| NIM | D1E013110 |
| Namamhs | PUJO SULISTYO |
| Judul Artikel | KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK PAKAN KAMBING YANG MENDAPAT SUPLEMENTASI SULFUR DAN ASAM ISOBUTIRAT SECARA IN VITRO |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Tujuan penelitian adalah mengkaji pengaruh interaksi sulfur dan asam isobutirat terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik pakan kambing, mengkaji pengaruh sulfur terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik pakan kambing, serta mengkaji pengaruh asam isobutirat terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik pakan kambing. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah cairan rumen dari 3 ekor kambing Jawarandu jantan yang diambil di tempat pemotongan kambing, Pasar Sokaraja, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas segera setelah kambing dipotong. Ransum perlakuan yang terdiri atas ransum basal (rumput lapang 60%, dedak padi 22%, pollard 3,3% dan bungkil kelapa 14,67%), sulfur dan asam isobutirat. Penelitian dilakukan menggunakan metode experimental secara in vitro menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 3, terdapat 9 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang 3 kali, sehingga terdapat 27 unit percobaan. Perlakuan yang diteliti adalah P1 = ransum basal + sulfur 0% + asam isobutirat 0 mM, P2 = ransum basal + sulfur 0% + asam isobutirat 0,2 mM, P3 = ransum basal + sulfur 0% + asam isobutirat 0,4 mM, P4 = ransum basal + sulfur 0,3%+ asam isobutirat 0 mM, P5 = ransum basal + Sulfur 0,3% + asam isobutirat 0,2 mM, P6 = ransum basal + sulfur 0,3%+ asam isobutirat 0,4 mM, P7 = ransum basal + sulfur 0,6%+ asam isobutirat 0mM, P8 = ransum basal + sulfur 0,6%+ asam isobutirat 0,2 mM, dan P9 = ransum basal + sulfur 0,6%+ asam isobutirat 0,4 mM. Peubah yang diamati yaitu kecernaan bahan kering (KBK) dan kecernaan bahan organik (KBO). Data peubah dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji Orthogonal Polinomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara suplementasi sulfur dan asam isobutirat menurunkan (P<0,01) kecernaan bahan kering, Sedangkan pada kecernaan bahan organic tidak ada interaksi antara suplementasi sulfur dan asam isobutirat. Namun suplementasi sulfur berpengaruh menurunkan (P<0,05) kecernaan bahan organik. Kesimpulan dari penelitian adalah kecernaan bahan kering terbaik diperoleh dari interaksi antara suplementasi sulfur dan asam isobutirat pada taraf sulfur 0% dan asam isobutirat 0,2mM. dan semakin tinggi suplementasi sulfur semakin menurunkan kecernaan bahan organik dengan rata-rata penurunan 3%. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The research purposes were to review the influence of isobutyric acid and sulfur interaction on digestibility of dry matter and organic matter of goat feed, and to review the influence of isobutyric acid on digestibility of dry matter and organic matter of goat feed. The Materials of the research were from rumen fluid 3 males Jawarandu goat that was taken from the goat slaughter house, Sokaraja, Banyumas Regency after the time that goat is slaughtered. The ration consisted of basal ration (wield grass, paddy bran, pollard, and coconut oilcake), sulfur and isobutyric acid. The research was done using experimental method by in vitro using completed random design with 3x3 factorial pattern. There were combination 9 treatment was repeated 3 times, so there were 27 treatment. Treatment that reviewed are B1= basal ration + 0% of sulfur+ 0 mM isobutyric acid, B2= basal ration+ 0% of sulfur+ 0,2 mM isobutyric acid, B3= basal ration+ 0% of sulfur+ 0,4 mM isobutyric acid, B4= basal ration+ 0,3% of sulfur+ 0 mM isobutyric acid, B5= basal ration+ 0,3% of sulfur+ 0,2 mM isobutyric acid, B6= basal ration+ 0,3% of sulfur+ 0,4 mM isobutyric acid, B7= basal ration+ 0,6% of sulfur+ 0 mM isobutyric acid, B8= basal ration+ 0,6% of sulfur+ 0,2 mM isobutyric acid, B9= basal ration+ 0,6% of sulfur+ 0,4 mM isobutyric acid. The variables observed were dry matter digestibility and organic matter digestibility. The data were analyzed with variance analysis and continued with Orthogonal Polinomial test. The research results indicated that the interaction between sulfur supplementation and isobutyric acid affected very significantly (P<0.01) decreased dry matter digestibility. But sulfur supplementation significantly (P<0.05) decreased organic matter digesbility. The conclusions of the research are the higher dry matter digestibility is got from the interaction between sulfur supplementation and isobutyric acid on 0% of sulfur and 0.2 mM isobutyrate acid and the higher sulfur supplementation the lower organic matter digestibility with 3% decrease. |
| Kata kunci | kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, sulfur, asam isobutirat |
| Pembimbing 1 | Prof. Dr. Ir. F.M. Suhartati, SU |
| Pembimbing 2 | Prof. Dr. Ir. Wardhana S.P., MS |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 9 |
| Tgl. Entri | 2017-04-13 19:26:10.487856 |
|---|