Artikelilmiahs

Menampilkan 13.701-13.720 dari 49.660 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1370117021F1G009031Transformasi pada Kumpulan Cerpen RECTOVERSO ke dalam Film RECTOVERSO Penelitian yang berjudul “Kajian Transformasi Kumpulan Cerpen Rectoverso Ke Dalam Film Rectoverso Karya Dewi Lestari” bertujuan untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada unsur intrinsik cerpen dan film yang lebih menekankan pada alur. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yaitu memanfaatkan cara-cara penafsiran dengan menyajikannya dalam bentuk deskripsi.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan struktural, yang bertujuan meneliti keterjalinan struktur dalam sebuah karya sastra dan pendekatan interteks yang bertujuan membandingkan dua karya yang berbeda. Fokus penelitian pada transformasi kumpulan cerpen Rectoverso ke dalam film Rectoverso karya Dewi Lestari lebih ditekankan pada alur cerita. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah Kumpulan Cerpen Rectoverso karya Dewi Lestari dan Film Rectoverso karya 5 sutradara.
Hasil penelitian yang diperoleh yaitu, adanya perbedaan tahapan alur yang terjadi antara cerpen dan film Rectoverso, hal ini terjadi karena adanya penambahan, penciutan dan perubahan bervariasi pada cerpen setelah mengalami transformasi.

The research entitled ”Kajian Transformasi Kumpulan Cerpen Rectoverso Ke Dalam Film Rectoverso Karya Dewi Lestari” is aimed to know the changes that happend in short story and movie intrinsic aspect which is focus on the plot. The method that is used in this reseach is descriptive kulitatif method that utilize the interpretation ways to present in the description type.
The approach which is used in this study is structural approach, which is aim to examine the structure entanglement in a literary and inter textual approach that aims to compare two different works. The focus of research on the transformation of a collection of Rectoverso short stories into Rectoverso film by Dewi Lestari works more emphasis in the plot. The data that is used in this study is a set of Rectoverso short stories by Dewi Lestari and Rectoverso film by 5 directors.
The results of this research obtained the differences stages of plot that occurs between short stories and Rectoverso films this is due to the addition, downsizing and varied changes on the short story after undergoing a transformation.

1370217023P2EA12044KEDUDUKAN UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 SEBAGAI CONSTITUTIONAL PATRIOTISM DALAM PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH DI INDONESIAIndonesia adalah negara kesatuan yang melaksanakan sistem ketatanegaraannya pada Pancasila dan UUD 1945 sebagai negara hukum. Untuk melaksanakan negara hukum diperlukan instrumen hukum yang saling menopang dan mendukung dari tingkat tertinggi sampai ke tingkat terendah, karena sistem hukum menurut Hans Kelsen tersusun dalam bentuk piramida yang disebutnya sebagai Stufenbau theorie. Setelah amandemen UUD 1945 keran demokrasi dibuka seluas-luasnya dan menimbulkan implikasi yang luas salah satunya adalah munculnya fenomena tentang perda syari’at yang terjadi di Aceh yang kemudian diimitasi oleh banyak daerah di Indonesia di luar Aceh. Fenomena tersebut menimbulkan munculnya perda-perda bernuansa syari’at di luar Aceh yang kebanyakan diundangkan tanpa tujuan yang jelas dan cenderung bertentangan dengan sifat Constitutional patriotism yang tercantum dalam UUD 1945. Indonesia is a nation state that implements it state system based on Pancasila and UUD 1945 as the rule of law. To implements rule of law required law instruments that staked and sustained each other from the highest to the lowest, since law system based on Hans Kelsen structured on pyramid form that he cited as Stufenbau theorie. After the amandement of UUD 1945 Indonesia’s democracy flow gained and surfacing broad implicationt one of it was the awakening of perda syari’at that happened in Aceh. That phenomena also awake perda bernuansa syari’at outside Aceh which most of them enforced with no particular reason and tend to contradicted with Constitutional patriotism trait that mentioned on UUD 1945.
1370317025G1H012004HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN POLA MAKAN
DENGAN STATUS GLUKOSA DARAH PUASA
PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II RAWAT JALAN
(Studi Kasus Di RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo)
Latar Belakang : Diabetes Mellitus Tipe II adalah penyakit gangguan metabolik
yang ditandai oleh kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta
pankreas dan atau ganguan fungsi insulin (resistensi insulin). Status gizi yang
tergolong obesitas dan pola makan yang salah dapat menyebabkan kenaikan kadar
gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe II. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara status gizi dan pola makan dengan status glukosa darah
puasa pasien diabetes mellitus tipe II rawat jalan di RSUD Prof. Dr. Margono
Soekardjo Purwokerto.
Metodologi Penelitian : Desain penelitian ini adalah cross sectional. Sampel
penelitian berjumlah 43 responden dengan metode consecutive sampling. Pengukuran
status gizi menggunakan IMT, pola makan diukur dengan food recall 3 x 24 jam, dan
status glukosa darah puasa diukur dengan pemeriksaan darah kapiler. Data dianalisis
menggunakan uji Chi-Square.
Hasil : Sebanyak 44,2% responden mengalami obesitas. Status glukosa darah puasa
tergolong buruk 58,1%. Variabel yang berhubungan dengan status glukosa darah
puasa diantaranya jumlah asupan energi (p= 0,008) dan jumlah asupan protein (p=
0,034), sedangkan yang tidak berhubungan, yaitu status gizi (p= 0,998), asupan gula
dan hasil olahannya (p= 0,110), porsi konsumsi sayuran (p= 1,000), porsi konsumsi
buah (p= 0,927), jumlah asupan karbohidrat (p= 0,869), jumlah asupan lemak (p=
0,999), jadwal makan (p= 0,275), dan pola makan (p= 0,912).
Kesimpulan : Jumlah asupan energi dan jumlah asupan protein berhubungan dengan
status glukosa darah puasa, sedangkan status gizi, asupan gula dan hasil olahannya,
porsi konsumsi sayuran, porsi konsumsi buah, jumlah asupan karbohidrat, jumlah
asupan lemak, jadwal makan, dan pola makan tidak berhubungan dengan status
glukosa darah puasa.
Kata Kunci : Diabetes Mellitus Tipe II, Status Gizi, Pola Makan, Status Glukosa
Darah Puasa
Background : Type 2 Diabetes Mellitus is a metabolic disorder that is marked by the
rise in blood sugar due to a decrease in insulin secretion by pancreatic beta cells and
insulin function disorder (insulin resistance). The nutritional status classified as obese
and the wrong diet can increase blood sugar levels of type 2 diabetes mellitus patients.
The aim of this study is to determine the association between nutritional status and
diet with the patient’s fasting blood glucose status type 2 diabetes mellitus outpatient
in Prof. Dr. Margono Soekardjo Regional Public Hospital Purwokerto.
Methods : The study design was cross sectional. These samples included 43
respondents with consecutive sampling method. Nutritional status was obtained from
Body Mass Index (BMI), diet was obtained from 3 x 24 hours food recall, and fasting
blood glucose status was obtained from capillary blood test. Data were analyzed using
chi-square test.
Results : Total 44.2% respondents were obese. Those with bad fasting blood glucose
status were 58.1%. The variables associated with fasting blood glucose status were
energy intake (p= 0.008) and protein intake (p= 0.034), whereas the irrelevant
variables were nutritional status (p= 0.998), glucose intake category and the processed
result (p= 0.110), the vegetables intake serving (p= 1.000), the fruits intake serving
(p= 0.927), carbohydrate intake (p= 0.869), fat intake (p= 0.999), the meal plan (p=
0.275), and dietary pattern (p= 0,912).
Conclusion : The energy intake and protein intake is related to fasting blood glucose
status, while the nutritional status, glucose intake category and the processed result,
the vegetables intake serving, the fruits intake serving, carbohydrate intake, fat intake,
the schedule of feeding, and dietary pattern not related to fasting blood glucose status.
Keywords : Type 2 Diabetes Mellitus, Nutritional Status, Diet, Fasting Blood
Glucose Status.
1370417026G1F012023Aktivitas Antibakteri Fraksi n-Heksan Miselium Fungi Endofit Daun Bakau Hitam (Rhizophora mucronata Lamk.) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coliDaun Rhizophora mucronata telah diketahui memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri penyebab diare dan telah digunakan sebagai antiseptik. Saat ini sedang berkembang salah satu cara untuk mendapatkan metabolit sekunder tanaman tanpa merusak lingkungan dengan memanfaatkan fungi endofit yang terdapat pada jaringan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi n-heksan miselium fungi endofit daun R. mucronata dengan mencari nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dan Minimum Bactericidal Concentration (MBC).
Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif yang dilakukan dengan cara mengisolasi fungi endofit dari daun R. mucronata hingga didapat isolat murni, kemudian difermentasikan kedalam media cair dan diinkubasi. Dipisahkan filtrat serta miseliumnya. Miselium dimaserasi menggunakan metanol, difraksinasi dengan n-heksan kemudian dievaporasi hingga diperoleh fraksi n-heksan kemudian dilakukan uji aktivitas antibakteri secara mikrodilusi.
Didapatkan satu isolat fungi endofit, yaitu spesies Nigrospora oryzae. Nilai MIC dari fraksi n-heksan terhadap bakteri S. aureus dan E. coli berada pada konsentrasi 250 ppm dan tidak didapatkan nilai MBC pada kedua bakteri uji (berada pada konsentrasi lebih dari 500 ppm).
Rhizophora mucronata leaves have been used as an antibacterial agent against diarrhea-causing bacteria and as an antiseptic. Nowadays, being developed a method to get the plant secondary metabolites without damaging the environment by utilizing endophytic fungi that found in plant tissue. This study aimed to obtain the antibacterial activity from n-hexane fraction of endophytic fungi mycelia from R. mucronata leaves by determining the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC).
This study was an exploratory research which has done by isolating the endophytic fungi from R. mucronata leaves to obtain the pure isolate then fermented in broth culture medium. The culture broth filtered to separate the filtrate and mycelia. The fungal mycelia extracted with methanol, fractionated by n-hexane then evaporated to get n-hexane fraction then microdilution method used to obtain the antibacterial activity.
The result was an isolate of endophytic fungi, the species was Nigrospora oryzae. The MIC values from n-hexane fraction for antibacterial activity against S. aureus and E. coli was at concentration 250 ppm and the MBC values was not found for each bacteria (The MBC values more than 500 ppm).
1370517030F1F009024AN ANALYSIS OF ENGLISH SWEARING WORDS IN THE "SUITS" MOVIE SERIESPenelitian ini membahas tentang kata-kata umpatan dengan pokok bahasan yaitu tipe-tipe dan makna dari kata umpatan yang terdapat pada film seri The Suits. Peneliti menganalisa tipe-tipe umpatan menggunakan teori Jay yang membagi menjadi delapan tipe: istilah seksual, istilah hewan, istilah kematian, istilah ekskretoris, istilah etnik, istilah agama, nama bagian tubuh dan istilah penghinaan terkait dengan gender. Peneliti menggunakan Kamus Oxford edisi ke delapan untuk menganalisa makna yang ditafsirkan dari penggunaan kata umpatan tersebut.
Data dalam penelitian ini adalah seluruh kalimat yang menggunakan kata umpatan di dalam situasi formal pada film seri The Suits season 5 episod 1-10. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif serta teknik total sampling. Sumber data dari penelitian ini adalah film seri The Suits. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kata umpatan dalam film seri The Suits season 5 episode 1-10. Sampel dari penelitian ini berupa kata-kata umpatan yang dipakai di situasi formal dalam film seri The Suits season 5 episod 1-10.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat 67 data. Berdasarkan teori Jay, terdapat 6 kategori tipe: istilah hewan (2), istilah kematian (16), istilah ekskretoris (30), istilah agama (10), nama bagian tubuh (5) dan istilah penghinaan terkait dengan gender (4). Dari 67 data, terdapat 10 kata umpatan yang dapat diartikan berdasarkan masing-masing konteks: dog (orang jahat), hell (menunjukkan rasa kesal, terkejut dan menekankan pernyataan), bullshit (omong kosong atau bohong), piss (kesal), shit (omong kosong, ekspresi terkejut, dalam masalah dan orang jahat), damn (menekankan pernyataan), goddamn (ekspresi marah dan kesal), ass (menyebut seluruh bagian tubuh dengan menyebutkan satu bagian tubuh), asshole (orang jahat atau orang yang tidak menyenangkan), son of a bitch (orang jahat atau orang yang tidak menyenangkan).
Peneliti menyarankan kepada peneliti berikutnya untuk meneliti kata umpatan menggunakan teori lain dan meneliti tentang alasan penggunaan kata umpatan.
The research discused about swearing words and concerns about the types and meaning of swearing words in The Suits movie series. The researcher analyzed the types of swearing words by using Jay’s theory that are categorized them into eight types: sexual terms, animal terms, death terms, excretory terms, ethnic terms, religion terms, name of body part and gender related insult. The researcher used the Oxford dictionary eighth edition to analyze the meanings of swearing words.
The data were all sentences that used swearing words in formal situation of The Suits movie series season 5 episodes 1-10. The research used descriptive qualitative method and total sampling technique. The data source was The Suits movie series. The population of this research is all swearing words in The Suits movie series season 5 episodes 1-10. The samples of the research are the swearing words found in formal situations in The Suits movie series season 5 episodes 1-10.
The result of this research showed that there are 67 data. Based on the Jay’s theory, 6 of types were occurring in The Suits movie series. Those categories are animal term (2), death term (16), excretory term (30), religion term (10), names of body part (5) and gender related-insult (4). From 67 data, there are 10 words of swearing words that can be interpreted based on each context: dog (bad person), hell (to show annoyed, surprised and to emphasized), bullshit (nonsense or untrue in talk), piss (annoyed), shit (nonsense, surprised expression, to say in trouble and bad person), damn (emphasized something), goddamn (expression of anger and to say that is annoyed), ass (emphasized all part by mentioning a part of body part), asshole (unpleasant or bad person), son of a bitch (unpleasant or bad person).
The researcher suggested to the next researchers to do research about swearing words using another theories and do research about reason of swearing usage.
1370616993B1J012118KEANEKARAGAMAN DAN PEMANFAATAN TUMBUHAN SEBAGAI BAHAN OBAT TRADISIONAL OLEH MASYARAKAT KAMPUNG KUTA KABUPATEN CIAMISIndonesia merupakan negara yang kaya akan keanekargaman hayatinya. Kekayaan alam tumbuhan di Indonesia meliputi 40.000 spesies tumbuhan, 1.300 spesies diantaranya merupakan tumbuhan berkhasiat obat. Kampung Kuta merupakan Kampung adat yang masih mempertahankan aturan adat yang sifatnya mengikat masyarakatnya. Masyarakat Kampung Kuta sebagian besar menggunakan tumbuhan yang ada disekitarnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, baik untuk dijadikan bahan makanan, bahan bangunan, dan obat-obatan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional serta mengetahui pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat Kampung Kuta Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik snowball sampling. Pengambilan data menggunakan teknik wawancara semi terstruktur dengan kuesioner sebagai panduan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 38 spesies yang termasuk dalam 26 famili tumbuhan yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional di Kampung Kuta. Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional adalah akar, batang, daun, buah, getah, rimpang, dan seluruh bagian tumbuhan. Penggunaan tumbuhan sebagai bahan obat dapat untuk mengobati penyakit luar dan penyakit dalam. Cara pengolahan tumbuhan sebagai bahan obat yaitu dengan direbus, diseduh dengan air hangat, atau dicuci. Cara pemanfaatannya yaitu dengan diminum, ditempelkan, dioleskan, atau dikonsumsi langsung. Spesies tumbuhan yang memiliki nilai guna paling tinggi adalah Curcuma longa L. (0,28), Kaempferia galanga L.(0,24), dan Zingiber officinale Roscoe (0,24).
Indonesia is a country with rich biodiversity. Biodiversity of plants in Indonesia include 40.000 species of plants, 1.300 is a useful plant as medicine. Kuta Village is a traditional village that still retains the customary rules that are binding on the public. People of Kuta Village use plants fredominantly in the vicinity to fulfill daily needs, either to be used as food, building materials, and medicines.
This study aimed to determine the diversity of plant used as traditional medicine by Kuta Villagers, recognize part of plants used, and utilization process of the plants by Kuta Villagers. This research used survey method with snowball sampling. Data collection was done by a semi-structured interview with a questionnaire as a guideline.
The result showed that there are 38 species consist of 26 families of plants that are commonly used as traditional medicine in the Kuta Village. Part of plants used as traditional medicine are root, stems, leaves, fruit, stem sap, rhizomes, and all parts of the plants. Plants as medicine can be used to treat external disease and internal disease. The Processing steps consist of boiling, pouring, and washing. The direct use of plants is done by drinking, affixing, semaring, or eating the plants. The most widely used species are Curcuma longa L. (0,28), Kaempferia galanga L. (0,24), and Zingiber officinale Roscoe (0,24).
1370717031F1J012047Karakterisasi Tokoh Utama Dorama Rich Man Poor Woman Karya Masaki Nishiura dan Ryo TanakaPenelitian ini menganalisis karakterisasi tokoh utama dorama Rich Man Poor Woman karya Masaki Nishiura dan Ryo Tanaka. Dengan metode deskriptif kualitatif, teknik simak catat dan menggunakan analisis deskripsi unsur intrinsik dan karakterisasi tokoh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggambaran struktur dorama dan karakter tokoh utama dorama Rich Man Poor Woman. Karakter tokoh utama yang terdapat dalam penelitian ini sebanyak 83 data. Sifat yang dominan muncul adalah sifat terpuji seperti sifat rendah hati berjumlah tiga (3) data, sifat jujur dan terus terang berjumlah 17 data, sifat memotivasi berjumlah tiga (3) data, sifat bertanggungawab berjumlah dua (2) data, sifat baik hati berjumlah lima (5) data, sifat pintar berjumlah lima (5) data, sifat optimis dan pekerja keras berjumlah lima (5) data, sifat bijaksana berjumlah tiga (3) data, sifat setia berjumlah satu (1) data, sifat pemaaf berjumlah dua (2) data, sifat peramah berjumlah empat (4) data, sifat bahagia berjumlah satu (1) data, dan sifat peduli berjumlah tiga (3) data. Selain mempunyai sifat terpuji, tokoh utama juga memiliki sifat tercela seperti sifat pelupa berjumlah 13 data, sifat pemarah berjumlah enam (6) data, sifat kasar berjumlah sembilan (9) data, dan sifat kekanak-kanakkan berjumlah satu (1) data.This present research analyzed characterization of Main Role on Rich Man Poor Woman TV Series by Masaki Nishiura and Ryo Tanaka. Using descriptive qualitative method, listening and recording technique and descriptive analysis of intrinsic elements and characterization. This research aims to describe the visualization of the TV series structure and character of the main role of Rich Man Poor Woman TV series. There are 83 data results of research on the character, the main role has good characteristics that dominates such 3 data are humble, 17 data are honest and forthright, 3 data are motivating, 2 data are responsible, 5 data are kind, 5 data are smart, 5 data are optimistic and hardworking, 3 data are wise, 1 data is loyal, 2 data are forgiving, 4 data are friendly, 1 data is happy, and 3 data are care. Besides having good character, Toru Hyuga role also has bad characteristics such 13 data are forgetful, 6 data are bad-tempered, 9 data are rude and 1 data is childish.
1370817032G1F012059COST-EFFECTIVENESS ANALYSIS ANTIBIOTIK PROFILAKSIS SEFTRIAKSON DAN SEFOTAKSIM PADA PASIEN APENDIKTOMI DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTOSeftriakson dan sefotaksim merupakan antibiotik profilaksis yang sering digunakan pada apendiktomi. Seftriakson dan sefotaksim memiliki perbedaan efektivitas serta biaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik, outcome klinis, dan antibiotik profilaksis yang lebih cost-effective.
Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif non eksperimental secara retrospektif pada pasien rawat inap paska apendiktomi. Pengambilan data dari rekam medik dan keuangan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dengan menggunakan teknik total purposive sampling. Perspektif yang digunakan yaitu perspektif rumah sakit. Biaya yang dianalisis berupa biaya langsung medis. Outcome klinis penelitian yaitu rata-rata lama hari kering luka dan rata-rata lama hari rawat inap. Analisis biaya menggunakan Cost-Effectiveness Analysis (CEA) dengan menghitung Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER).
Hasil penelitian menunjukan penggunaan seftriakson sebanyak 16 pasien (69,5%) dan sefotaksim sebanyak 7 pasien (30,5%). Sefotaksim lebih efektif dibandingkan dengan seftriakson, dilihat dari rata-rata lama kering luka serta rata-rata lama rawat inap untuk seftriakson masing-masing yaitu 2,75 hari, sedangkan untuk sefotaksim masing-masing 2,57 hari. Biaya langsung medis seftriakson sebesar Rp 952.264 dan sefotaksim Rp 1.148.844. ICER per lama kering luka dan lama rawat inap sebesar Rp 1.092.111. Berdasarkan perbandingan ICER per lama kering luka dan lama rawat inap dengan nilai threshold hasilnya kurang dari 3 kali GDP per capita, maka antibiotik sefotaksim dinyatakan cost-effective.
Ceftriaxone and cefotaxime are prophylactic antibiotics, which are often used to treat appendectomy. Ceftriaxone and cefotaxime have differences from its effectiveness and cost. The aims of this study were to determine the characteristics and clinical outcome of the patients, and also to determine which prophylactic antibiotic was more cost-effective.
This study used a quantitative non-experimental design with retrospective way in hospitalized patients after appendectomy. Research data were taken from medical and financial records of Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto using total purposive sampling technique. The perspective was from hospital perspective. The outcomes was days of healing and length of stay. Costs included in the study was direct medical cost. The cost was evaluated with Cost-Effectiveness Analysis (CEA) and analyzed by calculating the Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) and Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER).
The results of the study showed that 16 patients (69,5%) used ceftriaxone and 7 patients (30,5%) used cefotaxime. Cefotaxime was more effective than ceftriaxone. It could be seen from the average days of wound healing and length of stay each of 2.75 days for ceftriaxone and 2.57 days for cefotaxime. Direct medical cost for ceftriaxone IDR 952.264 and for cefotaxime IDR 1,148,844. ICER IDR 1,092,111 days of healing and length of stay. Based on the comparison of ICER days of healing and length of stay time with a threshold value less than three times of the GDP per capita. Otherwise, cefotaxime was cost-effective.
1370917033G1F012084AKTIVITAS ANTIBAKTERI YOGHURT KULIT PISANG KEPOK (Musa balbisiana Colla) TERHADAP PERTUMBUHAN Escherichia coli PENYEBAB DIAREKulit pisang kepok (Musa balbisiana Colla) mengandung senyawa fenolik seperti tanin yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri salah satunya yaitu bakteri Escherichia coli. Kebanyakan masyarakat hanya mengkonsumsi bagian buah pisang saja, sehingga perlu dilakukan inovasi baru agar pemanfaatanya lebih maksimal, salah satunya adalah dibuat sediaan minuman yoghurt. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas yoghurt kulit pisang kepok terhadap pertumbuhan E. coli penyebab diare, dan formulasi yoghurt kulit pisang kepok yang disukai oleh konsumen.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan 4 kelompok perlakuan yaitu Formula 1 (kontrol negatif), Formula 2 (sari kulit pisang kepok 1%), Formula 3 (sari kulit pisang kepok 3%), dan Formula 4 (sari kulit pisang kepok 5%). Uji aktivitas antibakteri menggunakan difusi cakram, uji kualitas yoghurt meliputi pengukuran pH dan organoleptik yaitu aroma, rasa, warna, tekstur, dan kekentalan. Data organoleptik dianalisis secara deskriptif dan statistik.
Berdasarkan uji aktivitas antibakteri yoghurt kulit pisang kepok Formula 1, 2, 3 dan 4, serta kontrol positif berupa yoghurt di pasaran dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. coli dengan zona hambat masing-masing 6,83 mm, 13,28 mm, 14,89 mm, 15,67 mm, dan 12,11 mm. Data zona hambat diuji statistik menggunakan anova one-way taraf kepercayaan 95% dilanjut uji BNT yang hasilnya berbeda signifikan (p=0,05). Hasil uji organoleptic menunjukan bahwa formula 3 merupakan formula paling disukai.
Kepok banana peel (Musa balbisiana Colla) contains phenolic compounds such as tannins that can be used as an antibacterial. Most people consume only part of the fruit, we need new innovations to optimize the use of banana, which is to be made as a yoghurt drink. This study aims to determine the activity of kepok banana peel yoghurt on the growth of E. coli causing diarrhea, and kepok banana peel yoghurt formulations favored by consumers.
This study was an experimental study with 4 treatment groups, which were Formula 1 (negative control), Formula 2 (kepok banana peel essence 1%), Formula 3 (kepok banana peel essence 3%), and Formula 4 (kepok banana peel essence 5%). Antibacterial activity was tested using disc diffusion method, yoghurt quality test included measurement of pH and organoleptic, such as flavor, savor, color, texture, and viscosity. Organoleptic data were analyzed descriptively and statistically.
Based on the results of antibacterial activity test, kepok banana peel yoghurt formula 1, 2, 3, and 4, as well as the positive control (yoghurt in the market) inhibited the growth of E. coli with consecutive inhibition zone 6.83 mm, 13.28 mm, 14.89 mm, 15.67 mm and 12.11 mm. Statistical analysis were performed using ANOVA one-way, continued with LSD resulted different significantly between each formula. Formula 3 was the most preferred formula by consumers.
1371017035F1J012038Analisis Formula Film Aku No Kyouten Karya Takashi MiikePenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan formula thriller dalam film Aku No Kyouten (Lesson Of Evil) karya Takashi Miike. Metode yang digunakan ialah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan formula sastra dari Cawelty. Teknik pengumpulan data dengan simak, catat dan mengklasifikasi data. Teknik analisis data menggunakan deskriptif analisis untuk mendeskripsikan formula thriller dalam film Aku No Kyouten (Lesson Of Evil) karya Takashi Miike. Pada penelitian ini ditemukan bahwa formula dalam film Aku No Kyouten ada 3 tahap yaitu tahap awal, tahap tengah, dan tahap akhir. Tahap awal, Hasumi dari kecil seorang sosiopat dan tidak memiliki rasa empati terhadap apapun. Tahap tengah, banyak kejadian aneh yang diakibatkan Hasumi dengan memanipulasi keadaan. Tahap akhir, Hasumi membunuh semua orang dengan sadis. Berdasarkan analisis formula genre thriller dalam film tersebut, ditemukan bahwa Hasumi mengambil pisau dan membunuh orang tuanya yang sedang berdiskusi, menjamming sekolah secara diam-diam, melakukan pembunuhan kepada keluarga Rina dengan memanipulasi kejadiannya seolah-olah kecelakaan, memanfaatkan murid yang menyukainya untuk mengadu domba salah satu muridnya yang nakal dan kemudian membunuhnya. Dari hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa formula dari film Aku No Kyouten: tahap awal, tahap tengah, tahap akhir, sementara itu thriller film tersebut antara lain pisau, jamming, manipulasi pembunuhan, pembunuhan terencana, penyadapan suara.The purposes of this research are to describe the formula thriller of movie entitled Aku No Kyouten (Lesson Of Evil) by Takashi Miike. The method of this research is descriptive qualitative method with literature formula theory by Cawelty. The techniques of data collection in this research are simak catat techniques and noting. The techniques of data analysis are to analyze by describing the film formula, and to describe thriller genre of Aku No Kyouten (Lesson Of Evil) movie by Takashi Miike. In this research, the researcher finds that the formula of this movie is devided into three stages. Those are early stage, middle stage, and final stage. The early stage is Hasumi is an sociopath since childhood and he didn’t have any sense of empathy for everything. In the middle stage, there are so many strange event that is caused by Hasumi who manipulates the circumstances. The final stage is Hasumi kill all of the people sadistically. Based on genre thriller formula, it is found that Hasumi take a knife and kill his parents who were discussing, jamming the school quietly, and manipulate condition as if it is such an accident to kill Rina’s family, and make a student who loves him to set against other naughty student and kill him. From the result of that research it can be concluded that the formula or pattern of the film Aku No Kyouten: early stage, middle stage, the final stage. Meanwhile the thriller film is knife, jamming, murder manipulation, planned murder, tapping sound.
1371117036G1B009044PERSEPSI PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DAN PROSES BERHENTI MEROKOK KECAMATAN KEMANGKON KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2014Lebih dari 60 juta penduduk Indonesia mengalami ketidakberdayaan akibat adiksi nikotin rokok, prevalensi merokok di Jawa Tengah mencapai 30,7%.Untuk mengurangi dampak merokok, Pemerintah Kabupaten Purbalingga mendirikan Klinik Berhenti Merokok. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan kesehatan dalam mendukung proses berhenti merokok (Smoking Cessation Process) di Klinik Berhenti Merokok Kabupaten Purbalingga.Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Jumlah informan utama 4 pasien, informan pendukung 1 petugas kesehatan dan 4 keluarga pasien. Pengumpulan data menggunakan metodepurposive samplingdenganteknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkankeseluruhan informan utamaberjenis kelamin laki-laki, lama merokok 5-48 tahun, umur pertama kali merokok 10-25 tahun dengan tingkat pendidikan terakhir SD, SLTA dan D3. Rokok yang dikonsumsi kretek dan filter, faktor penyebabnya akibat pengaruh teman dan keluarga yang merokok. Persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan kesehatan dari segi bukti langsung (tangibles), kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), Jaminan (assurance), dan (emphaty)keseluruhan menyatakan sesuai standart mutu pelayanan. Proses berhenti merokok pasien dari 4 pasien 3diantaranya sudah berhenti merokok dan 1 pasien kembali merokok (relapse), kendalanya seperti rasa ingin merokok, pengaruh lingkungan teman dan merasa sudah sembuh dari sakitnya serta untuk menghilangkan stress.Saran yang dapat diberikan yaituagarpasien melakukan kunjungan ulang supaya dapat dipantau proses berhenti merokoknya dan dapat berhenti merokok serta tidak kembali merokokdikemudian hari.More than 60 million people in Indonesia are experienced helplessness due to smoking nicotine addiction. The smoking prevalence in Central Java now reached 30.7%. To reduce the impact of smoking, Purbalingga regency government established the Stop Smoking Clinic. The purpose of this study is to describe the patient's perception of health care services quality in supporting the smoking cessation process in the Stop Smoking Clinic of Purbalingga regency. This study was conducted by using qualitative method. The number of main informants are 4 patients, 1 supporting informant that is the medical officer and 4 of the patients family. The techniques used in this study were purposive sampling method with in-depth interviews, observation and documentation. The validity of the data was tested by using triangulation method. The results showed that all of key informants in this study were male, with smoking duration is 5-48 years, the age when they first time smoking is 10-25 years old with last education level are elementary, senior high school and D3. The cigarettes consumed were cloves and filter. The contributing factors are the influence of friends and family who smoke. Patient’s perception of the health care service quality in terms of direct evidence tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy are expressed according to standard quality of care. The smoking cessation processes are resulted from 4 patients with 3 of them had quit smoking and 1 patient relapse, the obstacles are the curiosity of smoke, environmental influences and feels that was recovered from his illness and to relieve stress. Advice which can be given is ordering the patients to re-visit in order to monitor his smoking cessation processes and can be successfully quit smoking and not relapse in the future.
1371217034G1F012078ANALISIS BIAYA MINIMAL KONVERSI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK CIPROFLOXACIN INTRAVENA KE ORAL
DI RSUD AJIBARANG
Penggunaan antibiotik di rumah sakit dapat mencapai 30-80% dari anggaran rumah sakit. Salah satu cara menghemat biaya yaitu denga cara konversi terapi. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi penghematan dari terapi konversi antibiotik ciprofloxacin intravena ke oral.
Penelitian ini bersifat deskriptif. Data diperoleh secara retrospektif dari bagian keuangan dan catatan rekam medik pasien di RSUD Ajibarang yang mendapatkan ciprofloxacin intravena pada April 2015-Maret 2016. Penelitian ini menggunakan perspektif rumah sakit dan menggunakan metode analisis biaya minimal. Sampel yang digunakan sebanyak 103 pasien rawat inap yang mendapatkan ciprofloxacin intravena. Konversi terapi diasumsikan dapat dilakukan apabila pasien memenuhi syarat konversi. Analisis dilakukan dengan membandingkan selisih biaya pengobatan dan total dengan biaya konversi.
Sebanyak 64,07% (66 pasien) dapat dilakukan konversi terapi. Presentase penghematan biaya pengobatan ciprofloxacin intravena ke oral sebesar 83,48%±22,01% dan penghematan terhadap biaya total 3,67%±1,99%. Kelompok penyakit yang memiliki penghematan pengobatan terbesar adalah thypoid yang mencapai penghematan terhadap biaya pengobatan 97,93% dan penghematan terhadap biaya total terbesar pada penyakit abses sbesar 5,66%. Hasil penelitian menunjukkan konversi terapi ciprofloxacin intravena ke oral dapat menghemat biaya pengobatan maupun biaya total di rumah sakit.

Kata kunci: Ciprofloxacin, Konversi Terapi, Analisis Biaya Minimal
Antibiotics of the usage in hospitals can reach up to 30-80% of hospitals budget. One way to save the cost is to switch therapy. This study aimed to know of the saving potential from switching therapy from intravenous antibiotic ciprofloxacin to oral.
This was a descriptive study. The retrospective data were collected from financial and medical records of patients in RSUD Ajibarang that received intravenous ciprofloxacin from April 2015-March 2016. This study was perceived through the hospital’s perspective and uses cost minimization analysis method. 103 inpatients receiving intravenous ciprofloxacin were used as samples. Switching therapy may be done if patients fulfil the switching requirements. Analysis was done by comparing the difference in cost of treatment and total cost to switch cost.
As much as 64,07% (66 patients) were able to do switching therapy. The percentage of cost saving from intravenous ciprofloxacin to oral treatment was 83,48%±22,01% and the cost saving toward the total cost was 3,67%±1,99%. The disease group which has the biggest cost saving in treatment cost was typhoid which reaches 97,93% and abscess which reaches 5,66% toward total cost. Results showed that switching of intravenous ciprofloxacin to oral can save the cost of treatment and total cost in hospitals.

Keywords: Ciprofloxacin, Switch Therapy, Cost Minimization Analysis
1371317038G1G010013PENGARUH PROBIOTIK Streptococcus salivarius K12 TERHADAP PENGHAMBATAN PERTUMBUHAN ISOLAT Streptococcus pyogenes PADA ANAK TONSILITIS KRONIK SECARA IN VITROTonsilitis sering ditemukan pada anak-anak ini merupakan peradangan yang disebabkan oleh infeksi bakteri maupun virus, yaitu bakteri S. pyogenes. Penggunaan probiotik S. salivarius K12 digunakan sebagai terapi tonsilitis pada anak. Probiotik S. salivarius K12 mempunyai kandungan maltodekstrin sebagai bahan pengisi atau perekat S. salivarius K12. Maltodekstrin dapat dijadikan kontrol untuk mengetahui kemampuan probiotik S. salivarius K12 secara mandiri tanpa bantuan maltodekstrin untuk menghambat bakteri S. pyogenes. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik S. salivarius K12 terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri S. pyogenes pada anak tonsilitis kronik secara in vitro. Jenis penelitian ini menggunakan true experimental design. Hasil swab saliva anak penderita tonsilitis kronik diisolasi pada media agar darah dan diinkubasi pada suhu 37ºC selama 24 jam. Setelah 24 jam, identifikasi bakteri S. pyogenes secara mikroskopis, makrokopis, pewarnaan Gram, dan metode biokimia, pengujian daya hambat dengan metode sumuran dan jangka sorong. Hasil analisa dengan uji Independent T-test, didapatkan daya hambat sebesar 41,95 mm pada probiotik S. salivarius K12, sedangkan pada maltodesktrin memiliki daya hambat sebesar 0 mm dan juga nilai signifikasi 0,000 (p < 0,05), maka terdapat pengaruh probiotik S. salivarius K12 terhadap penghambatan bakteri S. pyogenes pada penderita tonsilitis kronik secara in vitro.Tonsillitis is an inflammation that often found in children, it caused by bacterial or viral infection, such as S. pyogenes. Probiotics S. salivarius K12 can be used as a treatment in children with tonsillitis. Probiotics S. salivarius K12 contains maltodextrin as a filler or adhesive material. Maltodextrin can be used as a control to determine the ability of probiotics S. salivarius K12 to inhibit S. pyogenes growth. The purpose of this study is to determine the effect of probiotics S. salivarius K12 as growth inhibitor on Isolat Streptococcus pyogenes in children with chronic tonsillitis. This study was an experimental laboratory with true experimental design and post test only control design. This study used swab saliva test in children with chronic tonsillitis that isolated in blood agar medium and incubated at temperature 37ºC during 24 hours. After 24 hours, bacteria S. pyogenes identified using microscopic, macroscopic, staining of gram, biokimia method, sumuran method and calliper. The result were analyzed with Independent T-test, showed that probiotic S. salivarius K12 have inhibitory value 41,95 mm, while maltodesktrin have 0 mm, and have obtained significance value 0.000 (sig < 0.05). The result proves that probiotic S. salivarius K12 has effectiveness against bacteria S. pyogenes growth in children with chronic tonsillitis.
1371417039C1A009079Analisis Pendapatan Ibu Bekerja Terhadap Pendapatan Keluarga (Studi Kasus di Kelurahan Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas)Penelitian ini berjudul “Analisis Pendapatan Ibu Bekerja dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Keluarga” dengan studi kasus di Kelurahan Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara umur, pendidikan, jumlah anggota keluarga dengan pendapatan ibu bekerja, mengetahui kontribusi pendapatan ibu bekerja terhadap pendapatan keluarga, dan untuk mengetahui pemenuhan standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) menurut Disosnakertrans Kabupaten Banyumas tahun 2015.
Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian survey. Responden dalam penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang bekerja dengan jumlah sampel 100 orang. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi dan analisis tabulasi.
Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa umur dan jumlah anggota keluarga memiliki hubungan positif dengan pendapatan ibu bekerja dengan koefisien korelasi masing-masing sebesar 0,126 untuk umur dan 0,150 untuk jumlah anggota keluarga. Pendidikan mempunyai hubungan positif dengan pendapatan ibu bekerja. Semakin tinggi pendidikan yang dimiliki, semakin tinggi pendapatan yang diterima. Pendapatan ibu bekerja terhadap pendapatan keluarga rata-rata memberikan sumbangan yang kecil yaitu sebesar 41 persen, dimana nilainya kurang dari 50 persen. Rata-rata pendapatan rumah tangga belum memenuhi standar Kebutuhan Hidup Layak menurut Dinsosnakertrans Kabupaten Banyumas tahun 2015.
Implikasi dari penelitian ini adalah (1) Seorang ibu bekerja harus pandai mengatur waktu antara pekerjaan dan mengurus rumah tangga. (2) Ibu bekerja diharapkan menggali potensi diri yang lebih mendalam dan jangan berhenti untuk selalu menambah pengetahuan, sehingga menjadi lebih kreatif dan inovatif menciptakan peluang pendapatan bagi keluarga. (3) Diharapkan untuk menerapkan Keluarga Berencana sehingga dapat mengurangi jumlah tanggungan dalam keluarga (4) Dengan semakin meningkatnya peran wanita terhadap keluarga, diharapkan ibu bekerja dapat melakukan peran gandanya dengan baik dan tidak melupakan kewajibannya dalam rumah tangga yaitu mendidik anak-anak, melayani suami, dan mengurus rumah tangganya. (5) Diharapkan bagi anggota keluarga lain untuk ikut bekerja sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan keluarga dan memenuhi standar Kebutuhan Hidup Layak.
This study entitled "Analysis of Working Mothers Revenue and Their Contribution to Family Income" with a case study in the Teluk Village, District of South Purwokerto, Banyumas Regency. This study aims to determine the relationship between the factors of age, education, number of family members with factor income working mothers, working mothers revenue contribution to the family income, and standards compliance Living Needs (KHL) by Government of Social and Labour in Banyumas 2015.
This research was conducted by survey research methods. Respondents in this study were housewives who worked with a sample of 100 people. Data analysis techniques in this study using correlation techniques and tabulation analysis.
Based on the analysis concluded that the age and number of family members have a positive relationship with income working mother with a correlation coefficient of 0.126 respectively for age and 0.150 for family members. Education has a positive relationship with income working mothers. The higher the education you have, the higher the income received. Income working mothers to the family income on average contribute a little that amounted to 41%, where the value is less than 50 percent. The average household income not yet meet the standards of the Living Needs by Government of Social and Labour in Banyumas 2015.
The implications of this study are (1) It is expected that a working mother must be clever to set the time between work and taking care of the household. (2) The women are expected to explore their deeper potential and do not stop to increase their knowledge, to become more creative and innovative creating income opportunities for families. (3) It is expected to implement family planning so as to reductions number of dependents in the family (4) With the increasing role of women in the family, expected a working mother can do double role well and not forgetting its obligations in the household is to educate children, to serve her husband and taking care of the household. (5) It is expected for other family members to go to work so as to contribute to the family income and meet the standards of the Living Needs.
1371517040F1B010039Implementasi Kebijakan Desa Janggolan Di Kabupaten Banyumas Tentang Pendapatan Asli Desa (Studi Kasus Di Desa Tanggeran Kecamatan Somegade Kabupaten Banyumas)ABSTRAK
Desa merupakan pemerintahan tertua dalam sejarah, desa menjadi wilayah administratif yang perlu di lindungi dan diberdayakan.Desa menjadi wilayah yang di tinggali penduduk yang sangat padat. Desa di kabupaten banyumas yang tidak mempunyai bengkok disebut Desa Janggolan, sebutan janggolan adalah untuk desa yang tertinggal. Di kabupaten Banyumas sendiri ada 28 Desa Janggolan termasuk Desa Tanggeran Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas. Di Kecamatan Somagede ada 3 desa Janggolan diantaranya Desa Klinting, Desa Kemawi dan Desa Tanggeran. Pendapatan Desa Janggolan berdasarkan IRMAS dan berdasarkan pembuat kepentingan pada desa.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Implementasi Kebijakan Desa Janggolan di Kabupaten Banyumas tentang Pendapatan Asli Desa di Desa Tanggeran Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas. Teori yang digunakan adalah Teori George Edward III meliputi Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi, dan Struktur Birokrasi. Teori yang saya ambil ini cocok sekali dengan Penelitian yang digunakan karena didalamnya menjelaskan tentang Implementasi Kebijakan yang alurnya topdown atau dari atas ke bawah.

Metode yang di gunakan pada penelitian ini adalah Kualitatif Deskriptif, untuk mengetahui secara mendalam tentang implementasi Kebijakan Desa Janggolan di Kabupaten Banyumas tentang Pendapatan Asli Desa. Teknik pengambilan informan yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan dibantu Incidental Sampling. Fokus dari penelitian ini adalah Pendapatan Asli Desa pada Desa Janggolan di Desa Tanggeran. Desa Tanggeran dipilih karena sebagai Desa yang berbentuk Janggolan.

Berdasarkan hasil yang di dapat, serta dengan data yang ada bahwa implementasi Desa Janggolan Tentang Pendapatan Asli Desa di Desa Tanggeran sesuai dengan yang diharapkan. Pendapatan Asli Desa berdasarkan hasil dari gotong-royong yaitu Iuran Masyarakatdan hasil usaha Desa yaitu Tanah Kas Desa. Implementasinya berjalan dengan baik untuk Iuran Masyarakat ditarik sebesar Rp 50 Per ubin bagi yang memiliki tanah penarikanya dilakukan oleh RT dan dananya masuk ke pembangunan Desa bukan untuk penggajian perangkat desa .

Kata Kunci : Implementasi, Pendapatan Asli Desa, Desa Janggolan





ABSTRACT

the village is the oldest government in history,the village became an administrative region that needs to be protected and empowered. Villages become areas inhabited by a very dense population. Villages in Banyumas district that does not have bengkok called Janggolan village, the name of janggolan is for the village that is left behind. In Banyumas district there is 28 Janggolan village, including Tanggeran Village Somagede District of Banyumas regency. In Somagede there are 3 janggolan villages including Klinting villange, Kemawi village, and Tanggeran village. The Rural incomes of Janggolan village based on IRMAS and based on the maker of interest in the village.

The purpose of this study is to describe the Rural Policy Implementation of village revenue of Janggolan village in tenggeran Village Somagede District of Banyumas regency. The theory used is the theory of George Edward III includes: Communication, Resources, Disposition, and Bureaucratic Structure. I take this theory fits in well with the research used for therein describes the plot Policy Implementation top down or from top to bottom.

The method used in this research is qualitative descriptive, to learn in depth about the implementation of the Rural Policy of village revenue of Janggolan village in Banyumas regency. The technique of taking informants used in this research is purposive sampling and supported by incidental Sampling. The focus of this research is the village Revenue of Janggolan village in Tenggeran village. Tanggeran village selected because the form of this village is janggolan village.

Based on the results and the available data, the implementation of village revenue of Janggolan village in Tenggeran village is appropriate as expected. The village revenue based on the result of mutual cooperation is community contribution and result of operation of the village that is local-funded land. The implementation is run well, the amount of community contribution is Rp 50 each tile for the land owner. The with drawal is conducted by the head of neighborhood and the fund is for the village construction not for paying the salary of village officials.

Keywords: Implementation, Revenue Village, Village Janggolan

1371617037C1B012067Viral Marketing Media Sosial Bagi Peningkatan Virtual Awareness And Promotion Usaha Mikro Mahasiswa Universitas Jenderal SoedirmanPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif pada usaha mikro mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman yang berada di Purwokerto. Penelitian ini mengambil judul: “Viral Marketing Media Sosial bagi Peningkatan Virtual Awareness and Promotion Usaha Mikro Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peningkatan virtual awareness and promotion usaha mikro yang diupayakan melalui teknik pemasaran basis online, yaitu viral marketing media sosial.
Informan dalam penelitian ini ada sebelas orang informan yang diambil berdasarkan survei pralapangan dengan metode pengambilan sampel, yaitu purposive sampling dan snowball sampling.
Berdasrkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan perangkat lunak Computer-Assisted Qualitative Data Analysis (CAQDAS) NVIVO 11 menunjukkan bahwa: kesebelas informan penelitian menggunakan viral marketing media sosial karena teknik ini memiliki peran yang efektif dan efisien, mudah, dan juga mampu menciptakan komunikasi antarpenjual-pembeli. Selain itu, teknik tersebut memberikan pengembangan usaha mikro dari sisi konsumen yang bertambah banyak, perekomendasian dari para pembeli potensial ke konsumen lain, serta semakin dikenal luasnya usaha mereka.
Implikasi dari kesimpulan di atas, yaitu sebagai upaya meningkatkan virtual awareness and promotion masih diperlukannya pemahaman dan kompetensi kembali agar pengusaha mampu menerapkan di berbagai situasi dan kondisi serta untuk lebih mengoptimalkan penggunaan viral marketing media sosial itu sendiri. Selain itu, proses merespon berbagai keterlibatan konsumen atau virtual awareness sendiri, ada baiknya bukan hanya melalui cara ditanggapi satu persatu saja, melainkan diupayakan pula pencatatan dan evaluasi sebagai data peninjauan kemajuan usaha mikro.
This research is a qualitative research on University of Jenderal Soedirman student’s micro enterprises in Purwokerto. The Analysis of Social Media as a Viral Marketing to Increase Virtual Awareness and Promotion of University of Jenderal Soedirman Student’s Micro Enterprises.
The aim of this research is to analyze the increasing of micro enterprises’s virtual awareness and promotion by the basic technique of online marketing that called social media as a viral marketing. There are eleven of research’s respondents chosen based on pre-field survey by purposive sampling and snowball sampling method.
Based on the result of using Computer-Assisted Qualitative Data Analysis (CAQDAS) as a software of NVIVO 11, it can be concluded that all of the research’s respondents used social media as a viral marketing because this technic is effective and efficient, easy to use, and also can create a direct communication between the seller and the buyer. Moreover, this technic bring into the development of micro enterprises as it shows the increasing number of costumer, recommendation from potential buyer to others, and the more publicly well-known to such extend.
The implication of the findings was suggested: 1). In way to increase virtual awareness and promotion, it needs a deep understanding and competence from the enterprise itself, so they will be able to apply it in any situation and any condition that they deal with and they also need to optimize more the using of social media as a viral marketing. 2). In the process of giving a respond to the customer as what virtual awareness should be, it would be better if it is not only to be addressed to each individual, but also to use it as a further evaluation by the micro enterprises in the future.
1371717041H1D012018PENGARUH PARAMETER GERUSAN DI BAHU JALAN TERHADAP LEBAR, PANJANG, DAN TINGGI GERUSAN BERDASARKAN DATA LAPANGAN
Studi kasus : Ruas Jalan Purbalingga – Barjarnegara – Wonosobo
Bahu jalan merupakan salah satu bagian penting dari struktur jalan. Salah satu masalah yang sering dijumpai pada bahu jalan adalah gerusan lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dari kemiringan memanjang (Sl), kemiringan melintang (St), dan butiran D50 (d50) yang merupakan variabel bebas, dengan kedalaman (Ds), lebar (Ws), dan panjang (Ls) gerusan di bahu jalan pada ruas jalan Purbalingga-Banjarnegara-Wonosobo yang menjadi variabel terikat.
Pengukuran parameter jalan dan pengambilan sampel butiran dilaksanakan langsung pada 15 titik yang ditinjau, kemudian dilanjutkan dengan pengujian gradasi butiran yang dilaksanakan di laboratorium dengan berdasarkan acuan SNI 3423-2008 mengenai cara uji analisis ukuran butir tanah baik analisis saringan dan analisis hidrometer serta SNI 1964-2008 mengenai cara uji berat jenis. Metode analisis regresi multivariabel digunakan untuk mendapatkan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat.
Berdasarkan hasil analisis regresi multivriabel, didapatkan formula yang membuat variabel bebas mempunyai koefisien perkalian terhadap variabel terikat. Formula yang didapatkan berdasaran analisis regresi multivariabel adalah: Ds = (5,64 x Sl) + (51,86 x St) + (10,19 x d50), sehingga dapat disimpulkan bahwa kemiringan melintang adalah faktor yang paling berpengaruh dalam kerusakan kedalaman gerusan di bahu jalan. Formula untuk lebar gerusan adalah: Ws = (39,99 x Sl) – (14,14 x St) + (10,42 x d50), sehingga dapat disimpulkan bahwa kemiringan memanjang adalah faktor yang paling berpengaruh dalam kerusakan lebar gerusan di bahu jalan. Sedangkan formula untuk panjang gerusan adalah: Ls = (- 6207,27 x Sl) + (18778,42 x St) – (649,33 x d50), sehingga dapat disimpulkan bahwa kemiringan melintang adalah faktor yang paling berpengaruh dalam kerusakan panjang gerusan di bahu jalan.

Kata kunci: bahu jalan, gerusan, regresi multivariabel.
Shoulder of the road is an important part of the road structure. One of the problems often encountered on the road shoulder is local scouring. The purpose of this study was determining the relationship the longitudinal slope (Sl), transverse slope (St), and granules D50 (d50) as independent variables, with depth (Ds), width (Ws), and length (Ls) of scour in the shoulder of the road on Purbalingga-Banjarnegara-Wonosobo highway as the dependent variable.
Measurement parameters and samples of the granules had done directly on the 15 points reviewed, followed by grain gradation test conducted in Civil Engineering laboratory based on SNI 3423-2008 reference about how to test soil grain size analysis both sieve analysis and hydrometer analysis as well as SNI 1964-2008 about how density test. Multivariate regression analysis method used to obtain the relationship between the independent variables and the dependent variable.
Based on the results of the regression analysis, obtained multivriabel formula that makes the independent variable which has a coefficient of multiplication of the dependent variable. The formula based on multivariable analysis is: Ds = (5.64 x Sl) + (51.86 x St) + (10.19 x d50), so can be concluded that transverse slope is the most influential factor in the damage to scour depth in the shoulder of the road. The formula for scour width is: Ws = (39.99 x Sl) - (14.14 x St) + (10.42 x d50), so can be concluded that longitudinal slope is the most influential factor in the damage to scour width in the shoulder of the road. While the formula for scour length is: Ls = (- 6207,27 x Sl) + (18778,42 x St) – (649,33 x d50), so can be concluded that transverse slope is the most influential factor in the damage to scour length in the shoulder of the road.

Keywords: shoulders of the road, scouring, multivariate regression.
1371817042H1F012013Geologi dan Studi Karakteristik Deformasi Massa Batuan pada Kejadian Longsor di Tambang Batu Hijau PT Newmont Nusa TenggaraTambang Batu Hijau merupakan tambang emas yang dioperasikan oleh PT Newmont Nusa Tenggara dengan sistem open pit. Sistem tambang open pit membuat aktivitas penambangan terus berlanjut dengan pembuatan jenjang lereng untuk mendapatkan mineral bijih serta keadaan geologi tambang Batu Hijau yang kompleks. Hal ini dapat membuat stabilitas lereng terganggu. Kestabilan lereng dapat membuat batuan terdeformasi. Deformasi yang dikontrol dengan struktur yang berbeda akan menghasilkan tipe deformasi massa batuan yang berbeda. Maka diperlukan pemantauan lereng secara real time untuk memberikan informasi pergerakan lereng pada tambang yang dioptimasi. Sehingga sistem peringatan dini dapat dioptimalkan. Penelitian yang dilakukan meliputi analisis kinematika untuk mengatahui tipe longsor yang terjadi serta analisis tipe deformasi massa batuan yang didapat dari data pantauan lereng yang kemudian dibuat grafik perpindahan terhadap waktu Kemudian mencatat deformasi maksimum pada masing-masing prisma di setiap lokasi longsor. Hasil analisis deformasi massa batuan menghasilkan tipe longsor bidang menghasilkan tipe deformasi massa batuan linier (regresif) yang lebih lama sebelum akhirnya longsor sedangkan tipe longsor baji menghasilkan tipe deformasi massa batuan kompleks namun menjelang yang longsor menghasilkan tipe deformasi regresif. Deformasi massa batuan secara bertahap diakibatkan oleh adanya perpotongan struktur geologi yang terdapat di lokasi longsor. Ambang batas nilai deformasi massa batuan tipe longsor bidang lebih besar dibandingkan dengan tipe longsor baji. Berdasarkan analisis tersebut dapat dijadikan peringatan dini pada area tambang terbuka sehingga dapat menimalisir terjadinya bahaya longsor. The Batu Hijau mine is a gold mine operated by PT Newmont Nusa Tenggara with system open pit. It makes mining activity continued at a level of making a slope to get ore minerals. In addition, the geological conditions of the Batu Hijau mine is complex. It can create destabilizing slopes. Rock slope stability can create deformed. Deformation controlled with different structures will produce different of type rock mass deformation. It would require monitoring of slopes in real time to provide information on the mine slope movements optimized. So that early warning systems can be optimized. Research was conducted on the analysis of kinematics to know the type of landslides that occurred and the type of analysis of rock mass deformation obtained from monitored data is then graphed slope displacement against time then record the maximum deformation on each prism in each of the landslide site. The results of the analysis produces planar failure produce the type of rock mass deformation linear (regressive) before failure meanwhile wedge failure produces the type of rock mass deformation complex, but ahead of the avalanche produces regressive type of deformation. Gradually rock mass deformation caused by the intersection of geological structures contained in the landslide site. The threshold value of the deformation of the rock mass planar failure larger than the wedge failure. Based on this analysis can be used as an early warning at an open pit mine area.
1371917043F1B011008PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN POLI PENYAKIT DALAM
(Penelitian di Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Mintohardjo Jakarta Pusat)
Kepuasan biasanya dipengaruhi oleh kualitas pelayanan yang diterima. Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam di Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Mintohardjo Jakarta Pusat mengacu pada Teori Parasuraman. Hipotesis penelitian yaitu terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy, dan Tangible terhadap Kepuasan Pasien. Menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif dan teknik analisis Korelasi Kendall Tau-b, Korelasi Parsial, Korelasi Konkordansi Kendall W, dan Regresi Ordinal. Hasil analisis statistik membuktikan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara: (1) Reliability terhadap Kepuasan Pasien dengan nilai koefisien regresi sebesar 142.654, signifikan pada taraf kepercayaan 0,001, Pseudo R-Square sebesar 0,081; (2) Responsiveness terhadap Kepuasan Pasien dengan nilai koefisien regresi sebesar 120.660, signifikan pada taraf kepercayaan 0,001, Pseudo R-Square sebesar 0,064; (3) Assurance terhadap Kepuasan Pasien dengan nilai koefisien regresi sebesar 163.336, signifikan pada taraf kepercayaan 0,001, Pseudo R-Square sebesar 0,066; (4) Empathy terhadap Kepuasan Pasien dengan nilai koefisien regresi sebesar 122.927, signifikan pada taraf kepercayaan 0,001, Pseudo R-Square sebesar 0,075; (5) Tangible terhadap Kepuasan Pasien dengan nilai koefisien regresi sebesar 104.734, signifikan pada taraf kepercayaan 0,003, serta Pseudo R-Square sebesar 0,028; dan (6) secara bersama-sama antara Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy, dan Tangible terhadap Kepuasan Pasien dengan nilai koefisien regresi sebesar 618.767, signifikan pada taraf kepercayaan 0,001, Pseudo R-Square sebesar 0,132. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Reliability terhadap Kepuasan Pasien; Responsiveness terhadap Kepuasan Pasien; Assurance terhadap implementasi; Empathy terhadap Kepuasan Pasien; Reliability terhadap Kepuasan Pasien; serta pengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama antara Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy, dan Tangible terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam di Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Mintohardjo Jakarta Pusat.Satisfaction is usually influenced by the quality of service received. This research examines about Influence of Quality Service against Outpatients Satisfaction Polyclinic Disease In at the Navy Hospital Dr. Mintohardjo Central Jakarta refers to Parasuraman. The hypothesis of this research that there is a positive and significant influence between Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy, and Tangible on Patient Satisfaction. Use survey methods with quantitative approach, and analysis techniques Kendall Tau-b correlation, Partial correlation, concordance Kendall W correlation, and Ordinal Regression. The results of statistical analysis proves that there is a positive influence and significant between: (1) Reliability against Patient Satisfaction with the value of regression coefficient 142.654, significant extent 0,001, and Pseudo R-Square 0,081; (2) Responsiveness against Patient Satisfaction with the value of regression coefficient 120.660, significant extent 0,001, and Pseudo R-Square 0,064; (3) Assurance against Patient Satisfaction with the value of regression coefficient 163.336, significant extent 0,001, and Pseudo R-Square 0,066; (4) Empathy against Patient Satisfaction with the value of regression coefficient 122.927, significant extent 0,001, and Pseudo R-Square 0,075; (5) Tangible against Patient Satisfaction with the value of regression coefficient 104.734, significant extent 0,003, and Pseudo R-Square 0,028; and (6) Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy, and Tangible jointly against Patient Satisfaction with the value of regression coefficient 618.767, significant extent 0,001, and Pseudo R-Square 0,132.Based on the results of the research it can be concluded that there is a positive influence and significant between Reliability against Patient Satisfaction; Responsiveness against Patient Satisfaction; Assurance against Patient Satisfaction; Empathy against Patient Satisfaction; Tangible against Patient Satisfaction; and a positive influence and significant between Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy, and Tangible jointly against Patient Satisfaction.
1372017003C1G014074PENGARUH FAKTOR FUNDAMENTAL DAN RESIKO EKONOMI TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG TERGABUNG DALAM JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII) (STUDY EMPIRIS ATAS LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN YANG TERGABUNG DALAM JII TAHUN 2012-2015)Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengaruh faktor fundamental dan resiko ekonomi terhadap return saham syariah. Objek penelitian adalah perusahaan yang sahamnya tercatat di Jakarta Islamic Index (JII). Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah ROA, NPM, DER, PBV, dan Kurs. Pengujian hipotesis menggunakan analisis persamaan regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan ROA, NPM, DER, PBV, dan Kurs secara simultan berpengaruh signifikan terhadap return saham. Secara parsial, hanya kurs yang mempengaruhi return saham secara signifikan sedangkan variabel lainnya tidak. Kurs merupakan variabel bebas yang mewakili resiko ekonomi. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa pengaruh faktor fundamental dan resiko ekonomi terhadap return saham syariah hanya sebesar 14,2% sedangkan sisanya sebesar 85,8% dijelaskan oleh sebab-sebab lain diluar model regresi penelitin ini.
This study aimed to examine the effect of the influence of fundamental factors and economic risk on stock returns sharia. The object of research is a company whose shares are listed in the Jakarta Islamic Index (JII). The sampling method using purposive sampling. The independent variables used in this study is ROA, NPM, DER, PBV, and Exchange. Hypothesis testing using multiple linear regression analysis.
The results showed ROA, NPM, DER, PBV, and exchange rate simultaneously significant effect on stock returns. Partially, only the exchange rates significantly affect stock returns while the other variables. Exchange rate is the independent variable that represents economic risk. The coefficient of determination shows that the influence of fundamental factors and economic risks to the return of Islamic stocks amounted to only 14.2% while the remaining 85.8% is explained by other causes outside the regression model this experiment.