Home
Login.
Artikelilmiahs
16329
Update
RURI RIZKY PRAMESTI
NIM
Judul Artikel
Variasi Konsentrasi dan Distribusi Logam Berat Pb dan Hg pada Partikel Sedimen di Perairan Papua Barat
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Papua Barat merupakan provinsi yang terkenal dengan tingginya cadangan bahan tambang baik mineral non logam maupun logam. Sehingga pertambangan merupakan salah satu sektor unggulan di Provinsi Papua Barat. Salah satu limbah hasil pertambangan tersebut adalah logam berat. Logam berat tersebut diantaranya timbal (Pb) dan merkuri (Hg). Salah satu yang berperan pada proses suspensi logam berat adalah ukuran partikel sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi konsentrasi dan distribusi logam berat Pb dan Hg dalam partikel sedimen dasar laut di Perairan Papua Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Grain Size Separation untuk memisahkan antara fraksi silt (>3,9 µm) dan clay (<3,9 µm), selanjutnya logam berat dianalisis dengan AAS (Atomic Absorption Spectrofotometer). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi logam didapatkan bervariasi. Konsentrasi logam Pb berkisar antara 0,005-0,04 mg/kg, sedangkan konsentrasi logam Hg berkisar antara 1,660-4,560 mg/kg dan logam berat terakumulasi pada sedimen fraksi lempung (clay). Logam Pb terdistribusi ke wilayah dekat daratan sedangkan logam Hg terdistribusi ke laut lepas. Konsentrasi logam berat Pb dan Hg yang didapatkan memiliki nilai lebih kecil dibandingkan dengan baku mutu logam berat dalam sedimen yang ditetapkan oleh CCME (Canadian Council of Ministers of the Environmental) serta konsentrasi rata-rata logam Pb dan Hg hasil penelitian lebih rendah dari kadar alamiah geokimia. Nilai igeo yang didapatkan ≤ 0 untuk kedua logam, sehingga kontaminasi logam berat dalam sedimen masuk dalam kelas tidak tercemar.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Papua Barat was a province with a high number of mineral reserves of both metal and non-metallic mineral. Therefore, mining was the leading sector at Papua Barat. One of these mining wastes was heavy metals, such as Lead (Pb) and Mercury (Hg). The most play role on heavy metal suspension process was grain size sediment. The aims of the research were to determine the varience of concentration and distribution of heavy metals Pb and Hg in bed load sediment particles at Papua Barat waters. The Grain Size Separation method was used to separate silt and clay fraction. Then, AAS (Atomic Absorption Spectrofotometer) was used to heavy metals analysis. The result showed heavy metals Pb and Hg in sediment particles have varied concentrations. Pb concentration ranged from 0,005 to 0,04 mg/kg, whereas Hg concentrations ranged from 1,660 to 4,560 mg/kg. Heavy metal was accumulated on clay fraction. Pb distributed to the near mainland, while Hg distributed to open ocean. The concentrations of Pb and Hg have smaller value than the quality standard of heavy metals in sediments by CCME (Canadian Council of Ministers of the Environmental) and the average level of Pb and Hg at study area are lower than geochemical background. The value of Igeo obtained ≤ 0 for both metals, based on the value, heavy metals contamination in sediment is uncontaminated.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save