Artikelilmiahs
Menampilkan 14.641-14.660 dari 49.718 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 14641 | 17960 | G1A009113 | PERBEDAAN KEJADIAN SINDROMA HELLP ANTARA PASIEN DENGAN FAKTOR RISIKO PREEKLAMSIA DAN PASIEN TANPA FAKTOR RISIKO PREEKLAMSIA DI RSMS PURWOKERTO TAHUN 2014 – 2015 | Latar Belakang: Hipertensi dalam kehamilan menjadi penyebab kematian ibu terbanyak kedua setelah perdarahan. Preeklamsia termasuk bagian dari hipertensi dalam kehamilan yang ditandai dengan adanya hipertensi dan protenuria, atau dapat disertai dengan tanda kerusakan multiorgan lain dalam keadaan tanpa proteinuria. Sindroma HELLP merupakan salah satu komplikasi dari Preeklamsia yang sering terjadi dan mengancam jiwa ibu serta janinnya. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan kejadian sindroma HELLP antara pasien dengan faktor risiko preeklamsia dan pasien tanpa faktor risiko preeklamsia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan kasus kontrol. Pasien sindroma HELLP yang datang ke Rumah Sakit Margono Soekarjo pada tahun 2014 – 2015 didata sebagai kasus, sedangkan pasien partus normal yang datang pada tahun yang sama didata sebagai kontrol. Pengambilan data dilakukan dengan melihat rekam medik. Variabel yang diukur antara lain, sindroma HELLP, umur ibu, paritas, obesitas, dan riwayat diabetes melitus. Hasil: Sepanjang tahun 2014 – 2015 didapatkan 15 kasus sindroma HELLP. Analisis bivariat antara paritas dengan kejadian sindroma HELLP menghasilkan nilai p=0,028 (OR=5,50 95% IK=1,14 – 26,41), umur ibu dengan kejadian sindroma HELLP menghasilkan nilai p=0,43. Tidak didapatkan kasus sindroma HELLP maupun kontrol yang mempunyai riwayat diabetes melitus. Data tentang obesitas tidak tersedia. Kesimpulan: Terdapat perbedaan bermakna kejadian sindroma HELLP antara multiparitas dan nuliparitas dan tidak terdapat perbedaan bermakna kejadian sindroma HELLP antara umur ibu ≥ 35 tahun dan umur ibu < 35 tahun. | INTRODUCTION: Hypertension in pregnancy is the second leading cause of maternal death after haemorrhage. Preeclampsia belongs to hypertension in pregnancy that is characterized by hypertension and proteinuria, or might be accompanied by evidence of multiorgan involvement in the absence of proteinuria. HELLP syndrome is one of the most common preeclampsia complications and a life-threatening event to mother and fetal. OBJECTIVES: To determine the comparison of HELLP syndrome occurrence between patients with preeclampsia risk factors and without preeclampsia risk factors. METHODS: This was observational analytic study with case-control approach. Patients of HELLP syndrome admitted to Margono Soekarjo Hospital between year 2014 and 2015 were enrolled as case, whereas patients of normal parturition admitted in the same years were enrolled as control. Variables measured in this study were collected through medical record. They were maternal age, parity, obesity, and history of diabetes mellitus. RESULTS: From 2014 to 2015, there were 15 cases of HELLP syndrome. Bivariate analysis showed p value of 0.028 (OR=5,50 95% CI=1,14 – 26,41) in parity and HELLP syndrome, and p value of 0.43 in maternal age and HELLP syndrome. Both case and control group had negative history of diabetes mellitus. Data of obesity was unavailable. CONCLUSION: there is significant comparison of HELLP Syndrome occurrence between multiparous and nulliparous, and there is no significant comparison of HELLP Syndrome occurrence between maternal age of ≥ 35 years and maternal age of < 35 years. | |
| 14642 | 17963 | D1B015007 | PENGARUH PEMBALURAN ASAM JAWA (Tamarindus indica Liin) TERHADAP pH, KEEMPUKAN DAN ORGANOLEPTIK PADA DAGING ITIK AFKIR BAGIAN DADA | Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh pembaluran dan mengetahui level pembaluran Asam Jawa yang terbaik terhadap pH, keempukan dan organoleptik daging itik afkir bagian dada. Pengambilan data mulai tanggal 9 sampai dengan 14 Januari 2017 bertempat di laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Materi yang digunakan itik Afkir 20 ekor dan Asam Jawa 950 g. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Terdapat empat perlakuan yaitu P0 (tanpa pembaluran Asam Jawa), P1 (pembaluran 5%), P2 (pembaluran 15%), dan P3 (pembaluran 25%) selama 60 menit dan lima kali ulangan serta 15 orang panelis untuk uji organoleptik. Peubah yang diukur yaitu pH, keempukan dan sifat organoleptik. Hasil analisis menunjukkan pembaluran Asam Jawa memberikan pengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap pH, keempukan dan sifat organoleptik. Rataan nilai pH secara berurutan yaitu 6.20; 5.48; 4.66; 4.58, nilai keempukan secara berurutan yaitu 0.079 mm/g/detik; 0.089 mm/g/detik; 0.079 mm/g/detik; 0.081 mm/g/detik dan nilai organoleptik secara berurutan yaitu 5.38 (alot); 7.34 (agak alot); 10.16 (empuk); 10,75 (empuk). Kesimpulan, penurunan pH terendah pada level pembaluran 21%, keempukan tertinggi pada level 6% dan semakin meningkat level pembaluran Asam Jawa keempukan secara organoleptik semakin meningkat. | The research aimed to know the wrapping effects and the best level of wrapping effects of Tamarind against pH, tenderness and organoleptic on the breast meat of culled duck. The data collected from 9 to January 14, 2017 held at the Livestock Product Technology Laboratory Faculty of Animal Science Jenderal Soedirman University Purwokerto. The experimental materials are 20 culled ducks and 950 g of Tamarind. The experimental design used Completely Randomized Block Design (CRBD), involving four treatments Tamarind without wrap, wrap 5%, wrap 15% and wrap 25% and review session by 15 panelist for organoleptic test. Subsequently, parameters measured were pH, tenderness and organoleptic. As a result, data showed that wrapping Tamarind showed highly significant effects (P<0,01) on pH, tenderness and organoleptic. Following with mean of pH in a sequence 6:20; 5:48; 4.66; 4:58, tenderness in a sequence that is 0.079 mm/g/second; 0.089 mm/g/second; 0.079 mm/g/second; 0.081 mm/g/second and organoleptic in a sequence that is 5.38 (tough); 7.34 (rather tough); 10.16 (soft); 10.75 (soft). In conclusion, reduction the lowest wrapping pH at level of 21%, the highest tenderness at level of 6% and increased levels of wrapping will increase meat tenderness. | |
| 14643 | 17962 | C1A013012 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEMISKINAN KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI JAWA TIMUR | RINGKASAN Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kemiskinan Kabupaten/Kota Di Provinsi Jawa Timur”. Tujuan penelitan untuk mengetahui pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Angka Melek Huruf (AMH), Angka Harapan Hidup (AHH) dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terhadap tingkat kemiskinan di 38 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2010-2014. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, dalam bentuk time-series (2010-2014) dan cross section (38 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur). Alat analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan bantuan eviews 6. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: (1) PDRB berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur, (2) AMH berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur, (3) AHH berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur, (4) TPT bepengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur, (5) Variabel yang paling mempengaruhi tingkat kemiskinan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur adalah variabel AMH. Variabel independen dalam model ini mampu menjelaskan variasinya dari variabel dependen sebesar 59,4 persen. Sedangkan sisanya 40,6 persen di pengaruhi oleh variabel lain diluar model penelitian ini. Implikasi dari penelitian ini adalah (1). Pembangunan tidak hanya terfokus pada pertumbuhan PDRB saja, tetapi pemerataanya juga harus lebih diperhatikan dengan kebijakan yang difokuskan pada sektor rill seperti pertanian, (2). meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui meningkatkan kualitas pendidikan baik itu pendidikan formal maupun pendidikan informanl, (3). Meningkatkan kualitas kesehatan dengan cara peningkatan fasilitas kesehatan secara merata dan membuat program untuk meningkatkan pendaptan mayarakan salah satunya adalah dengan investasi padat karya. (4). menciptakan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi yang berkualitas. Kata kunci : Kemiskinan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Angka Melek Huruf Angka Harapan Hidup,Tingkat Pengangguran Terbuka. | SUMMARY This research is tittled “The Factors which is Influencing Poverty in The Towns in East Java”. The purposes if this research is to know the influence of Gross Regional Domestic Product, The Number of Educated Alphabet, The Number of Life Hope, and The Level of Open Unemployed to the level of poverty in 38 (thirty eight) towns in East Java in 2010-2014. Data used in this research is secondary data, in time-series form (2010-2014) and cross section form (38 towns in East Java). The analysis tools used is panel data regression with eviews 6 help. Based on the research result and the analysis data showing that : (1) Gross Regional Domestic Product has a negative impact and not significant to the poverty level in the towns in East Java, (2) The Number of Educated Alphabet has a negative impact and significant to the poverty level in the towns in East Java, (3) The Number of Life Hope has a negative impact and not significant to the poverty level in the towns in East Java, (4) The Level of Open Unemployed has a positive impact and significant to the poverty level in the towns in East Java, (5) The most influencing variable to the poverty level in the towns in East Java is The Number of Educated Alphabet. Independent variable in this model can explain the variation from the dependent variable in the amount of 59,4 percent. While the rest 40,6 percent is influenced by other variable outside this research model. The implication of this research is (1) The development is not focused to the growth of Gross Regional Domestic Product only, but also the equalization is had to be more cared with the policy which is focused to the real sector such as agriculture, (2) Increasing the quality of Human Resources through the enhancement of education either formal education or informal education, (3) Increasing the health quality by increasing health facilities evenly and making program to increase people income. One of those program is with labor-intensive investment, (4) Create the quality of economic enhancement and equalization. Key Words : Poverty, Gross Regional Domestic Product, The Number of Educated Alphabet, The Number of Life Hope, The Level of Open Unemployed. | |
| 14644 | 17964 | D1B015003 | PENGARUH PEMBALURAN ASAM JAWA (Tamarindus indica L) TERHADAP DAYA IKAT AIR DAN SUSUT MASAK PADA DAGING ITIK AFKIR BAGIAN DADA | Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh pembaluran dan mengetahui level pembaluran Asam Jawa yang terbaik terhadap daya ikat air dan susut masak daging itik afkir bagian dada. Pengambilan data mulai tanggal 9 sampai dengan 13 Januari 2017 bertempat di labolatorium Teknologi Hasil Ternak dan Ilmu Bahan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Materi yang digunakan itik Afkir, Asam Jawa, dan aquades. Metode yang digunakan metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Terdapat empat perlakuan yaitu P0 (tanpa Pembaluran), P1 (pembaluran 5%), P2 (pembaluran 15%), dan P3 (pembaluran 25%) selama 60 menit dan lima kali ulangan. Peubah yang diukur daya ikat air dan susut masak. Hasil analisis menunjukkan pembaluran Asam Jawa memberikan pengaruh nyata (P < 0,05) terhadap daya ikat air, namun memberikan pengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap susut masak. Uji lanjut membentuk persamaan Y = 42,097626 – 0,39667797 X (r = 0,4326). Rataan daya ikat air dengan pembaluran Asam Jawa, yaitu 43,72% (tanpa pembaluran); 40,12% (5%); 32,08% (15%); 34,62% (25%) dan susut masak 41,46% (tanpa pembaluran); 42,02% (5%); 41,56% (15%); 42,48% (25%). Kesimpulan, pembaluran Asam Jawa dapat menurunkan daya ikat air tetapi menghasilkan susut masak yang sama dan pembaluran Asam Jawa yang terbaik terhadap daya ikat air dan susut masak adalah 5%. | This research aimed to know the wrapping effects and the best threshold of wrapping effects of Tamarind against water holding capacity (WHC) and cooking losses (CL) on breast meat culled duck. The data collected from 9 to January 13, 2017 at the Livestock Product Technology Laboratory and Animal Feed Stuff Laboratory Faculty of Animal Science Jenderal Soedirman University Purwokerto. The experimental materials are culled ducks, Tamarind, and Aquadest. The experimental design used Completely Randomized Block Design (CRBD) involving four treatments, Tamarind is without wrap, wrap 5%, wrap 15% and wrap 25% while 60 minute and each treatment has 5 replicates. Subsequently, parameter measurements are water holding capacity (WHC) and cooking losses (CL). As a result, data showed that wrapping Tamarind showed significant effects (P < 0,05) on water holding capacity, but the effect was not significant (P > 0,05) on cooking losses. Further test form of the equation Y = 42,097626 - 0,39667797 X (r = 0,4326). The average water holding capacity (WHC) wrapping of Tamarind, ie 43,72% (without wrap); 40,12% (5%); 32,08% (15%); 34,62% (25%) and cooking losses 41,46% (without wrap); 42,02% (5%); 41,56% (15%); 42,48% (25%). Conclusion, wrapping of Tamarind can lower water holding capacity (WHC), but produce in meat duck culled but equal relative cooking losses (CL) and the best threshold of wrapping effects of Tamarind against water holding capacity (WHC) and cooking losses (CL) is 5%. | |
| 14645 | 17965 | C1A013058 | Penerimaan Pajak Reklame di Wilayah Barlingmascakeb (Tahun 2009-2014) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan penerimaan pajak reklame di Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap, dan Kabupaten Kebumen atau wilayah Barlingmascakeb, menganalisis hubungan PDRB per kapita dan panjang jalan terhadap penerimaan pajak reklame disetiap kabupaten dan secara keseluruhan di wilayah Barlingmascakeb, dan menganalisis kontribusi penerimaan pajak reklame terhadap pendapatan pajak daerah di setiap kabupaten yang berada di wilayah Barlingmascakeb. Penelitian ini meliputi Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap, dan Kabupaten Kebumen atau wilayah Barlingmascakeb. Teknik analisis data menggunakan analisis perkembangan (Trend) dan analisis hubungan (Korelasi). Hasil analisis menunjukkan bahwa Trend penerimaan pajak reklame di Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap, dan Kabupaten Kebumen dan secara total penerimaan pajak reklame menunjukkan kecenderungan terus meningkat. Hubungan antara PDRB per kapita terhadap penerimaan pajak reklame di setiap kabupaten menunjukkan hubungan yang kuat dan arahnya positif. Hubungan antara total jumlah PDRB per kapita terhadap total penerimaan pajak reklame menunjukkan hubungan yang kuat dan arahnya positif. Hubungan panjang jalan terhadap penerimaan pajak reklame di setiap kabupaten menunjukkan hubungan kuat dan arahnya positif. Hubungan antara total jumlah panjang jalan terhadap penerimaan pajak reklame menunjukkan hubungannya kuat dan arahnya positif. Trend kontribusi penerimaan pajak reklame terhadap pendapatan pajak daerah menunjukkan kecenderungan terus menurun. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu pertama pemerintah harus memberikan akses yang mudah di bidang surat izin penyelenggaraan reklame agar para wajib pajak mampu menyelenggarakan reklame dengan tepat waktu dan sesuai dengan yang diinginkan, sehingga akan berdampak pada tercapainya target penerimaan pajak reklame yang diinginkan di Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap, dan Kabupaten Kebumen. Kedua pemerintah harus rutin menindak dan menertibkan reklame yang tidak ada izinnya, hal ini bertujuan agar penyelenggara wajib membayar pajak sebelum memasang reklame. | This study aims to analyze the development of advertisement tax acceptance in Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap and Kebumen district or region Barlingmascakeb, analyze the relationship between GDP per capita and the long road of acceptance advertisement tax in each county and the whole region Barlingmascakeb, and analyze the contribution of tax revenue to the local tax revenue billboard in every county in the territory Barlingmascakeb. This study includes the District of Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap and Kebumen district or region Barlingmascakeb. Data were analyzed using analysis of progress (Trend) and analysis of the relationship (correlation). Trend analysis shows that the advertisement tax acceptance in Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap and Kebumen and in overall tax revenue billboard showing a tendency to increase. The relationship between the GDP per capita of the advertisement tax acceptance in each district showed a strong relationship and a positive direction. The relationship between the total amount of the GDP per capita of the total tax revenue billboard showed a strong relationship and a positive direction. Long connection road towards acceptance of advertisement tax in each district shows a strong relationship and a positive direction. The relationship between the total length of the road to tax revenues billboard showed a strong relationship and a positive direction. Trend advertisement tax revenue contribution to local tax revenues show tends to decrease. The implications of the above conclusions is : first is the government must provide easy access to the permit implementation of the billboard so that the taxpayer is able to organize the advertisement on time and as expected, so it will have an impact on the achievement of revenue targets advertisement tax desirable in Banjarnegara, Purbalingga , Banyumas, Cilacap and Kebumen district. The governments must take action and curb routine billboards whose does not have a permission, it is intended that the organizers must pay taxes before installing billboards. | |
| 14646 | 17973 | F1B111047 | KEGAGALAN IMPLEMENTASI PROGRAM ONE VILLAGE ONE PRODUCT (OVOP) DALAM MEMAJUKAN POTENSI USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) (STUDI KASUS: KOPERASI SERBA USAHA MULYASARI DESA PLIKEN, KECAMATAN KEMBARAN) | Perekonomian pedesaan merupakan salah satu pondasi bagi pembangunan perekonomian nasional, hampir sebagian besar kebutuhan masyarakat kota seperti komoditas pertanian dan peternakan disuplai dari desa. Pemerintah berupaya untuk dapat memperkuat perekonomian pedesaan yaitu dengan mengembangkan ataupun menggiatkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Salah satu Program yang digulirkan oleh Pemerintah untuk meningkatakan perekonomian masyarakat adalah dengan Program One Village One Product (OVOP). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Kegagalan Implementasi Program One Village One Product (OVOP) Sebagai upaya memajukan potensi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pada Koperasi Serba Usaha Mulyasari Desa Pliken, Kecamatan Kembaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, metode penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan, meringkaskan berbagai kondisi, berbagai situasi, atau berbagai fenomena realitas sosial yang ada dimasyarakat, dan berupaya menarik realitas itu kepermukaan sebagai suatu ciri, karakter, sifat, model, tanda, atau gambaran tentang kondisi, situasi, atau fenomena tertentu (Bungin, 2007:68 ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program OVOP yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas, khususnya yang di laksanakan di Desa Pliken Kecamatan Kembaran dapat dikatakan belum berjalan optimal, masih banyak kendala-kendala yang dihadapi baik oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi ataupun oleh Koperasi itu sendiri, dalam hal ini adalah KSU Mulyasari Desa Pliken Kecamatan Kembaran. | Rural economy is one of the foundations for the development of national economy, most of the needs of the city such as agricultural commodities and livestock supplied from the village. The Government seeks to strengthen the rural economy by developing or intensifying Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). One of the programs initiated by the Government to increase the community's economy is in Program One Village One Product (OVOP). The purpose of this study was to determine Failure Program Implementation One Village One Product (OVOP) In an effort to promote the potential of Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) in the KSU Mulyasari Pliken, Kembaran. The method used in this research is descriptive research method qualitative research method aims to describe, summarize a variety of conditions, situations, or various phenomena of social reality in the community, and aims to attract that reality to the surface as a trait, character, nature, models, marks, or a description of the condition, situation, or particular phenomena (Bungin, 2007: 68). The results showed that the implementation of OVOP proposed by the Government of Banyumas Regency, especially those implemented in the village Pliken District of twins can be said not run optimally, there are still many obstacles faced by both the Department of Industry and Trade or by the cooperative it self, in this case is the KSU Mulyasari Pliken, Kembaran. | |
| 14647 | 17967 | H1L013027 | RANCANG BANGUN SISTEM PAKAR IDENTIFIKASI PENYAKIT ANAK DENGAN METODE NAIVE BAYES CLASSIFIER BERBASIS WEBSITE | Komputer kini telah digunakan secara luas di berbagai bidang, termasuk bidang kesehatan. Sistem pakar adalah salah satu cabang kecerdasan buatan yang mempelajari bagaimana memindahkan pengetahuan manusia ke dalam komputer sehingga komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan oleh pakar dan membantu membuat kesimpulan atau keputusan dari sejumlah fakta yang ada. Sistem pakar identifikasi penyakit anak dengan metode Naive Bayes Classifier berbasis website ini dibangun untuk memberikan pengetahuan tentang penyakit anak usia 1 sampai 11 tahun berdasarkan gejala yang dialami dan cara menangani penyakit tersebut, serta memudahkan identifikasi penyakit anak untuk mendapatkan pertolongan atau penanganan lebih awal. Sistem pakar tersebut dibangun dengan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL, serta terdiri dari tiga level penggguna yaitu administrator, pakar, dan pengguna. Sistem pakar tersebut dapat melakukan proses identifikasi penyakit anak dengan memasukkan data gejala penyakit anak dan dapat menampilkan hasil identifikasi. Hasil identifikasi tersebut berupa gambar penyakit, nama penyakit, penjelasan penyakit, dan solusi penyakit. | Computers are now used widely in various fields, including health. An expert system is a branch of artificial intelligence to learn how to move human knowledge into a computer so that the computer can resolve the issue as was done by an expert and help make a conclusion or decision of a number of facts. This expert system for identification childhood disease with Naive Bayes Classifier method web-based developed to provide knowledge about childhood disease from age 1 to 11 years based on symptoms experienced and how to handle the disease, and to facilitate the identification childhood disease to get help or treatment early. The expert system built with PHP programming language and MySQL database, and consists of three user levels, namely administrator, expert, and user. The expert system can make the process for identification childhood disease with entering symptoms of the childhood disease data, and can display the results of identification. The results of identification are image of disease, name of disease, description of disease, and solutions of disease. | |
| 14648 | 17968 | D1E012223 | HUBUNGAN IOFC (INCOME OVER FEED COST) DENGAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI SUSU SAPI PERAH RAKYAT DI KABUPATEN BANJARNEGARA | Penelitian bertujuan mengetahui IOFC peternakan rakyat sapi perah di Kabupaten Banjarnegara, mengetahui produksi susu sapi perah (liter/hari) di Kabupaten Banjarnegara dan menganalisis hubungan antara IOFC dengan faktor-faktor produksi susu sapi perah rakyat di Kabupaten Banjarnegara. Penelitian dengan metode survey, pengambilan sampel wilayah dilakukan secara sensus di kecamatn-kecamatan yang memiliki peternakan sapi perah di Kabupaten Banjarnegara sebanyak 50 peternak sapi perah. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode survey, melakukan observasi atau pengamatan langsung ke lapangan dan wawancara berdasarkan kuisioner. Variabel yang diukur yaitu dependen (Y)= IOFC dan independen (X)= masa laktasi, bulan laktasi, jumlah konsentrat dan jumlah hijauan. Data diolah dengan analisis regresi linier berganda dilanjutkan dengan uji t dan uji F. Rata-rata masa laktasi di 4 kecamatan banjarnegara adalah 2,34. Rata-rata bulan laktasi di 4 kecamatan banjarnegara adalah 4,14. Rata-rata produksi susu di Kabupaten Banjarnegra adalah 9,48 liter/ekor/hari. Rata-rata IOFC (Income Over Feed Cost) di peternak rakyat Kabupaten Banjarnegara adalah sebesar Rp. 55.630. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independent berpengaruh sangat nyata terhadap variabel dependent dengan tingkat kepercayaan 99% (P < 0,01). Hasil analisis koefisien determinasi R2 sebesar 0,823 yang menunjukan bahwa variabel independent secara kolektif berpengaruh terhadap pendapatan sebesar 82,3%. Variabel masa laktasi (X1) dan bulan laktasi (X2) tidak berpengaruh terhadap IOFC (income over feed cots).Variabel Pakan Konsentrat (X3) dan Pakan hijauan (X4) berpengaruh terhadap IOFC (income over feed cots) dan variabel pakan konsentrat meningkatkan IOFC. | The study was aimed to find out IOFC a public’s dairy farm in Banjarnegara, to find out dairy milk production (liters / day) in Banjarnegara district and analyze the relationship between IOFC with production factors of dairy milk production in Banjarnegara district. Research was used survey’s method, sampling was done by census to region in sub districts that have an¬¬ dairy farm in Banjarnegara regency as many as 50 dairy farmers. The method of data collection was conducted by survey method, observation , and interview based questionnaire. Measured variables were dependent (Y) = IOFC and independent (X) = lactation, lactation month, the amount of concentrate and forage quantity. Data were processed by multiple linear regression analysis followed by t test and F test average lactation in 4 districts Banjarnegara is 2.34. The average month of lactation in 4 districts banjarnegara is 4.14. Average production of milk in the District Banjarnegra is 9.48 liters / cow / day. On average IOFC (Income Over Feed Cost) in Banjarnegara district folk breeder is Rp. 55,630. The results showed that the independent variables had significant effect on the dependent variable with a confidence level of 99% (P <0.01). The results of the analysis of determination coefficient R2 is 0.823 which showed that the independent variables collectively affect the revenue of 82.3%. Variable lactation (X1) and the month of lactation (X2) had not affect the IOFC (Income over feed cots) .Variabel Feed Concentrate (X3) and forage Feed (X4) had affects on IOFC (Income over feed cots), feed concentrates increased IOFC. | |
| 14649 | 17970 | A1H011035 | DISTRIBUSI SPASIAL SIFAT FISIK TANAH SECARA HORIZONTAL SERTA DALAM BENTUK 3 DIMENSI PADA PROFIL LUBANG RESAPAN BIOPORI (LRB) DENGAN VARIASI APLIKASI PUPUK ORGANIK DAN ARANG | Lubang biopori merupakan teknologi sederhana untuk konservasi lahan dan penyediaan air bersih. Efektifitas lubang resapan biopori mempunyai hubungan dengan sifat fisik tanah dan pola distribusinya secara spasial pada lahan, tetapi publikasi tehadap kedua hubungan ini masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui sifat fisik tanah pada lubang resapan biopori dengan variasi perlakuan (pupuk organik, pupuk organik serta arang). 2) Mengetahui pola distribusi spasial sifat fisik tanah secara horizontal pada lubang resapan biopori dengan perlakuan pupuk organik dan arang. 3) Mengetahui nilai laju infiltrasi pada lubang resapan biopori. Penelitian dilaksanakan di halaman belakang Laboratorium Jurusan Teknologi Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada bulan Desember 2015 hingga bulan Maret 2016. Penelitian dilakukan dengan 3 perlakuan yaitu lubang resapan biopori dengan perlakuan pupuk + arang (PA), lubang resapan biopori dengan perlakuan pupuk organik (PO), dan lubang resapan biopori tanpa perlakuan bahan organik (TP). Variabel yang diukur berupa kadar air tanah, kepadatan tanah, dan konduktivitas hidrolik tanah (Ksat). Laju infiltrasi juga diukur setiap bulannya pada lubang resapan biopori. Bentuk kontur yang tersedia menggambarkan pola distribusi spasial sifat fisik tanah secara horizontal. Hasil penelitian menunjukkan nilai kadar air terendah dan tertinggi pada perlakuan tanpa bahan organik (TP) sebesar sebesar 0,19 m3/m3 dan 0,40 m3/m3, penambahan pupuk organik (PO) sebesar 0,34 m3/m3 dan 0,59 m3/m3, penambahan pupuk organik serta arang (PA) sebesar 0,29 m3/m3 dan 0,66 m3/m3. Nilai kepadatan tanah terendah dan tertinggi pada perlakuan TP sebesar 0,86 gr/cm3 dan 1,05 gr/cm3 , pada PO sebesar 0,58 gr/cm3 dan 0,98 gr/cm3, pada PA sebesar 0,58 gr/cm3 dan 1,20 gr/cm3. Nilai konduktivitas tanah terendah dan tertinggi pada perlakuan TP sebesar 5,32 cm/jam dan 6,60 cm/jam, pada PO sebesar 6,06 cm/jam dan 8,84 cm/jam, pada PA sebesar 6,22 cm/jam, dan 18,12 cm/jam. Nilai laju infiltrasi tertinggi pada perlakuan PA, PO, dan TP masing-masing sebesar 6,5 cm/jam, 5,9 cm/jam 4,9 cm/jam. Berdasarkan bentuk kontur, pola distribusi spasial sifat fisik tanah dengan perlakuan PA menunjukan nilai keseragaman yang paling baik dibandingkan dengan perlakuan PO dan TP. Semakin dalam kedalaman LRB, semakin tinggi kadar air dan kepadatan tanah, serta semakin rendah konduktivitas hidrolik. Lebih jauh, seiring bertambahnya waktu pengamatan, kadar air dan konduktivitas hidrolik tanah semakin meningkat, sedangkan kepadatan tanah semakin menurun. | Biopori Infiltration Hole (BIH) is a simple technology for land conservation and clean water supply. The effectiveness of absorption holes bio-pore have a relationship with soil physical properties and spatial distribution patterns on land, but the publication of both these relationships are still lacking. The aims of this study are to: 1) Knowing the physical properties of soil on infiltration holes bio-pore with treatment variations (organic fertilizers, organic fertilizers and charcoal). 2) Determine the spatial distribution pattern of soil physical properties horizontally on bio-pore absorption holes with organic fertilizer treatment and charcoal. 3) Knowing the value of infiltration at bio-pore absorption holes. This study was held in the backyard of Agricultural Technology laboratory, Jenderal Soedirman University, Purwokerto from December 2015 to March 2016. The study was conducted with three treatments, consists of: BIH with the treatment of fertilizer + charcoal (PA), BIH with the treatment of organic fertilizers (PO) and BIH with untreated organic material (TP). The variables measured by this study are soil water content, soil density, and soil hydraulic conductivity (Ksat). The infiltration rate was also measured each month on bio-pore absorption holes. The available shape contour describe the spatial distribution pattern of soil physical properties horizontally. The results of this study showed that the lowest and highest water levels on treatment without organic matter (TP) of 0.19 m3/m3 and 0.40 m3/m3, the addition of organic fertilizers (PO) of 0.34 m3/m3 and 0.59 m3/m3, the addition of organic fertilizers and charcoal (PA) of 0.29 m3/m3 and 0.66 m3/m3. The value of the lowest and highest soil density on TP treatment of 0.86 g/cm3 and 1.05 g/cm3, the PO was 0.58 g/cm3 and 0.98 g/cm3, the PA was 0.58 g/cm3 and 1.20 g/cm3. Soil conductivity value at the lowest and highest TP treatment by 5.32 cm/hour and 6.60 cm/hour, at a PO of 6.06 cm/hour and 8.84 cm/hour, the PA of 6.22 cm/hour and 18.12 cm/hour. The highest infiltration rate value in the treatment of PA, PO, and TP respectively by 6.5 cm/hour, 5.9 cm/hour, 4.9 cm/hour. Based on the shape of the contour, the spatial distribution pattern of soil physical properties by treatment with PA showed the most excellent uniformity value compared to the treatment PO and TP. The deeper the depth of the BIH, the higher the moisture content and density of the soil, and the lower the hydraulic conductivity. Furthermore, with increased observation time, the water content and hydraulic conductivity of the soil increased, while the soil density decreased. | |
| 14650 | 17971 | C1C010112 | PERBEDAAN PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI SENIOR DAN JUNIOR TERHADAP PROFESIONALISME AKUNTAN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa senior dan mahasiswa junior terhadap profesionalisme akuntan yang meliputi prinsip integritas, prinsip objektivitas, prinsip kompetensi, prinsip kerahasiaan dan prinsip perilaku profesional.. Analisisnya didasarkan pada jawaban responden yang diperoleh melalui kuesioner yang didistribusikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jenderal Soedirman Purwokerto. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa akuntansi S1 Program Alih Jenjang dan mahasiswa akuntansi S1 Reguler Universitas Negeri Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan metode sampling. Sampel yang dipilih adalah mahasiswa senior yang merupakan mahasiswa S1 Program Alih Jenjang dan mahasiswa junior yang merupakan mahasiswa S1 Reguler. Untuk menguji reabilitas data digunakan Cronbach Alpha sedangkan untuk menguji normalitas data digunakan Kolmogorov-Smirnov. Untuk menguji perbedaan homogenitas variance data digunakan Independent Sample t-Test. Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat perbedaan persepsi antara mahasiswa senior dan mahasiswa junior terhadap profesionalisme akuntan yang meliputi prinsip integritas, prinsip objektivitas, prinsip kompetensi, prinsip kerahasiaan dan prinsip perilaku professional. | This research aims to determine perceptions of senior students and junior students to profesionalism of accountants includes the principle of integrity, principle of objectivity, principle of competence, principle of confidentiality, and principle of professional behavior. The analysis is based on respondents' answers obtained through a questionnaire that was distributed in Economics adn Business Faculty State University of Jenderal Soedirman Purwokerto. Population of this research are undergraduate students over the ledder and regular undergraduate student State University of Jenderal Soedirman Purwokerto. This research used sampling methods. The selected sample are senior students who is undergraduate students over the ledder and junior students who is regular undergraduate students. To test the reliability of data used Cronbach Alpha while to test the normality of data used Kolmogorov-Smirnov. To test homogenity variance of data used Independent Sample t-Test. The result of this research are show that difference in the perception between senior students and junior students of to profesionalism of accountants includes the principle of integrity, principle of objectivity, principle of competence, principle of confidentiality, and principle of professional behavior. | |
| 14651 | 17969 | H1D013041 | PENGEMBANGAN ESTIMASI BIAYA KONSEPTUAL PADA PEMBANGUNAN JEMBATAN BETON BERTULANG (Studi Kasus Jawa Tengah Bagian Barat) | Estimasi biaya konseptual adalah suatu seni memperkirakan anggaran proyek. Pada tahap ini informasi data terbatas sehingga ketelitian yang dihasilkan rendah yaitu ± 15-20%. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model estimasi biaya konseptual dengan menggunakan metode indeks biaya pada pembangunan jembatan beton bertulang. Jembatan yang diteliti adalah jembatan dengan struktur beton bertulang, fondasi sumuran, dengan bentang 3-25 m, lebar jembatan 3-7 m dan dibangun pada tahun anggaran 2012-2016. Data yang dibutuhkan berupa AHS, RAB dan gambar jembatan dari Dinas Pekerjaan Umum di wilayah Karesidenan Pekalongan, Karesidenan Kedu, Kabupaten Banjarnegara, Cilacap dan Purbalingga. Hasil dari penelitian ini diperoleh model estimasi biaya konseptual keseluruhan per m2 BJi L = (6x10-12 e 0.0208x) x Psa x Lsa, dengan nilai error 15.76% dan nilai R2 0.6394. Model estimasi biaya konseptual pekerjaan utama per m2 struktur atas BJ(SA)i L = (1x10-5 e0.0142x) x Psa x Lsa, struktur bawah BJ(SB)i L = (10 e0.0067x) x Psb x Lsb, oprit BJ(OP)i L = (3x10-31 e0.0415x) x Pop x Lop dengan nilai error 5.03%. Penggunaan model estimasi biaya konseptual di luar daerah kajian studi dapat dilakukan dengan mengkombinasikan dengan IKK (Indeks Kemahalan Konstruksi) pada tahun yang sama. | Conceptual cost estimation is an art to estimated budget of the project. At this phase the data information is limited so that the resulting low precision that is ±15-20%. This research aims to gain conceptual cost estimation model using cost index method of reinforced concrete bridge. The bridge is a bridge structure of reinforced concrete, caisson foundation, with a span of 3-25 m, width of the bridge 3-7 m and built in fiscal year 2012-2016. The required data are AHS, RAB and drawings of the bridge from the Department of Pekejaan Umum in the area of Pekalongan Regency, Kedu Regency, Banjarnegara, Purbalingga and Cilacap. The results of this research are conceptual cost estimation models obtained overall per m2 BJiL = (6x10-12 e 0.0208 x) x Psa x Lsa, with 15.76% of the error values and the value of R2 0.6394. Conceptual cost estimation model of main job per m2 the up structure BJ(SA)iL = (1x10-5 e 0.0142 x) x Psa x Lsa, sub structure BJ(SB)iL = (10 x e 0.0067x) x Psb x Lsb, oprit BJ(OP)iL = (3x10-31 e 0.0415 x) x Pop x Lop with a value error 5.03%. The use of conceptual cost estimation models outside of the area of study the studycan be done by combining with IKK (Indeks Kemahalan Konstruksi) in the same year. | |
| 14652 | 17972 | C1A013018 | ANALISIS PENGANGGURAN TERBUKA DI KABUPATEN BANYUMAS PERIODE TAHUN 2000-2014 | Penelitian ini berjudul “Analisis Pengangguran Terbuka di Kabupaten Banyumas Periode Tahun 2000-2014”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Upah Minimum Kabupaten (UMK) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap pengangguran terbuka di Kabupaten Banyumas periode tahun 2000-2014, serta untuk mengetahui hubungan antara jumlah penduduk dan pengangguran terbuka di Kabupaten Banyumas periode tahun 2000-2014. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dalam bentuk time series (2000-2014). Alat analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dan analisis korelasi. Beradasarkan hasil penelitian dengan tingkat keyakinan 95 persen atau α = 0,05 menunjukan bahwa (1) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengangguran terbuka, (2) Upah Minimum Kabupaten (UMK) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengangguran terbuka, (3) Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pengangguran terbuka, (4) variabel yang paling berpengaruh terhadap pengangguran terbuka di Kabupaten Banyumas adalah PDRB. Hasil penelitian diketahui nilai R2 sebesar 55,24 persen. Hal ini berarti variasi jumlah pengangguran terbuka dapat dijelaskan oleh variasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Upah Minimum Kabupaten (UMK) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 55,24 persen, sedangkan sisanya sebesar 44,76 persen dijelaskan oleh variabel-variabel lain diluar model yang tidak ikut diteliti. (5) jumlah penduduk memiliki hubungan positif dan kuat dengan pengangguran terbuka di Kabupaten Banyumas. Implikasi dari penelitian ini adalah (1) untuk menekan pengangguran perlu adanya peningkatan PDRB Kabupaten Banyumas khususnya pada sektor rill (2) penentuan upah perlu dilakukan berdasarkan musyawarah antara pengusaha buruh, dan pemerintah, sehingga upah yang berlaku dapat diterima oleh semua pihak (3) Jumlah penduduk perlu ditekan dan ditingkatkan kualitas sumberdaya manusianya, serta masih perlu adanya tambahan lapangan pekerjaan untuk menyerap jumlah penduduk yang semakin meningkat. | The title of this research is “The analysis of opened unemployment in Banyumas Regency in 2000 up to 2014”. The research aims to determine the effect of Regional gross domestic product, the district minimum wage, and the index of human development to opened unemployment in Banyumas Regency in 2000 up to 2014, as well as to determine the relationship between population and opened unemployment in Banyumas regency in 2000-2014. The data used in this research is secondary data in the form of time series ( 2000-2014). The analytical methods used in this research are double linear regression and correlation analysis. Based on the result of the research with the level of accuracy is up to 95% or α = 0,05, it shows that (1) Regional Gross Domestic Product has negative effect and significant to opened unemployment, (2)the district minimum wage has positive effect and significant to opened unemployment, (3) the index of human development has negative effect and is not significant to opened unemployment, (4)the most influencial variable to opened unemployment in Banyumas regency is Regional gross domestic product. The result of the research is known by the value of R² is 55,24%. This means that the variation number of opened unemployment can be explained by the variation of Regional gross domestic product, the district minimum wage, and the index of human development is 55,24%, while the rest is 44,76% and it is explained by others variabels which are out of the model that was observed. (5) the number of population has strong and positive relation to opened unemployment in Banyumas regency. The implication of this research are (1) to push down the unemployment, it needs the increase of Regional gross domestic product in Banyumas Regency, especially in the rill sector (2) the determination of wages should be based on an agreement among employers, employees and the government, so that the prevailing wage can be accepted by all parties (3) the number of population needs to be pressed and the quality of human resources needs to be improved, besides the number of work fields should be increased in order to provide jobs because of the increasing number of population. | |
| 14653 | 17974 | G1D013077 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEMASAN MASYARAKAT TERHADAP RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DI DUSUN CILOMBANG KECAMATAN LUMBIR KABUPATEN BANYUMAS | Latar Belakang: Tanah longsor merupakan jenis gerakan massa tanah atau batuan yang menyebabkan kerugian material, dampak fisik dan dampak psikologis berupa kecemasan dan depresi. Kecemasan dipengaruhi oleh potensi stressor, maturitas, tingkat pendidikan, tingkat ekonomi, keadaan fisik, kepribadian, sosial budaya, lingkungan, umur dan jenis kelamin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan masyarakat terhadap risiko bencana longsor di Dusun Cilombang Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian menggunakan cross sectional design. Pengambilan data menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden 78 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian menggunakan instrumen berupa kuesioner GADA. Data dianalisis dengan uji Chi Square dengan nilai kebermaknaan <0,05. Hasil: Mayoritas responden berusia 49 tahun, berjenis kelamin perempuan (92,3%), pendidikan terakhir SD (84,6%), mengalami kecemasan sedang (93,6%), potensi stressor sedang (88,5%) dan pengetahuan baik (80,8%). Tidak ada hubungan yang bermakna antara usia (p = 0,720), jenis kelamin (p = 0,920), tingkat pendidikan (p = 0,756) dengan kecemasan. Ada hubungan yang bermakna antara potensi stressor (p = 0,000), dan pengetahuan (p = 0,004) dengan kecemasan. Kesimpulan: Potensi stressor dan pengetahuan adalah faktor yang mempengaruhi kecemasan masyarakat terhadap risiko bencana longsor di Dusun Cilombang Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas Kata kunci: Bencana, kecemasan, longsor | Background: Landslide is a type of mass movement of soil or rock that cause material losses, impact of physical and psychological effects such as anxiety, stress and depression. Anxiety that influenced by potential stressors, maturity, education and economic status, physical, personal, social, cultural, environmental, age, and gender. This study was expected to determine factors that influence community anxiety on landslides risk at Cilombang. Purpose: This study aimed to determine factors that affect the community anxiety on landslide risk at Cilombang Lumbir Banyumas Regency. Method: That study used a cross sectional design. The data collection used total sampling technique with the number of respondents 78 persons who fullfiled inclusion criteria. The study used instrument such as questionnaire of GADA. Data were analyzed used Chi Square test with the significance level of <0,05. Result: Results indicated the majority of respondent aged 49 years, sex women (92,3%), last education in Primary Schools (84,6%), anxiety moderate (93,6%), potential stressors moderate (88,5%) and knowledge good (80,8%). There was not relationship significantly between age (p = 0,720), Gender (p = 0,926), education level (p = 0,756) and anxiety. While, it was relationship significantly between potential stressor (p = 0,000), and knowledge (p = 0,004) and anxiety. Conclusion: Potential stressor and knowledge were factors that affected the community anxiety on landslide risk at Cilombang Lumbir Banyumas Regency | |
| 14654 | 17975 | H1D012005 | PENGARUH GAYA PRATEGANG AWAL TERHADAP KINERJA KABEL BAJA 4D6 SEBAGAI PERKUATAN EKSTERNAL BALOK BETON BERTULANG | Untuk menangani kegagalan struktur yang disebabkan akibat kesalahan perencanaan, dibutuhkan perkuatan struktur sebagai antisipasi awal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk megetahui pengaruh gaya prategang awal pada perkuatan eksternal balok beton bertulang dengan menggunakan kabel baja 4D6. Metode perkuatan ini dilakukan secara eksternal tanpa penambahan mortar, sehingga tidak ada penambahan berat beban sendiri. Pengujian meliputi kapasitas lentur, kekakuan lentur, daktalitas, dan pola retak serta tipe keruntuhan. Penelitian dilakukan terhadap satu buah balok beton bertulang tanpa perkuatan atau balok kontrol, 3 buah balok perkuatan yang diperkuat dengan 4 kabel baja diameter 6 mm yang di beri gaya prategang masing-masing 10%, 20%, dan 30%. Penampang benda uji balok dengan dimensi 100 mm x 150 mm x 1000 mm. Pengujian dilakukan dengan metode third point loading. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kapasitas momen lentur dan kekakuan efektif benda uji balok perkuatan mengalami peningkatan terhadap balok kontrol, dengan rasio terbesar diperoleh pada benda uji perkuatan dengan gaya prategang awal 20% sebesar 1,60 dan 1,52. Sedangkan indeks daktilitas benda uji balok perkuatan mengalami penurunan terhadap balok kontrol, dengan rasio peningkatan terkecil 0,81 pada benda uji perkuatan dengan gaya prategang awal 30%. Pola retak yang terjadi untuk benda uji balok beton bertulang relatif seragam dapat dikategorikan tipe keruntuhan lentur. | To solve structural failure caused due to planning errors. Therefore, there need strengthening as a mitigation. The aim of this experiment is to determine the performance of 6 mm diameter wire rope as an external strengthening of reinfoced concrete beam. This strengthening method is done externally without adding any mortar, so there is no additional self weight. Consist include of flexural capacity, effective stiffness, ductility index, cracking pattern and type of failure. This experiment conducted on three reinforced concrete beams, which were one beam without strengthening as a control beam, three beam strengthened by four of 6 mm diameter wire rope by prestressing force respectively 10%, 20% dan 30%. Cross section of the specimen beam with the dimension of 100 mm x 150 mm x 1000 mm. Third point loading was set up as a loading method. The results found the flexural capacity and Effective Stiffness of strengthening beam was increased compared to control beam, with the largest ratio 1.60 dan 1.52 realated to the strengthened beam with 20% initial prestressed. While the index of ductility of beam decreased compared to control beam, with the lowest ratio is 0.81 realated the strengthened beam with 30% initial prestressed. Cracking pattern of reinforced concrete beam is relatively uniform and can be categorized as flexural failures. | |
| 14655 | 17981 | I4B016086 | PERBEDAAN PEMBERIAN TEKNIK RELAKSASI NAPAS DALAM DAN KOMPRES HANGAT TERHADAP INTENSITAS NYERI SAAT PEMASANGAN KATETER URIN DI IGD RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | ABSTRAK Latar Belakang: Tindakan kateterisasi urin pada umumnya dapat mengakibatkan rasa nyeri. Nyeri tersebut disebabkan oleh spasme spingter uretra. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis efek teknik relaksasi napas dalam dan kompres hangat terhadap intensitas nyeri pada pasien saat pemasangan kateterisasi urin di IGD Rumah Sakit margono Soekarjo Purwokerto. Metodologi: Metode penelitian menggunakan rancangan eksperimen semu dengan pendekatan post test only design. Jumlah sampel sebanyak 17 responden tiap-tiap kelompok. Pengambilan sampel dengan teknik consecutive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar skala nyeri numerik, selanjutnya data dianalisa dengan uji Mann Whitney U. Hasil Penelitian: Pada hasil penelitian diperoleh rata-rata skala nyeri kelompok perlakuan dengan teknik relaksasi napas dalam pada saat pemasangan kateterisasi urin adalah 6,12, dengan skala terendah adalah 4 dan skala tertinggi adalah 7. Rata-rata skala nyeri kelompok perlakuan dengan metode kompres hangat pada saat pemasangan kateterisasi urin adalah 5,29 dengan skala terendah adalah 4 dan skor tertinggi adalah 7. Hasil analisa data menunjukan nilai p sebesar 0,015 (p < 0,05). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan persepsi nyeri yang bermakna antara kelompok napas dalam dan kelompok kompres pada saat pemasangan kateterisasi uretra. | ABSTRACT Background: The urinary catheterization may cause pain. The pain is caused by spasm of the urethra sphincter. The purpose of this study is to analyze the effects of relaxation techniques deep breathing and warm compress against the perception of pain in patients with urinary catheterization during installation in ER Margono Soekarjo Purwokerto Hospital. Methodology: The research used a quasi-experimental design with post test only design approach. The samples of this study were 17 respondents in each group. The sampling technique of this study was consecutive sampling technique. The data of this study were collected with a numerical pain scale, then the data were analyzed by Mann Whitney U test. Result: Based on the research result that the average of pain scale group treated with relaxation techniques deep breath at the time of installation of urinary catheterization is 6.12, the lowest scale is 4 and the highest scale is 7. The average of pain scale of the group treated with the method warm compresses during installation urinary catheterization is 5.29 with the lowest scale is 4 and the highest scale is 7. The result of analizing data showed the p value was 0.015 (p <0.05). Conclusion: The result showed that there is any significant difference in pain perception between the group of deep breathing relaxation technique and the warm compress at the time of installation of urethral catheterization. Keywords: pain, deep breathing relaxation technique, warm compresses | |
| 14656 | 17982 | I1F015034 | PENGARUH KOMPRES AIR HANGAT 40-50°C PADA LEHER TERHADAP NYERI POST INTUBASI DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Latar belakang: Intubasi merupakan prosedur tindakan yang sering dilakukan di ruang intensive care unit. Adanya pemasangan intubasi dapat mengakibatkan efek yang tidak diharapkan, salah satunya nyeri. Hasil studi pendahuluan nyeri terjadi pada pasien post intubasi di ruang ICU Rumah Sakit Prof. dr. Margono. Soekarjo Purwokerto. Farmakoterapi selama ini menjadi pilihan utama dalam mengatasi nyeri post intubasi. Beberapa intervensi non farmakologi yang telah diterapkan dirasa kurang efektif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres air hangat 40-50°C pada leher terhadap penurunan nyeri pada pasien post intubasi di ruang ICU Rumah Sakit Prof. dr. Margono. Soekarjo Purwokerto. Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan jenis rancangan eksperimen semu (Quasi experiment) dengan desain non equivalen pre and post control. Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dalam periode waktu 20 November 2016 sampai 30 Januari 2017 diambil sebanyak 30 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Non Verbal Pain Scale (NVPS). Analisis data menggunakan uji t-test. Hasil: Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai p-value 0.006 (p<0.05). Kesimpulan: Ada pengaruh kompres air hangat 40-50°C pada leher terhadap penurunan nyeri pada pasien post intubasi di ruang ICU Rumah Sakit Prof. dr. Margono. Soekarjo Purwokerto. | Background: Intubation is the procedure for an action often performed in the intensive care unit. Their installation intubation may result in undesirable effects, one of which is pain. Results of preliminary studies of pain occurs in patients with post-intubation in the ICU Hospital Prof. dr. Margono. Soekarjo Purwokerto. Pharmacotherapy has been the main choice in pain relief post-intubation. Several non-pharmacological interventions that have been implemented deemed less effective. Objective: This study aimed to determine the effect of warm water compresses 40-50 ° C at the neck to the reduction of pain in patients with post-intubation in the ICU Hospital Prof. dr. Margono. Soekarjo Purwokerto. Methods: This was an experimental study with a quasi-experimental design types (Quasi experiment) with non-equivalent design pre and post control. Sampling using consecutive sampling in the time period 20 November 2016 until January 30, 2017 taken by 30 respondents. The instrument used in this study is the scale of Non Verbal Pain Scale (NVPS). Data analysis using t-test. Results: Based on the analysis of data obtained by the p-value of 0.006 (p <0.05). Conclusion: There is the influence of warm water compresses 40-50 ° C at the neck to the reduction of pain in patients with post-intubation in the ICU Hospital Prof. dr. Margono. Soekarjo Purwokerto. | |
| 14657 | 17983 | C1L013046 | THE ANALYSIS OF KEYS SUCCESS AND FAILURE FACTORS OF COMPANY MERGER CASE STUDY OF INDONESIAN COMPANY MERGER | Ditengah perkembangan bisnis yang semakin dinamis, para pelaku bisnis menggunakan berbagai cara untuk dapat mengembangkan dan meningkatkan nilai dari satu perusahaan. Salah satu cara dengan melakukan kombinasi bisnis berupa merger dan akuisisi. Merger adalah penggabungan dua entitas atau lebih menjadi satu entitas. Perkembangan perusahaan yang melakukan merger di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Merger diharapkan dapat meningkatkan nilai perusahaan dan kinerja keuangan sebuah perusahaan. Namun di Indonesia ada beberapa perusahaan yang mengalami penurunan pada kinerja keuangan nya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melakukan analisa terhadap perkembangan perusahaan yang melakukan merger di Indonesia yang berhasil dan gagal. Berdasarkan beberapa penelitian terdahulu yang membahas tentang kunci sukses dan gagal perusahaan merger, muncul kerangka pemikiran yang akan menjadi landasan untuk pembahasan pada chapter IV yaitu indikator perusahaan yang berhasil dan gagal. Dengan menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif, dan teknik analisis data Miles and Huberman, teknik analisis data dibagi menjadi tiga tahapan yaitu data reduksi, tampilan data dan kesimpulan. Penelitian ini akan membahas secara dalam faktor apakah yang menyebabkan suatu perusahaan merger berhasil dan gagal. PT Bakire Telecom, PT Semen Indonesia, PT Bank BRI Agro, dan PT Matahari Department Store adalah perusahaan yang akan dilakukan analisa pada penelitian ini. | In the era of the dynamic business development, business parties use various ways to be able to develop and increase the value of the company. One method to do is with business combination in the form of mergers and acquisitions. Merger is a merger of two or more entities into one entity. The development company that merged in Indonesia from year to year has increased. The merger is expected to enhance shareholder value and the financial performance of a company. But in Indonesia there are several companies that experienced a decline in its financial performance. The purpose of this study is to analyze the development of the company merged in Indonesia who succeeded and failed. Based on some previous research that discusses the key to successful and failure company mergers, emerging framework that will be the basis for a discussion on chapter IV there are some indicator for the success and failure of company merger as the basic framework of this study. By using the approach of qualitative research methods and data analysis techniques Miles and Huberman, data analysis technique divided into three stages, the data reduction, data display, and conclusion. This study will discuss the factor that caused a company merger succeeded and failed. PT Bakrie Telecom, PT Semen Indonesia, PT Bank BRI Agro and PT Matahari Department Store is the company that will be analyzed in this study. | |
| 14658 | 17991 | F1B009068 | PENGARUH FAKTOR PERENCANAAN TERHADAP EFEKTIVITAS MUSRENBANG DI DESA KLAPAGADING KULON KECAMATAN WANGON | Penelitian ini berjudul “Perencanaan Partisipatif Pengaruh Faktor-Faktor Perencanaan Terhadap Efektivitas Musrenbang di Desa Klapagading Kulon Kecamatan Wangon”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif dan pengaruhnya musyawarah perencanaan pembangunan di desa Klapagading Kulon. Kegiatan pembangunan tidak akan lepas dari kegiatan perencanaan, karena perencanaan adalah sebuah proses penyusunan rencana untuk kegiatan yang akan dilakukan dimasa depan. Berkaitan dengan perencanaan pembangunan, desa Klapagading Kulon menetapkan perencanaan pembangunan melalui proses musyawarah dari tingkat terendah yaitu RT, RW dan Desa. Kegiatan ini biasanya disebut dengan Musrenbangdes. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui kuisioner dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil perhitungan besarnya pengaruh variable X terhadap vatiabel Y adalah 0.098. Uji signifikan korelasi product moment terdapat nilai Sig. (2-tailed) yaitu 0,487 > 0.005 dimana yang berarti faktor perencanaan MUSRENBANG berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pembangunan di desa Klapagading Kulon. Berdasarkan penelitian yang dilakukan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara variable X terhadap variable Y atau adanya pengaruh perencanaan musyawarah pembangunan desa terhadap efektivitas pembangunan desa Klapagading Kulon. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan adanya variable yang mendukung maka efektivitas kerja pembangunan desa Klapagading Kulon sudah Berjalan dengan baik, dengan pengelolaan dan penentuan sumber masalah yang tepat dengan baik maka semakin baik pula efektivitas kerja tersebut. | This study entitled "Participatory Planning, Planning Factors Influence Effectiveness Against Musrenbang Village Kulon subdistrict Klapagading Wangon". The purpose of this study was to determine how effective and influence development planning in the village Klapagading Kulon. Based on the legislation, one of the stages of planning and budgeting should be done at the local level is the Development Planning Meeting (Musrenbang). In connection with development planning, rural development planning Klapagading Kulon set by deliberations of the lowest level, namely RT, RW and Village. This activity is usually referred to Musrenbangdes.This study uses a quantitative research, with data collection through questionnaires and documentation. Based on the research results and the results of calculation of the effect of variable X to Y vatiabel is 0.098. Significant test product moment correlation there is value Sig. (2-tailed) ie 0.487> 0.005 where significant planning factor MUSRENBANG significantly influence the effectiveness of rural development Klapagading Kulon. Based on research conducted that there is significant correlation between variable X to variable Y or the influence of the planning of village development forum on the effectiveness of rural development Klapagading Kulon. It can be concluded that with the variable that supports the effectiveness of rural development Klapagading Kulon already well run, with management and the determination of the exact source of any problems with either the better the effectiveness of its efforts. | |
| 14659 | 17976 | F1A013058 | Pola Pembagian Hasil Produksi Pertanian antara Pemilik dan Penggarap Sawah di Desa Kajongan, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga | Indonesia merupakan negara agraris dengan sektor pertanian yang memegang peranan penting bagi perekonomian nasional. Lahan pertanian yang semakin sempit di era modern saat ini menyebabkan status kepemilikan lahan berbeda yaitu pemilik lahan sawah dan petani penggarap. Kerjasama untuk mengolah lahan pertanian yang dilakukan oleh keduanya memunculkan pola pembagian hasil produksi pertanian. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pola pembagian hasil produksi pertanian antara pemilik dan petani penggarap, serta untuk mengetahui pendapatan rumah tangga pemilik lahan sawah dan petani penggarap. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kajongan, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Pemilihan sasaran penelitian dan teknik penentuannya menggunakan teknik purposive sampling dengan sasaran penelitian terpilih yaitu pemilik lahan sawah dan petani penggarap di desa Kajongan. Teknik Pengumpulan Data pada penelitian ini yaitu dengan wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi. Sumber data akan diperoleh dari data primer dan data sekunder. Pada penelitian ini teknik analisa data menggunakan analisis data kualitatif secara interaktif menurut Miles dan Huberman. Pengujian validasi data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber, yaitu dengan cara membandingkan data hasil pengamatan dengan berbagai pendapat dan pandangan orang lain. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pelaksanaan bagi hasil di Desa Kajongan pada umumnya menggunakan pola bagi hasil maro. Pada pola pembagian maro, biaya produksi pada awal pengerjaan sawah ditanggung oleh petani penggarap. biaya produksi tersebut akan dikembalikan kepada petani penggarap pada saat panen. Pendapatan kotor dari hasil panen akan dipotong biaya produksi usaha tani yang akan menghasilkan pendapatan bersih. Pendapatan bersih akan dibagi dua atau diparo untuk pemilik lahan sawah dan petani penggarap. Pendapatan rumah tangga petani berasal dari dua sektor yaitu dari sektor pertanian dan sektor nonpertanian. | Indonesia is an agricultural country with the agricultural sector, which plays an important role in the national economy. Farmland increasingly narrow in today's modern era led to a different land tenure ie wetland owners and farmers. Cooperation to cultivate farmland carried out by both bring up the pattern of distribution of farm produce as a consideration for the factors that have been issued. Therefore, the purpose of this study is to determine the pattern of agricultural production sharing between owners and sharecroppers, as well as to determine the household income wetland owners and farmers. This research was conducted in the village of Kajongan, District Bojongsari, Purbalingga. the method used in this research is descriptive qualitative method. Selection of target research and determination techniques using purposive sampling with the goal of selected studies that wetland owners and tenant farmers in the village Kajongan. Data collection techniques in this research is in-depth interviews, observation, and documentation. Sources of data will be obtained from the primary data and secondary data. In this study, data analysis techniques using qualitative data analysis interactively by Miles and Huberman. Validation testing data in this study using the technique of triangulation, ie by comparing the observed data with various opinions and views of others. The results of this study stated that the implementation of the outcome in the village Kajongan using the pattern of results maro. In the distribution pattern maro, production costs at the beginning of the work covered by the paddy farmers. The production cost will be refunded to the tenant farmers at harvest time. Gross income from the crop will be cut in the production costs of farming which will generate net income. The net revenue will be split into two or diparo for wetland owners and farmers. Farmer household income came from two sectors, namely in agriculture and non-agricultural sector. | |
| 14660 | 17980 | I1F015044 | PENGARUH AKUPRESUR PADA TITIK HT7, PC7 DAN LI4 TERHADAP KECEMASAN DAN NYERI PRIMIGRAVIDA INPARTU KALA I FASE AKTIF DI RSUD MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | PENGARUH AKUPRESUR PADA TITIK HT7, PC7 DAN LI4 TERHADAP KECEMASAN DAN NYERI PRIMIGRAVIDA INPARTU KALA I FASE AKTIF DI RSUD MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Christiana Dyah Setyani 1, Mekar Dwi Anggraeni 2, Sidik Awaludin 3 1 Nursing Student Faculty of Health Sciences Jenderal Soedirman University 2 Medical Surgical Nursing Departement Faculty of Health Sciences Jenderal Soedirman University Email christeendyah@gmail.com ABSTRAK Latar Belakang: Ketidaknyamanan dan nyeri persalinan unik sebab terdapat produk akhir yang nyata. Ketidaknyamanan terutama pada primigravida (ibu yang pertama kali hamil). Kecemasan dan nyeri merupakan hal yang kompleks. Kecemasan dapat meningkatkan persepsi nyeri dan sebaliknya, Salah satu manajemen nyeri dan kecema-san menggunakan teknik akupresur. Tujuan Penelitian : Mengidentifikasi pengaruh akupresur pada titik HT7, PC7 dan LI4 terhadap kecemasan dan nyeri primigravida inpartu kala I fase aktif Metode penelitian : Quasi experimental dengan pretest- posttest with control group design. Melibatkan primigravida inpartu kala I fase aktif di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto pada Januari-Februari 2017 sebanyak 44 responden, terbagi dalam ke-lompok perlakuan dan kontrol yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan teknik consecutive sampling. Instrument penelitian kuesioner untuk data demografi, penilaian kecemasan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) serta penilaian nyeri Nu-meric Pain Rating Scale (NPRS). Analisa Data : Analisis univariat data demografi menggunakan persentase. Normali-tas data menggunakan parameter Shapiro-Wilk karena jumlah sampel <50. Uji statisti-ka t test independent pada kecemasan p=0,000 dan uji Mann-Whitney pada nyeri p=0,000. Hasil dan kesimpulan: Ada pengaruh pemberian akupresur pada titik HT7, PC7 LI4 terhadap kecemasan dan nyeri primigravida inpartu kala I fase aktif. Hasil ini efektif bila diterapkan dalam pelayanan klinis. Kata Kunci: Primigravida, Akupresur, Kecemasan, Nyeri, Persalinan | ACUPRESSURE EFFECT ON HT7, PC7 AND LI4 POINT ON ANXIETY AND PAIN FIRST STAGE PRIMIGRAVID INPARTU ON ACTIVE PHASE IN MARGONO SOEKARJO HOSPITAL PURWOKERTO Christiana Dyah Setyani 1, Mekar Dwi Anggraeni 2, Sidik Awaludin 3 1 Nursing Student Faculty of Health Sciences Jenderal Soedirman University 2 Medical Surgical Nursing Departement Faculty of Health Sciences Jenderal Soedirman University Email christeendyah@gmail.com ABSTRACT Background: Discomfort and pain in labor is unique because there is a real end prod-uct. Discomfort especially in primigravida (first-time pregnancy for woman). Anxiety and pain are complex. Anxiety can increase the perception of pain and on the contra-ry. One of the pain management and anxiety is using acupressure techniques. Objective: To identify the effect of acupressure on point HT7, PC7 and LI4 to anxie-ty and pain in first stage primigravid inpartu on active phase Methods: Quasi-experimental with pretest-posttest control group design. It involves 44 respondents with first stage primigravid inpartu pain on active phase in Margono Soekarjo hospital Purwokerto in January-February 2017, divided into treatment and control groups that met inclusion and exclusion criteria with consecutive sampling technique. The instrument research is questionnaires for demographic data, anxiety assessment Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) as well as pain assessment Nu-meric Pain Rating Scale (NPRS). Data Analysis: Univariate analysis of demographic data using percentages. Data normality using the Shapiro-Wilk parameter because the sample size is less than 50. Statistics test of t test independent on anxiety p = 0.000 and Mann-Whitney test on pain p = 0.000. Results and conclusions: There is the effect of acupressure on point HT7, PC7 LI4 to anxiety and pain in first stage primigravid inpartu on active phase. These results are effective when applied in clinical care. Keywords: primigravidae, Acupressure, anxiety, pain, Childbirth |