| NIM | D1B015003 |
| Namamhs | NONO CAHYONO |
| Judul Artikel | PENGARUH PEMBALURAN ASAM JAWA (Tamarindus indica L) TERHADAP DAYA IKAT AIR DAN SUSUT MASAK PADA DAGING ITIK AFKIR BAGIAN DADA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh pembaluran dan mengetahui level pembaluran Asam Jawa yang terbaik terhadap daya ikat air dan susut masak daging itik afkir bagian dada. Pengambilan data mulai tanggal 9 sampai dengan 13 Januari 2017 bertempat di labolatorium Teknologi Hasil Ternak dan Ilmu Bahan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Materi yang digunakan itik Afkir, Asam Jawa, dan aquades. Metode yang digunakan metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Terdapat empat perlakuan yaitu P0 (tanpa Pembaluran), P1 (pembaluran 5%), P2 (pembaluran 15%), dan P3 (pembaluran 25%) selama 60 menit dan lima kali ulangan. Peubah yang diukur daya ikat air dan susut masak. Hasil analisis menunjukkan pembaluran Asam Jawa memberikan pengaruh nyata (P < 0,05) terhadap daya ikat air, namun memberikan pengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap susut masak. Uji lanjut membentuk persamaan Y = 42,097626 – 0,39667797 X (r = 0,4326). Rataan daya ikat air dengan pembaluran Asam Jawa, yaitu 43,72% (tanpa pembaluran); 40,12% (5%); 32,08% (15%); 34,62% (25%) dan susut masak 41,46% (tanpa pembaluran); 42,02% (5%); 41,56% (15%); 42,48% (25%). Kesimpulan, pembaluran Asam Jawa dapat menurunkan daya ikat air tetapi menghasilkan susut masak yang sama dan pembaluran Asam Jawa yang terbaik terhadap daya ikat air dan susut masak adalah 5%. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research aimed to know the wrapping effects and the best threshold of wrapping effects of Tamarind against water holding capacity (WHC) and cooking losses (CL) on breast meat culled duck. The data collected from 9 to January 13, 2017 at the Livestock Product Technology Laboratory and Animal Feed Stuff Laboratory Faculty of Animal Science Jenderal Soedirman University Purwokerto. The experimental materials are culled ducks, Tamarind, and Aquadest. The experimental design used Completely Randomized Block Design (CRBD) involving four treatments, Tamarind is without wrap, wrap 5%, wrap 15% and wrap 25% while 60 minute and each treatment has 5 replicates. Subsequently, parameter measurements are water holding capacity (WHC) and cooking losses (CL). As a result, data showed that wrapping Tamarind showed significant effects (P < 0,05) on water holding capacity, but the effect was not significant (P > 0,05) on cooking losses. Further test form of the equation Y = 42,097626 - 0,39667797 X (r = 0,4326). The average water holding capacity (WHC) wrapping of Tamarind, ie 43,72% (without wrap); 40,12% (5%); 32,08% (15%); 34,62% (25%) and cooking losses 41,46% (without wrap); 42,02% (5%); 41,56% (15%); 42,48% (25%). Conclusion, wrapping of Tamarind can lower water holding capacity (WHC), but produce in meat duck culled but equal relative cooking losses (CL) and the best threshold of wrapping effects of Tamarind against water holding capacity (WHC) and cooking losses (CL) is 5%. |
| Kata kunci | Asam Jawa, daging itik afkir, daya ikat air, susut masak |
| Pembimbing 1 | Ir. Kusuma Widayaka, MS. |
| Pembimbing 2 | Dr. Ir. Agustinus Hantoro D.R., MP. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 6 |
| Tgl. Entri | 2017-03-31 03:35:09.2906 |
|---|