Artikel Ilmiah : D1E013142 a.n. IVA AULIA RAKHMA

Kembali Update Delete

NIMD1E013142
NamamhsIVA AULIA RAKHMA
Judul ArtikelKADAR VFA DAN N-NH3 PADA KLOBOT JAGUNG, TONGKOL JAGUNG, KULIT BAWANG PUTIH, DAN DAUN SENGON SECARA IN VITRO
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar VFA dan N-NH3 paling optimal dari klobot jagung, tongkol jagung, kulit bawang putih, dan daun sengon. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah klobot jagung, tongkol jagung, kulit bawang putih, dan daun sengon, konsentrat yang terdiri dari pollard, bungkil kelapa, onggok, mineral, dedak padi, dan urea. Imbangan kosentrat dengan hijauan yang digunakan adalah 70% : 30%. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental in vitro yang dirancang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji yaitu P1 = 30% klobot jagung + 70% konsentrat, P2 = 30% tongkol jagung + 70% konsentrat, P3 = 30% kulit bawang putih + 70% konsentrat, dan P4 = 30% daun sengon + 70% konsentrat. Peubah yang diukur adalah VFA dan N-NH3. Data dihitung menggunakan persamaan aljabar kemudian dianalisis menggunakan analisis variansi dan diuji lanjut menggunakan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian kadar VFA pada perlakuan yang diuji yaitu 104.7 mM – 138.0 mM dan kadar N-NH3 pada perlakuan yang diuji yaitu 9.7 mM – 14.8 mM. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap VFA dan N-NH3. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kulit bawang putih memiliki kadar VFA yang paling optimal dan tongkol jagung, kulit bawang putih, daun sengon memiliki kadar N-NH3 yang paling optimal.
Abtrak (Bhs. Inggris)The aim of this research was to find out the optimum levels of VFA and N-NH3 of corn husk, corn cob, garlic husk, and sengon leaf. The materials used in the research were corn husk, corn cob, garlic husk, and sengon leaf, as well as a concentrate comprisied pollard, coconut cake, cassava, minerals, rice bran, and urea. The ratio of concentrate to grass used was 70% : 30%. The research method was experimental by in vitro that was designed using a completely randomized design (CRD). The treatments tested were P1 (30% corn husk + 70% concentrate), P2 (30% corn cob + 70% concentrate), P3 (30% garlic husk + 70% concentrate), and P4 (30% sengon leaf + 70% concentrate). The variables were the concentrations of VFA and N-NH3. Data were calculated using an algebraic method then analyzed using analysis of variance followed by honestly significant difference test (HSD). The average values of VFA of the treatments were between 104.7 mM – 138.0 mM and the average values of N-NH3 on treatments were between 9.7 mM – 14.8 mM. The research showed that the treatments highly significantly affected (P<0.01) VFA and N-NH3. The conclusions of this research are the optimum concentration of VFA is of garlic husk and the optimum concentrations of N-NH3 are of corn cob, garlic husk, and sengon leaf.
Kata kunciVFA, N-NH3, klobot jagung, tongkol jagung, kulit bawang putih, daun sengon, in vitro
Pembimbing 1Ir. H. Suparwi, M.S
Pembimbing 2Ir. Tri Rahardjo Sutardi, SU
Pembimbing 3
Tahun2017
Jumlah Halaman7
Tgl. Entri2017-04-12 20:02:20.407814
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.