Artikel Ilmiah : B1J012079 a.n. RUFAN NUGRAHA

Kembali Update Delete

NIMB1J012079
NamamhsRUFAN NUGRAHA
Judul ArtikelPREVALENSI TUNGAU PARASIT PADA PUPA NYAMUK Aedes sp. PADA DAERAH ENDEMIS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KABUPATEN KARANGANYAR
Abstrak (Bhs. Indonesia)Jumlah kasus DBD di Karanganyar terus meningkat dari tahun 2010 hingga 2014. Berbagai pengendalian untuk menurunkan populasi nyamuk Aedes sp tetap tidak memberikan penurunan terhadap jumlah kasus DBD dari tahun ke tahun. namun upaya kegiatan seperti pengasapan dan abatisasi memberi hasil yang kurang efektif. Alternatif lain dapat dilakukan untuk menurunkan populasi nyamuk Aedes sp, yaitu penggunaan agen hayati atau musuh alami. Salah satu musuh alami yang dapat digunakan adalah tungau parasit.
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis tungau parasit yang ada pada pupa nyamuk Aedes sp. dan menentukan nlai prevalensi tungau parasit pada pupa nyamuk Aedes sp. di daerah endemis DBD di Kabupaten Karanganyar.Metode pengambilan sampel dilakukan dengan cara survey dengan teknik stratified random sampling. Teknik ini berdasarkan penggunaan strata endemisitas demam berdarah dengue. Pengambilan sampel dilakukan di 4 kecamatan yaitu Kecamatan Karanganyar, Tasikmadu, Jaten, dan Kebakkramat. Pengambilan jumlah sampel berdasarkan rumus populasi dengan tingkat kesalahan 20% sehingga pengambilan minimal 25 sampel dari setiap kecamatan.
Variabel dalam penelitian ini adalah prevalensi tungau parasit dan variabel pendukungnya berupa suhu, nilaioksigen terlarut, dan pH. Parameter pada penelitian ini adalah jumlah individu tiap spesies tungau yang memparasitipada setiap stadia pupaAedes sp. dan jumlah pupaAedes sp. yang terparasiti.Tungau parasit yang diperoleh diidentifikasi menggunakan buku identifikasi. Data dianalisis dengan cara menghitung jumlah pupa nyamuk yang terparasiti dibagi dengan jumlah pupa nyamuk seluruhnya.Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan dua familia tungau yaitu Familia Pionidae dan Hydrozetidae. Nilai prevalensi Kabupaten Karanganyar didapat sebesar 1.61 %. Nilai prevalensi tertinggi terdapat di Tasikmadu yaitu 3.7 % kemudian pada Kecamatan Kebakkramat adalah 3.03 %. Dua kecamatan lainnnya yaitu Jaten dan Karanganyar tidak dijumpai tungau parasit pada pupa Aedes sp.
Abtrak (Bhs. Inggris)Number of dengue cases in Karanganyar continued to increase from 2010 to 2014. The value escalation of dengue cases from year to year cannot be separated with all effort to reduce the population of Aedes sp. but the activities such as fogging and abatisasi give low effectiveness. Another alternative could be done to reduce the population of Aedes sp, is using biological agents. One of the nature antagonist that can be used is a parasitic mite.
The purpose of this study is to determine the type of parasitic mite on the pupae of Aedes sp. and determine the prevalence(%) in endemic areas of dengue in Karanganyar. The sampling method was done by survey with stratified random sampling technique. This technique is based on the use of strata endemicity of dengue hemorrhagic fever. Sampling was conducted in four districts namely Karanganyar, Tasikmadu, Jaten, and Kebakkramat. Making the number of samples based on population formula with an error rate of 20%, so minimum samples from each district is 25.
The variable in this study is the prevalence of parasitic mites and endorser variables such as temperature, dissolved oxygen values, and pH. Parameters in this study is the number of individuals of each species of mites that memparasiti at every stage pupa Aedes sp. and the number of pupae Aedes sp. which terparasiti.Tungau parasites were identified using identification book. Data were analyzed by calculating the number of pupae of mosquitoes that parasitized divided by the number of mosquito total pupae. Based on the research, the result ffound that two mites familia are Familia Pionidae and Hydrozetidae. Prevalence values obtained for Karanganayar are 1.61%. The highest prevalence values contained in Tasikmadu ie 3.7% later in the District Kebakkramat is 3.03%. There are no parasitic mite on the pupae of Aedes sp. at other districts namely Jaten and Karanganyar.
Kata kunciPrevalensi, tungau parasit, pupa Aedes sp
Pembimbing 1Dr. Bambang Heru Budianto, M.S.
Pembimbing 2Drs. Edi Basuki, Ph. D.
Pembimbing 3
Tahun2017
Jumlah Halaman36
Tgl. Entri2017-02-16 05:45:35.997524
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.