Home
Login.
Artikelilmiahs
17976
Update
RAHMAENI SIWI PURWATI
NIM
Judul Artikel
Pola Pembagian Hasil Produksi Pertanian antara Pemilik dan Penggarap Sawah di Desa Kajongan, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Indonesia merupakan negara agraris dengan sektor pertanian yang memegang peranan penting bagi perekonomian nasional. Lahan pertanian yang semakin sempit di era modern saat ini menyebabkan status kepemilikan lahan berbeda yaitu pemilik lahan sawah dan petani penggarap. Kerjasama untuk mengolah lahan pertanian yang dilakukan oleh keduanya memunculkan pola pembagian hasil produksi pertanian. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pola pembagian hasil produksi pertanian antara pemilik dan petani penggarap, serta untuk mengetahui pendapatan rumah tangga pemilik lahan sawah dan petani penggarap. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kajongan, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Pemilihan sasaran penelitian dan teknik penentuannya menggunakan teknik purposive sampling dengan sasaran penelitian terpilih yaitu pemilik lahan sawah dan petani penggarap di desa Kajongan. Teknik Pengumpulan Data pada penelitian ini yaitu dengan wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi. Sumber data akan diperoleh dari data primer dan data sekunder. Pada penelitian ini teknik analisa data menggunakan analisis data kualitatif secara interaktif menurut Miles dan Huberman. Pengujian validasi data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber, yaitu dengan cara membandingkan data hasil pengamatan dengan berbagai pendapat dan pandangan orang lain. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pelaksanaan bagi hasil di Desa Kajongan pada umumnya menggunakan pola bagi hasil maro. Pada pola pembagian maro, biaya produksi pada awal pengerjaan sawah ditanggung oleh petani penggarap. biaya produksi tersebut akan dikembalikan kepada petani penggarap pada saat panen. Pendapatan kotor dari hasil panen akan dipotong biaya produksi usaha tani yang akan menghasilkan pendapatan bersih. Pendapatan bersih akan dibagi dua atau diparo untuk pemilik lahan sawah dan petani penggarap. Pendapatan rumah tangga petani berasal dari dua sektor yaitu dari sektor pertanian dan sektor nonpertanian.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Indonesia is an agricultural country with the agricultural sector, which plays an important role in the national economy. Farmland increasingly narrow in today's modern era led to a different land tenure ie wetland owners and farmers. Cooperation to cultivate farmland carried out by both bring up the pattern of distribution of farm produce as a consideration for the factors that have been issued. Therefore, the purpose of this study is to determine the pattern of agricultural production sharing between owners and sharecroppers, as well as to determine the household income wetland owners and farmers. This research was conducted in the village of Kajongan, District Bojongsari, Purbalingga. the method used in this research is descriptive qualitative method. Selection of target research and determination techniques using purposive sampling with the goal of selected studies that wetland owners and tenant farmers in the village Kajongan. Data collection techniques in this research is in-depth interviews, observation, and documentation. Sources of data will be obtained from the primary data and secondary data. In this study, data analysis techniques using qualitative data analysis interactively by Miles and Huberman. Validation testing data in this study using the technique of triangulation, ie by comparing the observed data with various opinions and views of others. The results of this study stated that the implementation of the outcome in the village Kajongan using the pattern of results maro. In the distribution pattern maro, production costs at the beginning of the work covered by the paddy farmers. The production cost will be refunded to the tenant farmers at harvest time. Gross income from the crop will be cut in the production costs of farming which will generate net income. The net revenue will be split into two or diparo for wetland owners and farmers. Farmer household income came from two sectors, namely in agriculture and non-agricultural sector.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save