Artikelilmiahs

Menampilkan 13.761-13.780 dari 49.666 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1376117079F1F009015READER RESPONSE ON DISCRIMINATION AGAINST BIRACIAL IN SO WHAT ARE YOU ANYWAY? BY LAWRENCE HILL AND UNCLE WELLINGTON WIVES BY CHARLES W. CHESNUTT
ABSTRAK
Judul Penelitian “Reader Response on Racism against mulatto in Lawrence Hill’s So What Are You, Anyway? and Charles W. Chesnut’s Uncle Wellington’s Wives.”
Penelitian ini adalah studi sastra yang menggunakan teori respon pembaca untuk menemukan pendapat serta pandangan para pembaca itu sendiri mengenai masalah rasisme terhadap mulatto dalam karya So What Are You, Anyway?oleh Lawrence Hill dan Uncle Wellington’s Wives oleh Charles W. Chesnutt.. isu ini sangat menarik untuk diteliti dalam rangka untuk mengetahui bagaimana pandangan orang – orang terhadap kondisi tersebut, juga untuk membuktikan apakah rasis itu adalah ketentuan manusia yang terwujud dalam bentuk genetic berdasarkan warna kulit atau hanyalah sebuah paradigma mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan warna kulit pasti juga berhubungan dengan isu rasis.. penelitian ini mengaplikasikan teori respon pembaca serta strukturalisme respon pembaca sebagai tinjauan pustaka. Penelitian ini juga menggunakan metode deskriptif kualitatif yang fokus terhadap para respon dari pembaca sebagai data primer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon – respon pembaca dalam karya So What Are You, Anyway? Oleh Lawrence Hill dan Uncle Wellington’s Wives oleh Charles W. Chesnutt. Sebagai pendukung, peneliti memasukkan data sepuluh responden atau pembaca mengenai isu rasis yang dikaji di dalam penelitian ini.. hasil menunjukkan bahwa para pembaca dapat menyimpulkan maksud di dalam karya serta alur dengan cara mengidentifikasi kode yang ada di dalam cerita. Berdasarkan kesepuluh respon, bisa disimpulkan adanya isu mengenai rasisme yang dapat dikaji lewat kode di dalam cerita dan tercermin oleh kata – kata yang digunakan sang penulis. Di dalam cerita So, What are You Anyway?,respon – respon pembaca menunjukkan bahwa penulis menggunakan kata – kata seperti what, race, and black doll untuk menangkap isu rasisme sementara di lain cerita, Uncle Wellington’s Wives, para pembaca mengidentifikasi kata - kata North, black man, and Negro sebagai kode mengenai isu rasisme.

ABSTRACT
The Title of The Study “Reader Response on Racism against mulatto in Lawrence Hill’s So What Are You, Anyway? and Charles W. Chesnut’s Uncle Wellington’s Wives.”
This study is literature study whuch uses reader response study as the theory to find the readers' opinion and judgment about racism against mulatto in Lawrence Hill's So What Are You, Anyway? and Charless W. Chesnutt's Uncle Wellington Wives. This issue is very interesting to be dug in order to learn and see how other people judging these conditions, to proof that racism issue is about human faith determined by genetically skin colour or only about paradigm that anything related to skin colour should considered as racism. This research applies reader response's theory and structuralism reader response as the literature review. this study also applies descriptive qualitative method as the research method and concerns to the readers as the primary data. This research purposes to find out what the readers' response in Lawrence Hill's So What Are You, Anyway? and Charless W. Chesnutt's Uncle Wellington Wives. To support the study, the researcher involved 10 respondents, to give the responses of the issue talked in the study. The result of the study showed that the readers could conclude about the story and the plot by recognizing the codes in the story. Based on the responses of the ten respondents, the stories contained the racism and it could be found by using codes of the words used by the authors. In the story of So What Are You, Anyway?, the responses of the readers showed that the author used the word what, race, and black doll to capture the racism while in the story, Uncle Wellington Wives, the readers responded that the word North, black man, and negro as the codes of racism.
1376217081F1A009020KONSER MUSIK DAN PERILAKU MENYIMPANG REMAJA (Studi Fenomenologis tentang Perilaku Menyimpang Remaja dalam Konser Musik Reggae Band "Fly Away" Di Kabupaten KebumenTujuan penelitian masalah ini adalah mengenai bentuk penyimpangan yang dilakukan para penggemar Band Reggae “Fly Away” ketika konser musik berlangsung dan motivasi yang menyebabkan para penggemar melakukan aksi menyimpang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sasaran utama penelitian penggemar band reggae “Fly Away”. Metode pengambilan informan yang digunakan adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan analisis interaktif. Pengujian validasi data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam konser musik band reggae “Fly Away”, bentuk-bentuk perilaku menyimpang yang terjadi adalah mengkonsumsi minuman keras, bertindak asusila, dan tawuran. Bagi para penggemar band musik ini, sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa mabuk adalah kegiatan yang umum dilakukan setiap konser musik diadakan. Dengan kondisi mabuk tersebut, para penggemar dapat mengekspresikan kesenangannya melalui tindakan asusila seperti berjoget erotis serta melakukan free seks bersama pasangan. Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa adanya budaya ricuh dan tawuran saat pertunjukan musik berlangsung. Hal ini pada dasarnya dimbul karena masalah kecil saat konser yang dipicu oleh kondisi mabuk para penonton. Sementara itu, motivasi para penggemar melakukan beberapa tindakan menyimpang tersebut pada dasarnya dilandasi oleh motivasi senang-senang dan motivasi ingin tahu.

The problem of this research is how the shape of irregularities by the fans Band Reggae "Fly Away" when concerts take place and Motivation what caused the fans do deviate action. The method used is descriptive qualitative research objectives fans reggae band "Fly Away". The sampling method used is purposive sampling. Methods of data collection using in-depth interviews, observation and documentation. Methods of data analysis using interactive analysis. Data validation testing using triangulation. The results showed that in the concert band music reggae "Fly Away", forms of deviant behavior that occurs is consuming liquor, immoral acts, and fighting. For fans of the band's music, it's not a secret anymore that drunk is a common activity performed every music concerts are held. With the intoxicated condition, fans can express his joy through immoral acts such as erotic dancing and doing free sex with your partner. In addition, the researchers also found that the current culture of chaos and fighting musical performances take place. It is basically dimbul due to a small problem during a concert that was triggered by drunk audience. Meanwhile, fans of motivation to perform some actions that deviate basically based on the motivation of fun and motivation to want to know. For them, their age phase is the phase of fun where they feel free to do so provided they do not harm others. In addition, these conditions also based motivation curious uncontrolled from the youth so that they are exposed.

1376317082F1A009048EKSISTENSI PERMAINAN TRADISIONAL
(Studi Kasus di Desa Redisari Kecamatan Rowokele Kabupaten Kebumen)
ABSTRAK
Permasalah penelitian ini yaitu tentang eksistensi permainan tradisional di Desa Redisari. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pengaruh modernisasi membuat permainan tradisional berkurang karena adanya permainan modern. Permainan tradisional dianggap kurang menarik dibandingkan dengan permainan modern oleh mayoritas anak-anak di Desa Redisari. Permainan modern yang masuk ke Desa Redisari dilihat dari sarana yang menyediakan untuk bermain modern. Salah satunya tempat rental play station. Berkembangnya alat komunikasi yang berupa handphone yang memberikan jenis-jenis game online ataupun game offline membuat anak-anak sangat tertarik untuk bermain permainan modern. Sebagian anak yang masih bermain permainan tradisional dipengaruhi oleh faktor ekonomi dari orang tua anak tersebut. Upaya yang harus dilakukan untuk menjaga kelestarian permainan tradisional yaitu memperkenalkan kembali permainan tradisional di Desa Redisari. Orang tua memiliki peranan penting dalam usaha melestarikan permainan tradisional. Kesadaran orang tua akan permainan tradisional akan mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak sejak masih kecil. Guru di sekolah dasar juga mempunyai peran untuk menjaga permainan tradisional di Desa Redisari. Permainan tradisional dapat diselipkan dipelajaran tertentu oleh guru-guru, misalnya dalam pelajaran olah raga atau penjaskes



ABSTRACT
The Problems of this study is the existence of a traditional village game Redisari. The sampling method used is purposive sampling. The influence of modernization to make the traditional game is reduced because the modern game. The traditional games are considered less attractive than the modern game by the majority of children in the village Redisari. Modern game that goes to the village of Redisari visits of facilities providing for a modern play. One of them play station rental place. The development of communication tools such as mobile phones that provide these kinds of games online or offline games make children very keen to play modern games. Most children who are still playing the traditional game is influenced by economic factors of the child's parents. Efforts should be made to preserve the traditional game that is reintroducing traditional games in the village Redisari. Parents have an important role in the effort to preserve traditional games. Awareness of parents will be traditional games will introduce traditional games to children from a young age. Teachers in primary schools also have a role to maintain the traditional game in the village Redisari. The traditional game can be inserted certain dipelajaran by teachers, for example in sports or PE lessons
1376417017F1A009032EKSISTENSI KOMUNITAS VAPOR “KLAUDIE CITY” PURWOKERTOTujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana eksistensi dan kegiatan komunitas ini di Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sasaran penelitian mahasiswa yang bergabung dengan komunitas “Klaudie City” di Purwokerto. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan rokok elektrik (vapor) telah merambah ke kota-kota besar di Indonesia, termasuk Purwokerto sejak tahun 2014. Hal tersebut awal mula munculnya komunitas “Klaudie City” di Purwokerto. Berdasarkan penelitian yang berhasil dilakukan, peneliti menyimpulkan bahwa eksistensi komunitas “Klaudie City” dimulai pada Maret 2016. Pada awal terbentuknya, komunitas ini hanyalah ajang perkumpulan mahasiswa penikmat vapor. Namun seiring berjalannya waktu komunitas ini kemudian berkembang. Hingga saat ini jumlah anggota komunitas ini berjumlah sekitar 20 anggota. Meskipun masih tergolong kecil, ikatan hubungan yang terjalin antar anggota sangat kuat dan kompak. Hal ini mereka buktikan dengan penyelenggaraan kegiatan-kegiatan vapor yang berhasil mereka diadakan. Terdapat beberapa kegiatan terkait vapor yang berhasil dilakukan oleh komunitas “Klaudie City”. Pertama adalah vapemeet, ajang bertemu masing-masing anggota komunitas “Klaudie City” di Purwokerto. Pertemuan ini biasanya diisi dengan saling berbagi ilmu seputar rokok vapor dan liquid. Berikutnya adalah Cloud Chasing Competition, Terakhir adalah jual beli vapor dan liquid yang juga merupakan kegiatan jual beli rokok elektrik sekaligus mengenalkan komunitas “Klaudie City” bagi para pengunjung mahasiswa Purwokerto.The purpose of research is to find out how the existence and activities of this community in Purwokerto. The method used is descriptive qualitative research targets students who join the community "Klaudie City" in Purwokerto. The sampling method used is purposive sampling. Methods of data collection using in-depth interviews, observation, and documentation. Methods of data analysis using interactive analysis and validation of source data using triangulation techniques. The results showed that the development of electric cigarette (vapor) has expanded to major cities in Indonesia, including Purwokerto since 2014. It was the beginning of the emergence of a community "Klaudie City" in Purwokerto. Based on research performed successfully, the researchers concluded that the existence of the community "Klaudie City" began in March 2016. At the beginning of the formation, this community event sororities are just lovers vapor. But over time, this community evolved. Until now the number of members of this community numbering about 20 members. Although still relatively small, bonding the relationship between members is very strong and compact. This they prove by organizing activities that they managed held vapor. There are several activities related to vapor were successfully carried out by the community "Klaudie City". The first is vapemeet, the event met each member of the community "Klaudie City" in Purwokerto. These meetings are usually filled by sharing knowledge about cigarette vapor and liquid. Next is Cloud Chasing Competition, this is the arena of entertainment and competition exhaled a cloud (cloud) the longest and largest when inhaling vapor. Lastly is the buying and selling of vapor and liquid is also an electric cigarette trading activities as well as introduce community "Klaudie City" for the visitors, especially students Purwokerto.
1376517083F1I012034Pengaruh China’s Good Neighborhood Policy terhadap Vietnam dalam Upaya Penyelesaian Konflik Cina-Vietnam di Laut Cina Selatan di Masa Pemerintahan Hu JintaoPenelitian yang berjudul “Pengaruh China’s Good Neighborhood Policy terhadap Vietnam dalam Upaya Penyelesaian Konflik Cina-Vietnam di Laut Cina Selatan di Masa Pemerintahan Hu Jintao” akan menjelaskan mengenai pengaruh dari China’s Good Neighborhood Policy, yang Cina jalankan, terhadap Vietnam dalam upaya penyelesaian konflik Cina-Vietnam di Laut Cina Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh China’s Good Neighborhood Policy terhadap Vietnam dalam upaya penyelesaian konflik Cina-Vietnam di Laut Cina Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data sekunder atau telaah pustaka (Library Research) dan teknik analisis data yang mengaplikasikan teori ke dalam permasalahan yang ada di penelitian ini.
Hasil dari penelitian ini adalah, meskipun Cina menerapkan China’s Good Neighborhood Policy yang mana di dalamnya terdapat identitas-identitas yang ditampilkan Cina untuk memberikan pemahaman dan membentuk realitas sosial mengenai negaranya terhadap negara-negara ASEAN, dalam hal ini Vietnam, China’s Good Neighborhood Policy hanya memberikan sedikit pengaruh terhadap Vietnam di dalam upaya penyelesaian konflik keduanya di Laut Cina Selatan. China’s Good Neighborhood Policy hanya memberikan hasil berupa manajemen konflik di antara keduanya di dalam upaya penyelesaian konflik untuk mencegah, dan mengurangi tensi untuk menjaga hubungan yang baik di antara keduanya. Penampilan identitas-identitas yang terdapat di dalam China’s Good Neighborhood Policy tidak memberikan pemahaman yang baik terhadap Vietnam atau membentuk realitas sosial Cina di dalam pemahaman Vietnam. Vietnam masih memiliki rasa khawatir terhadap Cina, dikarenakan konflik di antara keduanya yang masih terjadi di Laut Cina Selatan, dan Cina yang masih menggunakan pendekatan Hard Power di kawasan tersebut.
Penerapan China’s Good Neighborhood Policy yang dilakukan oleh Cina didasari oleh adanya konteks sosial yang dihadapi oleh Cina. Konteks sosial yang dihadapi berupa pemahaman dari negara-negara lain yang memahami Cina sebagai negara yang mengancam, dan pemahaman ini dipengaruhi oleh adanya China Threat Theory. Untuk itu, Cina memberikan pemahaman yang baik atau membentuk realitas sosial mengenai negaranya di dalam pemikiran negara-negara tetangga mengenai Cina melalui identitas-identitas yang ditampilkan oleh Cina. Sebagai pemberian pemahaman yang baik atau pembentukan realitas sosial, Cina mengambil tindakan berupa hubungan yang baik dengan negara-negara tetangga melalui kerjasama sebagai penerapan China’s Good Neighborhood Policy, dan berupaya untuk menyelesaikan konflik apabila Cina menghadapi konflik. Hal inilah yang akan peneliti jelaskan lebih lanjut dalam penelitian ini.
This research, titled “China’s Good Neighborhood Policy Influence to Vietnam in the Effort of China-Vietnam Conflict Settlement in South China Sea in Hu Jintao Period”, will describe about the influence of China’s Good Neighborhood Policy, that China implements, to Vietnam in the effort of China-Vietnam conflict settlement in the South China Sea. Purposes of this research are to know and describe about the influence of China’s Good Neighborhood Policy to Vietnam in the effort of China-Vietnam conflict settlement in the South China Sea. This research will use qualitative method with secondary data assembling or library research technique, and with the use of data analysis that implements theory to problems of this research.
The result of this research is, even though China implements China’s Good Neighborhood Policy which there is identities represented by China to give understanding and form social reality of China to ASEAN Countries, in this case is Vietnam, China’s Good Neighborhood Policy just provide some influence to Vietnam in the effort of conflict settlement among them in the South China Sea. China’s Good Neighborhood Policy just provides a result of conflict management among them in order to prevent and minimalize tensions to maintain good relations among them. The representation of identities which is inside China’s Good Neighborhood Policy does not give better understanding to Vietnam or form China’s social reality inside Vietnam’s thought. Vietnam still feels suspicious to China, this is because of unfinished conflict in the South China Sea, and China’s Hard Power use in that conflict.
This implementation of China’s Good Neighborhood Policy is based on social context faced by China. The social context that is faced by is ASEAN Countries thought that conceive China as threatening Country, and this thought is affected by China Threat Theory. For this reason, China has to provide a better understanding or form social reality inside ASEAN Countries thought through representation of China’s identities. As providing better understanding and forming social reality, China has to take actions such as interweave good relations with ASEAN Countries through cooperation as implementation of China’s Good Neighborhood Policy and involve in conflict settlement if China faces conflict. This research will describe this further.
1376617084G1A013112EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN SENDOK (Plantago major L.) TERHADAP KADAR SGOT DAN SGPT TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI PARASETAMOL
Hepatotoksik akibat induksi parasetamol menghasilkan metabolit toksik N-acetyl-p-benzoquinoneimine (NAPQI). Metabolit ini mempunyai efek menstimulasi stres oksidatif yang berpotensi menimbulkan kerusakan sel hepatosit dengan meningkatkan kadar SGOT (Serum Glutamic-Oxaloacetic Transminase) dan SGPT (Serum Glutamic-Pyruvic Transminase). Ekstrak etanol daun sendok (Plantago major L.) memiliki senyawa aktif sebagai antiinflamasi dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanol daun sendok menurunkan kadar SGPT dan SGOT model hepatotoksik tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi parasetamol. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan post test only with control group. Dua puluh lima ekor tikus putih jantan dibagi dalam lima kelompok. Kelompok A sebagai kontrol normal diberi akuades. Kelompok B sebagai kontrol negatif diberi parasetamol 128mg/200gBB tikus/hari per oral. Kelompok C, D dan E diberi parasetamol 128mg/200gBB tikus/hari dan ekstrak etanol daun sendok 100mg, 200mg dan 400mg/200gBB tikus/hari per oral. Rerata kadar SGPT kelima kelompok A, B, C, D dan E adalah 86,80±10,01; 118,80±24,42; 98,60±9,40; 116,00±49,68; dan 168,20±121,99. Sedangkan, rerata kadar SGOT kelima kelompok A, B, C, D dan E adalah 164,80±21,95; 201,40±53,94; 165,60±10,29; 163,00±50,98; dan 205,80±106,44. Rerata kadar SGPT kelompok C dan SGOT kelompok D lebih rendah pada kelompok studi. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna secara signifikan kadar SGOT dan SGPT (p>0,05) diantara kelompok uji. Pada penelitian ini ekstrak etanol daun sendok meghambat peningkatan kadar SGOT dan SGPT model tikus hepatotoksik.Hepatotoxicity which caused by paracetamol induction was N-acetyl-p-benzoquinoneimine (NAPQI) toxic metabolite. This metabolite stimulated oxidative stress which induced hepatocyte damage by increasing the SGOT (Serum Glutamic-Oxaloacetic Transminase) dan SGPT (Serum Glutamic-Pyruvic Transminase). Ethanol extract of plantain (Plantago major L.) has antioxidant and antiinflammation agent. This study was to evaluate the effect of ethanol extract of Plantago major L. on reduction of SGOT and SGPT in paracetamol induced hepatotoxicity rat (Rattus norvegicus) model. The design method was experimental study and post test only with control group design. 25 rats male (Rattus norvegicus) were divided in to 5 group. Group A as a normal control was given aquades. Group B as a negative control was given paracetamol 128mg/200gBW rat/day per oral. Group C, D, and E were given paracetamol 128mg/200gBW rat/day per oral and ethanol extract of Plantago major L. 100mg, 200mg, and 400mg/200gBW rat/day per oral. The mean of SGPT level in five groups A, B, C, D and E are 86,80±10,01; 118,80±24,42; 98,60±9,40; 116,00±49,68; and 168,20±121,99. Whereas, the mean of SGOT level in five groups A, B, C, D and E are 164,80±21,95; 201,40±53,94; 165,60±10,29; 163,00±50,98; dan 205,80±106,44. The mean level of SGPT in group C and SGOT level of group D was lower in the study group.The results of Kruskal-Wallis test showed that there were not significantly differences of SGOT and SGPT (p>0,05) between the groups. This research can be concluded administration of ethanol extract of Plantago major L. can prevent the liver damage on reduction SGOT and SGPT level in drug induced hepatotoxicity rat (Rattus norvegicus) model.
1376717085H1L010046Rancang Bangun Sistem Informasi Rencana Anggaran Berbasis Web (Studi Kasus Akademi Kebidanan YLPP Purwokerto)Rencana Anggaran merupakan proses penyusunan laporan keuangan dan biaya yang mungkin timbul akibat proses yang mendukung kegiatan fungsional untuk mencapai tujuan dari yayasan. Pembuatan sistem informasi rencana anggaran ini bertujuan untuk mempermudah pegawai Akademi Kebidanan YLPP Purwokerto dalam mengelola rencana anggaran. Sistem ini dibangun dengan MySQL sebagai basis data dan PHP sebagai bahasa pemrograman. Adapun proses yang terdapat dalam sistem ini meliputi perencanaan dan persetujuan anggaran.Budgeting is preparation process of costs and financial statements that may arise as a result of processes that support functional activities to achieve the objectives of the foundation. Budgeting Information System aims to help YLPP Academy of Midwifery's employee in managing budget plan. This system is developed with MySQL as database, and PHP as programming language. Included in this system are budget planning and approval.
1376817088A1C111047Faktor-Faktor Internal yang Mempengaruhi Minat Petani Dalam Mengembangkan Varietas California (Studi Kasus di Desa Karangkemiri Kecamatan, BanyumasSUMMARY

Karangkemiri’s village farmers plant California papaya because interesting.The interest of planting California papaya was being impulse to do, the interest will be spirit for do activities and believe to reac the goal. The goal of this research are 1) analyze the interest of farmers with California papaya cultivation, 2) analyze about componen which influence with the interest of farmers, 3) analyze internal factors which influence with the interest of farmers bellow.
This research done in Karangkemiri’s Village, Karanglewas’s District, Banyumas county, Central Java Province. This research started in January, 29th 2015 until May, 19th 2016. This research used Non-Parametric Statistics are Likert Summated Ratings Scale dan Multiple Regression Linear Analyze,. The object of this research were Karangkemiri village’s farmers, karanglewas’s district, Banyumas’s couties Farmers. This research started with census method to 29 farmers because the variance score is 0,11, the variance score is more than 0,1 ( large of land variance is 0,11). The variance score is high so that the population was heterogeneous. Census method is to write all the elements that investigated, investigating all the object, all the symptons, and events (Arikunto, 2006).
The conclusion of this research are The interest score is 4,59 in strong position. The score show that the interest of farmers to plat California papaya is ver strong. The component of the interest farmers is built by willness, desire, and fondness. The willness’s score is 4,462, the desire’s score is 4,51, the fondness score is 4,82. The interesting score was 4,59 in strong position. The strongest component of the interest of the farmers self in the fondness. Bassed of multiple regression analyze, this research give information about the intern factor which affect the interest of Karangkemiri’s farmers in develop California variety of papaya cultivation is the large of land and education.


Petani Desa Karangkemiri membudidayakan pepaya petani menjadi dorongan untuk bertindak. Minat sebagai semangat untuk melaksanakan kegiatannya dan keyakinan untuk mencapai tujuannya. Tujuan penelitian ini adalah 1) Menganalisa minat petani terhadap usahatani pepaya California, 2) Menganalisa komponen pembentuk minat tersebut di atas, 3) Menganalisa faktor-faktor internal yang mempengaruhi minat tersebut di atas.
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karangkemiri Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas Propinsi Jawa Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 29 Januari 2015 – 19 Mei 2016. Penelitian ini menggunakan Statistik Non Parametrik yaitu Skala Likert Summated Ratings dan Analisis Regresi Linear Berganda. Sasaran penelitian ini adalah petani pepaya California Desa Karangkemiri Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini dilakukan dengan cara sensus terhadap 29 petani karena nilai varians yaitu 0,11, nilai variance melebihi 0,1 (variance luas lahan = 0,11). Nilai variance yang besar maka populasi tersebut bersifat heterogen. Metode sensus adalah mencatat semua elemen yang diselidiki, menyelidiki semua objek, semua gejala, dan peristiwa (Arikunto, 2006).
Kesimpulan penelitian ini adalah nilai minat sebesar 4,59 berada pada posisi kuat. Komponen pembentuk minat terdiri atas 3 hal, yaitu : kehendak, keinginan dan kesukaan. Nilai kehendak sebesar 4,462, nilai keinginan sebesar 4,51, nilai kesukaan sebesar 4,82. Kehendak, keinginan dan kesukaan petani berada pada posisi kuat. Nilai minat sebesar 4,59 berada pada posisi kuat. Komponen minat yang paling kuat adalah kesukaan. Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa faktor internal yang mempengaruhi minat adalah luas lahan dan pendidikan.
1376917089H1L013062RANCANG BANGUN APLIKASI PENGELOMPOKAN DATA INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT DENGAN METODE FUZZY C-MEANS CLUSTERING BERBASIS WEBSITEMeningkatkan kesejahteraan rakyat merupakan salah tujuan utama dalam pembangunan Negara Indonesia. Terdapat berbagai indikator yang digunakan untuk mengukur kesejahteraan rakyat pada suatu daerah misalnya kependudukan, pendidikan, ketenagakerjaan, pengeluaran dan konsumsi, dll. Banyaknya indikator tersebut menyebabkan sulitnya membuat kesimpulan daerah mana yang memiliki tingkat kesejahteraan yang rendah.
Dalam penelitian ini akan dilakukan pengelompokan data indikator kesejahteraan rakyat untuk dapat melihat kelompok daerah yang dinilai memiliki tingkat kesejahteraan rendah dan memerlukan perhatian khusus dalam rangka upaya peningkatan kesejahteraan rakyat. Data sample yang digunakan yaitu data indikator kesejahteraan rakyat pada tiap kabupaten / kota se-Jawa Tengah. Pengelompokan data ini dilakukan dengan metode fuzzy c-means clustering. Dan dibangun berbasis website agar dapat lebih mudah digunakan. Metode pengembangan sistem yang digunakan yaitu waterfall yang terdiri dari analisis, desain, pengodean, pengujian dan tahap pendukung atau pemeliharaan.
Improve the people's welfare is the primary goal in the development of the Indonesian Country. There are variety of indicators used to measure people's welfare in an area such as population, education, employment, spending and consumption, etc. The large number of the indicators caused hard to making conclusions which areas that have low levels of welfare.
In this research will be made the grouping data indicators of people’s welfare to be able to see areas that are judged have low levels of welfare and require special attention in order to attempt the improvement of people's welfare. The data sample used is data indicators people's welfare in each district in Central Java. This grouping data will be done by the method of fuzzy c-means clustering. And built a web-based so it can be easier to use. System development methods used waterfall that consists of a analysis, design, coding, testing and support or maintenance.
1377017090G1A013134EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN SENDOK (Plantago major L.) TERHADAP KADAR UREUM DAN KREATININ TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI PARASETAMOL
Parasetamol merupakan obat analgesik dan antipiretik yang efektif. Nefrotoksisitas obat dapat terjadi akibat pemberian parasetamol melalui mekanisme kerusakan tubuler yang disebabkan oleh metabolit reaktif NAPQI. Ekstrak etanol daun sendok (Plantago major L.) berfungsi sebagai antioksidan dan antiinflamasi yang berpotensi mencegah kerusakan pada ginjal akibat zat nefrotoksik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak etanol daun sendok terhadap kadar ureum dan kreatinin tikus putih yang diinduksi parasetamol dosis toksik. Dua puluh lima ekor tikus putih jantan galur wistar dibagi secara acak menjadi 5 kelompok (n=5). A: kelompok kontrol sehat (aquades); B: kelompok kontrol negatif (parasetamol + Pelarut CMC 1%); C, D, dan E: kelompok perlakuan (parasetamol + ekstrak etanol daun sendok). Induksi nefrotoksisitas menggunakan parasetamol dosis 128 mg/200gBB. Dosis daun sendok pada kelompok perlakuan (C, D, dan E) masing-masing 100, 200, dan 400 mg/200gBB. Penelitian dilakukan selama 22 hari, pada hari ke-23 dilakukan pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin serum. Rerata kadar ureum kelompok A=57,0 ± 8,4; B=67,4 ± 9,6; C=64,2 ± 4,2; D=59,4 ± 5,0; E=55,8 ± 7,9. Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan rerata bermakna kadar ureum antar kelompok percobaan (p=0,102; CI=95%). Rerata kadar kreatinin kelompok A=0,6 ± 0,1; B=0,7 ± 0,02; C=0,7± 0,1; D=0,7 ± 0,03; E 0,7 ± 0,05. Hasil uji Kruskall-Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna rerata kreatinin antar kelompok percobaan (p=0,997; CI=95%). Pemberian ekstrak etanol daun sendok dapat menghambat peningkatan rerata kadar ureum pada kelompok perlakuan. Tidak terdapat perbedaan rerata kadar ureum tikus putih yang bermakna secara statistik antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Pemberian ekstrak etanol daun sendok tidak dapat menghambat peningkatan kadar kreatinin.Paracetamol is an effective analgesic and antipyretic. Nephrotoxicity caused by paracetamol can be happened because reactive metabolites called NAPQI. Plantain extract (Plantago major L.) contains antioxidant and antiinflamatory has potential effect to prevent renal damage caused of nephrotoxic agent. This research is to determine the effects of extract ethanol plantain on blood urea nitrogen (BUN) and creatinine in male rats induced by toxic dose of paracetamol. Twenty five of male wistar white rats is divided into 5 groups randomly (n=5). A group as a control received aqua destillata, B group as negative control received paracetamol + 2 ml CMC solution 1 %,; C, D and E group as treatment group received paracetamol + plantain. Nephrotoxicity induction used 128 mg/200gBW of paracetamol. Plantain dose for treatment group (C, D, and E) used 100, 200, 400 mg/200gBW. All treatments were given for 22 days, the end of study examined the levels of BUN and creatinine. Average score for BUN in group A=57,0 ± 8,4; B=67,4 ± 9,6 ; C=64,2 ± 4,2; D=59,4 ± 5,0; E=55,8 ± 7,9. One Way ANOVA test showed that there was no significant BUN level difference between the groups (p=0,102; CI=95%) after Plantain administration to white rat. Average score for creatinine in group A=0,6 ± 0,1; B=0,7 ± 0,02 ; C=0,7± 0,1; D=0,7 ± 0,03; E=0,7 ± 0,05. Kruskall-Wallis test showed that there was no significant creatinine level difference between the groups (p=0,997; CI= 95%). Extract ethanol plantain can lower mean level of blood urea nitrogen levels in treatment groups. There was not statistically significant the mean level of blood urea nitrogen in white rat between treatment groups and control groups. Extract ethanol plantain can not inhibit an increase in creatinine levels.
1377117091A1L012195PENGARUH LETHAL DAN SUB-LETHAL JAMUR ENTOMOPATOGEN
Fusarium cf solani TERHADAP Crocidolomia pavonana
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efek lethal dan sub-lethal Fusarium cf. solani terhadap larva Crocidolomia pavonana. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - September 2016 di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal. Faktor tersebut P0=kontrol (akuades), P1=1x10^6 spora/mL, P2=1x10^7 spora/mL, dan P3=1x10^8 spora/mL. Total perlakuan adalah 4 dan 16 unit percobaan. Variabel yang diamati adalah tingkat mortalitas larva, tingkat pembentukan pupa, dan kemunculan imago. Jamur entomopatogen F. solani dapat membunuh larva C. pavonana dalam jumlah yang sangat rendah, LC50 = (6,3 ± 1,0) x 10^25 dan LC 90 = (2,5 ± 1,0) x 10^51. Perlakuan jamur tersebut dapat menyebabkan penurunan jumlah pupa yang terbentuk dan imago yang muncul secara signifikan.This research aimed to study the lethal and sub-lethal effects of Fusarium cf solani against Crocidolomia pavonana larvae. This research was conducted on April until September 2016 at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, the University of General Soedirman, Purwokerto. This study uses a completely randomized design (CRD) single factor with four replications. That factor P0 = control (distilled water), P1 = 1x10^6 spores / mL, P2 = 1x10^7 spores / mL, and P3 = 1x10^8 spores / mL. Total treatment was 4 and 16 experimental units. The measured variables were mortality of larvae, pupal formation, and the emergence of imago. Entomopathogenic fungus F. solani caused mortality larvae of C. pavonana in very low rate, LC50 = (6,3 ± 1,0) x 10^25 and LC 90 = (2,5 ± 1,0) x 10^51. However the treatments of the fungus can cause decreased the pupal formation and imago emergence significantly.
1377217107G1G010056PERBANDINGAN PENGARUH METODE PENYINARAN UNIFORM CONTINUOUS CURE, RAMP CURE, DAN INTERMITTENT CURE TERHADAP KEKERASAN RESIN KOMPOSIT BULK FILL PACKABLEKekerasan merupakan sifat mekanis bahan restorasi yang penting. Kekerasan berhubungan dengan daya tahan bahan restorasi dalam menahan beban pada proses pengunyahan. Resin komposit bulk fill packable dikembangkan beberapa tahun terakhir, dapat diaplikasikan hingga ketebalan 4 mm. Kekerasan dapat dipengaruhi salah satunya dengan penggunaan metode penyinaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pengaruh metode penyinaran uniform continuous cure, ramp cure, dan intermittent cure terhadap kekerasan resin komposit bulk fill packable. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 24 sampel dikelompokkan dalam 3 kelompok. Sampel berbentuk silinder dengan ukuran diameter 5 mm dan tinggi 4 mm dari bahan aluminium. Kelompok I dilakukan penyinaran dengan metode uniform continuous cure. Kelompok II dilakukan penyinaran dengan metode ramp cure. Kelompok III dilakukan penyinaran dengan metode intermittent cure. Setiap sampel dilakukan penyinaran dengan menggunakan LED selama 40 detik. Semua kelompok selanjutnya direndam dalam air distilasi dan disimpan dalam inkubator pada suhu 37oC selama 24 jam. Pengujian kekerasan pada sampel diukur menggunakan vickers hardness tester dengan beban 200 gram selama 15 detik. Uji one way anova menunjukkan terdapat perbedaan nilai kekerasan yang signifikan diantara metode penyinaran yang digunakan (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode intermittent cure memiliki nilai rata-rata kekerasan paling tinggi dibandingkan dengan metode uniform continuous cure dan ramp cure.Hardness is an important mechanical properties of dental restorative materials. It is associated with durability of the materials in holding loads during the process of mastication. Resin composite bulk fill packable that have been developed the past few years, can be applied up to a thickness of 4 mm. Hardness can be influenced by using of light curing method. This research was aimed to determined the comparison of the effect of uniform continuous cure, ramp cure, and intermittent cure light curing method to the hardness of resin composite bulk fill packable. Samples taken in this research were 24 divided into three groups. Each sample was cylindrical with a diameter of 5 mm and a height of 4 mm with aluminum material. Samples in Group I were light cured with uniform continuous method. Samples in Group II were light cured with ramp method. Samples in Group III were light cured with intermittent method. Each sample was polymerized using LED for 40 second. All groups were immersed in distilled water and stored in an incubator at 37oC for 24 hours. Hardness of the sample was measured using vickers hardness tester with a load of 200 gram for 15 seconds. One way anova test showed that there were significant differences in hardness between light cured methods used (p <0.05). The results of the research showed that intermittent cure method had the highest hardness average value than uniform continuous cure and ramp cure method.
1377317092H1L011016RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PARIWISATA KABUPATEN PURBALINGGA BERBASIS WEB (STUDI KASUS DINAS KEBUDAYAAN PARIWISATA PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN PURBALINGGA)Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (DINBUDPARPORA) Kabupaten Purbalingga mempunyai tugas pokok melaksanakan penyelenggaraan urusan Pemerintah Daerah dibidang kebudayaan, pariwisata, pemuda dan olahraga berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Bupati. Salah satu tugas pokok dari DINBUDPARPORA adalah melakukan pengelolaan dibidang pariwisata yang berupa pendataan potensi objek wisata, pendataan objek-objek wisata, pendataan pengunjung tiap objek wisata, pendataan pendapatan tiap objek wisata, pendataan hotel yang ada di kabupaten purbalingga, pendataan pengunjung hotel yang ada di kabupaten purbalingga, pendataan cafe yang ada di kabupaten purbalingga dan manajemen anggaran kerja. Hasil pendataan tersebut kemudian dibukukan dan disimpan pada suatu tempat penyimpanan yang tentu membutuhkan tempat yang besar karena banyaknya data yang disimpan. Hal ini tentu saja menimbulkan masalah dalam pengelolaan dan pencarian data tersebut. Berdasarkan masalah tersebut, maka dikembangkanlah Sistem Informasi Manajemen pariwisata berbasis web. Sistem tersebut dikembangkan dengan menggunakan database MySQL dan bahasa pemrograman Hypertext Preprocessor (PHP) dengan metode pengembangan waterfall. Pengembangan ini diharapkan agar lebih mempermudah dalam pengelolaan data dibidang pariwisata di DINBUDPARPORA Kabupaten Purbalingga.Department of Culture Tourism Youth and Sports (DINBUDPARPORA) Purbalingga it has a fundamental duty to implement the Regional implementation of government affairs in the field of culture, tourism, youth and sports based on policies set by the Regent. One of the main tasks of DINBUDPARPORA is managing the tourism sector in the form of data collection potential tourist attraction, logging sights, collection of visitors for each attraction, collection of income each attraction, collection of hotels in the district purbalingga, collection of hotel visitors in purbalingga district, logging cafe in the district purbalingga and budget management work. Logging output is then recorded and stored in a storage area that would require a great place because of how much data is stored. This of course poses problems in managing and searching data. Based on these issues, it is developing the tourism management information system based on web. The system was developed using MySQL database and programming language Hypertext Preprocessor (PHP) with waterfall development method. This development is expected to better facilitate data management in the field of tourism DINBUDPARPORA Purbalingga district.
1377417093H1G009018PENGARUH LINDI TPA BANJARAN PURBALINGGA TERHADAP KERAGAMAN DAN KELIMPAHAN PLANKTON PADA SALURAN IRIGASI BANJARAN PURBALINGGAPenelitian berjudul “Pengaruh Lindi TPA Banjaran Purbalingga Terhadap Keragaman dan Kelimpahan Plankton Pada Saluran Irigasi Banjaran Purbalingga” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kelimpahan dan keragaman plankton antara sebelum dan sesudah tercemari lindi TPA Banjaran Purbalingga.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, dengan menggunakan Stratified Random Sampling. Pengambilan sampel pada 5 stasiun dengan masing-masing stasiun 2 kali ulangan, waktu penelitian pada bulan Agustus 2016. Data dianalisis dengan uji F.
Hasil penelitian menunjukan keragaman plankton yang diperoleh Keragaman plankton sebelum tercemar lindi TPA banjaran Purbalingga untuk fitoplankton ditemukan 11 genera sedangkan zooplankton ditemukan 6 family dan sesudah tercemar lindi TPA banjaran Purbalingga fitoplankton ada 5 genera sedangkan zooplankton ada 7 family. Kelimpahan plankton sebelum tercemar lindi TPA banjaran Purbalingga untuk fitoplankton rata-rata 19,820±11,024ind/L dan sesudah tercemar lindi TPA Banjaran Purbalingga rata-rata 9,137±5,105ind/L. Zooplankton rata-rata 5,275±4,451ind/L dan sesudah tercemar lindi TPA Banjaran Purbalingga rata-rata 3,673±3,347ind/L.
This research entitled by “Effect of leachate TPA Banjaran Purbalingga to common Diversity and Abundance of Plankton in Canal Irrigation Banjaran Purbalingga”. The purpose of this research is to know the difference diversity and abundance plankton between before and after contaminated of leachate TPA Banjaran Purbalingga.
The research method used is survey method by using Stratified Random Sampling. Replicates of sampling five station with two replicates of sampling, this research conducted in August 2016. Data were analyzed by F test.
The results obtained by the diversity of plankton before contaminated leachate TPA Banjaran Purbalingga, for phytoplankton abundance as many as 11 genera meanwhile zooplankton abundance as many as 6 family dan after contaminated leachate TPA Banjaran Purbalingga for phytoplankton abundance as many as 5 genera meanwhile zooplankton abundance as many as 7 family. Abundance of plankton before contaminated leachate TPA Banjaran Purbalingga for phytoplankton range 19,820±11,024ind/L and after contaminated leachate TPA Banjaran Purbalingga range 9,137±5,105ind/L. Zooplankton range 5,275±4,451ind/L and after contaminated leachate TPA Banjaran Purbalingga range 3,673±3,347ind/L
1377517094H1L012056Rancang Bangun Sistem Informasi Pendaftaran Pendakian Gunung Slamet Berbasis WebSistem informasi pendaftaran pendakian gunung Slamet merupakan sistem informasi berbasis web yang digunakan untuk pendaftaran pendakian gunung Slamet secara online.Pendaftaran pendakian gunung Slamet dibuat untuk membuat proses pendaftaran menjadi lebih efisien dari sebelumnya. Pendaftaran pendakian selama ini masih dilakukan di basecamp jalur pendakian sehingga sangat mungkin terjadinya antrian yang panjang apabila terdapat banyak pendaki. Sistem informasi ini membantu para pendaki dalam hal pendaftaran pendakian tersebut secara online. Sistem informasi ini juga memuat informasi mengenai jalur pendakian dan berita seputar gunung Slamet. Dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP, dan HTML, MySQL sebagai database server dan DFD sebagai penggambaran arus datanya. Berdasarkan hasil testing yang telah dilakukan, adanya sistem informasi ini dapat mengatasi permasalahan yang terjadi dan membantu proses pendaftaran pendakian khususnya di gunung Slamet.Information system of mountain Slamet mountaineering Registration is a web-based information system that used for mountaineering Slamet mountain registration online. Mountaineering registration of Slamet mountain made to make the registration process more efficient than before.Mountaineering registration of Slamet mountain still has been done in basecamp mountaineering track so it's very possible the long queues when there are many mountaineers. This information system helps the mountaineers in the mountaineering registration online. This information system also contains information regarding news about the mountaineering paths and Slamet mountain itself. Built using the programming language PHP, and HTML, MySQL as the database server and DFD as a depiction data flow. Based on the results of testing that has been done, the information system is able to overcome the problems occurred and assist the registration process, especially in mountaineering Slamet mountain.
1377617095F1B012014EVALUASI DAMPAK PROGRAM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK) DALAM PENGENTASAN PENGANGGURAN DI KABUPATEN BANYUMASPertumbuhan penduduk harus diimbangi dengan semakin terbukanya lapangan pekerjaan, apabila lapangan pekerjaan tidak sebanding dengan pertumbuhan penduduk maka mereka akan menjadi pengangguran. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menggagas sebuah program yaitu Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) dalam bentuk pelatihan kerja melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Kabupaten Banyumas telah melaksanakan program PBK sejak tahun 2011 sampai sekarang, oleh karena itu perlu adanya evaluasi terhadap dampak yang ditimbulkan, apakah sudah sesuai dengan yang diinginkan atau belum. Lokasi penelitian ini berada di Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dan menggunakan pendekatan evaluasi comparrative after only. Teknik pengambilan sampelnya yaitu cluster sampling dengan jumlah sampel untuk masing-masing kelompok treatment dan kelompok control adalah 91 orang. Teknik analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan mann-whitney u-test. Hasil penelitian diketahui terdapat perbedaan antara kondisi kelompok treatment dengan kelompok control setelah dilakukannya program PBK. Kondisi setelah program PBK pada kelompok treatment lebih baik daripada kelompok control dan dampak program PBK lebih dapat dirasakan oleh kelompok treatment daripada kelompok control. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa program PBK memberikan dampak positif terhadap pengentasan pengangguran di Kabupaten Banyumas.In this case, demographic development must be equal with job opportunity. If they are not balance, it will increase the number of unemployment. In order to overcome this problem, Labour and Transmigration Ministry invent a training program, PBK (Competence Based Training), which is included in form of work training arranged by BLK (Work Training Unit). Banyumas have already implemented PBK program since 2011 until these days. Therefore, in order to know the result of PBK, an evaluation towards the effect of this program is really needed. The location of this research is in Banyumas. Evaluation approach in this research is comparative after only by using quantitative method. The technic of collecting the sample is cluster sampling. This total sample for each treatment group and control group are 91 people. The technique of data analysis using frequency distribution and mann-whitney u-test. The result of the research can be seen there is a difference condition between treatment group with control group after PBK program. Conditions after PBK program to treatment group better than control group and PBK program give more effect to treatment group rather than control group. Thus, it can be concluded that this PBK program gives positive effect toward removing unemployment issue in Banyumas.
1377717096F1A012065Dampak Perkembangan Desa Wisata Terhadap Perubahan Budaya Lokal Masyarakat Desa Kaligono Kabupaten PurworejoPada tahun 2014 berhasil meraih predikat penghargaan peringkat 10 terbaik desa wisata tingkat nasional. Berkembangnya Desa Kaligono sebagai desa wisata memberikan banyak perubahan budaya pada masyarakat lokal di daerah sekitar pariwisata. Semakin tinggi kunjungan wisatawan akan merangsang interaksi sosial dengan masyarakat sekitar wisata, ehingga akan ada perubahan budaya masyarakat lokal Desa Kaligono. Peneliti memfokuskan perhatian pada perubahan budaya lokal yang bertujuan untuk mengetahui dampak perkembangan desa wisata terhadap perubahan budaya dan faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan budaya masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dampak positif yang muncul dari perkembangan Desa Kaligono bagi budaya masyarakat adalah yang pertama adanya modifikasi kesenian tradisional khususnya Tari Dolalak Kedua adalah meningkatnya kembali produk kerajinan tangan dan kuliner tradisional yang sebelumnya sulit menembus pasar. Ketiga adalah meningkatnya jumlah pementasan kesenian yang ada di Desa Kaligono. Sementara itu, dampak negatif yang muncul adalah komersialisasi budaya dan pengaruh negatif budaya wisatawan. Selain itu, faktor-faktor yang menyebabkan perubahan budaya yang terjadi di Desa Kaligono tidak bisa lepas dari adanya pengaruh globalisasi yang menjadi faktor utama. Mudahnya akses informasi dan meningkatnya eksistensi Desa Kaligono menjadi dampak adanya globalisasi. Kemudian hal tersebut didukung dengan adanya dua faktor lain yakni; urbanisasi/migrasi yang dilakukan masyarakatIn 2014 the award was awarded best ranking of 10 national tourist village level. Expanding Kaligono village as a tourist village provides many cultural changes in local communities in the surrounding area of tourism. The higher the rating the visit will stimulate social interaction with people around travel, there will be changes ehingga local culture Kaligono village. Researchers focus on changes in the local culture which aims to determine the impact of the development of rural tourism on cultural change and the factors that cause changes in culture. The method used is descriptive qualitative. Research shows that positive impact arising from the development of the village Kaligono for culture is the first modification of traditional arts, especially dance Dolalak Second is the increasing return of handicraft products and traditional cuisine that are otherwise difficult to penetrate the market. The third is the growing number of art performances in the village Kaligono. Meanwhile, the negative impact that arises is the commercialization of culture and the negative influences of cultural tourists. In addition, factors that lead to cultural changes that occurred in the village Kaligono can not escape from the influence of globalization is a major factor. The ease of access to information and increased existence Kaligono village into the impact of the globalization. Then it is supported by the two other factors namely; urbanization / migration.
1377817100G1A013004PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) TERHADAP KADAR LDL DAN HDL TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)
MODEL HIPERKOLESTEROLEMIA
Hiperkolesterolemia adalah kondisi peningkatan kadar kolesterol total, Low Density Lipoprotein (LDL), trigliserida dan atau penurunan High Density Lipoprotein (HDL). Kondisi hiperkolesterolemia ini dapat memicu terjadinya aterosklerosis, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan stroke. Daun kersen memiliki senyawa aktif berupa saponin, flavonoid, dan tanin pada daun yang bermanfaat sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) terhadap kadar LDL dan HDL tikus putih (Rattus norvegicus) model hiperkolesterolemia. Desain penelitian ini menggunakan post test only with control group design dengan dua puluh enam ekor tikus dibagi lima kelompok (K); KI (kontrol sehat), KII (kontrol negatif), dan KIII (42 mg/200grBB/hari), KIV (daun kersen 84 mg/200grBB/hari), dan KV (daun kersen 168 mg/200grBB/hari). Induksi hiperkolesterolemia pada KII, KIII, KIV dan KV menggunakan minyak babi 2 gram/200grBB/hari, kuning telur bebek 2 gram/200grBB/hari, dan pakan buatan berbahan dasar otak sapi 10 gr/100grBB/tikus dilakukan selama 17 hari kemudian dilanjutkan ekstrak etanol daun kersen pada KIII, KIV, dan KV selama 14 hari. Rerata kadar HDL pada KI: 52,60 ± 17,52 mg/dL, KII: 60,60 ± 16,09 mg/dL, KIII: 60,20 ± 17,08 mg/dL, KIV: 80,00 ± 26,16 mg/dL, dan KV: 57,17 ± 20,61 mg/dL. Rerata kadar LDL pada KI: 15,80 ± 13,32 mg/dL, KII: 24,48 ± 16,78 mg/dL, KIII: 20,32 ± 9,29 mg/dL, KIV: 29,48 ± 33,09 mg/dL, dan KV: 12,53 ± 9,12 mg/dL. Uji one way ANOVA kadar HDL pada kelima kelompok menunjukkan hasil yang tidak signifikan (p=0,319). Uji Kruskal Wallis kadar LDL didapatkan hasil tidak signifikan (p=0,456). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna secara statistik antara pemberian ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) dosis 42 mg/200grBB/hari, 84 mg/200grBB/hari, dan 168 mg/200grBB/hari terhadap kadar LDL dan HDL tikus putih (Rattus norvegicus) model hiperkolesterolemia.Hypercholesterolemia is a condition characterized by elevated total cholesterol level, Low Density Lipoprotein (LDL), triglycerides and or decreased High Density Lipoprotein (HDL) in blood. Hypercholesterolemia condition may trigger the formation of atherosclerosis, therefore increase the risk for coronary heart disease and stroke. Muntingia calabura L. leaves have active compounds such as saponins, flavonoids, and tannins which act as antioxidant. This experiment was conducted to study the effect of ethanol extract of Muntingia calabura L. leaves on LDL and HDL level of hypercholesterolemia rat models. Study design for this experiment was post test only with control group design with twenty six rats were divided into five groups: KI (healthy control), KII (negative control), and KIII (ethanol extract of Muntingia calabura L. leaves 42 mg/200grBB/day), KIV (ethanol extract of Muntingia calabura L. leaves 84 mg/200grBB/day), dan KV (ethanol extract of Muntingia calabura L. leaves 168 mg/200grBB/day). Hypercholesterolemia induction of KII, KIII, KIV and KV was done using pig oil 2 gram/200grBB/day, duck eggs’yolk 2 gram/200grBB/day, and modified feed made from bovine brain 10 gr/100grBB/rat for 17 days. Then followed by ethanol extract of Muntingia calabura L. leaves was given to KIII, KIV, and KV for 14 days. Mean HDL level in group KI: 52,60 ± 17,52 mg/dL, KII: 60,60 ± 16,09 mg/dL, KIII: 60,20 ± 17,08 mg/dL, KIV: 80,00 ± 26,16 mg/dL, dan KV: 57,17 ± 20,61 mg/dL. Mean LDL level in group KI: 15,80 ± 13,32 mg/dL, KII: 24,48 ± 16,78 mg/dL, KIII: 20,32 ± 9,29 mg/dL, KIV: 29,48 ± 33,09 mg/dL, dan KV: 12,53 ± 9,12 mg/dL. One way ANOVA test of HDL level in five groups showed not significant result (p=0,319). Kruskal Wallis test of LDL level in five groups showed not significant result (p=0,456). The results of this study concluded that there was no statistically significant difference between the ethanol extract of Muntingia calabura L. leaves dose of 42 mg/200grBB/day, 84 mg/200grBB/day and 168 mg/200grBB/day on LDL and HDL level of hypercholesterolemia rat models.
1377917101A1L012006EKSPLORASI KUMBANG Coccinella sp. (FAMILI: Coccinellidae) DAN KEMAMPUAN PEMANGSAANNYA TERHADAP WERENG BATANG COKELAT (Nilaparvata lugens Stal.) DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui populasi kumbang Coccinella sp., dan Wereng Batang Cokelat (WBC) serta intensitas seranganya di Kabupaten Banyumas 2) mengetahui tingkat predatisme kumbang Coccinella sp. terhadap WBC dan 3) mengetahui tingkat preferensi kumbang Coccinella sp. terhadap mangsa alternatif. Penelitian dilaksanakan di lima Kecamatan di Kabupaten Banyumas yaitu Kecamatan Kebasen, Cilongok, Kembaran, Jatilawang dan Sumpiuh serta Laboratorium Perlindungan Tanaman, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilaksanakan dari bulan Nopember 2015 sampai Juni 2016. Penelitian dilaksanakan dalam 2 tahap. Tahap 1) Penelitian eksplorasi kumbang Coccinella sp. dan WBC yang dilakukan di lima kecamatan di wilayah Kabupaten Banyumas. Setiap kecamatan terdiri dari lima desa sampel. Sampel ditentukan dengan metode purposive random sampling. Penelitian menggunakan rancangan petak tersarang dengan 2 faktor yaitu kecamatan dan desa, Tahap 2) Penelitian eksperimental yang meliputi: a) uji predatisme kumbang Coccinella sp. terhadap nimfa dan imago WBC dengan kerapatan mangsa (10, 20 dan 30 individu). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 ulangan, b) uji preferensi kumbang Coccinella sp. terhadap 2 jenis mangsa yaitu Aphis craccivora dan Bemisia tabaci. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 18 ulangan. Hasil penelitian eksplorasi menunjukkan populasi kumbang Coccinella sp. tertinggi yakni di Kecamatan Jatilawang sebesar 1,34 individu/rumpun. Populasi WBC tertinggi yakni di Kecamatan Kebasen sebesar 9,67 individu/rumpun. Tingkat predatisme kumbang Coccinella sp. terhadap WBC stadia imago sebesar 3,73 individu/24 jam lebih baik dibandingkan stadia nimfa sebesar 3,00 individu/24 jam. Tingkat predatisme kumbang Coccinella sp. terhadap WBC dengan kerapatan 30 individu sebesar 4,10 individu/24 jam lebih baik dibandingkan kerapatan 10 dan 20 individu sebesar 2,40 dan 3,60 individu/24 jam. Coccinella sp. menyukai Aphis craccivora dan Bemisia tabaci sebagai mangsa alternatif. The objective of this experiments were 1) determine the population of Coccinella sp., beetle and Brown planthopper (BPH) as well as the intensity of its attacks in Banyumas 2) determine the level of predatisme beetle Coccinella sp. against the BPH and 3) determine the level of preference of the beetle Coccinella sp., beetle against alternative prey. The research was conducted in five districts in Banyumas that is Kebasen, Cilongok, Kembaran, Jatilawang and Sumpiuh districts and laboratory of Plant Protection, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research was conducted from November 2015 to June 2016. The research was conducted in 2 phase. Phase 1) Research the exploration of the Coccinella sp., beetle and the BPH conducted in five Districts in Banyumas. Each district consists of five sample villages. The sample determined was purposive random sampling method. Research using nested design two factors is district and village, Phase 2) experimental Research that includes: a) predation test of Coccinella sp., beetle against nymph and imago the BPH with the density of prey (10, 20 and 30 individuals). Research using randomized block design (RBD) with five replications, b) preference test of the Coccinella sp., beetle against the 2 types of prey, namely Aphis craccivora and Bemisia tabaci. Research using randomized block design (RBD) with eighteen replications. The results of exploratory research showed Coccinella sp., beetle population highest in the district Jatilawang were 1,34 individuals/clump. BPH population highest in districts Kebasen were 9,67 individuals/clump. Predation level Coccinella sp., beetle against BPH imago phase were 3,07 individual/24 hours more than nimpha phase were 3,00 individual/24 hours. Predation level Coccinella sp., beetle against BPH with a density of 30 individual/24 hours were 4,10 individual/24 hours more than a density of 10 and 20 individual/24 hours were 2,40 and 3,60 individual/24 hours. Coccinella sp., beetle prefer Aphis craccivora and Bemisia tabaci as alternative prey.
1378017102A1H011041DISTRIBUSI SPASIAL SIFAT FISIK TANAH SECARA VERTIKAL PADA PROFIL LUBANG RESAPAN BIOPORI (LRB) DENGAN VARIASI APLIKASI PUPUK ORGANIK DAN ARANGLubang resapan biopori (LRB) dewasa ini telah banyak diterapkan untuk pengendalian banjir, meningkatkan cadangan air tanah, dan memperbaiki ekosistem tanah. Keefektifan fungsi LRB sangat erat kaitannya dengan sifat fisik tanah dan pola distribusinya secara spasial pada lahan, namun hubungan antar keduanya belum banyak dikaji dan dipublikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengukur sifat fisik tanah dan (2) mengidentifikasi pola distribusi spasialnya secara vertikal pada LRB dengan variasi aplikasi pupuk organik dan arang. Penelitian dilakukan pada lahan Laboratorium Teknologi Pertanian, dan analisis data dilakukan di Laboratorium Tenik Pengelolaan dan Pengendalian Bio-Lingkungan (TPPBL), Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dirancang dengan membuat/menggali LRB sedalam 100 cm dengan 3 perlakuan, yaitu LRB dengan perlakuan pupuk organik + arang (PA), LRB dengan perlakuan pupuk organik (PO), dan LRB tanpa perlakuan (TP). Kadar air tanah (θ), kepadatan tanah (ρb), dan konduktivitas hidrolik tanah (Ksat) diukur setiap bulan pada kedalaman 30, 60, dan 90 cm dengan interval 15, 30, dan 45 cm ke samping kanan dan kiri dari setiap LRB selama 4 bulan pengamatan. Pada waktu yang sama, laju infiltrasi pada LRB diukur setiap bulan, dan dianalisis dengan metode Horton. Pola distibusi spasial sifat fisik tanah secara vertikal disajikan dalam bentuk kontur. Hasil penelitian didapatkan nilai kadar air tertinggi pada perlakuan PA, PO, dan TP masing-masing sebesar 0,596 m3/m3, 0,517 m3/m3, dan 0,338 m3/m3. Nilai kepadatan tanah terendah pada perlakuan PA, PO, dan TP masing-masing sebesar 0,674 g/cm3, 0,796 g/cm3, dan 0,930 g/cm3. Nilai konduktivitas tanah tertinggi pada perlakuan PA, PO, dan TP masing-masing sebesar 0,00372 cm/s, 0,00230 cm/s, dan 0,00172 cm/s. Nilai laju infiltrasi tertinggi pada perlakuan PA, PO, dan TP masing-masing sebesar 6,5 cm/jam, 5,9 cm/jam 4,9 cm/jam. Berdasarkan bentuk kontur, pola distribusi spasial sifat fisik tanah dengan perlakuan PA menunjukan nilai keseragaman yang paling baik dibandingkan dengan perlakuan PO dan TP. Kadar air tanah berbanding lurus dengan konduktivitas hidrolik tanah, dan berbanding terbalik dengan kepadatan tanah. Semakin dalam kedalaman LRB, semakin tinggi kadar air dan konduktivitas hidrolik tanah, serta semakin rendah kepadatan tanah. Lebih jauh, seiring bertambahnya waktu pengamatan, kadar air dan konduktivitas hidrolik tanah semakin meningkat, sedangkan kepadatan tanah semakin menurun.Biopori Infiltration Hole (BIH) has been widely applied for controlling flood, enhancing groundwater reserves, and improving soil ecosystems. The effectiveness of the LRB function is strongly related to soil physical properties and its spatial distribution patterns in the land, but their relationship has not been widely studied and published. The study was aime to: (1) measure physical properties of soil and (2) identify the vertically-spatial distribution pattern on Biopore Infiltration Hole (BIH) with various application of organic fertilizers and charcoal. The study was carried out in a land of the Agricultural Technology Laboratory, and the data analysis is conducted at the Laboratory of Bio-Environmental Management and Control Engineering (BEMCE), Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University. The study was designed by constructing BIH of 100 cm depth with 3 treatments, namely BIH with fertilizer + charcoal (PA), BIH with organic fertilizer (PO), and BIH without treatment (TP). Soil water content (θ), dry bulk density (ρb), and hydraulic conductivity (Ksat) at the depth of 30, 60, and 90 cm and intervals of 15, 30 and 45 cm to the right and left side of each BIH was monthly measured during 4 months of observation. At the same time, the infiltration rate of each BIH was monthly measured and analyzed using Horton method. The result showed that the highest water content for the PA, PO, and TP was 0.596 m3/m3, 0,517 m3/m3, and 0.338 m3/m3, respectively. Lowest dry bulk density PA, PO, and TP was 0.674 g/cm3, 0.796 g/cm3, and 0.930 g/cm3 , respectively. The highest hydraulic conductivity for PA, PO, and TP was 0.00372 cm/s, 0.00230 cm/s, and 0.00172 cm/, respectively. The highest infiltration rate for PA, PO, and TP was 6.5 cm/h, 5.9 cm/h 4.9 cm/h, respectively. According to the shape of contour, the spatial distribution pattern of soil physical properties with PA showed better uniformity compared to that with PO and TP. The water content was directly proportional to the hydraulic conductivit, and inversely proportional to the density of the soil. Deeper the depth of the BIH, higher the water content and hydraulic conductivity, and lower the dry bulk density. Furthermore, in line with observation time, the water content and hydraulic conductivity increased, while the dry bulk density decreased.