Artikelilmiahs
Menampilkan 14.561-14.580 dari 49.718 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 14561 | 17873 | I1F015076 | HUBUNGAN RESILIENSI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS DI RSUD BANYUMAS | Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) berdampak pada berbagai aspek bio-psiko-sosial-spiritual. Dampak yang dialami oleh pasien DM dapat diminimalkan dengan melakukan manajemen DM. Manajemen DM yang kompleks dan DM yang berpengaruh pada kehidupan sehari-hari membutuhkan ketahanan diri yang disebut dengan resiliensi terutama pada faktor-faktor psikososial yang berkontribusi terhadap kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan (Health related quality of life/ HRQOL). Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan resiliensi dengan kualitas hidup pasien DM di RSUD Banyumas. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Responden dipilih menggunakan teknik quota sampling, didapatkan 92 responden. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kuesioner SF-36 untuk menilai kualitas hidup dan kuesioner CD-RISC untuk menilai resiliensi. Analisis data menggunakan uji univariat distribusi frekuensi dan uji bivariat berupa uji korelatif non parametric Somers’d. Hasil : Sebagian besar pasien DM di RSUD Banyumas berjenis kelamin perempuan (53,3%), tidak mengikuti Persadia/ Prolanis (69,6%), memiliki tingkat resiliensi yang sedang (53,3%), dan kualitas hidup yang sedang (57,6%). Analisis hubungan antara kualitas hidup dengan resiliensi diperoleh nilai p=0,000 dengan nilai korelasi 0,485. Kesimpulan : Semakin tinggi resiliensi pasien DM maka semakin baik kualitas hidupnya. | Background: Diabetes mellitus (DM) have an impact on various aspects of bio-psycho-social-spiritual. Impact experienced by patients with diabetes can be minimized through the DM management. Management of complex DM and DM that affect the daily life requires endurance themselves called resilience, especially in the psychosocial factors that contribute to the quality of life related to health (Health related quality of life / HRQOL). The purpose of this study is to identify the relationship of resilience to the quality of life of diabetic patients in hospitals Banyumas. Methods: This study used cross sectional method. Respondents were selected using quota sampling technique, obtained 92 respondents. The instrument used to collect data is the SF-36 questionnaire to assess quality of life and the CD-RISC questionnaire to assess resilience. Data analysis used univariate frequency distribution and bivariate test in the form of non-parametric test Somers'd correlative. Results: The majority of diabetic patients in hospitals Banyumas female (53.3%), do not follow Persadia / Prolanis (69.6%), has a degree of resilience that is moderate (53.3%), and quality of life are being (57.6%). Analysis of the relationship between quality of life with a resilience that the value p = 0.000 with 0.485 correlation value. Conclusion: The higher the resilience of patients with diabetes, the better quality of life. | |
| 14562 | 17875 | I1F015061 | PENGARUH SOSIALISASI SOP MOBILISASI DINI TERHADAP PELAKSANAAN MOBILISASI DINI FASE INPATIENT PADA PASIEN JANTUNG KORONER DI RUANG ICCU RSUD PROF DR MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Latar belakang : Penyakit kardiovaskuler merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Menurut World Health Organization (2013), sebanyak 45% kematian disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Penatalaksanaan jantung koroner dilakukan dengan pemberian terapi farmakologi dan bedrest. Namun bedrest mempuyai efek negatif bagi sistem kardiovaskuler sehingga untuk mencegah dan mengatasinya diperlukan upaya dengan mobilisasi dini. Program latihan pada pasien jantung koroner dilakukan dalam tiga fase yaitu fase inpatient, fase outpatient dan fase pemeliharaan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sosialisasi SOP mobilisasi dini terhadap pelaksanaan mobilisasi dini fase inpatient pada pasien jantung koroner Metode : Penelitian ini menggunakan desain pre experiment one group pretest and posttest design. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan sampel penelitian sebanyak 14 responden. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji McNemar. Hasil : Hasil penelitian menunjukan usia responden mayoritas berada pada 26-35 tahun, jenis kelamin mayoritas adalah laki-laki, tingkat pendidikan mayoritas adalah D3 Keperawatan dan lama kerja mayoritas berada pada 0-3 tahun. Hasil analisis bivariat diperoleh p-value = 0,016 yang berarti ada pengaruh sosialisasi SOP mobilisasi dini terhadap pelaksanaan mobilisasi fase inpatient pada pasien jantung koroner di Ruang ICCU Rumah Sakit Margono Soekarjo Purwokerto. Simpulan : Pelaksanaan mobilisasi fase inpatient di ruang ICCU sebelum dan sesudah sosialisasi SOP mengalami perubahan yang bermakna. | Background: Cardiovascular disease is the number one cause of death in the world. According to the World Health Organization (2013) there are 45% deaths caused by coronary heart disease. Management of coronary heart made with pharmacology therapy and bedrest. Bedrest have negative effects on the cardiovascular system that is orthostatic hypotension, increasing the workload of the heart and formation of thrombus, so as to prevent and handle the necessary effort is with early mobilization. The exercise program in patients with coronary artery was performed in three phases which inpatient performed, outpatient phase and maintenance phase Objective: This study aimed to determine the effect of the application of SOP mobilization towards the implementation of early mobilization phase in patients with coronary heart inpatient Methods: This study used a pre experimental design one group pretest and posttest design. Sampling method used total sampling with sampling consist of14 respondents. The research instrument used observation sheet. The data were analyzed by using McNemar. Results: The univariate analysis was using frequency distribution. The majority of respondents were in the 26-35 years age, the sex of the majority were male, the majority of education level is nursing Academy and long working majority are at 0-3 years. The result bivariate analysis of study obtained p-value = 0.016. Conclusions: There was an effect of early mobilization against the application of SOP implementation early mobilization inpatient phase with coronary heart disease in the ICCU RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. | |
| 14563 | 17878 | P2FB14040 | PENGARUH KOMPETENSI, MOTIVASI, LINGKUNGAN KERJA DAN PERSEPSI GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PENYULUH KELUARGA BERENCANA DI KABUPATEN PEMALANG | Perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga harus mendapatkan perhatian khusus dalam kerangka pembangunan nasional yang berkelanjutan. Harapan besar yang dibebankan kepada PKB ternyata masih diliputi berbagai masalah yang menyangkut kinerja PKB di lapangan, antara lain kemampuan manajemen yang terbatas, pelaksanaan tugas yang berorientasi angka kredit, pengetahuan dan wawasan tentang program KB yang terbatas, kemampuan mendorong partisipasi masyarakat yang tidak merata, penampilan kerja yang belum memadai dan rasio PKB terhadap jumlah desa/kelurahan binaan yang kurang tepat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui besarnya pengaruh kompetensi, motivasi kerja, lingkungan kerja dan persepsi gaya kepemimpinan secara sendiri maupun bersama-sama terhadap kinerja PKB di Kabupaten Pemalang. Metode penelitian menggunakan analisis kuantitatif. Populasi dalam penelitian berjumlah 93 orang, metode pengambilan sampel dengan teknik sampel jenuh (total sampel). Analisis data menggunakan uji statistik regresi linier sederhana dan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS versi 20. Hasil penelitian membuktikan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kompetensi dengan kinerja PKB sebesar 44,7%, ada pengaruh yang signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja PKB sebesar 15,3%, ada pengaruh yang signifikan antara lingkungan kerja dengan kinerja PKB sebesar 39,7% dan ada pengaruh yang signifikan antara persepsi gaya kepemimpinan dengan kinerja PKB sebesar 18,4%. Secara bersama-sama kompetensi, motivasi kerja, lingkungan kerja dan persepsi gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja PKB di Kabupaten Pemalang 52,8%, sedangkan 47,2 % dipengaruhi oleh variabel lain diluar model penelitian ini. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi Bapermas dan KB Kabupaten Pemalang untuk meningkatkan kompetensi PKB melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan, meningkatkan dukungan sarana dan prasarana kerja, meningkatkan pelaksanaan tugas secara demokratis dan selalu memberikan dorongan dan penghargaan kepada PKB agar tercapai hasil kerja yang terbaik. | Population development and family development should receive special attention in the framework of sustainable national development. The great hope that is charged to family planning promotor was still filled with a variety of issues concerning the performance of them in the field, such as management capabilities that are limited, execution-oriented tasks credit numbers, knowledge and insight into family planning programs are limited, ability to encourage community participation and uneven, inadequate job performance, and the ratio of the number family planning promoters to the numbers of villages/wards built that less precise. The purpose of this study is to know the influence of competence, work motivation, work environment and leadership style either individually or jointly on the performance of family planning promoter in Pemalang regency. The research method used is quantitative analysis. The study population was the whole family planning promoters totaling 93 people, methods for sampling techniques saturated samples (total samples). The data were analyzed using simple linear regression test and multiple linear regressions with SPSS version 20. The results showed that there was a significant influence of competency (X1) with the performance of family planning promoters amounted to 44.7%, there was significant influence between work motivation (X2) with performance of family planning promoters amounted to 15.3%, there was significant influence of the working environment (X3) with the performance of family planning promoters amounted to 39.7%, and there was significant effect of leadership style perception (X4) with performance of family planning promoters amount to 18.4%. Then, together competence, motivation, work environment and leadership style perception affect the performance of the family planning promoters in Pemalang amounted to 52.8%, while 47.2% is influenced by other variables outside this research model. The results of this study can be input for Bapermas and KB Pemalang to improve the competence of family planning promoters with education and training activities, improve infrastructure support work, improving implementing democratic tasks, and always give encouragement and appreciation to family planning promoters in order to achieve the best work. | |
| 14564 | 17879 | I1F015015 | PENGARUH EDUKASI DENGAN METODE DEMONSTRASI PADA PERAWAT TERHADAP KEMAMPUAN PENERAPAN RESTRAIN DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Latar belakang: Keselamatan pasien (Patient Safety) menjadi tuntutan dan kebutuhan utama masyarakat yang harus dipenuhi dalam memberikan pelayanan kesehatan. Salah satunya adalah pencegahan resiko jatuh. Pencegahan terjadinya cidera akibat jatuh dapat dilakukan tindakan berupa restrain. Tindakan restrain yang tidak tepat dapat memberikan dampak negatif, salah satunya berupa cidera. Kemampuan perawat dalam penerapan tindakan restrain yang sesuai standar dapat mencegah terjadinya cidera sehingga edukasi pada perawat mengenai penerapan restrain sangatlah penting. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi pada perawat dengan metode demonstrasi terhadap peningkatan kemampuan penerapan restrain di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Metode: Desain penelitian yang akan digunakan adalah quasi experimen with control group. Sampel yang diambil dari penelitian ini adalah sampel minimal sebesar 32 responden dimana 16 responden sebagai kelompok perlakuan berupa edukasi dengan metode demonstrasi dan 16 responden sebagai kelompok kontrol yang diberikan edukasi dengan metode ceramah. Teknik pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Uji yang digunakan adalah uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil: Nilai median pada kelompok edukasi demonstrasi adalah 11 dengan nilai minimal 9 dan maksimal 13, sedangkan setelah edukasi demonstrasi diperoleh nilai median adalah 14 dengan nilai minimal 13 dan maksimal 15. Median pada kemampuan penerapan restrain sebelum edukasi ceramah adalah 12 dengan nilai minimal 10 dan maksimal 13, sedangkan setelah edukasi ceramah diperoleh median adalah 13 dengan nilai minimal 13 dan maksimal 14. Hasil analisis menunjukkan ada perbedaan kemampuan penerapan restrain sesudah edukasi pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. p value sebesar 0,001. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan penerapan restrain sesudah edukasi demonstrasi dan ceramah di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. | Latar belakang: Keselamatan pasien (Patient Safety) menjadi tuntutan dan kebutuhan utama masyarakat yang harus dipenuhi dalam memberikan pelayanan kesehatan. Salah satunya adalah pencegahan resiko jatuh. Pencegahan terjadinya cidera akibat jatuh dapat dilakukan tindakan berupa restrain. Tindakan restrain yang tidak tepat dapat memberikan dampak negatif, salah satunya berupa cidera. Kemampuan perawat dalam penerapan tindakan restrain yang sesuai standar dapat mencegah terjadinya cidera sehingga edukasi pada perawat mengenai penerapan restrain sangatlah penting. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi pada perawat dengan metode demonstrasi terhadap peningkatan kemampuan penerapan restrain di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Metode: Desain penelitian yang akan digunakan adalah quasi experimen with control group. Sampel yang diambil dari penelitian ini adalah sampel minimal sebesar 32 responden dimana 16 responden sebagai kelompok perlakuan berupa edukasi dengan metode demonstrasi dan 16 responden sebagai kelompok kontrol yang diberikan edukasi dengan metode ceramah. Teknik pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Uji yang digunakan adalah uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil: Nilai median pada kelompok edukasi demonstrasi adalah 11 dengan nilai minimal 9 dan maksimal 13, sedangkan setelah edukasi demonstrasi diperoleh nilai median adalah 14 dengan nilai minimal 13 dan maksimal 15. Median pada kemampuan penerapan restrain sebelum edukasi ceramah adalah 12 dengan nilai minimal 10 dan maksimal 13, sedangkan setelah edukasi ceramah diperoleh median adalah 13 dengan nilai minimal 13 dan maksimal 14. Hasil analisis menunjukkan ada perbedaan kemampuan penerapan restrain sesudah edukasi pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. p value sebesar 0,001. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan penerapan restrain sesudah edukasi demonstrasi dan ceramah di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. | |
| 14565 | 17880 | I1F015075 | EFEKTIVITAS KOMPRES DINGIN TERHADAP PENURUNAN KELELAHAN MATA PADA PEKERJA KERAJINAN RAMBUT PALSU DI DESA SLINGA KECAMATAN KALIGONDANG KABUPATEN PURBALINGGA | Latar belakang: Pekerjaan di industry kerajinan rambut palsu sangat memerlukan ketekunan dan ketelitian. Penggunaan daya akomodasi yang terus menerus menimbulkan kelelahan mata. Kompres dingin merupakan salah satu terapi non farmakologik yang dapat memberikan efek kenyamanan dan relaksasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres dingin terhadap penurunan kelelahan mata pada pekerja kerajinan rambut palsu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Quasi experiment dengan design pre and post test with control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Sampel penelitian berjumlah 54 responden dan dibagi menjadi 2 kelompok. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner kelelahan mata. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann whitney. Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukkan kelelahan mata sebelum dan sesudah terapi pada kedua kelompok p=0,000 (p<0,05). Hasil uji Mann whitney didapatkan p=0,260 (P>0,05). Kesimpulan: Kompres dingin dapat menurunkan kelelahan mata tetapi tidak ada perbedaan antara pengaruh kompres dingin dan istirahat mata terhadap penurunan kelelahan mata. | Background: Works in the craft industry toupee so requires diligence and thoroughness. Use the power of accomodatin is continually cause eyestrain. Cold compress is one of non farmacology therapy that can provide comfort and relaxation effect. Objecttive: This study purposed to determine the effect of a cold compress to decrease eye fatigue o craft workers wigs. Methods: The study used Quasi Experiment with pre and post test with control group design. The sampling technique using simple random sampling. These samples included 54 respondents, and were divided into 2 groups. The reseach instrument used a questionnaire eyestrain. Analysis data used Wilcoxon test and Mann whitney test. Result: Wilcoxon test showed eyestrain before and after treatment with a p value 0,000 (p<0,05). The mean value before therapy cold compress is 3,52 while the eye in rest was 3,48 and the mean value after therapy eye in rest was 0,48, while the eye in rest was 0,85. The test results obtained Mann whitney test p value 0, 260 (p>0,05). Conclusion: Cold compress can to decrease eye fatigue but not different the effect between cold compress and the eye in rest to decreased eye fatigue. | |
| 14566 | 17857 | I1F015066 | HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN STRES KERJA PADA PERAWAT TENAGA KONTRAK DI RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA | ABSTRAK Latar belakang: Stres kerja merupakan kondisi dimana individu berada dalam situasi penuh tekanan. Stres kerja yang dialami oleh perawat dipengaruhi oleh efikasi diri. Seseorang yang memiliki efikasi diri yang baik cenderung tidak mengalami stres kerja karena memiliki keyakinan diri akan berhasil mencapai tujuan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan stres kerja pada perawat tenaga kontrak di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Metode: Desain penelitian adalah kuantitatif korelatif dengan desain cross sectional. Penelitian menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden 69 orang. Pengumpulan data dengan kuisioner dan uji statistik menggunakan uji Spearman. Hasil Penelitian: Hasil uji Spearman di dapatkan hasil p=0,001 (p<0,05) artinya ada hubungan yang bermakna antara efikasi diri dengan stres kerja dengan nilai r = – 0,378. Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara efikasi diri dengan stres kerja, hubungan bersifat negatif dengan kekuatan hubungan lemah. Semakin tinggi efikasi diri maka semakin rendah stres kerja. | ABSTRACT Background : Work stress is a condition in which individuals are in stressful situation. Work stress experiencedby nurses is influenced by self-efficacy. Someone who has a good self-efficacy tend to not experience the stress of work because it has confidence will succeed in achieving the goal. Objective : This study purposed to determine correlation between self-efficacy on contract employees nurse in dr. R. GoetengTaroenadibrataPurbalingga General Hospital. Methods : The study design was quantitative correlative with cross sectional design. Research used total sampling technique with the numbers of respondents 69 people. Collecting data used questionnaires and the statistical test used Spearman test. Result : The result of Spearman test was p value = 0,001 (p < 0,005), it was mean there is a significant correlation between self-efficacy with work stress, with r value = -0,378. Conclution : There was correlation between self-efficacy and work stress, negative correlation with the strength of weak ties. The higher self-efficacy it will decrease work stress. Keywords: nurse, self-efficacy, work stress. | |
| 14567 | 17883 | C1J012035 | THE EFFECT OF BI RATE, WORLD OIL PRICE, RUPIAH EXCHANGE RATE, AND INFLATION RATE ON JAKARTA COMPOSITE INDEX AT INDONESIA STOCK EXCHANGE IN JANUARY 2011-DECEMBER 2015 PERIOD | Pasar modal Indonesia tumbuh sangat cepat dimulai sejak akhir tahun 1988 sesuai dengan serangkaian deregulasi perbankan dan di pasar modal tahun 1986-1988. Kedua deregulasi, yang diikuti dengan masuknya dana asing ke Indonesia, pada akhirnya menyebabkan kenaikan dari investor asing ke pasar modal Indonesia. Dengan membangun pergerakan ekonomi daerah dan kerjasama ekonomi global, menunjukan adanya kemajuan perekonomian dunia dari tahun ke tahun. Kondisi perekonomian ini yang akan membawa maju seluruh negara termasuk Indonesia. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menentukan bagaimana pengaruh BI rate, harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, dan inflasi terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) di bursa efek indonesia (BEI) pada periode Januari 2011-Desember 2015. Untuk menentukan bagaimana nilai indeks saham dan indikator ekonomi global ada yang positif atau negatif terhadap IHSG, dalam studi ini meggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil studi ini menunjukkan bahwa posisi nilai tukar Rupiah dan inflasi secara signifikan memberikan efek positif terhadap IHSG, sementara BI rate dan harga minyak dunia memberikan efek negatif terhadap IHSG. Variabel independen yang paling berpengaruh terhadap IHSG di BEI adalah nilai tukar rupiah dengan koefisien sebesar 1.359. Nilai R2 dalam penelitian ini adalah sebesar 0.893, dalam hal ini menandakan bahwa variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini mempengaruhi perkembangan IHSG sebesar 89.30%, sementara nilai 10.70 % lainnya ditentukan oleh variabel lain di luar model penelitian ini. | Indonesian Capital Market very rapidly began to grow since the end of 1988 in line with a series of deregulations of banking and capital markets in 1986-1988. Both of these deregulations, which followed by the inflow of the foreign funds to Indonesia, eventually led to the dominance of the foreign investors in Indonesian Capital Market. With the developing movement of the regional economic and global economic cooperation, has led to increasingly the integrated of the world economy year by year. This economic conditions bring the progressive impact to all of the countries included Indonesia. The main purpose of this study is to determine the effect BI rate, world oil price, Rupiah exchange rate, and inflation rate on Jakarta Composite Index (JCI) at Indonesia Stock Exchange (IDX) in January 2011-December 2015 period. To determine whether a stock index and global economic indicators have a positive or negative effect on JCI, a tool already used in this study, which is using multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that the Rupiah exchange rate and inflation rate significantly give the positive effect to JCI, while the BI rate, world oil prices giving negative effect to JCI. The most influence variable on JCI at IDX is Rupiah exchange rate with the coefficient is 1.359. R2 value of this research is amounted to 0.893, it indicates that the independent variables used in this research has contributed to the establishment of JCI by 89.30%, while 10.70% is determined by other variables outside the research model. | |
| 14568 | 17884 | C1L011020 | DETERMINANTS THE USE OF ACCOUNTING INFORMATION IN SMALL AND MEDIUM ENTERPRISES PURWOKERTO | Salah satu faktor utama yang menimbulkan permasalahan dan mengakibatkan kegagalan usaha kecil dan menengah (UKM) dalam mengembangkan usaha adalah kurangnya kemampuan dalam menggunakan informasi akuntansi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari skala usaha, umur usaha, jenjang pendidikan, latar belakang pendidikan, kemudahan, kemanfaatan terhadap penggunaan informasi akuntansi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris tentang penggunaan informasi akuntansi pada UKM yang berada di Purwokerto. Populasi dalam penelitian ini adalah UKM yang terdaftar di Disperindagkop Kabupaten Banyumas wilayah Purwokerto yang memenuhi berbagai kriteria diantaranya adalah mempunyai laporan keuangan. Metode pengambilan sampel penelitian menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada para pemilik atau pemimpin dari UKM. Data – data tersebut sebelum di analisis telah di uji validitas dan realibilitasnya. Teknis analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan skala usaha, umur usaha, jenjang pendidikan, latar belakang pendidikan, kemudahan, kemanfaatan terhadap penggunaan informasi akuntansi berpengaruh secara signifikan terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UKM. Saran bagi perusahaan UKM, para pemilik atau pemimpin diperlukan kesadaran dan partisipasi aktif terhadap pelatihan akuntansi dan untuk informasi akuntansi keuangan lebih diperhatikan lagi, penyediaan laporan keuangan mutlak harus disediakan apabila UKM membutuhkan modal dan akan mengajukan kredit ke Bank, perkembangan dan persaingan usaha yang sangat pesat memaksa para pemilik UKM untuk mengembangkan usaha dan masalah permodalan sering menjadi kendala bagi para pemilik UKM. Kata Kunci: Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Penggunaan Informasi Akuntansi | One of the main factors that raise problems and inflict failure on small and medium enterprises (SMEs) in developing its business is the inability of using accounting information. This research aimed to know the effect of business scale, business age, educational level, educational background, perceived ease of use, perceived usefulness on the use of accounting information. This research was expected to give empirical evidence about the use of accounting information at SMEs in Purwokerto. The population of this research was SMEs listed in Department of Industry, Trade, and Cooperatives of Banyumas Regency, area of Purwokerto which met such criteria as having financial statement. The sampling technique used in this research was purposive sampling. Data were collected by administering questionnaire to the owners or managers of SMEs. The validity and reliability of those data had been tested before being analyzed. The data were analyzed using multiple linear regression analysis. The result of the research shows that business scale, business age, educational level, educational background, perceived ease of use, and perceived usefulness had significant effect on the use of accounting information in SMEs. Suggestion for the SMEs, the business owners or managers of medium enterprises should have awareness and active participation to the accounting training. In addition, financial accounting information should be paid more attention. Financial statement must be provided if SMEs needs capital and proposes credit to Bank. Rapid growth and business completion stipulate the owners of SMEs to develop the business and capital often becomes critical obstacle for them. Keywords: small and medium enterprises (SMEs), use of accounting information. | |
| 14569 | 17885 | H1L013039 | INTERNET OF THINGS “RUMAH KACA AQUAPONIC PINTAR” | Konsep aquaponic diciptakan untuk meningkatkan keefektivitasan pertanian dengan menghemat sumber daya sedangkan rumah kaca digunakan untuk membuat kondisi buatan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan optimal. Sistem rumah kaca yang sudah ada memiliki harga yang relatif mahal untuk skala perumahan. Sistem rumah kaca dalam penelitian ini dapat mengatasi masalah tersebut dengan menerapkan konsep aquaponic sehingga dapat menekan biaya operasional. Tidak hanya itu, sistem ini dapat membantu membuat kondisi optimal untuk pertumbuhan tanaman. Sistem ini berbasiskan Raspberry Pi yang memiliki fitur untuk mengatur suhu udara, intensitas cahaya yang mengenai tanaman; serta memonitor kelembaban udara, suhu udara, intensitas cahaya, dan suhu air. Sistem terhubung ke internet (Internet of Things) untuk kebutuhan monitoring dan pengendalian sehingga pemilik rumah kaca dapat mengetahui kondisi rumah kacanya. Proses monitoring dan pengendalian akan dilakukan melalui ponsel Android. | Aquaponic concept is created to increase the efectivenes of agriculture.by decreasing resource usage, while greenhouse is used to make artificial condition for optimum growth of plant. Most of greenhouse system has an expensive price for personal use. Greenhouse system used in this research can overcome the high price by implementing aquaponic concept. Not just that, this system can also help make optimum growth condition for plant. This system is based on Raspberry Pi and has some feautre such as controlling the air temperature and light intensity; and monitor humidy, air temperature, light intensity, and water temperature. This system is conected to the internet (Internet of Things) to make controlling and monitoring easy for the user. Monitoring and controlling process is done through Android app. | |
| 14570 | 17901 | G1G012029 | PERBEDAAN PENGARUH PREHEATING DAN HEAT TREATMENT TERHADAP KEKERASAN PERMUKAAN RESIN KOMPOSIT NANOHYBRID SECARA IN VITRO | Resin komposit merupakan bahan restorasi yang sering digunakan karena memiliki warna yang sama dengan email, mudah diaplikasikan langsung di dalam rongga mulut dan memiliki biokompatibilitas yang baik. Berdasarkan ukuran filler, resin komposit dibagi menjadi beberapa macam salah satunya yaitu resin komposit nanohybrid. Sifat mekanik yang penting untuk bahan restorasi adalah kekerasan permukaan. Sifat mekanik resin komposit dipengaruhi oleh proses polimerisasi, perlakuan panas dan campuran keduanya. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kekerasan permukaan resin komposit yaitu melalui metode preheating dan heat treatment. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh preheating dan heat treatment terhadap kekerasan permukaan resin komposit nanohybrid. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan post test only group design. Sampel penelitian terdiri dari enam kelompok sebagai berikut kelompok preheating terdiri dari suhu 37oC dan 60oC, kelompok heat treatment terdiri dari suhu 120oC dan 170oC, kelompok kontrol negatif dan kontrol positif. Hasil uji one way ANOVA kekerasan permukan keenam kelompok menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan dengan nilai p<0,05 (0,000). Simpulan penelitian ini adalah nilai kekerasan permukaan resin komposit nanohybrid paling baik yaitu kelompok perlakukan heat treatment dengan suhu 170oC, sedangkan nilai kekerasan terendah yaitu pada kelompok kontrol negatif. | A composite resin is used as restorative material in dentistry because they has same color with dental email, easy to use in oral cavity and has good biocompatibility. Based on size of filler, composite resin is divided into some types, one of them is composite resin nanohybrid. The important mechanical properties of restorasive material is microhardness. Mechanical properties of restorative material is highly affected by polimeryzation, heating process, and both of them. There are so many methods to improve microhardness composite resin, such as preheating and heat tretment. The purpose of this study was to evaluate differences effect of prehating and heat treatment on the microhardness of composite resin nanohybrid. This study is an experimental laboratory research with post test only group design. Samples divided into six groups: prehating group at temperature 37oC and 60oC, heat treatment group at temperature 120oC and 170oC, negative control group and positive control group. The result based on one way ANOVA test there was a difference in each group with a significance of 0,000 (p<0,005). The conclusion of this study was the best microhardness of composite resin nanohybrid is heat treatment group at temperature 170oC and the lowest microhardness is negative control group. | |
| 14571 | 17886 | H1L013014 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI LAYANAN SERVIS PELANGGAN BENGKEL MOBIL CUSTOMIZE BRAND LIVINA BERBASIS WEB STUDI KASUS GARAGE 23 TANGGERANG | Saat ini banyak sekali pengendara yang lebih memilih menggunakan mobil sebagai kendaraan sehari-hari. Garage 23 ini adalah jenis bengkel customize brand livina dimana pelanggan tidak perlu datang ke bengkel garage 23, pelanggan hanya perlu memberikan lokasi tempat mobil yang bermasalah, dan ini merupakan salah satu kemudahan bagi pelanggan yang merupakan keunggulan bagi bengkel mobil garage 23. namun permasalahannya adalah mereka belum memiliki sistem informasi yang menangani layanan service bagi pelanggan. Oleh karena itu pada penelitian akan dibuat sebuah sistem, yaitu sistem informasi yang akan memberikan kemudahan bagi pelanggan yang ingin servis mobil di bengkel garage 23 ini. Sistem informasi ini dibangun menggunakan dengan bahasa pemrograman PHP, javascript, HTML, dan CSS. Sistem informasi ini juga menerapkan konsep client-server, dimana data pelanggan terdapat pada suatu web server yang memiliki basis data mySQL. Hasil dari penelitian ini adalah berupa sebuah sistem yang berbasis web yang dapat memberikan kemudahan bagi pelanggan jika membutuhkan bantuan untuk service mobil. Dan juga ada fitur sms gateway untuk pemberitahuan tanggal pemesanan dan tanggal selesai servis kepada pelanggan. | Today, many riders who prefer to use the car as an daily vehicle.With increasing number of driver, the opportunity to set up a car repair shop are also getting bigger. Garage 23 is the kind of car repair shop where customers don’t need to come, because customers only need to give their location where the car is problematic, and this is one of benefit for customers which it become an advantage for garage 23. But the problem is they do not have the information systems can handle customer service for their customer.Therefore, the study will be made of a system, the information system that will provide convenience for customers who want to service their car in garage 23.This system is built using the programming language like JavaScript, HTML, and CSS. This system is also applies the concept of client-server, where the data is customer service can access in web server which have database.The results of this study are in the form of a web-based system that can provide convenience for customers if they needed help to service their car and there is also gateway feature for notification about order date and end date service to the customers. | |
| 14572 | 17923 | H1F012020 | TEGASAN PURBA BERDASARKAN ANALISIS WIN TENSOR DAERAH BOROBUDUR DAN SEKITARNYA KECAMATAN BOROBUDUR KABUPATEN MAGELANG, JAWA TENGAH | Daerah Borobudur, khususnya di daerah penelitian yang berada di Desa Borobudur dan sekitarnya, yang merupakan ujung kaki Pegunungan Kulonprogo memiliki struktur geologi yang khas karena memiliki pola struktur yang dihasilkan dari kegiatan tektonik dan pola struktur yang dihasilkan dari kegiatan vulkanisme sepanjang Miosen Akhir-Pliosen. Untuk mengetahui pola yang merupakan hasil dari tektonik dan vulkanik, maka dilakukan pemetaan geologi dan analisis struktur geologi berupa analisa tipe tensor tegasan yang kemudian dilakukan inversi tegasan menggunakan perangkat lunak “Win Tensor 4.0.4.” Data yang digunakan dalam inversi tegasan berupa data shear fracture yang didapat dari hasil pemetaan. Hasil pemetaan geologi berupa litologi breksi berumur Miosen Akhir, , yang kemudian tertutup oleh endapan lempung hitam dan aluvial berumur recent. Daerah penelitian sendiri secara geomorfologi terbagi atas Satuan Perbukitan Berlereng terjal, Satuan Batuan Terobosan, Satuan kipas Aluvial-fluvial aktif, dan Satuan dataran Aluvial. Pengolahan data shear fracture sendiri didapat hasil inversi tegasan menunjukkan 3 urutan tegasan dalam 2 peristiwa deformasi tektonik dan vulkanik, yaitu Fase I arah tegasan maksimum NW-SE (N163oE) rezim tegasan Extensional Strike-Slip, Fase II arah tegasan maksimum NNW-SSE (N183oE) rezim tegasan pure strike-slip, Fase III merupakan fase yang terakhir memiliki arah tegasan maksimum NE-SW (N37oE) rezim tegasan Ekstensional strike-slip. Fase I merupakan tegasan hasil akibat vulkanisme kala Miosen Akhir. Fase II merupakan tegasan hasil kegiatan tektonisme kala Miosen Akhir Pliosen Awal. Fase III merupakan hasil tektonisme kala Pliosen-Plistosen. | Borobudur area especially arround Borobudur village and it surround area, which is located at the edge of Menoreh mountains has a unique structural geology because it has structure pattern resulted by tectonic and volcanism activity during Last Miocene-Pliocene. Geological mapping was undergo in that area along with structural data which was taken in shear fracture.The result is there are Early Miocene breccia along with Andesite which is covered by Quartenary black clay and alluvial plain. Geomorphological aspect in this area consist of Structural Mountainous ridge, Dikes, Active Alluvia-Fluvial Fans, and Fluvial Leeves. Analysis of the type stress tensor used for to know result pattern by tectonic and volcanism, which then do by stress inversion with software “Win Tensor 4.0.4”. Data used in stress inversion is shear fracture data. Result of stress inversion indicated three sequence stress in two deformation events tectonic and volcanism, phase I stress horizontal maximum NW-SE (N163oE) regime extensional strike-slip, phase II stress horizontal maximumNNW-SSE (N183oE) regime strike-slip, Phase III is the last phase stress horizontal maximum NE-SW (N90oE) regime extensional strike-slip. Phase I is due to the stress result Upper Miocene Vulcanism .PhaseII is due to tectonic activity during Upper Miocene-Pliocene tectonic. Phase III is due to tectonic activity in Plio-Plistocene. | |
| 14573 | 17876 | G1D013063 | HUBUNGAN PEMENUHAN TUGAS PERKEMBANGAN KELUARGA DENGAN KOMPETENSI SOSIAL REMAJA DI SMPN 1 BATURRADEN | Perkembangan sosial yang terjadi pada remaja mengharuskan remaja beradaptasi agar tercapai perkembangan yang optimal. Perkembangan sosial yang optimal akan dicapai ketika remaja memiliki kompetensi sosial yang baik. Anak belajar bersosialisasi dari lingkungan pertamanya yaitu keluarga. Keluarga yang berperilaku kasar, sering memarahi, acuh, tidak memberikan bimbingan kepada anak untuk menerapkan norma-norma baik agama maupun tata karma akan menyebabkan remaja cenderung berperilaku maladjustment. Perilaku tersebut menyebabkan remaja sulit diterima oleh lingkungan sosialnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemenuhan tugas perkembangan keluarga dengan kompetensi sosial remaja. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu stratified random sampling. Responden dalam penelitian ini adalah siswa kelas 7-9 di SMPN 1 Baturraden yang berjumlah 221. Kuesioner yang digunakan yaitu kuesioner pemenuhan tugas perkembangan keluarga dan kompetensi sosial dengan skala Likert. Korelasi kedua variabel diuji dengan uji Somers’d. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden telah melaksanakan pemenuhan tugas perkembangan keluarga dengan baik yaitu sebanyak 51,1% dan sebagain besar responden berada pada tingkat kompetensi sosial sedang yaitu sebanyak 64,7%. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dengan kekuatan korelasi sedang antara pemenuhan tugas perkembangan keluarga dengan kompetensi sosial remaja dengan nilai p=0,000 dan nilai r=0,432. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemenuhan tugas perkembangan keluarga yang baik dapat meningkatkan kompetensi sosial remaja. | Social development in adolescents requires adolescents to adapt with these developments in order to achieve optimal development. The optimum social development will be achieved when adolescents have good social competence. Kids learn how to socialize from their first environment which is family. Family which acts rudely, often becomes angry, careless and don’t give guidance to their children to applied spiritual norm and also good manner, it will cause the adolescence act more maladjustment. It can cause the adolescence hard to accepted in their social environment. The aim of this study is to determine the relation of fulfillment the family developmental tasks with adolescent social competence. This study design was used correlation analytical research with cross-sectional approach. The sampling technique was used stratified random sampling. Respondents were students at grade 7-9 at the SMPN 1 Baturraden. The respondents were 221 students. The questionnaire was used fulfillment questionnaires of the family developmental tasks and social competence with Likert scale. The correlation between the two variables tested with Somer'd. The research result showed most respondents have implemented the fulfillment of family developmental tasks well as many as 51,1%. The majority of respondent were at the medium level of social competence as many as 64,7%. The statistic analytic result showed that there is positive relation with power correlation between the fulfillment of family developmental tasks with adolescent social competence p=0.000 and r = 0.432. So, can concluded that the better fulfillment of family developmental tasks can improve adolescent social competence. | |
| 14574 | 17816 | G1D012049 | HUBUNGAN SPIRITUALITAS DENGAN MANAJEMEN DIRI PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 1 KEMBARAN | Latar Belakang: Manajemen diri penderita diabetes melitus (DM) tipe 2 dilakukan seumur hidup. Manajemen diri penyakit kronis akan sangat dipengaruhi oleh keyakinan penderita tentang makna, harapan dan tujuan hidup. Keyakinan ini seringkali terdapat dalam spiritualitas orang tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan spiritualitas dengan manajemen diri penderita DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas 1 Kembaran. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu Diabetes Self Management Questionnaire (DSMQ) dan Spiritual Involvement and Belief Scale (SIBS). Analisa data menggunakan uji Spearman. Hasil: Rata-rata skor spiritualitas penderita DM tipe 2 adalah 69,75+5,689 dari rentang skor 20-80 dan rata-rata skor manajemen diri penderita DM tipe 2 adalah 53,75+6,305 dari rentang skor 16-64. Uji Spearman menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara spiritualitas dengan manajemen diri (p 0,000) dengan nilai r 0,590. Kesimpulan: Semakin tinggi spiritualitas maka semakin baik manajemen diri penderita DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas 1 Kembaran. | Background: Self management for patients type 2 Diabetes mellitus (DM) had to do for lifetime. Self management of chronic illness would influence of their belief on the meaning, hope, and purpose of life. This belief often found in the spirituality of that person. Objective: This research aimed to determine the correlation between spirituality and self-management of patients type 2 DM in work area of Puskesmas 1 Kembaran. Method: This study used an analytic correlation with cross sectional approach. The sampling technique used simple random sampling technique with the sample size of 60 respondents. The research instrument were Diabetes Self Management Questionnaire (DSMQ) and the questionnaire of Spiritual Involvement and Belief Scale (SIBS). Spearman was used to examine the correlation between spirituaity and self management. Result: The Mean of spirituality patients type 2 DM scores was 69,75+5,689 of the range of scores 20-80 and mean of self management patients type 2 DM scores was 53,75+6,305 of the range of scores 16-64. Spearman test showed that there was a significant correlation between spirituality and self management (p 0.000) with r value of 0.590. Conclusion: The higher of spirituality is the better self management of patients with type 2 DM in work area of Puskesmas 1 Kembaran. | |
| 14575 | 17887 | C1J012030 | DETERMINANTS OF POOR HOUSEHOLD INCOME IN SOUTH BOGOR SUBDISTRICT | Pembangunan di Kota Bogor sedang sangat baik di bidang infrastruktur, dengan pembangunan berbagai taman pelengkap kota dan pembangunan gedung-gedung pemerintahan. tapi apakah ditunjang juga oleh pembangunan di bidang sosial ekonomi? lebih khusus nya adalah tentang kemiskinan. Penelitian ini merupakan penelitian survey pada rumah tangga miskin di Kecamatan Bogor Selatan. Oleh karena itu penelitian ini mengambil judul “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Rumah Tangga Miskin di Kecamatan Bogor Selatan”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang paling berpengaruh terhadap pendapatan rumah tangga miskin, agar pemerintah nantinya dapat membuat kebijikan yang dapat mengurangi rumah tangga miskin dan juga menurunkan tingkat kemiskinan di Kecamatan Bogor Selatan. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan cara memberikan kuisioner kepada responden sebanyak 100 orang, data yang digunakan adalah data primer. Variabel yang digunakan adalah tingkat pendidikan, Jumlah anggota keluarga, jenis pekerjaan kepala rumah tangga, dan kepemilikan aset. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi liniear berganda. Berdasrkan hasil penelitian diketahui bahwa variabel yang memiliki pengaruh terhadap pendapatan rumah tangga miskin : Tingkat pendidikan kepala rumah tangga, jenis pekerjaan, dan kepemilikan aset. Sedangkan jumlah anggota keluarga tidak berpengaruh terhadap pendapatan kepala rumah tangga miskin. Upaya untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga miskin adalah dengan cara memperbaiki sektor pendidikan, memperbanyak lapangan usaha dan memberikan modal kepada rumah tangga miskin untuk dapat berwirausaha. | Development in the Bogor municipality was a very good in infrastructure sector, with the construction of various parks complement the city and the construction of government buildings. but would be supported also by the socio-economic development in the field? More specifically it is about poverty.This study is a survey of poor households in South Bogor subdistrict. Therefore, this study entitled "Determinant of Poor Household Income in South Bogor subdistrict". This study aims to determine what factors are the most influential on the income of poor households, so the government will be able to make kebijikan to reduce poor households and also reduce the level of poverty in South Bogor subdistrict. Methods of data collection in this study is to provide questionnaires to the respondents as many as 100 people, the data used is primary data. The variables used were the level of education, number of family members, the type of work head of household, and ownership of assets. The analytical tool used in this research is multiple linear regression analysis. Based on the survey results revealed that the variables that have an impact on the income of poor households: The level of education of household head, type of employment, and ownership of assets. While the number of family members does not affect the income of poor households head. Efforts to increase the income of poor households is by way fixing education sector, expand business field and provide capital to poor households to be self-employed. | |
| 14576 | 17888 | A1C111046 | ATRIBUT-ATRIBUT YANG DIPERTIMBANGKAN KONSUMEN DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN SAYURAN ORGANIK DAN FAKTOR INTERNAL YANG MEMPENGARUHINYA (Studi Kasus: Konsumen Sayuran Organik di Supermarket Kota Bekasi) | Pertanian organik adalah teknik budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan yang alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintesis. Salah satu produk pertanian organik adalah sayuran organik. Kebutuhan sayuran organik terus meningkat setiap tahunnya membuat produsen sayuran organik bersaing untuk menguasai pasar. Agar dapat menguasai pasar, produsen harus mengetahui selera konsumen dalam memilih sayuran organik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui atribut-atribut yang dipertimbangkan konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian sayuran organik dan mengetahui faktor internal yang mempengaruhi dalam keputusan pembelian sayuran organik di Kota Bekasi. Penelitian dilaksanakan di Supermarket Hypermart, Farmers Market, Carefour, dan Giant pada bulan Juni hingga Juli 2016. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei, sedangkan metode penentuan sampel menggunakan accidental sampling dengan responden sebesar 100 orang. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Cochran Q Test, analisis Conjoint, dan analisis Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut yang dipertimbangkan dan disukai konsumen dalam pembelian sayuran organik secara berurutan yaitu atribut kesegaran sayuran organik yang segar, kemasan sayuran organik yang menggunakan plastik, dan kesehatan yang sangat baik. Faktor interal yang mempengaruhi dalam keputusan pembelian sayuran organik adalah faktor usia, pendidikan terakhir (formal), dan pendapatan. | Organic farming is agricultural cultivation techniques that rely on natural ingredients without the use of synthetic chemicals. One of the products of organic farming is an organic vegetables. Organic vegetable needs continue to increase every year making organic vegetable producers compete to dominate the market. In order to dominate the market, manufacturers need to know the tastes of consumers in choosing organic vegetables. The purpose of this research is to find out the attributes that consumers consider the purchase decision of organic vegetables, and find out the internal factors that influence consumers on purchasing decisions vegetables organic in Bekasi. This research was conducted at Supermarket of Hypermart, Farmers Market, Carefour, and Giant on June to July 2016. The method used in this research is a survey method, while the method of sampling using accidental sampling with respondents of 100 people. The analysis used in this research is the analysis of Cochran Q Test, Conjoint analysis, and Linear Regression analysis. The result of research showed that the attributes considered and preferred by consumer the purchase of organic vegetables in a sequence that is an attribute of freshness, organic vegetables packaging use plastic, and excellent health. Internal factors that influence the purchasing decisions of organic vegetables is the age factor, recent education (formal), and income. | |
| 14577 | 17889 | H1K012002 | DETEKSI GEN PENYANDI PAH Ring – Hydroxilating Dioxygenase (PAH-RHD) PADA BAKTERI HIDROKARBONOKLASTIK DARI PERAIRAN CILACAP DAN SAMUDERA HINDIA | Polisiklik aromatik hidrokarbon (PAH) termasuk kedalam kelompok polutan prioritas karena bersifat toksik, mutagenik, karsinogenik dan teratogenik. Proses degradasi polutan ini oleh bakteri aerobik diinisasi oleh enzim yang disebut PAH Ring – Hydroxilating Dioxygenase (PAH-RHD). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi keberadaan gen penyandi PAH-RHD pada sembilan isolat bakteri yang diisolasi dari Perairan Cilacap dan Samudera Hindia sehingga dapat diketahui bakteri yang berpotensi sebagai pendegradasi PAH. Metode PCR digunakan untuk amplifikasi gen nahAc, nidA dan phnAc menggunakan primer spesifik dan primer degenerate. Gen-gen tersebut merupakan gen penyandi PAH-RHD yang berperan dalam tahap awal biodegradasi naftalena, fenantrena dan pirena. Deteksi gen nahAc berhasil dilakukan pada Bacillus aquimaris S2 berdasarkan posisi pita DNA tunggal. Hasil analisis BLAST menunjukan bahwa gen nahAc pada Bacillus aquimaris S2 memiliki similiaritas 75% dibandingkan dengan gen nahAc dari Staphylococcus sp. KW-07 (Query cover 52%) dan 74% dibandingkan dengan gen nahAc dari beberapa strain Pseudomonas (Query cover 52%). Hal ini memperlihatkan bahwa Bacillus aquimaris S2 berpotensi sebagai pendegradasi naftalena. Gen penyandi PAH-RHD pada isolat lainnya tidak terdeteksi. | Polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) include in a group of organic priority pollutants due to their characteristic as toxic, mutagenic, carcinogenic dan teratogenic. Degradation of this polutan by aerobic bacteria initializing by enzyme called PAH Ring – Hydroxilating Dioxygenase (PAH-RHD). The aim of this study was to detect gene encoding PAH-RHD from nine strains bacteria which isolated from Cilacap Coast and Indian Ocean. PCR method was used to amplify nahAc, phnAc and nidA using specific and degenerate primers. These genes are group of gene encoding PAH-RHD which play important role in the first step of naphtalene, phenantrene and pyrene degradation. Gene of nahAc was observed for Bacillus aquimaris S2 based on single band DNA detection in electrophoresis. BLAST analysis result that shown that gene nahAc from Bacillus aquimaris S2 75% similarity with nahAc gene from Staphylococcus sp. KW-07 (Query cover 52%) and 74% with several Pseudomonas strains (Query cover 52%), so this strain has potency as naphtalene-degrader. The genes PAH-RHD from the other strains in this study were not observed. | |
| 14578 | 17890 | H1L013053 | PENGEMBANGAN USER EXPERIENCE PADA SISTEM PAKAR IDENTIFIKASI PENYAKIT KEHAMILAN BERBASIS WEB BERDASARKAN ASPEK USABILITY MENGGUNAKAN METODE USER-CENTERED DESIGN | Sistem Pakar Identifikasi Kehamilan merupakan aplikasi berbasis web yang memiliki tujuan untuk mendiagnosa penyakit yang terjadi pada masa kehamilan sehingga mempermudah dan mempercepat diagnosa penyakit yang dialami oleh ibu hamil. Sebelum produk dikeluarkan, dibutuhkan pengembangan user experience guna meningkatkan user experience. Pengembangan dilakukan menggunakan metode user-centered design berdasarkan aspek usability. Aplikasi dikembangkan dengan bahasa pemrograman HTML, PHP, CSS, dan javascript. Hasil dari pengembangan user experience Aplikasi Web Sistem Pakar Identifikasi Penyakit Kehamilan yang dapat digunakan sesuai kebutuhan pengguna berdasarkan aspek usability untuk menghasilkan user experience tinggi. | Expert system of identification of pregnancy is a web-based application that has a purpose to diagnose disease that occurs during pregnancy so that simplify and speed up the diagnosis of ailments experienced by pregnant women. Before the product is issued, it takes a development of user experience to enhance the user experience. Development is done using user-centered design methods are based on the aspects of usability. The application was developed by programming languages HTML, PHP, CSS, and javascript. The result of the development of Web application user experience expert system identification of disease of pregnancy that can be used according to the user needs based on the aspects of usability to produce a high user experience. | |
| 14579 | 17813 | F1A012058 | AKSI TINDAK KEJAHATAN DI INDONESIA (Analisis Isi Mengenai Pemberitaan Aksi Perampokan, Pencurian, dan Pembegalan di Surat Kabar Kompas Tahun 2015) | Aksi tindak kejahatan di Indonesia tahun 2015 masih menjadi tahun yang cukup tinggi angka kejahatannya, terbukti dengan banyak sekali pemberitaan kasus tindak kejahatan perampokan, pencurian, dan pembegalan di media cetak dan elektronik. Hal ini mengindikasi bahwa perilaku tindak kejahatan tersebut seakan telah menjadi fenomena sosial ditengah masyarakat. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan karakteristik pelaku dan korban tindak kejahatan, karakteristik bentuk kejahatan, motif pelaku kejahatan, dan bentuk hukuman yang diberikan kepada pelaku kejahatan perampokan, pencurian, dan pembegalan di surat kabar Kompas tahun 2015. Tinjauan pustaka yang digunakan adalah teori anomi menurut Robert King Merton. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi yang dalam pengolahannya menggunakan bantuan program SPSS (Statistical Product and Service Solution). Sumber data yang digunakan adalah teks berita kejahatan perampokan, pencurian, dan pembegalan dalam Surat Kabar Kompas tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode analisis univariat dan dalam penyajian data menggunakan tabel distribusi frekuensi dan diagram batang. | Action crime in Indonesia by 2015 is still a fairly high number of years of the crime, as evidenced by an awful lot of news coverage of the case of crime of robbery, theft, and spoliation in the print and electronic media. This indicates that the behavior of such crimes as though it has become a social phenomenon in the middle of the community. Research objectives to describe the characteristics of perpetrators and victims of crime, the characteristics of this form of crime, the motives of the perpetrators of the crime, and a form of punishment given to the perpetrators of the crime of robbery, theft, and spoliation in the Kompas newspaper 2015. A review of the literature used is anomie theory according to Robert King Merton. The research metodology which is used is quantitative descriptive method with conten analysis and processing the data with SPSS application (Statistical Product and Service Solution). The data source used is the text news crime of robbery, theft, and spoliation in the Kompas newspaper 2015. This research method using univariate analysis and in the presentation of data using a frequency distribution table and bar chart. | |
| 14580 | 17902 | H1C013037 | Analisis Induksi Sambaran Petir Terhadap Kehandalan Jaringan Pada Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) 20 kV Studi Kasus Penyulang WBO 06 PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Jaringan Wonosobo | Gangguan yang terbesar dalam sistem tenaga listrik terjadi di daerah penyaluran (transmisi dan distribusi). Petir merupakan salah satu penyebabnya, hal ini dikarenakan letak Indonesia pada daerah khatulistiwa dengan iklim tropis dan kelembaban yang tinggi, sehingga menyebabkan kerapatan sambaran petir di Indonesia jauh lebih besar dibandingkan dengan negara lainnya. Salah satu aset jaringan PT. PLN (Persero) UPJ Wonosobo yang sering mengalami gangguan petir adalah penyulang WBO 06. Permasalahan tersebut perlu dikaji sehingga kita dapat menentukan sistem proteksi terhadap gangguan petir pada penyulang WBO 06 secara efektif. Berdasarkan hasil dari pembahasan dan analisa dihasilkan nilai tahanan grounding pada titik WBO 06.042 adalah 40 Ω, sehingga nilai tahanan grounding yang tinggi menyebabkan arrester tidak bisa melepaskan tegangan lebih akibat sambaran petir ke ground secara maksimal. Jumlah arrester yang terpasang di jaringan penyulang WBO 06 masih kurang, sehingga menyebabkan proteksi terhadap gangguan surja petir kurang maksimal. Hasil yang diperoleh setelah melakukan simulasi jaringan penyulang WBO 06 menggunakan program ATPDraw, menunjukkan bahwa penyulang WBO 06 membutuhkan penambahan arrester pada titik yang mengalami gangguan sambaran petir dan penggantian arrester yang mempunyai tahanan grounding tinggi. | The big problem of electrical power system occured in the distribution region (transmision and distribution). Strom is the one of the causes of the problem, this is because Indonesia is on the equator line with the tropical wheather and the high humidity it causes of the high strike density of the strom in Indonesia higher compared with other countries. One of the networking aset of PT. PLN (Persero) UPJ Wonosobo which is offenly had the storm problem is feeder WBO 06. The problems above need to be disscussed so we can decide the protection system towards the lightning disturbances of feeder WBO 06 effectively. Based on the results of the discussion and analysis generated grounding resistance value at the point WBO 06.042 is 40 Ω, so the grounding resistance value is too high cause arresters can not release over voltage from lightning strikes to ground maximally. Total arresters installed in network of feeder WBO 06 is still lacking, so causing protection toward the interference of lightning surge less than the maximum. The results obtained after simulation feeder WBO 06 using ATPDraw program, showed that feeder WBO 06 requires the addition arrester at the point of impaired lightning arrester and replacement that has a higher grounding resistance. |