| NIM | D1E013246 |
| Namamhs | ANIS APRILIANI SISWANTO |
| Judul Artikel | PRODUK VFA DAN N-NH3 PADA DAUN TURI, DAUN MENGKUDU, DAUN LAMTORO, DAN DAUN NANGKA SECARA IN VITRO |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui produksi VFA dan N-NH3 yang paling optimal dari daun turi, daun mengkudu, daun lamtoro, dan daun nangka. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun turi, daun mengkudu, daun lamtoro, daun nangka, konsentrat yang terdiri dari pollard, bungkil kelapa, onggok, mineral, dedak padi, dan urea, serta cairan rumen sapi yang diperoleh dari Rumah Potong Hewan (RPH) Bantarwuni, Purwokerto. Imbangan kosentrat dengan hijauan yang digunakan adalah 60 : 40. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen secara in vitro dengan menggunakan rancangan acak lengkap. Perlakuan yang diuji yaitu R1 (40% daun turi + 60% konsentrat), R2 (40% daun mengkudu + 60% konsentrat), R3 (40% daun lamtoro + 60% konsentrat), dan R4 (40% daun nangka + 60% konsentrat). Peubah yang diukur adalah produksi VFA dan N-NH3. Data di analisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji lanjut beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap produk VFA dengan kisaran produksi 87 mM – 158 mM dan produk N-NH3 dengan kisaran 4,225 mM – 55,825 mM. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa produk VFA dan N-NH3 yang paling optimal terdapat pada daun nangka. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This experiment was aimed to find out the optimum products of VFA and N-NH3 of turi leaf, noni leaf, lamtoro leaf, and jackfruit leaf. The materials of the research were leaf, noni leaf, lamtoro leaf, and jackfruit leaf, as well as concentrate comprised of pollard, coconut cake, cassava, minerals, rice bran and urea, and cow’s rumen fluid that was obtained from a slaughter house (RPH) in Bantarwuni, Purwokerto. The ratio of concentrate to grass used was 60 : 40%. The research method was experiment by in vitro using completely randomized design (CRD). The treatments used were R1 (40% turi leaf + 60% concentrate), R2 (40% noni leaf + 60% concentrate), R3 (40% lamtoro leaf + 60% concentrate), and R4 (40% jackfruit leaf + 60% concentrate). The variables were production of VFA and N-NH3. The Analysis of data used Analysis of Variance and Honestly Significant Difference Test. The results of the research indicated that treatment had significant effect on Volatile Fatty Acid (VFA) (P<0.01) with the productions between 64.4 mM – 81.5 mM, and Ammonia (N-NH3) with the productions between 4.225 mM – 55.825 mM. Based on these results, it can be concluded that the optimum product of VFA and N-NH3 were of jackfruit leaf. |
| Kata kunci | VFA, N-NH3, daun turi, daun mengkudu, daun lamtoro, daun nangka |
| Pembimbing 1 | Ir. H. Suparwi, MS |
| Pembimbing 2 | Dr. drh. H. Muhamad Samsi, MP |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 8 |
| Tgl. Entri | 2017-04-12 21:41:44.827647 |
|---|