Artikelilmiahs

Menampilkan 13.661-13.680 dari 49.660 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1366116980G1H012038PERBEDAAN KEIKUTSERTAAN KELAS IBU HAMIL TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG KESEHATAN IBU DAN ANAK DI WILAYAH PUSKESMAS 1 BATURADENLatar Belakang : Kelas ibu hamil merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu mengenai kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular dan akte kelahiran

Tujuan Penelitian : Mengetahui perbedaan keikutsertaan kelas ibu hamil terhadap pengetahuan dan sikap tentang kesehatan ibu dan anak di wilayah Puskesmas 1 Baturaden

Metodologi Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang berdomisili di wilayah Puskesmas 1 Baturaden dan sampel pada penelitian ini adalah 56 ibu yang ambil secara acak dengan teknik stratified random sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Pengukuran pengetahuan dan sikap responden melalui kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji Independent sample T Test.

Hasil : Hasil uji statistic dengan menggunakan uji Independent sample T Test diperoleh nilai A Sym. Sig. (2-tailed)= 0,000 (<0,05) pada semua variabel penelitian artinya secara statistik menunjukan ada perbedaan keikutsertaan kelas ibu hamil terhadap pengetahuan dan sikap tentang kesehatan ibu dan anak di wilayah Puskesmas 1 Baturaden.

Kesimpulan : Terdapat perbedaan keikutsertaan kelas ibu hamil terhadap pengetahuan dan sikap tentang kesehatan ibu dan anak
Background :Antenatal class is a means to learn together about the health of pregnant women, in the form of face-to-face in a group that aims to improve the knowledge and skills of mothers about pregnancy, prenatal care, childbirth, postnatal care, newborn care, myth, infectious diseases and birth certificate
Objective: To identify differences participation of antenatal class on knowledge and attitudes about maternal and child health at Primary Healthcare Center 1 Baturaden
Research Methodology: This research used a cross sectional design. The population in this research is all pregnant women who live in Primary Healthcare Center 1 Baturaden and samples in this research is 56 women were taken by stratified random sampling technique that met the inclusion criteria. Measurement of the knowledge and attitudes of respondents using questionnaires. The bivariate analysis used Independent test sample T Test.
Results: The results of statistical tests using Independent sample T Test was obtained grades A Sym. Sig. (2-tailed) = 0.000 (<0.05) in all study variables means statistically there are differences participation in antenatal class to knowledge and attitudes about maternal and child health in Primary Healthcare Center 1 Baturaden.
Conclusion: There are differences participation in antenatal class to knowledge and attitudes about maternal and child health
1366216982B1J012119PENGARUH UMUR TEGAKAN TERHADAP DAYA SERAP KARBONDIOKSIDA PADA HUTAN RAKYAT BERBASIS AKASIA DI DESA WLAHAR WETAN KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS

Salah satu upaya untuk menanggulangi pemanasan global adalah dengan menanam pepohonan. Pepohonan memiliki potensi yang besar dalam menyerap karbondioksida. Jenis tumbuhan yang memiliki daya serap tinggi terhadap CO2 biasanya termasuk tumbuhan cepat tumbuh (fast growing species). Semakin cepat pertumbuhan suatu pohon maka semakin besar potensinya dalam menyerap dan menimbun CO2 dalam biomassanya. Salah satu jenis tumbuhan cepat tumbuh adalah akasia, namun daya serap terhadap karbondioksidanya belum diketahui.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel Cluster Random Sampling. Variabel daya serap tegakan akasia terhadap CO2 tersebut terdiri atas parameter-parameter massa karbohidrat daun, persentase karbohidrat daun, kandungan CO2 daun, luas permukaan daun, jumlah daun perpohon, dan kerapatan pohon akasia per hektar.
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan kuadrater antara umur tegakan akasia dengan daya serap karbondioksida dengan daya serap karbondioksida per helai daun yang paling tinggi terdapat pada tegakan umur 7,2 tahun yaitu sebesar 0,005362 g.helai-1.jam-1, daya serap karbondiosida per pohon per jam yang paling tinggi terdapat pada tegakan umur 7,5 tahun yaitu 74,0185 g.pohon1.jam-1 dan daya serap karbondioksida per hektar lahan yang paling tinggi terdapat pada tegakan umur 7,5 tahun yaitu sebesar 76,64422 ton.ha-1.tahun-1.
One of the efforts to combat global warming by planting trees. Trees have great potential to absorb carbon dioxide. Plant species that have high absorption of the CO2 typically include fast-growing plants (fast growing species). The faster the growth of a tree, the greater the potential to absorb and stockpiling of CO2 in biomass. One fast-growing plant species are acacia, but the absorption of carbon-dioxide is not yet known.
The method used in this research is survey method with the technique of sampling cluster random sampling. Variable absorption of the CO2 acacia stands consist of the parameters of mass carbohydrates leaves, leaf carbohydrate percentage, the CO2 content of leaves, leaf surface area, number of leaves per tree and acacia tree density per hectare.
The results showed an association between the age of stand acacia kuadrater with the absorption of carbon dioxide by absorption of carbon dioxide per leaf blade which is highest at 7.2 years of age stands in the amount of 0.005362 g.helai-1.jam-1, absorption karbondiosida per tree per hour is highest at 7.5 years of age stands is 74.0185 g.pohon-1.jam-1 and the absorption of carbon dioxide per hectare of land is highest in the age of 7.5 years which stands at 76.64422 ton.ha-1.tahun-1.
1366316983B1J012125KARAKTER MORFOLOGI DAN MERISTIK IKAN GELIK (SCIAENIDAE: Otolithes ruber)Ikan gelik (Otolithes ruber) merupakan salah satu ikan konsumsi dari familia Sciaenidae yang banyak didaratkan di TPI Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC). Penagkapan dan pemanfaatan yang terus-menerus tanpa ada upaya budidaya dapat menyebabkan over fishing, sehingga perlu adanya upaya koservasi. Upaya konservasi diperlukan informasi biologi diantaranya karakter taksonomik. Salah satu informasi penting karakter taksonomi yaitu seksual dimorfisme yang dapat dilihat melalui karakter morfologi dan meristik.
Penelitian ini bertujuan untuk menggunakan karakter morfologi dan meristik untuk membedakan antara ikan gelik jantan dan betina dan mengetahui karakter morfologi dan meristik yang dapat digunakan untuk membedakan antara ikan gelik jantan dan betina. Metode penelitian menggunakan teknik survey dan pengambilan sampel dengan teknik Purposive Random Sampling. Variabel yaitu karakter morfologi dan meristik pada ikan gelik. Analisis data morfologi secara deskriptif dan meristik menggunakan uji “t” dan uji Chi-square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter morfologi tidak dapat digunakan untuk membedakan antara ikan gelik jantan dan betina. Hasil hubungan panjang-berat juga tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antara jantan dan betina yaitu dengan laju pertumbuhannya adalah allometrik positif. Hasil karakter meristik dapat digunakan untuk membedakan antara jantan dan betina yaitu pada jumlah jari-jari keras sirip anal dan jumlah jari-jari sirip ventral.
Croaker (Otolithes ruber) is one the fish consumption of one spesies in familia Sciaenidae that many landed in the TPI Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC). Arrests and the use of continuous cultivation without any effort can lead to over fishing, so need for conservation efforts. Conservation efforts include the necessary biological information on the taxonomic characters. One of the important information that is sexual dimorphism taxonomic characters that can be viewed through the morphological and meristic characters.
This research aims to using morphological and meristic characters to differentiated between male and female croaker and know which the character of morphology and meristic that can be used to differentiated between male and female croaker. The research method used survey techniques and sampling was conducted using Purposive Random Sampling technique. The Variables is morphological and meristic characters on croaker. morphological data using descriptive analysis and meristic data using t-test and Chi-square test analysis.
The results showed that the morphological characters can not be used to differentiated between male and female croaker. Length-weight relationship results also showed no significant difference between males and females with indicate growth rate is allometric positive. Results of meristic characters can be used to differentiated between male and female is on the number of anal fin and number of ventral fin.
1366416984F1G009035Analisis Struktural Dalam Novel Sang Pramuria Karya Sutirman Eka ArdhanaPenelitian berjudul “Analisis Struktural dalam Novel Sang Pramuria karya Sutirman Eka Ardhana” bertujuan untuk mengetahui unsur intrinsik yang meliputi, tema, amanat, tokoh, alur dan latar dalam novel Sang Pramuria karya Sutirman Eka Ardhana.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara membaca dan memahami isi novel Sang Pramuria secara berulang-ulang dan teliti dengan mencermati struktur yang terdapat di dalamnya, kemudian mencatat data-data penting yang sesuai dan berkaitan dengan fokus penelitian, setelah itu mengklasifikasikan data penelitian yang telah diperoleh sesuai dengan kebutuhan dalam penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah novel Sang Pramuria karya Sutirman Eka Ardhana.
Dari hasil analisis yang diperoleh bahwa, novel Sang Pramuria terdiri dari: (1) Tema utama, kemandirian seorang wanita yang harus memenuhi kebutuhan diri dan buah hatinya. Tema tambahan, kisah cinta antara tokoh utama dengan seorang tamu dan kekasih dimasa lalunya. (2) Amanat, sebaiknya kaum lelaki tidak boleh meremehkan perempuan. Karena perempuan bisa hidup mandiri dan bersikap tegas pada pendiriannya. (3) Tokoh, tokoh utama yaitu Niken, tokoh tambahan yaitu, Wanti, Uki, Pras, Pram, Victor dan Hambali, dan Nico. (4) Alur, alur yang terkandung adalah alur campuran. (5) Latar meliputi: latar tempat, yaitu kota Yogyakarta, kamar tidur, ruang tamu, pub, Malioboro, rumah sakit/UGD. Latar waktu, dini hari, pagi hari, siang hari, malam hari, tahun, dan bulan. Latar sosial, berhubungan dengan status sosial.
The research entitled “Analisis Struktural Dalam Novel Sang Pramuria Karya Sutirman Eka Ardhana” head for determine the intrinsic elements which are including: theme, message, characters, plot, and setting in the novel Sang Pramuria written by Sutirman Eka Ardhana.
The method of collecting data which is using in this research is reading repeatedly to understand the contents of the novel by examining the structure, after that the researcher record the important data which is appropriate and related to the problem of the reseach, then, the researcher classifying the data research that has been obtained which is appropriate with the research. Sang Pramuria written by Sutirman Eka Ardhana is the main data of this research.
The results of the analysis obtained that, Sang Pramuria consists of: (1) The main theme, the woman independence who have to fulfill her needs and her baby. Additional themes, love story among the main character with her guest and her boyfriend in the past. (2) Message, men should not underestimate women, because women are able to live independently and be firm in its stance. (3) Characters, the main character is Niken, additional characters namely, Wanti, Uki, Pras, Pram, Victor and Hambali, and Nico. (4) Plot, the plot is twist plot. (5) Background and Setting: Setting of place, Yogyakarta, a bedroom, a living room, a pub, Malioboro, hospital / ER. Setting of time, early morning, morning, afternoon, night, year, and month. Social background, associated with social status.
1366516986B1J012092Kualitas Air di Perairan Waduk Penjalin Berdasarkan Struktur Komunitas MakrobenthosMakrobenthos adalah salah satu biotik penyusun perairan waduk dan dapat digunakan sebagai bioindikator dalam menentukan kondisi kualitas air. Kualitas air dapat diketahui ditinjau dari struktur komunitas makrobenthos. Penelitian kali ini bertujuan untuk Mengetahui kualitas fisik dan kimia perairan Waduk Penjalin dan mengetahui struktur komunitas makrobenthos yang terdapat di perairan Waduk Penjalin meliputi Kepadatan (individu/m2), Kepadatan Relatif (KR), Indeks Dominnasi (C), Indeks Nilai Penting (INP) dan Indeks Keanekaragaman (H’) serta mengetahui hubungan kualitas air (fisika dan kimia) dengan kepadatan makrobenthos. Berdasarkan hasil pengamatan, kondisi kualitas air Waduk Penjalin adalah baik berdasarkan standar baku mutu air kelas III PP No. 82 Tahun 2001. Makrobenthos yang didapatkan 11 jenis makrobenthos Indeks Keanekargaman berdasarkan kriteria Lee et. al. (1978) menunjukan nilai sedang (2,07 – 1,66) dengan tingkat pencemaran rendah. Kepadatan makrobenthos yang melimpah dengan indeks keanekaragaman yang baik didukung dengan kualitas air yang baik pula. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kalitas air pada Waduk Penjalin adalah cukup baik (tercemar sangat ringan). Hubungan kepadatan makrobenthos dengan kualitas air fisika kimia air pH, Suhu, Penetrasi Cahaya, Kedalaman, DO, BOD adalah lemah, namun memiliki hubungan kuat dengan TSS, hasil regresi linier menunjukan persamaan Y= 898,76 X - 236,946 (Y= kepadatan dan X= TSS) yang dapat diartikan semakin banyak nilai kepadatan makrobenthos maka semakin tinggi pula TSS yang terkandung pada perairan.Macrobenthos is one of the constituent biotic water and can be used as bio-indicators in determining water quality conditions. Water quality can be seen in terms of community structure makrobenthos. The present study aims to determine the physical and chemical qualities waters Reservoir of Penjalin and know the community structure makrobenthos contained in the waters of ReservoirPenjalin include Density (organism/m2), Relative Density (KR), Dominnasi Index (C) and Diversity Index (H ') as well as determine the relationship water quality (physical and chemical) with a density makrobenthos. physical and chemical qualities waters Penjalin Reservoir is good based on quality standar of class III water PP No. 82 tahun 2001. Based on observations obtained 11 types makrobenthos. Diversity Index (H') based on criteria of Lee et. al. (1978) showed moderate values (2.07 to 1.66) with a low contamination level. Density relationship with water quality chemical physics of water pH, temperature, light penetration, depth, DO, BOD is weak, but has strong relationship with TSS, the results show of the linear regression equation Y = 898.76 X - 236.946 (Y = densityand X = TSS) which can be interpreted more value makrobenthos density make higher value of TSS contained in the water.
1366616987B1J012075PERTUMBUHAN SPESIFIK DAN SINTASAN LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus) YANG DIBERI PAKAN DENGAN SUPLEMENTASI Chlorella vulgarisCherax quadricarinatus (red claw) merupakan salah satu lobster air tawar yang memiliki nilai ekonomis penting dan persentase kandungan protein tinggi, yaitu 32%. Permintaan C. quadricarinatus untuk pasar sangat tinggi tetapi produksinya terbatas sehingga pemberian Chlorella vulgaris diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan sintasan. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui level dan lama waktu suplementasi C. vulgaris dalam pakan terhadap laju pertumbuhan spesifik dan sintasan lobster air tawar (C. quadricarinatus) (2) mendapatkan level dan lama waktu terbaik suplementasi C. vulgaris dalam pakan yang dapat meningkatkan laju pertumbuhan spesifik dan sintasan lobster air tawar (C. quadricarinatus).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Perlakuan yang diujikan adalah level (S0, S1, S2, S3) dan lama waktu (W0, W1, W2, W3) suplementasi C. vulgaris dalam pakan C. quadricarinatus. Level yang diujikan adalah S0 (pelet komersial) sebagai kontrol, S1 (suplementasi C. vulgaris 2 g.kg-1 pelet komersial), S2 (suplementasi C. vulgaris 4 g.kg-1 pelet komersial), dan S3 (suplementasi C. vulgaris 6 g.kg-1 pelet komersial). Lama waktu yang diujikan adalah W0 (hari ke-14), W1 (hari ke-28), W2 (hari ke-42), dan W3 (hari ke-56). Perlakuan diulang 4 kali dan disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel tergantung adalah pertumbuhan spesifik dan sintasan sedangkan variabel bebas adalah suplementasi. Parameter utama adalah pertambahan panjang dan berat tubuh serta jumlah lobster air tawar yang hidup pada akhir penelitian sedangkan parameter pendukung adalah pH, suhu, dan oksigen terlarut (DO).
Berdasarkan ANOVA diketahui bahwa suplementasi C. vulgaris dalam pakan mempengaruhi pertambahan panjang, pertambahan berat, SGR, dan SR lobster air tawar (P<0,05). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pertambahan panjang, pertambahan berat, SGR, dan SR lobster air tawar dengan perlakuan terbaik adalah lobster air tawar yang diberi pakan dengan suplementasi C. vulgaris 6 g.kg-1 pelet komersial (S3) dengan nilai masing-masing, yaitu 1,73 cm, 1,40 g, 2,50%, dan 88%.
Cherax quadricarinatus (red claw) is one of freshwater crayfish has an important economic value and percentage of protein high content, ie 32%. C. quadricarinatus market demand is very high but limited production so administration of Chlorella vulgaris is necessary to increase the growth and survival rate. The purpose of this research was (1) knowing the level and the long time of supplementation C. vulgaris in the feed to the specific growth rate and the survival rate of freshwater crayfish (C. quadricarinatus) (2) knowing the level and the best long time of supplementation C. vulgaris in the feed which can increase the specific growth rate and the suriva rate of freshwater crayfish (C. quadricarinatus).
The method used in this research is an experimental method. The treatments being tested are levels (S0, S1, S2, S3) long times (W0, W1, W2, W3) of supplementation C. vulgaris in the feed (C. quadricarinatus). The levels being tested are S0 (commercial pellets) as control, S1 (supplementation C. vulgaris 2 g.kg-1 commercial pellets), S2 (supplementation C. vulgaris 4 g.kg-1 commercial pellets), and S3 (supplementation C. vulgaris 6 g.kg-1 pellets commercial). The long times being tested are W0 (14th day), W1 (28th day), W2 (42th day), and W3 (56th day). The treatment was replicated 4 times and arranged with Completely Randomized Design (CRD). The dependent variable is specific growth and survival rate while the independent variable is supplementation. The main parameter is the length and weight of the body and the amount of freshwater crayfish that live at the end of the research while supporting parameters are pH, temperature, and dissolved oxygen (DO).
Based on ANOVA known that supplementation C. vulgaris in feed affect the lenght, weight, SGR, and SR of freshwater crayfish (P<0,05). The calculation result show that increase in lenght, weight, SGR, and SR of freshwater crayfish with the best treatment is freshwater crayfish fed with supplementation C. vulgaris 6 g.kg-1 pellets commercial with value of each, ie 1,73 cm, 1,40 g, 2,50%, dan 88%.
1366716988B1J010026HUBUNGAN ANTARA KANDUNGAN SILIKA DENGAN KELIMPAHAN DIATOM BENTHIK DI SEPANJANG SUNGAI PELUS KABUPATEN BANYUMASSilika merupakan elemen yang bermanfaat bagi organisme terutama Diatom. Sumber silika di perairan berasal dari lapukan batuan yang mengandung silika. Diatom merupakan plankton nabati dapat hidup sebagai benthik yang distribusinya sangat universal di semua tipe perairan. Sebutan lain diatom adalah klas Bacillariophyceae, termasuk anggota dari Chrysophyta. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah berapakah kandungan silika, kelimpahan diatom dan bagaimana hubungan antara kandungan silika dan kelimpahan diatom di Sungai Pelus Kabupaten Banyumas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetaui kandungan silika, kelimpahan diatom dan hubungan antara kandungan silika dan kelimpahan diatom di Sungai Pelus Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan dengan metode survei, dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara komposit pada 5 stasiun berdasarkan rona lingkungan dan diulang sebanyak 3 kali dengan interval waktu 2 minggu. Parameter utama yaitu kelimpahan diatom dan kandungan silika sedangkan parameter pendukung yaitu suhu,kecepatan arus, pH, DO, BOD, COD, TSS, TDS, nitrat dan ortofosfat. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis regresi korelasi untuk mengetahui hubungan kandungan silika dengan kelimpahan diatom.
Hasil pengukuran Kandungan silika di perairan Sungai Pelus Kabupaten Banyumas berkisar antara 112,48-175 mg.l-1 dengan rata-rata sebesar 146 mg.l-1. Kelimpahan total diatom bentik yaitu sebesar 44.442 ind.cm-2. Kelimpahan paling tinggi berada pada stasiun II yaitu 11.128 ind.cm-2, kelimpahan terendah berada pada stasiun IV yaitu 6.828 ind.cm-2. Besarnya keeratan hubungan antara kandungan silika dengan kelimpahan diatom ditunjukkan dengan R2 (koefisien determinasi) yaitu sebesar 0,62 atau 62%. Jadi kelimpahan diatom dipengaruhi oleh silika sebesar 62% dan sisanya ditentukan oleh faktor lain.
Silica is an element that is beneficial to the organism especially Diatoms. Silica resources in waters derive from weathering of rock that contains silica. Vegetable plankton diatoms is able to live as a benthic distribution very universal in all types of waters. Another mention of diatoms is klasBacillariophyceae, including members of thechrysophyta. Formulation of the problem in this research is what is the content of silica, an abundance of diatoms and how the relationship between the content of silica and the abundance of diatoms in the Banyumas Regency Pelus. The purpose of this research the content of silica, an abundance of diatoms and the relationship between the content of silica and the abundance of diatoms in the Banyumas Regency Pelus.Research done by the method of the survey, with the technique of sampling done on composite at 5 stations based on rona environment and repeated as much as 3 times with intervals of 2 weeks.The main parameters, namely an abundance of diatoms and silica content while supporting parameters i.e. temperature, current velocity, pH, DO, BOD, COD, TSS, TDS, nitrate and ortofosfat.Methods of analysis used i.e. regression correlation analysisto know the relationship of the content of silica with an abundance of diatoms.
The results of the measurement of the content of silica in Banyumas Regency Pelus River waters range between 112,48-175 mg.l-1 with an average of 146mg.l-1. The total abundance of benthic diatoms i.e. 44,442ind.cm-2. The highest abundance was at station II i.e. 11,128 ind.cm-2, abundance is lowest at Station IV i.e. 6,828 ind.cm-2.The magnitude of the keeratan relationship between the content of silica with an abundance of diatoms shown by R2 (coefficient of determination) of 0.62 or 62%.So, the abundance of Diatoms are affected by silica of 62% and the rest are determined by other factors.


1366816989B1J012021LAJU PERTUMBUHAN SPESIFIK DAN SINTASAN LOBSTER AIR TAWAR (Cheraxquadricarinatus) DENGAN SUPLEMENTASI
Spirulinaplatensis DALAM PAKAN
Lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) merupakan salah satu komoditas perikanan yang bernilai ekonomis tinggi baik untuk konsumsi maupun untuk udang hias. Peluang usaha budidaya lobster air tawar saat ini sangat berkembang pesat yang ditandai dengan permintaan pasar dalam negeri yang tinggi, tetapi produksi domestik belum dapat memenuhi kebutuhan. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi lobster air tawar adalah dengan pemberian pakan yang memiliki nilai gizi yang baik. Nilai gizi baik dapat dengan pemberian suplementasi Spirulina platensis dalam pakan. Spirulina platensis merupakan alga hijau biru yang kaya protein, vitamin, mineral dan nutrien lainnya. Kandungan protein pada Spirulina platensis berkisar antara 63-68 %, karbohidrat 18-20 %, dan lemak 2-3 %. Pakan yang cukup dan memadai nilai gizinya akan menjamin pertumbuhan serta kelangsungan hidup lobster air tawar.
Penelitian ini dilakukan di stasiun percobaan Program Studi D3 Pengelolaan Sumber Daya Perikanan (PSDP) Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan empat perlakuan dengan empat kali ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah S0 (Kontrol) : lobster diberi pakan pelet komersial, S1: Suplementasi Spirulina platensis 2 g/kg pelet komersial, S2: Suplementasi Spirulina platensis 4 g/kg pelet komersial, S3: Suplementasi Spirulina platensis 6 g/kg pelet komersial. Lobster dipelihara selama 56 hari. Pengukuran panjang dan berat tubuh lobster dilakukan setiap 14 hari sekali. Parameter yang diukur antara lain laju pertumbuhan spesifik, pertambahan berat, pertambahan panjang dan sintasan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh berbagai dosis suplementasi Spirulina platensis dalam pakan terhadap laju pertumbuhan spesifik dan sintasan lobster air tawar (Cherax quadricarinatus), mengetahui dosis suplementasi Spirulina platensis dalam pakan yang terbaik untuk meningkatkan laju pertumbuhan spesifik dan sintasan lobster air tawar (Cherax quadricarinatus). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dengan tingkat kesalahan 5% (P<0.05).
Hasil penelitian menunjukkan pemberian pakan dengan dosis suplementasi Spirulina platensis memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap SGR, SR, pertambahan berat dan panjang lobster air tawar. Persentase optimal yang dihasilkan dari SGR adalah 3,59 %, sedangkan sintasan (Cherax quadricarinatus) mencapai 95 %. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian pakan dengan dosis suplementasi Spirulina platensis memberikan pengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik, pertambahan berat, pertambahan panjang, dan sintasan. Pemberian pakan dengan suplementasi Spirulina platensis yang terbaik untuk lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) adalah pelakuan pakan dengan dosis 6 g/pelet komersial dengan laju pertumbuhan spesifik (SGR) dan sintasan (SR) sebesar 3,59 % dan 95 %.

Kata kunci : Cherax quadricarinatus, laju pertumbuhan spesifik, Spirulina platensis, Sintasan
Freshwater crayfish (Cherax quadricarinatus) is the one commodity with high economic value both for consumption and for ornamental shrimp. Opportunities cultivation of freshwater crayfish is growing rapidly at this time marked by domestic market demand is high, but domestic production can not meet the needs. One way to increase the production of freshwater crayfish is by feeding that have good nutritional value. Good nutritional value can Spirulina platensis supplementation in feed. Spirulina platensis is a blue-green algae that is rich in protein, vitamins, minerals and other nutrients. Spirulina platensis protein content ranging between 63-68%, 18-20% carbohydrate, and fat 2-3%. Adequate food and adequate nutritional value will ensure the growth and survival of freshwater crayfish.
This research was conducted at the experimental station D3 Studies Program Management of Fisheries Resources (PSDP) of the Faculty of Biology, University of General Soedirman. Research using a completely randomized design (CRD) and four treatments with four replications. The treatments were attempted is S0 (Control): lobster fed with pellets of commercial, S1: Supplementation of Spirulinaplatensis 2 g / kg of pellets commercial, S2: Supplementation of Spirulina platensis 4 g / kg of pellets commercial, S3: Supplementation of Spirulina platensis 6 g / kg of pellets commercial , Lobster maintained for 56 days. Measurement of the length and weight of the body of the lobster is done every 14 days. Parameters measured include specific growth rate, weight gain, the length and survival rate. The purpose of this research is to know the effect of various doses of supplementation with Spirulina platensis in the feed to the specific growth rate and survival rate of freshwater crayfish (Cherax quadricarinatus), knowing the dose supplementation with Spirulina platensis in feed its best to improve the specific growth rate and survival rate of freshwater crayfish (Cherax quadricarinatus ).
Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) with an error rate of 5% (P <0.05). The results showed a dose supplementation feeding with Spirulina platensis significant effect (P <0.05) on SGR, SR, weight gain and length crayfish. The resulting optimal percentage of SGR was 3.59%, whereas the survival rate (Cheraxquadricarinatus) reached 95%. The conclusion of this study is feeding a dose supplementation with Spirulina platensis significant effect on the specific growth rate, weight gain, the length, and the survival rate. Supplemental feeding with Spirulina platensis is best for freshwater crayfish (Cherax quadricarinatus) is the carrying of feed at a dose of 6 g / commercial pellet with a specific growth rate (SGR) and survival rate (SR) of 3.59% and 95%.


1366916990B1J012199KEANEKARAGAMAN SERANGGA BERDASARKAN PERANANNYA PADA TANAMAN KUBIS (Brassica oleracea L. var capitata) YANG DITANAM DENGAN SISTEM MONOKULTUR DAN POLIKULTUR DI DESA SERANGDesa Serang merupakan wilayah yang sebagian besar lahannya digunakan sebagai pertanian dan perkebunan, berupa tanaman sayuran, tanaman buah. Lahan pertanian di Desa Serang merupakan habitat yang baik bagi serangga. Lahan pertanian dengan sistem monokultur memiliki keragaman yang rendah. Sedangkan sistem polikutur memiliki keanekaragaman serangga yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui keanekaragaman jenis serangga pada tanaman monokultur (Brassica Oleracea L. Var Capitata) Dan Tanaman Polikutur di Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga.
Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei pada dua tipe pertanaman yaitu monokultur dan polikultur. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data pengamatan meliputi jenis serangga dan jumlah individu tiap jenis. Data dianalisis dengan indeks keanekaragaman Shanon-Wiener (H’), indeks kemerataan jenis (E), indeks Dominansi Simpson (D) dan untuk mengetahui kesamaan jenis pada dua area yang berbeda ditentukan dengan indeks kesamaan jenis Sorensen (IS).
Hasil pengamatan menunjukkan total serangga yang tercatat di kedua area pengamatan di Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga sebanyak 22 jenis yang terdiri dari enam belas familia dan lima ordo. Tanaman polikultur memiliki indeks keragaman Shanon-Wiener lebih tinggi (H’= 2,317) dibandingkan dengan tanaman monokultur (H= 2,18). Tanaman monokultur memiliki nilai indeks dominansi Simpson lebih tinggi (D= 0,147) dibanding lahan tanaman polikultur (D= 0,124). Keragaman serangga tertinggi pada kedua area pengamatan adalah ordo Lepidoptera. Persentase tertinggi jenis serangga berdasarkan peranannya yang terdapat pada kedua area pengamatan adalah polinator.

Kata kunci : serangga, keanekaragaman, peran serangga, lahan pertanian, Purbalingga.
Serang is a region which used as agricultural land and plantation crops such as vegetables, fruit trees. Agricultural land in Serang is a good habitat for insects. Agricultural land with monocultures system have low diversity. Meanwhile, the polycultures system has a higher insect diversity. The aims of the research was to determine the species diversity on cabbage (Brassica oleracea L. Var Capitata) and plants with polycultures system at Serang, Sub District Karangreja, Purbalingga.
Sampling of insect species was done using survey method on two types of crop, a monoculture and polyculture system. The sampling technique used was purposive sampling. Observation data covers insect species and total individuals of each species. Insect diversity was calculated using Shannon-Wiener index (H '), Evenness index (E), Simpson index (D) and Sorensen similarity index (IS) to determine two different areas.
The research results showed that insects that were found in both observation area in Serang , Sub District Karangreja, Purbalingga are 22 species that consist sixteen familia and five orders. Plants with polycultures system has a higher diversity Shannon-Wiener indeces (H'= 2.317) than the monoculture (H’= 2,18). Monoculture has higher Simpson indeces (D= 0.147) than the polyculture system (D= 0.094). The highest diversity of insects in both observation area is the Lepidoptera Order. The highest percentage of insects based on the functions in both observation area is the pollinators.

Key word: insects, diversity, insect’s function, agricultural land, Purbalingga.
1367016991F1G009056ANALISIS GAYA BAHASA TEKS LAGU KARYA GRUP BAND PAYUNG TEDUH DALAM ALBUM “PAYUNG TEDUH” DAN “DUNIA BATAS” Penelitian ini berjudul “Analisis Gaya Bahasa Teks Lagu Karya Grup Band Payung Teduh Dalam Album “Payung Teduh” Dan “Dunia Batas”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa yang terdapat dalam teks lagu karya Payung Teduh.
Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitaif. Data Penelitian ini adalah lirik lagu karya Payung Teduh yang mengandung gaya bahasa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dengan menggunakan teknik catat. Pada analisis data menggunakan metode padan ortografis. Teknik dasarnya adalah teknik unsur pilah penentu dan teknik lanjutanya adalah teknik hubung banding membedakan.
Berdasarkan analisis pada 14 lagu, dapat diketahui bahwa dalam lagu karya Payung Teduh ditemukan penggalan-penggalan yang merupakan jenis gaya bahasa. Jenis gaya bahasa pada keempat belas lagu yang dianalisis, memberikan gambaran dan penjelasan pada pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pendengar.
Dapat diketahui bahwa dalam kumpulan lagu karya Payung Teduh menggunakan jenis gaya bahasa berupa hiperbola, perumpamaan, metafora, personifikasi, dan repetisi. Personifikasi adalah gaya bahasa yang paling dominan yang terdapat dalam lagu karya Payung. Makna yang ada pada personifikasi memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai situasi yang dilukiskan dan memberikan bayangan peristiwa yang terjadi secara rinci dan jelas, sehingga pembaca bisa merasakan setiap peristiwa juga pengambil pesan dari setiap kejadian yang ada pada kumpulan lagu karya Payung Teduh tersebut.
This research is entitled “Analisis Gaya Bahasa Teks Lagu Karya Grup Band Payung Teduh Dalam Album “Payung Teduh” Dan “Dunia Batas”. This research is conducted to describe figurative languages in song lyrics by Payung Teduh.
This research used Descriptive Qualitative method. The data of this research was taken by song lyric of Payung Teduh that contains of figurative language. The collecting data in this research used observation method by note technique. The data analysis in this research used identity method. The base technique form the research is decisive shorting element technique and the advance technique from this research is comparison differentiating technique.
Based on the analysis that the researcher have done, the writers can conclude that in the 14 collection of song by Payung Teduh are found cuts off part that are figurative language. It describes and explains for the message from the writers to the listener.
From the collection Payung Teduh’s songs, it can be seen that Payung Teduh using many types of figurative language in the form of a figure of speech such as hyperbola, imagery, metaphor, personification, and repetition. Personification is a figure of speech that most dominant in the song collection. Personification gives a clearer imagination of the situation by details, so the listener can catch the message of lyric song by Payung Teduh.
1367116953G1D012086HUBUNGAN KETERPAPARAN TAYANGAN PORNOGRAFI MELALUI HANDPHONE DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA SISWA KELAS IX SMP PGRI BATURADENHUBUNGAN KETERPAPARAN TAYANGAN PORNOGRAFI MELALUI HANDPHONE DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA SISWA KELAS IX
SMP PGRI BATURADEN
Sevi Nurmalita1, Asep Iskandar2, Fajar Tri Asih 3

1 Mahasiswa Jurusan Keperawatan Fikes Unsoed
2 Dosen Keperawatan Komunitas Jurusan Keperawatan Fikes Unsoed
3 Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas
Email : Sevi.nurmalita@yahoo.com

ABSTRAK

Latar belakang : Masa remaja merupakan masa perubahan atau peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Remaja awal (12-15) merupakan tahapan pertama dari perkembangan remaja. Hal tersebut disertai berbagai perubahan baik secara fisik, psikologis, maupun secara sosial. Pada masa remaja ini marak terjadi permasalahan yang sering muncul diantaranya perilaku seksual. Salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu kemajuan yang sangat pesat dalam teknologi. Saat ini media yang banyak digunakan untuk mempermudah komunikasi dan mencari informasi adalah handphone.
Tujuan : Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan keterpaparan tayangan pornografi melalui handphone dengan perilaku seksual pada siswa kelas IX SMP PGRI Baturaden.
Metode : Desain penelitian adalah cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel 143 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi square.
Hasil : Karakteristik responden sebagian besar berusia 15 tahun (57,3%) dan mayoritas berjenis kelamin perempuan berjumlah 90 responden (62,9%). Tingkat keterpaparan pornografi melalui handphone yang terjadi pada responden sebagian besar tergolong rendah sebanyak 100 responden (69.9%). Perilaku seksual sebagian besar responden dikategorikan rendah yaitu sebanyak 100 responden (69.9%). Hasil penelitian menggunakan uji chi square menunjukkan bahwa nilai p=0,000 (< 0,05), artinya ada hubungan antara keterpaparan pornografi dengan perilaku seksual
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara keterpaparan pornografi melalui handphone dengan perilaku seksual siswa kelas IX SMP PGRI Baturaden.




Kata kunci : Remaja, , handphone, keterpaparan pornografi, perilaku seksual
THE RELATIONSHIP BETWEEN EXPOSURES TO PORNOGRAPHIC DISPLAY BY HANDPHONE AND SEXUAL BEHAVIOR OF STUDENTS IN CLASS IX SMP PGRI BATURADEN
Sevi Nurmalita1, Asep Iskandar2, Fajar Tri Asih 3

1 Student of Nursing Department, Faculty of Health Sciences, Jendral Soedirman University
2 Lecturer of Community Nursing, Nursing Department, Faculty of Health Sciences, Jendral Soedirman University
3 Health Office of Banyumas Regency
Email : Sevi.nurmalita@yahoo.com

ABSTRACT

Background: Adolescence is a period of change or transition from childhood to adulthood. Early adolescence (12-15) is the first stage of adolescent development. It is accompanied by changes physically, psychologically and socially. At this stage, there are many problems to be faced by the adolescence, including sexual behavior. One of the influencing factors is a very rapid development in technology. Today, the media widely used to facilitate communication and the search of information is a hand phone.
Objective: The objective of this research was to determine the relationship between exposures of pornographic display by hand phone and sexual behavior of students in class IX SMP PGRI Baturaden.
Method: The research design was cross sectional. The sampling technique used was total sampling with the sample size of 143 respondents. Data collection used a questionnaire. Data analysis used Chi square test.
Result: The characteristics of respondents were mostly aged 15 years old (57.3%) and the majorities were female of 90 respondents (62.9%). The level of exposure to pornography by hand phone that happened to most of the respondents was categorized as low by 100 respondents (69.9%). Sexual behavior of most of the respondents was categorized as low by 100 respondents (69.9%). The research result using chi square test indicated the value of p=0.000< 0.05, meaning that there was a relationship between exposures to pornography and sexual behavior.
Conclusion: There was a relationship between exposures to pornography display by hand phone and sexual behavior of students in class IX SMP PGRI Baturaden.





Keywords: Adolescence, hand phone, exposure to pornography, sexual behavior

1367216992G1H012018Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Asupan Cairan dan Natrium pada Pasien Gagal Ginjal Kronik (Studi Kasus pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto)Latar Belakang: Prevalensi Gagal Ginjal Kronik (GGK) terus meningkat. Pada pasien dengan GGK, ginjal kehilangan kemampuan mengeluarkan kelebihan cairan dan natrium sehingga memicu terjadinya edema, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular yang dapat menyebabkan kematian. Pasien GGK yang menjalani hemodialisis dianjurkan patuh pada pembatasan cairan dan natrium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan asupan cairan dan natrium pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis.

Metode: Penelitian observasional ini menggunakan desain cross sectional. Pemilihan sampel menggunakan purpossive sampling dan diperoleh 35 responden yang merupakan pasien GGK yang menjalani hemodialisis di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto. Pengumpulan data karakteristik responden, lama menjalani hemodialisis, pengetahuan, sikap, dan dukungan sosial dengan wawancara menggunakan kuesioner, kepatuhan asupan cairan dan natrium dengan menghitung tingkat asupan. Analisis data menggunakan uji Fisher.

Hasil Penelitian: Mayoritas responden tidak patuh pada pembatasan cairan (77,1%), tetapi patuh pada pembatasan natrium (85,7%). Semua variabel yang dianalisis tidak berhubungan dengan kepatuhan asupan cairan dan natrium (p >0,05), kecuali jenis kelamin dan dukungan sosial yang berhubungan dengan kepatuhan asupan cairan (p <0,05).

Kesimpulan: Pasien laki-laki membutuhkan pendampingan yang intensif agar kepatuhan asupan cairan meningkat. Selain itu, dukungan sosial dari keluarga dan yang lainnya dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut.

Kata Kunci: Dukungan Sosial, Hemodialisis, Jenis Kelamin, Kepatuhan Asupan Cairan dan Natrium
Background: Prevalence rates of Chronic Kidney Disease (CKD) are increasing. In patients with CKD, kidneys have lost the ability to excrete excess fluids and natrium which can cause edema, hypertension, and cardiovascular disease that lead to death. Chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis need to comply with fluid and natrium restriction. This study aims to know the factors affecting fluid and natrium intake compliance in CKD patients undergoing hemodialysis.

Methods: This observational study using cross sectional design. Sampling method using purposive sampling and got 35 participants who were CKD patients undergoing hemodialysis in Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital, Purwokerto. The data of participant characteristic, length of time since the initiation of hemodialysis therapy, knowledge, attitude, and social support were collected by using questionnares. Patient’s compliance to fluid and natrium intake was collected by calculating fluid and natrium intake level. Data were analyzed using Fisher test.

Results: Most participants did not comply with fluid restriction, but complied with natrium restriction. All factors that have been analized had no correlation to fluid and natrium intake compliance (p > 0,05), except gender and social support factor that had correlation to fluid intake compliance (p < 0,05).

Conclution: Male patients needed an intensive assistance so that fluid intake compliance increased. Moreover, social support from family and others needed to achieve this goal.

Keyword: Fluid and Natrium Intake Compliance, Gender, Hemodialysis, Social Support
1367316994B1J009076KUANTITAS ANAKAN KULTUR SEMUT RANGRANG (Oecophylla smaragdina) SECARA ARTIFISIAL DENGAN MENGGUNAKAN BEBERAPA JENIS PAKANOecophylla smaragdina merupakan serangga sosial yang memiliki peranan penting dalam ekosistem. Salah satu fungsi utamanya adalah sebagai agen pengendali hayati dalam bidang pertanian. Pemanfaatan semut rangrang sebagai upaya untuk mengembangkan biokontrol terus dilakukan. Hal ini menyebabkan populasi O. smaragdina mengalami penurunan secara signifikan. Oleh karena itu, perlu adanya budidaya semut rangrang untuk mempertahankan eksistensinya di alam tanpa harus mengeksploitasi secara berlebihan di habitat aslinya. Tujuan penelitian ini yaitu 1. mengetahui pengaruh pemberian jenis pakan yang berbeda yaitu keong mas, cacing tanah, dan ampas tahu terhadap produksi kroto semut rangrang, 2. mengetahui perlakuan pemberian jenis pakan berbeda yang menunjukkan hasil kuantitas produksi kroto semut rangrang.
Metode yang digunakan adalah metode experimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan dengan pemberian pakan sumber protein berbeda masing-masing yaitu keong mas (Pomacea canaliculata), cacing tanah (Lumbricus rubellus), dan ampas tahu. Masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Setelah data produksi jumlah dan bobot kroto dianalisis ragam menggunakan uji F didapatkan hasil bahwa F hitung lebih besar dari F tabel 0,05 dan 0,01. Perlakuan pemberian pakan pada penelitian ini terdapat perbedaan yang sangat nyata terhadap produksi kroto. Semut rangrang yang diberi pakan cacing tanah memproduksi kroto paling tinggi dengan total 1.030 individu dan berat kroto mencapai 87,4 gram, semut yang dibudidaya menggunakan keong mas menghasilkan jumlah kroto sebanyak 866 individu dan berat kroto mencapai 73,1 gram, dan juga semut yang dibudidaya menggunakan ampas tahu menghasilkan jumlah kroto sebanyak 543 individu dengan berat kroto mencapai 45,9 gram.


Oecophylla smaragdina or weaver ants is social insect that has an important role in the ecosystem. One of its main function is as a biological control agent in the field of agriculture. The use of weaver ants in an effort to develop a biocontrol continued. This causes O. smaragdina population has decreased significantly. Therefore, the need for the cultivation of weaver ants to maintain its existence in nature without exposing excessive in their natural habitat. The purpose of this study, namely 1. Determine the effect of different types of feed, snails, earthworms, and tofu, to the production of weaver ants kroto, 2. Know the treatment of different types of feed award which shows the results of the production quantity kroto weaver ants.
The method used was experimental method with a completely randomized design. Treatment was done by feeding different protein sources, snails (Pomacea canaliculata), earthworm (Lumbricus rubellus), and tofu waste. Each treatment was repeated 5 times. Earthworms fed ants produced highest number of kroto with total of 1.030 individuals and kroto’s weight reached 87,4 gram. Snails fed ants produced 866 individuals with weight reached 73,1 gram. Tofu waste fed ants produced 543 individuals with weight reached 45,9 gram.

1367416995B1J012096PENGARUH PEMBERIAN PUPUK CAIR DAN JENIS MEDIA
TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN SELADA
KERITING (Lactuca sativa, L.)
Selada keriting (Lactuca sativa, L.) merupakan tanaman hortikultura yang memiliki nilai jual tinggi karena mengandung banyak gizi. Bentuk daun yang indah menjadikan selada keriting tidak hanya dikonsumsi melainkan bisa digunakan sebagai tanaman hias dan penghias makanan yang disajikan. Terbuka peluang besar dalam budidaya tanaman selada karena dapat memberikan keuntungan maksimal. Perawatan selada keriting terbilang cukup mudah sehingga bisa budidayakan oleh banyak orang. Pemilihan media dan pupuk yang tepat sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan selada organik sehingga dapat memberikan hasil yang maksimal. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dan konsentrasi pupuk cair terhadap pertumbuhan selada keriting dan menentukan komposisi media tanam dan konsentrasi pupuk cair yang terbaik terhadap pertumbuhan selada keriting.
Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor I adalah media tanam yang terdiri atas dua taraf yaitu media A (tanah, kompos dan arang sekam) dan media B (tanah, kompos dan pasir). Faktor II adalah konsentrasi pupuk cair yang terdiri atas empat taraf yaitu 0 ml/l, 3 ml/l, 5 ml/l dan 7 ml/l. Perlakuan diulang 5 kali sehingga diperoleh 40 satuan tanaman uji. Parameter yang diamati adalah panjang daun, jumlah daun dan bobot basah selada keriting. Data hasil pengamatan yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Ragam atau Uji F pada tingkat kesalahan 5%, dilakukan uji lanjut dengan menggunakan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam dan POC mampu meningkatkan pertumbuhan selada keriting. Sementara itu, media tanam A (campuran tanah, kompos dan pasir) mampu memacu bobot basah tanaman selada keriting. Komposisi media tanam A dan POC dengan konsentrasi 5ml/l mampu meningkatkan panjang daun tanaman selada keriting.
Curly lettuce (Lactuca sativa L.) is a horticultural crops that have high sales value because they contain many nutrients. Beautiful leaf shape makes curly lettuce not only consumed, but also can be used as an ornamental plant and decorate food served. Open great opportunities in the cultivation of lettuce plants because it can provide maximum benefit. Curly lettuce treatment is quite easy so it can be cultivated by many people. Selection of appropriate media and fertilizers greatly affect the growth of organic lettuce so as to provide maximum results. The purpose of this study was to determine the effect of planting media composition and concentration of liquid fertilizer to the growth of curly lettuce and determine the composition of the planting medium and best concentrated liquid fertilizer to the growth of curly lettuce.
The method used is experimental by using completely randomized design (CRD) factorial design. The first factor is the growing media consisting of two levels ie A media (soil, compost and rice husk) and B medium (soil, compost and sand). Factor II is a concentrated liquid fertilizer consists of four levels ie 0 ml / l, 3 ml / l, 5 ml / l and 7 ml / l. The treatment was repeated 5 times in order to obtain 40 units of the test plants. Parameters measured were leaf length, number and weight of wet lettuce leaf curl. Observations data obtained were analyzed using analysis of Range or test F on 5% error rate, further tests are performed using test Duncan's Multiple Range Test (DMRT). The results showed that planting media and POC was able to increase the growth of curly lettuce. Meanwhile, A planting medium (a mixture of soil, compost and sand) are able to spur weight wet lettuce plant curly. The composition of A planting medium and POC with a concentration of 5 ml/l were able to increase the length of the leaves of curly lettuce plants.
1367516996C1G014081PENGARUH KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA, PENGALAMAN DAN PELAKSANAAN KEGIATAN REKONSILIASI DATA TERHADAP KUALITAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA KUASA PENGGUNA BARANG PADA SATUAN KERJA DI WILAYAH KPKNL TARAKANPenelitian ini berjudul Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia, Pengalaman Dan Pelaksanaan Kegiatan Rekonsiliasi Data Terhadap Kualitas Laporan Barang Milik Negara Kuasa Pengguna Barang Pada Satuan Kerja Di Wilayah KPKNL Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi sumber daya manusia, pengalaman dan pelaksanaan kegiatan rekonsiliasi data terhadap kualitas Laporan Barang Milik Negara Kuasa Pengguna Barang pada Satuan Kerja di Wilayah KPKNL Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan populasi seluruh satuan kerja di wilayah KPKNL Tarakan yang berjumlah 192 satuan kerja dan sampel dipilih menggunakan metode sampling kuota. Sampel yang diperoleh adalah sebanyak 130 satuan kerja. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kompetensi sumber daya manusia, pengalaman dan pelaksanaan kegiatan rekonsiliasi data berpengaruh terhadap kualitas Laporan Barang Milik Negara Kuasa Pengguna Barang. Variasi perubahan naik turunnya tingkat kualitas Laporan Barang Milik Negara Kuasa Pengguna Barang dapat dijelaskan sebesar 47,5% oleh variabel Kompetensi Sumber Daya Manusia, Pengalaman Dan Pelaksanaan Kegiatan Rekonsiliasi Data, sedangkan 52,5% dapat dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti. Implikasi penelitian ini adalah pegawai yang menjabat sebagai pengelola BMN perlu diberikan pelatihan secara berkelanjutan, pegawai yang akan menjadi pengelola BMN perlu diberikan pekerjaan yang berkaitan dengan pengelolaan BMN dengan tetap disupervisi oleh pengelola BMN yang akan digantikan selama jangka waktu tertentu sebelum pengelola BMN terdahulu meninggalkan jabatannya serta satuan kerja wajib melakukan rekonsiliasi data internal yaitu antara pengelola BMN dengan pengelola SAK yang dilakukan tiap bulan dan rekonsiliasi data eksternal yaitu antara pengelola BMN dengan KPKNL Tarakan tiap semester agar meningkatkan kualitas Laporan Barang Milik Negara Kuasa Pengguna Barang.This research entitled the influence of human resources Competence, experience and implementation of Data Reconciliation Activities to the quality of the report of the State-owned Goods On the unit's work in the area of KPKNL Tarakan. This research aims to know the influence of human resources competence, experience and implementation of data reconciliation activities to the quality of the report of the State-owned Goods on the unit's work in the area of Tarakan KPKNL. This research is quantitative research using population all over the unit's work in the area of KPKNL Tarakan amounting 192 units of work and samples selected using quota sampling method. The sample obtained is as much as 130 units of work. Analytical techniques used was multiple linear regression analysis. The results of the analysis of the data indicates that human resources competence, experience and implementation of data reconciliation activities have an effect on the quality of the report of the State-owned Goods. Variation change ups and downs of level of quality state-owned Goods Report power user Stuff can be explained by variable 47.5% of the competence of human resources, experience and implementation of Data Reconciliation Activities, whereas 52.5% can be explained by other variables not examined. The implication of this research is the employe who served as BMN Manager to be given training on an ongoing basis, employees who will be chosen as BMN manager will be given necessary work related to managing BMN and supervised by BMN Manager that will be replaced during a certain period before leaving his post as well as a work unit is obligated to perform internal data reconciliation between BMN manager with SAK manager conducted each month and external reconciliation of data between BMN managers with KPKNL Tarakan each semester in order to improve the quality of the report of the State-Goods.
1367616997F1J012017Analisis Implikatur dalam Dorama KoinakaPenelitian ini berjudul “Analisis Implikatur Percakapan dalam Dorama Koinaka”. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pelanggaran prinsip kerja sama serta implikatur percakapan yang muncul dalam komunikasi antartokoh dalam dorama Koinaka. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik simak dan catat untuk mengumpulkan data. Data dianalisis menggunakan metode padan dilanjutkan dengan teknik pilah unsur penentu. Hasil penelitian ini yaitu dalam dorama Koinaka terdapat pelanggaran terhadap maksim-maksim prinsip kerja sama yang mengandung implikatur percakapan, dari 26 data yang ditemukan terdapat 29 pelanggaran terhadap maksim-maksim prinsip kerja sama. Adapun pelanggaran tersebut yaitu 7 pelanggaran maksim kuantitas, 4 pelanggaran maksim kualitas, 10 pelanggaran maksim relevansi dan 8 pelanggaran maksim cara, sedangkan implikatur percakapan yang muncul antara lain menolak, memberitahu, mengejek, menghindari pertanyaan lain, mengalihkan pembicaraan, mengetahui perasaan Aoi, mengajak, memaafkan, menyetujui, memberi peringatan, menyuruh, mengingatkan, tidak mengetahui, menyampaikan alasan, membujuk, terkesan pada Aoi, merasa kecewa, dan merasa bahagia. The research is entitled of "Analysis of Conversational Implicature in Dorama Koinaka". The purposes of this research are to describe the violation of cooperation principles and conversational implicatures which appear in communication between the characters in the dorama Koinaka. The research is a descriptive qualitative research that using simak technique and catat technique to collect data. The data is analyzed by using comparing method followed by pilah unsur penentu technique. The result of this research found that, in dorama koinaka there are 29 violations toward the maxims cooperation principle of 26 data collected. Those violations are consist of 7 violations of the maxim of quantity, 4 violations of the maxim of quality, 10 violations of relevance maxim, and 8 violations of manner maxim. Meanwhile, the conversation implicatures that appear are rejecting, informing, mocking, avoiding other questions, changing the subject of conversation, knowing the Aoi’s feeling, inviting, forgiving, agreeing, giving warning, ordering, reminding, ignorancing, giving reason, persuading, impressing Aoi, feeling disappointed, and feeling happy.
1367716998F1J012020BENTUK DAN MAKNA UNGKAPAN EUFEMISME DALAM DRAMA GREAT TEACHER ONIZUKA
Penelitian ini mengkaji bentuk dan makna ungkapan eufemisme yang terdapat dalam dramaGreat Teacher Onizuka Remake Season 2012 dan 2014. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan makna ungkapan eufemisme dalam drama Great Teacher Onizuka. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak catat dan teknik sampling. Data diteliti dengan pendekatan semantik serta dikaitkan dengan teori tabu bahasa dan eufemisme. Hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa (1) bentuk ungkapan eufemisme dalam bentuk kata yaitu 15 data, sedangkan dalam bentuk frase yaitu 12 data; (2) motif ungkapan tabu dengan motif taboo of fear, yaitu 1 data, motif taboo of delicacy yaitu 18 data, dan motif taboo of propriety yaitu 8 data; (3) referensi ungkapan eufemisme pada benda dan binatang yaitu 1 data, bagian tubuh yaitu 2 data, profesi yaitu 2 data, penyakit yaitu 2 data, aktivitas yaitu 2 data, peristiwa yaitu 8 data, dan yang paling banyak ditemukan pada sifat dan keadaan yaitu 10 data. The research is examining form and meaning of euphemistic expression on TV drama Great Teacher Onizuka Remake Season 2012 and 2014. The aims of this research are to describe form and meaning of euphemistic expression in Japanese drama Great Teacher Onizuka. The kind of this research is qualitative and used descriptive-analytical method. The data are collected through gather-record and sampling technique. Data are analyzed with semantic approach and related with taboo language and euphemism theory. Based on data analyzed, the results of this research showed that (1) the forms of euphemistic expression consisting of words are 15 data and the data consisting of phrases are 12 data; (2) the motifs of taboo are classified as: taboo of fear denotes 1 data, taboo of delicacy denotes 18 data, and taboo of propriety denotes 8 data; (3) References of euphemism are categorized into: things is 1 data, body parts are 2 data, professions are 2 data, ilness are 2 data, activities are 2 data, events are 8 data, and the most commonly found of euphemistic expression is the nature and circumstances of which there are 10 data.
1367816999H1L012052PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
PENGELOLAAN KANTIN KEJUJURAN BERBASIS FINGERPRINT
(STUDI KASUS SMA NEGERI BANYUMAS)
Sistem Informasi Pengelolaan Kantin Kejujuran Berbasis Fingerprint dikembangkan di SMA Negeri Banyumas dengan fitur - fitur dapat mengelola data jajanan, mengelola modal, mengelola jenis jajan, melihat data siswa, mengelola data deposit siswa, cetak laporan penitipan jajan, laporan penjualan harian, laporan penjualan bulanan, laporan penjualan per tahun, laporan deposit siswa, laporan jajan masuk, struk deposit dan struk pembelian yang berbasiskan fingerprint Sistem Informasi Pengelolaan Kantin Kejujuran ini dirancang secara prosedural, di dalam perancangan dihasilkan Diagram Konteks, Data Flow Diagram (DFD), Entity Relationship Diagram (ERD) serta Physical Data Model (PDM). Pengembangan sistem dengan menggunakan metode Waterfall. Dengan dikembangkannya Sistem Informasi Pengelolaan Kantin Kejujuran Berbasis Fingerprint dapat membantu Admin kantin untuk mengelola kantin dan untuk membentuk metode pembelajaran moral bagi Siswa.
Kata Kunci : Sistem Informasi Pengelolan Kantin Kejujuran,fingerprint, Metode Waterfall, Data Flow Diagram (DFD), Entity Relationship Diagram (ERD), Physical Data Model (PDM).
Information System of Fingerprint-Based Honesty Cafeteria Management is being developed in Banyumas State Senior High School with features like managing snacks data, managing capital, managing types of snacks, viewing students' data, managing students' deposit data, printing snacks storage report, snacks sales report, daily sales report, monthly sales report, yearly sales report, students' deposit report, snacks entry report, deposit receipt and purchase receipt. The Information System of Honesty Cafeteria Management is designed procedurally, the design includes Context Diagram, Data Flow Diagram (DFD), Entity Relationship Diagram (ERD) and Physical Data Model (PDM). Waterfall method was applied in the development of the system. The development of Information System of Fingerprint-based Honesty Cafeteria Management can be helpful not only for Cafeteria Admin to manage the cafeteria but also for students to form moral learning method.
Keywords: Information System of Honesty Cafeteria Management, Fingerprint, Waterfall Method, Data Flow Diagram (DFD), Entity Relationship Diagram (ERD), Physical Data Model (PDM).
1367917000F1J012016Analisis Nilai Bushido dalam Drama Nobunaga Concerto Karya Hiroaki Matsuyama
Penelitian ini menganalisis nilai bushido dalam drama Nobunaga Concerto karya Hiroaki Matsuyama. Drama ini merupakan drama sejarah berlatar belakang jaman perang Jepang pada era Sengoku. Nilai bushido antara lain integritas, keberanian, kemurahan hati, sopan santun, kejujuran, kehormatan, kesetiaan dan menghargai tradisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai bushido dalam drama Nobunaga Concerto karya Hiroaki Matsuyama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan semiotika. Teknik pengumpulan data adalah teknik simak, catat dan klarifikasi. Teknik analisis data dengan cara mendeskripsikan nilai-nilai bushido dalam drama Nobunaga Concerto karya Hiroaki Matsuyama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam drama Nobunaga Concerto terdapat 47 (empat puluh tujuh) data yang berhubungan dengan nilai bushido. 5 (lima) nilai integritas, 4 (empat) nilai keberanian, 5 (lima) nilai kemurahan hati, 8 (delapan) nilai sopan santun, 3 (tiga) nilai kejujuran, 2 (dua) nilai kehormatan, 18 (delapanbelas) nilai kesetiaan, dan 2 (dua) nilai menghargai tradisi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah nilai bushido yang paling banyak ditemukan dalam drama Nobunaga Concerto adalah nilai chuugi atau kesetiaan. Hal ini menunjukkan bahwa orang Jepang mempunyai loyalitas yang tinggi kepada pimpinannya.This research analyzes the value of bushido on TV drama Nobunaga Concerto by Hiroaki Matsuyama. This drama is a historical drama backgrounds war era Japan during the Sengoku. The values of Bushido are integrity, courage, generousity, politeness, rectitude, honor, loyality and respect for tradition. This study aimed to describe the value of bushido in TV drama Nobunaga Concerto by Hiroaki Matsuyama. The method used in this research is descriptive qualitative method by using a semiotic approach. Data collection techniques by listening, recording and classifying. The data analysis technique by describing the values of bushido on TV drama Nobunaga Concerto by Hiroaki Matsuyama. The results of this study indicate that on the drama Nobunaga Concerto there are 47 (forty-seven) data relating to the value of bushido. Five (5) values of integrity, 4 (four) values of courage, 5 (five) value of generousity, eight (8) values of politeness, three (3) values of rectitude, two (2) values of honor, 18 (eighteen) values of loyality, and two (2) appreciate the values of respect for tradition. The conclusion of this study is bushido values are most commonly found in the TV drama Nobunaga Concerto is chūgi value or loyality which shows that the Japanese have a high loyalty to their leader.
1368016957F1G012041Stereotip Perempuan dalam Novel Sampai Maut Memisahkan Kita Karya Mira W.Penelitian ini berjudul “Stereotip Perempuan dalam Novel Sampai Maut Memisahkan Kita Karya Mira W”. Stereotip merupakan salah satu ketidakadilan gender yang sering dialami oleh perempuan. Stereotip sering dikaitkan dengan pelabelan yang merendahkan kaum perempuan. Novel Sampai Maut Memisahkan Kita Karya Mira W mengangkat stereotip terhadap perempuan yang dikemas secara imajinatif. Penelitian ini mendeskripsikan unsur intrinsik yang mencakup alur, tokoh, dan latar dilanjutkan dengan analisis stereotip perempuan dalam novel Sampai Maut Memisahkan Kita karya Mira W.
Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif analisis. Fokus penelitian berupa stereotip perempuan dalam novel Sampai Maut Memisahkan Kita karya Mira W. Teknik pengumpulan data, yakni membaca intensif, mencatat data penting, dan mengklasifikasikan data penting dalam novel Sampai Maut Memisahkan Kita karya Mira W. Teknik analisis dilakukan dengan mendeskripsikan alur, tokoh dan penokohan, latar, dan stereotip perempuan pandangan tokoh laki-laki terhadap perempuan dalam novel Sampai Maut Memisahkan Kita karya Mira W.
Hasil analisis unsur intrinsik yang telah dilakukan, terbukti bahwa unsur alur atau plot, tokoh, dan lattar atau setting adalah unsur pembangun yang paling dominan memunculkan stereotip perempuan dalam novel Sampai Maut Memisahkan Kita karya Mira W. Hasil analisis yang dilakukan pada novel Sampai Maut Memisahkan Kita karya Mira W dapat disimpulkan bahwa penokohan lebih ditampakkan pada tokoh perempuan bernama Angel yang berasal dari kebudayaan barat dan tokoh Inge yang berasal dari kebudayaan timur. Perempuan distereotipkan sebagai perempuan yang setia, mengurus anak, menunggu suami pulang, dan tidak perlu bekerja, sedangkan perempuan barat distereotipkan hanya mementingkan seks. Angel membuktikan bahwa pandangan tersebut salah. Perempuan barat juga memiliki kesetiaan dan ketegaran melebihi perempuan Asia. Pada novel Sampai Maut Memisahkan Kita karya Mira W terdapat tokoh pro dan kontra feminis yang membuat novel tersebut bernilai menjadi dominan feminis.
This research entitled is “Stereotip Perempuan dalam Novel Sampai Maut Memisahkan Kita Novel by Mira W”. Stereotype is one of gender inequity experienced by female. This matter is inconsequency of patriarchal culture which has subordinating female. Sampai Maut Memisahkan Kita novel by Mira W is a novel which talk over female stereotype with imaginatively packaged. This research tries to analize intrinsic elements include plot, character, and setting that build the literary and female stereotype in Sampai Maut Memisahkan Kita novel by Mira W.
This research is descriptive analisyst. It focuses on female stereotype in the Sampai Maut Memisahkan Kita novel by Mira W. The data collected in this research are an intensive reading, recorded important data in the Sampai Maut Memisahkan Kita novel by Mira W. The analisyst taken by describing female stereotype, male way viewing female in the Sampai Maut Memisahkan Kita novel by Mira W. The data which is rellevant with the research is part of sentence that describes female stereotype in Sampai Maut Memisahkan Kita novel by Mira W then analized by feminist literary criticism approach.
The result of the analysis of the intrinsic elements that have been carried out, it is evident that the plot, characters, and setting are the most dominant forming elements which show women stereotype in the novel Sampai Maut Memisahkan Kita by Mira W. The result of this analysis is performed opus can be concluded that more characterizations revealed on a female character named Angel who came from western culture and Inge from the eastern culture. The eastern woman stereotyped as a faithful woman, taking care of children, waiting for her husband to go home, and not have to work, while western women stereotyped as only concerned with sex. Angel prove that paradigm is wrong. Western women also have a loyalty and fortitude beyond Asian women. In the novel Sampai Maut Memisahkan Kita by Mira W opus there are profeminist and contra feminist character that make the novel worth to be dominant feminist.