However, phenomenon show that motivation of physical exercise among diabetes patients are still low. Motivation can be enhanced by providing knowledge that can spur the spirit. Knowledge provided to individuals with health education through media, that media is booklet. The purpose of this study is to determine the effectiveness of health education using booklet on physical exercise motivation. Methods: This study was a quasi experiment with non randomized pretest-posttest control group design. Total sample was 32 people which divided into 2 group, control and intervention group. Motivation was measured with questionnaire and data were analyzed using Wilcoxon test and Mann-Whitney test. Result: Characteristics of the respondents are dominated by respondents with mean age 60 years, female, educated in elementary school (control) and senior high school (intervention) and do not work. The average of respondent motivation before health education in control group is 27,5 and intervention group is 27,75 mean while after being given health education in control group 28,31 and in intervention group is 32,88. Results of bivariate tests are there were significant differences of motivation score before and after health education without booklet (p=0,005), there were significant differences of motivation score before and after health education with booklet (p=0,000) and there were differences increase of physical exercise motivation between intervention and control group (p=0,000). Conclusion: Health education using booklet effectively improve physical exercise motivation among diabetes patients. | |
| 15127 | 18436 | P2BA14005 | GAMBARAN GOLONGAN DARAH SUBGROUP A (A1, A2) DAN KEMUNGKINAN HEMOLISIS DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA | Penelitian mengenai populasi subgroup A di Indonesia belum pernah dilakukan dan keberadaan antibodi A1 yang dapat reaktif pada suhu tubuh belum diketahui. Subgroup A1 dan A2 merupakan yang paling utama dalam subgroup golongan darah A. Subgroup A2 yang mengandung antibodi A1 dapat menimbulkan aglutinasi jika direaksikan dengan subgroup A1 yang mengandung antigen A1. Antibodi A1 ini bersifat cold reactive. Berdasarkan laporan kasus yang pernah terjadi, dilaporkan kasus antibodi A1 yang reaktif terjadi pada suhu 37⁰C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran populasi subgroup pada golongan darah A1 dan A2 di DIY serta mengetahui apakah terdapat antibodi A1 yang reaktif pada suhu 25⁰C dan 37⁰C. Identifikasi subgroup golongan darah A1 dan A2 dilakukan dengan menggunakan lectin (ekstrak Dolichos biflorus). Adanya antibodi A1 pada subgroup A2 dilakukan dengan menggunakan pemeriksaan crossmatch yang dilakukan pada suhu 25⁰C dan 37⁰C. Hasil pemeriksaan terhadap 259 sampel menunjukan 97 ± 0,03% merupakan subgroup A1 dan 3 ± 0,03% merupakan subgroup A2. Hasil pemeriksaan crossmatch menunjukan 37,5% golongan darah A2 memiliki antibodi A1. Hasil pemeriksaan juga menunjukan antibodi A1 pada subgroup A2 dapat reaktif pada suhu 25⁰C dan 37⁰C yang mampu mengaglutinasi sel eritrosit subgroup A1. | Research on A subgroup population in Indonesia has not been done and the presence of A1 antibodies which can be reactive at body temperature is unknown. Subgroup A1 and A2 are the most important in the blood group A. Subgroup A2 which containing A1 antibodies can cause agglutination when reacted with subgroup A1 which containing A1 antigen. The A1 antibody is cold reactive. Based on case report, it was reported A1 antibody can reactive at 37⁰C. This research aims to describe the A1 and A2 subgroup population in Special Region of Yogyakarta and describe whether there are A1 antibodies reactive at 25⁰C and 37⁰C. Identification of A1 and A2 subgroup is done by using a lectin (Dolichos biflorus extract). The presence of A1 antibodies in the subgroup A2 is tested using crossmatch at a temperature of 25⁰C and 37⁰C. The results of the examination of 259 samples showed 97 ± 0.03% is a A1 subgroup and 3 ± 0.03% is a A2 subgroup. Test results using crossmatch showed 37.5% A2 subgroup had A1 antibodies. Test results also showed A1 antibodies in A2 subgroup can be reactive at a temperature of 25⁰C and 37⁰C and able to agglutinate erythrocytes from A1 subgroup. | |
| 15128 | 18426 | G1B013063 | BESARAN BIAYA SATUAN (UNIT COST) PADA UNIT PELAYANAN UMUM DI RSGM UNSOED TAHUN 2016 | Latar Belakang : Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan secara komprehensif kepada masyarakat. Oleh sebab itu, Rumah Sakit dalam memberikan pelayanan harus menetapkan tarif kepada pasien, salah satunya adalah dengan cara menentukan unit cost Rumah Sakit. Analisis unit cost kurang diperhatikan di Rumah Sakit, sehingga belum dapat diketahui real cost yang seharusnya didapatkan oleh Rumah Sakit. Metodologi : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif, dengan menggunakan metode double distribution dalam penentuan tarif pelayanan kesehatan. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukan bahwa Real cost Unit Pelayanan Umum (UPU) sejumlah Rp557.114.687,00 dan total pendapatan sejumlah Rp883.575.500,00. Sehingga, Unit Pelayanan Umum (UPU) mendapatkan keuntungan sejumlah Rp326.760.813,00. Perhitungan double distribution didapatkan tahap I sejumlah Rp1.545.884.847,00 dengan biaya satu kali kunjungan sejumlah Rp204.104,00 dan tahap II didapatkan sejumlah Rp1.929.265.570. Berdasarkan perhitungan tersebut didapatkan unit cost di Unit Pelayanan Umum (UPU) berturut-turut sejumlah UC I Rp193.756, UC II Rp148.879,00 dan UC III Rp91.002. Kesimpulan : Tarif yang berlaku sudah menguntungkan pihak RSGM dan Unit Pelayanan Umum (UPU). | Background : Hospital is health care institution that includes a comprehensive health services to the community. Therefore, hospital in providing services, should set rets, one of the way is by determine the hospital unit cost. Unit cost analysis are rarely observed by hospital, and thus is has not clear about the actual real cost hospital supposed to get. Methodology : These research used descriptive quantitative, with double distribution method in the determination of health care rates. Result : Results sowed that, the real cost of General Service Unit (UPU) IDR 557,114,687 and total revenue IDR 883,575,500. Thus, General Service Unit (UPU) receiving benefits IDR 326,760,813. Double distribution calculation at phase I is obtained IDR 545,8844,847 with cost per patient IDR 204,104 and phase II is obtained IDR 1,929,265,570. The calculations is based on unit cost obtained General Service Unit (UPU) UC I IDR 193,756, UC II IDR 148,879 and UC III IDR 91,002. Conclusion : The applicable tariff has already been profitable for the RSGM and General Service Unit (UPU). | |
| 15129 | 18427 | B1J012040 | STRUKTUR DAN ANATOMI ORGAN REPRODUKSI JANTAN PADA ULAR WELANG (Bungarus fasciatus) DAN ULAR PUCUK (Ahaetulla prasina) | Ular memiliki keragaman paling tinggi di antara anggota Kelas Reptilia dengan 2.389 jenis ular di dunia. Sebagian masyarakat memanfaatkan ular sebagai binatang peliharaan, bahan baku obat-obatan, dan bahan baku kerajinan. Selain memanfaatkannya, sebagian masyarakat menganggap bahwa ular adalah binatang berbahaya yang harus dihindari dan bahkan tidak jarang dibunuh. Kondisi ini apabila terjadi secara terus menerus akan menyebabkan terganggunya populasi ular di alam. Terganggunya populasi ular akan menyebabkan ketidakseimbangan di dalam ekosistem. Sebelum hal tersebut terjadi perlu dilakukan upaya preventif, salah satunya adalah penangkaran dan kegiatan tersebut membutuhkan informasi serta pengetahuan tentang biologi reproduksinya. Ular Welang (Bungarus fasciatus) dan Ular Pucuk (Ahaetulla prasina) adalah ular dengan tingkat bisa dan habitat yang berbeda. Hingga saat ini informasi tentang aspek reproduksi kedua ular masih relatif terbatas. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dievaluasi struktur dan anatomi testis serta hemipenis, dengan parameter makroskopis berupa gambaran morfologi dan parameter mikroskopis yaitu berupa preparat struktur testis dan hemipenis yang dievaluasi dengan metode paraffin dan pengecatan Haematoxylin -Eosin. Struktur testis seminiferus tubulus ular terdiri dari epitel germinal yang meliputi spermatogonium, spermatosit primer, spermatid bulat (rounded) dan spermatid akhir (elongated). Testis kanan ular ini lebih anterior dari testis kiri. Testis memanjang berbentuk oval (oval), dan berwarna keputihan. Hemipenis struktur B. fasciatus dan A. prasina hanya diamati musculus retractor bagian dari jalurnya. Secara histologi, musculus retractor B. fasciatus dan A. prasina memiliki komposisi yang sama, yang terdiri dari otot polos, jaringan ikat, dan dikelilingi oleh endothelium sinusoid, perbedaannya terletak pada jumlah otot polos. Musculus retractor B. fasciatus memiliki otot polos kurang dari A. prasina. Secara anatomis, hemipenis B. fasciatus dan A. prasina berbeda dalam ukuran dan morfologi cranialnya. Hemipenis A. prasina memiliki panjang, diameter, dan berat yang lebih besar dan memiliki papila lebih sedikit dan lebih panjang dari hemipenis B. fasciatus. | Snakes have the highest diversity among the members of the Class Reptilia with 2,389 species of snakes in the world. Somepeople use snakes as pets, raw material of medicines, and raw materials of handicrafts. In addition, some people think that snakes are dangerous animals that should be avoided and even killed. It will cause distruption in natural populations of snakes in the wild and preventive measures need to be done, such as captivity. Banded Krait snake (Bungarus fasciatus) and Asian Vine snake (Ahaetulla prasina) are venomous snakes with different level of venom and habitats. This study will evaluated the structure and anatomy of B.fasciatus and A.prasina testis and hemipenis, and the connection with the habitat. This research used survey method with purposive random sampling technique. Three snakes of each species were wildly captured, dissected and the anatomy of male reproductive organs were observed. Testis and hemipenis were prepared with paraffin method and stained with Hematoxylin-Eosin (HE). Macroscopic parameters observed were the length, diameter, and weight of testis and hemipenis. Microscopic parameters include the structure and type of testis, also the structure of hemipenis. The result showed that testis structure of both of snakes is same in macroscopic and microscopic. It is different in size of tubulus seminiferous and lumen. The testis is oval-elongated shape, whitish colours, and right testes are more anterior position than left. The testes are consist of tubulus seminiferous (connective tissue, germinal ephitelium, and interstisial tissue). Hemipenis structure of B. fasciatus and A. prasina observed was only the musculus retractor part. Musculus retractor of B. fasciatus and A. prasina histologically have the same composition, consisting of smooth muscle, connective tissue, and surrounded by a sinusoidal endothelium, with the difference of smooth muscle amount. The amount of smooth muscles on the musculus retractor ofB. fasciatuswereless than in the musculus retractor of A. prasina. Hemipenis of B. fasciatus and A. prasina were anatomically different in the size and cranial morphology. The length, diameter, and weight of A. prasina hemipenis were bigger,with fewer and longer papilla than B.fasciatus. The difference in structure and anatomy of B.fasciatus and A.prasina testes dan hemipenis were assumed to have correlation with the copulation behavior and habitat of the snakes. | |
| 15130 | 18429 | F1J012022 | ANALISIS KEBUTUHAN AKTUALISASI DIRI WATANABE SHUYA DALAM FILM CONFESSIONS A.K.A KOKUHAKU KARYA TETSUYA NAKASHIMA (Kajian Psikologi Humanistik) | Penelitian ini berjudul “Analisis Kebutuhan Aktualisasi Diri Tokoh Watanabe Shuya dalam Film Confessions a.k.a Kokuhaku karya Tetsuya Nakashima”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebutuhan aktualisasi diri Tokoh Watanabe Shuya melalui unsur instrinsik didukung dengan teori psikologi Humanistik Abraham Maslow. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan catat serta datanya dianalisis dengan deskriptif analisis. Hasil analisis terhadap 8 dialog dan 9 screenshoot, ditemukan hal sebagai berikut : a) kebutuhan fisiologis dengan 2 data dialog dan 2 data screenshoot; b) kebutuhan rasa aman dengan 1 data dialog dan 3 data screenshoot; c) kebutuhan rasa cinta dan memiliki dengan 3 data dialog dan 2 data screenshoot; d) kebutuhan harga diri dengan 1 data dialog; dan e) kebutuhan aktualisasi diri dengan 1 data dialog dan 2 data screenshoot. Jadi dapat disimpulkan bahwa Tokoh Watanabe Shuya hanya memenuhi 2 tahap kebutuhan yaitu kebutuhan dasar fisiologis dan kebutuhan rasa aman dengan baik, oleh karena itu kebutuhan aktualisasi diri tokoh Watanabe Shuya dalam film Confessions a.k.a Kokuhaku karya Tetsuya Nakashima dapat dikatakan belum terpenuhi. | The present research is “An Analysis of Self Actualization Needs of Watanabe Shuya on Movie Confessions a.k.a Kokuhaku by Tetsuya Nakashima”. The objective of the research is to express self actualization needs on Watanabe Shuya through intrinsic factor and used Abraham Maslow humanistic pshycology. This research is a descriptive qualitative method. The technique for collecting data used simak and catat technique and the data is analysed by descriptive analysis. The analysis result of 8 dialogues and 9 screenshoots, are as follow : a) physiological needs consist of 2 dialogues and 2 screenshoots data; b) Safety needs consist of 1 dialogue and 3 screenshots data; c) Love needs consist of 3 dialogues and 2 screenshoots data; d) The need for self-esteem consist of 1 dialogue data; and e) The self-actualization needs consist of 1 dialogue and 2 screenshoots data. The result of the reseach can be concluded that Watanabe Shuya are well-fullfil of 2 level needs that are based physiological needs level and safety needs level. There for, self actualization needs of Watanabe Shuya on movie confessions a.k.a kokuhaku by Tetsuya Nakashima have not yet unfullfil. | |
| 15131 | 18430 | F1J013003 | ANALISIS MAJAS METAFORA PUISI BERTEMAKAN MUSIM GUGUR DALAM HYAKUNIN ISSHU (KAJIAN STILISTIKA) | Penelitian ini merupakan penelitian yang mengkaji majas metafora dalam puisi bertemakan musim gugur dalam Hyakunin Isshu. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penggunaan majas metafora dalam Hyakunin Isshu dan pemaknaan dari Hyakunin Isshu yang bertemakan musim gugur. Data yang digunakan berupa kalimat dan frase dalam Hyakunin Isshu yang bertemakan musim gugur. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan menganalisis majas metafora yang terkandung dalam puisi. Hasil penelitian berupa data yang telah dianalisis kemudian dibagi menurut Filosofi yang dikandung yaitu, filosofi kondisi alam (9 data), kesedihan (3 data) dan kesepian (4 data). Metafora yang digunakan dalam puisi-puisi ini antara lain, daun momiji (3 data), bulan (2 data), angin musim gugur (2 data), senja (2 data), embun (2 data), bunga krisan (1 data) dan lain-lain (4 data). Penyair-penyair Jepang menciptakan puisi-puisi ini dengan melihat alam di sekelilingnya sebagai inspirasi. Keadaan hati atau perasaan yang dialami oleh penyair maupun orang disekelilingnya juga digunakan sebagai inspirasi dalam pembuatan puisi. | The present research is a research about metaphor in autumn themed poetries in Hyakunin Isshu. The purpose of the research are to describe the usage of metaphor in Hyakuni Isshu and the sense of autumn themed Hyakunin Isshu. The data that used on this research are autumn themed sentence or phrase in Hyakunin Isshu. Descriptive analysis method used in this research to analysing metaphor in poetries. The result of this research are data that has been analysed divided by philosopy on it. The philosopy are nature condition (9 data), sadness (3 data) and loneliness (4 data). The metaphor used in the poetries are: momiji leaf (3 data), moon (2 data), autumn wind (2 data), twilight (2 data), dew (2 data), white chrysanthemum (1 poetry), and the others (4 data). Japanese poets compose those poetries using natural surrounding as inspiration. Poets and the other people’s emotions and feelings used as inspiration too to compose poetries by poets. | |
| 15132 | 18431 | F1J012041 | Nilai Didaktis dalam Dongeng Chiru Chiru Michiru Karya Yamamura Bocho | Penelitian ini menganalisis nilai didaktis yang terdapat dalam dongeng Chiru Chiru Michiru karya Yamamura Bocho. Sumber data pada dongeng ini terdiri dari lima cerita yaitu Umi no Hanashi ‘Kisah tentang Laut’, Mada Ikiteiru Suzuki ‘Ikan Suzuki yang Masih Hidup’, Saya no Naka no Mame ‘Kacang dalam Kulit’, Hato wa Kotaeta ‘Merpati Menjawab’, dan Kuchigenka ‘Adu Mulut’. Nilai didaktis yaitu suatu nilai yang bersifat mendidik dan memberikan tuntunan serta dapat membentuk suatu karakter bagi para pembaca. Di dalam nilai didaktis terdapat aspek berupa aspek religi, aspek moral, dan aspek sosial yang terkandung pada dongeng tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan nilai didaktis dengan menganalisis unsur intrinsik dalam dongeng Chiru Chiru Michiru karya Yamamura Bocho. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan. Berdasarkan hasil analisis, di dalam dongeng Chiru Chiru Michiru karya Yamamura Bocho terdapat nilai didaktis berupa nilai religi, nilai moral, serta nilai sosial berjumlah 19 data berupa narasi dan dialog. Dari hasil penelitian, nilai didaktis yang lebih banyak muncul dalam dongeng tersebut adalah nilai moral berupa kasih sayang terhadap orang tua, sikap bakti dan patuh kepada orang tua, keikhlasan, menyayangi antar sesama, bijak, nilai kesopanan, sabar serta rendah hati yang terdapat pada kelima cerita dongeng Chiru Chiru Michiru karya Yamamura Bocho. Hal ini menunjukkan bahwa dongeng ini layak dinikmati anak-anak hingga kalangan dewasa. | This research analyzes the didactic value contained in the fable of Chiru Chiru Michiru created by Yamamura Bocho. Source of data in this tale contains five stories which are Umi no Hanashi 'Tale of the Sea', Mada Ikiteiru Suzuki 'Suzuki Fish Still Life', Saya no Naka no Mame 'Peanuts in the Skin, Hato wa Kotaeta 'Pigeons Answering', and Kuchigenka 'Debate'. Didactic value is a value that are educate and provide guidance and avaliable to form a character for the readers. In the didactic value, there are aspects such as aspects of religious, moral aspects and social aspects contained in these tales. The purpose of this research is to describe a didactic value by analyzing the intrinsic elements in the tale of Chiru Chiru Michiru created by Yamamura Bocho. This research is a qualitative descriptive study. The data collection technique used was the study of literature. Based on the analysis, in the tale of Chiru Chiru Michiru created by Yamamura Bocho, there are 19 data of didactic value in the form of religious values, moral values, and social values in the form of narrative and dialogue. From the research, the value of didactic more appear in these tales are moral values such as affection towards parents, the attitude of devotion and obedience to parents, sincerity, love between fellow, wise, the value of politeness, patience and humility contained in the five tales in Chiru Chiru Michiru’s tale by Yamamura Bocho. This suggests that this tale worthy enjoyed by children to adults. | |
| 15133 | 18432 | G1F013016 | BIOSENSOR DENGAN AMOBILISASI Escherichia coli SEBAGAI BIORESEPTOR UNTUK DETEKSI TOKSIKAN KADMIUM DAN ARSEN | Penggunaan sel bebas E.coli sebagai bioreseptor biosensor untuk deteksi toksikan kurang efisien karena hanya dapat digunakan satu kali. Penelitian ini bertujuan untuk mengamobilisasi E.coli sebagai bioreseptor biosensor dan mengetahui kemampuannya untuk mendeteksi Cd dan As di air minum dibandingkan dengan sel bebas. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Amobilisasi E.coli dilakukan dengan metode penjebakan menggunakan polimer alginat. Suspensi bakteri (OD=2,5) dicampurkan dengan natrium alginat (1:1 v/v) lalu campuran diteteskan secara kontinyu dalam larutan CaCl2 0.4 M dan E.coli teramobilisasi dalam bentuk beads. Beads digunakan sebagai bioreseptor untuk mendeteksi toksikan dengan Prussian Blue sebagai indikator kolorimetrik. Beads dilakukan pengujian respon deteksi Cd, As dan stabilitas baik pemakaian berulang serta penyimpanan. Hasil data yang diperoleh berupa data absorbansi dan selanjutnya diubah menjadi nilai AbsT/AbsI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E.coli dapat diamobilisasi menggunakan alginat. Nilai AbsT/AbsI berkolerasi dengan konsentrasi toksikan, semakin besar konsentrasi toksikan maka semakin kecil nilai AbsT/AbsI hal ini menunjukkan Prussian blue yang diproduksi semakin sedikit. Beads dapat diaplikasikan untuk deteksi toksikan di sampel air minum. Beads stabil untuk lima kali pemakaian berulang dan disimpan selama 14 hari pada suhu 4°C | The use of free cells as bioreceptor biosensor for toxic detection is less efficient because it can only be used once. This study aims to immobilize E.coli as bioreceptor and knowing its ability to detect Cd and As in drinking water compared with free cells. This study is an experimental research. E.coli immobilization was conducted by entrapment method using alginate polymer. The bacterial suspension (OD = 2.5) was mixed with sodium alginate (1: 1 v / v) and the mixture was continuously dropped in CaCl2 solution then beads formed . The beads were used as bioreseptor to detect toxicants with Prussian Blue as a colorimetric indicator. The sensitivity detection of beads to Cd and As was tested, the stability of repeated use and storage were tested as well. The results obtained data in the form of absorbance and then converted into AbsT / AbsI value. The results showed that E. coli could be immobilized using alginate. Abs / AbsI value was correlated with toxic concentration. Higher toxicity concentration resulted smaller the AbsT / AbsI value and less Prussian blue produced. Beads could be applied for toxic detection in drinking water samples. The beads were stable for five repeats and stored for 14 days at 4 ° C. | |
| 15134 | 18433 | F1G011015 | GAYA BAHASA FIGURATIF DALAM KUMPULAN CERPEN DRUPADI KARYA PUTU FAJAR ARCANA : KAJIAN SEMANTIK | Penelitian ini berjudul “Gaya Bahasa Figuratif dalam Kumpulan Cerpen Drupadi Karya Putu Fajar Arcana : Kajian Semantik”. Karya sastra merupakan karya imajinatif yang bermediumkan bahasa. Kumpulan Cerpen Drupadi merupakan karya sastra yang menggunakan bahasa yang tidak literal, melainkan bahasa figuratif. Bahasa figuratif dalam penelitian semantik pada karya sastra mencakup majas yang berupa bahasa kiasan. Pemilihan bentuk bahasa figuratif tersebut didasarkan pada alasan bahwa bentuk bahasa figuratif merupakan jenis bahasa yang dipandang representatif untuk menyampaikan gagasan. Selain itu, jenis bahasa figuratif tersebut cukup banyak digunakan oleh para sastrawan dalam karyanya. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data Penelitian ini adalah bahasa figuratif yang terkandung dalam kumpulan cerpen Drupadi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dengan menggunakan teknik sadap sebagai teknik dasar dan teknik catat sebagai teknik lanjutan. Pada analisis data menggunakan metode padan ortografis. Teknik dasarnya adalah teknik unsur pilah penentu dan teknik lanjutanya adalah teknik hubung banding. Berdasarkan analisis pada enam belas cerpen yang dijadikan sampel, dapat diketahui bahwa dalam kumpulan cerpen Drupadi ditemukan penggalan-penggalan yang merupakan jenis bahasa figuratif. Jenis bahasa figuratif pada cerpen yang dianalisis memberikan gambaran dan penjelasan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi pada konteks cerpen tersebut melalui pemaknaanya, sehingga pembaca bisa merasakan setiap peristiwa juga mengambil pesan dari setiap kejadian yang ada pada kumpulan cerpen Drupadi. Dapat diketahui, bahwa dalam kumpulan cerpen Drupadi karya Putu Fajar Arcana menggunakan jenis bahasa figuratif berupa majas metafora, metonimia, simile, personifikasi, sinekdoke, alegori, alusi, epipet, antonomasia, hipalase, ironi, dan satire. Majas metafora dan majas simile merupakan jenis bahasa figuratif yang paling dominan yang terdapat pada kumpulan cerpen tersebut. | This study entitled “Gaya Bahasa Figuratif dalam Kumpulan Cerpen Drupadi Karya Putu Fajar Arcana : Kajian Semantik”. Literature is an imagination that it is written on words. The Drupadi short stories are used non-literal literature which is called figurative language. Figurative language style in sematic study is about alterations to make a particular linguistic point in literature. Choosing figurative language is based on the language form that it is appropriate to be delivered with exaggeration. Besides, there are many different types of figurative language that writers used in their works. The method of this study is descriptive qualitative analysis. The data research is figurative language on the Drupadi short stories. Data collecting method in this study is used observation method as the basic method and writing technique as the continuation technique which applies the observation method. The writer is used orthographic (identity) method for data analysis. The basic technique of the analysis is immediate constituent analysis and connecting and comparing technique as the continuation technique. Based on the 16 short stories analysis, the writer found some fragment on the Drupadi short stories with figurative language. The types of figurative language on the short stories give illustration and explanation of occurrence on the stories through meaningful language so that the readers feel every single thing happen and take a note from the Drupadi short stories. It is known that Drupadi short stories written by Putu Fajar Arcana are using figurative language; they are metaphor, metonymy, simile, personification, sinekdoke, allegory, allusion, epithet, antonomasia, irony, and satire. Metaphor and simile are the most common figurative language found on short stories. | |
| 15135 | 18434 | G1D013038 | PENGARUH SEDUHAN BIJI KURMA (Phoenix dactylifera l) TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL DARAH PADA LANSIA DI DESA GUNUNG LURAH, CILONGOK, BANYUMAS | Latar Belakang: Perubahan-perubahan yang terjadi pada lansia seperti menurunnya aktivitas yang menyebabkan penimbunan lemak serta peningkatan kerja enzim HMG Ko-A reduktase dapat meningkatkan kadar kolesterol total darah yang akan menyebabkan hiperkolesterolemia. Pemanfaatan biji kurma yang mengandung flavonoid, pektin, mineral, dan protein dapat mencegah terjadinya oksidasi low density lipoproteins sehingga tidak terjadi aterosklerosis. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian seduhan biji kurma terhadap kadar kolesterol total darah pada lansia. Metode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan metode pre-post test with control group design pada lansia sebanyak 30 orang. Sampel dibagi menjadi kedalam kelompok kontrol dan perlakuan, masing-masing 15 orang per kelompok. Kelompok perlakuan diberikan seduhan biji kurma 1,4 mg selama 10 hari. Pengambilan darah untuk pengukuran kadar kolesterol total darah dilakukan pada hari ke-0 (pre test) dan hari ke-10 (post test). Hasil: Hasil pengukuran kadar kolesterol total darah sebelum (pre) dan sesudah (post) kelompok perlakuan memiliki rerata masing-masing sebesar 208,4±67,266 dan 190,2±49,849, dengan selisih rerata 18,2±14,417. Berdasarkan selisih rerata antara kadar kolesterol total darah sebelum (pre) dan sesudah (post) terbukti bahwa responden pada kelompok perlakuan mengalami penurunan kadar kolesterol total darah. Hasil uji T berpasangan pada kelompok perlakuan untuk variabel sebelum (pre) dan sesudah (post) didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,384 (p>0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara rerata kadar kolesterol total darah pada saaat sebelum (pre) dan sesudah (post) pemberian seduhan biji kurma. Hasil uji T berpasangan pada kelompok kontrol untuk variabel sebelum (pre) dan sesudah (post) didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,04 (p>0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa adanya perbedaan antara rerata kadar kolesterol total darah pada saaat sebelum (pre) dan sesudah (post). Kesimpulan: Terdapat perbedaan penurunan rerata kadar kolsterol total darah antara kelompok kontrol dan perlakuan, namun secara statistik tidak mengalami perubahan yang signifikan. | Background: Changes that occur in the elderly such as decreased activity that causes fat accumulation and increased work enzyme HMG Ko-A reductase can increase the total blood cholesterol level that will cause hypercholesterolemia. The use of date palms containing flavonoid, pectin, mineral, and protein can prevent the occurrence of oxidation of low density lipoprotein so that atherosclerosis can not be occured. Aim: Determine the effect of date palm seeds extract on total blood cholesterol levels in the elderly. Methods: This study was an quasi experiment using pre-post test with control group design in elderly with 30 samples. Samples were divided into control and intervention groups, respectively 15 person. The intervention group was given a date palm extract 1,4 mg for 10 days. Blood sampling to measure of total blood cholesterol levels performed on day 0 (pre test) and days 10 (post test). Result: The result of the measurement of total blood cholesterol level before (pre) and after (post) treatment group had mean respectively equal to 208,4 ± 67,266 and 190,2 ± 49,849, with mean difference 18,2 ± 14,417. Based on the mean difference between total blood cholesterol before (pre) and after (post), it was found that the respondents in the treatment group had decreased total blood cholesterol level. The result of paired T test in treatment group for pre and post intervention was found significance value of 0.384 (p> 0,05). These results indicate that there is no difference between the mean total cholesterol levels of blood before (pre) and after (post) intervention. The result of paired T test in the control group for pre and post variables obtained a significance value of 0.04 (p> 0.05). These results indicate that there is a difference between the mean total cholesterol levels of blood before (pre) and after (post) intervention . Conclusion: There was a difference in the mean decrease in total blood cholesterol levels between the control and treatment groups, but statistically did not change significantly. | |
| 15136 | 18441 | I1F015029 | HUBUNGAN KEPATUHAN PASIEN DALAM PENATALAKSANAAN POST OPERASI KATARAK DENGAN KEBERHASILAN OPERASI KATARAK DI RSUD PROF DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | HUBUNGAN KEPATUHAN PASIEN DALAM PENATALAKSANAAN POST OPERASI KATARAK DENGAN KEBERHASILAN OPERASI KATARAK DI RSUD PROF DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | THE RELATIONSHIP OF PATIENT COMPLIANCE IN THE POST TREATMENT OF CATARACT SURGERY WITH THE SUCCESS OF CATARACT SURGERY AT THE HOSPITAL OF PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | |
| 15137 | 18442 | H1L013019 | PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN POIN PELANGGARAN SISWA BERBASIS WEB DENGAN MENGGUNAKAN SMS GATEWAY STUDI KASUS SMKN 1 GOMBONG | Dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kedisiplinan siswa, SMK Negeri 1 Gombong membuat sistem informasi untuk mencatat poin pelanggaran siswa. Sistem informasi manajemen poin pelanggaran ini sudah di terapkan di SMKN 1 Gombong akan tetapi sistem informasi tersebut hanya memberikan keluaran informasi jumlah poin pelanggaran yang di dapatkan oleh siswa. Oleh karena itu, penulis mengembangkan sistem informasi tersebut dengan menambahkan fitur sms gateway. Sms Gateway akan berperan sebagai notifikasi jika siswa tersebut sudah mencapai batas-batas poin yang di tentukan oleh sekolah sebagai suatu peringatan untuk siswa tersebut. Sistem informasi ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP, basis data MySQL dan Sms Gateway. Diharapkan sistem ini akan memberikan kemudahan dalam pendataan, pengelolaan dan pelaporan untuk Poin Pelanggaran Siswa pada SMKN 1 Gombong | For improving the quality of education and discipline of students, SMK Negeri 1 Gombong built information system to record the student's violation points. Management information systems of violation point are already applied in SMKN 1 Gombong, but the information system only gives the output information of number of points that obtained by students. Therefore, the author develop the information system by adding sms gateway features. SMS Gateway will send a notification if the student has reached the limits of the points specified by the school as a reminder to the student parents. This information system is built using PHP programming language, MySQL database and Gammu for Sms Gateway. It is hoped the system will provide ease of management, logging and reporting for violation points of Students in SMK N 1 Gombong | |
| 15138 | 18443 | F1B112040 | Manajemen Retribusi Parkir Tepi Jalan Umum di Kabupaten Banyumas | ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Manajemen Retribusi Parkir Tepi Jalan Umum di Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui atau mendeskripsikan pengelolaan perparkiran di Kabupaten Banyumas terutama parkir tepi jalan umum. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara Purposive Sampling untuk informan yang berkaitan dengan manajemen retribusi parkir yaitu aparatur Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika dan Pihak ketiga Parkir, sedangkan teknik Snowball Sampling dilakukan untuk informan seperti petugas parkir. Sedangkan teknik pengumpulan datanya melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Banyumas pada bagian UPT Perparkiran. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, bahwa pengelolaan retribusi parkir tepi jalan di Kabupaten Banyumas yakni perencanaan program dan kegiatan pada bidang UPT Perparkiran berdasarkan Renstra Dishubkominfo tahun 2013-2018. Pengorganisasian bahwa UPT Perpakiran merupakan unit pelaksana yang diberikan kewenang oleh Dishubkominfo untuk mengelola retribusi parkir tepi jalan umum, pembagian kerja UPT Perparkiran telah disesuaikan dengan Renstra Dishubkominfo. Pengarahan retribusi parkir belum berjalan dengan baik bahwa petugas parkir belum disiplin dalam mengeluarkan karcis parkir dan belum tercapainya target yang telah ditetapkan. Pengawasan dalam melakukan pengawasan UPT Perparkiran masih terkait tarif penarikan retribusi parkir berdasarkan peraturan yang berlaku dengan memantau zona parkir. Meskipun demikian, Dishubkominfo telah berupaya dalam mengoptimalkan pendapatan retribusi parkir untuk memberikan kontribusi terhadap PAD. | ABSTRAC This study entitled "Management of Public Roads Bank Levy Center in Banyumas". The purpose of this research to know or describe the management of parking in Banyumas especially public roadside parking. The research is a qualitative research. The sampling technique was conducted purposive sampling to informants related to the management of parking charges which the apparatus of Transportation, Communications, and Information and Coordinating Center, while Snowball Sampling techniques for informants, such as a parking attendant. While the technique of data collection through interviews, observation and documentation. This research was conducted at the Department of Transportation, Communication, and Information Banyumas. Based on the results of research conducted, that the management of roadside parking charges in Banyumas regency ie planning programs and activities in the field of UPT Parking based on Renstra Dishubkominfo year 2013-2018. Organizing that UPT Parking is an implementing unit authorized by Dishubkominfo to manage retribution of public curbside parking, the division of UPT parking work has been adjusted with Renstra Dishubkominfo. The parking charge levies have not gone well that parking officers have not been disciplined in issuing parking tickets and have not achieved the targets set. Supervision in monitoring UPT Parking is still related to the rate of parking retribution withdrawal based on the prevailing regulations by monitoring the parking zones. Nevertheless, Dishubkominfo has sought to optimize the revenue of parking charges to contribute to PAD. | |
| 15139 | 18444 | F1F010029 | “SOCIAL DIFFERENCES, ALIENATION, HEGEMONY DEPICTED IN SUZZANE COLLINS’S THE HUNGER GAMES “ | ABSTRAK Indarto, Firdaus Eko. 2017.”The Social Differences, Alienation, Hegemony Depicted in Suzanne Colins”s The Hunger Games”. Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris. Jurusan Bahasa Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Dibimbing oleh : Rosyid Dodiyanto, S.S., M. Taufiqurrohman, S.S., M.Hum. Diperiksa oleh: Dra. Mimien Aminah S, S.S., M.A. Kata kunci: Marxism, class difference, alienation, hegemony, symbol Penelitian ini merupakan penelitian sastra yang menggunakan teori dari Carl Marx untuk menemukan perbedaan social, alienation, dan hegemoni pada novel The Hunger Games. Fenomena ini sangat menarik untuk di teliti dalam rangka mengetahui perbedaan social, alienation, dan hegemoni dalam novel ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan sastra dimana data-datanya didapatkan dari jurnal, pendapat pembaca, dan buku. Penelitian ini juga menggunakan metode deskriptif kualitatif sebagai metodologi penelitian dan novel dijadikan sebagai data utama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu perbedaan social yang muncul dalam novel Hunger Games dan bagaimana alienation dan hegemoni digambarkan dalam novel Hunger Games. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa novel ini dapat menggambarkan teori-teori dari perbedaan social, alienation, dan hegemoni dengan baik. Berdasarkan beberapa penggalan cerita dalam novel, telah ditemukan beberapa fenomena dengan menggunakan pemilihan kiata-kata yang tepat yang ditulis oleh penulisnya. Dalam novel ini, penulis menggambarkan perbedaan kehidupan yang sangat mencolok di Capitol sebagai kaum kelas atas dan distrik 12 sebagai kaum kelas bawah. Perbedaan tersebut dapat terlihat dari kondisi ekonomi mereka, penampilan, makanan, lingkungan, dan pengetahuan dari karakter dimana alienation dapat dilihat dari alam dan aktivitas pada karakter utamanya, Katniss. Alienation dialami oleh karakter utama yang didukung aksi hegemoni yang dilakukan oleh Capitol sejak peraturan yang mengikat diterapkan dalam distrik. | ABSTRACT Indarto, Firdaus Eko. 2017.”The Social Differences, Alienation, Hegemony Depicted in Suzanne Colins”s The Hunger Games”. English Language and Literature Study Program. English Department, Faculty of Humanites, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Supervised by: Rosyid Dodiyanto, S.S., M. Taufiqurrohman, S.S., M.Hum. Examined by: Dra. Mimien Aminah S, S.S., M.A. Keywords: Marxism, class difference, alienation, hegemony, symbol This study is a literature study which uses the Carl Marx theory as the theory to find the social difference, alienation, and hegemony in the novel The Hunger Games. This issue is very interesting to be dug in order to know how the social difference, alienation, and hegemony depicted in a novel. This research applies library research in which the data are about the journals, other opinions, and books. This study also applies descriptive qualitative method as the research method and concerns to the novel as the primary data. This research purposes to find out how social difference is depicted in The Hunger Games novel and how alienation and hegemony are depicted in The Hunger Games novel. The result of this study showed that the novel delivered the theory of the social difference, alienation, and hegemony well. Based on the scenes in the novel, the stories contained the issues and it could be found by using codes of the words used by the authors. In the novel, the author described the huge difference of life of the Capitol as the bourgeois and the District 12 as the proletarian. The difference could be seen from the way of their economic conditions, appearances, the foods, the environments, and the knowledge of the characters while the alienation could be seen from the nature and the activities of the main character, Katniss. The alienation happened to the main character supported by the act of the hegemony done by the Capitol since the stricted rules were applied in the districts. . | |
| 15140 | 18445 | I1F015053 | Hubungan kadar ureum terhadap disfungsi seksual pasien penyakit ginjal kronik ( PGK) di RSUD Prof Dr Margono Soekarjo | Latar belakang: Disfungsi seksual atau penurunan hasrat seksual pada pasien PGK dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain karena faktor biologis dan psikologis. Faktor biologis diantaranya yaitu faktor hormonal, vaskularisasi, neurogenik. Ureum diketahui mempengaruhi produksi hormon di dalam tubuh termasuk hormon seksual. Pada kasus CKD terjadi peningkatan ureum. Tujuan: Mengetahui hubungan kadar ureum dalam darah terhadap disfungsi seksual pada pasien PGK. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling sebanyak 36 responden. Uji yang dilakukan adalah uji korelasi Pearson. Hasil: Responden sebagian besar berumur dewasa akhir, berjenis kelamin laki-laki, berpendidikan perguruan tinggi dan status pekerjaan wiraswasta. Rata-rata skor disfungsi seksual pada responden laki-laki 39,27 dengan standar deviasi 14,44 sedangkan pada responden perempuan 48,57 dengan standar deviasi 17,37. Rata-rata kadar ureum pada responden laki-laki adalah 136,9mg/dl dengan standar deviasi 55,6 sedangkan rata-rata ureum pada responden perempuan adalah 134,9mg/dl dengan standar deviasi sebesar 54,6. Tidak ada hubungan antara kadar ureum dalam darah terhadap disfungsi seksual laki-laki (p value 0,296) dan perempuan (p value 0,062) yang dialami responden. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara kadar ureum dalam darah terhadap disfungsi seksual pada pasien penyakit ginjal kronik. | Background: Sexual dysfunction or decreased sexual desire in CKD patient was influenced by several factors because between biological and psychological factors. Biological factors were including hormonal factors, vascularization, neurogenic. Urea was known could affect the production of hormones in the body, including the sex hormones. In the CKD case that increased urea. Objective: To determine of relationship blood urea levels to the sexual dysfunction on CKD patient. Method: This research used quantitative correlation methods with cross sectional approach. The sampling technique used consecutive sample of 36 respondents. The test was pearson correlation test. Results: The most of respondents were older adults, sex male, college education and status of self-employed. The average of male respondents sexual dyfunction was 39,27 with 14,44 standard deviation and the female respondents was 48,57 with 17,37 standard deviation. The average of male respondents urea was 136.9mg/dl with 55.6 standard deviation and then the average of female respondents was 134,9mg/dl with 54,6 standard deviation. No relationship the blood urea levels to male sexual dysfunction that experienced respondent male (p value 0.296) and female (p value 0.062). Conclusion: No relationship blood urea levels to the sexual dysfunction on CKD patient. |