Artikel Ilmiah : A1H011041 a.n. NUR ROFI'UDDIN

Kembali Update Delete

NIMA1H011041
NamamhsNUR ROFI'UDDIN
Judul ArtikelDISTRIBUSI SPASIAL SIFAT FISIK TANAH SECARA VERTIKAL PADA PROFIL LUBANG RESAPAN BIOPORI (LRB) DENGAN VARIASI APLIKASI PUPUK ORGANIK DAN ARANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)Lubang resapan biopori (LRB) dewasa ini telah banyak diterapkan untuk pengendalian banjir, meningkatkan cadangan air tanah, dan memperbaiki ekosistem tanah. Keefektifan fungsi LRB sangat erat kaitannya dengan sifat fisik tanah dan pola distribusinya secara spasial pada lahan, namun hubungan antar keduanya belum banyak dikaji dan dipublikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengukur sifat fisik tanah dan (2) mengidentifikasi pola distribusi spasialnya secara vertikal pada LRB dengan variasi aplikasi pupuk organik dan arang. Penelitian dilakukan pada lahan Laboratorium Teknologi Pertanian, dan analisis data dilakukan di Laboratorium Tenik Pengelolaan dan Pengendalian Bio-Lingkungan (TPPBL), Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dirancang dengan membuat/menggali LRB sedalam 100 cm dengan 3 perlakuan, yaitu LRB dengan perlakuan pupuk organik + arang (PA), LRB dengan perlakuan pupuk organik (PO), dan LRB tanpa perlakuan (TP). Kadar air tanah (θ), kepadatan tanah (ρb), dan konduktivitas hidrolik tanah (Ksat) diukur setiap bulan pada kedalaman 30, 60, dan 90 cm dengan interval 15, 30, dan 45 cm ke samping kanan dan kiri dari setiap LRB selama 4 bulan pengamatan. Pada waktu yang sama, laju infiltrasi pada LRB diukur setiap bulan, dan dianalisis dengan metode Horton. Pola distibusi spasial sifat fisik tanah secara vertikal disajikan dalam bentuk kontur. Hasil penelitian didapatkan nilai kadar air tertinggi pada perlakuan PA, PO, dan TP masing-masing sebesar 0,596 m3/m3, 0,517 m3/m3, dan 0,338 m3/m3. Nilai kepadatan tanah terendah pada perlakuan PA, PO, dan TP masing-masing sebesar 0,674 g/cm3, 0,796 g/cm3, dan 0,930 g/cm3. Nilai konduktivitas tanah tertinggi pada perlakuan PA, PO, dan TP masing-masing sebesar 0,00372 cm/s, 0,00230 cm/s, dan 0,00172 cm/s. Nilai laju infiltrasi tertinggi pada perlakuan PA, PO, dan TP masing-masing sebesar 6,5 cm/jam, 5,9 cm/jam 4,9 cm/jam. Berdasarkan bentuk kontur, pola distribusi spasial sifat fisik tanah dengan perlakuan PA menunjukan nilai keseragaman yang paling baik dibandingkan dengan perlakuan PO dan TP. Kadar air tanah berbanding lurus dengan konduktivitas hidrolik tanah, dan berbanding terbalik dengan kepadatan tanah. Semakin dalam kedalaman LRB, semakin tinggi kadar air dan konduktivitas hidrolik tanah, serta semakin rendah kepadatan tanah. Lebih jauh, seiring bertambahnya waktu pengamatan, kadar air dan konduktivitas hidrolik tanah semakin meningkat, sedangkan kepadatan tanah semakin menurun.
Abtrak (Bhs. Inggris)Biopori Infiltration Hole (BIH) has been widely applied for controlling flood, enhancing groundwater reserves, and improving soil ecosystems. The effectiveness of the LRB function is strongly related to soil physical properties and its spatial distribution patterns in the land, but their relationship has not been widely studied and published. The study was aime to: (1) measure physical properties of soil and (2) identify the vertically-spatial distribution pattern on Biopore Infiltration Hole (BIH) with various application of organic fertilizers and charcoal. The study was carried out in a land of the Agricultural Technology Laboratory, and the data analysis is conducted at the Laboratory of Bio-Environmental Management and Control Engineering (BEMCE), Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University. The study was designed by constructing BIH of 100 cm depth with 3 treatments, namely BIH with fertilizer + charcoal (PA), BIH with organic fertilizer (PO), and BIH without treatment (TP). Soil water content (θ), dry bulk density (ρb), and hydraulic conductivity (Ksat) at the depth of 30, 60, and 90 cm and intervals of 15, 30 and 45 cm to the right and left side of each BIH was monthly measured during 4 months of observation. At the same time, the infiltration rate of each BIH was monthly measured and analyzed using Horton method. The result showed that the highest water content for the PA, PO, and TP was 0.596 m3/m3, 0,517 m3/m3, and 0.338 m3/m3, respectively. Lowest dry bulk density PA, PO, and TP was 0.674 g/cm3, 0.796 g/cm3, and 0.930 g/cm3 , respectively. The highest hydraulic conductivity for PA, PO, and TP was 0.00372 cm/s, 0.00230 cm/s, and 0.00172 cm/, respectively. The highest infiltration rate for PA, PO, and TP was 6.5 cm/h, 5.9 cm/h 4.9 cm/h, respectively. According to the shape of contour, the spatial distribution pattern of soil physical properties with PA showed better uniformity compared to that with PO and TP. The water content was directly proportional to the hydraulic conductivit, and inversely proportional to the density of the soil. Deeper the depth of the BIH, higher the water content and hydraulic conductivity, and lower the dry bulk density. Furthermore, in line with observation time, the water content and hydraulic conductivity increased, while the dry bulk density decreased.
Kata kunciLubang Resapan Biopori (LRB), sifat fisik tanah, pola distribusi spasial, pupuk organik, arang.
Pembimbing 1Krissandi Wijaya, S.TP., M.Agr., Ph.D
Pembimbing 2Dr. Ardiansyah, S.TP., M.Si
Pembimbing 3
Tahun2016
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2017-01-11 19:42:26.44593
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.