Artikel Ilmiah : E1A012172 a.n. DONY DWI PRABOWO

Kembali Update Delete

NIME1A012172
NamamhsDONY DWI PRABOWO
Judul ArtikelPELAKSANAAN PEMBERIAN PEMBEBASAN BERSYARAT KEPADA NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II A BESI NUSAKAMBANGAN KABUPATEN CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)Dalam hukum pidana dikenal adanya sangsi penjara, Pidana penjara merupakan jalan terakhir dalam sistem hukum pidana yang berlaku, untuk itu dalam pelaksanaannya harus mengacu pada hak asasi manusia dalam Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang nomor 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan mengatur mengatur mengenai hak-hak seseorang narapidana antara lain mendapatkan pembebasan bersyarat.
Penelitian ini dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Besi Nusakambangan Kabupaten Cilacap. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis, yaitu pendekatan yang menekankan pada pencarian-pencarian. Sumber data berupa data primer dan sekunder. Data disajikan secara sistematis serta dianalisis dengan metode kuantitatif.
Pembebasan bersyarat adalah proses pembinaan narapidana diluar Lembaga Pemasyarakatan setelah menjalani sekurang-kurangnya 2/3 masa pidananya dengan ketentuan 2/3 masa pidana tersebut minimal 9 bulan. Dalam pelaksanaan pembebasan bersyarat setiap narapidana yang diajukan mendapatkan pembebasan bersyarat haruslah memenuhi syarat substantif dan juga syarat administratif selain itu juga narapidana harus mendapatkan penjaminan dari pihak keluarga.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui Pelaksanaan Pemberian Pembebasan Bersyarat oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Besi Nusakambangan Kabupaten Cilacap dianggap telah berhasil, karena dilihat dari perbandingan data Pembebasan Bersyarat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Besi Nusakambangan Kabupaten Cilacap dari tahun 2010-2016 antara yang diusulkan dengan yang terealisasikan mendekati dengan jumlah diusulkan dan jumlah yang terealisasi terus meningkat tiap tahunnya. Hambatan yang terjadi dalam Pelaksanaan Pemberian Pembebasan Bersyarat oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Besi Nusakambangan Kabupaten Cilacap antara lain prosedur pengususlan pembebasan bersyarat terlalu rumit dan memakan waktu yang cukup lama, terdapat hambatan psikologis dari masyarakat dalam penerimaan kembali narapidana dalam masyarakat yang mengakibatkan terhambatnya proses intergrasi narapidana dalam kehidupan sosial masyarakat.
Abtrak (Bhs. Inggris)In criminal law is known a prison sanctions, imprisonment is the final way in the system of criminal law that applied, so that, in the implementation is should be based on human rights in Article 14 paragraph 1 Law Number 12 Year 1995 concerning about Correctional that regulate the prisoner's right, some of that is to get the exemption.
This study is conducted at the Correctional Institution Class II A Besi Nusakambangan, Cilacap region. The method of this study is Socio-juridical, which is the approachment that emphasizes for the searches. The sources of data is primary and secondary data. The data presented in a systematic and analyzed with quantitative methods.
Parole is a prisoner training process out of the Correctional Institution after doing at least 2/3 of its criminal restraint passed with the decision that the 2/3 of the criminal restraint is minimumly 9 months. In the implementation of parole, every prisoner that proposed to get the parole is supposed to be qualifid substantively and also the administrative requirements, in the other hand, the prisoners should get a guarantee from their family.
Based on the result from the study of The Implementation of Parole to Prisoners In Correctional Institution Class II A Besi Nusakambangan, Cilacap, this study is considered succeeded, as seen from comparison data of Parole in Correctional Institution Class II A Besi Nusakambangan, Cilacap Region since in 2010-2016 between the proposed with the realized was not much different with the proposed amount and the amount was realized has increased annually. The obstacle in the implementation of parole provision by Correctional Institution Class II A Besi Nusakambangan, Cilacap Region are the proposal procedure of the parole itself is too complicated and took a long time, there are also psychological obstacle from the society to welcome and receive the prisoner well turned in society that led to hamper the integration process of prisoner in the social life of society.
Kata kunciPelaksanaan Pembebasan Bersyarat
Pembimbing 1Dr. Angaksa, S.H.,M.Hum.
Pembimbing 2Dr. Budiyono, S.H.,M.Hum.
Pembimbing 3Haryanto Dwi Atmodjo, S.H., M.Hum.
Tahun2012
Jumlah Halaman20
Tgl. Entri2017-04-16 21:15:53.02304
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.