Home
Login.
Artikelilmiahs
17975
Update
BAYU HERMAWAN
NIM
Judul Artikel
PENGARUH GAYA PRATEGANG AWAL TERHADAP KINERJA KABEL BAJA 4D6 SEBAGAI PERKUATAN EKSTERNAL BALOK BETON BERTULANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Untuk menangani kegagalan struktur yang disebabkan akibat kesalahan perencanaan, dibutuhkan perkuatan struktur sebagai antisipasi awal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk megetahui pengaruh gaya prategang awal pada perkuatan eksternal balok beton bertulang dengan menggunakan kabel baja 4D6. Metode perkuatan ini dilakukan secara eksternal tanpa penambahan mortar, sehingga tidak ada penambahan berat beban sendiri. Pengujian meliputi kapasitas lentur, kekakuan lentur, daktalitas, dan pola retak serta tipe keruntuhan. Penelitian dilakukan terhadap satu buah balok beton bertulang tanpa perkuatan atau balok kontrol, 3 buah balok perkuatan yang diperkuat dengan 4 kabel baja diameter 6 mm yang di beri gaya prategang masing-masing 10%, 20%, dan 30%. Penampang benda uji balok dengan dimensi 100 mm x 150 mm x 1000 mm. Pengujian dilakukan dengan metode third point loading. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kapasitas momen lentur dan kekakuan efektif benda uji balok perkuatan mengalami peningkatan terhadap balok kontrol, dengan rasio terbesar diperoleh pada benda uji perkuatan dengan gaya prategang awal 20% sebesar 1,60 dan 1,52. Sedangkan indeks daktilitas benda uji balok perkuatan mengalami penurunan terhadap balok kontrol, dengan rasio peningkatan terkecil 0,81 pada benda uji perkuatan dengan gaya prategang awal 30%. Pola retak yang terjadi untuk benda uji balok beton bertulang relatif seragam dapat dikategorikan tipe keruntuhan lentur.
Abtrak (Bhs. Inggris)
To solve structural failure caused due to planning errors. Therefore, there need strengthening as a mitigation. The aim of this experiment is to determine the performance of 6 mm diameter wire rope as an external strengthening of reinfoced concrete beam. This strengthening method is done externally without adding any mortar, so there is no additional self weight. Consist include of flexural capacity, effective stiffness, ductility index, cracking pattern and type of failure. This experiment conducted on three reinforced concrete beams, which were one beam without strengthening as a control beam, three beam strengthened by four of 6 mm diameter wire rope by prestressing force respectively 10%, 20% dan 30%. Cross section of the specimen beam with the dimension of 100 mm x 150 mm x 1000 mm. Third point loading was set up as a loading method. The results found the flexural capacity and Effective Stiffness of strengthening beam was increased compared to control beam, with the largest ratio 1.60 dan 1.52 realated to the strengthened beam with 20% initial prestressed. While the index of ductility of beam decreased compared to control beam, with the lowest ratio is 0.81 realated the strengthened beam with 30% initial prestressed. Cracking pattern of reinforced concrete beam is relatively uniform and can be categorized as flexural failures.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save